Ini Dia 12 Me Time Menyenangkan yang Bisa Menjadi Pilihan Bunda

ini dia 12 me time menyenangkan yang bisa menjadi pilihan bunda

"Me Time adalah cara kita untuk membahagiakan diri kita, agar kita memiliki banyak kebahagian pula untuk bisa kita berikan kepada orang lain" Bunda Erysha

Sebagai seorang ibu, baik itu ibu rumah tangga mau pun ibu bekerja. Sama-sama kita membutuhkan yang namanya "Me Time", ya. Seperti posisi ibu rumah tangga nih, yang kerjaan rumah tuh rasanya itu nggak beres-beres ya, Bun. Belum lagi seharian kita ngedapetin interupsi anak. Nangislah, numpahin makananlah, mau ini itulah. Dan pekerjaan yang monoton yang begitu aja tiap hari. Ditambah lagi, kita jadi nggak punya banyak waktu untuk bersosialisasi. Bener kan, bun? Ayo ngakuuuuu. Bikin kita bener-bener sampai kehilangan waktu untuk diri kita sendiri.

Baca juga: Jangan Katakan 9 Hal Ini Pada Ibu Rumah Tangga

Atau posisi sebagai ibu bekerja yang mengharuskan kita telah bangun pagi-pagi sekali, memasak, dan menyipkan keperluan anak-anak sebelum kita berangkat kerja. Lalu di tempat kerja, terkadang kita suka ada masalah ya, Bun dengan atasanlah, dengan rekan kerjalah atau lingkungan bekerja yang kurang sehat. Ditambah lagi kepadatan lalu lintas membuat kita rasanya semakin lelah di jalan dan sepulang bekerja, waktunya mengurus anak-anak.

Hahhhhh *tarik nafassss. Rasanya ingin teriak "lelahhhhhhhh". Semua aktivitas tersebut membuat kita sampai lupa menyempatkan diri untuk me time. Padahal me time, ini penting banget ya, Bunda buat kita. Lalu ketika seorang ibu kehilangan "Me Timenya", apa yang terjadi?

Dampak Jika Bunda Tidak Memiliki Me Time

dampak  jika  seorang ibu  tidak memiliki me time

1. Rentan stres
Ya iyalah siapa coba yang nggak stres menjalani aktivitas yang begitu saja setiap harinya. Monoton dan terasa membosankan. Jadi ketika kita tidak memiliki me time, maka kita pun akan rentan terkena stres dalam hidup kita bahkan depresi.

Baca juga: Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

2. Uring-uringan
Siapa yang kalau kurang me time jadinya suka uring-uringan? Sayaaaa hihihi *ngaku. Ketika kita kurang me time, akan membuat pikiran dan emosi kita tu jadi nggak bener. Bawaanya itu serba salah deh. Rasanya itu susah buat berpikir jernih

3. Mudah marah
Pernah nggak sih, Bun, cuma karena hal kecil dan sepele, kita jadi mudah marah ama anak atau pun pasangan kita? Pasti pernahlah, ya. Kita itu jadinya, kurang sabar deh dan tidak mentoleransi hal kecil kesalahan yang di lakukan anak dan pasangan kita. Maunya itu harus sesuai dengan keinginan kita. Wah, kalau udah ke fase ini, bahaya nih. Soalnya kita bisa jadi lebih mudah bertengkar dengan pasangan kita hanya karena hal nggak penting. Nggak, mau kan ya kita sampai kayak gitu!

4. Menjadi kurang bersyukur
Rasa bosan dengan semua aktivitas kita, ditambah lagi dengan semua kelelahan yang kita rasakan. Membuat kita terkadang hanya fokus dengan rasa lelah kita, sehingga kita lupa untuk mensyukuri banyak hal. Lalu, bagaimana kita bisa mensyukuri dan merenungi banyak hal jika kita tidak memberikan waktu untuk diri kita sendiri untuk merenung dan beristirahat?

5. Kurang bersemangat
Pastinya akan membuat kita kurang bersemangat dan bergairah juga ya, Bun dalam menjalani aktivitas kita. Jika, kita tidak dengan sengaja menyempatkan diri untuk me time.

6. Sulit mempertahankan kewarasan
Bagaimana tidak, jika seharian kita mendapatkan problematika dengan anak, pekerjaan rumah, mengurus suami atau lingkungan kantor. Membuat emosi kita naik turun. Jadi, me time itu dibutuhin untuk menstabilkan emosi dan mempertahankan kewarasan kita ya, Bun. Setuju bundaaa? πŸ˜‚

12 Pilihan Me Time yang Menyenangkan Untuk Para Bunda 


me timr untuk ibu

1. Jalan-jalan
Jalan-jalan ini bisa saja jalan-jalan ke mall, traveling, berkunjung ke rumah sahabat dan lain-lain. Tetapi, jalan-jalan juga nggak harus selalu yang jauh-jauh atau ngeluarin duit ya, Bun. Jalan-jalan sambil berolahraga pagi dan menyapa semua orang, itu juga menyenangkan kok. Bahkan menurut penelitian, olahraga pun mampu lho mengurangi rasa stres seseorang.

2. Dandan
Bundaaaa terkadang karena kelelahan membuat kita ga sempat dandan atau udah males ya. Tetapi, cobain deh dandannya, dandanan yang sederhana aja seperti berpakaian rapi, pakai pelembab, lisptik aja untuk menyambut suami pulang. Itu juga me time, lho. Kok bisa? Iya karena ketika kita berdandan itu membuat perasaan kita menjadi senang, trus meningkatkan rasa percaya diri kita dan kita pun merasa cantik akan diri kita.

Eh, perempuan itu perlu lho, untuk merasa cantik, karena memang begitulah kodratnya kita sebagai kaum hawa, menyukai kecantikan. Kalau udah ngerasa cantik gtu. Suka tiba-tiba jadi bersemangat lagi. Cobain, deh! 😍

3. Makan makanan kesukaan
Wah kalau me timenya makan mie rebus malem-malem, pakai telor dan pedes. Itu adalah kesukaan sayaaaa. Apa Bunda juga suka? Terkadang, karena aktivitas yang melelahkan seharian. Membuat kita jadi bisa mensyukuri hal sederhana,ya. Bisa makan mie rebus enak tanpa tangisan anak atau banyak iklannya. Terasa sekali nikmatnya, ya Bun 😍😍😍

Atau bunda juga bisa makan makanan kesukaannya ditemani oleh secangkir minuman hangat. Wah kebayang kan, Bun betapa menenangkannya itu

4. Baca buku
Bunda suka buku apa? Buat para bunda yang suka membaca buku. Kegiatan membaca buku, bisa kita jadikan me time kita. Selain menambah ilmu, membaca buku pun bisa memberikan kita hiburan dan membuka pikiran kita.

5. Nonton
Nonton juga me time kesukaan saya. Pengennya sih nonton ke bioskop tetapi, karena nggak sempet jadi saya paling suka nonton drama korea di rumah hihihi. Nah, kegiatan nonton ini rekomendasi deh buat para bunda yang kebingungan ngisi me timenya dengan apa

6. Menulis
Saya pernah baca, sebaiknya untuk para ibu rumah tangga yang ruang sosialisasi dan publiknya terbatas. Disarankan untuk suka menulis buku diari. Karena salah satu manfaat menulis adalah bisa memberikan terapi pada jiwa kita, agar tidak mudah terkena stres dan depresi

7. Ke salon
Siapa yang pengen me timenya ke salon? Sayaaaa. Setiap perempuan rasanya pengen ya, bun me time itu bisa ke salon. Tapi terkadang apa daya, sejak jadi ibu. Setiap mau ke salon langsung berpikir "Ah daripada uangnya dipake buat nyalon, mendingan buat beli diapers anak aja" karena mikirnya kebutuhan anak mulu akhirnya, kita nggak jadi-jadi deh ke salonnya wkwkwkwk. Siapa yang suka begitu? Sayaaa lagi πŸ˜‚. Tapi, kali-kali kita nggak apa-apa deh Bun nyalon dan melupakan semuanya.

8. Berkumpul dengan teman-teman
Sejak jadi ibu kita jadi jarang banget ya, Bun berkumpul ama temen-temen kita. Nah, kalau Bunda ingin me time, bisa juga memanfaatkan me timenya dengan berkumpul dan bercanda tawa bersama temen-temen. Pastinya seru sekali. Jangan sungkan untuk kembali menghubungi mereka, ya

9. Bermedsos ria
Bermedsos ria salah satu cara kita bersosialisasi lewat dunia maya. Rasanya kita seperti bertemu dengan teman-teman kita, ya. Makanya, kalau udah bermedsos terkadang suka lupa waktu ya, Bun. Tetapi tetep kita perlu bijak ya dalam bermedsos ria

10. Perawatan kecantikan di rumah
Di rumah bisa juga lho, Bun kita perawatan kecantikan sendiri seperti memakai masker, mandi yang lama, luluran dll

11. Libur memasak
Terkadang kita terpaksa harus bangun shubuh ya, Bun untuk memasak dan menyiapkan semua kebutuhan keluarga. Coba deh di hari libur, Bunda ikutan juga libur memasak dan kali-kali membeli masakan atau makanan di luar juga nggak apa-apa kan. Yang terpenting jangan sampai kita kehilangan waktu kita

12. Belanja
Wah siapa yang nggak suka belanja? Rata-rata setiap perempuan suka belanja ya, Bun. Yuk, kita nikmati kesenangan kita ini untuk me time! Apalagi sekarang ada belanja online ya, Bun. Jadi, semakin memudahkan kita aja tanpa harus keluar rumah. Eitsss tapi hati-hati ya, Bun. Jangan sampai boros hihihi

Baca juga: 9 Alasan Ini yang Akan Menyemangati Bunda Ketika Kelelahan Mengurus Si Kecil

Wah ternyata penting sekali ya, Bun Me Time itu bagi kita yang bernama ibu. Sebagai seorang ibu, terkadang kita ingin dan berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai. Tetapi, setelah itu kita lupa untuk kembali mengisi jiwa kita.
Bagaimana kita akan memberikan kebahagian untuk orang sekitar kita. Jika kita sendiri pun lupa mengisi kebahagian untuk diri kita sendiri. Lalu, mau apa yang akan kita berikan?
Dan salah satu cara mengisi jiwa kita adalah dengan menyediakan waktu untuk diri kita sendiri yang bernama "Me Time". Kalau Bunda, paling suka me  timenya no berapa? Kalau saya no 3 dan no 5 hihihi




Ayah Bunda! Yuk, Kita Ajarkan Kemandirian Pada Anak Sejak Dini

ayah bunda! yuk, kita ajarkan anak kemandirian sejak dini! begini caranya

Dear Ayah Bunda!

Hari ini saya hadir kembali dengan materi seminar parenting yang saya dapatkan di komunitas parenting yang diadakan oleh Sygma Daya Insani. Dimana Sygma Daya Insani ini adalah pelopor buku-buku edukasi untuk anak-anak dan penuh nilai islami.

Materi seminar kali ini mengenai tentang dampak dari anak yang tidak diarjakan kemandirian sejak dini, hal-hal apa saja yang anak perlu bisa mandiri, cara melatih kemandirian pada anak sejak dini, dan mengapa sih, kemandirian itu penting untuk anak? Yuk, kita simak langsung penjelasannya dari narasumber yang hebat ini, yaitu Ibu Miarti Yoga 😍

Profil Narasumber 


Miarti Yoga

Nama : Miarti Yoga
Tempat tanggal lahir : Ciamis, 22 Maret 1981
Status : Menikah dengan Yoga Suhara, ST
Anak : Khairy Aqila Shidqi dan Fariza Tresna Hazimah
Alamat :
Telepon :
FB/Instagram/Twitter/Line : Miarti Yoga

Aktivitas:
✅ Direktur Sekolah Ramah Anak Zaidan Educare
✅ Penulis lepas di berbagai media cetak nasional
✅ Penulis buku-buku parenting (Unbreakable Woman, Best Father Ever, Adversity Quotient)
✅ Relawan Literasi Jawa Barat
✅ Kontributor Ahli rubrik parenting di Majalah Intima'
✅ Nara sumber seminar parenting di berbagai lembaga
✅ Nara sumber workshop dan pelatihan pendidikan guru TK/PAUD
✅ Pengasuh Bincang Pengasuhan Online di komunitas Keluarga Ramah Anak
✅ Manager Seba Music Entertainment

Motto : *Semangat, Berkarya, Bermanfaat*


*MENGURAI BEBAN DENGAN KEMANDIRIAN*


By : Miarti Yoga
Early Childhood Consultant


Semua menjadi percuma. Saat anak kita tumbuh dan bertambah usia, namun menjadi sosok tak berdaya alias serba bergantung dan tak mampu memenuhi kebutuhan diri. Dan banyak terjadi di sekian keluarga, dimana seorang anak tak mampu untuk sekadar mencuci piring, padahalnya usianya sudah remaja akhir.

Soal kemandirian. Nampak kita butuh tafakur dengan beberapa keluarga Indonesia dengan alasan studi atau tugas negara, harus tinggal di luar negeri untuk beberapa waktu. Sekilas, mungkin kita merasa takjub dengan kehidupan mereka yang mampu melanglangbuana ke negeri orang.

Namun di luar ketakjuban tersebut, patut kita takjub atas kemandirian mereka dalam menjalani hidup di sana. Bagaimana tidak? Hidup tanpa pembantu, jauh dari kerabat dan orangtua (nenek kakeknya anak-anak), orang sekeliling relatif asing, dan ragam keterbatasan lainnya. Namun, justru keterbatasan tersebut membuat pasangan yang menjalani fragmen demikian, berupaya melibatkan anak-anak untuk berkontribusi mengurai beban pekerjaan.

Selanjutnya, ada sebuah ironi dimana beberapa orangtua terutama nenek kakek atau bibi dan uwa yang turut sayang terhadap anak kita. Mereka berpendapat bahwa terlalu dini bahkan terlalu iba rasanya jika anak-anak sudah dilibatkan dengan ragam pekerjaan di rumah. Nah, kekeliruan ini tentu saja bermula dan berdasar dari rasa sayang. Jadi, tak perlu kita reaktif menghadapinya. Yang harus kita pahami adalah hakikatnya.

Artinya, melibatkan anak dengan ragam keharusan yang ada di rumah, adalah bagian dari langkah atau latihan atau ikhtiar menuju mental mandiri. Dengan syarat, tentu saja TIDAK MEMBERATKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN CARA-CARA PEMAKSAAN.

Baca Juga: Mendisiplinkan Anak Dengan Cara yang Menyenangkan

Bekal kemandirian adalah sangat utama bagi generasi mana pun. Mengapa? Karena kemandirian itu ibarat tiang pancang yang menguatkan. Sebaliknya, tanpa kemandirian, seorang manusia rapuh. Tak berdaya. Bahkan sekalipun mereka anak orang kaya, anak pejabat, anak priyayi, semua tak menjadi jaminan kelak anak-anaknya menjadi generasi tangguh yang akan menjadi pemimpin.

Apa dampak dari anak yang tidak diajarkan kemandirian sejak dini?

dampak jika anak tidak diajarkan kemandirian sejak dini

Sebuah kasus ekstrem benar-benar terjadi. Ada seorang kaya yang merasa bangga ketika memanjakan anaknya dengan segala fasilitas. Serba boleh, serba dipersilakan dan serba bebas menikmati. Bahkan kedua orangtuanya merasa tak perlu untuk mewariskan berbagai keharusan yang ada di perusahaannya. Ia merasa, cukuplah para pegawai yang menjalani roda usaha. Anak-anak cukup menikmati saja.

Alhasil, ketika anaknya menginjak masa sekolah dan masa kuliah, mereka menolak itu semua. Mereka merasa tak perlu belajar, karena memang sudah merasa cukup puas dengan kehidupan yang ada. Klimaksnya, saat sang ayah sudah mulai sakit-sakitan, saat perusahaan perlahan menurun hingga titik bangkrut, maka tak ada satu pun diantara putranya yang mampu mengendalikan. Mereka repot secara finansial, dengan kesiapan mental yang nyaris tak ada. Bahkan mereka seleluarga terpaksa harus menikmati keterbatasan.

Contoh ekstrem lainnya adalah ketika ada seorang gadis bungsu yang diperlakukan oleh orangtuanya bak seorang putri. Tak peru mencuci baju, tak perlu cuci piring, tak perlu masak, tak perlu berlelah-lelah. Dan apa yang terjadi saat si gadis telah memasuki babak rumah tangga. Ia diam dalam kebingungan yang sangat. Bahkan untuk mengiris bawang sekalipun, ia bingung harus bagaimana.

Bahkan salah satu jarinya harus berdarah terkena mata pisau, saking tak mampu mengoperasikan pisau dengan benar. Puncaknya, karena dengan kemanjaan tersebut mengakibatkan semakin memuncaknya masalah, ibu bapak mertuanya pun memilih untuk diakhiri dengan perceraian. Karena memang tak berkenan dengan kondisi mantu perempuan yang demikian.

Ayah Bunda yang dirahmati Allah. Tentu kita tak berharap jika kondisi ekstrem harus sampai mengemuka. Maka kewajiban kita adalah bagaimana bertindak sepreventif mungkin agar generasi selamat dari konteks ketakberdayaan.

Baca Juga: Sudahkah Ayah Bunda Mengajarkan Konsep Maaf Memaafkan Pada Anak? Begini Caranya!

Hal-hal apa saja yang anak perlu bisa mandiri?

hal-hal yang perlu anak bisa belajar mandiri

Berikut adalah pembagian konteks kemandirian yang wajib kita tahu.
1. Mandiri Beribadah
2. Mandiri Berpikir
3. Mandiri Menghadapi Persoalan

Berikut penjelasannya satu demi satu. Silakan dicermati.

✍️ Mandiri beribadah
 artinya, anak memiliki refleks yang baik terhadap praktik-praktik ibadah. Mereka melaksanakan sholat tanpa harus selalu disuruh dan diancam, mereka pergi mengaji sebagai bentuk pembiasaan harian, mereka sudah bisa wudhu dengan tertib, mereka familiar terhadap masjid, mereka (anak laki-laki) sadar untuk melaksanak sholat Jum’at sebagai kewajiban (meski ketepatan sedang tidak bersama Ayah), dan lain-lain.

Bekal ini adalah modal berharga. Mereka tak sekadar dituntut untuk hafal dengan bacaan sholat, do’a-do’a, dan bisa mengaji. Namun, mereka punya tuntutan untuk mengamalkan. Lalu mengapa kemandirian beribadah itu penting bagi anak? Karena kemandirian ibadah adalah suplemen yang menjadikan seorang anak manusia berada pada level kemampuan sipiritual. Dan kemampuan inilah yang akan menjadi dasar bagi seseorang untuk tangguh, lebih berenergi dan bijaksana menghadapi dinamika kehidupan.

✍️ Mandiri berpikir
Mandiri berpikir adalah sebuah ranah dimana anak memiliki logika yang benar tentang mengapa boleh dan tidak boleh, anak memiliki sensitivitas rasa terhadap fenomena di sekeliling, dan anak memiliki motivasi untuk menjadi solusi bagi kehidupan.

Pada tahap ini, anak terdesain atau terinstal untuk bersikap tanggap dan tanggung jawab. Pada tahap ini pula, anak terkondisikan untuk merasakan beban yang dihadapi orangtua.

Maka wajar bila anak merasa terdorong untuk menjaga adik ketika melihat ibunya tengah sibuk dengan pekerjaan rumah. Wajar jika anak begitu refleks ikut merapikan isi rumah saat tahu hendak ada tamu. Wajar jika anak tiba-tiba berpikir keras bagaimana caranya memperbaiki hasil ulangannya yang relatif kurang memuaskan. Wajar jika saat hendak memasuki tahun ajaran baru, seorang anak berinisiatif membeli perlengkapan sekolah dari uang miliknya sendiri.

✍️ Mandiri menghadapi persoalan adalah sebuah kondisi dimana anak satu tahap lebih mandiri di atas konteks kemandirian berpikir. Pada kondisi ini, anak sudah memahami konteks kemendesakan, konteks urgen, dan konteks bahaya. Contohnya terjadi pada seorang anak SD yang meghadapi sedikit kericuhan dalam pertemanannya. Tanpa harus “berlebay-lebay” melaporkan kepada orangtua, dia berusaha mengatasi persoalan sendiri dengan caranya sendiri.

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Tentang Kejujuran


Bagaimana cara melatih kemandirian pada anak sejak dini?


cara melatih kemandirian pada anak

Banyak hal sederhana yang bisa kita gali, supaya kemistri (rasa, kecocokan, antusiasme) anak-anak kita terhadap kewajiban, secara perlahan muncul dan menjadi tanggungjawab.

✅ Terbiasa dimintai tolong. Tolong ambilkan gelas, tolong bawakan baju, dan lain-lain

✅Terbiasa menyiapkan perlengkapan sekolah, sesederhana apapun itu

✅ Menyimpan kembali tas dan perlengkapan sekolah lainnya, saat sudah tiba di rumah

Menyimpan gelas dan piring kotor bekas dirinya sendiri. Terlebih bagi anak di atas 4 tahun, sudah bisa dikondisikan untuk mencucinya langsung meski hasilnya masih jauh dari bersih.

Beri ruang untuk “peer guidance” (saling menjaga sesama saudara). Kakak menjaga atau mengasuh adik, adik menjaga kakak yang sedang sakit dan istirahat di rumah, dan lain-lain.

Terbiasa menabung (celengan sederhana), terlebih ketika anak kita mempunyai sebuah ekspektasi (ingin membeli sesuatu, ingin makan di luar, ingin mengikuti les tertentu, dan lain-lain)

Mengapa kemandirian itu penting diajarkan pada anak?

Pentingnya mengajarkan kemandirian pada anak

Sekarang, kita juga perlu tahu tentang mengapa kemandirian itu penting. Berikut adalah alasannya.

1. Sebagai Bekal Imunitas Sosial
Dengan bekal kemandirian, insyaAllah anak kita tak akan kaget menghadapi lingkungan selain rumah dan sekolah. Mereka akan memiliki fleksibilitas yang baik dalam berteman dan dalam mencerna persoalan.

2. Sebagai Unsur Pengukuh Kedewasaan
Bekal kemandirian menjadi satu suplemen dan energi istimewa yang akan mengukuhkan atau menguatkan kedewasaan anak-anak kita. Mereka insyaAllah tampil sebagai pribadi yang elegan, mampu berargumen, tidak reaktif menghadapi masalah, dan mampu menjadi pemimpin yang efektif di lingkungan mana pun.

3. Sebagai Jembatan kemudahan
Anak yang terbiasa hidup mandiri, secara umum mereka akan memiliki kemudahan dalam proses petualanganya. Petualangan mencari jati diri, petualangan menggapai impian-impian, petualangan mempersembahkan prestasi untuk kedua orangtua, dan petualangan-petualangan lainnya.

Semoga generasi kita tumbuh dan berkembang menjadi pribadi arif yang tangguh dan mandiri. Karena masa depan hanya akan bertahan di tangan manusia yang mandiri menghadapi persoalan.

Allohu’alam bishowaab.

😍Terimakasih dan salam pengasuhan😍

Subhanallah, dalem ya, Ayah Bunda materinya. Nah, apakah Ayah Bunda sendiri sudah  kemandirian pada anak di rumah?. Yuk, kita sama-sama belajar 😍

Bunda Bingung Bagaimana Cara Membersihkan Mulut Bayi? Begini Caranya!

bunda bingung bagaimana cara membersihkan mulut bayi? begini caranya!

Hai-hai Bunda. Sudah tahukah Bunda kalau ternyata mulut bayi itu, perlu dibersihkan lho. Pernah nggak Bun, melihat mulut bayi kok, ada bercak-bercak putihnya? Kalau masih ASI dan belum menggunakan susu formula, itu aman Bunda. Tetapi, jika bercak-bercak itu muncul setelah bayi mengkomsumsi susu formula. Itu baru bisa kita bisa bertanya-tanya. Itu karena kotoran atau karena telah muncul jamur yang diakibatkan dari mulut bayi yang tidak suka dibersihkan?

Nah, jika ternyata itu jamur atau Bunda ragu. Bunda bisa berkonsultasi langsung pada tenaga kesehatan terdekat, ya. Terus kalau ada yang bilang, penyebab lidah bayi bercak putih itu, gara-gara Bundanya yang suka minum air panas. Saya bilang itu Mitosssssss, ya Bun. Jangan dipercaya πŸ˜ƒ.

Hari ini saya berbagi ilmu dan juga pengalaman saya dalam membersihkan mulut Erysha, dari sejak bayinya. Ada 2 alat dalam membersihkan mulut bayi, yaitu:

Alat Untuk Membersihkan Mulut Bayi 


1.

kain kassa untuk membersihkan mulut bayi

Kain kassa atau bisa
2.

sikat gigi khusus untuk membersihkan mulut bayi

 Sikat gigi khusus

Dulu, ketika Erysha masih bayi banget. Saya menggunakan kain kassa untuk membersihkan mulutnya. Tetapi, ketika gigi Erysha sudah tumbuh beberapa buah. Saya beralih menggunakan sikat gigi khusus. Namun, jika Bunda masih ingin menggunakan kain kassa juga, tidak apa-apa.

Cara Membersihkan Mulut Bayi


Jika menggunakan kain kassa

1 Sediakan kain kassa dan air hangat terlebih dahulu
2. Cuci tangan Bunda sampai bersih, untuk menghindari bayi terkana bakteri
3. Letakkan bayi di pangkuan atau di posisi yang nyaman untuk Bunda dan bayi
4. Lilitkan kain kassa pada telunjuk tangan Bunda.
5. Bersihkan lidah bayi dengan cara mengusap kain kassa dari arah dalam lidah ke arah luar. Jangan terlalu dalam juga, ya Bun. Khawatirnya bisa menyebabkan bayi muntah nantinya
6. Bersihkan pula langit-langit mulut bayi, gigi dan gusinya dengan pelan.
7. Sambil berkali-kali dicelupkan pada air hangat

Jika menggunakan sikat gigi khusus.

Bunda cukup masukkan telunjuk tangan Bunda ke dalam. Seperti ini.

cara menggunakan sikat gigi khusus untuk membersihkan lidah, gusi dan gigi bayi

Sikat gigi khusus ini berbahan dasar silikon. Jadi aman untuk bayi. Cara membersihkannya sama dengan membersihkan dengan menggunakan kain kassa. Tetapi, sikat gigi khusus itu selalu dicuci, ya Bun sebelum dan setelah menggunakannya. Untuk menghindari bakteri menempel pada sikat giginya.

Baca Juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 1

Lakukan ini setiap hari. Minimal 2 x sehari. Memang awal-awalnya, mulut bayi nggak akan langsung bersih, ya Bun . Karena ini butuh perawatan yang rutin. Dan hindari membersihkan mulut bayi langsung setelah bayi makan atau minum, karena bisa menyebabkan bayi langsung muntah. Sebaiknya tunggu setengah jam setelah bayi makan atau minum susu

cara membersihkan mulut bayi

Bunda, pun bisa membersihkan mulut bayi sambil mengajak bayi bermain, bercanda dan dengan cara menyenangkan. Untuk menghindari bayi trauma dengan kegiatan ini.

Baca Juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 2

Lalu usia berapa bayi boleh menggunakan pasta? Anak boleh menggunakan pasta ketika telah berusia di atas 2 tahun. Pastanya yang tidak mengandung flouride ya, Bun. Karena usia 2 tahun, pada umumnya anak sudah bisa diajarkan untuk berkumur-kumur.

Dalam proses belajarnya menggunakan air matang dan tidak mengandung flouride untuk menghindari tertelan oleh anak. Memang, sih sekarang banyak ya, Bun pasta yang flouridenya aman jika tertelan oleh anak. Tetapi, tetep aja serem, ya Bun kalau tertelannya sering. Soalnya bagaimana pun juga, flouride berbahan dasar dari zat kimia

Manfaat Membersihkan Mulut Bayi


1. Organ mulut bayi seperti lidah, gigi, langit-langitnya dan gusi menjadi bersih
2. Ketika kita menekan-nekan gusi bayi dengan pelan. Itu bisa menstimulus pertumbuhan gigi bayi
3. Menghindari anak terinfeksi bakteri atau jamur
4. Membersihkan mulut bayi dengan sikat gigi khusus pun, dapat merangsang kemampuan bicara anak. Oleh sebab itu, sikat gigi khusus ini bisa juga digunakan untuk menterapi anak terlambat bicara.
5. Membiasakan anak untuk menjaga kebersihannya sejak dini
6. Dll

Baca Juga: ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI

Bagaimana Bunda, sudahkah Bunda melakukan cara membersihkan mulut bayi ini di rumah? Kalau belum, yuk kita mulai dari sekarang. Selamat mencoba ya, Bunda πŸ™

Sumber

drg. Nurul Pudjiastuti, SpKGA




ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI

asi bunda sedikit? Lakukan 7 cara ini untuk memperbanyak produksi asi

Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan atau sedang di masa menyusui bayi. Terkadang, kita suka khawatir, ya Bun. ASI kita sedikitlah, ASI kita kuranglah dan masih banyak kekhawatiran yang lainnya. Tetapi, sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir. Mengapa? Karena ASI itu bekerja dengan sistem supply dan demand, artinya tubuh memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Dan tahukah Bunda, rasa khawatir yang berlebihan, dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI, lho.

Baca Juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 1

Ada banyak cara untuk Bunda, dalam memperbanyak produksi ASI. Apa saja, ya? 


1. Sering disusui
Dengan sering menyusui bayi, maka produksi ASI akan semakin bertambah. Dikarenakan secara tidak langsung otak akan memerintah tubuh untuk memproduksi ASI. Maksimal susui bayi setiap 2 - 3 jam sekali, ya Bun!

2. Susui bayi sampai payudara kosong secara bergantian
Berikan ASI sampai payudara benar-benar kosong. Setelah itu baru diganti dengan payudara yang lain. Payudara yang kosong akan lebih cepat memproduksi ASI dibandingkan payudara yang masih penuh. Selain itu, menyusui sampai payudara kosong, dapat memberikan bayi kandungan nutrisi optimal seperti mendapatkan komposisi ASI dari foremilk dan hindmilk. Dimana dua-duanya sangat dibutuhkan oleh bayi

3. Sering dipompa atau diperas
Sering memompa ASI akan membantu payudara kita mendapatkan stimulasi dan rangsangan. Dimana rangsangan ini akan membantu untuk payudara memperbanyak produksi ASI Bunda. Sebaiknya dalam memompa ASI ini dilakukan setelah Bunda menyusui. Bukan sebelum menyusui. Karena tetap bayi lebih menyukai menyusu langsung daripada lewat media lain. Selain itu lebih mudah memperbanyak ASI dengan menyusui langsung daripda dipompa atau diperas

4. Skin to Skin Contact
Skin to Skin Contact adalah cara menyusui bayi dengan cara terlanjang dan meletakkan bayi di dada kita. Cara ini akan menjalin ikatan emosi antara Bunda dan bayi sehingga dapat memerintahkan otak untuk memproduksi ASI

5. Rileks
Perasaan Bunda yang rileks, tenang dan bahagia dapat pula memproduksi banyak ASI. Sebab dapat meransang sebuah hormon. Dimana hormon ini akan bekerja untuk membantu memproduksi ASI

6. Makan makanan yang memperbanyak ASI
Makanan pun memiliki peranan penting dalam memperbanyak ASI. Karena kandungan yang di dalamnya dapat merangsang produksi ASI. Makanan yang pada umumnya dapat memperbanyak ASI seperti bayam, daun katuk, pepaya, labu siam dll.

7. Banyak minum air putih dan minuman sehat
Ketika Bunda akan menyusui minumlah segelas air putih, begitu juga setelah menyusui. Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak cairan daripada orang pada umumnya.

susu untuk memperbanyak produksi asi
Foto: metimeid_

Selain mengkomsumsi air putih. Bunda dapat pula minum-minuman sehat untuk memperbanyak ASI seperti susu. Sekarang sudah ada susu  "Me-Time Raw Almond Milk". Apa itu? Susu yang berbahan dasar dari kacang almond. Karena berbahan dasar dari nabati dan alami. Membuat susu ini lebih aman untuk dikomsumsi karena tidak rentan alergi. Cocok sekali untuk memperbanyak produksi ASI dengan cara dan rasa yang enak πŸ˜ƒ. Selain untuk memperbanyak ASI, Raw Almond Milk ini pun dapat bermanfaat pula untuk:

Manfaat susu almond untuk ibu menyusui
Foto: metimeid_

Manfaat Raw Almond Milk
1. Meningkatkan kualitasi ASI
2. Meningkatkan pertumbuhan bayi
3. Menurunkan kadar kolestrol jahat
4. Menjaga kesehatan jantung
5. Menurunkan kadar gula darah
6. Meningkatkan kinerja otak
7. Mengurangi Asma
8. Mengobati Maag
9.  Menguatkan tulang
10. Memperlancarkan pencernaan dan peredaran darah

Raw Almond Milk ini terdiri dari 8 varian, lho. Apa saja, ya?
1. Plain
2. Sweet Original
3. Kurma
4. Matcha
5. Cinnamon
6. Kelapa
7. Vanilla
8. Chocolate

Susu soya
Foto: metimeid_

Wah menggoda, ya Bunnnn 😍. Eitsssss tunggu dulu. Masih ada nih yang enak-enak untuk memperbanyak ASI Bunda di saat me time. Ini diaaa "Me Time Soya". Me time soya ini adalah susu yang berbahan dasar kedelai.

Berdasarkan penelitian, wanita yang rutin mengkonsumsi susu kedelai setiap hari memiliki resiko 56% lebih rendah untuk menderita osteoporosis daripada wanita yang tidak meminumnya. Apa saja, ya manfaat dari Me Time Soya ini bagi ibu menyusui?

susu kedelai untuk ibu menyusui
Foto: metimeid_

Manfaat Me Time Soya Bagi Ibu Menyusui
1. Menghasilkan energi
2. Menambah produksi ASI
3. Meningkatkan kualitas ASI
4. Meningkatkan daya tahan tubuh
5. Bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi
6. Menjaga kesehatan mental
7. Dll

Nah, yang membedakan Me Time Almond Milk dan Me Time Soya dengan produk yang lain adalah 

πŸ‘‰ tanpa proses pemanasan
πŸ‘‰ tanpa pasteurized
πŸ‘‰ tanpa pengawet dan
πŸ‘‰ tanpa perasa buatan

100 % berbahan dasar alami. Menggunakan berbahan dasar pilihan, tetap mengedepankan kesehatan dan fresh to drink.

Wah sekarang ibu menyusui semakin dimanjakan ya, Bun dengan hadirnya produk-produk sehat dan alami dalam memperbanyak ASI. Kalau me time, sudah nggak bingung lagi, kan Bun me timenya dengan minuman apa 😍

Kontak Me Time Almond Milk dan Me Time Soya

Jl. Tanjung Barat, Jakarta, Indonesia

Instagram: @metimeid_
Watshapp: 085780865091

Baca Juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 2

Bagaimana Bunda, sudah tidak bingung lagi kan, ya kalau ASI Bunda sedikit. Lakukan saja 7 cara memperbanyak produksi ASI di atas.


Sumber

Instagram: @metimeid_






Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

cara membuat dan bermain finger painting untuk anak usia dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting


Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air
6. Karton putih
7. Lem
8. Hiasan

Cara Membuat

1. Tuangkan beberapa cat dengan berbagai warna ke beberapa wadah. Boleh ditambah air sedikit jika dirasa cat terlalu kental

2. Beri alas tempat bermain cat agar tidak kotor kemana-mana dengan koran

3. Lalu siapkan air yang banyak untuk mencuci tangan.

4. Ajak dan arahkan anak untuk mencelupkan bawah telapak jari tangannya, lalu tempelkan jari yang telah terkena cat ke karton.

5. Untuk mencoba warna lain, minta  anak untuk mencuci tangannya. Agar warna yang baru tidak tercampur dengan warna yang sebelumnya

6. Biarkan anak bereksplore sepuasnya dan orang tua boleh membantu anak, jika dirasa anak membutuhkan bantuan

7. Setelah jadi, hasilnya boleh kita hias. Untuk anak yang lebih besar boleh menghias sendiri

8. Ini dia hasil akhirnya. Rencananya saya ingin hasil Erysha ini untuk dibuat seperti bingkai lukisan, sehingga pinggir-pinggir karton saya hias dengan kerang agar terlihat lebih menarik.

finger painting 1

Baca Juga: Bahagianya Anak-Anak Membuat dan Bermain Slime

Ayah Bunda pun bisa mencari kreasi yang lain sesuai selera anak pula. Berikut saya sertakan beberapa kreasi lain untuk menambah ide Ayah dan Bunda di rumah, ya.
finger painting 2
https://archive.itoday.co.id/,

lukis tangan
                             https://www.cmsevilla.info
gambar kreasi dengan finger painting
animal-zoo-handprint-599995c0655b5b0eb86093e2.png

Waw mudah, ya Ayah Bunda cara membuatnya dan bahan-bahannya pun gampang kita temukan. Walau caranya mudah, tetapi membuat finger painting ini banyak manfaatnya lho dalam menstimulus tumbuh kembang anak kita. Apa saja ya?

Baca Juga: Prakarya dengan Media Daun Untuk Anak Usia Dini

Manfaat Membuat Finger Painting Dalam Menstimulus Anak


1. Membangun bonding orang tua dan anak
2. Membuat anak ceria dan senang bermain cat
3. Mengenalkan warna pada anak
4. Menambah kosakata pada anak
5. Menstimulus sensori anak
6. Merangsang jiwa kreativitas anak
7. Mengenalkan seni pada anak
8. Menambah daya imajinasi anak
9. Menstimulus motorik halus anak
11. Hasilnya bisa menjadi sebuah kenangan atau fortofolio anak
12. Bisa membuat anak belajar sambil bermain
13. Dll

Baca Juga: Cara Membuat Playdough atau Malam Sendiri yang Pastinya Lebih Aman Buat Anak

Nah, bagaimana Ayah Bunda, menarik bukan? Ayah Bunda juga bisa lho mencobanya di rumah dengan anak-anak dan karya anak bisa juga kita jadikan pajangan di kamar anak, tentunya bisa menambah rasa percaya diri pada jiwa anak. Jadi, daripada Ayah Bunda bingung-bingung, yuk bikin dan bermain finger painting aja! Selamat mencoba, ya dan semoga bermanfaat



9 Alasan Ini Mengapa Orangtua Perlu Belajar Menghargai Ketika Anak Berani Berkata Tidak

9 alasan ini mengapa orangtua perlu belajar menghargai ketika anak berani berkata tidak

Tak terasa usia Erysha, 3 bulan lagi mau 2 tahun. Allhamdulillah perkembangannya semakin cepat saja. Terkadang, kaget juga ngeliat perkembangannya. Termasuk perkembangannya di aspek bahasa dan emosinya. Tak sia-sia bundanya mengenalkan Erysha pada buku sejak dini

Baca Juga: Mengapa Membaca Buku Perlu Diperkenalkan Pada Anak Sejak Dini?

Baca Juga: Caraku Mengenalkan dan Membuat Anak Menyukai Buku

Baca Juga: 20 Manfaat Membacakan Buku Cerita Pada Anak Dari Usia Dini

        Erysha sekarang sudah pintar sekali bicaranya dan sudah berani mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Seneng sih. Tetapi, memberikanku PR baru yang selanjutnya perlu ku tangani dengan cara yang baik tanpa melukai perasaannya. Kok bisa? Yah, bisa. Erysha sekarang jika diajak mandi atau makan atau kegiatan apapun yang Erysha kurang nyaman untuk melakukannya. Ia sudah bisa berkata tidak seperti "Nggak Mau". Ya ampunnn, untung me time bundanya cukup, ya. Kalau nggak, bisa bikin bundanya esmosi jiwa πŸ˜‚.

Tetapi memang, salah satu tugas seorang ibu adalah selalu melihat anaknya dari sisi kebaikannya. Jika tidak, kita bisa kurang sabar dalam mendidik anak-anak kita karena banyak menuntut pada mereka. Saya pun senang, Erysha sudah bisa mengemukakan pendapatnya atau jika tidak suka dengan pilihan bundanya, Erysha sudah bisa menolak dan memberikan pilihan yang ia sukai kepada kita. Seperti jika dipilihkan sepatu warna merah, ia menolak dan menginginkan sepatu yang warna pink untuk ia pakai. Ya sudahlah, selama perginya bukan untuk sesuatu yang penting, biarkan anak menggunakan apa yang ia inginkan. Dari sana saya belajar untuk menghargai pendapat anak ketika berani untuk berkata tidak.

9 Alasan Ini Mengapa Orangtua Perlu Belajar Menghargai Ketika Anak Berani Untuk Berkata Tidak


1. Pertanda anak nyaman dengan orangtuanya
2. Anak belajar dan berani untuk mengemukakan pendapatnya
3. Melatih anak untuk berpikir kritis
4. Membentuk jiwa kepemimpinan pada anak dari usia dini, karena tidak membiarkan dirinya disuruh-suruh orang lain
5. Membuat anak tidak mudah dibully oleh orang lain. Karena anak berani untuk berkata tidak
6. Membuat anak tidak mudah untuk terbawa arus / salah pergaulan karena ia telah terlatih menggunakan akalnya dari sejak dini
7. Anak akan memiliki keberanian untuk berkata tidak jika terjadi pelecehan seksual pada dirinya
8. Membentuk karakter anak yang pemberani
9. Berkata tidak dapat melindungi diri dan psikis anak dari sesuatu yang anak rasa tidak nyaman

Baca Juga: Mendisiplinkan Anak Dengan Cara yang Menyenangkan

Jadi Ayah Bunda, anak yang selalu harus menurut kata orangtua itu pun tidak baik. Karena bisa jadi membuat anak tertekan karena tidak berani mengeluarkan pendapatnya pada kita atau di depan orangtua nurut tapi tidak di belakang kita. Dan ketika anak berani berkata tidak itu, bukan berarti anak bermaksud membangkang atau memberontak pada orangtuanya, ya. Anak tetap memiliki maksud yang baik. Hanya ingin mengeluarkan pendapatnya dan didengarkan oleh kita

Lalu apa kita harus selalu menurut saja dengan kata-kata anak? Tentu tidak juga, ya, Ayah Bunda. Tergantung konteksnya dulu. Jika yang anak minta, sifatnya malah jadinya memanjakan anak atau tidak baik. Sebaiknya jangan dituruti. Selama pendapat anak itu baik, tidak merugikan kita atau orang lain dan tidak melanggar nila-nilai agama. Tidak ada salahnya, kan, ya, kita mengikuti pendapat anak sebagai salah satu cara kita menghargai dirinya. Nah, bagaimana jika pendapatnya itu tidak baik? Kalau pendapat atau keinginan anak itu belum baik. Kita bisa lakukan beberapa hal ini:

Cara Berkomunikasi Pada Anak Ketika Anak Berani Berkata Tidak 



1. Ajak anak diskusi

2. Buat negosiasi atau kesepakatan dan sertai dengan pendapat anak di dalamnya
Misalnya: Ketika Erysha menolak untuk mandi, karena keasyikan main.

"Dede mandi dulu, yuk!" Jika Erysha bilang nggak mau. "Erysha masih pengen main, ya? Boleh. Kalau gitu, mainnya cuma sampai hitungan 20 aja, ya? Sehabis itu kita mandi!". Nah jika sudah habis hitungan 20 tapi anak masih main. Kita bisa langsung menggendong anak ke kamar mandi. Nanti lama-lama anak akan paham dengan namanya kesepakatan dan konsekuensi

3. Bisa mengajak anak dengan cara bermain seperti berlomba, atau bernyanyi sambil tanpa disadari anak, kita sedang mengarahkan anak pada kegiatan yang kita mau.
Misalnya: Ketika meminta anak untuk membereskan mainannya sendiri dan anak tidak mau. Kita bisa mengajak anak dengan cara berlomba memasukkan mainannya pada tempatnya dll

4. Berikan anak pengertian mengapa harus begini dan begitu dengan cara mengajak anak diskusi  untuk menghindari anak merasa diceramahi.

5. Berikan anak reward berupa pelukan, pujian dll ketika anak mau berusaha melakukan seperti yang kita minta

6. Konsisten. Dalam menerapkan kesepakatan dan konsekuensi perlu konsisten. Jika tidak anak akan bingung dan mencari celah atau kelemahan dari kesepakatan itu sehingga kesepakatan sulit untuk diteggakkan
 Dll

Baca Juga: Cara mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan ataupun Teriakan

Kalau Ayah Bunda sendiri, cerita dong ketika dalam keadaan apa, ya, yang membuat Ayah Bunda gemes ketika anak berani berkata tidak pada kita? Kalau saya, ketika saya dalam keadaan lelah sekali, lalu Erysha pas lagi nggak mau makan dan menolak dengan makanannya. Padahal udah ganti menu ini itu, tetapi tetap nggak mau. Di saat itu lah bapernya saya sebagai seorang ibu di mulai hihihi. Walau nggak sampai marah ke anak, tetapi tetap menguras emosi saya dan membuat saya mengelus dada πŸ˜“

Cara Mengajarkan Anak Tentang Kejujuran

cara mengajarkan anak tentang kejujuran

Hai Bunda! Lagi-lagi hari ini saya ingin berbagi ilmu hasil seminar parenting yang saya ikuti dengan judul "Cara Mengajarkan Anak Tentang Kejujuran". Seminar ini diadakan oleh Sygma Daya Insani. Sebenarnya seminar ini udah lama sih, cuma belum sempat saya tulis karena berbagai hal *Sok sibuk ya heee.

Nah, buat Ayah Bunda yang suka mengikuti tulisan saya. Pasti sudah kenal dengan narasumber kita, yang satu ini. Karena saya, sering mengikuti seminar dari beliau dan sudah beberapa kali, saya posting di sini. Buat Ayah Bunda yang belum kenal. Saya tuliskan lagi profil narasumbernya, ya πŸ˜ƒ

Profil Narassumber



Nama : Miarti Yoga
Tempat tanggal lahir : Ciamis, 22 Maret 1981
Status : Menikah dengan Yoga Suhara, ST
FB/Instagram/Twitter/Line : Miarti Yoga

Aktivitas:
✅ Direktur Sekolah Ramah Anak Zaidan Educare
✅ Penulis lepas di berbagai media cetak nasional
✅ Penulis buku-buku parenting (Unbreakable Woman, Best Father Ever, Adversity Quotient, dll )
✅ Relawan Literasi Jawa Barat
✅ Kontributor Ahli rubrik parenting di Majalah Intima'
✅ Nara sumber seminar parenting di berbagai lembaga
✅ Nara sumber workshop dan pelatihan pendidikan guru TK/PAUD
✅ Pengasuh Bincang Pengasuhan Online di komunitas Keluarga Ramah Anak
✅ Manager Seba Music Entertainment

Motto : *Semangat, Berkarya, Bermanfaat*

Hebat bukan narasumber kita ini 😍. Kalau begitu, yuk kita simak langsung aja, ya, pemaparan dari beliau tentang kejujuran!

KEJUJURAN UNTUK BEKAL KEHIDUPAN


By : Miarti Yoga
(Earli Childhood Consultant)

Membentuk anak supaya menjadi manusia yang pandai bersyukur, tentu akan sulit jika dilakukan oleh orangtua yang  sangat hobi mengeluh. Jika diibaratkan, mungkin seperti seorang ibu yang “keranjingan” nonton tayangan gosip menyuruh anaknya belajar plus melarangnya nonton TV.

Kira-kira, logikanya bagaimana? Anomali, bukan?

Berbicara soal jujur, ibarat kita menanam pohon jati. Tentu tak bisa kita samaratakan layaknya menanam albasiah dan kayu-kayu lunak sejenisnya.

Artinya, membangun kejujuran itu tak bisa singkat alias tak bisa pragmatis. Melainkan, butuh waktu yang panjang dan butuh pengkondisian.

Namun luar biasanya, dampak indahnya akan kita raih dengan cuma-cuma. Dampak yang lebih dahsyat lagi adalah bahwa sikap ini bisa dibawa ke RUANG SOSIAL dan menjadi bekal bagi anak kita untuk menapaki ragam kehidupan secara mandiri dan berdiri sendiri.

Kejujuran dalam Sudut Pandang Agama


kejujuran dalam sudut pandang agama

Ayah Bunda, bisa lihat dan bisa tafakuri bersama ayat-ayat di surat Luqman. Di sana banyak pelajaran berharga yang dapat kita keruk.

✅Jujur adalah KARAKTER PERTAMA atau KARAKTER FAMILIAR dari Rasulullah Saw yang didengar atau diketahui oleh umat. Sebagian kita rata-rata demikian. Yang kita tahu kebaikan Nabi Saw adalah al-Amin (dapat dipercaya)

✅Surat luqman ayat 16 boleh jadi insight khusus untuk kita dalam mempelajari bab kejujuran.

✅Satu hal yang tersirat dari Luqman : 16 adalah bagaimana menjadikan kejujuran sebagai AKHLAK JANGKA PANJANG. Artinya, sebuah pembangunan yang tak sederhana.

✅Jujur sangat berbanding lurus dengan MANDIRI BERBUAT KEBAIKAN. Artinya, anak yang mandiri berbuat baik, bahkan tanpa disuruh atau tanpa dimotivasi sekalipun, tentu ia adalah anak yang jujur. Anak yang berani mengakui kesalahan, tentu ia adalah anak yang jujur.

Penyebab Anak Tidak Jujur


penyebab anak tidak jujur

Dan kita perlu tahu alasan atau penyebab sehingga KETIDAKJUJURAN muncul pada diri buah hati kita.

Alasan utamanya adalah DISINTEGRASI SPIRITUAL yang terjadi pada diri kita sendiri, orangtuanya.

Layaknya akar tanaman atau akar pohon, disintegrasi spiritual ini yag mengakibatkan seseorang berkurang keyakinan kepada kebaikan Tuhannya sendiri, yang mengakibatkan dia marah-marah kepada pasangan dll, yang membuat dia berhati tak tentram. Pada akhirnya, kondisi seperti ini, menjadikan dia tak ramah kepada anak. Maka anak pun akan serba sungkan dan serba takut menghadapi orangtuanya sendiri. Maka pada akhirnya, ia lebih banyak berbohong. Dengan alasan takut oleh orangtuanya sendiri atau sekadar MALU mengungkapkan (malu untuk sekadar curhat)

Kita buka sesi pertanyaan ya, Ayah Bunda

Pertanyaan

1. Bunda Mifta
Bagaimana cara mengatasi anak yg suka berbohong? Padahal kalau dipaksa dia bisa jujur? setelah anak berbohong kemudian mengakuinya. Bagaimana sikap orang tua?
TerimakasihπŸ™

Jawaban

Langah pertama, kita korek atau kita gali di balik keberbohongan yang dia perbuat. Apakah karena terpaksa? Apakah karena terancam oleh teman? Apakah karena terbawa arus? Apakah karena bingung? atau apakah karena memang tidak tahu?

Kedua, perlu ikhlas ketika kita menghadapi atau tegas menyelesaikan masalah kebohongan yang terjadi pada anak. Ikhlas di sini, maksudnya adalah kita bisa merendahkan hati bahwa kita seolah-olah tak tahu masalah yang muncul. Anggap saja diri kita tahu apa-apa, lalu bertanyalah dengan akrab. Biarkan dia bicara banyak, dan jadilah kita pendengar.

Ketiga, cari keterangan dari berbagai pihak di sekeliling anak kita. Kalau sudah bersekolah, tanyakan pada temannya, pada gurunya, atau pada pihak lain yang terkait. Untuk apa? Untuk mendapatkan sumber yang jelas dan dapat kita analisis.

Keempat, buatlah settingan tempat dan waktu yang enak kita bicara dari hati ke hati. Bahkan, sampaikan padanya bahwa kita tak akan apa-apa kok kalau memang Kakak/Adek melakukan.

Kelima, jika pada akhirnya dia mengakui kesalahan setelah sebelumnya berbohong, mintailah ia rasa tanggung jawab dan beri penekanan bahwa kita tak mau disakiti. Dan ketika kita dibohongi, itu namanya disakiti. Namun benang merahnya, kembali lagi kepada teknik berkomunikasi.

Demikian Bunda Mifta, Allohualam.

2. Yayuk
Nahh, yang ingin saya tanyakan justru bagaimana membangun integritas spiritual orangtua?

Jawaban

Membangun spiritual orangtua tentu dimulai dari keikhlasan menjalankan beribadah. Sederhananya, sholat dan dzikir-dzikir harian. Mengapa harus ikhlash? Karena secara manusiawi, setiap kita tentu bersama rasa enggan dan malas. Nah inilah yang kemudian kita perangi.

Dari ikhlash, lahirlah tukmaninah. Artinya, kita mempersembahkan sesuatu yang perfect di hadapan Allah. Ibadah apapun selayaknya, tukmaninah. Terlebih sholat. Karena akan ada keindahan yang kita dapat darinya.

Kedua, kita butuh ketenangan hati. Kita butuh menghibur diri. Kita butuh sikap “eazy going” dalam beberapa hal. Mengapa? Karena hidup ini hanya satu kali. Rugilah kita jika kita tak bisa bahagia dengan hidup kita sendiri.

Ketiga, jadilah manusia yang pandai menerima ketetapan alias bersyukur. Menerima keadaan pasangan, berpersepsi positif kepada pasangan, mendo’akan hal terbaik untuk pasangan. Karena sikap-sikap inilah yang kemudian akan memasok energi positif bagi kita dalam menjalani hidup. Sebaliknya, sampai kapan pun, ketika kita tak mampu atau belum mampu menerima kenyataan hidup, ketika kita tak memiliki ruang pemakluman kepada pasangan kita sendiri, maka yang ada adalah sikap tegang, sensitif, dan merasa tak nyaman dalam banyak hal.

Keempat, carilah lingkungan yang membuat kita “enjoy” dan memberikan banyak manfaat. Semakin kita sendiri, semakin berpotensi untuk meluapkan ketaknyamanan.

Terakhir, yakin seyakin-yakinnya kepada Allah Tuhan Semesta dan yakin bahwa semua pasti akan beranjak baik. Keluarga kita, anak-anak kita, finansial kita, dan lain-lain.

Alloohualam.

3. Bunda Yuniar
Tanya, Sifat introvert pada anak itu apakah pengaruh murni dari orangtua atau memang ada bawaan sifat anak sendiri?

Jawaban

Dalam teori maupun fakta keseharian, tak ada pewarisan sifat secara 100% dari orangtua kepada anaknya. Kalaupun ada, mungkin dominan. Kenapa? Karena manusia hakikatnya bersosial. Dan ruang sosial seorang manusia bukan hanya keuarga kecilnya, namun lapisan-lapisan lain tempat kediaman ia beraktivitas.

Begitupun bagi anak. Oleh siapa dia diasuh, kepada siapa dia dititipkan, dengan siapa dia berteman, bagaimana kedekatan dan sikap gurunya di sekolah, itu semua akan memberi pengaruh atau input kepada pembentukan sikap dan kepribadian anak-anak kita.

Ada beberapa pendapat di kalangan psikolog barat yang khusus membahas tentang kepribadian manusia.


Namun di dalam Al-Qur’an dan dalam banyak riwayat dikatakan bahwa setiap individu terlahir tanpa mengetahui sesuatu apapun. Jadi, saat dalam kondisi janin di dalam kandungan saja, anak kita sudah mendapat berbagai input. Dan inputnya bukan hanya dari sang ibunya saja yang secara ketepatan mengandung dirinya.

Namun yang harus kita yakini adalah bahwa kehidupan itu adil. Ada saat dalam rentang 5 tahun pertama anak kita memiliki kekurangan tertentu, namun justru kekuranngannya tersebut terobati dalam rentang atau fase 5 tahun ketiga.

Yakinlah bahwa seiring waktu dan seiring penggiringan atau pebentukan, kepribadian manusia itu bisa berkembang bahkan bisa berubah sekian puluh derajat.

Lihat ulang kisah para sahabat atau kisah Rasulullah Saw. Bagaimana mereka dalam fragmen-fragmen tertentu mendapatkan sebuah pelajaran berharga yang kemudian menjadikan mereka tafakur hebat dan bergeliat menuai kebaikan dan sejarah.

Demikian. Semoga bermanfaat.

4. Bunda Via
Anak saya usia 4 tahun, ketika dia bercerita sesuatu/menjawab pertanyaan suka dibercandain "ah kamu bohong..." sama beberapa saudara. Saya pernah dengar beberapa kali kejadiannya sampai akhirnya ketika saya bicara dia bilang "ah umi mah bohong..." saya tanya kata siapa bohong "kata xxx" katanya. Ditanya apa itu bohong ya dia spontan jawab gak tau,
Pertanyaannya bagaimana cara meluruskan kata bohong dimata anak sebesar itu ya? Saya suka bingung bahasanya. 😊

Jawaban

Baik, kita perlu cermati bersama terhadap pertanyaan Bunda Via. Sedikit atau sekian persen, putri Ibu telah menyimpan “kesal” atau “kecewa” di alam bawah sadarnya.

Kecewa kenapa? Kecewa karena dia telah “diisengin” oleh sekitar sekitar. Dengan argumennya yang tak dipercaya, dengan beritanya yang kemudian dipatahkan, (meski maksud dari orang sekitar hanya bercanda), maka dia mulai ciut dan berpotensi untuk tak mau lagi bercerita atau mengungkapkan sesuatu.

Padahal, hakikat bercerita bagi anak adalah EKSPRESI atau pengungkapan rasa. Mau faktanya benar, mau ceritanya betul-betul imaginer, bagi anak usia 4 tahun itu adalah hak dan kebutuhan dia. Dan memang harus terungkapkan. Kalau tidak, berarti ada suatu tugas perkembangan yang terlewati.

Maka wajar jika banyak anak yang kemudian bersandiwara sendiri di depan cermin. Ini adalah bagian dari tugas perkembangan mengungkapkan rasa. Ini harus dilalui. Jangan diremehkan.


Oleh karenanya, karena ada sesuatu yang negatif yang terlanjur ke alam bawah sadar, maka dia perlu sentuhan. Perlu pelukan khusus, perlu tatapan mata yang akrab. Lakukan oleh kita seolah-olah kita tengah menerima semua yang ada padanya. Seolah-olah kita adalah tempat dia mengungkapkan banyak hal. Elus pula punggungnya secara berulang, usap rambutnya dan pijit pundaknya. Sesekali angkatlah dagunya dan biarkan dia bersitatap khusyuk dengan kita. InsyaAllah ini untuk meleburkan rasa kesal dia yang didapatinya beberapa waktu lalu.

Jika kemudian dia membalikkan apa yang tengah kita ungkapkan, tetap binarkan mata kita, jangan terpancing emosi dan tak perlu reaktif sehingga kita balik marah padanya. Ini bukan solusi. Tetapiiii, katakanlah dengan tenang bahwa apa yang kita ucapkan itu benar. Yaaa, bisa sambil bercanda. Contoh :

“Ehhh. Betulan lhooo. Mama bukan sandiwara.”
“Kok nggak percaya. Masa Adek ga percaya sama Mama.”

Boleh sambil pijit hidungnya atau kucek rambutnya.

Lagkah ini perlu proses. Namun yakin, seiring waktu, anak kita paham.

Allohualam. Semoga bermanfaat.

Kesimpulan:

Ayah Bunda yang dirahmati Allah.

Kita memang sedang berbicara soal kejujuran pada diri anak. Namun hakikatnya, kita sedang berbicara kejujuran pada diri kita sendiri.

Karena fondasi dari kejujuran anak adalah KETENTRAMAN HATI kita sebagai orangtuanya. Jadilah orangtua yang cerdas menerima keadaan. Dan jadilah pula sebagai orangtua yang memiliki orientasi atau impian jauh ke masa depan.

Banyak kisah yang dapat kita gali. Kisah Rasul dan sahabat. Dari perjalanan hidup mereka, kita ambil berjuta cerminan dalam pembentukan akhlak terbaik anak –anak kita.

Dan hindarilah otoritas tanpa pertimbangan. Tanpa takaran yang jelas dan tanpa alasan yang benar. Otoritas yang benar akan menuai akhlak yang benar pada anak. Sementara otoritas yang tidak pada tempatnya, justru akan menjadi pemicu munculnya KETIDAKJUJURAN pada diri anak.

Allohu’alam. Semoga bermanfaat
* salam pengasuhan😍

Baca juga: Sudahkah Ayah Bunda Mengajarkan Konsep Maaf Memaafkan Pada Anak? Begini Caranya!

Wah, jelas sekali ya, Ayah Bunda penjelasan dari Bu Miarti ini. Bagaimana Ayah Bunda, sudahkah memberikan pemahaman yang baik pada diri kita? Semoga ini semua bisa memotivasi kita, ya, dalam mendidik anak-anak kita tentang pentingnya sebuah kejujuran. Semangattt Belajar,ya, buat kita 😍