Ketika Engkau Merasa Lelah Menjadi Seorang Ibu

ketika engkau merasa lelah menjadi seorang ibu

Ketika engkau terpilih untuk menjadi seorang ibu. Di saat itulah duniamu langsung berubah. Bukan lagi tentangmu dan duniamu. Tetapi, tentang anakmu, anakmu dan anakmu.

Semua kebebasannmu langsung hilang begitu saja. Kecantikan dan fisikmu memudar perlahan karena lelahnya mengurus suami, rumah, dan anakmu. Kenyamanan tidurmu terenggut begitu saja. Bahkan terkadang akan membuatmu lupa bagaimana rasanya makan dengan tenang dan mandi tanpa teriakan anak. Emosimu berubah seketika dan begitu diaduk-aduk dengan hadirnya anakmu. Kamu lelah, lelah dan lelah lagi. Kerena menjadi ibu itu, bukan hanya lelah secara tenaga namun juga secara emosi

Entah berapa banyak keriput hadir di wajahmu setiap kamu menarik nafas menahan amarah? Dan terkadang, entah berapa kali kamu menangis karena kelelahan dan duniamu yang tiba-tiba hilang begitu saja. Selintas beberapa kali ada bayangan yang membuatmu merindukan dirimu yang dulu sambil berkata dalam hati "Mana Me Timeku yang dulu? Mana aku yang dulu?" Hahhhh

Baca juga: Ini Dia 12 Me Time Menyenangkan yang Bisa Menjadi Pilihan Bunda

Semua terasa begitu melelahkan. Namun, untuk menekan tombol pause pun, kamu tak bisa. Rasanya jika tak kuat, entah beberapa kali kamu kehilangan kewarasan dan melampiaskan semua rasa lelahmu pada jiwa mungil tak bersalah. Lalu merasa berdosa, meminta maaf padanya dan kembali menangis.

Setiap hari begitu dan semakin hari semakin membosankan. Pernahkah kamu bertanya pada dirimu sendiri "Apa yang aku lakukan ini? Untuk apa aku melakukan ini semua? Dan sampai kapan aku begini?" Apakah kamu punya alasan yang kuat mengapa kamu melakukan ini semua? Apakah kamu sudah menemukan semua jawabannya pada dirimu sendiri?

Wahai ibu, temukanlah alasan yang kuat mengapa dan untuk apa kamu melakukan ini semua? Agar kamu selalu punya jawaban untuk menguatkan hatimu. Jawaban yang benar-benar terasa di hatimu. Bukan hanya sekedar jawaban klise tetapi tak menggetarkan jiwamu.

Wahai teruntukmu yang sedang lelah menjadi seorang ibu. Beberapa alasan ini mungkin dapat menguatkanmu. Menjadi ibu itu, memang tidaklah mudah. Banyak perjuangan di dalamnya, banyak pengorbanan yang membuatmu berkali-kali menangis bahkan ribuan kali, banyak drama yang membuatmu selalu menarik nafas panjang dalam pendidikan dan pengasuhan anakmu. Tetapi, tetap bertahanlah, karena ini adalah salah satu ladang dan tiket kita ke syurga ketika kita bisa mendidik mereka dengan sebaik-baiknya.

Wahai Ibu, ketika Engaku merasa lelah menjadi seorang ibu. Ingatlah bahwa di luar sana banyak perempuan yang sedang menangis mendambakan hadirnya buah hatinya. Ingatlah bahwa di luar sana, ada seorang ibu yang sedang menangis karena kehilangan anaknya atau seorang ibu yang sedang menangisi keadaan anaknya

Sedangkan kita, masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Masih diberikan kesempatan untuk bersama buah hati kita. Haruskah mereka pergi terlebih dahulu, baru kita tahu artinya sebuah kehilangan?

Berhentilah untuk selalu mengeluh, agar apa yang Kau lakukan itu tak sia-sia begitu saja. Karena apa yang Kau keluhkan ini, suatu hari nanti akan Kau rindukan ketika mereka telah beranjak dewasa dan pergi darimu.

Baca juga: Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

Wahai Ibu bersabarlah karena masa kecil mereka hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali. Karena kelak, ketika rambutmu telah beruban dan Engkau sendirian. Engkau akan menyadari arti pentingnya sebuah kebersamaan dan hadirnya mereka dalam hidupmu. Untuk itu, nikmatilah masa-masa lelah ini. Agar semuanya tak berlalu begitu saja.

Menjadi ibu itu bukanlah konsekuensi dari adanya sebuah pernikahan. Tetapi menjadi ibu itu adalah pilihan. Pilihan untuk melahirkan dan membesarkan seorang manusia, menjadi manusia yang berkualitas. Wahai Ibu bersabarlah dengan lelahmu! Karena menjadi ibu adalah karier tertinggi kita sebagai seorang perempuan dalam mendidik anak-anak kita nantinya.

Bukankah karena perjuangan dan pengorbanan itu semua, Allah langsung meletakkan syurgaNya dibawah telapak kaki kita? Bukankah Allah langsung meninggikan tiga kali posisi kita lebih tinggi dari seorang ayah? Bahkan doamu menjadi salah satu doa yang dengan mudahnya dijabah olehNya.

Baca juga: Bunda Ingin Menjadi Ibu yang Produktif? Begini Caranya!

Jadi,  berbahagialah Engkau wahai Ibu! Karena Engkau sedang menjalani sebuah peran besar dan hebat dalam hidupmu, dunia akhiratmu. Berbanggalah pada dirimu sendiri, karena Engkau begitu istimewa karena peranmu itu

Menumbuhkan Fitrah Iman Anak di Usia Keemasan

menumbuhkan fitrah iman anak di usia keemasan

Hai Ayah Bunda, hari ini saya kembali membagikan materi seminar parenting yang saya ikuti. Dimana, seminar ini diadakan oleh Sygma Daya Insani, pelopor buku-buku edukasi islami. Saya suka dengan visi misi dari Sygma Daya Insani yang benar-benar mengedukasi banyak orang dari seminar-seminar yang mereka adakan dan melalui produk mereka pun yang tak kalah mengedukasinya. Nah, hari ini judul seminarnya adalah "Menumbuhkan Fitrah Iman Anak Di Usia Keemasan". Kalau begitu, yuk kita berkenalan dengan narasumbernya, ya!

πŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎ

Biodata Narasumber

Nama :  Henny Ika Puspitrini
Nama Panggilan : Henny
Tempat Tanggal Lahir: Kediri, 6 Juli 1982
Email : hensalkdr@gmail.com
Status : menikah
Anak : 3

Aktifitas
Ibu rumah tangga produktif dengan home education 3 anaknya, menulis

Profesi
Penulis Buku

Wah beliau ini sudah mengeluarkan 3 buku lho, Ayah Bunda dan ibu yang produktif sekali πŸ˜ƒ

πŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎπŸƒπŸŒΎ

Menumbuhkan Fitrah Iman Anak di Usia Keemasan

By: Henny Ika Puspitrini

sholat

Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Paling tidak ada 4 fitrah yang melekat bersamanya. Fitrah iman, salah satunya. Dan yang namanya fitrah, jika diselewengkan, yang terjadi adalah kerusakan. Fitrahnya anak usia dini adalah bermain dan bebas di alam, maka ketika anak mendapatkan perilaku otoriter dari orang tuanya, yang terjadi adalah kemurungan. Anak tumbuh dalam tekanan.

            Fitrah iman. Ehm, fitrah ini memang penting ditumbuhkan dalam diri anak ketika masih usia 0-7 tahun. Mengapa? Mengingat periode usia selanjutnya 7-10 tahun adalah masa dimana anak berlatih menjalankan syariat. Belajar sholat, puasa, menutup aurat, dsb ada dalam periode usia ini. Jika, pada periode ini anak belum tumbuh kesadaran dan kecintaannya kepada Allah maka mengajak anak menjalankan syariat akan mengalami kendala. Sholat subuh pun akhirnya masih mengandalkan teriakan dan teguran orang tua. Maka, menjadi penting menumbuhkan fitrah iman ketika anak masih usia dini. Berikut ini beberapa tipsnya.

Tips Menumbuhkan Fitrah Iman Anak Di Usia Keemasan


            Sering mengajak anak ke alam bebas. Bukankah Nabi Muhammad semasa kecil dulu juga merenungi siapa dibalik alam semesta itu, karena sering bergelut dengan alam? Menjadi penggembala menjadikan Muhammad kecil penasaran siapa pencipta alam semesta. Nah, demikianlah fitrah iman itu tumbuh. Anak suka lho main air, pasir, tanah, hujan-hujanan, mendaki gunung, dsb. Momen mereka berinteraksi dengan alam itu lantas dimanfaatkan untuk menumbuhkan fitrah iman.

            “Bunda, kok di sini hujan, di sana nggak hujan?”

            “Iya, sayang. Allah itu keren, kan? Bisa menciptakan dan menurunkan hujan.”

            Itu salah satu contohnya. Yang tak kalah penting adalah memang kosakata yang didengar anak adalah kata “Allah”. Tentu sifat dan nama Allah yang baik seperti Allah Maha Pencipta, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Memberi, dsb. Pokoknya Allah itu keren di hadapan anak. Ketika anak makan, orang tua bertanya,”Dari mana nasi? Dari mana tempe?” Ketika jalan-jalan sambil mengamati dedaunan, kok, ada yang panjang dan ada yang pendek, itu pun bisa menjadi tema menarik untuk diperbincangkan dengan anak untuk menumbuhkan fitrah iman.

            Selanjutnya, perbanyak aroma dan nuansa keshalihan. Bukan dengan menggegas anak untuk belajar sholat, menutup aurat, dsb. Namun lebih kepada lingkungannya menunjukkan bahwa lisan dan amal adalah bukti nyata kecintaan kepada Allah. Kala anak sering mendengar dan melihat maka akan tumbuh dalam benak pikirannya, begitulah mencintai Allah. Biarkan anak ikut ke masjid dan menikmati masjid. Biarkan anak menirukan gerakan sholat dengan rasa senang, bukan sengaja dibiasakan dengan menggegasnya.

            Dan, tak lupa, sering-sering orang tua berdialog dengan anak tentang peristiwa yang dialaminya, lalu arahkan tentang Allah. Misalkan anak kehilangan mainannya. Maka, bahaslah hal tersebut bersama anak. Mainan bisa hilang? Makanan bisa berkurang? Lalu apa yang tidak boleh berkurang? Orang tua bisa mengajak anak berpikir, bagaimana jika cinta ayah bundanya berkurang kepadanya? Mau? Anak pasti menjawab,”Tidak mau!” Nah, demikian itulah seharusnya cinta manusia kepada Allah. Tidak boleh berkurang.

            Selain itu, berdialog dengan anak ketika menjelang tidurnya adalah saat yang tepat untuk menumbuhkan fitrah imannya. Semacam refleksi setelah seharian menjalani hari. Tanyakan kepada anak apa yang membuatnya bahagia dan sedih atau emosi lainnya. Misalkan ketika anak berkata bahwa hari ini bahagia karena sudah bisa makan es krim, orang tua bisa mengingatkan kembali tentang bagaimana es krim mencair, siapa yang memberi es krim, dsb. Ajak anak tergali terus wawasannya tentang Allah. Lambat laut, cinta kepada Allah akan tertanam dalam diri anak.

          Fitrah iman itu sebenarnya sudah ada dalam diri anak. Tugas orang tua hanya menumbuhkannya agar tidak menyimpang dan memang sesuai dengan fitrahnya. Bukankah tujuan utama dan pertama mendidik anak adalah agar bertaqwa kepadaNya? Maka, menumbuhkan fitrah iman anak merupakan keniscayaan.

Sesi Pertanyaan

mengaji

1⃣ 🌸🌸🌸🌸🌸
Nama : Hamba Allah
kota : Ciamis
Usia Anak : 12 th

Pertanyaan:
Anak sudah terkontaminasi dengan film india dewa-dewa. Akhirnya, anak bingung dewa itu siapa, Allah itu siapa. bagaimana menyikapinya? Dan anak suka sholat asal-asalan. Bagaimana membimbingnya?

Jawaban

Ya Allah, Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita serta petunjukNya untuk mendidik anak-anak kita. Ketika anak usia mulai 7 tahun sudah bisa diajak bernalar, mana yang baik dan mana buruk. Jika, konsep Allah sejak dini bahwa Allah itu 1 tertanam dengan baik, maka ketika mendapati tentang dewa, seharusnya anak tahu perbedaannya.

Dewa tak hanya ada 1. Mana mungkin dewa adalah Allah? Yang paling itu ya hanya 1. Yang bisa menciptakan manusia, seharusnya sudah otomatis bisa menciptakan langit, dsb. Jika, yang menciptakan  beda-beda, pantaskah disebut Yang Maha?

12 tahun masa bisa diajak diskusi yang mengasah daya pikirnya. hindarkan doktrin-doktrin agama. seperti halny ketika seorang remaja dulu ingin berzina, rasulullah tidak melarangnya langsung, namun diajak berdiskusi bagamaina jika ibu, saudara perempuannya dizinai. maka remaja laki-laki itu tak jadi ingin berzina. Dan yang penting juga, hindarkan film-film tersebut dari anak.

wallahu a'lam

2⃣🌸🌸🌸🌸🌸
Nama : Pipit
Kota : Bandung
Usia Anak : 4 tahun 3 bulan

Pertanyaan :
Bun maaf, putra saya usia segitu anaknya nggak bisa diam, gerak dan bicara pun segala diceritakan, sepertinya bakatnya di bercerita karena dia bisa menceritakan gambar menjadi sebuah cerita walau ngaco.Nah, pertanyaannya bagaimana mengembangkannya supaya makin terasah? atau sangkaan saya tentang bakatnya salah?

Jawaban

waalaikumussalam Bun Pipit.
MasyaaAllah ya anaknya. Nggak apa-apa, anak aktif bergerak selama masa keemasan. Agar dewasanya tidak kekanak-kanakkan dan murung. Jika, anak suka bercerita bagus itu.

Jadilah pendengar yang baik. jika, apa yang didengarnya selalu diceritakan kembali, maka sebaiknya orangtua bercerita tentang Allah, Rasulullah, dan Al-quran diperbanyak. ketika anak bisa menceritakan kembali,  sudah selangkah lebih baik untuk internalisasi nilainya. Makanya, memilih buku bacaan anak ketika usia dini itu penting. Sebisa mungkin no tivi, no gadget. perlihatkan anak awan, langit, cacing, air, hujan, dsb, dan minta anak bercerita. Lalu, arahkan kepada Allah.  Bakat pasnya akan terlihat ketika anak berusia 11 tahun secara patennya

3⃣ 🌸🌸🌸🌸
Nama: lina
Kota: Bandung
Usia Anak: 3 th

Pertanyaan:
Bagaimana cara memberikan jawaban yang tepat untuk anak usia 3 th, jika anak bertanya Allah itu ada dimana bu?

Jawaban

Ibu lina yang dijaga Allah, masyaaAllah ya anaknya yang 3 tahun. Jawab sesuai usia anak bu, Allah ada di atas arsy. Usahakan menjawab tidak bertele-tele, singkat saja.

4⃣ 🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Nama: Riska
Kota: Bogor
Usia Anak: 13 bulan

Pertanyaan:
Bagaimana caranya agar anak usia 13 bln, bisa mengerti kalau ibunya sedang solat? Kebetulan saya jauh dari orang tua. Jadi, kalau sedang solat, kadang sejadah di kusutin mukena saya ditarik
wallahu a'lam

Jawaban

waalaikumussalam Bun Riska. MasyaAllah anakny seneng membersamai ibunya ketika sholat. itu sudah modal agar tumbuh iman dalam diri anak. Bunda tidak perlu risau, anak tidak mengerti kalau Bunda sedang sholat. Anak usia 13 bln mah, masa sensori motorik. Apa saja ingin disentuh, dimakan, dicium, dsb.

Baginya mukena dan sajadah itu mainan. Bunda bahkan bisa memasukkan nilai iman ini kepada anak karena usia 0-3 thn itu adalah masa anak menyerap semua info tanpa saringan. Bunda bisa berkata ketika anak menarik mukena dan sajadah, "masyaaAllah anak ibu (sebut namanya), kekasih Allah, sedang sholat ya, tadi. ibu suka kamu cinta Allah melalui sholat."

Jadi, nikmati saja, Bun! Memang akan mengganggu konsentrasi kita ketika sholat. Tapi, ini jadi tantangan buat kita untuk belajar lebih khusyu. Kita sendiri memang harus memperkuat iman kepada Allah, Sang Maha Ghaib.

5⃣ 🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Nama: Fetri
Kota: Lampung
Usia Anak: 7 tahun

Pertanyaan:
Bagaimana tips menanamkan anak untuk bersyukur dan sholat 5 waktunya?

Jawaban

Agar anak bersyukur:
1. sekali-kali berikan anak makanan yang, wah. namun, sekali-kali ajak anak makan apa adanya, bahkan mungkin yang tidak disukainya. Anak akan berpikir bagaimana seharusnya bersikap
2. ajak anak mendetailkan nikmatnya dia terima dari siapa, dari mana, dan bagaimana bisa sampai ke dia. Anak akan berpikir bahwa itu tidaklah sederhana.
3. kisahkan kisah Rasulullah yang tidak pernah mengeluh tidur tanpa kasur, 2 bulan hanya makan kurma dan air, dsb.
4. ajak anak ke panti asuhan, ke rumah sakit, dsb.

Untuk sholat 5 waktu. Targetkan dahulu tidak bolong, bertahap, jangan buru-buru meminta anak tertib, hafal bacaan, khusyuk, sesuai rakaatnya. lha, kita saja yang dewasa juga susah untuk khusyuk.

Anak saya 7,5 thn sholatnya juga kadang suka 1 rakaat saja. hihihi. Tapi, alhamdulillah nggak pernah bolong. Bahkan sering mengajak ayahnya ke masjid. Yang penting landasan imannya harus dipastikan cukup kuat.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Berbasis Adab Dalam Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Peran orangtua sesuai gender anak sangat penting. Anak laki-laki berarti belajar sama ayahnya anak perempuan sama ibunya

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Wah, subhanallah materinya dijelaskan dengan detail, ya Ayah Bunda. Bagaimana cara menumbuhkan fitrah iman anak di usia keemasan. Kenalkan dan tumbuhkan rasa cinta anak pada Allah melalui kehidupan sehari-hari.

"Ajarkanlah anak untuk mencintai Tuhannya dari sejak dini. Agar kelak Ia beribadah, bukan karena rasa takutnya pada Tuhannya tetapi karena rasa cintanya kepada Tuhannya"

Dan ajak anak berperan sesuai dengan gendernya. Kenapa? Agar anak tumbuh dengan pribady yang tahu posisinya dan gendernya. Untuk menghindari anak menjadi pelaku dan korban LGBT nantinya. Ikhhh, seremm kan ya. Kalau begitu, yuk kita belajar dari sekarang ya, Ayah Bunda πŸ˜ƒ.

Selamat Belajarrrrrrr

7 Hal Penting Ini yang Harus Bunda Persiapkan Sebelum Menyapih Anak

7 hal penting ini yang harus bunda persiapkan sebelum menyapih anak

Hai Bunda!

Tahukah Bunda, bahwa sebelum kita menyapih anak itu, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan, lho. Karena fase penyapihan adalah fase yang tidak mudah untuk dilalui oleh anak dan ibu. Terutama bagi anak. Kenapa? Karena bagi anak menyusu adalah sumber makanan dan minumannya, sumber kenyamanannya, sumber anak untuk mendapatkan keamanan dan ketenangannya dari ibunya dan memang bagi anak, menyusu adalah segalanya baginya selama ini

Tentu saja, untuk melepaskan anak dari kegiatan menyusunya tidak bisa langsung tiba-tiba atau mendadak. Kalau orangtua kita dulu sukanya pakai yang pahit-pahit ya, Bun atau bahkan ada yang nekat memakai balsem panas pada payudaranya.


Baca juga: ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI


Namun, saat ini metode yang begitu sudah tidak disarankan lagi lho, Bun oleh ahlinya. Karena memang tidak baik pula untuk psikologis anaknya. Lalu, pakai metode apa dong? Sekarang kita sudah bisa menyapih anak dengan metode cinta tanpa memaksa anak.  Kalau begitu, yuk kita lihat, Bun. Hal penting apa saja, ya yang perlu kita persiapkan sebelum menyapih anak

7 Hal Penting Ini yang Harus Bunda Persiapkan Sebelum Menyapih Anak


1. Ajak anak berbicara

air susu ibu

Anak itu walau pun belum bisa berbicara lancar layaknya seperti kita. Namun, anak sudah bisa lho, Bun untuk kita ajak berbicara dari hati ke hati. Tentu saja, dengan bahasa yang sesederhana mungkin yang bisa dimengerti oleh anak dan sesuai dengan kematangan usianya.

Anak saja bisa merasakan perasaan orang terdekatnya seperti rasa senang, sedih, marah dan takut. Apalagi, jika kita ajak anak untuk berbicara

Begitu juga ketika akan menyapih anak. Ajak anak bicara dan terus lakukan sounding pada anak

"De, dede udah mulai gede. Jadi kalau dede haus dan lapar. Dede makan atau minum, ya. Nggak nenen lagi. Soalnya yang suka nenen itu, dede bayi. Dede, kan udah nggak bayi lagi"

Dalam mengajak anak berbicara, di perlukan pemilihan kata yang tepat dan dikemas secara halus. Sebaiknya hindari banyak kata larangan, karena banyak menggunakan kata larangan, hanya membuat anak semakin penasaran. Sering mengajak anak bicara adalah salah satu cara kita untuk mempersiapkan dan menguatkan psikologis anak nantinya ketika fase penyapihan tiba

2. Buat kesepakatan atau momennya

Bunda, bagi kita yang beragama muslim. Usia 2 tahun dianggap usia yang sudah boleh untuk menyapih anak. Jadi, jika kita berkata pada anak
"De, nanti kalau dede usianya udah 2 tahun. Berarti, udah nggak nenen lagi, ya!"

Kata-kata yang menyatakan berhenti menyusui pada anak di saat usianya 2 tahun itu, membingungkan anak. Karena memang anak belum memahami konsep waktu. Jadi, anak tidak mengerti kapan dia akan berusia 2 tahun dan kapan dia harus berhenti menyusu.

Nah, untuk memahamkan anak kapan sebaiknya Dia berhenti menyusu. Buatlah sebuah momen dari hasil kesepakatan Bunda dan Anak. Misalnya, anak berhenti menyusu ketika momen anak sedang berulang tahun yang dicirikan dengan memotong kue atau mengadakan syukuran di rumah dan bisa juga momen sepulang liburan dari rumah kakek neneknya

"De, nanti pas dede ulang tahun dan potong kue. Malamnya berarti kalau dede haus minum aja dan nggak nenen lagi, ya !"

Kata-kata potong kue itulah yang akan terbayang dan mudah dipahami anak. Bahwa "kalau nanti potong kue, berarti aku udah ga nenen lagi, ya" itu akan lebih mudah dimengerti anak

3. Kurangi frekuensi menyusu dengan perlahan-lahan 

Sebelum kita akan menyapih anak. Frekuensi menyusu anak perlu dikurangi dahulu dengan perlahan-lahan. Karena kasian juga ya, Bun kalau nanti tiba-tiba kita langsung memberhentikan anak dari kegiatan menyusunya selama ini. Itu akan membuat anak kaget, tidak tenang, dan akan membuat anak merasa terabaikan perasaannya oleh kita dalam waktu yang lama ketika menangis minta disusui.

Baca juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 1

Kayak kita aja, Bun. Kalau selama ini kita terbiasa makan dengan nasi. Terus tiba-tiba kita nggak boleh makan nasi lagi dan diganti dengan ubi. Pasti kita juga kaget kan. Apalagi ASI itu lebih dari sekedar makanan bagi anak. Tentunya itu lebih berat lagi baginya.

Kurangi frekuensi menyusu anak sesuai dengan kemampuan anak. Lakukan secara konsisten. Karena jika sering berubah-rubah, akan membuat anak menjadi bingung nantinya dan proses menyapih anak akan semakin lama jadinya. Begitu juga dengan ASI kita, dikurangi perlahan-lahan sesuai dengan berkurangnya frekuensi menyusu anak. Jika tidak, akan membuat tubuh kita sakit karena ASI sedang banyak-banyaknya tetapi tidak dikeluarkan dengan perlahan. Sehingga, akan membuat payudara kita membengkak

4. Alihkan anak dengan kegiatan yang positif

Agar anak tidak sering ingat dengan kegiatan menyusunya. Bunda bisa memberikan banyak kegiatan positif pada anak sebagai pengalihan anak dari rasa ingin menyusunya. Seperti membacakan buku cerita, mengajak anak olahraga atau jalan-jalan di sekitar rumah, menggambar dll.

5. Bekerja sama dengan suami

Ayah

Bicarakan pada suami kapan sebaiknya menyapih anak. Agar suami pun bisa ikut membantu dalam memberikan kegiatan lain pada anak sebagai pengalihan anak dari rasa menyusunya dan bergantian dalam melakukan sounding pada anak

6. Sediakan susu pengganti

Selain kita selalu mempersiapkan air putih di dekat anak. Kita pun bisa mengenalkan anak pada susu seperti susu UHT atau susu bubuk. Susu bisa kita gunakan sebagai pengganti untuk anak, ketika anak meminta untuk disusui. Karena rasa susu yang enak, pada diumumnya disukai oleh anak-anak.

Tetapi, tetap ya, Bun jangan biarkan anak sampai berlebihan mengkomsumsi susunya. Untuk menghindari anak susah makan dikemudian harinya yang dikarenakan sudah kenyang dengan susunya. Sehari cukup berikan dua gelas saja.

Baca juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 2

Usahakan sebelum tidur malam anak meminum susunya. Membuat anak kenyang sebelum tidur, akan membantu mengurangi rasa ingin anak dari kegiatan menyusunya. Namun, sebenarnya susu ini hanya minumam penambah gizi saja. Bukan hal wajib, jika dari makanan saja anak sudah tercukupi gizi seimbangnya. Anak tidak minum susu pun tidak apa-apa

7. Persiapkan mental dan hati

hati

Yang namanya menyapih anak pasti suka ada ya, Bun drama-dramanya sedikit dan bapernya kita. Jadi, kita perlu mempersiapkan mental kita terlebih dahulu. Mempersiapkan mental dan hati untuk belajar sabar menghadapi dramanya, belajar ikhlas melepas anak untuk disapih.

Sebagai ibu, pasti kita pun akan merasa sedih ketika anak yang selama ini kita susui, mendekap dan memeluk kita sepanjang malam, anak yang selalu tersenyum memandang wajah kita, ketika kita sedang menyusuinya, anak yang ketika kita susui suka sekali memainkan dan mengelus tangan kita dan anak yang selalu tertidur di dalam pangkuan kita ketika sedang kita susui

Rasanya jarak wajah dan hati kita dengan anak, terasa begitu dekat. Jadi, ketika kita tak lagi memeluk anak untuk disusui, di saat itulah kita merasa ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang berbeda. Untuk itulah, kita perlu menguatkan hati dari sekarang dan menikmati sisa-sisa waktu menyusui anak dengan penuh makna, sebelum nantinya kita akan merasakan yang namanya kehilangan

Wah, jadi sedih ya, Bun. Kalau begitu, yuk kita persiapkan diri kita dengan ilmu dan hati yang kuat untuk menyambut fase penyapihan anak kita yang sebentar lagi dan nikmati setiap momen menyusui itu dengan penuh kebahagian. Sehingga, itu menjadi sesuatu yang manis untuk kita kenang kelak 😍



Anak Bunda Hiperaktif ? Mari Kita Berkenalan dengan Apa Itu ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?

anak bunda hiperaktif ? mari kita berkenalan dengan apa Itu ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?

Hai Bunda!

Hari ini tulisan saya akan membahas sedikit tentang apa itu ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder? Apa Bunda pernah mendengarnya, atau punya anak yang tidak bisa diam, dan maunya bergerak terus? Kalau kebanyakan orang sih, anak yang tidak mau diam itu disebut hiperaktif, ya. Lalu, apa hubungannya ya, ADHD dengan hiperaktif? Yuk kita sama-sama belajar bareng di sini, ya! πŸ˜ƒ

Apa itu ADHD ?


ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder menurut DSMIV T-R dalam
http://forumkonsultasi.org (2014), terdapat 3 karakteristik utama gangguan ini, yakni: 1. Inatensi (kesulitan memusatkan perhatian), 2. Impulsivitas (kesulitan menahan keinginan), 3. Hiperaktivitas (kesulitan mengendalikan
gerakan).

Menurut (Surya, 2009), konsentrasi adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dan mengabaikan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari

Sedangkan pengertian hiperaktif menurut Herawan dalam Zaviera
(2008: 14), "Ditinjau secara psikologis, hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian." Anak dengan gangguan hiperaktivitas tidak bisa
berkonsentrasi lama lebih dari lima menit.

Baca juga: 3 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Tunagrahita

Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan ya, Bunda bahwa ada 3 kriteria seorang anak dikatakan ADHD yaitu sulit berkonsentrasi, sulit menahan keinginannya dan hiperaktif.

Penyebab Anak menjadi ADHD?


Lalu apa ya yang penyebab seorang anak memiliki gangguan ADHD? Segala sesuatu pasti ada sebabnya ya, Bun. Hanya saja sampai saat ini masih belum bisa diketahui penyebab pastinya. Namun, ada beberapa hal yang menjadi penyebab pada umumnya seorang anak memiliki gangguan ADHD seperti:

1. Faktor genetik atau turunan.
Jika di dalam sebuah keluarga besar ada yang memiliki gangguan ADHD. Maka, anak kita pun kemungkinan bisa memiliki gangguan yang sama pula

2. Perkembangan otak
Terjadi perkembangan otak yang tidak wajar atau yang tidak umum pada masa kehamilan atau prenatal

3. Hormon yang tidak teratur
Hormon pun dapat mempengaruhi gejala munculnya ADHD

4. Disfungsi metabolisme

5. Dll

Ciri-ciri Anak ADHD?

anak hiperaktif

Sebenarnya, anak yang memiliki gangguan ADHD ini telah terlihat dari masa balita yang berbeda dengan anak seusianya. Hanya saja ketika anak mulai masuk sekolah, gejalanya akan semakin terlihat lebih jelas seperti:

1. Sulit berkonsentrasi ketika belajar
2. Bersikap dekstruktif atau melakukan hal-hal negatif. Karena sikapnya ini, orang-orang suka melabeli anak ADHD sebagai anak nakal. Padahal sebenarnya tidak
3. Sulit duduk tenang
4. Tampak gelisah dan suka menggerak-gerakkan badannya seperti tangan, kaki atau suka memanjat
5. Suka berbuat dan berbicara secara refleks tanpa dipikirkan mau pun tanpa pertimbangan dahulu
6. Sulit antri atau menunggu giliran
7. Tidak sabaran
8. Tidak kenal lelah
9. Tidak memiliki tujuan yang jelas
10. Dll

Baca juga: Apa Itu Anak Tunagrahita Ringan?

Karena anak ADHD ini sulit untuk memusatkan perhatian , tentu saja prestasi belajarnya tidak sebaik anak pada umumnya. Karena perhatian atau konsentrasi adalah pintu utama untuk kita menangkap sebuah informasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Kita Memiliki Ciri-ciri Anak ADHD?


Bagaimana Bunda, apa anak kita menunjukkan ciri-ciri di atas? Wah jangan-jangan anak saya hiperaktif itu, termasuk anak yang mengalami gangguan ADHD lagi? Eitssssss tunggu dulu. Daripada kita sibuk menyimpulkan sendiri dan berpikir yang macem-macem. Lebih baik, yuk kita cek pada ahlinya! Seperti membawa anak pada dokter specialis anak, ahli psikiatri atau Bunda bisa membawanya langsung pada pusat tumbuh kembang anak.

Di sana nanti anak akan diasesmen oleh ahlinya, diobservasi, lalu melakukan serangkaian tes seperti pemeriksaan fisik dll.

Jadi, Bunda jangan suka ditunda-tunda ya Bun, jika ada sesuatu yang berbeda dengan tumbuh kembang anak kita tidak sesuai dengan usianya. Memang benar setiap anak itu memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda dan kita tidak boleh suka membanding-bandingkan anak-anak kita. Tetapi, tetap ada yang harus kita ingat, bahwa segala sesuatu itu ada yang batas wajar dengan yang tidak wajarnya. Jadi, harus tetap selalu dipantau dan dikonsultasikan pada ahlinya.

Apa yang Terjadi Jika Anak Kita Berbeda, Tetapi Kita Tidak Segera Memeriksakannya?


Anak akan terlambat untuk mendapatkan bantuan, penanganan, dan mendapatkan apa yang ia butuhkan. Sehingga, akan menyebabkan kondisi anak yang semakin berat dan parah di kemudian hari. Dan itu akan mengganggu semua aspek tumbuh kembang anak nantinya

Apa Anak ADHD Bisa Seperti Anak Normal?


Tergantung usia, tingkatan gejalanya apakah ringan, sedang atau pun berat? Dan terakhir tergantung juga dengan stimulus dari luarnya. Namun, seringnya anak dengan gangguan ADHD ini terbawa sampai mereka dewasa.

Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus

Semoga sekarang setelah kita ketahui ilmunya. Membuat kita menjadi lebih peka lagi untuk memperhatikan tumbuh kembang anak kita ya, Bun. Dan tidak mudah melabeli anak hiperaktif sebagai anak nakal. Ada satu yang harus kita ingat. Bahwa yang bisa mendiagnosa anak itu ADHD atau bukan, adalah tim ahlinya. Bukan kesimpulan kita ya, Bun

Referensi

Depdiknas. 2004. Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

________, 2006. Pedoman Kegiatan Kesiswaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.
Jakarta: Depdiknas.

Jurnal : Peran Konselor Sekolah Dalam Meningkatkan Konsentrasi
Pada Siswa  Hiperaktif (ADHD),
Richma Hidayati

Bunda, Ingin Menjadi Seseorang yang Dirindukan Oleh Anak-anak Kita? Lakukan Saja 4 Hal Sederhana Ini!

bunda, ingin menjadi seseorang yang dirindukan oleh anak-anak kita? Lakukan 4 hal sederhana ini!

Hai Bunda, sebagai ibu pasti kita pengen dong, ya jadi ibu yang dirindukan oleh anak-anak kita kelak. Karena bagaimanapun juga, ada masa-masanya kita tak akan selalu bisa membersamai anak-anak kita. Seperti ketika anak terpaksa berjauhan sekolah dan tempat tinggalnya dari kita atau ketika anak telah memiliki keluarga barunya. Otomatis membuat anak terpisah dari kita.

Di saat itu terjadi. Pasti ada rasa kehilangan dari diri kita, rasa rindu dan kesepian tanpa mereka. Kita, akan menjadi orang yang paling merindukan mereka. Nah, kita juga pasti pengen dong, ya jadi seseorang yang dirindukan pula oleh anak-anak kita. Dan cara membangun hal-hal yang dirindukan oleh anak itu, tidak instan ya, Bunda. Perlu waktu, perlu proses dan tentunya perlu ketulusan di dalamnya.Yuk, kita tengok hal apa aja sih yang biasanya dirindukan anak dari kita, ibunya!

4 Hal Sederhana Ini yang Dirindukan Anak dari Ibunya


1. Masakan ibu 

masakan ibu

Percaya nggak Bun, pada umumnya hal yang dirindukan anak dari ibunya adalah masakan ibu. Setuju nggak? Bahkan konon katanya, masakan ibu itu mampu lho, mengalahkan masakan chef terkenal atau masakan hotel berbintang sekalipun. Hah! Kok bisa? Iya, karena selalu ada cinta di setiap masakan ibu 😍. Hanya ibu, yang masaknya pake cinta, yang di dalamnya ada ketulususan, penuh kasih sayang dan doa. Hanya untuk anak-anak dan suami tercintanya.

Begitu juga dengan saya. Walau sudah menikah, tetap aja kalau pulang ke rumah ibu. Yang paling di nanti-nanti oleh saya adalah masakan ibu. Padahal, bisa aja sih bikin menu masakannya sama kayak ibu. Tetapi, karena beda tangan jadi suka beda rasa. Oleh karena itulah masakan ibu, adalah hal yang dirindukan anak-anak dari ibunya

Baca juga: Wahai Ibu Bersabarlah

"Terus gimana dong, saya kan nggak bisa masak?" Kalau Bunda nggak bisa masak, jangan khawatir. Soalnya sekarang banyak resep masakan yang dengan mudah kita dapatkan dari internet, belajar dari buku, atau secara khusus mengikuti kursus memasak juga bisa πŸ˜ƒ.

"Saya udah belajar masak, tapi tetep nggak jago masaknya. Gimana dong?" Nggak apa-apa, terus aja belajar masak. Pasti akan ada ketemu salah satu masakan terenak kita menurut anak-anak kita. Yang penting kita belajar dulu dan mau belajar 😍 *langsung nunjuk sama diri sendiri

Kalau menurut saya, masakan ibu saya yang paling enak adalah sambal jengkol balado hahaha. Kalau Bunda, masakan ibunya yang dirindukannya apa sih?

2. Pendengar yang baik

ibu harus bisa menjadi pendengar  yang baik

Jadilah pendengar yang baik untuk anak-anak kita. Bangun bonding yang kuat dengan mereka dan buatlah anak merasa nyaman dengan kita. Ketika kita mampu menjadi pendengar yang baik untuk  anak-anak kita. Di saat itu, kita akan jadi tempat ternyaman anak untuk bercerita setelah Tuhannya. Dalam setiap kesulitan atau pun kebahagian. Kita akan jadi orang pertama untuk anak ingat

Ketika seorang ibu bisa menjadi pendengar yang baik untuk anak-anaknya. Ketika itu pula, anak-anaknya tidak membutuhkan orang lain untuk bercerita. Karena Dia tahu, Dia punya ibu yang akan selalu mendengarkannya.

Sudahkah kita menjadi pendengar yang baik untuk anak-anak kita? Atau jangan-jangan kita suka menghakimi anak, sebelum Ia sempat bercerita pada kita? Sehingga, membuat anak enggan bercerita lagi pada ibunya dan memilih orang lain untuk jadi tempat ternyamannya.

Baca juga: Saat Berharga Untuk Anak Kita

Jika itu terjadi, jangan salahkan anak kita jika lebih mendengarkan dan menuruti kata-kata orang lain. Daripada kata-kata ibunya sendiri. Kalau yang dikasih tahu orang lain adalah hal-hal positif, kita bisa agak tenang ya, Bun. Namun, bagaimana kalau yang dikasih tahunya hal-hal negatif pada anak kita? Kan lebih serem lagi dan bisa membuat anak kita salah jalan nantinya. Kalau begitu, yuk dari sekarang kita perlu belajar menjadi pendengar yang baik untuk anak-anak kita πŸ˜ƒ!

Baca juga: Beberapa Hal Yang Dapat Melukai Harga Diri Anak

3. Pijatan ibu

pijatan

Terkadang pijatan itu, identik dengan anak yang selalu memijat orangtuanya setelah lanjut usia, ya. Padahal kita bisa lho, suka memijat anak ketika anak sedang sakit, kelelahan dari pulang sekolah atau pulang bekerja. Selain dapat membangun bonding antara kita dan anak, pijatan pun dapat menjadi salah satu yang dirindukan anak dari ibunya

Seperti contohnya adalah teman saya. Sewaktu kecil suka dipijat kepalanya oleh ibunya sambil cari kutu πŸ˜‚. Eh, udah besar dan menikah. Malah jadi rindu dipijat lagi kepalanya sama ibunya. Itulah ibu, ibu yang baik itu posisinya tak akan pernah tergantikan oleh siapapun dan bagaimana pun juga. Semoga kita termasuk ibu yang baik ya Bun, di hati anak-anak kita. Hingga kita memang layak untuk dirindukan oleh mereka nantinya

4. Pelukan ibu

pelukan ibu

Ibu itu harus menjadi tempat anak pulang dari ketidaknyamanan anak dari dunia luar. Dan salah satu cara kita menenangkan anak ketika anak berada dalam keresahannya, ketika anak butuh penguatan, ketika anak butuh bahu untuk bersandar dan bahkan ketika memberi ucapan selamat kapada anak. Cukup berikan anak banyak pelukan. Karena pelukan ibu itu selalu menguatkan, menenangkan, menyemangati dan penuh ketulusan. Tak akan ada pelukan penuh kasih sayang kecuali pelukan ibu untuk anaknya.

Sudahkah hari ini, kita memeluk anak-anak kita? Hari ini sudah berapa banyak pelukan yang kita berikan untuk anak-anak kita? Jangan pernah malu atau malas-malasan dalam memeluk anak-anak kita. Karena suatu hari nanti, bisa jadi pelukan ibu adalah salah satu hal yang dirindukan anak-anak kita dari kita, ibunya.

Hal-hal yang positif dan sederhana yang kita lakukan untuk anak-anak kita. Salah satu cara kita mengukir kenangan manis di hati mereka. Hingga, suatu hari nanti. Anak-anak akan tersenyum mengenang tentang ibunya. Bahkan ketika kita telah tiada dan pergi untuk selamanya dari mereka

Baca juga: Ingin Dikenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk, Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak

Bagaimana Bunda, sudah siapkah kita menjadi ibu yang dirindukan oleh anak-anak kita? Kalau begitu, yuk kita sama-sama mulai belajar dan membangun rasa itu di hati anak-anak kita. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Karena nanti, mereka akan lekas tumbuh besar dan dewasa tanpa kita sadari πŸ˜‰

Ibu, Aku Memaafkanmu!

ibu, aku memaafkanmu!

Teruntukmu yang pernah memiliki luka di masa lalu karena seseorang yang bernama ibu

Dalam hidup ini ada banyak hal yang bisa kita cari gantinya apabila sesuatu itu rusak atau pun hilang begitu saja dari dunia kita. Namun, hanya satu yang tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun dan apa pun dalam hidup kita, yaitu Ibu.

Mungkin, memang benar ibu kita bukan seseorang yang sempurna sebagai ibu untuk kita. Seperti layaknya kita yang tak akan pernah sempurna pula menjadi seorang anak untuknya. Dan memaafkan ketidak sempurnaannya adalah salah satu cara kita untuk berdamai dengan diri kita sendiri. Berdamai dengan luka di masa lalu. Berdamai atas ketidaktahuannya dalam pendidikan dan pengasuhan kita semasa kecil. Memaafkannya atas ketidaktahuannya dalam mengekspresikan rasa cintanya pada kita. Maafkanlah! Untuk ketidaktahuan itu

Baca juga: Sudahkah Ayah Bunda Mengajarkan Konsep Maaf Memaafkan Pada Anak? Begini Caranya!

Tetapi, percayalah marahnya ibu itu, kata-katanya yang menyakitkan itu, tindakannya itu yang terkadang tidak sengaja memukuli kita. Itu semua, bukan karena Ia membenci kita, bukan karena ia tidak menyukai kita, bukan karena Ia tidak menyayangi kita atau pun bukan karena Ia tidak menginginkan kita. Itu semua Ia lakukan karena rasa sayangnya pada kita, rasa cintanya pada kita, dan berharap kita tumbuh menjadi sesuatu yang baik dan semuanya untuk kebaikan kita.

Percayalah, tak ada ibu yang berharap keburukan untuk anak-anaknya. Pastinya ia berharap Ia bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Walau kita tahu, yang terbaik menurut orangtua, belum tentu terbaik pula menurut kita.

Ingatlah sesungguhnya Ia sangat mencintai kita. Mau mengandung kita, melahirkan kita dan membesarkan kita. Ia hanya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa cintanya pada anaknya dengan cara yang benar. Dikarenakan terbatasnya ilmunya di masa lalu dan terbatasnya waktu ia untuk belajar.

Wahai teruntukmu yang pernah terluka di masa lalu karena seseorang yang bernama ibu. Untuk kata-katanya yang menyalahkanmu, kata-katanya yang suka membanding-bandingkanmu, kata-katanya yang mengecap dirimu, kata-katanya yang menghardikmu atau untuk pukulannya yang membekas di fisik dan di hatimu. Sekali lagi maafkanlah itu semua

Ingatlah sewaktu Ia menjagamu sepanjang malam di saat kamu sedang sakit. Ingatlah ketika Ia yang pertama membelamu dari siapapun yang menyakitimu di luar sana. ingatlah betapa ia ikut bersusah payah mencari nafkah untuk membantumu dan saudara-saudaramu yang lain agar mampu bersekolah dan agar tetap bertahan hidup atau Ia mengorbakan dirinya, waktunya, pendidikannya, kebebasannya. Hanya untuk membesarkanmu dan saudaramu di rumah. Karena, sesungguhnya kita tidak pernah tahu, apa saja yang telah Ia perjuangkan untuk kita dalam hidupnya dari semasa kita kecil.

Baca juga: Ingin DiKenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk, Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak

Kasihanilah Ia. Ia pasti hidup dengan tidak bahagia dan penuh tekanan. Hingga, Ia pun membesarkan kita dengan ketidakbahagian pula. Walau dengan semua ketidaknyamanan itu dalam hidupnya. Ia masih mau membesarkan anak-anaknya. Sungguh, begitulah cara Ia mencintai anak-anaknya yang tidak kita ketahui.

orangtua

Coba lihat ibumu! Dia yang kini telah semakin menua, kerutan-kerutan telah menghiasi wajahnya dan tubuhnya dimana-mana. Rambutnya yang semakin hari semakin beruban, fisiknya yang telah lemah dan gontai ketika berjalan dan rasa lelah dalam hidupnya masih berbekas di wajahnya.

Lihatlah wajahnya yang sedang tertidur lelap itu! Amatilah semuanya dari dirinya dalam diammu. Kamu, akan melihat sisa-sisa perjuangannya dan lelahnya dalam membesarkanmu. Kamu, akan temukan betapa Ia mencintaimu dan saudara-saudaramu. Rasa cinta yang tak terucapkan dengan kata dan tersembunyi jauh di lubuk hatinya. Yang tak mampu Ia ungkapkan karena Ia memang tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya

menyayangi ibu

Peluklah Ia, dan katakanlah dalam hatimu!

"Ya Allah, aku memaafkannya. Aku mencintainya. Dan tolong bantu aku untuk membahagiakannya".

Dan katakanlah pada ibumu. Bahwa kamu mencintainya karena-Nya. Jika Ia tak tahu cara mengungkapkan rasa cintanya dengan benar. Maka, engkaulah yang seharusnya mengajarkannya bagaimana seharusnya mengekspresikan rasa cinta dalam perbuatanmu dan kata-katamu padanya.

Baca juga: Sudahkah Kita Membuat Anak Merasa Dicintai Oleh Kita?

Wahai teruntukmu yang pernah memiliki luka di masa lalu karena seseorang yang bernama Ibu. Maafkanlah Ia dan berdamailah dengan dirimu sendiri. Sebelum waktumu benar-benar habis untuk bisa melihatnya. Dan kamu akan menyesali itu suatu hari nanti, dalam hidupmu. Ketika kamu mampu memaafkannya. Maka, kamu akan melihat banyak kebahagian hadir dalam hidupmu dan hidupmu akan penuh cinta bersamanya





Bunda, Yuk Kita Berkenalan dengan Apa Itu Sekolah Alam?

bunda, yuk kita berkenalan dengan apa itu sekolah alam?

Hai Bunda. Pada tanggal 17 Desember 2017. Saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah seminar pernikahan di Sekolah Alam Bintaro yang terletak di kota Tangerang Selatan. Akhirnya tercetuslah oleh saya untuk membuat dan berbagi informasi mengenai apa itu sekolah alam? Siapa tahu ada para Bunda yang sedang kebingungan untuk mencari sekolah yang sesuai untuk anak-anaknya πŸ˜ƒ

Apa Itu Sekolah Alam?


Sekolah alam adalah pendidikan yang berorientasi pada alam dengan menggunakan metode belajar active learning. Karena sekolah alam ini bersumberkan pada alam, tentu saja bangunannya pun banyak memanfaatkan bahan-bahan alami yang berasal dari alam seperti jerami, sekam, rotan, batu kali, kayu dll

Latar Belakang Berdirinya Sekolah Alam 


sekolah alam bintaro
Sekolah Alam Bintaro

Sekolah alam ini pertama kali dicetuskan dari gagasan Lendo Novo dikarenakan semakin mahalnya biaya sekolah pada waktu itu. Dulu, letak mahal tidaknya sekolah dilihat dari infrastrukturnya. Oleh karena itulah didirikanlah sekolah alam ini.

Namun, saat ini terbalik ya, Bun. Pertama kali jika kita mendengarkan kata "Sekolah Alam", pasti yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita adalah karena mahalnya. Karena memang saat ini telah muncul pemahaman-pemahaman  baru. Bahwa sekolah yang bagus itu, bukan dilihat dari bagus atau tidaknya infrasrukturnya. Tetapi dilihat dari program pembelajarannya dan outputnya.

Yang dikmaksud dari program pembelajaran ini mencakup kurikulumnya, konsep belajarnya, metode belajarnya, pendekatan terhadap anak-anaknya, alat peraganya dll

Sedangkan outputnya adalah hasil yang didapatkan oleh anak dari program pembelajaran yang telah dirancang oleh pihak sekolah , apakah sesuai dengan kebutuhan anak ataukah tidak.

Selain itu, yang melatar belakangi berdirinya sekolah alam adalah karena ingin memberikan proses pendidikan yang ramah anak dan sesuai dengan kebutuhan anak. Di sekolah ini mengarahkan dan merangsang kreativitas anak belajar dengan cara menyenangkan tanpa terbatas dengan ruangan serta berorientasi pada pembentukkan karakter anak

Konsep Belajar di Sekolah Alam


sekolah semi fullday
Kantor Sekolah Alam Bintaro

Kurikulum di sekolah alam ini tetap mengacu pada pendidikan nasional. Hanya saja, lebih dikembangkan dan dikemas dengan program belajar yang menarik bagi anak. Jadi, terbentuklah anak yang memang paham apa yang ia pelajari dan mempraktekkannya. Jadi, anak bisa bukan karena menghapal tetapi karena memang anak memahaminya sendiri

Metode Pembelajaran di Sekolah Alam 


Sekolah alam ini pada umumnya menggunakan 3 metode belajar yaitu:

1. Active Learning yaitu anak belajar bukan hanya sekedar mendengarkan materi pelajaran. Tetapi anak pun diajak pula aktif dalam proses belajarnya.

2. Accelerated Learning yaitu anak belajar melibatkan semua indranya dan potensinya

3. Spider Web yaitu anak belajar berdasarkan pada tema dan mencakup semua mata pelajaran saling berkaitan dengan tujuan akhirnya adalah mengenal Allah.

sekolah yang menyenangkan untuk anak
Tempat Bermain Sekolah Alam Bintaro

Misalnya: ketika anak belajar tentang organ tubuh manusia nanti dipahamkan pula pada anak bahwa Allah itu hebat, ya bisa membuat semua organ manusia. Dan ini salah satu cara membuat anak mencintai Tuhannya dari karya-karyaNya πŸ˜ƒ.

Kurikulum sekarang di sekolah pada umumnya memang sudah mulai menggunakan tema, belajarnya. Tetapi, kalau sekolah alam sudah dari dulu lho, Bunda belajar dengan menggunakan tema ini.

Kalau dulu waktu kita masih sekolah. Kita kan belajarnya cuma diam saja dan harus duduk tenang, mendengarkan guru dan kerjakan tugas. Rasanya itu membosankan dan begitu setiap hari. Tetapi jika di sekolah alam, program belajarnya memang dikemas semenarik mungkin bagi anak. Sehingga, anak mudah pula memahami dan menempel ilmunya

Sedangkan jam belajarnya lebih panjang daripada sekolah negeri. Biasanya untuk anak kelas 1 sampai kelas 3 SD. Belajarnya sampai jam 2 siang. Dan untuk anak kelas 4 SD sampai kelas 6 SD belajarnya sampai waktu Ashar. Begitu juga pada umumnya di tingkat SLTP dan SMAnya.  Oleh karena itu sekolah alam ini termasuk sekolah yang semi fullday.

Walau anak sekolahnya lebih lama. Tetapi tentu saja tidak membuat anak rentan stres, karena memang program belajarnya yang dikemas menyenangkan bagi anak

Pengelolaan Kelas di Sekolah Alam


sekolah yang cocok untuk anak aktif
Sekolah Alam Bintaro

Konsep kelas yang dibuat oleh sekolah alam ini terbuka. Sehingga tidak terkesan formal dan kaku. Pada umumnya, jumlah muridnya satu kelas diisi oleh 20 anak dengan 2 guru. Tetapi, tentu saja aturan ini bisa berbeda di setiap sekolah alam yang ada di Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Alam


Kelebihannya

1. Ramah anak
2. Bangunannya unik
3. Program belajarnya menyenangkan dan menarik bagi anak
4. Anak bebas bereksplorasi, berksperimen, dan menemukan sendiri apa yang seharusnya anak pahami
5. Anak dapat belajar dengan friendly
6. Merangsang rasa ingin tahu anak dan meningkatkan daya kreativitasnya
7. Membuat anak mencintai Tuhannya dengan cara yang menyenangkan
8. Tenaga pendidiknya berkualitas
9. Lingkungannya pada umumnya bagus dan baik
10. Menghindari anak dari stres belajar

Kekurangannya

1. Mahal
2. Konsentrasi anak mudah teralihkan karena belajarnya di ruang terbuka
3. Belum tersebar merata di setiap daerah.
4. Dll

Jadi kesimpulannya, sekolah alam itu bagus, tetapi sesuai dengan harganya, ya Bun πŸ˜‚. Kalau memang kita ada rezeki lebih dan ingin memaksukkan anak kita ke sekolah alam. Kenapa tidak? Toh kelebihannya jauh lebih banyak dari pada kekurangannya dan sebagai salah satu cara kita dalam memberikan pendidikan formal terbaik untuk anak kita.

sekolah bagus
Sekolah Alam Bintaro

Walaupun tetap ada yang harus kita ingat bahwa, pendidikan utama seorang anak itu ada di orangtuanya. Bukan sekolah! Sekolah hanya pendukung dan membantu kita dalam mendidik anak-anak kita. Bagaimana Bunda, setelah kita mengetahui apa itu sekolah alam, tertarikkah Bunda menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah alam? πŸ˜‰

Baca juga: Termasuk Tipe Orang Tua yang Manakah Kita?

Referensi

http://sekolahalamduri.org