Bunda Ingin Menjadi Ibu yang Produktif? Begini Caranya!

bunda ingin menjadi ibu yang produktif? begini caranya!

Selamat Hari Senin Bunda πŸ˜ƒ. Bagaimana kabarnya? Yang namanya hari Senin, biasanya kita para bunda pasti udah rempong ya, dari subuh untuk menyambut hari ini. Atau mungkin, sudah ada yang dari malam ya rempongnya hihihi. Biasa namanya juga ibu-ibu, ya. Kayaknya itu, klo ga rempong itu rasanya bukan ibu-ibu πŸ˜‚. Nah, ketika kita sedang repot begitu. Kita termasuk ibu yang produktif nggak sih? πŸ˜ƒ

Berbicara soal produktif, hari ini saya ingin membagikan materi seminar yang di selenggarakan oleh The Real Ummi, tentang apa itu produktif? Mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif dan bagaimana sih caranya menjadi ibu yang produktif itu? Yuk kita simak langsung dari ahlinya, ya! Berikut biodata nara sumbernya:

Biodata Nara Sumber

Nama         : Nadia Karina Hakman
Status         : Menikah
Anak           : 2 orang

Pendidikan

πŸ‘‰ S1 Bachelor of Commerce di University of Auckland, New Zealand
πŸ‘‰S2 Master of Business di Monash University, Australia

Pekerjaan

Dosen di Universitas Padjajaran Bandung

Waw keren ya, Bun biodata nara sumbernya. Bahkan beliau kuliah di luar negeri karena dari hasil beasiswa yang beliau dapatkan, lho 😍. Mari kita simak sama-sama pemaparan dari beliau langsung ya, bagaimana cara menjadi ibu yang produktif πŸ˜ƒ.

By: Nadia Karina Hakman

Cara Menjadi Ibu yang Produktif


Apakah produktivitas selalu diukur dengan pekerjaan di luar rumah?

ibu rumah tangga pun bisa produktif

Masing-masing dari kita berhak memberikan definisi sendiri. Namun, bagi saya menjadi produktif adalah hak setiap ibu, terlepas apakah ia seorang ibu rumah tangga, student mom, atau working mom

Tolak Ukur Sebuah Produktivitas


Bagi saya, tolak ukur sebuah produktivitas diukur dari 3 hal:

1. sejauh mana setiap "waktu" yang kita miliki, dapat senantiasa dioptimalkan dalam amal kebaikan
Dan kriteria ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap ibu manapun, dengan potensi apapun. 😊

Satu hal yang saya yakini, "Allah tidak pernah menciptakan kita sebagai manusia biasa-biasa saja, apalagi ibu biasa-biasa saja. Karena kita semua dicipta untuk menjadi khalifah"

Baca juga: Bedanya Ibu Rumah Tangga Biasa dengan Ibu Rumah Tangga Luar Biasa

Maka, tugas seorang Ibu untuk bisa produktif, memerlukan usaha optimal "untuk mengenali diri sendiri, menemukan tujuan penciptaan semua, menemukan peran terbaik yang Allah titipkan pada kita".

Ketika kita sudah menemukannya, maka tugas kita adalah "beramal, beramal, beramal", memanfaatkan setiap waktu senantiasa dalam aktivitas kebaikan. 😊

Sekalipun aktivitas itu adalah merapihkan rumah, atau mengganti popok, atau memasak, dsb.

2. Kriteria produktif bagi saya, bukan hanya kita melakukan amal kebaikan, tapi ia pun adalah amal yang penuh ikhlas dan taqwa.

produktif

Kenapa? Karena kualitas keberkahan suatu amal, akan bergantung pada niat dan proses pelaksanaannya.

Produktif bermakna berkarya yang menghasilkan manfaat seluas-luasnya. Dan Allah lah yang Maha Menentukan, sejauh mana sebuah amal itu bermanfaat.

Yang saya yakini, "ketika sebuah amal dilandasi oleh bekal niat yang ikhlas, dan dilaksanakan penuh ketaqwaan, maka keberkahan dari amal tersebut, akan melimpah berlipat ganda. Terlepas apapun kegiatannya " 😊

Maka, hapunten, Saya adalah tipikal orang yang meyakini, tidak ada amal baik yag terlalu sepele untuk dilakukan.

"Jangan pernah meremehkan suatu amal yang menjadikan kita lupa kepada Siapa kita beramal"

Boleh jadi, sebuah prestasi yang kita anggap besar, namun kecil nilainya di sisi Allah. Dan boleh jadi, suatu aktivitas yang kita anggap remeh, ternyata Allah limpahkan keberkahan luas di dalamnya.

Sebagai contoh, misalkan kita melihat suami lelah, padahal waktu sempit dan kita mungkin tak mampu memberikan pijitan hangat, 😊 ditambah ada anak-anak dsb. Kita memilih untuk membuatkan minuman kesukaannya, yang di dalamnya terselip doa tulus penuh harap kepada Allah.

Kalaulah Allah berkehendak menurunkan keberkahan, sangat mungkin, dari secangkir teh, ia berbuah menjadi rasa sakinah, kemudian sakinah itu menjelma menjadi semangat rasa optimis, dari sana ia berbuah lagi kepada hasil kerja suami yang lebih optimal, suami pun semakin shaleh, kehidupan ekonomi semakin membaik, dst. Dan itu bermula dari secangkir teh yang penuh berkah

3. Tolak ukur produktivitas ke-3 bagi saya, kalaulah kita di hadapkan dengan berbagai pilihan kegiatan dan aktivitas. Maka, prioritasnya adalah:
- utamakan yang wajib baru yang sunnah
- utamakan yang lebih banyak manfaatnya dan lebih sedikit mudharatnya

Tantangannya, bagaimana kita mengetahui mana yang terbaik? 😊

cara untuk  menjadi produktif

Di situlah kita harus senantiasa menjadi seorang *penuntut ilmu*. Menjadi seorang ibu, apapun status aktivitasnya, menuntut kita untuk senantiasa belajar.

Baca juga: Memesona Itu Ketika Diri Mau Belajar Untuk Semakin Lebih Baik

Minimal, kita harus belajar:

1. Ilmu agama murni: Aqidah, Akhlak, Fiqih, dan Al Quran
2. Ilmu tentang pernikahan dan parenting.
3. Ilmu tentang kesehatan, nutrisi, dan olah raga.
4. Ilmu lain yang sesuai dengan 'muyul', kecenderungan ketertarikan pada bidang ilmu tertentu yag memang sesuai dengan potensi dan bakat kita.

Banyak? 😊

Iya.

Baca juga: Wahai Ibu Bersabarlah

Tapi itu semua sangat sedikit jika dibandingkan dengan nilai sebuah "pahala, keberkahan. Dan surga" dari Allah SWT. 😊

"Hidup kita hanya sekali.
Jadikanlah ia bermakna.. dan tiket kita berpulang ke surga.."

Tanpa ilmu, bagaimana cara kita meraihnya? 😊

Saya mendidik diri sendiri, untuk "jangan malas untuk membuka buku, mendengarkan ceramah, dan menghadiri kajian pekanan"

Agar kita semua, mampu menjadi luar biasa versi kita sendiri... Versi peran terbaik yang Allah titipkan pada kita...

produktif yang bernilai di mata Allah

Agar kita semua, akan menemukan penghujung kehidupan kita, sebagai sesuatu yang penuh makna.. Husnul khatimah..

Dan agar kita semua, mampu menjadi bagian dari "gerakan ibu produktif" yang melalui jerih perjuangannya lah.. 😊 tumbuh besarlah generasi yang membawa peradaban manusia menjadi rahmatan lil alamin

Jika ada yang baik, maka semuanya adalah rezeki dari Allah untuk kita semua.

Jika ada yang buruk salah dan kurang, maaf tulus mendalam dari saya yang tak sempurna.

Saya masih belajar...
Masih jauh dari produktif dan shalehah versi saya... 😊

Tapi saya sangat berharap, rezeki tulisan yang Allah izinkan tertuang di sini.. Bisa menjadi tangan tangan penyampai petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT.

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

Wah, subhanallah dalam sekali pemaparan yang beliau sampaikan, ya Bun. Semoga dari pemaparan tersebut, kita jadi tahu mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif, untuk apa kita menjadi ibu yang produktif dan kita pun menjadi tahu bagaimana cara menjadi ibu yang produktif. Jadi, bikin kita semangat ya, Bun untuk menjadi ibu yang produktif. Nah, kalau produktif versi Bunda apa sih? Bagiin yuk, untuk saling memotivasi kita! πŸ˜ƒ






Peran Bijak Orangtua dalam Mendampingi Anak Di Era Media Sosial

peran bijak orangtua dalam mendampingi anak di era media sosial

Hai Ayah Bunda, tahukah Ayah Bunda, berdasarkan hasil penelitian Riset Norton Online Family, 2010, menyatakan bahwa "96% anak di Indonesia pernah melihat dan membuka konten negatif di internet dan 36% orang tua tidak tahu apa yang dibuka oleh anaknya. Padahal sebanyak 64 jam anak-anak menghabiskan waktu saat online.

Angka di atas benar-benar membuat kita miris sebagai orangtua. Apalagi data di tahun 2017. Jumlahnya semakin meningkat lagi. Itu terlihat dari banyaknya kasus kejadian di berbagai daerah dari dampak negatif yang anak lihat di internet seperti semakin maraknya kasus pelecehan seksual, meningkatnya kasus kekerasan dan pembullyan dimana-mana. Itu baru sebagian kecil yang kita ketahui, belum lagi kasus lain yang tidak kita ketahui.

Hal Apa Saja yang Perlu di Waspadai Orangtua


hal yang perlu diwaspadai orangtua

Ada beberapa hal yang perlu kita waspadai sebagai orangtua yaitu:

1.  Media sosial

Sosial media termasuk seperti Facebook, Instagram, Twitter, Line, Watshapp, Telegram, Path, dll mudah sekali mempengaruhi anak kita. Termasuk perilaku anak

2. Games

Banyak sekali games-games yang tidak layak dimainkan oleh anak. Tetapi, begitu mudah ditemukan seperti game yang menampilkan adegan kekerasan dan pornografi. Dimana adegan kekerasan dapat merangsang anak untuk menirunya

3. Pornografi

Saat ini mudah sekali pornografi diakses oleh anak. Baik disengaja mau pun tidak sengaja seperti di internet atau membeli filmnya. Banyak sekali dampak pornografi. Salah satunya, yaitu dapat membuat anak ketergantungan untuk menontonnya sehingga memicu perilaku anak untuk mencobanya. Bahkan, saking merusaknya pornografi itu, bisa disebut-sebut lebih berbahaya dari narkoba. Karena dampaknya yang bisa meluas kemana-mana.

Baca juga: Bunda, Yuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak Sedini Mungkin!

4. Berita sesat, hoax dan ajakan terorisme

Berita-berita yang tidak baik seperti berita-berita hoax dan menyesatkan sungguh membuat kita begitu khawatir, karena berita seperti ini mudah sekali menyebar dan menyerang anak-anak kita seperti dapat mengajak anak kita untuk mengikuti aliran sesat dan bahkan ikut menyebarkan berita yang tidak benar serta fitnah kepada siapa pun

5. Dll

Oleh karena itu semua, membuat kita sebagai orangtua perlu mengawasi dan mendampingi anak-anak kita terutama di era media sosial ini.

Apa Itu Media Sosial?


apa itu media sosial

Menurut Wikipedia, Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Media sosial ini memiliki banyak dampak negatif pada  anak

Dampak Negatif Media Sosial Pada Anak


Media sosial memiliki peran yang besar yang dapat mempengaruhi anak secara negatif seperti:

1. Malas

Media sosial dapat mengakibat anak menjadi malas karena keasyikan di dunia mayanya. Sehingga berkurangnya daya juang anak ketika belajar dan berprestasi di sekolah

2. Kurang peduli dengan keadaan sekitar

Karena anak asyik dengan dunianya sendiri, yaitu dunia maya sehingga mengakibatkan anak kurang peka dengan orang-orang mau pun keadaan di sekitarnya.

3. Susah diajak untuk berkomunikasi

Banyak anak ketika bermedia sosial menjadi sulit untuk diajak berkomunikasi di dunia nyata. Seperti ketika orangtua sedang mengajak anak berbicara, tetapi anak malah merespon dengan seadanya dan tanpa melihat ke arah orangtua. Tentunya, masih banyak contoh yang lainnya ya, Ayah Bunda

4. Anak jadi haus pujian

Tidak bisa kita pungkiri, sebagai orang dewasa kita pun senang jika ada orang memberikan like pada postingan kita di media sosial. Apalagi anak-anak yang belum stabil emosinya, sehingga media sosial dapat menjadi sarana anak untuk mencari perhatian dan pujian dari dunia luar

Banyak kasus yang ditemukan bahwa anak mudah sekali menjadi serangan kejahatan di media sosial seperti penculikan, pemerkosaan, pembullyan dll.

5. Ketergantungan

Media sosial dapat membuat anak ketergantungan. Sehingga, anak mampu menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuka media sosial daripada belajar. Setiap ada kegaiatan atau foto baru mereka, membuat mereka tak sabar untuk mengunggahnya di media sosial

Baca juga: Mencegah dan Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget

6. Berkurangnya kesopanan anak

Karena media sosial adalah dunia maya, sehingga membuat anak-anak dengan mudahnya membully orang lain dan tidak menjaga kesopanannya di media sosial

7. Membentuk karakter anak yang narsis

Sedikit sedikit foto. Sebentar-bentar uploat di media sosial, secara tidak sadar membentuk karakter anak yang narsis dan riya karena ingin memamerkan sesuatu yang ia punya untuk mendapatkan perhatian orang lain. Secara tidak langsung, menurut penelitian fenomena ini memperlihatkan bahwa anak-anak kita rentan dengan depresi

8. Bisa membuat waktu anak terbuang dengan sia-sia

Bagaimana tidak, jika anak bisa menghabiskan waktu berjam-berjam untuk membuka media sosial. Secara langsung waktu belajar dan kebersamaanya dengan keluarga terbuang begitu saja

9. Dll

Hal-hal yang Perlu Dilakukan Orangtua dalam Mendampingi Anak Di Era Media Sosial


Dampak negatif media sosial

Itu semua tentu membuat kita sedih, ya Ayah Bunda. Nah, apa yang harus orangtua lakukan dalam mendampingi anak di era media sosial ini?

1. Batasi penggunaan internet pada anak

Sebagai orang tua, kita boleh mengenalkan anak dengan internet tetapi harus ada batasannya dan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilihat di internet

2. Berikan anak gadget di usia yang tepat

Zaman sekarang anak TK saja sudah mempunyai gadget canggih yang membuat anak dengan mudahnya mengakses internet dan bermedia sosial, padahal usia anak tersebut tentunya belum matang dan belum tepat untuk diberikan gadget, ya Ayah bunda

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Gadget Pada Anak?

3. Protek situs yang negatif di internet

Jika di media sosial ada fitur keamanannya untuk anak, sebaiknya kita segera gunakan fitur tersebut untuk melindungi anak kita dari sesuatu yang negatif yang datangnya dari media sosial dan internet

4. Teliti semua aplikasi media sosial

Sebagai orangtua di zaman ini, memaksa kita untuk melek teknologi. Salah satu alasannya adalah agar kita bisa mengawasi anak kita di era serba canggih seperti saat ini seperti meneliti semua aplikasi media sosial anak

5. Minta anak hanya boleh memiliki satu media sosial saja

Ini penting sekali, agar orang tua bisa lebih mudah dan fokus dalam mengawasi anak di era media sosial ini

6. Kita harus tahu semua sandi anak

Jika anak ingin bermedia sosial, minta anak untuk memberikan sandinya pada kita, agar kita bisa mengawasi dan mendampingi anak  serta jelaskan padanya. Bahwa orang tuanya melakukan ini semua sebagai perlindungan kepada buah hati tercinta mereka dari hal-hal negatif yang dapat menyerang si anak di kemudian hari

7. Dll

Cara Orangtua Mengajarkan Anak Untuk Bijak Bermedia Sosial


cara mengajarkan anak untuk bijak bermedia sosial

Bagaimana cara orangtua mengajarkan anak untuk bijak bermedia sosial?

1. Ajarkan pada anak, bahwa menjaga kesopanan itu bukan hanya di dunia nyata tetapi di dunia maya pun tetap harus terjaga

2. Jelaskan pada anak dampak negatif dari media sosial tersebut agar anak belajar berhati-hati dan dapat mengendalikan dirinya di dunia maya

3. Mintalah anak jangan pernah curhat di media sosial dan berceritalah pada orangtuanya dan jelaskan dampak apa saja jika anak suka curhat di media sosial

4. Mintalah anak untuk berhati-hati jika ingin memposting sesuatu di media sosialnya dan berikan alasannya misalnya, sesuatu yang negatif yang dia posting sekarang bisa mempengaruhinya di masa depannya seperti di dunia kerja, pertemanannya dll. Serta jangan lupa berikan anak contoh kasusnya agar anak lebih mudah untuk memahaminya

Berikan anak pemahaman itu semua bukan dengan cara menceramahi anak. Tetapi, dengan cara mengajak anak berdiskusi dan merangsang kemampuan berpikirnya sendiri. Sehingga anak dapat menemukan jawaban yang baik dari hasil pemikirannya sendiri. Karena, kita saja sebagai orang dewasa tidak suka kan diceramahi, apalagi anak-anak.

Tugas sebagai Orangtua Terhadap Diri Sendiri


gadgets dan media sosial

Ada beberapa langkah yang sebaiknya kita lakukan pula untuk diri kita sendiri sebagai orang tua yaitu:

1. Jangan banyak bermain internet di depan anak

Kita tidak mungkin melarang anak jangan lama-lama membuka media sosial jika kita sendiri, sebagai orang tua tidak memberi contoh yang benar pada anak

2. Buat aturan keluarga no gadget jika sedang berkumpul dan di waktu-waktu tertentu

Ini penting agar terjalin waktu yang berkualitas antar anggota keluarga tanpa ada internet di dalamnya

3. Jangan menyimpan video atau gambar yang negatif di gadget atau di komputer

Karena, sewaktu-waktu anak bisa melihatnya. Baik itu dibagikan oleh orang lain atau bukan

4. Berikan contoh yang baik pada anak

5. Bangun bonding yang kuat dengan anak. 

Agar anak lebih nyaman curhat dan bercerita pada orang tuanya, jika tidak anak akan lari curhat di media sosialnya. Dimana ini pasti tidak baik juga untuk si anak

Baca juga: Peran Orangtua Dalam Pengasuhan Anak Di Era Digital 

Setelah kita tahu hal-hal apa saja yang dapat menyerang anak dan memberikan dampak negatif pada anak. Sehingga, orangtua perlu bijak dalam mendampingi anak di era media sosial ini. Agar kita dapat melindungi dan mendidik anak-anak kita di era media sosial ini. Yuk! kita mulai itu semua dengan memberikan pendidikan yang berasal dari rumah

Sudahkah Kita Membuat Anak Merasa Dicintai Oleh Kita?

sudahkah kita membuat anak merasa dicintai oleh kita?
www.pixabay.com

"Cintailah anak seperti apa yang anak butuhkan. Bukan mencintai seperti apa yang kita inginkan" Bunda Erysha

Seperti biasa, Saya selalu membacakan buku cerita untuk Erysha (1y9m) setiap harinya. Nah, ketika lagi asyik baca. Ada kata-kata tulisan di buku bacaanya yang "Sali sayang Ibu" suka Saya ganti jadi "Sali sayang Bunda". Tiba-tiba, Erysha menatap ke arah Saya dan berkata "Dede sayang Bunda" dengan sambil tersenyum manis.

Ya ampunnnn ketika Erysha bilang begitu, hati Saya sebagai ibu langsung bahagia. Saya pun balik berkata pada Erysha "Bunda juga sayang, Dede" sambil memeluk Erysha dan mencium keningnya 😍😍😍

Bahagia, ya dengernya anak kita berkata seperti itu pada kita. Tetapi, anak tak bisa langsung berkata begitu jika dari kita orangtuanya tidak belajar juga cara mengekpresikan rasa cinta pada anak, hingga anak pun merasa dicintai oleh kita

Karena banyak dari kita sebagai orangtua yang mengaku mencintai anak. Tetapi, kita lebih sering berteriak pada anak, melabeli anak dengan kata-kata negatif, membanding-bandingkan anak dengan anak yang lain hingga, ia merasa tidak penting, membentak, dan bahkan memukul anak dari pada berkata cinta pada anak. Lalu, bagaimana anak akan merasa dicintai jika, kita memperlakukan mereka seperti tidak dicintai?

Baca juga: Beberapa Hal Yang Dapat Melukai Harga Diri Anak

Jangan pernah bilang kita cinta pada anak, hanya karena kita telah membesarkannya, memberikannya tempat tinggal, menyekolahkannya, membelikannya mainan. Kita telah menyebut diri kita telah mencintainya. Bukan...bukannnn! Cinta itu bukan hanya sekedar itu. Cinta itu bukan hanya sekedar materi, cinta itu bukan hanya sekedar fisik yang terlihat oleh mata. Tapi cinta itu soal rasa. Cinta itu soal hati. Untuk apa kita memberikan itu semua, tapi jiwa anak terasa kosong, terasa hampa, dan terluka karena merasa tak dicintai oleh orangtuanya?

Hai cinta itu butuh pembuktian! Bukan hanya sekedar kata-kata dan perbuatan yang terlihat abstrak bagi anak. Lalu, bagaimana anak bisa menangkap bahwa kita mencintainya, jika tidak dibuktikan dengan kata-kata dan perbuatan nyata yang terasa oleh hati mereka? Bagaimana kita akan membuat anak merasa bahagia, jika kita tak membuatnya merasa dicintai terlebih dahulu?

Sayangnya, betapa banyak dari kita telah merasa mencintai anak. Tetapi, anak lebih sering terluka karena kata-kata kita, karena penghakiman kita, karena otoriternya kita, dan secara tidak sadar membangun konsep diri yang negatif pada dirinya akibat dari pola asuh kita terhadap mereka.

Dampak Ketika Anak Merasa Tak Dicintai Oleh Orangtuanya


dampak ketika anak tidak merasa dicintai oleh orangtuanya
www.pixabay.com

Lihattttt betapa banyak pembullyan yang dilakukan dimana-mana, anak yang lari dari rumahnya, anak yang lebih betah berlama-lama dengan teman-temannya dari pada keluarganya, anak yang salah pergaulan, anak yang membangkang, anak yang penuh amarah dan dendam, anak yang kurang percaya diri, anak yang penakut, anak yang sudah pacaran sebelum waktunya, itu semua terbangun dari konsep diri yang negatif karena kurangnya penghargaan dan rasa cinta yang anak dapatkan dari rumahnya sehingga, terbentuklah penghargaan yang rendah pada diri mereka sendiri.

Baca juga: Sudahkah Ayah Bunda Mengajarkan Konsep Maaf Memaafkan Pada Anak? Begini Caranya!

Cara Membuat Anak Merasa Dicintai


cara membuat anak merasa dicintai orangtuanya
www.pixabay.com

Tunjukkanlah jika kita benar-benar mencintainya! Rangkullah ia, peluklah ia, usaplah rambutnya dan katakanlah bahwa kita mencintainya. Berikanlah ia kata-kata yang positif. Berikan Ia motivasi. Berikan Ia pujian.

"Kamu hebat, Nak"
"Wah, anak Bunda pinter, ya"
"Terima kasih, ya Nak, sudah berusaha"

Pujian itu murah, kok. Pujian itu mudah. Nggak perlu beli. Tetapi, mengapa kita lebih sering hanya fokus pada kesalahan anak, hingga kita melupakan banyak kebaikannya?

Baca juga: 3 Kalimat Ini Wajib Dikatakan Pada Anak Setiap Harinya

Berikan pula anak waktu yang berkualitas. Anak kita tak butuh Ayah Bunda yang hebat di luar sana. Anak kita tak butuh mainan yang banyak dan mahal-mahal harganya. Anak kita hanya butuh kita, Ayah Bundanya. Ayah Bundanya yang selalu ada di dekatnya, menemaninya, dan ada di saat Ia membutuhkannya.

"Terkadang tanpa sadar, kita selalu menuntut pada anak untuk mengerti keadaan kita. Tetapi, kita lupa, bahwa kitalah yang seharusnya mengerti mereka"

Tunjukkanlah pada anak bahwa kita benar-benar mencintainya! Hingga, ia tahu bahwa kita begitu mencintainya dan Ia pun bersyukur menjadi seorang anak yang terlahir dari rahim kita. Dan nanti, Ia akan tumbuh menjadi pribady yang penuh rasa cinta pada sesama dan memiliki penghargaan diri yang tinggi pada dirinya.

Baca juga : Ingin DiKenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk, Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak

Dan salah satu cara Saya sebagai ibu dalam menunjukkan rasa cinta pada Erysha, adalah ketika Erysha sedang sakit dan demam karena cuaca sedang tidak bersahabat. Rasanya, hati saya ikut sedih dan cemas. Untungnya di rumah, saya selalu menyediakan Tempra. Tempra ini memiliki 3 kemasan. Tempra Drops, Tempra Forte dan Tempra Syrup. Tempra adalah obat penurun panas ketika anak demam. Selain itu Tempra aman di labung, tidak perlu dikocok, larut 100%, dan dosisnya pun tepat (tidak menimbulkan overdosis atau kurang dosis)

penurun panas

Esok harinya keadaan Erysha suka membaik dan kembali ceria. Bagi saya, cara mencintai anak adalah dengan memberikan apa yang anak butuhkan termasuk berada di dekatnya dan di sampingnya di saat ia membutuhkan Saya. Seperti, di saat Erysha sedang sakit

Untuk Saya, membuat anak merasa berarti dan dicintai orangtuanya itu, adalah harga mati yang tak bisa dibuat tawar menawarnya. Jika bukan kita orangtuanya yang membuat Ia merasa berharga. Lalu siapa lagi? Jika, bukan dari rumah ia mendapatkan cinta, lalu kemanakah kakinya harus melangkah untuk mencari rasa yang layak untuk dicintai? Terutama mengharapkan rasa cinta dari sosok yang bernama Ibu

Bagaimana dengan Ayah Bunda, beranikah kita bertanya pada hati kecil kita, sudahkah kita membuat anak merasa dicintai oleh kita? Beranikah Ayah Bunda bertanya pada anak kita, apakah ia telah merasa dicintai atau kah tidak oleh kita?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra



Empat Tips Cara Mengendalikan Emosi Anak

empat tips cara mengendalikan emosi anak

Dear Ayah Bunda

Banyak aspek tumbuh kembang anak yang perlu kita stimulus dari sejak dini. Salah satunya adalah aspek emosi. Aspek emosi ini sering terlupakan oleh orangtua dan bahkan banyak orangtua yang tidak tahu betapa pentingnya menstimulus aspek ini.

Pasti pernah ya, Ayah Bunda melihat anak-anak kita sulit mengendalikan emosinya sendiri. Misalnya yang tiba-tiba rewel, nangis mulu, tantrum, memukul orang lain dll. Suka bikin kita kesel dan mudah emosi juga ya, Ayah Bunda menghadapi anak sedang begitu. Kalau anak sedang mengeluarkan emosi positif sih kita seneng. Tapi, kalau yang keluar adalah emosi negatif kan bingung juga ngehadepinnya. Akhirnya kita ikutan marah-marah juga deh, pada anak 😞

Nah, hari ini saya mau berbagi sedikit ilmu tentang tips cara mengendalikan emosi anak. Biar kita nggak sering main drama juga ya, ama anak πŸ˜‚. Sebenarnya dalam mengajarkan pengendalian emosi ini ada beberapa tahap. Hari ini saya akan jelaskan tahapan pengendalian emosi pada anak yang bisa dilakukan dari sisi orangtua. Apa saja itu?

Tips Cara Mengendalikan Emosi Anak

aspek emosi anak

Menurut Bu Yeti Widiati, Psikolog. Ada 4 cara orangtua dalam mengendalikan emosi anak. Berikut saya bantu memberikan penjelasannya ya, Ayah Bunda. Agar lebih mudah dipahaminya. Yaitu:

1. Pahami jam biologis anak
Misalnya kita harus tahu nih jam berapa anak mengantuk, jam berapa anak merasa lapar, jam berapa anak bersemangat dll. Ketika kita mengetahui jam biologis anak, membuat kita lebih mudah mengendalikan emosinya.

Kayak kita aja, terkadang kita lebih mudah marah atau sensitif ya Ayah Bunda, jika kurang tidur, atau lapar dll. Begitu juga dengan anak. Jadi, sebelum anak rewel penuhi kebutuhannya dahulu

2. Pahami bentuk respon atau ekspresi anak ketika emosi
Orangtua perlu tahu dan bisa membedakan, mana ekspresi marah, sedih, kecewa, takut, senang, dll.

Bedakan antara emosi dan ekspresi emosi. Emosi itu seperti senang, sedih, marah, takut dll. Sedangkan ekpresi emosi itu adalah respon anak ketika emosi. Misalnya ketika senang responnya tersenyum atau tertawa, marah responnya tantrum atau cemberut dll, emosi sedih respon anak menangis, merajuk dll.

Setiap anak memiliki ekpresi atau respon emosi yang berbeda. Sehingga diharapkan kita sebagai orangtua peka dan memahami emosi anak sejak dini

3. Observasi dan temukan stimulus apa yang memicu emosi tertentu anak
Misalnya, jika anak sedang tantrum. Kita harus mengamati dan observasi untuk mengetahui penyebab apa yang memicu anak bertingkah begitu. Agar kita bisa menghindari di lain waktu anak mengulang emosi yang sama dari pemicu yang sama

4. Sejak anak masih bayi. Orangtua perlu berespon adaptif atau sesuai terhadap ekspresi emosi anak
Artinya yang sesuai dengan stimulusnya.

- Kalau anak sedang marah lalu kita tertawakan, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
- Kalau anak sedang nangis lalu langsung kita suruh diam, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
- Kalau anak takut, kita ejek ketakutannya, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
- Kalau anak senang, kita abaikan, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.

Jadi, berilah respon kita sesuai dengan kebutuhan anak. Misalnya jika anak benar-benar sedih sekali. Berikan anak pelukan karena anak membutuhkan itu bukannya mengejeknya cengeng. Atau anak terjatuh. Bukannya kita obati malah menertawakannya.

Oleh karena itu berhati-hati dan pekalah kita terhadap ekspresi emosi anak kita. Kepekaan orangtua menangkap pesan emosi anak dengan "membaca" ekspresi anak, adalah kunci awal pengajaran pengelolaan emosi anak

Bila anak merasa tak dipahami dan tak didengar, mereka frustrasi.
"Bahasa fisik" pun digunakan kembali.

macam-macam emosi anak

Bu Yeti Widiati, Psikolog juga menyebutkan bahwa "EMOSI itu seperti garam dalam makanan, terlalu sedikit sebabkan hambar, terlalu banyak tak nikmat dan timbulkan penyakit.

"SENANG"
menimbulkan harapan dan optimisme.
Tak ada senang, dunia suram dan melelahkan. Terlalu banyak mengakibatkan kemanjaan.

"SEDIH"
menimbulkan pemahaman keterbatasan.
Tak ada sedih sebabkan kesombongan. Terlalu banyak, menghilangkan harapan dan semangat.

"MARAH"
menimbulkan rasa segan.
Tak ada marah menyebabkan penindasan. Terlalu banyak, mengakibatkan permusuhan dan perlawanan.

"TAKUT"
menimbulkan KEHATI-HATIAN.
Tak ada takut menyebabkan kecerobohan, terlalu banyak, mengakibatkan kepasifan

Saya benar-benar bersyukur sekali dapet ilmu dari beliau. Beliau ini salah satu sumber belajar saya dalam ilmu parenting 😍. Dan salah satu tulisan saya di blog ini, yang saya dapatkan dari beliau adalah tentang "6 Cara Mengajarkan Anak Mempertahankan Diri Dari Bully". Buat Ayah Bunda yang ingin belajar juga cara mengajarkan anak mempertahankan diri dari bully. Boleh dibuka saja ya, linknya.

Baca juga: Sudahkah Ayah Bunda Mengajarkan Konsep Maaf Memaafkan Pada Anak? Begini Caranya!

Bagaimana Ayah Bunda, sudahkah Ayah Bunda menerapkan empat cara mengendalikan emosi anak ini di rumah? Kalau belum, yuk kita sama-sama belajar, ya πŸ˜„!

Sumber

Ibu Yeti Widiati, Psikolog dan Penulis Buku Parenting

Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Gadget Pada Anak?

kapan waktu yang tepat mengenalkan gadget pada anak?

Apa kabar Ayah Bunda? Semoga selalu baik-baik saja dan tetep semangat, ya dalam membersamai buah hati kita. Hari ini lagi-lagi saya ingin membagikan materi seminar yang udah lama sekali saya ikuti, tapi belum sempet saya tulis. Materi seminarnya tentang "Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Gadget Pada Anak?" Sepertinya ini pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh kita para orangtua ya, Ayah Bunda πŸ˜ƒ.

Jujur saya bersyukur sekali mengikuti materi seminar ini. Jadi bikin saya tahu ilmu dan pendapatnya langsung dari ahlinya. Jadi, nggak ngira-ngira lagi menggunakan pendapat saya. Nah, sebelumnya kita berkenalan dahulu ya dengan nara sumbernya. Berikut profilnya: πŸ˜ƒ

Profil Nara Sumber

Nama: Nyi Mas Diane W
Status: Menikah, 1 org putri

Pekerjaan:

1. Praktisi Perkembangan Anak.
2. Nara Sumber KEMDIKBUD R.I, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.
3. Ketua Bidang Koordinator Pengembangan Sumber Daya, YAYASAN BHAKTI ASDIRAA.
4. Ketua Bidang Koordinator Litbang iParent (Ikatan Praktisi dan Ahli Parenting Indonesia)
5. Ketua Umum Alumni Yayasan LEMHANNAS, Banten.

Pendidikan

Pendidikan formal: Sarjana Psikologi.
Pendidilan nonformal:
1.Certified Mercury International as Public Speaker
2. The Institute of Human Potential, Philadhelpia, Praktisi Metode Glenn Doman
3. Certified The Institute of Duta Bangsa.
4. Certified The Institute of Dale Carniege.
5. Certified Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan LEMHANNAS R.I.
6. Dll.

Keahlian: Motivational Speaker

Motto hidup:

"Pada saat kamu membantu Orang lain, sesungguhnya Kamu sedang membantu DIRI KAMU SENDIRI"

Senangnya saya bisa berkenalan dengan salah satu orang hebat ini. Sebenarnya Ibu Nyi Mas ini telah 2 kali memberikan materi seminar tentang gadget. Seminar pertama tentang "Mencegah dan Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget" linknya bisa Ayah Bunda buka di siniya!

Untuk materi seminar yang ke dua ini. Ada 4 catatan penting yang saya ambil dari beliau yaitu:

Kapan Waktu Yang Tepat Mengenalkan Gadget Pada Anak?


πŸ“±Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) dari USA, anak-anak di bawah usia 2–3 tahun tidak diperbolehkan menggunakan gadget, TV, atau media digital lainnya. Gadget, TV, dan media digital lainnya memang dapat memberikan dampak positif. Namun, akan lebih banyak dampak negatifnya jika diberikan kepada bayi dan anak-anak tanpa bijaksana.

dampak negatif tontonan TV dan gadget

πŸ“±Ada pro dan kontra yang tidak kunjung usai mengenai gadget untuk anak. Di satu sisi, orangtua tidak ingin anaknya menjadi tertinggal dalam hal teknologi, di sisi lain, ada banyak dampak negatif secara fisik dan mental untuk perkembangan anak. Karena gadget adalah hal yang tidak dapat ditinggalkan sepenuhnya dan tidak selalu membawa pengaruh baik, perlu adanya pembatasan dalam penggunaannya.

Baca juga: Peran Orang Tua Dalam Pengasuhan Anak Di Era Digital 

πŸ“±Tidak ada aturan baku, kapan waktu yang tepat memberikan gadget kepada anak. Yang terpenting, orangtua harus membangun kesadaran anak untuk menggunakan gadget sesuai dengan fungsinya. Jadi, sebelum memberikannya, orangtua perlu mengedukasi anak perihal fungsi gadget. Selain itu, sebaiknya sebelum memberikan gadget, harus ada komitmen terlebih dahulu mengenai fungsi penggunaan gadget tersebut. Tidak justru sebaliknya, memberikannya dulu, baru membuat komitmen.

πŸ“±Hal yang perlu diingat, semakin lama Ayah Bunda menunggu untuk memberikan gadget kepada anak. Hal itu akan semakin baik.

Nah, sekarang kita jadi tahu ya, Ayah Bunda. Sebaiknya bagaimana bersikap tentang gadget ini pada anak. Walau pun nggak bisa kita pungkiri juga ya Ayah Bunda, kita terkadang suka dibuat terpaksa juga memberikan gadget pada anak di saat belum waktunya. Apalagi ibu rumah tangga yang seharian di rumah dengan anak. Agar kita bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Kita jadi suka memberikan anak gadget atau TV sebagai pengalihan. Kalau nggak gitu. Kapan pekerjaan rumah beres ya hahaha πŸ˜‚

Saya mengerti sekali kerempongan para ibu, baik itu ibu rumah tangga mau pun wanita karier. Karena kerasa sama saya, yang juga sebagai ibu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Soalnya sesekali saya masih memberikan gadget pada Erysha (1y9m) di saat yang benar-benar mendesak. Yah apa pun itu alasannya. Tetep saja ya, apa yang kita lakukan itu tidak bisa menjadikan pembenaran untuk membenarkan apa yang kurang tepat. Tetap kita harus berusaha memberikan yang terbaik untuk anak kita.

Jadi buat para Ayah, kalau nggak mau anaknya dikenalkan gadget sejak dini oleh bundanya anak-anak. Jangan lupa juga bantuin pekerjaan rumahnya. Agar para Bunda pun memiliki banyak waktu dalam membersamai para buah hatinya dengan hati yang tenang pula. Kalau yang ini pasti para Bunda setuju, ya 😍.

Kalau Ayah Bunda saat apa sih memberikan gadget pada anak? Kalau saya, di saat saya sedang benar-benar lelah sekali dan hanya ingin duduk sebentar untuk menarik nafas panjang πŸ˜‚. Tetapi durasinya cuma sebentar sih karena Eryshanya masih kecil sekali. Semoga materi seminar tentang "Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Gadget Pada Anak?" Ini bisa bermanfaat pula untuk Ayah dan Bunda di rumah πŸ™







Sudahkah Bunda Memiliki 3 Benda Penting Ini Untuk Menstimulus Tumbuh Kembang Anak Di Rumah? Yuk, Temukan Di Shopback Saat Harbolnas Nanti!

sudahkah bunda memiliki 3 benda penting ini untuk menstimulus tumbuh kembang anak di rumah? yuk, temukan di shopback saat harbolnas nanti!
www.pixabay.com

Tak terasa Erysha 3 bulan lagi berusia 2 tahun. Banyak sekali kejutan yang Erysha berikan pada saya. Saya selalu takjub dengan setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Karena memang sebagai orangtua, saya selalu berusaha menstimulus tumbuh kembang Erysha di rumah agar potensi Erysha berkembang dengan optimal.

Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Distimulus

stimulus tumbuh kembang anak
www.pixabay.com

Ada beberapa aspek tumbuh kembang Erysha yang saya stimulus seperti:

Aspek Agama
Saya memang ingin mengenalkan Erysha pada Allah dari sejak dini. Karena bagi saya, mengenalkan Erysha pada penciptanya akan membuat Erysha mencintai Tuhannya selamanya.

Tanamkanlah pada anak bagaimana cara mencintai Tuhannya. Hingga kelak, ketika ia belajar beribadah. Bukan lagi karena dilandasi rasa takut padaNya tetapi, karena rasa cintaNya pada Tuhannya

Aspek Bahasa
Di usia Erysha saat ini, Erysha telah bisa berbicara bukan hanya sekedar kata tetapi, telah berupa kalimat seperti "Bunda tolong minum" atau "nggak mauh ah dede". Nah, kalau Erysha sudah berbicara "nggak mau ah" itu adalah salah satu momen yang bikin saya baper hihihi πŸ˜‚. Efek dari perkembangan bahasa Erysha yang terstimulus dengan baik jadi, memberikan PR baru pula untuk saya πŸ˜‚.

Aspek motorik
Motorik ini terbagi 2 yaitu motorik halus dan motorik kasar

πŸ‘‰ Motorik Halus
Motorik halus sangat penting sekali saya stimulus pada Erysha. Dimana, motorik halus ini akan mempermudah ketika Erysha belajar kemandirian nanti seperti belajar makan sendiri, berpakaian sendiri, memakai sepatu sendiri dll

πŸ‘‰ Motorik kasar
Erysha kurang menyukai kegiatan fisik seperti berlari, naik turun tangga, manjat-manjat dll. Padahal itu semua bisa membantunya dalam mentimulus motorik kasarnya. Karena, Erysha kurang menyukai aktivitas fisik. Sehingga, membuat saya sebagai orangtua sengaja membuat permainan di rumah untuk mengarahkan Erysha mau melakukan aktivitas fisik. Walau, motorik kasar Erysha belum bagus, tetapi paling tidak dengan dibantu stimulus di rumah. Bisa dikatakan sesuai dengan seusianya.

Aspek Emosi
Saya pun membantu erysha dalam menstimulus perkembangan emosinya di rumah seperti, mengajak Erysha untuk berkenalan dengan rasa sakit yang dirasakan orang lain atau hewan, membantu Erysha menamai atau melabeli perasaanya sendiri. Seperti, ketika Erysha marah saya langsung peluk Erysha sambil bilang "Erysha marah, ya" atau emosi yang lainnya. Sehingga ketika Erysha berbuat salah, ia sudah mau untuk meminta maaf dan bahkan terkadang memeluk saya. Diinget-inget lagi, Erysha so sweeeet sekali, ya 😍. Tak sia-sia Bundanya membantu perkembangan emosinya di rumah

Aspek Sensori



Banyak cara saya untuk menstimulus aspek sensori Erysha. Seperti, memberikannya kacang hijau untuk ia pegang dan pindahkan, membiarkan Erysha membantu saya mengupas telur rebus, walau sebenarnya malah pekerjaan saya yang menjadi bertambah karena harus membereskan sisa kulit telurnya atau harus ikhlas telurnya hancur karena diremas-remas oleh Erysha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Tidak apa-apa, yang terpenting Erysha bisa belajar dari sana. Saya pun suka mengajak Erysha berbelanja ke swalayan untuk menstimulus pendengarannya dengan suara keramaian, menstimulus penglihatannya dll. Lebih bagusnya sih membawa Erysha ke pasar. Cuma sayanya belum sanggup wkwkw πŸ˜‚. Tau sendiri kan ribetnya gimana. Pokoknya banyak cara yang saya lakukan untuk menstimulus aspek sensori ini

Aspek Kemandirian
Dari usia Erysha 1 tahun. Saya telah mengarahkan Erysha untuk makan sendiri. Walau belum konsiten untuk makan sendiri. Tetapi paling tidak Erysha sudah mau dan masih banyak kemandiriannya yang lain, yang saya biasakan sejak dini. Terima kasih, Nak 😘.

Aspek Kognisi
Erysha sekarang sudah tau dan bisa menyebutkan atau menunjukkan nama anggota tubuhnya maupun orang lain. Bahkan nama ketiak atau pusar aja Erysha, tau πŸ˜‚. Erysha pun sudah mengenal warna, walaupun semua warna benda di mata Erysha jadinya warna biru atau pink πŸ˜‚. Dan masih banyak perkembangan kognisinya yang lain

Aspek Sosial
Erysha itu dominannya berkarakter pendiam, tenang, dan kalem jika di luar rumah. Akhirnya saya sengaja menstimulus Erysha dengan sering mengajak Erysha bermain keluar rumah. Seperti jalan-jalan keliling komplek, mengajak Erysha menyapa setiap orang yang kita temui di jalan, atau mengajak Erysha bersalaman dengan orang lain. Karena sering di bawa keluar, Erysha sekarang mulai berani sedikit mengeluarkan suaranya di depan orang luar dan nggak langsung menangis lagi jika bertemu orang baru

Baca juga: Konsep Pendidikan dan Pengasuhan Anak

Itu semua hanya sebagian kecil saja dari perkembangan Erysha dan saya hanya menuliskan sedikit cara menstimulus anak di rumah.

Saya tahu, setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Tetapi, paling tidak anak yang terstimulus dengan baik tentu berbeda hasilnya dengan anak yang tidak terstimulus. Dan sebagai orangtua, saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya, Erysha.

Baca juga: Termasuk Tipe Orang Tua yang Manakah Kita?

Saya berusaha menstimulus Erysha tanpa paksaan tetapi dengan cara menyenangkan. Karena saya tidak mau Erysha tidak menyukai proses belajarnya. Karena saya tahu ....

Ada yang lebih penting dari sebuah hasil. Yaitu, bagaimana cara kita membersamai anak dalam proses belajarnya

Dalam menstimulus tumbuh kembang Erysha. Pastinya saya memerlukan beberapa media penting untuk membantu saya di rumah. Nah, benda apa saja yang bisa kita jadikan media belajar?

Benda Penting yang Perlu Dimiliki Orangtua dalam Menstimulus Tumbuh Kembang Anak


buku erysha dan buku cerita
Buku Erysha

1. Buku
Buku adalah salah satu cara saya menstimulus Erysha di rumah. Kenapa? Karena buku memiliki banyak sekali manfaat seperti

a. Membangun bonding orang tua dan anak
b. Mengenalkan dan menambah kosakata baru pada anak
c. Mengembangkan daya imajinasi anak
d. Menambah pengetahuan anak
e. Merangsang rasa ingin tahu anak
f. Mengenalkan warna
g. Membentuk kebiasaan baik pada anak
h. Membuat anak menyukai buku dan menumbuhkan minat baca anak
i. Melatih komunikasi dan perkembangan bahasa anak
j. Menstimulus artikulasi ucapan anak
k. Menstimulus kemampuan anak  berbicara
l. Melatih motorik halus anak ketika membuka setiap lembaran kertas buku
m. Membuat anak semakin pintar
n. Mengenalkan anak dengan ritme dan melodi bahasa kepada anak seperti mengenal intonasi, artikulasi pengucapan  dll
o. Merangsang kreativitas anak
p. Mempersiapkan anak untuk belajar membaca kelak, ketika usianya sudah matang untuk belajar membaca
q. Menambah kecerian orang tua dan anak saat berkegiatan
r. Bisa menyanpaikan kebaikan atau karakter yang baik lewat cerita
s. Sebagai sarana untuk memotivasi anak
t. Membentuk karakter anak dari dini
u. dll.

2. Mainan edukasi
Belajar dengan mainan edukasi dapat membuat anak belajar dengan cara menyenangkan. Banyak sekali aspek yang bisa terstimulus dengan mainan edukasi ini, tanpa membuat anak merasa belajar

3. Peralatan edukasi anak
Banyak sekali macam-macam peralatan edukasi seperti buku gambar, alat mewarnai, cat, pernak pernik untuk menghias hasil karya anak, dll. Dimana peralatan edukasi ini pun mampu menstimulus aspek tumbuh kembang anak

Karena sebentar lagi juga Erysha akan memasuki fase penyapihan dari menyusunya. Sehingga, saya ingin menambah koleksi dari 3 benda penting di atas sebagai salah satu media pengalihan Erysha dari kegiatan menyusunya dan karena Erysha juga semakin besar. Jadi, akan semakin luas Erysha dikenalkan dengan banyak hal dan bereksplore ini itu

Mengapa Memilih Belanja Online?

alasan memilih belanja online
www.pixabay.com

Sayangnya sebagai ibu rumah tangga. Membuat ruang gerak saya keluar terbatas. Apalagi Erysha dititipkan ke siapa, karena Ayahnya bekerja. Terus kalau hari libur rasanya lelah, ya kalau nyari barang segitu banyaknya. Belum lagi menguras tenaga, waktu dan biaya. Ya sudah saya putuskan untuk belanja online saja. Kalau ada yang mudah dan praktis, kenapa harus mencari yang sulit

Apalagi saya baru tahu nih dari tetangga tentang Harbolnas. Langsung, deh saya menabung dulu biar bisa belanja pas HARBOLNAS nanti hehehe

Apa Itu Harbolnas?

harbolnas (hari belanja online nasional)
www.pixabay.com

Apa sih itu Harbolnas? Harbolnas merupakan kepanjangan dari Hari Belanja Online Nasional. Dimana, akan ada acara promo dan diskon tahunan yang diselenggarakan oleh berbagai e-commerce di Indonesia dengan dukungan dari berbagai mitra kerja sama, seperti pelaku industri telekomunikasi, perbankan, logisitik hingga media. Harbolnas ini akan akan jatuh pada tanggal 12 Desember setiap tahunnya. Wah, tanggal cantik, ya. Yuk, kita catat tanggalnya, Bunda!

Karena promo dan diskon yang ditawarkannya nggak tanggung-tanggung, lho. Besarrrrrr 😱

Wish List Barang Impian Di Shopback


Langsung deh saya siapkan  Wish List barang yang ingin saya beli. Niatnya sih cuma ingin beli 3 barang aja. Tapi, karena harbolnas. Jadinya saya menyiapkan semua barang yang saya inginkan. Seperti:

1. Mainan Edukasi Hafiz Talking Doll di Elevania 

hafiz talking doll
Elevania

Saya ingin Erysha suatu hari nanti, bisa juga jadi penghapal Quran dan ini salah satu media untuk membuat Erysha mencintai Allah dan agamanya dengan cara menyenangkan sejak dini. Karena Ia harus tahu betapa Tuhannya mencintainya

2. Sepeda United Sepeda Anak 12" Pom Pom" di Lazada

sepeda anak perempuan

Saya menginginkan sepeda ini untuk Erysha. Untuk mengurangi kesulitan saya dalam menstimulus motorik kasar dan keseimbangan Erysha. Selain itu juga bisa mengajak Erysha berkenalan dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan sepeda

3. Paket Buku Edukasi "Buku Bayi-Paket Buku Rabbit Hole Lengkap" di Lazada 

paket buku lengkap rabbit hole
Lazada

Paket buku ini komplit, deh. Termasuk bisa mengajarkan Erysha tentang emosi melalui buku. Karena emosi itu abstrak, ya dan anak usia dini itu sulit untuk mempelajari secara abstrak. Jadi, agak sulit mengenalkan emosi jika tidak dibantu lewat media juga. Bagi saya, mengenalkan emosi pada anak itu perlu dimulai sejak dini. Agar kelak anak menjadi pribadi yang mampu mengendalikan emosinya dan tahu cara menyalurkan emosinya dengan cara yang tepat.  Saya inginnya paket buku rabbit hole ini yang khusus perempuan dan berbahasa Indonesia soalnya ada yang buat anak laki-laki dan berbahasa Inggrisnya

4. Rak Buku Uni Home di Lazada

rak buku

Saya membutuhkan sebuah rak buku untuk Erysha. Karena Erysha mempunyai banyak buku dan ingin menambah koleksi bukunya. Tetapi, belum punya rak buku T_T. Jadi bingung deh nyimpennya dimana. Selain itu membuat saya agak kesulitan pula untuk mengajarkan Erysha kemandirian dalam merapihkan bukunya kembali. Jika, rak bukunya belum ada

Semoga semua barang impian saya ini, bisa segera saya dapatkan untuk Erysha πŸ™


Tips Cermat dan Hemat Berbelanja Barang Impian Lewat Shopback saat Harbolnas Nanti

tips belanja hemat dan cermat
www.pixabay.com

Agar kita bisa belanja dengan hemat dan juga cermat saat harbolnas nanti. Ini dia tipsnya dari saya

1. Siapkan barang impian kita, lalu beli di saat harbolnas. Agar tidak ada yang terlewati enaknya di list dulu untuk menghindari pemborosan juga dan kita tetap bisa hemat
2.Cari harga yang sesuai dengan dana kita tetapi, barang tetap berkualitas dari beberapa e-commerce yang berafiliate dengan ShopBack
3. Ikuti semua media sosial ShopBack agar mempermudah kita untuk mendapatkan info promo atau pun diskon
4. Manfaatkan harbolnas untuk belanja sepuasnya agar mendapatkan banyak diskon dan promonya
5. Bagi yang mempunyai kartu kreditnya pun, bisa dimanfaatkan untuk mencari promo atau diskon khusus bagi penggunanya, lho.

Nah, itu wist list saya untuk belanja di harbolnas nanti, semuanya untuk menstimulus tumbuh kembang Erysha di rumah. Kalau Bunda, apa saja barang impiannya? Yuk, kita siapkan wist listnya dari sekarang, ya!


Ini Dia 12 Me Time Menyenangkan yang Bisa Menjadi Pilihan Bunda

ini dia 12 me time menyenangkan yang bisa menjadi pilihan bunda

"Me Time adalah cara kita untuk membahagiakan diri kita, agar kita memiliki banyak kebahagian pula untuk bisa kita berikan kepada orang lain" Bunda Erysha

Sebagai seorang ibu, baik itu ibu rumah tangga mau pun ibu bekerja. Sama-sama kita membutuhkan yang namanya "Me Time", ya. Seperti posisi ibu rumah tangga nih, yang kerjaan rumah tuh rasanya itu nggak beres-beres ya, Bun. Belum lagi seharian kita ngedapetin interupsi anak. Nangislah, numpahin makananlah, mau ini itulah. Dan pekerjaan yang monoton yang begitu aja tiap hari. Ditambah lagi, kita jadi nggak punya banyak waktu untuk bersosialisasi. Bener kan, bun? Ayo ngakuuuuu. Bikin kita bener-bener sampai kehilangan waktu untuk diri kita sendiri.

Baca juga: Jangan Katakan 9 Hal Ini Pada Ibu Rumah Tangga

Atau posisi sebagai ibu bekerja yang mengharuskan kita telah bangun pagi-pagi sekali, memasak, dan menyipkan keperluan anak-anak sebelum kita berangkat kerja. Lalu di tempat kerja, terkadang kita suka ada masalah ya, Bun dengan atasanlah, dengan rekan kerjalah atau lingkungan bekerja yang kurang sehat. Ditambah lagi kepadatan lalu lintas membuat kita rasanya semakin lelah di jalan dan sepulang bekerja, waktunya mengurus anak-anak.

Hahhhhh *tarik nafassss. Rasanya ingin teriak "lelahhhhhhhh". Semua aktivitas tersebut membuat kita sampai lupa menyempatkan diri untuk me time. Padahal me time, ini penting banget ya, Bunda buat kita. Lalu ketika seorang ibu kehilangan "Me Timenya", apa yang terjadi?

Dampak Jika Bunda Tidak Memiliki Me Time

dampak  jika  seorang ibu  tidak memiliki me time

1. Rentan stres
Ya iyalah siapa coba yang nggak stres menjalani aktivitas yang begitu saja setiap harinya. Monoton dan terasa membosankan. Jadi ketika kita tidak memiliki me time, maka kita pun akan rentan terkena stres dalam hidup kita bahkan depresi.

Baca juga: Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

2. Uring-uringan
Siapa yang kalau kurang me time jadinya suka uring-uringan? Sayaaaa hihihi *ngaku. Ketika kita kurang me time, akan membuat pikiran dan emosi kita tu jadi nggak bener. Bawaanya itu serba salah deh. Rasanya itu susah buat berpikir jernih

3. Mudah marah
Pernah nggak sih, Bun, cuma karena hal kecil dan sepele, kita jadi mudah marah ama anak atau pun pasangan kita? Pasti pernahlah, ya. Kita itu jadinya, kurang sabar deh dan tidak mentoleransi hal kecil kesalahan yang di lakukan anak dan pasangan kita. Maunya itu harus sesuai dengan keinginan kita. Wah, kalau udah ke fase ini, bahaya nih. Soalnya kita bisa jadi lebih mudah bertengkar dengan pasangan kita hanya karena hal nggak penting. Nggak, mau kan ya kita sampai kayak gitu!

4. Menjadi kurang bersyukur
Rasa bosan dengan semua aktivitas kita, ditambah lagi dengan semua kelelahan yang kita rasakan. Membuat kita terkadang hanya fokus dengan rasa lelah kita, sehingga kita lupa untuk mensyukuri banyak hal. Lalu, bagaimana kita bisa mensyukuri dan merenungi banyak hal jika kita tidak memberikan waktu untuk diri kita sendiri untuk merenung dan beristirahat?

5. Kurang bersemangat
Pastinya akan membuat kita kurang bersemangat dan bergairah juga ya, Bun dalam menjalani aktivitas kita. Jika, kita tidak dengan sengaja menyempatkan diri untuk me time.

6. Sulit mempertahankan kewarasan
Bagaimana tidak, jika seharian kita mendapatkan problematika dengan anak, pekerjaan rumah, mengurus suami atau lingkungan kantor. Membuat emosi kita naik turun. Jadi, me time itu dibutuhin untuk menstabilkan emosi dan mempertahankan kewarasan kita ya, Bun. Setuju bundaaa? πŸ˜‚

12 Pilihan Me Time yang Menyenangkan Untuk Para Bunda 


me timr untuk ibu

1. Jalan-jalan
Jalan-jalan ini bisa saja jalan-jalan ke mall, traveling, berkunjung ke rumah sahabat dan lain-lain. Tetapi, jalan-jalan juga nggak harus selalu yang jauh-jauh atau ngeluarin duit ya, Bun. Jalan-jalan sambil berolahraga pagi dan menyapa semua orang, itu juga menyenangkan kok. Bahkan menurut penelitian, olahraga pun mampu lho mengurangi rasa stres seseorang.

2. Dandan
Bundaaaa terkadang karena kelelahan membuat kita ga sempat dandan atau udah males ya. Tetapi, cobain deh dandannya, dandanan yang sederhana aja seperti berpakaian rapi, pakai pelembab, lisptik aja untuk menyambut suami pulang. Itu juga me time, lho. Kok bisa? Iya karena ketika kita berdandan itu membuat perasaan kita menjadi senang, trus meningkatkan rasa percaya diri kita dan kita pun merasa cantik akan diri kita.

Eh, perempuan itu perlu lho, untuk merasa cantik, karena memang begitulah kodratnya kita sebagai kaum hawa, menyukai kecantikan. Kalau udah ngerasa cantik gtu. Suka tiba-tiba jadi bersemangat lagi. Cobain, deh! 😍

3. Makan makanan kesukaan
Wah kalau me timenya makan mie rebus malem-malem, pakai telor dan pedes. Itu adalah kesukaan sayaaaa. Apa Bunda juga suka? Terkadang, karena aktivitas yang melelahkan seharian. Membuat kita jadi bisa mensyukuri hal sederhana,ya. Bisa makan mie rebus enak tanpa tangisan anak atau banyak iklannya. Terasa sekali nikmatnya, ya Bun 😍😍😍

Atau bunda juga bisa makan makanan kesukaannya ditemani oleh secangkir minuman hangat. Wah kebayang kan, Bun betapa menenangkannya itu

4. Baca buku
Bunda suka buku apa? Buat para bunda yang suka membaca buku. Kegiatan membaca buku, bisa kita jadikan me time kita. Selain menambah ilmu, membaca buku pun bisa memberikan kita hiburan dan membuka pikiran kita.

5. Nonton
Nonton juga me time kesukaan saya. Pengennya sih nonton ke bioskop tetapi, karena nggak sempet jadi saya paling suka nonton drama korea di rumah hihihi. Nah, kegiatan nonton ini rekomendasi deh buat para bunda yang kebingungan ngisi me timenya dengan apa

6. Menulis
Saya pernah baca, sebaiknya untuk para ibu rumah tangga yang ruang sosialisasi dan publiknya terbatas. Disarankan untuk suka menulis buku diari. Karena salah satu manfaat menulis adalah bisa memberikan terapi pada jiwa kita, agar tidak mudah terkena stres dan depresi

7. Ke salon
Siapa yang pengen me timenya ke salon? Sayaaaa. Setiap perempuan rasanya pengen ya, bun me time itu bisa ke salon. Tapi terkadang apa daya, sejak jadi ibu. Setiap mau ke salon langsung berpikir "Ah daripada uangnya dipake buat nyalon, mendingan buat beli diapers anak aja" karena mikirnya kebutuhan anak mulu akhirnya, kita nggak jadi-jadi deh ke salonnya wkwkwkwk. Siapa yang suka begitu? Sayaaa lagi πŸ˜‚. Tapi, kali-kali kita nggak apa-apa deh Bun nyalon dan melupakan semuanya.

8. Berkumpul dengan teman-teman
Sejak jadi ibu kita jadi jarang banget ya, Bun berkumpul ama temen-temen kita. Nah, kalau Bunda ingin me time, bisa juga memanfaatkan me timenya dengan berkumpul dan bercanda tawa bersama temen-temen. Pastinya seru sekali. Jangan sungkan untuk kembali menghubungi mereka, ya

9. Bermedsos ria
Bermedsos ria salah satu cara kita bersosialisasi lewat dunia maya. Rasanya kita seperti bertemu dengan teman-teman kita, ya. Makanya, kalau udah bermedsos terkadang suka lupa waktu ya, Bun. Tetapi tetep kita perlu bijak ya dalam bermedsos ria

10. Perawatan kecantikan di rumah
Di rumah bisa juga lho, Bun kita perawatan kecantikan sendiri seperti memakai masker, mandi yang lama, luluran dll

11. Libur memasak
Terkadang kita terpaksa harus bangun shubuh ya, Bun untuk memasak dan menyiapkan semua kebutuhan keluarga. Coba deh di hari libur, Bunda ikutan juga libur memasak dan kali-kali membeli masakan atau makanan di luar juga nggak apa-apa kan. Yang terpenting jangan sampai kita kehilangan waktu kita

12. Belanja
Wah siapa yang nggak suka belanja? Rata-rata setiap perempuan suka belanja ya, Bun. Yuk, kita nikmati kesenangan kita ini untuk me time! Apalagi sekarang ada belanja online ya, Bun. Jadi, semakin memudahkan kita aja tanpa harus keluar rumah. Eitsss tapi hati-hati ya, Bun. Jangan sampai boros hihihi

Baca juga: 9 Alasan Ini yang Akan Menyemangati Bunda Ketika Kelelahan Mengurus Si Kecil

Wah ternyata penting sekali ya, Bun Me Time itu bagi kita yang bernama ibu. Sebagai seorang ibu, terkadang kita ingin dan berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai. Tetapi, setelah itu kita lupa untuk kembali mengisi jiwa kita.
Bagaimana kita akan memberikan kebahagian untuk orang sekitar kita. Jika kita sendiri pun lupa mengisi kebahagian untuk diri kita sendiri. Lalu, mau apa yang akan kita berikan?
Dan salah satu cara mengisi jiwa kita adalah dengan menyediakan waktu untuk diri kita sendiri yang bernama "Me Time". Kalau Bunda, paling suka me  timenya no berapa? Kalau saya no 3 dan no 5 hihihi