Mendisiplinkan Anak Dengan Cara yang Menyenangkan


Hai, Ayah Bunda. Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah seminar parenting dengan judul "Mendisiplinkan Anak Dengan Cara yang Menyenangkan". Dimana, pembicaranya adalah Ibu Miarti Yoga. Nah sebelum kita, membahas isi seminarnya, yuk kita kenalan dahulu dengan sosok pembicara hebat ini. Berikut profilnya:

Profil



Nama : Miarti Yoga
Tempat tanggal lahir : Ciamis, 22 Maret 1981
Status : Menikah dengan Yoga Suhara, ST
Anak : Khairy Aqila Shidqi dan Fariza Tresna Hazimah
Alamat :
Telepon :
FB/Instagram/Twitter/Line : Miarti Yoga

Aktivitas:
✅ Direktur Sekolah Ramah Anak Zaidan Educare
✅ Penulis lepas di berbagai media cetak nasional
✅ Penulis buku-buku parenting (Unbreakable Woman, Best Father Ever, Adversity Quotient)
✅ Relawan Literasi Jawa Barat
✅ Kontributor Ahli rubrik parenting di Majalah Intima'
✅ Nara sumber seminar parenting di berbagai lembaga
✅ Nara sumber workshop dan pelatihan pendidikan guru TK/PAUD
✅ Pengasuh Bincang Pengasuhan Online di komunitas Keluarga Ramah Anak
✅ Manager Seba Music Entertainment

Motto : *Semangat, Berkarya, Bermanfaat*

Bagaimana Ayah Bunda, Ibu satu ini keren, kan?. Nah, sekarang kita simak yuk, isi seminarnya yang sudah saya rangkum di sini!. Semoga bermanfaat, ya

Paradigma Disiplin

Banyak orang tua bertanya. Bagaimana cara membangun, membentuk, memproses disiplin pada buah hati dengan cara menyenangkan?. Sebelum itu, kita harus samakan dahulu paradigma tentang disiplin itu sendiri. Kata disiplin itu, selalu identik dengan keras, militer, kaku, dan otoriter. Padahal sesungguhnya, disiplin itu tidaklah begitu, Ayah Bunda.


        Jika kita menerapkan disiplin itu dengan keras dan otoriter, maka lama-lama itu akan menjadi masalah dikemudian hari dan bom waktu yang akan membuat anak meledak suatu hari nanti. Akibat dari penanganan yang salah ini, dimulai dari pemahaman kita yang salah pula.

        Jadi, yang perlu kita garis bawahi adalah bahwa disiplin itu, bukan sesuatu yang kaku tanpa ampun. Tetapi, disiplin itu harus dibangun dengan cara yang ramah anak dan natural. Membangun disiplin dengan cara natural akan lebih mengena di hati anak. Karena secara tidak langsung otak bawah sadar anak akan merekam setiap jejak, merekam setiap perjalanan yang mengalir begitu saja sehingga pada akhirnya membentuk suatu kondisi. Dimana kondisi tersebut bernama "Motivasi Internal"

Motivasi Internal

Di era yang serba modern saat ini. Dimana kita banyak berbicara tentang bagaimana itu pendidikan karakter baik itu di sekolah- sekolah, seminar dan di pelatihan-pelatihan parenting. Ada yang seharusnya kita sadari.  sesungguhnya jika kita membuka Al-Quran dan Shiroh Nabawiyah. Banyak kita temukan contoh pendidikan karakter itu pada sosok sebaik-baik manusia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

        Bahwa, pendidikan karakter itu bisa kita pelajari dari sosok beliau. Dari perjalanan hidup beliau, karakter beliau dan sikap beliau bahkan sampai ke tingkat motivasi internal yang telah terbentuk sejak beliau masih kecil.

        Sederhananya penanaman motivasi internal itu, seperti anak sudah dibiasakan untuk menutup gelas minumnya sendiri, meletakkan pakaian kotornya sendiri ke tempat cucian walaupun anak belum mampu ke tahap bisa mencuci sendiri dll. Artinya, bahwa motivasi internal itu disuruh atau tidak disuruh, dilihat atau tidak dilihat, diminta atau tidak diminta atau bahkan dinilai atau tidak dinilai sekali pun, anak akan tetap melakukannya. Berjalan dan mengalir secara alami.

        Kondisi tersebut adalah rangkaian dari pembelajaran disiplin. Jadi, disiplin dan kekuatan karakter merupakan sesuatu hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan bagaikan dua mata uang. Jika seorang manusia memiliki motivasi internal. Maka, motivasi internal tersebut akan membawanya ke arah spiritual.

Karakteristik Anak

        Ayah Bunda, sebelum kita belajar tentang trik mendisiplinkan anak. Kita harus terlebih dahulu mengetahui dan memahami apa saja karakteristik anak, tepatnya anak usia dini, yaitu:

1. Anak butuh suasana bermain

Karena namanya juga anak-anak, ya Ayah Bunda, tentu dunia mereka adalah dunia bermain karena mereka senang bermain

2. Anak itu energetik

Mereka memiliki energi yang berlebih sehingga tidak bisa duduk diam, tidak bisa dibawa kaku, senang ke sana kemari dan mencoba ini itu

3. Mereka butuh suasana gembira

Ayah Bunda, anak-anak itu butuh suasana yang gembira. Maka, wajar mereka butuh ekspresi dari orang-orang dewasa.

        Setelah kita mengetahui karakteristik anak. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa anak-anak butuh suasana-suasana yang mengalir gembira dan bahagia. Oleh karenanya, ketika kita mendisiplinkan anak tidak bisa dengan verbal "Kamus harus begini, kamu harus begitu", "Kamu tidak boleh begini, kamu tidak boleh begitu". Nah, untuk anak itu tidak berlaku. Kenapa? Karena tadi kita bertolak kembali kepada karakteristik mereka.

Trik Mendisiplinkan Anak dengan Cara Menyenangkan

        Jadi trik mendisiplinkan anak dengan cara menyenangkan adalah

1. Komunikasi


Ayah Bunda, komunikasi itu mudah, murah. Apa susahnya ketika kita bertemu anak kita peluk, kita cium, kita tatap matanya, kita pegang tangannya, kita belai, itu adalah komunikasi verbal pertanda sayang. Kenapa ini perlu? Karena ketika kita menjadi orang tua yang kaku, bagaimana anak bisa menyampaikan ketidaknyamanannya, menyampaikan instruksinya? Anak tidak akan berani. Tetapi, ketika kita ekspresif, full kasih sayang kepada anak. Hal seperti apapun yang dirasakan anak, akan anak ungkapkan kepada kita termasuk ketika dalam proses belajar disiplin. Jadi, komunikasi merupakan harga mati buat semua orang tua

2. Dekatkan anak dengan aturan-aturan yang Allah mau dan sukai

Apa itu, aturan-aturan yang Allah mau dan sukai? Yaitu, aturan seperti belajar sholat, belajar shaum, belajar wudhu, belajar ke mesjid dll.

        Kita tentu tidak mengajarkan anak shalat ketika usianya telah diwajibkan saat shalat, bahkan anak usia 4 tahun bisa juga kita ajarkan untuk belajar shaum misalnya cuma ikut shaurnya saja atau berbuka disaat masih pagi hari. Tentu saja semua itu diajarkan dengan hal-hal yang sederhana dan sesuai dengan tahapan-tahapannya ya, Ayah Bunda.

3. Jangan lupa berikan anak apresiasi

Ketika anak berhasil melakukan sesuatu walau pun hal sederhana sekalipun. Yuk, berikan anak apresiasi seperti pujian, "Wah, adik pinter", Wah, kakak hebat" dan contoh lainnya

4. Anak-anak butuh latihan


Jangan lupakan bahwa anak-anak kita butuh latihan, latihan pendewasaan. Meskipun, bentuknya bukan suruhan. Tetapi, bisa kita kondisikan. Apa contohnya? Si kakak ngasuh adik yang sekian dan adik yang sekian menggait adik no sekian dll. Ini bukan berarti penugasan yang tidak manusiawi. Tetapi, ini adalah salah satu contoh bagaimana anak bisa mandiri dan disiplin dengan proses yang alamiah tersebut.

        Jadi, Ayah Bunda, latihlah anak untuk disiplin dari usia dini. Tentunya dengan cara yang menyenangkan, alamiah dan disesuaikan pula dengan karakteristik anak. Tidak memaksa, tetapi mengarahkan dan mengkondisikan anak untuk mandiri sehingga anak memiliki motivasi internal dari dirinya sendiri dan terbentuk karakter yang kuat pula pada anak hingga anak dewasa nanti.

Baca Juga: Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan Atau pun Teriakan 

        Wah, materinya cocok sekali ya, Ayah Bunda untuk bekal kita sebagai orang tua. Nah,  apa Ayah Bunda sendiri sudah menerapkan trik mendisiplinkan anak dengan cara menyenangkan di rumah?. Jika belum, Yuk kita belajar bersama-sama, ya
 

Ini Dia 10 Nilai Edukasi yang Didapatkan Anak Dari Tempat Wisata Warisan Dunia

Tempat Wisatan Warisan Dunia yang Banyak Nilai Edukasinya Untuk Anak

Pada tahun 1991, Unesco (United Nations Educational, scientific and Cultural Organization) yaitu, sebuah organisasi internasional di bawah PBB yang bertugas untuk membina kerjasama yang berhubungan dengan pendidikan, sains dan kebudayaan. Menetapkan bahwa Candi Borobudur di Indonesia sebagai warisan kebudayaan dunia (World Heritage).  Dimana, salah satu program Unesco adalah ikut melestarikan sebuah kebudayaan yang merupakan warisan budaya dunia, termasuk Candi Borobudur ini.

        Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini, didirikan pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra pada abad 800 masehi. Dimana dinasti Syailendra adalah dinasti pemerintahan Agama Budha terbesar di Indonesia dan Candi Borobudur ini merupakan candi terbesar di dunia.

        Bangunan candi ini terdiri dari 10 tingkat berupa punden berundak-undak. Di dinding Candi Borobudur terdapat 2.772 panel relief, 504 patung Budha, dan 72 stupa. Candi ini memiliki ukuran 123 m x 123 m dan tingginya kurang lebih 42 meter.  Bangunannya terlihat megah dan kokoh sekali. Setiap pahatan dan reliefnya mengandung nilai seni yang tinggi. Dan sungguh mahakarya yang hebat dari peradaban manusia dan memiliki nilai kebudayaan yang tinggi pula.

        Semua kelebihan yang dimiliki oleh candi Borobudur ini. Tak heran banyak wisatawan yang datang melihat dan berwisata ke candi ini, baik wisatawan yang berasal dari lokal maupun interlokal.



Berwisata merupakan salah satu kebutuhan kita sebagai manusia, dalam menghibur diri. Begitu juga dengan anak-anak. Namun, tidak semua tempat wisata cocok untuk anak-anak.

Ada beberapa hal, yang perlu kita pertimbangkan ketika memilih tempat wisata yang baik untuk anak, yaitu:

1. Jarak

Jarak perlu kita perhatikan ketika membawa anak-anak. Karena jarak tempuh yang jauh akan memakan waktu yang lama. Itu akan membuat anak-anak akan kelelahan dan merasa bosan di perjalanan. Sehingga ketika sampai ke tempat tujuan, membuat anak kurang bersemangat dan kurang terhibur di tempat wisata.

Tetapi kita tidak perlu khawatir, karena sekarang banyak penginapan atau hotel-hotel terdekat dan bahkan banyak pula fasilitas mobil travel yang akan membuat kenyamanan berwisata keluarga kita ke Candi Borobudur ini

2. Lingkungannya aman untuk anak

Lungkungan yang aman untuk anak merupakan pertimbangan kita berikutnya. Lingkungan aman, akan membuat orang tua tidak banyak memberikan larangan kepada anak sehingga membuat anak dengan bebas berekplore dan orang tua pun, dengan mudah mengawasi anak dan tempat wisata candi Borobudur ini sesuai dengan kebutuhan anak dan orang tua. Karena di sana, tidak ada tempat yang dapat membahayakan anak. Walau begitu, tetap perlu di bawah pengawasan orang tua

3. Ada nilai edukasinya

Jika kita mengajak anak berlibur, sebaiknya bukan hanya sekedar mencari kesenangan saja yang kita berikan pada anak. Tetapi di dalamnya, harus ada nilai edukasinya yang bisa kita berikan pada anak. Tempat wisata warisan budaya dunia ini, yaitu candi Borobudur selain bisa jadi tempat bersenang-senang, tetapi juga banyak nilai edukasi di dalamnya
     
       Ada banyak nilai edukasi yang bisa kita berikan pada anak dengan tempat wisata ini, yaitu:

1. Kita bisa mengenalkan sejarah dari awal berdirinya Candi Borobudur ini pada anak-anak

2. Anak bisa mengetahui peninggalan sejarah dari negaranya sendiri

3. Candi Borobudur memiliki nilai seni yang tinggi dalam setiap pahatannya, sehingga kita bisa belajar tentang seni dan menikmati keindahannya

4. Agama Budha adalah agama pada masa pemerintahan dinasti Syailendra pendiri Candi Borobudur ini, sehingga kita mengajarkan pada anak untuk menghormati kepercayaan orang lain

5. Mengajak anak untuk bereksplore dengan peninggalan sejarah

6. Mengenalkan pada anak apa itu patung, stupa, prasasti dan candi

7. Membangun rasa cinta dan bangga anak terhadap negaranya sendiri karena Indonesia memiliki situs wisata yang merupakan warisan kebudayaan dunia

8. Merangsang rasa ingin tahu anak dan berpikir kritis

9 Memperkenalkan pada anak dengan nilai kebudayaan yang kental.

10. Membangun bonding antara orang tua dan anak

11. Dll


Karena hal-hal tersebut. Maka, sebagai orang tua, kita perlu ikut mengajak anak untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan kebudayaan dunia ini, dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Cara menjaga, merawat, dan melestarikan Candi Borobudur

1. Tidak membuang sampah sembarangan
2. Tidak merusak patung atau stupa yang ada di candi
3. Tidak mencorat-coret sembarangan
4. Menghormati kebudayaan di tempat tersebut
5. Tidak menginjak tanaman atau sesuatu yang dilarang di sana
6. Ikuti aturan yang ada di candi

         Setelah kita ketahui semua fakta tentang Candi Borobudur ini. Bisa membuat kita semakin semangat lagi dan ikut menjaga peninggalan bersejarah ini, serta melestarikan kebudayaan yang berasal dari negara kita sendiri

Video: Candi Borobudur

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah.


www.generasipiknik.com




Referensi
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id

     



Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Pijat wajah untuk anak terlambat bicara
Foto: terapisanakterlambatbicara.blogspot.com

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak, salah satu masalah yang ditimbulkannya anak mulai memukul kepalanya sendiri lantaran tak bisa mengutarakan keinginan. Selain itu, jika tak segera mendapatkan terapi, pada usia empat jelang masuk TK, anak juga bisa mengalami stres dan tantrum.
Dari pernyataan dokter tersebut, terlihat sekali ya Bun, betapa pentingnnya kita melatih kemampuan bicara dan bahasa anak dari usia dini

        Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di sekitar kota Bandung, Jawa Barat. Diungkapkan, bahwa anak terlambat bicara di temukan sebesar 30 persen berasal dari desa dan 19 persennya berasal dari kota dan anak terlambat bicara ini lebih banyak didiagnosa pada anak laki-laki. Mengapa di desa lebih banyak ya?. Pada umumnya, disebabkan dari ketidaktahuan dan kekurangan ilmu penduduk desa itu sendiri, sehingga mereka kurang peka terhadap tumbuh kembang anak mereka dan bingung harus berbuat apa.

        Jadi, bunda untuk zaman yang serba canggih seperti saat ini, dimana sumber informasi mudah sekali kita dapatkan baik dari website terpercaya, banyaknya didirikan lembaga tumbuh kembang anak, seminar kesehatan, dan buku-buku tumbuh kembang anak. Seharusnya membuat kita lebih mudah lagi dan peka dalam memantau tumbuh kembang anak kita. Yuk, kita manfaatkan itu semua untuk menjadi orang tua yang smart, dalam membekali diri kita dengan ilmu sebanyak-banyaknya demi buah hati kita tercinta.

Bunda, sebenarnya ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menstimulus kemampun bicara anak, salah satunya yaitu pijatan wajah ini. Walaupun, pijatan wajah ini untuk anak terlambat bicara, tetapi sebenarnya dapat pula kita lakukan pada anak normal, karena fungsinya yang sama-sama dapat merangsang kemampuan bicara anak.

        Pijatan wajah untuk anak terlambat bicara ini, saya dapatkan langsung dari Terapis Anak Berkebutuhan Khusus, Ibu Wulan Tresnawati. Beliau adalah seorang terapis anak berkebutuhan khusus di kota Bandung. Langsung aja ya, Bun kita lihat caranya :

Kali ini pijatannya pakai tangan dulu tanpa tooth brush ya. Minyak untuk memijatnya, kita pakai baby oil saja. Dimana baby oil ini berguna untuk membuat permukaan licin dan lembab pada wajah anak. Kondisikan anak berbaring. Kalau anaknya banyak bergerak, boleh posisi Bunda di belakang anak.

         Ciptakan suasana yang nyaman. Bila perlu supaya anak anteng dan nyaman, anak boleh kita berikan mainan kesukaannya agar anak tidak menyadari sedang di massage oleh kita. Oke, langsung aja kita cusss yukkk

*pijat bersamaan tangan kanan dan kiri ya, Bun
.
1. Pijat pipi anak memutar ke arah atas 5-7 kali.


2. Tarik bagian bawah hidung ke arah bawah tulang pipi sampai bawah telinga 3-5 kali.


3. Tarik bagian atas bibir ke arah samping bawah.
4. Tarik bagian bawah bibir bawah ke arah pipi 3-5 kali.


5. Pijat/ tekan titik A-A, B-B, C-C, D-D dan E-E selama 3 kali putaran (bersamaan kanan dan kiri).
6. Pijat memutar dengan jari telunjuk mulai dari titik A-B-C-D-E-E-D-C-B-A 3 kali putaran.


7. Pijat memutar bagian pangkal rahang atas/ bawah telinga dan bagian pelipis 3 kali (bagian yang bergerak saat membuka mulut).


8. Pijat/ tekan bagian titik AA, BB, CC, dan DD secara bersamaan 3 kali.


Bagaiamana, Bunda, mudah bukan?. Nah, massage ini juga boleh lho, kita gunakan pada bayi di atas 6 bulan. Sebagai salah satu cara kita menstimulus kemampuan bicara anak sedini mungkin.

          Buat bunda yang ingin berkonsultasi mengenai terapi anak berkebutuhan khusus. Boleh langsung menghubungi Ibu Wulan ini ya, di www.bintanghatibunda.wordpress.com karena jika berurusan dengan terapi, itu sudah di luar kompetensi saya. Semoga apa yang saya bagikan hari ini, yaitu pijat wajah untuk anak terlambat bicara bisa bermanfaat dan mengedukasi ya, Bun. Selamat mencoba bunda

Referensi
www.bintanghatibunda.com

3 Kalimat Ini Wajib Dikatakan Pada Anak Setiap Harinya

                     

Selamat pagi, Ayah Bunda. Apa, Ayah Bunda, sudah tahu?. Menurut penelitian dari University of Maryland School of Medicine, mengatakan bahwa rata-rata perempuan berbicara bisa mencapai 20.000 ribu kata perhari dan laki-laki sebanyak 7. 000 kata perhari. Waw banyak ya, Ayah Bunda. Dari semua kata itu, kebayang kan, berapa banyak kalimat yang bisa kita keluarkan setiap harinya. Nah, agar semua kalimat yang kita keluarkan itu, tidak sia-sia. Yuk kita latih diri kita untuk mengucapkan banyak kalimat positif terhadap anak kita agar menghasilkan sesuatu positif pula.

        Dari semua kalimat positif itu, menurut Bu Yeti Widiati, Psikolog. Ada 3 kalimat wajib yang sebaiknya kita ucapkan pada anak setiap harinya. Apa aja sih itu?

3 kalimat wajib yang diucapkan pada anak setiap hari

1. Ungkapan cinta kita terhadap anak
Seperti: “Dede, Bunda sayang, Dede!”

2. Permohonan maaf kita pada anak
Seperti: “Dede, maaf ya, tadi Bunda udah marah-marah nggak jelas ke Dede!”

3. Harapan kita pada anak
Seperti: “Dede, jadi anak yang sholeh, yaa!”.

Ketiga kalimat tersebut, bisa diucapkan salah satunya saja atau langsung ketiganya. Jangan lupa, kita sertai juga dengan sentuhan fisik ya, Ayah Bunda seperti, sambil memeluk anak, membelai anak, dan mengecup anak. Dengan sering kita melakukan pengulangan pada anak, secara tidak langsung, cara ini bisa dikatakan kita sedang memberikan hypnoterapy pada anak.

Mengapa ya, 3 kalimat itu wajib kita ucapkan pada anak setiap harinya?

1. Membangun bonding orang tua dengan anak

Banyak sekali ya, Bun sebenarnya manfaat yang bisa kita dapatkan, ketika kita mampu membangun bonding yang kuat dengan anak. Salah satunya, yaitu anak jadi lebih mudah mendengarkan kata-kata kita dibandingkan orang lain. Dimana, ini akan dapat melindungi anak dari pengaruh buruk yang datangnya dari luar.

2. Memberikan konsep positif pada diri anak

Ketika kita berkata pada anak “Dede, jadi anak yang sholeh, ya!”. Di saat itu, kita sedang memberikan konsep diri yang positif pada anak dan mendoktrin di pikiran anak, bahwa anak akan berusaha menjadi anak yang sholeh sesuai harapan orang tuanya.

3. Mengajarkan kata maaf pada anak

Sebelum kita mengajarkan anak untuk meminta maaf, terlebih dahulu anak perlu melihat contoh itu dari kita, orang tuanya. Jadi, Ayah dan Bunda, jangan sungkan ya untuk meminta maaf pada anak kita, jika memang kita salah.

        Apalagi, terkadang kita suka nggak sadar ya, Ayah Bunda kalau udah lelah suka nggak sengaja marahin anak, berteriak pada anak, atau bahkan ada yang sampai memukul anak. Aduhhh janganlah ya, soalnya suka bikin kita ngerasa bersalah pada anak akhirnya. Nah biar nggak nyesel, mendingan sebelum anak tidur malam, jangan lupa kita untuk meminta maaf pada anak di setiap harinya dan untuk menghindari ada luka juga di hati anak.

4. Agar anak merasa dicintai

Ayah Bunda, tak semua rasa cinta itu mudah dicerna oleh anak. Selain, kita buktikan dengan perbuatan, rasa cinta pun perlu diucapkan. Agar, anak akan lebih mudah untuk memahaminya dan tahu bahwa, betapa orang tuanya sangat mencintainya.

5. Meningkatkan rasa percaya diri anak

Rasa dicintai dan memiki konsep diri yang positif pada diri anak. Akan membuat anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak mudah dibully oleh orang lain. Apalagi sekarang kasus pembullyan semakin meningkat ya, Ayah Bunda. Sehingga betapa pentingnya bagi kita, untuk membuat anak merasa percaya diri akan dirinya dan kemampuannya sendiri.

6. Dll

Apa ada Ayah Bunda, yang mau menambahkan lagi ? Bolehhhh. Sekarang kita lanjut yukkk....!

Saat kapan aja ya, kita perlu mengucapkan 3 kalimat itu?

1. Ketika anak sadar

Seperti, ketika anak baru bangun tidur, ketika bermain dan bercanda dengan anak, dll

2. Tidak sadar

Ucapkan ke 3 kalimat ini langsung, sebelum anak tidur dan menuju ke bawah alam sadarnya dan bisikkan ke telinga anak sambil membelai rambut anak

Jika, kalimat ini sering kita ulang setiap harinya pada anak. Maka otak anak secara tidak langsung akan menangkap informasi tersebut, dan informasi itu akan langsung disalurkan ke alam bawah sadar anak dan anak secara perlahan berperilaku seperti informasi yang ia dapatkan.

Nah, Ayah Bunda, setelah kita tahu kalimat apa saja yang sebaiknya kita ucapakan pada anak setiap harinya dan manfaatnya. Kenapa, tidak kita memulainya dari sekarang?. Yuk, tunggu apalagi, kalau kita tidak memulainya dari sekarang kapan lagi? Karena masa kecil anak hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali. Buat , Ayah Bunda yang sudah menerapkan metode ini terhadap anak-anaknya di rumah. Gimana nih ceritanya ? Bagiin, yukkkkk !


9 Alasan Ini yang Akan Menyemangati Bunda Ketika Kelelahan Mengurus Si Kecil

Kata-kata yang menyemamgati ibu ketika lelah mengurus anak


Bundaaaaa, ternyata anak balita itu nggak kayak iklan-iklan di TV ya. Tampak begitu lucu dan menggemaskannya. Apalagi kalau lihat iklan minyak telon atau diapers. Aduhhhh rasanya gimana gituh ya, saking ngegemesinnya rasanya pengin ngegigit itu anak. Hee. Tapi apakah kenyataannya anak selalu begitu ? Tidakkkkkkk.

        Terkadang kalau kita sudah kelelahan mengurus anak malah suka terjadi drama ya dalam pengasuhan anak kita. Tingkah anak yang berkali-kali membuat emosi kita naik turun seperti jet coster atau seperti drama korea yang bikin kita termewek-mewek *alahhh lebayyyy. Tetapi beneran lho apalagi buat ibu baru. Hahhh rasanya seperti diaduk-aduk ya. Capeknya itu luar biasa. Tetapi apakah tandanya kita tidak bahagia dengan kehadiran buah hati ? Tidak juga. Malah lebih banyak bahagianya pastinya

Nah agar kita bisa menyemangati diri ketika kelelahan mengurus si kecil. Kita ingat saja 9 hal ini, pastinya bisa membuat perasaan kita merasa lebih baik lagi

1. Suatu hari nanti fase ini akan kita rindukan



Siapa yang suka stres ngeliat rumah berantakan ?, Pusing ngedenger teriakan dan tangisan anak ?, kehilangan “me time” ? Sayaaa. Yup keadaan ini memang kerap terjadi bagi para ibu apalagi jika ibu baru tingkat stresnya lebih tinggi lagi. Hah kok ngurus anak bikin stres sih ? Yah buat yang ngga pernah dan nggak ngerasain ngurus anak itu capek banget pake tenaga dan batin pasti mudah banget ya ngomongnya. Tetapi buat para bunda itu tak semudah itu pastinya. Selelah apa pun kita harus ingat ya bun, bahwa fase ini akan kita rindukan nantinya ketika anak sudah dewasa dan tak lagi di samping kita.

        Percayalah ketika mereka telah pergi dari rumah kita. Kita akan merindukan masa-masa lelah itu bersama mereka. Kita akan rindukan  kamar yang selalu berantakan itu, ruang tamu yang dahulu sering kita keluhkan itu, teriakan dan tangisan anak yang selalu menjengkelkan itu,  akan sunyi seperti tak berkehidupan. Lalu terbayang suara dan tangisan mereka dahulu yang kelak menjadi kita rindukan di hari tua kita. Ingatlah itu semua bunda

2. Begitulah cara anak mengekspresikan rasa cintanya yang tak terucap


“Ikhhhh dede, bunda kan cuma ke kamar mandi aja. Kok gitu aja nangis sich ?”,

“dede, bisa nggak sih berhenti dulu nangisnya ?, bunda laper. Bunda mau makan dulu”

“dede, masa gitu aja nangis sich ? Kan bunda cuma pergi sebentar”.

Familiar kan bunda kata-kata itu kita ucapkan kepada anak kita, baik secara sadar mau pun dalam keadaan tidak sadar ?.

        Bunda, ketika kita merasa kesal dan marah terhadap anak karena kelelahan. yuk kita menenangkan diri dahulu dan ingatlah bahwa anak kita tak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah terhadap mereka. Tetapi anak begitu, itu semua karena rasanya cintanya kepada ibunya yang tak bisa anak ungkapkan dengan kata-kata.

Jadi jangan heran dan aneh jika seorang anak terbangun dari tidurnya lalu langsung menangis mencari ibunya. Itu semua menandakan betapa pentingnya diri kita di hati anak.  Bukankah tak ada yang lebih membahagiakan mendapatkan cinta sebesar itu dari anak kita, bunda ?

3. Anak sedang fase belajar



“Aduhhhhh ini buku kan tadi udah diberesin. Eh berantakan lagi.”

“Capek ih, nggak berhenti-henti nyapu gara-gara dikotorin lagi ama dede”

“Aduhhh kapan sih ini rumah bersihnya ? Diberantakin terus ama dede”.

        Wahai bunda bersabarlah dengan rumah yang tak pernah pernah rapih dan bersih itu. Karena memang anak sedang fasenya senang bereksplore ini itu, mencoba ini itu dan aktif ke sana kemari tanpa banyak rasa takut. Jangan kita matikan rasa ingin tahu anak dengan banyak melarangnya, banyak membatasi geraknya, mematikan kreativitasnya untuk mencoba banyak hal, dan memarahinya.

Malah kita seharusnya bersyukur melihat si kecil yang aktif dan ceria dalam bermain. Selama tidak berbahaya dan mengganggu orang lain. Biarkanlah anak bereksplore sepuasnya dan semaunya. Jika berantakan dan kotor ? Ya tidak apa-apa, tinggal kita bereskan kan ? *Dikeblakkk, daripada kita membatasi proses belajar anak yang akan berdampak pada perkembangan anak berikutnya kan

4. Suatu hati nanti, kita yang akan berusaha mencari perhatiannya


Pastinya suka kesel ya bun bahkan sampai membuat kita mengelus dada di buatnya dengan tingkah anak yang begitu mencari perhatian kita. Ditinggal ke kamar mandi aja, nangisnya udah kayak diapain, ditinggal pergi sebentar aja susahnya minta ampun. Maunya ngikut terus. Hah masih banyak cerita yang lainnya pastinya ya bun yang bikin kita jengkel juga lama-lama karena bikin kita susah “me time” dan susah kemana-kemana.

        Nikmatilah semua momen dan kebersamaan yang intim itu bersama anak kita. Karena waktu tak akan bisa diajak berkompromi dengan kita dan tiba-tiba anak kita telah beranjak remaja dan dewasa. Tahukah bunda, di masa itu anak akan lebih asyik menghabiskan banyak waktunya dengan kegiatannya di luar, berkumpul dengan teman-temannya dan berkeluarga.

         Di saat itulah kita akan merasa kesepian dan berusaha mencari perhatiannya, tetapi masa itu tidaklah sama dengan masa kecil mereka dahulu. Jadi nikmatilah masa-masa perhatian anak sebelum nanti kita yang akan berusaha mencari perhatiannya.

5. Masa kecil anak yang tak akan terulang kembali



Tahukah bunda, masa kecil anak itu hanya terjadi sekali dalam hidup kita, masa yang sangat singkat dan tak akan pernah terulang kembali. Suatu hari nanti, percayalah kita pasti merindukan masa-masa kecil bersamanya.

        Masa-masa tangisannya, rumah yang kotor, senyum dan candanya yang polos, rindu saat mulut mungilnya memanggil kita untuk yang pertama kalinya dengan kata “Bunda”, rindu saat melihat senyum pertamanya, pokoknya masa-masa pertumbuhan dan perkembangan anak di masa kecil itu akan slalu terkenang indah di hati kita. Oleh karena itu bersabarlah untuk semua kelelahan ini

6. Apa yang kita lakukan itu yang akan dikenang anak

Kita boleh marah, kita boleh kesal dan kita pun boleh menangis ketika sedang kelelahan mengurus anak-anak kita. Itu wajar dan itu normal sekali. Tetapi berusahalah tahan kata-kata dan perbuatan yang keras itu terhadap anak. Mengapa ? Kata-kata dan perbuatan yang tidak berkenan pada anak akan berbekas selalu di hati anak hingga ia dewasa nanti. Kita nggak mau kan menyakiti anak ?, kita juga nggak mau kan dikenang sebagai orang tua yang buruk bagi anak ?. Untuk itu berhati-hatilah

Baca Juga : Ingin Dikenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak


7. Bermain dan bercandalah dengan si kecil

Bermain dan bercanda dengan anak bisa bikin kita terhibur lho. Suka ikutan senang dan bahagia kalau kita bisa melihat anak tersenyum dan tertawa. Bukankah ini salah satu kebahagian yang harus kita syukuri masih bisa melihat senyum manis anak-anak kita ? mendengar tawanya dan ekpresinya yang bahagia. Hati ibu yang mana yang tak ikut bahagia melihat anak-anaknya bahagia ?

8. Berusahalah untuk memiliki “me time”

Bunda untuk memiliki “me time” ini penting sekali untuk kita para ibu. Jika tidak membuat kita lebih mudah depresi dan rentan stres. Terutama bagi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang hampir 24 jam digelayuti oleh anak, pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya,  rutinitas yang monoton dan begitu-begitu aja, belum lagi  kurang bersosialisasi dengan banyak orang di luar sana dan masih banyak hal lainnya. Hah bikin para ibu mudah uring-uringan ya jadinya

Baca Juga : Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Soal Kesempatan 

        Daripada kita uring-uringan dan nggak baik juga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak kita. Yuk kita berusaha untuk mencari “me time” kita. Bisa dengan beristirahat, menghibur diri dengan buka media sosial, nyalon, membaca buku dan apa pun itu. Kita perlu mengusahkannya. Walaupun “me time nya” ibu-ibu itu mahalllll ya bun hahaha

Baca Juga : Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu 

9. Lihatlah anak ketika sedang tertidur



Bunda terkadang karena saking lelahnya kita mengurus anak, adakalanya kita sesekali keceplosan berbuat ketus pada anak baik itu dengan lisan maupun dengan perbuatan kita. Jangan lupa untuk meminta maaf pada anak dan lihatlah ketika anak kita sedang tertidur dengan manisnya. Wajahnya yang polos, dirinya yang belum berdosa,  tingkahnya yang lucu menggemaskan sekaligus membuat kita juga sering menarik nafas. Benar-benar mewarnai hari-hari kita.

Melihat anak sedang tertidur dengan pulasnya mampu menyemangati kita dari rasa lelah untuk menghadapi hari esok

Memang nggak mudah ya bun menjalani semuanya. Tetapi paling tidak kita harus berusaha dan pasti bisa. Nah itu dia 9 hal yang dapat menyemangati para bunda ketika kelelahan mengurus si kecil. Ada yang mau menambahkah ? Boleh bangettt. Semangattttttt buat para bunda di luar sana

11 Hal Ini yang Sebaiknya Tak Dikatakan Pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus


Tahukah ayah bunda, pada umumnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus memiliki perasaan yang lebih sensitif dibandingkan orang tua yang lain, karena keadaan yang membuat mereka seperti itu ditambah perlakuan orang lain yang membeda-bedakan mereka dan anak mereka dibandingkan orang tua atau anak pada umumnya.

       Ayah bunda, mereka sedang berjuang mendidik dan mengoptimalkan kemampuan anak mereka. Jadi jangan kita rusak pikiran dan menyakiti perasaan mereka dengan kalimat nyinyiran, kepo, membanding-bandingkan anak mereka, terlalu mengasihani atau kalimat yang bermaksud empati tetapi tidak tepat dalam penyampaiannya. Nah kalimat seperti apakah itu ? Yuk kita lihat di sini ya !

Baca Juga : Anak Berkebutuhan Khusus 

Jangan katakan 11 hal ini pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus

1. “Kamu dulu ngelakuin dosa apa ? kok anaknya jadi begitu”

Untuk sebagian orang apalagi di pelosok-pelosok desa terpencil masih ada orang yang menganggap bahwa terlahirnya anak berkebutuhan khusus diakibatkan dari dosa orang tuanya di masa lalu. Bahkan anak berkebutuhan khusus untuk sebagian orang masih dianggap aip keluarga sehingga perlu disembunyikan dari dunia.

        Jangan sampai kita ikutan berpikiran negatif yang tidak berdasar apalagi ikut juga melemparkan kalimat seperti ini ya ayah bunda , karena kalimat ini sungguh menyakitkan sekali di hati mereka.

2. “Anak kamu cantik / ganteng ya tapi sayang anak berkebutuhan khusus”

Kalimat ini banyak sekali dilemparkan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Ayah bunda, jika kita ingin memberikan pujian. Pujilah secara tulus tanpa harus dibubuhi embel-embel negatif di belakangnya. Pernyataan seperti ini tidak membuat orang tua anak berkebutuhan khusus merasa senang malah sebaliknya bisa menyinggung perasaan mereka.

3. “Saya ikut prihatin ya sama kamu dan anak kamu”

Apa prihatin ? Seolah-olah memiliki anak berkebutuhan khusus ini adalah suatu musibah. Padahal di satu sisi mereka sedang berjuang dan beranggapan ini bukan musibah tetapi sedang diberikan ujian dan sarana belajar oleh Allah untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Tak perlulah ya kita meracuni mereka dengan pikiran dan kalimat negatif dari kita. Walau pun maksud kita baik dan berempati, tetapi pernyataan ini tidak tepat untuk disampaikan.

Baca Juga : Tak Ada Ciptaannya yang Sia-Sia Begitu Juga dengan Anak Berkebutuhan Khusus

4. “Kasian ya kamu punya anak kayak gitu”

Memangnya kenapa kalau memiliki anak berkebutuhan khusus ? Bukankah tak ada ciptaannya yang sia-sia begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus. Kalimat seperti ini membuat seolah-olah memiliki anak berkebutuhan khusus adalah suatu kesialan. Padahal di mata orang tua anak dengan anak berkebutuhan khusus, bahwa anak merekalah yang mengajarkan banyak hal pada mereka tentang kehidupan sebenarnya.

        Jadi jangan sampai kita ucapkan kalimat ini ya ayah bunda pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Apalagi pada orang tua yang anaknya baru diagnosa bahwa anaknya berkebutuhan khusus. Kalimat seperti ini bisa membuat mereka terpukul, menyalahkan keadaan,  down dan satu lagi mereka tidak suka terlalu dikasihani karena memang tak ada yang perlu dikasihani.
     
5. “Kamu sih nggak bisa ngurus anak jadi aja anaknya begitu”

Ada orang yang begini ? Banyakkkkk biasanya dilontarkan oleh orang terdekat orang tua anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Kalimat ini akan membuat orang tua anak berkebutuhan khusus merasa disalahkan dan dipojokkan. Hai mereka nggak perlu kan cerita dengan detail apa saja yang udah mereka lakukan untuk anak mereka ? lalu apa hak kita datang-datang langsung nyinyirin dan menyalahkan mereka ?

6. “Anak kamu kenapa ?”

Terkadang suka ada ya denger komen-komen orang terus nanya “eh kok anak kamu ngomongnya gitu sih ? Eh kok anak kamu aktif banget sih ? Dll, oh pantesan ternyata anak kamu anak berkebutuhan khusus ya”.

        Kita nggak perlu kan ya memperjelas kata anak berkebutuhan khusus pada orang tuanya. Karena kata itu bisa menyakitkan hati mereka

7. “Ooo anak kamu anak berkebutuhan khusus, terus nanti gimana dong masa depannya ?”

Aduhhh nggak usah deh kita nyinyir atau kepo tentang masa depan anak berkebutuhan khusus dan pengen tahu dari orang tuanya. Karena itu bukan urusan kita dan biarlah orang tuanya yang memikirkan masa depan anak mereka. Bukan kita, karena sungguh orang tua dengan anak berkebutuhan khusus itu pun merasa khawatir dengan masa depan anaknya sendiri. Tetapi mereka selalu berusaha optimis bahwa masa depan anaknya yang berkebutuhan khusus itu akan baik-baik saja.

        Jadi tak perlulah ya kita bertanya tentang itu karena pertanyaan tersebut dapat membuat hati mereka sedih dan gerah dengan pertanyaan yang itu-itu terus. Tak perlu juga kita rusak semangat dan keoptimasan mereka dengan pernyataan negatif kita yang meragukan masa depan anaknya. Bukankah kita perlu mendidik diri kita dengan selalu berpikir positif ? dan satu hal lagi yang perlu kita ketahui, seekor semut saja Allah tak pernah lupa memberinya rizky apalagi ini seorang anak manusia

8. “Anakmu gitu apa penyebabnya karena keturunan ?”

Memang sih salah satu penyebab anak berkebutuhan khusus bisa karena keturunan. Tetapi kan pertanyaan seperti itu tak pantas kita tanyakan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus karena pertanyaan itu seperti menyalahkan atau memojokkan mereka karena memiiliki gen pembawa yang menjadikan anak mereka anak berkebutuhan khusus

9. “Oh anak kamu nggak normal ya ?”

Jika kalimat ini di lontarkan kepada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus maka ini bisa merubah makna dan memberi kesan bahwa anak mereka itu tidak normal

10. “Tapi anak kamu yang lain sehat kan ?”

Ini pertanyaan yang kepo tetapi dapat menyinggung perasaan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Bagaimana tidak karena pernyataan seperti seolah-olah memberikan kesan bahwa anak berkebutuhan itu bagaikan penyakit yang harus dihindari.

11. “Terus nanti anak kamu bisa membaik ga ?”

Setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Walau begitu tetap pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus tidak akan sama seperti anak-anak pada umumnya. Oleh karena itu sebaiknya kita bicarakan sesuatu yang orang tua berkebutuhan khusus sukai saja bukan sesuatu yang membebani pikiran mereka

Nah setelah kita tahu kalimat apa saja yang dapat menyakiti orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga membuat kita perlu belajar berhati-hati dalam berbicara, karena sesungguhnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus berharap mereka bisa mendapatkan perlakuan yang sama terhadap mereka maupun anak mereka seperti terhadap kebanyakan orang tua pada umumnya.

Referensi

Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus







Saat Berharga Untuk Anak Kita


Ayah bunda, apakah kita benar-benar mengenal masing-masing anak kita ?,
Apakah kita benar-benar mengerti anak-anak kita ?
Apakah kita mencintai mereka ? Apakah mereka merasa kita mencintai mereka ?
Jawablah dengan jujur !

Ayah bunda, pada masa kecil anaklah yang memerlukan kita orang tuanya. Tetapi perkembangan anak di masa yang akan datang baik perlakuannya kepada kita dan seberapa besar anak-anak mendoakan kita. Itu semua tergantung sebagaimana kita meluangkan waktu dimasa kecil anak. Semuanya berakar di sana. Yuk kita tengok kembali pola asuh kita selama ini terhadap mereka, termasuk yang manakah pola asuh kita dan apakah pola asuh kita selama ini sudah tepat?

             

Ada 6 jenis pola asuh yaitu ?

1. Pola asuh diktator
Pola asuh ini sangat keras pada anak. Menetapkan aturan yang sifatnya saklek tanpa mau tahu perasaan anak. Anak bisa sukses dengan pola asuh ini tetapi memberikan dampak buruk pada anak seperti anak memiliki sifat yang keras pula, tidak dekat dengan orang tua dan bisa jadi pemberontak

2. Pola asuh yang keras
Pola asuh yang no 2 ini hampir sama dengan pola asuh yang pertama. Hanya saja tidak sekeras pola asuh yang pertama.

3. Pola asuh otoritas atau otoritatif
Pola asuh otoritatif adalah pola asuh yang melibatkan anak dan perasaan anak di dalamnya tetapi tetap keputusan orang tua yang buat. Pola asuh ini paling baik untuk anak dibandingkan pola asuh yang lain karena pola asuh ini memberikan dampak yang positif antara hubungan orang tua dan anak menjadi dekat, menjadikan anak kreatif, percaya diri, berani mengeluarkan pendapatnya dan bisa diajak untuk berpikir. Kedekatannya dengan orang tua yang begitu kuat sehingga sampai besar pun anak akan ingat dengan nasehat orang tuanya.

4. Pola asuh demokratis
Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang melibatkan perasaan anak sepenuhnya.

Pola asuh demokratis ini ada 2 yaitu:
- Betul-betul mekanisme pendapat semuanya dari anak dan resiko anak sendiri yang tanggung
- Mengajak anak untuk merevisi pendapat anak jika pendapat anak lemah

Nah dari pola asuh demokratis ini yang bagus adalah demoktaris yang ke dua. Karena pada umumnya anak belum mampu berpikir dengan matang dan bijak dalam berpendapat sehingga orang tua perlu merevisi pendapat anak. Pola asuh dengan demokratis ini baik tetapi masih memiliki dampak buruk yaitu kurang kuatnya hubungan antar saudara kandung atau kurangnya empati dengan saudara. Sebab anak-anak akan menjadi egois ingin pendapat mereka yang paling didahulukan oleh orang tuanya dibandingkan pendapat saudaranya yang lain

5. Pola asuh permisiv
Pola asuh permisiv ini yaitu pola asuh yang memberikan kelonggaran dan kebebasan pada anak tanpa pengawasan dan kontrol yang baik dari orang tua atau pola asuh dengan memanjakan anak.

Pola asuh ini tidak baik ya ayah bunda karena memanjakan anak akan membuat anak tidak belajar menghargai sebuah proses, kurang berempati pada orang lain, ketergantungan pada orang tua, menjadikan anak tidak mandiri, dan tidak tangguh menghadapi kesulitan hidup di masa yang akan datang

6. Pola asuh yang selalu membela anak
Pola asuh ini yang paling tidak baik untuk anak karena sesalah apapun anak orang tua akan selalu membela anak

                 

Ayah bunda, dari semua tipe pola asuh itu yang terpenting adalah bagaimana cara kita meluangkan waktu bersama anak-anak kita. Banyak orang tua yang mempunyai banyak waktu luang tetapi tetap mengabaikan perasaan anak. Ketika orang tua sering mengabaikan perasaan anak ketika itu anak akan belajar untuk tidak memerlukan orang tuanya lagi.

     Banyak orang tua yang bertanya-tanya di masa remaja anaknya “Kok anakku ga mau nurut sih ma kata-kataku ? Kok anakku diajak ngobrol malah asyik dengan handphonenya ? Kok anakku di rumah lebih senang mengurung diri di kamar daripada ngumpul dengan keluarganya ? Dll. Itu semua karena kita yang telah mengabaikan anak dimasa kecilnya sehingga anak tidak lagi nyaman berdekatan dengan orang tuanya. Itu semua seringnya orang tua yang tidak fokus mendengarkan cerita anak dan tidak menemaninya hingga mereka mencari kenyamanan selain orang tuanya di luar sana. Di saat itulah orang tua perlu berhati-hati karena anak akan lebih mudah terkontaminasi dari pengaruh buruk yang datangnya dari luar

        Terkadang banyak orang tua yang tanpa disadari begitu sibuk dengan pekerjaan mereka dan urusan mereka masing-masing sehingga melupakan kebutuhan anak.

         Termasuk ibu rumah tangga juga bisa disibukkan dengan pekerjaan rumah tetapi lupa menstimulus anak dan lupa membersamai jiwa anak dalam hari-harinya di rumah.

 “How long do you spends your time for them ? Spending time is very different from having time. We have a lot of time everyday... but we rarely spend our time for children”

        Ayah bunda, buatlah anak taat dan patuh pada kita dengan menyentuh hatinya. Jangan membuat anak taat pada kita dengan rasa takut karena ketika rasa takut itu hilang, lepaslah ketaatan anak itu.

        Termasuk jangan suka menakut-nakuti anak dengan ayahnya ya bun atau dengan badut dan lain-lain hanya agar anak menuruti perkataan kita. Bekalilah diri kita dengan ilmu mendisiplinkan anak tanpa menakut-nakuti anak dan tanpa kekerasan pada anak.

Ada 2 hal penting yang perlu kita miliki sebagai orang tua :

1. Kepercayaan anak pada kita

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (An-nisa:9)

Ayah bunda dari terjemahan surat An Nisa:9, Allah memerintahkan pada kita untuk membiasakan perkataan yang benar pada anak maka anak akan belajar percaya pada kita.

“What money can buy ? You can’t make everybody happy with your money. You can't buy your children trust with candies. Buy them whit your kindness & attetion” 

Benar itu seperti apa ya ?
- Bukan sekedar jujur
- Jujur
- Tidak menutupi kebenaran
- Tidak mengandung kebohongan
- Mau mengakui kesalahan pada anak.

Jadi jangan suka membohongi anak ya ayah bunda sekalipun dalam hal bercanda pun tidak diperbolehkan. Terkadang suka banyak ya orang tua yang berkata pada anaknya “De ayo pulang ke rumah, klo nggak bunda tinggalin. Bunda mau pergi ke pasar !” padahal sebenarnya kita tidak ke pasar, kita  berbohong agar anak mau pulang dan masih banyak contoh lain yang membohongi anak. Jangan lakukan ini ya ayah bunda karena anak akan belajar untuk tidak percaya pada orang tuanya dan anak pun akan belajar bahwa berbohong itu diperbolehkan.

“if there is no trust, can you ask their respect ? If there is no trust, will there be a strong emotional bonding with you inside their heart ? We can go togother with our children. But is it togetherness ? It's completely different”

2. Rasa hormat
Banyak ya ayah bunda kita lihat anak-anak zaman sekarang tidak menghormati orang tuanya. Itu semua karena hilangnya respek anak terhadap orang tuanya sendiri yang diakibatkan dari kesalahan orang tua itu sendiri. Hiks sedih ya.

Begini cara menumbuhkan rasa hormat anak pada orang tuanya :



- Membangun kedekatan yang baik pada anak (bonding)
Ini penting sekali ya ayah bunda kita tanamkan pada anak sedini mungkin. Ketika bonding orang tua dan anak sudah kuat dari dalam maka sampai kapanpun orang tua akan akan selalu ada di hati anak dan anak pun akan selalu mengikuti kata-kata orang tuanya bahkan ketika orang tuanya telah tiada

- Mempunyai itikad yang baik pada anak
Banyak nih dari kita sebagai orang tua yang suka melarang-larang anak tanpa memberikan penjelasan yang baik pada anak mengapa kita melarang mereka. Sehingga anak pun tidak tahu niat baik dan alasan dari larangan kita.

Jadi ayah bunda jika kira melarang anak jelaskan alasannya dan maksud baik kita mengapa kita melarang agar anak tahu itikad baik dari kita terhadap mereka, selain itu agar anak tidak salah paham pada orang tuanya dan tidak beranggapan bahwa orang tuanya egois terhadap mereka

- Buat anak merasa dicintai
Tahukah ayah bunda banyak anak yang merasa tidak dicintai oleh orang tuanya. Misalnya seperti ketika anak baru pulang sekolah, yang pertama kita tanyakan bukan bagaimana perasaan anak menghadapi ujiannya di sekolah tetapi malah mengancam anak “awas ya kalo nilai ujian kamu jelek”. Dari sana anak belajar bahwa nilai ujian itu lebih penting dan lebih dicintai dari dirinya. Oleh sebab itu berhati-hatilah kita dengan perasaan anak. Mungkin masih banyak perbuatan yang lain yang tanpa kita sadari anak merasa tak dicintai oleh diri kita.

- Buat anak merasa diperjuangkan oleh orang tuanya
Buatlah anak merasa diperjuangkan oleh kita dengan memberikan sesuatu yang berkesan baginya. Misalnya “Erysha bunda beliin makanan kesukaan Erysha lho, padahal tadi antrinya lama tapi karena inget Erysha suka makanan itu jadi bunda bela-belain antri deh demi anak kesayangan bunda”

Terkadang drama kecil seperti itu perlu kita ceritakan pada anak agar anak merasa diperjuangkan oleh kita orang tuanya, karena terkadang anak belum mampu menangkap perasaan cinta orang tuanya terhadapnya. Oleh sebab itu mengungkapkan rasa cinta  dengan kata-kata itu diperlukan agar anak merasa dirinya begitu berarti bagi orang tuanya.

Sebagai orang tua tidak cukup kita hanya sekedar  menyayangi anak. Tetapi juga harus mentarbiyahkan anak. Tarbiyah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah pendidikan.

Tarbiyah itu harus meliputi beberapa hal yaitu :
1. Memperhatikan anak
2. Mengawasi anak
3. Mencintai anak
4. Melindungi anak
5. Mengajarkan anak
6. Melatih anak
7. Mendidik mereka

Ayah bunda, salah satu amalan yang tidak terputus amalannya setelah kita meninggal yaitu doa anak yang sholeh untuk orang tuanya.

        Nah bagaimana kita berharap anak-anak kita mendoakan kita ? Jika kita tidak mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ


Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (surat At-Tur ayat 21)

Tak inginkah kita berkumpul kembali dengan anak dan cucu kita dalam ikatan keimanan di syurgaNya nanti ?

Baca Juga : Ingin Dikenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak 


   Ayah bunda, luangkanlah waktu bersama anakmu, kerena kebutuhan anak bukan hanya makan, punya tempat tinggal, dan pakaian. Tetapi juga butuh untuk ditemani, butuh tempat berbagi, butuh pengakuan dan butuh merasa dicintai. Temanilah mereka, bacakan buku cerita untuk mereka, bermainlah dengan mereka, dengarkan cerita2 mereka, tertawalah bersama mereka dan hadirlah disaat-saat mereka membutuhkanmu. Jangan mengabaikan perasaan mereka. Karena masa kecil mereka tak akan pernah terulang kembali. Perlakuan mereka di masa mendatang terhadapmu tergantung kamu memperlakukan mereka dimasa kanak2nya. Untuk itu jadilah sebaik-baik orang tua bagi anak-anakmu.

Referensi
Seminar Parenting Ramadhan " Saat berharga Untuk Anak Kita" oleh Ustad M. Fauzil Adhim ahli (Parenting Pernikahan, Parenting Islami, dan Penulis Buku Best Seller)