Skip to main content

Kegiatan Anak Usia Dini "Menganyam"

kegiatan anak usia dini


Halo-halo Ayah Bunda, sebenarnya saya itu bingung mau bikin kegiatan stimulasi apa untuk Erysha hari ini? Atau Ayah Bunda sedang bingung juga cari kegiatan untuk anak usia dini? Samaaaa. Nah, karena Erysha itu masih belum paham soal pola ABC, jadi hari ini saya mengajak Erysha mengenalkan pola dengan menganyam. Tapi sebenarnya kegiatan menganyam ini nggak hanya untuk mengenalkan pola pada anak tapi bisa juga mengenalkan warna pada anak.

Nah, buat anaknya yang belum hapal warna primer (merah, kuning, dan biru) bisa kegiatan menganyam ini sekaligus mengenalkan warna primer pada anak. Selain mengenalkan pola, mengenalkan warna, menganyam ini bisa untuk menstimulasi motorik halus anak dan menstimulasi kecerdasan matematikanya juga ya. Tentu aja membangun bonding kita sama sama anak dong 😍

Waw banyak kan manfaatnya padahal cuma satu kegiatan aja 😊. Sebenarnya setelah saya coba ke Erysha, ini sulit ya untuk Erysha. Lebih cocok kegiatan stimulasi menganyam ini untuk anak usia 4 tahun ke atas. Saya kecepetan mengajak Erysha menganyam ini. Tapi tidak apa-apa, saya jadi tahu juga kan . Nah, tunggu apa lagi? Kita mulai yuk

Baca juga: Cara Membuat Playdough Sendiri yang Aman untuk Anak



Kegiatan Anak Usia Dini "Menganyam"


Alat dan Bahan

kegiatan anak usia dini

1. Pensil
2. Penghapus
3. Penggaris
4. Gunting
5. Cutter
6. Lem kertas
7. Kertas polos berukuran persegi panjang (bisa juga karton putih yang dipotong persegi panjang)
8. Kertas spectra warna warni

Kertas apa aja sebenarnya bisa asal disesuaikan aja dan jangan yang bahannya gampang sobek. Khawatirnya ketika anak menganyam kertasnya jadi mudah sobek.



Cara Membuat dan Mengajarkannya pada Anak

1. Kita persiapkan pola dengan digambar pakai pensil dan penggaris di kertas putih, lalu kita lubangi dengan pakai cutter dan kertas warna warni yang sudah kita gunting dan ukurannya disesuaikan dengan maunya kita. Minimal ukuran kertasnya 3 cm ya. Kalau dibawah itu khawatirnya kertasnya gampang sobek. Kecuali kalau usia anaknya sudah 5 tahun ke atas


kegiatan anak usia dini


Banyaknya kertas warna atau polanya disesuaikan dengan usia anak dan tingkat kemampuannya. Kalau anaknya masih berusia 4 tahun dan belum pernah menganyam bisa kenalkan pola A-B-A-B. Ini pola sederhana. Untuk lengkapnya nanti bisa lihat video di bawah ya

2. Kenalkan semua nama alat dan bahannya. Sekaligus warna kertasnya apa saja. Ini harus ya, takutnya ada alat dan bahan yang belum anak tahu namanya. Kalau tahu kan jadi menambah pengetahuan anak

3. Berikan anak contoh cara menganyam dan bisa kita bantu kalau anak menemukan kesulitan. Ketika menganyam dan mengambil kertas warnanya jangan lupa sambil kita sebut warnanya pada anak. Biar anak lebih mudah ingat warna dan jadinya ngalir gitu aja

Baca juga: Mengenalkan Warna dengan Percobaan Sains

4. Lakukan anyaman sampai kertas habis. Setiap habis menganyam 1 kertas. Ujung kertasnya dikasih lem ya. Agar kertasnya nggak bergerak ke sana kemari atau melorot ke bawah.


anak usia dini


Contoh video lengkap kegiatan bisa lihat di sini, ya. Ini contohnya saya ambil dari you tube. Agar lebih jelas




Dan ini dia hasil Erysha.


anak usia dini
Erysha bisa dengan dibantu. Erysha hebat udah berusaha 😍


Gampang kan? Tunggu apa lagi? Yuk kita ajak anak menganyam dari sekarang. Boleh intip juga semua kegiatan stimulasi Erysha di sini ya "Kegiatan Anak".  Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di kegiatan stimulasi Erysha yang lain. Daaa 😊



Comments

  1. Hai Bund, kalau Zafa dulu di usia belum genap 4 tahun lebih banyak ke kegiatan outdoor, main di luar dan juga kami melatih dia memperbanyak vocab karena dia termasuk terlambat berbicara. Usia 2tahunan mulai lancar berbicara dan dia maunya multi lingual yang menjadi tantangan buat kami. Sebenarnya sehari-hari kami berbahasa Indonesia, bahkan Jawa tapi karena anak sudah kenal bahasa Inggris jadi akhirnya kami harus arahkan.

    Saya ingin ajarkan Zafa mainan kreatifitas seperti menganyam begitu, tapi dia lebih tertarik pada mobil-mobilan, naluri anak lelaki kali ya....dia tertarik sama enginering (anak-anak) yg memaksa ibunya harus ngerti juga akhirnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya bun anak laki-laki mah seneng kegiatan fisik gitu atau mainan yang bergerak ya. Erysha karena anaknya cw, jdi lebih kalem. Erysha juga banyak kegiatan motoriknya juga, kadang seminggu sekali aku ksh kegiatan stimulasi yang motorik halus kayak gini. Udh gitu anaknya nagih mulu smpe emaknya keteteran ini 😂

      Delete
  2. Seru kegiatannya nih, Mbak Yeni. Saya jadi ingat belajar menganyam seperti ini pakai daun pisang hahaha. Dan ini keren, Mbak. Karena sekaligus mengenalkan warna-warna primer pada anak. Jadi dari 3 warna primer merah, kuning, dan biru, campurannya hasilnya adalah warna putih. Dan nanti campuran dari merah + biru, Merah + kuning, Biru + kuning dihasilkan warna-warna lain. Keren aktivitasnya, Mbak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…