Skip to main content

#Memesona Itu Ketika Diri Mau Belajar Untuk Semakin Lebih Baik



Bagi kebanyakan orang dalam memandang hidup itu hanya tentang pilihan dan perjuangan. Namun bagiku hidup bukan hanya sekedar itu tetapi juga proses belajar dan perubahan, karena memang tidak semua orang mau belajar dan bisa berubah. Seperti masa-masa sulit yang ku lalui ketika baru  belajar menjadi ibu baru dan belajar merintis peran sebagai ibu rumah tangga. 

        Dulu, sebelum menikah sekitar hampir 3 tahun yang lalu. Aku adalah gadis yang begitu bebas pergi pagi dan pulang malem. Tetapi kebebasan yang bertanggung jawab yang ku pegang. Pergi pagi mengajar, kuliah dan pulangnya mengajar lagi, akhirnya tak terasa sudah malam dan begitu setiap hari. 

        Setelah menikah dan punya anak, aku putusin buat jadi ibu rumah tangga seuutuhnya. Cuma buat ngikutin idealisku yang pengen ngedidik dan ngebesarin anakku secara langsung oleh diriku sendiri.

        Awalnya aku pikir jadi ibu rumah tangga itu mudah dan enak ya, nggak usah capek-capek lagi kesana kemari dan cuma diem doang di rumah. Tetapi ternyata aku salah. Jadi ibu rumah tangga itu jam kerjanya dari subuh sampai malam apalagi kalo punya anak kecil kayak aku, malamnya harus begadang pula nidurin anak yang suka kebangun terus dan subuhnya harus bangun lagi. Begitu setiap hari tanpa hari libur, tanpa ada yang bantu dan kerjaan rumah tuch ya nggak ada habis-habisnya. Ya sudah aku belajar ngiklasin kalo badanku tiap bangun terasa remuk.

        Aku yang dulu begitu bebas dan aktiv dalam setiap aktivitasku, tiba-tiba harus di rumah dan nggak ketemu banyak orang. Itu rasanya sulit sekali aku jalani. Apalagi kalo ngeliat setelan ibu-ibu wanita karier cantik, rapi, dan wangi. Trus ngeliat diri sendiri tuch rasanya aku  langsung kebanting hihihi. Boro-boro aku bisa dandan cantik. Bisa mandi 5 menit aja rasanya tuh, udah syukur banget.

        Dulu memang aktivitas aku padat dan melelahkan. Tetapi ternyata jadi istri dan ibu itu perlu perjuangan lebih lagi ya dan proses belajar hihihi. Dulu aku bisa ke kamar mandi dengan tenang dan makan pun bisa dengan tenang menikmatinya. Sekarang tu boro-boro, ke kamar mandi aja ada yang ngikutin dan ngerengek malah lebih banyak ngejeritnya hahaha. Kadang karena ga sempet masak dan perut laper. Akhirnya aku cuma bisa bikin mie rebus. Eh itu juga mie rebusnya udah jadi dingin gara-gara aku harus nyebokin anak dulu yang lagi pup malah terkadang aku suka lupa  sehabis nyebokin "aku udah cuci tangan blum ya ?" Hihihi *dasar emak-emak. 

        Akupun pernah sampe ngalamin "Krisis Kepercayaan Diri". Gimana nggak ngerasa krisis kepercayaan diri, aku yang dulu kalau jalan banyak mata yang melirik  hihihi (PD abis), kalau sekarang setiap hari ngeliat ke kaca tuh bawaannya pengen ngehancurin kaca sambil bilang "kemanakah perginya kecantikanku yang dulu ?hiks...hiks" (sambil mata berkaca-kaca). Rambut yang acak-acakan, mata panda, muka pucat kayak zombie, wajah kusam tak terawat, dan kulit kering bersisik kayak kulit uler. Huaaaa. Disaat itu aku harus belajar lagi menerima keadaanku. 


        Terkadang aku juga suka syuting drama queen gitu di rumah.
Kalau lagi capek banget tapi masih banyak kerjaan rumah yang belum beres terus anak udah nangis-nangis minta perhatian. Jadi boong banget ya, klau bayi itu kayak iklan-iklan di TV lucu ngegemesin slalu. Nggakkkkkkkkk! Ya sudah itu emosi rasanya seperti diaduk-aduk. Akhirnya aku suka ikutan nangis berdua juga ama anak di rumah hahaha. Di saat itupun aku kembali belajar menenangkan diri dan membuat prioritas utama antara anak dan kerjaan rumah. 

        Bukan cuma itu ya, aku ini masih punya mimpi dan cita-cita hebat di luar sana. Aku masih pengen ngelanjutin kuliah S2 dan pengen banget jadi dosen. Tapi kini aku cuma jadi ibu rumah tangga dan cuma di rumah aja. Lalu bagaimana dengan cita-citaku ? Yupz lagi-lagi aku harus belajar berdamai dengan diriku sendiri, untuk menundanya dulu demi anak.

         Setelah ku mulai bisa belajar  menerima perasaanku. Tiba-tiba lihat postingan temen di medsos yang udah jadi dosen. Helloww hatiku kembali berdegup kencang dan berkali-kali bertanya pada diriku sendiri "apa lagi yang mau engkau cari di luar sana, Yen ? Bukankah prioritas utamanu saat ini adalah anak ?". Akhirnya aku mampu belajar untuk mengalahkan egoku kembali.
 
        Awal-awal menjadi ibu rumah tangga itu, nggak mudah bagiku. Terkadang sempat merasa diri ini nggak berguna lagi dan nggak bisa apa-apa. Melihat orang lain udah kemana sedangkan diriku cuma begini-begini aja dan cuma disini-sini aja. 

        Semua proses belajar itu aku lalui,  hingga kini aku malah semakin bersyukur dengan peranku sebagai ibu rumah tangga. Di beri kesempatan untuk bisa melihat dan menemani setiap fase pertumbuhan dan perkembangan anakku yang tak akan pernah terulang kembali.
"Kini aku memang bukan siapa-siapa lagi bagi dunia, karena kini akulah yang menjadi dunianya suami dan anak-anakku".
        Bagiku arti #Mempesona itu tak harus slalu jadi yang terbaik, yang terpenting slalu berusaha untuk semakin lebih baik. Ketika kita mau belajar untuk semakin lebih baik maka kehidupan kitapun dengan sendirinya akan semakin lebih baik lagi dan membawa kebaikan pula bagi orang-orang di sekitar kita. Kita bisa menjadi pasangan yang baik, orang tua yang baik, anak yang baik dan untuk banyak orang.


       Ketika kita terus belajar memperbaiki kualitas diri kita dengan sendirinya akan membuat kita semakin bahagia karena kita semakin berdamai dengan diri kita sendiri. Jika kita bahagia, kita akan mempunyai banyak kebahagian pula yang bisa diberikan kepada orang lain. Tak mungkin kita bisa memberikan kebahagian, jika kita sendiri tak punya itu. Karena teko yang berisi air kebahagian pasti akan mengeluarkan air kebahagian pula. 

        Itu arti pesona menurutku. Bagaimana menurutmu ? Ayo tuliskan ceritamu di "Pancarkan Pesonamu"






Comments

  1. hihi.. 11-12 sama yang aku alamin mba, yang penting semoga tetap bisa jadi manfaat untuk semua ya

    ReplyDelete
  2. Semoga semua ga sia-sia dan jadi ladang amal kita ya mba 😘

    ReplyDelete
  3. semoga dengan menjadi dunianya anak anak dan suami akan menjadi ladang pahala untuk kita ya mbak, amiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…