• Sunday, September 15, 2019

    Kegiatan Anak Usia Dini "Membuat Sisik Ikan"

    kegiatan anak usia dini  membuat sisik ikan
       

          Halo-halo ada yang lagi nungguin kegiatan stimulasi saya bersama Erysha nggak? Hahaha *berharap. Nah, Ayah Bunda seperti biasa hari ini saya mau berbagi kegiatan stimulasi anak usia dini yaitu membuat sisik ikan dari serutan pensil. Penasaran kan? Alat dan bahannya gampang kok. Cuss langsung yukkk


    Kegiatan Anak Usia Dini "Membuat Sisik Ikan"


    Untuk usia: 3 - 6 tahun

    Alat dan Bahan

    kegiatan anak usia dini, membuat sisik ikan


    - kertas gambar ikan
    - serutan pensil
    - lem kayu (lem fox)
    - crayon / pensil warna

    Baca juga: CARA MEMBUAT PLAYDOUGH ATAU MALAM SENDIRI YANG PASTINYA LEBIH AMAN BUAT ANAK


    Cara Membuat dan Mengajarkannya pada Anak

    1. Sediakan kertas gambar ikan untuk anak. Gambar ikannya bisa kita gambar sendiri atau bisa juga diprint dari internet. Kalau saya yang gampang aja tinggal print lebih praktis hahaha 😂. Maklum nggak jago gambar hahaha 😂

    2. Pensil yang sudah kita serut dengan rapih secukupnya.

    3. Ajak anak mengelem gambar tersebut, lalu ajak anak membuat sisik ikan dengan menempel hasil serutan pensil tadi. Nah Ayah Bunda, kalau usia anaknya di bawah 4 tahun bisa kita biarkan anak menempel serutan pensilnya dengan bebas yang penting anaknya senang.


    kegiatan seru untuk anak di rumah


    Tetapi kalau usia anaknya di atas 4 tahum, bisa kita ajak anak untuk menempel dengan rapih, tersusun dan berpola. Karena Erysha masih di bawah 4 tahun. Jadi masih menempel semaunya. Tidak apa-apa yang penting anak sama-sama tetap bisa bermain sambil belajar. Ini dia hasilnya, taraaaaaa 😍


    kegiatan untuk anak usia 3 sampai 6 tahun


    Nah, kita juga bisa minta anak untuk mewarnai bagian ikannya misalnya bagian kepalanya dan ekornya sambil kita bercerita tentang kehidupan ikan. Untuk lengkapnya bisa lihat video kegiatan saya bersama Erysha ini ya dan jangan lupa di subscribe ya Ayah Bunda 😊




    Manfat Kegiatan Anak Usia Dini "Membuat Sisik Ikan"


          Ayah Bunda, walau kegiatan stimulasi ini tampak sederhana, tapi memiliki banyak manfaat untuk anak kita lho seperti:

    Baca juga: KEGIATAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN MEMBUAT POHON BIBIR

    1. Menstimulasi motorik halus anak
    2. Menstimulasi sensory anak
    3. Merangsang daya imajinasi anak
    4. Membangun bonding
    5. Menambah pengetahuan pada anak tentang bagian-bagian ikan dan kehidupan ikan
    6. Memberikan kegiatan positif pada anak di rumah

          Tuuu kan benar-benar gampang kan kegiatan anak usia dini membuat sisik ikan ini? Boleh sekali dicoba di rumah ya. Silahkan mampir ke kegiatan Erysha yang lain juga ya di sini


    Monday, September 9, 2019

    Mengapa Pernikahan itu Soal Komitmen Bukan Soal Kenyamanan?

    mengapa pernikahan itu soal komitmen bukan soal kenyamanan?
    Pixabay

         Kalian tahu mengapa pernikahan itu soal KOMITMEN bukan soal kenyamanan? Karena ketika kita menikah dan meletakkan kenyamanan di atas komitmen itu, maka betapa banyak orang lebih mudah bercerai ketika ia tak lagi merasakan kenyamanan pada pasangannya. Hingga kita lupa bahwa pernikahan tak selalu tentang kebahagiaan, tak selalu tentang tawa dan canda.

    Tapi ada kalanya kita diuji dengan pasangan kita, ada kalanya rumah kita diterjang badai dan adakalanya kita harus tersenyum penuh penguatan. Tapi bukankah pernikahan itu memang penuh suka duka. Lalu, jangan biarkan ketika kita menghadapi duka itu membuat kita langsung menyerah mundur dan lalu pergi. Mengapa? Karena pernikahan itu bukan soal kenyamanan tapi soal KOMITMEN dan JANJI padaNya

          Pernikahan itu berat dan akan semakin berat jika kita tidak membekali diri dengan banyak ilmu. Semakin berat jika kita tidak mau belajar bagaimana menjadi seseorang yang baik untuk pasangan kita dan anak-anak kita,  tapi terkadang juga pernikahan itu indah. Tapi tetap saja sesuatu yang indah dan hebat itu perlu ada usaha di dalamnya kan?

    Jadi, kalau kita melihat pernikahan seseorang begitu bahagia, pasti dibalik kebahagiaan mereka itu ada proses belajar yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Nggak mungkin tiba-tiba pernikahan itu bahagia. Contohnya seperti orang sukses. Orang sukses itu nggak mungkin kan tiba-tiba sukses, pasti dibalik itu semua mereka pernah berkali-kali jatuh tapi mereka mau bangkit. Kita saja melihatnya langsung enak padahal di dalamnya ada nangis darahnya


    janji pernikahan
    Pixabay


          Begitu juga di dalam pernikahan. Ada orang yang diuji oleh pasangannya sendiri, ada orang yang diuji dengan keturunannya, ada orang yang diuji dengan mertua, ada yang diuji dengan perekonomian dan ada juga orang diuji karena tergoda oleh perempuan / laki-laki lain.

    Kalau kalian sedang diuji yang mana? Atau kalau seandainya disuruh milih, ingin diuji dengan apa? 😂. Apapun bentuk ujiannya sama nggak enaknya ya. Hiks. Tapi ya memang begitulah hidup penuh ujian. Tapi, dipikir-pikir kita memang harus bersyukur masih hidup. Masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Coba kalau udah mati, astagfirulloh kehidupan setelah mati itu lebih berat dari ini.

    Ditanyakan semua hal yang sudah kita lakukan, dihisap semuanya dan kita nggak punya kesempatan lagi untuk memperbaiki diri. Iya kan? . Kecuali kalau kita percaya diri kalau kita ini orang shaleh dan yakin matinya langsung masuk syurga. Pengennya ya hiks.


    pernikahan itu soal komitmen
    Pixabay


          Kembali soal pernikahan ya. Pernikahan itu ibadah terlama kita dan sampai menggenapkan setengah agama. Saking luar biasanya ya pernikahan itu membuatku punya prinsip bahwa aku harus bahagia dengan pernikahanku. Kita nggak mau kan menua dan menghabiskan sisa hidup kita dengan ketidak bahagiaan. Begitu juga denganku.

    Bahkan seandainya kita diuji dengan pasangan kita sendiri dan harus hidup dengan orang yang tidak membuat kita bahagia, tetap saja kita harus milih kita harus bahagia. Bukan untuk pasangan kita tapi untuk anak dan diri kita sendiri. Karena terkadang jika kita meletakkan kebahagiaan kita selalu pada makhluk yang sifatnya sementara itu hanya membuat kita lelah karena berharap selain padaNya.

    Baca juga: REVIEW BUKU PARENTING "THE DANISH WAY OF PARENTING". TENTANG MENJADI ORANG TUA DAN ANAK YANG BAHAGIA

          Cieeeeee asyik banget ya kamu ngomongnya, Yen. Hahaha aku pun tertawa dengan tulisanku ini. Tapi memang sudah seharusnya begitu bukan? Tulisanku ini untuk menampar diriku sebenarnya. Ya paling tidak, kita harus ingat dengan pemahaman ini. Walau untuk prakteknya membuat kita tertatih-tatih kan.

    Hahhhhhhhhh ayo sama-sama kita tarik nafas. Pernikahanku allhamdulillah bahagia, walau bahagia bukan berarti tanpa ujian. Aku nggak tahu mending mana, diuji dari dalam atau diuji dari luar. Kalau menurut kalian mending mana? Hahaha 😂. Yah, paling aku pahami bagaimana kita bisa saling menguatkan dari dalam. Jadi, kalau dari dalamnya sudah kuat tidak akan mudah jatuh karena mendapatkan ujian yang datangnya dari luar

    Tetapi memang harus kuat karena ujian dari luar itu bisa jadi malah perlahan-lahan meregangkan hubungan yang terbentuk dari dalam dan akhirnya bisa membuat salah satunya kelelahan bahkan keduanya. Lalu, memutuskan pergi gara-gara serangan dari luar itu. Hmmm Naudzubillah ya. Yuk kita saling mendoakan ya

    "Ketika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain maka malaikatpun mendoakan kebaikan pula untuk kita"


    Cara Jika Menghadapi Permasalahan Rumah Tangga


    cara menghadapi permasalahan rumah tangga
    Pixabay


    Tulisan ini lagi-lagi aku tulis untuk diriku sendiri.

    1. Semakin dekat dengan Allah

    Kalau kita nggak dekat dan nggak minta tolong pada Sang Maha Kuat, lalu kita mau minta tolong pada siapa lagi? Karena ketika kita berharap pada makhluk, kita pasti kecewa ketika makhluk itu meninggalkan kita. Sedangkan Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Yang ada kita kali yang sering meninggalkanNya huhuhu 😭


    2. Curhat pada ahlinya

    Jika rasanya beban itu terasa berat, jangan ragu untuk terbuka pada orang lain. Tapi tentu saja kita nggak bisa cerita pada sembarang orang. Karena bagaimanapun juga yang namanya masalah keluarga itu agak sensitif dan privacy ya.

    Jadi, kalau kita curhat ke orang yang salah, bisa jadi orang tersebut menyebarkan rahasia kita pada orang lain, memberikan saran yang tidak baik. Bukannya membuat rumah tangga kita semakin harmonis tapi bisa jadi berakhir dengan semakin runyam. Karena semakin membuat kita tidak memandang permasalahan dengan objektif.

    Jadi saran aku dan berdasarkan pengalaman aku, kalau kita mau curhat selain kepada Allah yaitu kepada ahlinya. Kenapa ke ahlinya? Karena seseorang yang ahli akan memberikan saran atau jalan keluarnya sesuai dengan keilmuannya.

          Nah, jika kita tidak memiliki atau bertemu dengan orang ahlinya, paling tidak kita bisa curhat pada orang yang selalu berpikir positif. Sekalipun seseorang yang berpikir positif ini tidak selalu bisa memberikan saran sesuai ilmu, tetapi paling tidak orang yang positif akan memberikan masukan yang positif juga pada orang lain.

    Seandainya tidak memberi saran, paling tidak dia bisa menjadi pendengar yang baik untuk kita dan kalau seseorang yang mendengarkan itu tidak ada, biasanya aku suka curhat di buku diari. Karena menulis itu salah satu sarana melepaskan beban dengan mengeluarkan semua emosi negatif di sana. Tapi aku saranin sebaiknya kita punya seseorang yang bisa kita percaya


    3. Bertemanlah dengan orang-orang yang positif

    pentingnya berteman dengan orang-orang positif
    Pixabay

    Berteman dengan orang-orang yang positif akan menularkan semangat, motivasi dan aura yang positif pula pada kita dan ini membuat kita jadi lebih menikmati hidup kita termasuk menguatkan kita di dalam pernikahan kita


    4. Mengingat kebaikan suami

    Ketika perasaan kita sudah tenang. Ingat-ingatlah kebaikan suami. Biasanya itu salah satu caraku jadi mudah memaafkan suami. Toh kebaikannya lebih banyak daripada mengecewakannya. Mengingat kebaikan suami salah satu caraku sekalipun ada rasa sedih atau marah padanya tetapi tetap di dalamnya selalu ada cinta. Makanya kalau kami sudah baikan, perasaan kami berdua semakin besar satu sama lainnya *eaaaaaa 😍. Jangan pada huekkkk ya 😂


    Tapi bagaimana kalau suaminya bukan suami yang baik dan lebih banyak mengecewakannya daripada kebaikannya?

    Ya sudah apa yang bisa kita lakukan jika bukan menerima keadaan dan berdamai dengan diri sendiri agar pernikahan tetap selamat. Ini ngomong gampang ya tapi untuk prakteknya membuat hati pasti terasa teriris-iris. Tapi tentu saja setiap orang punya keadaan pernikahan yang beda-beda. Ada yang terpaksa akhirnya terpisah ketika yang dilanggar pasangan adalah prinsip hidup dan lain-lain kita nggak boleh juga menghakimi orang lain apalagi sok tahu dengan kehidupan orang lain

    Hanya saja tentu kita harus berjuang mempertahankan pernikahan kita terlebih dahulu. Karena seperti yang disebutkan di atas pernikahan itu soal komitmen bukan soal kenyamanan. Sekalipun pasangan kita bukan pasangan yang baik dan bukan pula orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Ya sudahlah, lepaskan rasa berharap itu padanya. Karena berharap pada makhluk itu melelahkan ya.

    Paling tidak kita berusaha dulu dan mendoakannya. Dia baik atau tidak, itu tanggung jawab dia ama Allah bukan urusan kita. Yang pentingnya kitanya yang mainkan peran kita dengan sebaik-baiknya. Bukan demi siapapun tapi karena menjadi seseorang yang baik apapun peran kita, itu adalah tanggung jawab diri kita padaNya


    5. Cari waktu yang pas untuk bicara

    waktu yang pas bicara dengan pasangan
    Pixabay

    Segala sesuatu itu kan perlu dibicarakan, perlu dikomunikasikan biar selesai dan biar nggak ada yang mengganjal. Jangan sampai menjadi bom waktu suatu hari nanti. Tapi tetap saja cara menyampaikannya harus baik. Tidak boleh untuk saling menyalahkan tetapi sama-sama cari jalan keluarnya.

    Jadi bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar ya. Bahasanya juga dikemas dan hati-hati sekali bagaimana caranya agar apa yang kita sampaikan dapat ia terima tanpa harus menyinggung pasangan kita. Kalau caranya tidak baik dan menyinggung misalkan dengan marah-marah, bagaimana pesan kita itu bisa sampai padanya. Karena yang kita inginkan itu ia memahami kita kan. Berarti bicaranya dari hati ke hati dan dengarkan juga apa yang ia sampaikan agar kita juga memahami apa yang ia butuhkan

    Setelah caranya diperhatikan, perhatikan juga waktu yang baik tepat untuk menyampaikannya. Jangan bicara ketika suami dalam keadaan lelah atau banyak pikiran. Karena jika kita bicara saat itu juga, itu hanya akan menambah pertengkaran. Bener banget ya pernikahan itu adalah seni.


    6. Evaluasi diri

    Sebelum kita menyalahkan pasangan kita, kitanya harus evaluasi diri juga. Apakah itu hanya perasaan kita saja ataukah sesuatu itu emang salah.


    7. Bekali diri dengan bangak ilmu

    Perbanyak membuku tentang pernikahan, jangan ragu untuk ikuti seminar pernikahan dan sharing dengan mereka yang berpengalaman. Karena jika kita tidak membekali diri dengan ilmu, mau dengan apa kita menjalani dan membersamai pernikahan kita dengan indah? Karena sekali lagi sesuatu yang hebat itu tidak tercipta dengan sesuatu yang instan. Ada banyak proses belajar di balik tirainya

          Lengkapnya baca dua tulisanku yang ini ya 😊 (Cara Menjadi Pasangan yang Bahagia untuk Membesarkan Anak yang Bahagia dan Cara Menjadi Istri yang Baik untuk Suami atau sebaliknya ). Tulisan ini untuk mengingatkan diriku sendiri. Smga Allah menguatkan kita dan berpegangan tangan dengan pasangan kita untuk melawan masalah itu. Karena musuh kita sesungguhnya itu bukanlah pasangan kita tetapi masalah itu.  🙏. Karena pernikahan itu bukan soal kenyamanan tapi soal komitmen


    Thursday, September 5, 2019

    Memberdayakan Pesantren di Jawa Barat melalui Program OPOP


    one pesantren one product, programnya gubernur jawa barat
    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil


          Hal apa sih yang kita ingat jika kita mendengar kata pesantren? Belajar agama, di desa, shaleh, santri dan apa lagi? Kebanyakan hanya kata-kata itu yang kita ingat tentang pesantren bukan? Padahal sebenarnya ada banyak hal yang perlu kita amati dan bangun bersama tentang pesantren termasuk dalam hal perekonomiannya

    Apa Ayah Bunda tahu, banyak pesantren yang belum mandiri lembaga pendidikannya. Sehingga pesantren kesulitan dalam biaya operasionalnya dan kurang berkembangnya sarana dan prasananya. Padahal ini semua penting untuk mendukung berjalannya proses belajar mengajar di dalam kelas

    Tapi kini lewat program unggulan yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Pak Ridwan Kamil beserta wakilnya. Dimana program ini bernama "One Pesantren One Product" yang disingkat menjadi OPOP atau disebut juga sebagai Pesantren Juara dibuat untuk menciptakan, mengembangkan, memasarkan produk yang dibuat oleh setiap pesantren yang ada di Jawa Barat dengan harapan setiap pesantren bisa mandiri. Penasarankan tujuan program OPOP ini apa saja?



    Tujuan One Pesantren One Product (OPOP)


    1. Meningkatkan nilai indeks pembangunan manusi (daya beli)
    2. Tercapainya SDGs no 8 (Decent Work and Economic Growth)
    3. Mewujudkan pesantren yang nempunyai usaha yang mandiri, berkelanjutan dalam jangka panjang, menghasilkan manfaat ekonomi bagi pesantren dan lingkungan masyarakat
    4. Menumbuhkan kewirausahaan dalam lingkungan pesantren
    5. Mengembangkan kolaborasi melalui kegiatan antar usaha pesantren dan antar usaha dengan badan usaha lainnya

          Waw luar biasa sekali ya Ayah Bunda tujuan program ini. Oleh karena itu, program ini telah menjaring sebanyak 1565 pesantren, lho. Lalu diadakan seleksi administrasi dan terjaringlah 1338 pesantren dan audisi kembali tahap 1 sehingga terjaring 1074 pesantren yang berhak melaju ke tahap selanjutnya dan berhak mendapat hadiah dari Pemrov Jabar berupa:


    hasil produk anak-anak pesantren


    - Temu Bisnis
    - Pelatihan dan pemagangan
    - Bantuan penguatan badan usaha
    - pendanpingan
    - promosi produk (pameran dan lain-lain)

          Nah Ayah Bunda, allhamdulillah sebanyak 1074 pesantren telah masuk ke tahap temu bisnis dan simbolis penyerahan hadiah oleh gubernur Jawa Barat. Di tahap temu bisnis ini ada pertemuan antara pondok pesantren dan para pengusaha atau brand terkenal untuk menciptakan kerjasama.


    Tapi apakah pondok pesantren yang sudah lulus ini ditinggalkan begitu saja?

          Oh tentu tidak dong. Pemrov Jabar pun akan memberikan pendampingan kepada para santri selama 8 hari. Jadi mereka tetap diedukasi bagaimana membangun sebuah usaha dan memasarkannya. Misalkan bagaimana membuat foto produk yang cantik dan bagaimana cara berjualan online dan lain-lain.

    MasyAllah program ini membuat aku terharu lho Ayah Bunda. Karena terlihat sekali Pemrov Jabar ini begitu totalitas mereka memberikan yang terbaik untuk perekonomian di pesantren dan anak bangsa. Bagaimana tidak, karena anak-anak santri sebanyak 1074 ini sampai diundang dan menginap di Hotel Ibis, Trans Studio Mall Bandung, lho. Secara hotel Ibis itu salah satu hotel mewah, elitenya kota Bandung lho.


    program gubernur jawa barat


           Jadi, ketika aku menghadiri acara simbolis penyerahan hadiah program ODOP ini, terasa sekali energi positif di aulanya dengan shalawat yang dikumandangkan dan tahu nggak Ayah Bunda sebanyak 1074 pesantren ini dan setiap pesantrennya akan mendapatkan modal usaha sebesar 25 sampai 30 juta, lho. MasyAllah bagaimana aku nggak merinding coba.

    Terbayang nggak sebanyak apa uang yang Pemrov Jabar keluarkan untuk program ini? Bukan biaya yang sangat sedikit kan? Jadi, kalau ada yang bertanya uang pajak dikemanakan? Ya salah satunya ke program pemerintah begini. Jadi, jangan suka suudzhon sama pajak atau malas bayar pajak kalau semua fasilitas kita nikmati selama ini dari pendidikan, kesehatan, perekonomian, insfrastruktur dan lain-lain itu semua berasal dari pajak.

    Aduh, kok aku berapi-api gini ya kalau berbicara soal pajak hahaha 😂. Maklum aku ini istri dari orang pajak yang pekerjaan suaminya suka disuudzonin sama orang-orang, baca curhatan aku juga ya di sini "Rumah untuk Pulang" tentu saja niatnya untuk mengedukasi agar kita tidak mudah berburuk sangka pada orang lain. Oke lanjut ya


    Apa nanti uang 25 - 30 juta yang telah diberikan itu harus dikembalikan lagi pada Pemrov Jabar?

    Ternyata uangnya tidak perlu dikembalikan lagi lho Ayah Bunda. Pemrov Jabar memberikan modal usaha hanya berharap agar pondok pesantren di Jawa Barat menjadi mandiri dan itu semua jadi ikut membantu perekonomian bangsa terutama perekonomian Jawa Barat dengan produk yang dipasarkan oleh pesantren kepada masyarakat


    Apa saja produk yang dihasilkan oleh pesantren dalam program "One Pesantren One Product" ini?


    Produk yang dibuat pondok pesantren ini terdiri dari berbagai macam makanan, ukiran kayu, jilbab, berbagai macam jenis tas, dan lain-lain


    produk-produk yang dihasilkan anak pesantren pada program one pesantren one product

    program unggulan ridwan kamil



    Lalu, bagaimana nasib pondok pesantren yang tidak lulus?

    Untuk pesantren yang belum lulus seleksi tahap 1 bisa ikut program OPOP tahap 2 nanti yang insyAllah akan dimulai tahun depan. Keren kan. Jadi semua pesantren yang memenuhi syarat akan kebagian modal usaha semua.

          Nah selain itu ya Ayah Bunda yang membuatku apresiasi sekali pada program ini karena kebanyakan program pemerintah itu jarang sekali melirik pondok pesantren kan. Jadi ketika program ini dicanangkan langsung aku semangat menyambutnya. Berharap bisa memberdayakan, melatih dan memotivasi anak-anak santri juga. Karena bagaimana pun pesantren juga sama-sama lembaga pendidikan yang perlu kita perhatikan dan bangun bersama

    Baca juga: Arti Pendidikan Sebenarnya
    Baca juga: Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak



    Tujuan Pendidikan dalam Program "One Pesantren One Product"


    tujuan program one pesantren one product (opop)

    Selain dalam bidang perekonomian,  ada banyak unsur pendidikan juga di dalam program ini menurut aku, yaitu:

    1. Melatih rasa percaya diri santri
    2. Melatih keberanian mereka untuk berwirausaha
    3. Menambah ilmu dan wawasan mereka
    4. Membuat para santri memiliki skill yang nanti mereka gunakan setelah lulus pesantren
    5. Dan lain-lain

    MasyAllah ya Ayah Bunda program "One Pesantren One Product" atau OPOP ini. Kalau begitu yuk Ayah Bunda, kira doakan bersama semoga program ini lancar dan memenuhi harapan serta doa kita semua sehingga pesantren di Jawa Barat semakin mandiri dan santri-santrinya memiliki pengalaman bisnis. Aaaminnn



    Wednesday, August 28, 2019

    Bagaimana Cara Menangani Anak yang Suka Memukul?

    cara menangani anak yang suka memukul
    Pixabay


          Aku itu ya suka bingung menjawab pertanyaan yang bertanya ke aku bagaimana caranya agar anaknya 5 tahun nggak suka pukul-pukul kalau penyebabnya ya dari orang tua itu sendiri juga. Penyebab anak memukul itu ada banyak. Setelah ditelusuri di kasus ini bagimana anaknya nggak pukul-pukul atuh kalau orang tuanya sendiri juga main tangan sama anaknya, bagaimana anaknya nggak suka pukul-pukul atuh kalau anaknya tontonannya aja kekerasan, sinetron, terus bagaimana anaknya ga suka pukul-pukul dan nggak bisa berempati kalau anaknya saja mendapatkan perlakuan kasar dari orang tuanya. Kan aku bingung jadinya. Soalnya yang pertama harus diedukasi ini sebenarnya orang tuanya bukan anaknya.

          Mendidik anak dengan memberikannya rasa takut itu bukanlah pendidikan. Rasa takut hanya memberikan efek sementara pada anak. Tapi tidak selamanya. Yang ada anak hanya belajar kekerasan dari orang tuanya dan terbentuklah karakter keras pada jiwanya kelak. Lalu, bagaimana dong cara kita mendidik anak? Pakai iman, pakai ilmu dan pakai cinta. Caranya? Makanya kitanya harus belajar *nunjuk diri sendiri

          Ayah Bunda, banyak orang tua dan bahkan kita kebingungan ketika mendapati anak-anak kita suka memukul. Oleh sebab itu, kita harus cari dulu penyebab mengapa anak kita suka memukul. Berikut gambaran apa saja penyebab anak suka memukul:


    Penyebab Anak Suka Memukul 

    penyebab anak suka memukul
    Pixabay

    1. Anak masih berusia di bawah 3 tahun

          Ayah Bunda, menurut ahli parenting Abah Ihsan. Anak berusia di bawah 3 tahun masih memukul, itu wajar. Karena usia segitu anak masih belum bisa mengendalikan emosi marahnya dan belum bisa mengendalikan kekuatannya. Jadi, anak nggak tahu kalau kekuatannya itu bisa menyakiti teman-temannya atau orang lain.

    Walau anak usia di bawah 3 tahun ini belum bisa mengendalikan emosinya, tetap anak diajarkan pengendalian emosi marah dari sejak dininya dan tetap berikan konsekuensi sesuai usia anak. Diharapkan ketika anak berusia 3 tahun ke atas, jadi tidak suka memukul orang lain lagi. Walau bukan berarti proses belajar pengendalian diri ini selesai tidak. Sama saja kayak kita, kita saja masih belajar terus kan ya mengendalikan emosi kita apalagi emosi pada anak-anak kan hahaha. Begitu juga dengan fase belajar pengendalian emosi pada anak

    Semakin tinggi usia anak maka tantangan pengendalian emosi ini akan besar. Jadi paling tidak, mengajarkan pengendalian emosi pada anak sejak dini tidak membuat anak mudah marah pada orang lain dan tidak menyalurkannya ke hal negatif


    2. Anak belum bisa mengungkapkan perasaannya

          Nah, karena anak belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik. Jadi, ketika keinginannya tidak terpenuhi maka membuat anak mudah marah seperti menjerit, berteriak, dan memukul orang terdekatnya.

    Oleh sebab itu, penting sekali mengajarkan anak mengungkapkan perasaannya. Seperti mendengarkan anak, berbicara dari hati ke hati dengan anak, peka menangkap pesan emosi anak agar kita bisa membantu anak untuk menjelaskan perasaannya


    3. Cari perhatian

          Ini masih kelanjutan dari ketidak mampuan anak mengungkapkan perasaannya dan ketidak pekaan kita sebagai orang tua melihat perasaan anak, maka memukul itu bisa anak jadikan sebagai caranya untuk mencari perhatian. Seperti memukul saudaranya atau teman-temannya.


    4. Ada kebutuhan fisik anak yang tidak terpenuhi

          Misalkan anak sedang sakit, atau sedang lelah, lapar, ngantuk dan lain-lain yang membuat anak mudah marah dan dalam marahnya ia memukul


    5. Dari apa yang anak lihat

          Misalkan anak suka memukul karena melihat orang terdekatnya pun suka memukul atau melakukan kekerasan fisik maupun verbal baik padanya atau pada orang lain. Selain melihat dari orang terdekatnya, biasanya anak semakin agresif ketika anak menonton film kekerasan, komik, bully atau games kekerasan


    6. Anak belum diajarkan tentang emosi dan pengelendalian diri sejak dini

          Ayah Bunda pernah lihat orang dewasa kok berantem adu fisik, anak SMA/SMK melakukan tawuran  atau bahkan pejabat negara main jotos? Itu semua karena di waktu kecil anak tidak belajar pengendalian diri dengan baik. Lalu, bagaimana cara mengajarkan pengendalian emosi pada anak?

    Baca juga: 6 Cara Mempertahankan Diri dari Bully

    Cara Mengajarkan Pengendalian Emosi pada Anak


    cara mengajarkan pengendalian emosi pada anak
    Pixabay

    a. Orang tuanya yang harus belajar dulu

          Bagaimana mau mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya kalau kitanya sendiri orang tua masih sulit mengendalikan emosi kita terhadap anak. Iya kan? *nunjuk diri sendiri  Nggak mungkin kan kita bilang pada anak kalau  ngomong yang baik, nggak pakai marah-marah, nggak pakai teriak-teriak dan nggak pakai pukul-pukul. Kalau kita sendiri masih sering melakukan itu pada anak dan orang lain atau mungkin pada pasangan. Karena

    "Salah satu proses belajar anak adalah meniru"

    Baca juga: Cara Mengendalikan Emosi Ibu pada Anak

    b. Labeli emosi anak

          Ketika anak senang, sedih, marah, takut, kecewa, dan lain-lain. Labeli setiap emosi anak itu sesuai apa yang anak rasakan. Misalkan

    "Wah, Ade lagi seneng ya? Kenapa?"

    "Ade lagi marah ya? Kenapa? Sini Bunda peluk"

    Menamai emosi anak ini penting agar anak tahu apa yang sedang ia rasakan. Ajak anak berdiskusi tentang perasaannya. Ini membantu anak belajar mengungkapkan perasaannya dengan cara yang baik. Ketika anak dari kecil dilatih mengungkapkan perasaannya dengan baik, ini akan membentuk pengendalian diri yang matang pada anak kelak ketika ia telah dewasa karena ia jadi belajar memahami dirinya sendiri

    c. Dengarkan cerita anak


    menjadi pendengar yang baik untuk anak
    Pixabay

          Namai emosi anak dan dengarkan perasaan anak. Biarkan anak bercerita dan tarik semua emosinya keluar bahkan emosi negatifnya jika anak sedang marah

    Dengarkan tanpa menyelanya dan menyalahkannya. Setelah anak tenang peluk anak dan minta maaf pada anak. Setelah anak mengungkapkan perasaannya, giliran kita mengungkapkan perasaan kita pada anak dan sampaikan pesan positif pada anak. Katakan dengan kata yang sederhana dan singkat pada anak sesuai usia anak. Misalkan

    "Bunda kesakitan kalau Ade pukul-pukul, nanti kalau Ade mau sesuatu tinggal bilang baik-baik aja ke Bunda ya. Kalau Ade marah, Ade tenangkan diri ya, duduk, istigfar atau minum"

    Terakhir bisa katakan pada anak bahwa kita menyayanginya. Ini penting agar anak tetap merasa dicintai oleh kita.

    Baca juga: Begini Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Anak 


    7. Kenalkan emosi lewat buku cerita



    mengenalkan emosi lewat buku cerita pada anak
    Pixabay

          Kita bisa pula mengenalkan anak emosi melalui buku cerita atau berdongeng. Ini juga salah satu cara kita menanamkan anak untuk menyukai buku sejak dini. Ketika anak sudah menyukai buku sejak dini, ini jadi memudahkan kita untuk menyampaikan pesan positif dengan cara menyenangkan pada anak


    8. Sering lakukan sounding pada anak

          Sering lakukan sounding pada anak bahwa memukul itu tidak baik dan menyakiti orang lain dan jika anak memukul temannya di luar, berikan anak konsekuensi seperti tidak boleh bermain saat itu juga. Misalnya dengan cara langsung menggendong anak ke dalam rumah dan biarkan anak menenangkan dirinya di dalam rumah. Jadi, ketika nanti anak hendak bermain dengan temannya atau sebelum tidur malam, disounding lagi

    9. Dan lain-lain

    Tapi, bagaimana jika anak nangis dan teriak-teriak di dalam rumah karena tidak diizinkan bermain? Biarkan saja. Kita harus tega demi kebaikan anak ke depannya. Setelah anak tenang, baru kita ajak anak ngobrol. Berikan anak konsekuensi ini secara konsisten setiap anak memukul. Agar anak pun belajar tentang konsekuensi atas perbuatan tidak baiknya. Konsekuensi ya Ayah Bunda bukan menghukum anak dengan membentaknya atau memarahinya. Karena konsekuensi dan hukuman itu sesuatu yang berbeda

          Nah, itu Bunda cara mengenalkan emosi pada anak agar anak bisa belajar mengendalikan emosinya. Jadi, jika ingin anak-anaknya tidak pukul-pukul, telusuri dulu penyebabnya apa, baru kita bisa menemukan solusinya. Tapi ingat ya, tidak semua keinginan anak itu baik kita penuhi. Jadi ketika anak tantrum. Biarkan saja. Kita harus tega demi kebaikannya ke depannya. Lebih baik sulit sekarang daripada sulit nanti


    Tuesday, August 20, 2019

    11 Alat Ini Wajib Ada di Rumah untuk Membantu Stimulasi Anak

    11 alat ini wajib ada di rumah untuk membantu stimulasi anak
    Pixabay

          Hai Ayah Bunda, sebagai orang tua kita memikul amanah besar dari peran kita ini. Sehingga membuat kita mau nggak mau harus terus belajar menempa diri untuk lebih baik apapun peran kita. Terutama peran kita sebagai orang tua. Dan salah satu peran kita sebagai orang tua adalah menstimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak agar anak bisa berkembang dengan optimal sesuai usianya. Nah, berikut aku mau berbagi alat edukasi apa saja sih yang wajib kita persiapkan untuk membantu menstimulasi anak kita di rumah


    11 Alat Ini Wajib Ada di Rumah untuk Membantu Stimulasi Anak


    1. Buku Cerita
          Ayah Bunda, Indonesia masih berada di peringkat terbawah dengan minat baca yang rendah di dunia dan ini sungguh membuatku miris. Padahal sebenarnya mengenalkan anak pada buku dan membuat anak menyukai buku banyak sekali manfaatnya dan bisa langsung menstimulasi beberapa aspek tumbuh kembangnya seperti aspek bahasa, kemampuan bicara, kognitifnya, perilakunya, imajinasi anak dan masih banyak lagi.

    Baca juga: Mengapa Perlu Mengenalkan Buku pada Anak Sejak Dini?

    pentingnya membacakan buku cerita pada anak sejak dini
    Pixabay

    Kita itu sanggup membeli handphone yang harganya berjuta-juta. Tapi mengapa merasa sayang ketika harus mengeluarkan uang untuk membeli buku untuk anak-anak kita. Padahal sesungguhnya manfaat membacakan buku ini bermanfaat seumur hidup anak. Sedangkan handphone 3 tahun lagi mungkin sudah kurang maksimal pemakaiaannya.

    Baca juga: Caraku Mengenalkan dan Membuat Anak Menyukai Buku 


    2. Mainan edukasi
          Mainan edukasi ini dan buku cerita penting sekali harus kita sediakan di rumah. Ini membantu kita mengalihkan anak dari tontonan TV dan main gadget. Ayah Bunda bisa baca juga ya di sini "Cara Mengalihkan Anak dari Gadget dan TV"

    Mainan edukasi ini bisa seperti bola, puzzle, balok, lego, boneka, mainan masak-masakkan, mainan kasir-kasiran, piano, pasir kinestetik dan lain-lain. Mainan edukasi ini nggak harus selalu beli ya Ayah Bunda. Kita bisa juga kok belajar membuatnya sendiri dan bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak-anak kita. Karena memang menjadi orang tua itu kita itu harus dituntut kreatif juga bagaimana anak bisa bermain dan belajar dengan cara menyenangkan sehingga dia merasa tidak sedang belajar


    3. Alat tulis
          Sediakan alat tulis, kertas HVS dan alat warna (kecuali cat ya 😂) diletakkan ditempat yang terbuka di rumah dan mudah dijangkau anak. Ini penting agar anak bisa dengan bebas mencorat-coret dan menggambar apa saja yang anak suka. Alat tulis ini bisa buku, pulpen, pensil, penghapus dan penggaris


    4. Kertas HVS
    manfaat menggambar bebas pada anak
    Erysha sedang menggambar bebas

          Ayah Bunda, ketika kita telah menyediakan alat tulis dan kertas pada anak, anak bisa lebih bebas lagi dan bereksplorasi seperti apa yang anak inginkan. Ini membuat kita lebih mudah menstimulasi anak dengan mengajak anak menggambar bebas.

    Mungkin anak awalnya gambarnya berupa benang kusut. Tapi jika lama-lama sering kita ajak menggambar, gambar anak akan mulai terlihat dan terbentuk seiring bertambahnya usia anak, stimulasi yang ia dapatkan. Apalagi jika anak sering kita bacakan buku cerita, ini akan memperkaya imajinasi anak dan imajinasi inilah yang ia tuangkan lewat gambarnya

          Jangan lupa, setelah anak menggambar kita ajak anak berdiskusi. Tanyakan padanya apa yang ia gambar? Mengapa ia menggambar itu? Kenapa memilih warnanya itu? Dan lain-lain tanpa menghakiminya. Ini akan melatih anak untuk berpikir kritis, belajar mengungkapkan alasannya, belajar berkomunikasi karena betapa banyak orang pintar di luar sana tapi ia tidak pandai mengkomunikasikan gagasannya pada orang lain.

    Oleh sebab itu, mengajarkan anak berbicara itu penting dilatih sejak dini. Selain itu menggambar dan mewarnai itu penting untuk menstimulasi motorik halus anak. Selain kertas HVS kita jadikan alat untuk menggambar oleh anak, bisa juga kita gunakan untuk membuat worksheet atau DIY pada anak seperti kegiatan aku bersama Erysha ini lihat di sini ya "Membuat Kulit Jerapah dengan Kulit Telur" atau bisa juga kita ajak anak bermain melipat kertas seperti membuat perahu atau bermain pesawat-pesawatan


    5. Alat mewarnai


    kegiatan yang dapat melatih motorik halus anak
    Pixabay

     Ayah Bunda bisa sediakan crayon, pensil warna dan spidol di rumah dan diletakkan di tempat yang mudah anak jangkau. Ini satu paket ya dengan nomor 2 dan 4.


    6. Kertas warna
          Menurut aku kertas warna ini juga penting kita sediakan di rumah. Karena kebanyakan membuat kreativitas di rumah bersama anak banyak yang kegiatannya menggunakan kertas warna ini. Karena kertas warna menarik ya warnanya untuk anak jadi membuat anak jadi belajar warna sekaligus

    Biasanya kertas warna ini suka aku gunakan kalau mengenalkan pola warna, menggunting garis, mengenalkan bentuk contohnya lihat di sini ya "Mengenalkan Bentuk pada Anak" atau membuat kreativitas seperti "Membuat Permen Kupu-kupu" dan lain-lain. Klik aja ya link warna merahnya


    7. Gunting
          Nah, sebenarnya Erysha itu sudah aku kenalkan dengan kegiatan menggunting di usia kurang dari 2 tahun dengan gunting kecil dan bertahap. Dari awalnya belajar cara memegang gunting dengan benar, belajar menggunting bebas, menggunting garis lurus, zigzag dan sekarang Erysha sudah bisa menggunting bentuk seperti bentuk kotak, segitiga, kecuali bulat. Sekaligus mengenalkan bentuk pada Erysha. Erysha sudah bisa menggunting kotak dan segitiga. Hanya saja bentuk bulat belum bisa mengikuti garis bulatnya. Nanti kalau tahap ini sudah bisa, baru aku kenalkan Erysha menggunting dengan bermacam bentuk

          Tapi aku nggak menyarankan mengajarkan anak menggunting di usia kurang dari 2 tahun untuk anak yang lain, ya.  Karena setiap anak memiliki kemampuan motorik halus yang berbeda-beda. Aku menyarankan di usia 3 tahun saja. Karena jika anak dibawah 3 tahun tetapi motorik halusnya kurang terstimulasi dengan baik, khawatirnya kegiatan menggunting bisa berbahaya karena bisa melukai tangan anak kita.

    Ini aku nggak bermaksud sombong ya Ayah Bunda, nggak. Tapi sebenarnya yang paling tahu kemampuan anak kita adalah kita orang tuanya, jadi kalau Ayah Bunda merasa anak sudah mampu boleh dikasih di bawah 3 tahun, tapi kalau motorik halusnya masih kurang baik. Jangan dulu. Tunggu usia 3 tahun. Tapi ingat harus bertahap ya cara mengenalkan kegiatan ini dan di bawah pengawasan kita


    8. Lem
          Sediakan lem kertas dan lem kayu di rumah. Lem kertas ini bermanfaat sekali untuk membantu kita dan anak dalam kegiatan menempel yang bahannya dari kertas. Biasanya lem kertas ini bisa untuk membuat kreativitas bersama anak dan bisa juga menempel kertas pada worksheet yang sudah kita buat untuk anak sesuai usianya.

          Nah Ayah Bunda, selain menyediakan lem kertas, kita pun bisa menyediakan lem kayu di rumah. Kalau aku menggunakan lem kayunya merk Fox. Lem kayu ini berguna sekali menempelkan sesuatu yang bahannya bukan kertas. Biasanya untuk membuat DIY bersama anak. Contoh DIY aku bersama Erysha ketika "Membuat Domba". Klik aja ya link warna merahnya.


    DIY untuk anak usia dini


    Nah, lem fox ini ada ukuran besar dan kecilnya. Jadi, Ayah Bunda bisa beli sesuai kebutuhan dan bisa digunakan berkali-kali. Saya sarankan belinya yang ada wadahnya ya. Jangan yang di plastik. Karena kalau di plastik cepat kering.


    9. Cat atau pewarna makanan
          Aku juga di rumah menyediakan pewarna makanan untuk kegiatan bermain dan belajar Erysha di rumah. Warnanya warna primer yaitu warna merah, kuning, dan biru. Jadi, kalau ingin warna lain tinggal dicampurkan saja. Misalnya mau warna hijau, bisa campurkan warna biru dan kuning.

          Aku sengaja memilih pewarna makanan karena lebih aman untuk anak. Jadi bisa kita gunakan untuk anak usia di bawah 2 tahun juga. Jadi, nggak usah khawatir jika anak di bawah usia 2 tahun memasukkan tangannya yang sudah terkena pewarna makanan karena aman, selain aman pewarna makanan pun lebih murah dan isinya lebih banyak jika dibandingkan menggunakan cat air

    Tapi, kalau Ayah Bunda mau stock cat air di rumah juga nggak apa-apa. Selain pewarna makanan, cat air, bisa juga menggunakan cat biang atau bibitnya cat. Nah, kalau menggunakan cat biang sebaiknya dicampur dengan cat tembok warna putih.

    Karena cat biang itu kan kental sekali ya Ayah Bunda, jadi butuh campuran cat tembok warna putih agar tidak merusak warnanya juga. Belinya yang kiloan aja. Kan ada itu ya. Kalau Ayah Bunda beli cat biang, awet banget ini dan pemakaiannya cuma sedikit sekali. Biasanya cat biang ini suka digunakan di taman kanak-kanak karena mereka membutuhkan porsi yang banyak. Ayah Bunda bisa intip kegiatan aku dan Erysha bermain warna dari cat di sini, ya

    a. Membuat pelangi di atas susu
    b. Bermain finger painting
    c. Percobaan sains (Bermain percampuran warna)
    d. Membuat playdough sendiri
    e dan lain-lain


    10. Celemek Cat
          Jujur, kalau yang ini aku belum punya. Tapi aku merasa ini butuh untuk mengajak Erysha bermain cat di rumah. Soalnya sayang kan ya kalau baju anak-anak kita jadi korban ketika kita mengajak anak bermain cat dan mencuci bajunya jadi lebih susah. Jadi menurut aku celemek khusus cat ini perlu


    11. Sepeda


    cara melatih motorik kasar anak
    Erysha sedang bermain sepeda

          Nah, kalau sepeda aku merasa kita butuh untuk membantu menstimulasi motorik kasar dan keseimbangan anak. Selain itu kita bisa juga mengajak anak bermain sepeda setiap pagi atau sore. Selain bisa menstimulasi motorik kasar anak, bermain sepeda di luar rumah bisa menstimulasi kemampun sosial anak, rasa percaya diri anak bertemu dengan orang lain di luar  dan lain-lain

          Nah, Ayah Bunda menurut aku 11 hal di atas penting sekali kita sediakan di rumah untuk membantu kita menstimulasi aspek tumbuh kembang anak di rumah. Terutama karena aku juga memilih home schooling untuk Erysha. Doakan ya semoga kami dimudahkan. Ayah Bunda boleh intip cerita mengapa aku memilih home schooling untuk Erysha di sini




    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES