• Sunday, October 14, 2018

    Bagaimana Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur?

    bagaimana cara menjadi ibu yang bersyukur?

    Apa kabar Bunda? Semoga tetap selalu berusaha untuk semangat, ya. Nah, hari ini saya berbagi tulisan collab saya bersama Bunda Enny tentang "Bagaimana Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur" dan ini adalah versi beryukur dalam pandangan saya. Jika Ayah Bunda ingin tahu versi bersyukur Bunda Enny boleh mampir ke tulisan beliau ya

    Bunda Enny : LEBIH HIJAU BELUM TENTU LEBIH BAIK

    Ayah Bunda, bersyukur kata yang sederhana, tetapi sesungguhnya dia tidak sesimpel itu. Ketika kita mendapatkan kebaikan dan kenikmatan, contohnya mendapatkan makanan dari tetangga. Dengan mudahnya bukan kita bahagia dan mensyukurinya? Tetapi, bagaimana cara kita agar tetap bisa mensyukuri di kala sempit dan di saat hati sulit menerimanya? Kita begitu berjuang keras bukan agar tetap bisa mensyukuri semuanya dengan hati yang berusaha di lapang-lapangkan? 

    Jelas sudah bahwa rasa syukur itu tidak sesederhana itu. Ada pergolakan hati di dalamnya dan ada juga senyum yang mewarnainya. Walau begitu Bunda

    "Tetap berusahalah tersenyum sesulit dan sepedih apapun hati kita. Paling tidak, senyuman mampu menguatkan lemahnya jiwa kita untuk tetap berharap bahwa hari esok akan lebih baik dan itulah yang namanya sebuah HARAPAN"

    Tersenyum adalah aktualisasi kecil kita dari sebuah yang namanya rasa syukur. Memandang segala sesuatu dari kaca mata yang berbeda dan itu lebih menenangkan di hati. 

    Karena hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan. Adakalanya, terkadang kehidupan memaksa kita menerima sesuatu yang kita rasakan. Baik kita suka atau pun tidak. Mungkin memang benar, bahwa rasa syukur tidak sesimpel itu, tetapi paling tidak rasa syukur mampu membuat kita selalu punya alasan untuk bahagia.

    Bukankah menjadi seorang ibu itu memanglah harus kuat? Karena kuat atau tidak pondasi sebuah generasi selanjutnya ada di tangan kita, para ibu. Untuk itu, ayo kita sama-sama belajar menjadi ibu yang bersyukur *nunjuk diri sendiri! Agar kita bisa membuat diri kita sendiri bahagia. Dari kebahagian itulah kita selalu punya kekuatan dalam membersamai suami dan anak-anak kita. Lalu, bagaimana caranya?


    Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur


    bersyukur dan bahagia
    Pixabay

    1. Mulailah dari mensyukuri hal-hal kecil  

    Mulailah ketika kita membuka mata kita di pagi hari. Rasakanlah setiap tarikan nafas itu, masih menjadi milik kita. Letakkanlah tangan itu di atas dada kita dan rasakanlah setiap degup jantung yang masih berdetak itu. Jantung kita masih berdetak bukan? Dan lihatlah orang-orang yang kita cintai! Pasangan dan anak-anak kita. Kita masih diberikan kesempatan untuk membersamai mereka bukan?

    Lalu, ada hal lainkah yang lebih membahagiakan dari kebersamaan itu? Tidak ada. Kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai  itu, sesuatu yang sangat mahal harganya. Mungkin sekarang belum terasa, tetapi nanti ketika kehilangan itu datang pada kita dan tibanya giliran kita untuk pergi

    2. Berhenti sejenak untuk memaknai semuanya

    Terkadang sebagai ibu, terutama ibu rumah tangga membuat kita terjebak dengan rutunitas kita sehari-hari yang begitu-begitu saja dan tampak begitu biasa untuk kita. Hingga kita lupa untuk berhenti sejenak dari rutinitas kita untuk kembali memaknai semuanya.

    Lupa, mensyukuri suami yang baik. Lupa mensyukuri anak yang sehat, lupa untuk mensyukuri segalanya. 

    Pernahkah kita terdiam sejenak ketika melakukan sesuatu? Yup, saya pernah. Saya pernah terdiam ketika sedang makan dan mengamati apa yang sedang saya makan. Lalu, mata saya sibuk mengelilingi setiap sudut ruangan di rumah saya, dan tersadar sejenak. Bahwa sesungguhnya kenikmatan dan kebutuhan saya serta anak yang semuanya telah terpenuhi, ada jerih keringat suami di dalamnya. 

    Itu semua, seharusnya mampu menguatkan kita yang sedang kelelahan agar tetap berusaha memberikan senyum termanis kita untuk menyambut lelaki yang kita cintai pulang setelah berlelah-lelah seharian di luar sana untuk kita. 

    Apa Bunda pernah merasakan seperti itu atau untuk cerita yang lain? Pernahkah untuk berhenti sejenak agar dapat kembali memaknai semuanya?

    berterima kasih, syukur
    Pixabay

    3. Evaluasi Diri

    Sebelum tidur malam. Tanyakanlah pada diri "Hal penting apa yang bisa kita syukuri hari ini". Misalkan, Hari ini, hari pertama kali si kecil sudah bisa memanggil kita dengan sebutan "Bunda". Bukankah anak kita sudah bisa bicara itu sesuatu yang amat kita syukuri. Karena di luar sana, betapa banyak seorang ibu yang menangis dan berharap anaknya bisa berbicara dan memanggil mereka dengan sebutan "Ibu".

    Baca juga: KETIKA ENGKAU MERASA LELAH MENJADI SEORANG IBU

    4. Jangan suka membanding-bandingkan diri

    Berhentilah sibuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Karena berharga atau tidaknya diri kita tergantung sejauh apa kita berusaha meningkatkan kualitas diri kita. Jadi, semua itu ada di tangan kita dan  berhenti pulalah sibuk bertanya "Kok, rumput tetangga lebih hijau sih dari rumputku?". 

    Bunda, rumput tetangga akan selalu terlihat hijau di mata kita. Karena kita melihatnya dari kacamata kita yang hanya tampak dari luar. Tetapi sesungguhnya, hanya manusia itu sendirilah yang paling tahu keadaan mereka masing-masing. 

    Jangan sampai kita begitu sibuk memperhatikan rumput orang lain, sehingga membuat kita lupa untuk menyirami rumput kita sendiri. Kalau begitu terus, kapan rumput kita akan hijau?

    rumput tetangga lebih hijau
    Pixabay

    5. Belajar untuk tidak selalu mendengarkan pandangan orang lain terhadap kita

    Bunda, mau kita baik atau berbuat buruk. Akan selalu ada orang-orang yang mengomentari hidup kita. Untuk itu, berhentilah memikirkan apa pandangan orang lain terhadap kita. Kita harus pintar-pintar untuk menyeleksinya. Jika semua komen-komen itu perlu didengarkan, itu sungguh melelahkan. Kitalah yang paling tahu keadaan kita di dalamnya dan jadikan itu semua pelajaran untuk kita lebih baik dan jangan mudah pula untuk mengomentari hidup orang lain atau nyinyir *nunjuk diri sendiri lagi. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana di dalamnya.

    Baca juga: YAKIN NGGAK NYINYIR? YUK, KITA CEK DIRI KITA BUNDA!

    6. Gunakan selalu kata "untung" dalam kehidupan kita

    Gunakanlah selalu kata "untung" dalam kehidupan kita. Misalkan, kita kehilangan uang Rp 50.000,- . Katakanlah pada diri "Untung, ya hilangnya cuma Rp. 50.000,- bukannya Rp 100.000,-. Kayaknya aku kurang sedekah nih".

    Atau

    Ketika kita terjatuh dari motor. Katakan pada diri "Untung ya yang lukanya cuma kaki, kalau kepala gimana?"

    Terkadang kata "Untung" ini, begitu ajaib dan memudahkan kita untuk bersyukur karena memandang setiap kejadian dari sudut pandang yang positif

    7. Jauhi orang-orang yang memberikan pengaruh negatif pada kehidupan kita

    Jauhi orang-orang yang bisa memberikan pengaruh negatif pada kita atau tosix person. Seperti orang-orang yang suka mengomentari orang lain, orang-orang yang suka berghibah, orang-orang yang suka asal bicara dll. Orang-orang seperti itu, tidak baik untuk kita dekati. Karena mereka cepat atau lambat pasti akan membicarakan kita di depan apalagi di belakang. Dan itu sungguh tidak baik. 

    Dan pastikan orang-orang yang berbuat begitu itu bukan kita. Jaga lidah kita, jaga jempol kita dan yang terpenting jaga hati kita

    8. Berusahalah selalu dekat padaNya

    Hidup ini penuh kejutan. Yang awalnya begitu bahagia, tiba-tiba beberapa detik kemudian berubah menjadi sebuah kesedihan. Untuk itu, kita harus selalu punya pegangan dan tempat bersandar yang kuat untuk menguatkan diri kita. Rasa syukur tanpa hadirnya Dia di dalam hati, itu sama saja dengan bohong.

    bersyukur  dan dekat denganNya
    Pixabay

    Untuk itu, dekati selalulah Dia sang Maha Segalanya. Karena

    "Tanpa Dia dalam hidup kita, itu sama saja dengan "NOTHING"

    Itu dia Bunda, 8 cara menjadi ibu yang bersyukur bagi saya. Walau jujur, saya malu untuk menuliskan ini. Karena saya sendiri pun masih terus belajar dan berproses di fase ini. Tetapi, paling tidak tulisan ini bisa untuk mengingatkan dan menguatkan saya untuk terus belajar menjadi pribady dan ibu yang selalu bersyukur. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini ya, Bun


    Tuesday, October 9, 2018

    Serunya Bermain dan Stimulasi Anak di Dulux Colour Studio Kidzania

    serunya bermain dan stimulasi anak di dulux colour studio kidzania
    Dulux

    Hai Ayah Bunda, anak yang cerdas tentu dimulai dari orangtua yang cerdas. Karena orangtua yang cerdas akan terus berpikir dan memberikan stimulasi bagaimana caranya untuk membantu mengoptimalkan kemampuan anak dengan baik dan sesuai dengan tumbuh kembangnya. Sehingga, anak bisa tumbuh menjadi anak yang pintar, aktif, kreatif dan bahagia.

    Baca juga: MINI TALKSHOW KECERDASAN MAJEMUK PADA ANAK

    Namun sayangnya, terkadang kita sebagai orangtua suka dibuat bingung ya, Ayah Bunda, dari mana harus memulainya dan bagaimana cara menstimulasi anak-anak kita. Menstimulasi anak, sesungguhnya sudah bisa kita mulai dari anak baru lahir dan bahkan dari masa kandungan, lho Ayah Bunda. Seperti mendengarkan cerita, stimulasi dengan cahaya, dengan berbagai macam suara dan lain-lain.

    Tapi, bagaimana cara kita menstimulasi anak usia dini? Nah, hari ini kita sebagai orangtua jangan terlalu khawatir ya Ayah Bunda. Mengapa? Karena dengan kemajuan zaman dan teknologi yang berkembang saat ini, sekarang telah muncul solusi dari Dulux untuk membantu kita para orangtua dalam menstimulasi anak  kita, berkreativitas, berimajinasi dan tentu saja dengan cara menyenangkan. Akhirnya, anak kita bukan hanya tumbuh menjadi anak yang cerdas tetapi juga bahagia.

    Baca juga: KEGIATAN STIMULASI ANAK "MEMBUAT BUNGA DARI KANCING BAJU"

    Tapi anak saya bukan anak usia dini lagi, gimana dong? Ayah Bunda jangan khawatir, karena Dulux ini bukan hanya untuk anak usia dini tetapi bisa sampai anak usia remaja juga, lho.

    Wah kok, bisa? Bisa dong, karena kini telah hadir 3 persembahan dari Dulux. Apa saja ya, itu?

    1. Dulux EasyClean 


    cat yang mudah dibersihkan dulux
    Dulux 

    Apa itu Dulux EasyClean itu? Dulux EasyClean adalah produk cat emulsi berbahan dasar air yang mudah dibersihkan serta membantu melindungi dinding dari noda dan bakteri.

    Wah, ini cocok sekali nih untuk Ayah Bunda yang memiliki anak usia batita. Mengapa? Karena usia batita adalah usia yang senang sekali bereksplore segala sesuatunya dengan tangan dan mulutnya atau yang disebut dengan fase oral. Karena dari sanalah salah satu fase belajarnya. Walau pun tetap ya Ayah Bunda, kita tidak bisa membiarkan anak terus meneruskan memasukkan tangan ke mulutnya karena ternyata ini akan mengganggu pada pembentukan rahang dan giginya di kemudian hari

    Tetapi, dengan hadirnya Dulux EasyClean ini, membuat kita nggak usah terlalu khawatir lagi ya Ayah Bunda dalam menjaga kebersihan anak-anak kita. Jadi, anak pun bisa belajar untuk berani kotor dan tidak mudah sakit. Asal setelah itu dipastikan kebersihannya, ya

    Pasti akan lebih menyenangkan lagi, nih jika Ayah Bunda menyediakan tempat khusus di sudut ruangan atau di kamar anak untuk mereka bebas menggambar, mencorat coret dan berkreativitas. So, kita nggak usah panik lagi kan, ya kalau anak-anak mencoret-coret tembok rumah. Tinggal dibersihkan saja

    2. Dulux Far Away Places 


    dulux far away places


    Dulux Far Away Places adalah peralatan dekorasi yang unik, terdiri dari 8 tema yang indah dan pilihan 48 warna pilihan yang cerah, lengkap dengan panduan cara pengerjaan di dalamnya.

    Selain itu, terdapat 6 pak Dulux Colour Play, satu set stensil, satu set stiker, selotip dan panduan pengerjaan Dulux Far Away Places. Selain itu, terdapat 6 pak Dulux Colour Play, satu set stensil, satu set stiker, selotip dan panduan pengerjaan Dulux Far Away Places

    Untuk apa itu semua? Nah, kita bisa lho Ayah Bunda untuk mengajak anak-anak kita berkreasi menghias kamarnya sendiri dan tentu saja ini bisa membangun kebersamaan yang berkualitas antara orangtua dan anak. Jangan lupa untuk kita manfaatkan dalam membangun bonding kita dengan anak, agar setiap kebersamaan kita dengannya selalu berkualitas dan berkesan di hati anak

    3. Dulux Colour Studio Kidzania


    dulux colour studio kidzania
    Dulux

    Unik juga ya Ayah Bunda konsep dari Dulux ini. Nah, konsep unik di ataslah yang membuat Dulux ingin sekali berkolaborasi dengan Kidzania dengan membuat Dulux Colour Studio. Apa Ayah Bunda sudah tahu Kidzania? Itu lho pusatnya mainan edukasinya anak-anak. Jadi sekarang wahana permainan di Kidzania sudah semakin lengkap saja dengan hadirnya Dulux Colour Studio ini.

    Nah, pada hari Rabu, 26 September 2018, saya berkesempatan untuk menghadiri "Opening Ceremony of Dulux Colour Studio Kidzania". Hadirnya Dulux Colour Studio ini, untuk mengenalkan profesi desainer interior pada anak. Jadi, buat Ayah Bunda yang ingin mengenalkan profesi desainer interior pada anak, cocok sekali nih main ke Dulux Colour Studio Kidzania ini

    Di sana anak diajak untuk belajar dan bermain warna, mengkreasikan warna dan mendekorasi kamar. Dulux Colour Studio ini diperuntukkan untuk anak usia 4 sampai 16 tahun. Lalu, permainannya bagaimana? Ini dia Ayah Bunda langkah-langkahnya

    Permainan di Dulux Colour Studio Kidzania


    wahana baru di kidzania yaitu dulux colour studio kidzania

    a. Anak-anak di sana dipinjamkan baju profesi yang telah disediakan
    b. Diberikan arahan
    c. Dikenalkan dengan alat-alat yang akan mereka gunakan. Karena di sini ada alat atau mesin pembuat warna lho, Ayah Bunda. Di sana mereka bebas belajar warna dan memadukan warnanya


    d. Setelah itu, mereka bebas menggambar atau bermain cat pada dinding yang telah sediakan. Tentu saja dindingnya anti bakteri, noda dan mudah dibersihkan, ya
    e. Terakhir anak-anak diajak untuk mendekorasi kamar idamannya

    Setelah mereka bekerja, mereka dapat uang, deh. Tentu saja uang mainan ya, Ayah Bunda. Waw, keren juga ya Ayah Bunda anak bisa belajar, terstimulasi, dan bersenang-senang di Dulux Colour Studio ini.

    Manfaat Permainan di Dulux Colour Studio kidzania


    Nah, kira-kira apa saja ya manfaat atau stimulasi yang anak dapatkan dari Dulux Colours Studio ini?

    1. Membangun bonding antara orangtua dan anak
    2. Anak belajar warna, perpaduan warna dan mengkreasikan warna
    3. Melatih motorik halus anak
    4. Merangsang daya kreativitas dan imajinasi anak
    5. Memberikan kegiatan yang positif sekaligus menyenangkan pada anak
    6. Melatih keberanian anak ketika harus berinteraksi dengan orang lain atau orang yang baru dikenalnya
    7. Merangsang pengetahuan anak
    8. Mengenalkan profesi desainer interior pada anak. Selain itu bisa profesi arsitek, guru gambar, ilustrator, pelukis dll
    9. Menstimulasi kecerdasan spatial anak
    10. Melatih anak untuk bersosialisasi
    11. Anak jadi belajar bahwa untuk mendapatkan uang mereka perlu bekerja dahulu

    12. Dan lain-lain

    Wah, banyak sekali ya Ayah Bunda, stimulasi yang bisa anak dapatkan dari belajar bersama Dulux ini. Jadi, buat Ayah Bunda yang ingin jalan-jalan tetapi ada nilai edukasi juga yang ingin ditanamkan pada anak, bisa langsung datang ke Dulux Colour Studio Kidzania aja, ya. Karena setiap kita, memiliki tanggung jawab dan peranan penting dalam setiap fase belajar anak-anak kita. Kalau bukan kita orangtuanya, siapa lagi? Buat Ayah Bunda yang ingin tahu tentang Dulux Colour Studio Kidzania atau Kidzanianya boleh lihat di sini, ya http://jakarta.kidzania.com/in-id/pages/oc-dulux-interior-studio

    Buat Ayah Bunda yang ingin memberikan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah, boleh banget mengintip kegiatan stimulasi saya bersama Erysha di sini, ya. Selamat membersamai tumbuh kembang anak-anak kita, Ayah Bunda ❤️




    Sunday, October 7, 2018

    Kegiatan Stimulasi Anak "Membuat Bunga dari Kancing Baju"

    kegiatan stimulasi anak "membuat bunga dari kancing baju"

    Hai-hai Ayah Bunda. Hari ini saya ingin berbagi kegiatan stimulasi Erysha beberapa hari yang lalu. Sebenernya ada banyak kegiatan stimulasi Erysha yang belum sempat saya tulis semuanya di blog. Padahal ingin sekali saya bagikan. Nah, kegiatan stimulasi yang ini dulu ya, Ayah Bunda yang saya bagikan

    Kegiatan Stimulasi Anak "Membuat Bunga dari Kancing Baju"


    Nama Kegiatan: DIY Membuat Bunga dari Kancing Baju

    Baca juga: KEGIATAN ANAK USIA DINI "MEMBUAT PERMEN KUPU-KUPU"

    Untuk usia 2 tahun - 6 tahun

    Alat dan Bahan


    alat dan bahan kegiatan stimulasi anak "membuat bunga dari kancing baju"

    - Karton putih
    - Crayon atau spidol atau pensil warna
    - Pensil
    - Penghapus
    - Kancing Baju warna warni
    - Lem Kayu

    Cara Membuat dan Mengajarkannya

    1. Kenalkan pada anak semua dari nama alat dan bahan tadi

    2. Untuk anak usia 2 - 3 tahun
    Kitalah yang membuat gambar tumbuhannya terlebih dahulu.

    Untuk anak usia 4 - 6 tahun
    - Mintalah anak menggambar tanamannya sendiri dan kita hanya memberikan contoh gambaran tanaman yang akan di buat. Biarkan anak berkreasi membuat tumbuhan mereka sendiri

    Baca juga: CARA MEMBUAT DAN BERMAIN FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI

    - Mintalah mereka mewarnai tumbuhan yang telah mereka warnai itu dengan crayon atau spidol sambil mengenalkan warna pada anak

    3 Ajak anak membuat bunga dari kancing baju. Dengan memberi contoh pada anak cara melakukannya. Baiknya ada gambar contohnya juga agar anak memiliki gambaran bunga seperti apa yang akan dibuat

    - ajak anak mengelem dan menempel kancing baju pada karton

    kegiatan anak

    DIY anak

    Sambil dikenalkan warna kancing bajunya ya Ayah Bunda, agar anak bisa belajar warna sekaligus, baiknya sih untuk anak usia 2 - 3 tahun, dikenalkan warna primer dulu seperti merah, biru dan kuning. Soalnya kalau belajar banyak warna langsung, nanti anaknya bingung.

    Kebetulan saya tidak menemukan warna primer kecuali kuning dan warna yang ada

    Untuk anak usia 2 - 3 tahun
    Bisa dipilihkan kancing baju yang ukurannya agak besar karena kalau kancing bajunya terlalu kecil, mereka kesulitan, kecuali jika motorik halusnya sudah bagus. Sedangkan Erysha ini menggunakan kancing kecil, karena dianggap sudah mampu.

    Tapi kalau usia anaknya 2 tahun. Cari kancing yang ukuran besar aja ya

    Untuk usia 4 - 6 tahun
    Biarkan mereka berkreasi dalam membuat bunganya. Apakah dalam satu bunga kelopaknya mau ada 3 atau 4 dan warnanya mau bagaimana, bebas ya

    prakarya anak

    Taraaaaaa jadi deh hasil karya Erysha 😍. Oh iya, agar memudahkan anak untuk mengelemnya rapih, kita bisa memasukkan lem kayu ke dalam plastik bening. Lalu diikat dan ujungnya dipotong kecil. Jadi, anak tinggal menekan lemnya aja tanpa banyak belepotan dan tanpa banyak kesulitan. Contohnya kayak gini ya, Ayah Bunda


    Mudah bukan? Lalu manfaatnya apa sih kegiatan stimulasi membuat bunga dari kancing baju ini? Banyak Ayah Bunda. Yuk, kita tengok!

    Manfaat Kegiatan Stimulasi Anak "Membuat Bunga dari Kancing Baju"


    1. Membangun bonding
    2. Memberikan kegiatan positif pada anak
    3. Agar anak tidak cepat bosan di rumah karena ada kegiatan yang di berikan
    4. Mengenal warna
    5. Menstimulasi motorik halus
    6. Marangsang daya kreativitas anak
    7. Menstimulasi imajinasi anak
    8. Hasil anak bisa dibuat fortofolio dan itu akan menjadi kenang-kenangan untuk kita dan anak-anak nantinya atay bisa juga sebagai penghias atau display di kamar anak
    9. Menambah pengetahuan
    10. Dll

    Wah banyak ya Ayah Bunda manfaatnya. Pasti udah nggak sabar pengen bikin buat buah hati tercintanya. Oke deh kalau begitu, bisa dicoba di rumah ya Ayah Bunda dan buat Ayah Bunda yang ingin mencoba gambar lainnya, boleh banget berkreasi sendiri. Semoga kegiatan stimulasi membuat bunga dari kancing baju ini bisa bermanfaat untuk Ayah Bunda dalam memberikan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah. Sampai ketemu di kegiatan stimulasi Erysha yang lain ya Ayah Bunda.

    Oh ya buat Ayah Bunda yang ingin lihat kegiatan stimulasi Erysha yang lain. Boleh banget diintip di sini ya kegiatan anak

    Selamat mencoba dan berkreasi 😘







    Thursday, October 4, 2018

    Serunya Kids Playdate dan Mini Talkshow Kecerdasan Majemuk Anak di KALCare

    serunya kids playdate dan mini talkshow kecerdasan majemuk anak di KALCare

    Hai-hai Ayah Bunda! Pada hari Jumat, 28 September 2018, saya diundang oleh Morinaga Platinum dan KALCare untuk Kids playdate 2018 bersama Erysha di sana. Acaranya seru sekali lho, Ayah Bunda dan ilmu bangettttt. Kenapa? Karena ada 4 acara penting di sana yang akan saya rangkum dan bahas satu persatu di sini yaitu;

    1. Mini Talkshow dengan tema "Mengasah Kecerdasan Si Kecil dengan Bermain" bersama psikolog Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi
    2. Workshop MI Play Plan (bermain permainan edukatif dengan panduan psikolog)
    3. Cek kesehatan ibu dan anak
    4. Pengenalan tentang Morinaga Mi Play Plan dari Morinaga Platinum

    Mengapa acaranya saya katakan seru? karena baru pembukaannya saja sudah membuat anak-anak begitu ceria bereksplore sana sini dengan bebasnya. Anak-anak pun mengikuti senam dan diiringi lagu favorit mereka yaitu Baby Shark. Pasti kita semua sudah pada tahu kan, ya Ayah Bunda lagu kesukaannya anak-anak sedunia itu hahaha

    Nah, setelah acara senam selesai  barulah dimulai acara mini talkshow tentang kecerdasan majemuk anak yang di bawakan oleh Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi

    Baca juga: TALKSHOW "MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL" BERSAMA SINGAPORE INTERCULTURAL SCHOOL BONA VISTA

    Yuk, kita sama-sama belajar ya Ayah Bunda. Sudah mulai mempersiapkan gelas kosongnya agar mudah di isi? Kalau gitu, ayo kita mulai dengan ilmu pertama ya yang saya bagikan di sini


    Kecerdasan Majemuk Anak


    seminar parenting di kalcare


    Hai Ayah Bunda, apa Ayah Bunda sudah tahu kecerdasan si kecil itu apa aja sih? Dan apa itu kecerdasan majemuk pada anak? Yes, zaman dulu kecerdasan seseorang hanya diukur dari tes IQ saja ya, Ayah Bunda. Padahal sesungguhnya kecerdasan anak bukan hanya sekedar angka-angka dari hasil tes tersebut. Rasanya kurang adil ya, Ayah Bunda jika seorang anak dikatakan bodoh jika angka tes IQ nya dianggap kurang padahal masih dalam batas normal.

    Nah, kecerdasan majemuk inilah yang sebaiknya orangtua perlu pelajari untuk menemukan tipe kecerdasan anak-anak kita. Jaman dulu juga, orang-orang yang dikatakan pintar itu hanya untuk orang-orang yang jago matematika saja, atau orang-orang yang jurusan IPA saja, selain itu dianggap anak-anak lain kurang pintar. Akhirnya apa? Banyak orangtua yang menuntut anak-anaknya harus jago matematika atau harus masuk jurusan IPA agar anak mereka dikatakan anak yang cerdas. Iya kan, ya?

    Eits, tapi tunggu dulu. Itu cuma berlaku untuk zaman dulu ya. Sekarang itu nggak berlaku lagi lho, Ayah Bunda. Kenapa? Apa Ayah Bunda pernah lihat ada anak yang tidak jago di matematika tapi dia hebat di bahasa? Anak yang tidak jago di akademik tapi dia berprestasi di olahraga? Atau bahkan anak yang tidak naik kelas tapi besarnya dia sukses? Pasti banyak kan, ya? Lalu apa anak-anak seperti itu tidak dikatakan hebat juga? Pasti hebat juga dong. Nah, di sinilah kecerdasan majemuk pada seorang anak itu berperan

    Jadi, kecerdasan majemuk itu apa? Pakar Psikologi dari Amerika Serikat yaitu Howard Gardner Ph.D membagi konsep kecerdasan majemuk "Multiple Intelligences" ke dalam 8 jenis dan dikutip dari buku Morinaga Platinum yaitu

    1. Linguistic  intelligence / Kecerdasan bahasa
    Kemampuan yang berkaitan dengan kebahasaan yaitu kemampuan mengolah kata, kepekaan terhadap arti dan tata bahasa

    2. Logical - mathematical intelligence / Kecerdasan Matematis logid
    Yaitu kemampuan untuk menangani bilangan serta melakukan perhitungan dengan menggunakan pola pemikiran yang logis dan ilmiah

    3. Spatial intelligence / Kecerdasan ruang dan bangun
    Anak-anak yang bercirikan memiliki kecerdasan ini seperti;
    - lebih menyukai aktivitas menggambar daripada bercerita
    - mudah mengenali tempat baru
    - lebih mudah membaca gambar daripada teks
    - suka berkhayal
    - menyukai permainan yang berupa pembangunan bentuk 3 dimensi

    4. Bodily - Kinesthetic Intelligence / Kecerdasan olah tubuh
    Yaitu keahlian menggunakan anggota tubuh

    anak-anak senam

    5. Musical Intelligence / Kecerdasan musik
    Yaitu kecerdasan anak dalam memahami musik baik dalam menyanyi atau memainkan alat musik

    6. Interpersonal Intelligence / Kecerdasan interpersonal 
    Yaitu kecerdasan dalam berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain

    7. Intrapersonal Intellegence / Kecerdasan intrapersonal
    Yaitu kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri

    8. Naturalist Intelligence / Kecerdasan alam
    Yaitu kemampuan mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun di lingkungan

    Namun, Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi menambahkan kecerdasan yang ke 9 yaitu; kecerdasan moral. Wah apa itu kecerdasan moral? Kecerdasan moral adalah kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di luar dan mengetahui mana yang baik dan buruk

    Lalu, bagaimana ya caranya kita dapat mengenali kecenderungan tipe kecerdasan anak-anak kita? Pertama Ayah Bunda perlu melakukan observasi atau pengamatan pada anaknya, yang ke dua berikan anak stimulasi sesuai usianya dan terakhir di evaluasi. Atau Ayah Bunda bisa langsung identifikasi kecerdasan majemuk anak melalui Morinaga Mi Play Plan saja berserta cara menstimulasinya

    Baca juga: IDENTIFIKASI ABK SEJAK DINI MELALUI TUMBUH KEMBANG ANAK


    Apa Itu Morinaga Mi Play Plan?  


    morinaga mi play plan

    Morinaga Mi Play Plan adalah sebuah website atau program edukasi yang dibuat oleh Morinaga untuk membantu para orangtua dalam menstimulasi tumbuh kembang anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai usianya dengan cara yang menyenangkan

    Kita semua tentu sudah tahu ya Ayah Bunda bahwa Morinaga Platinum adalah sebuah brands yang fokus memberikan asupan nutrisi pada anak melalui susu pertumbuhan anak. Tapi ternyata, fokus mereka bukan hanya pada susu anak saja, lho tetapi fokus juga pada bagaimana bisa membantu para orangtua dalam memberikan stimulasi terbaik untuk anak-anak kita. Itu semua terbukti dengan hadirnya Morinaga Mi Play Plan ini

    Sebagai orangtua, saya sangat menghargai dan senang sekali dengan kemunculan Morinaga Mi Play Plan ini tentunya


    Apa Saja yang Ada Morinaga Mi Play Plan?


    Di Morinaga Mi Play Plan ada banyak hal yang bisa kita pelajari lho Ayah Bunda, seperti cara mengindentifikasi kecerdasan anak, bakat anak dan bahkan ide bermain yang sesuai dengan usia anak lho. Jadi, kalau Ayah Bunda bingung cara menstimulasi anaknya, langsung cus aja ya ke Morinaga Mi Play Plan ini. Saya pun pernah menggunakan ide bermainnya untuk stimulasi Erysha di rumah

    Baca juga: KEGIATAN STIMULASI ANAK USIA DINI DENGAN MEMBUAT "PELANGI DI ATAS SUSU"

    Workshop MI Play Plan (bermain permainan edukatif dengan panduan psikolog)


    workshop parenting oleh morinaga platinum

    Nah, setelah Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi membagikan ilmunya mengenai kecerdasan majemuk ini pada anak, beliau pun langsung memandu kami dalam workshop Mi Play Plan. Ada 3 permainan edukatif yang orangtua dan anak buat bersama-sama di sini yaitu membuat marakas, menempelkan dan menggunting anggota wajah dan menempel daun juga huruf. Kegiatannya seruuuuu sekali. Benar-benar membangun bonding kami bersama anak dan menstimulasi kecerdasan anak

    Tidak lupa juga Ayah Bunda, saya pun menyempatkan diri untuk cek kesehatan Erysha terutama gizinya di KALCare. Apa Ayah Bunda pernah mendengar tentang KALCare? Kalau begitu yuk kita berkenalan dengan KALCare ini, ya.


    Apa Itu KALCare? 


    layanan kesehatan di kalcare

    KALCare adalah outlet layanan kesehatan dari KALBE Group, di mana pelanggan bisa melakukan cek kesehatan secara gratis, mengikuti kelas exercise gratis, mengikuti beragam event yang diselenggarakan serta berbelanja produk KALBE Nutritionals dengan mudah.

    Waw, kalau denger-denger yang gratis biasanya kita para Bunda suka langsung semangat ya Bun hihihi. Begitu juga dengan saya. Saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengecek gizi Erysha. Cek gizinya diperiksa langsung oleh ahli gizinya lho, Bun bukan sembarang orang dan saya merasa puas sekali.

    Erysha itu allhamdulillah berat badannya dikatakan normal sesuai usianya, tapi sayangnya belum dikatakan berat badan yang ideal. Disarankan oleh ahli gizinya ditambah jumlah kalori makanannya dan minum susu anak. Mengapa berat badannya perlu ideal? Untuk menghindari ketika sewaktu-waktu nanti Erysha sakit, dan jika berat badannya berkurang tidak sampai masuk ke angka kurang gizi. Akhirnya, pulang dari sana saya punya banyak PR untuk Erysha hahaha. PRnya lebih ke rasa semangat dan ilmu ya Ayah  Bunda

    Jadi, buat Ayah Bunda yang ingin cek kesehatannya dan gizi anaknya, bisa langsung datang ke KALCare aja ya Ayah Bunda. Ingat gratis, lho. Hahaha

    Nah, itu dia Ayah Bunda keseruan Kids Playdate saya bersama Erysha di KALCare. Seru sekaligus saya jadi belajar banyak hal bagaimana menjadi orangtua yang cerdas dan lebih baik lagi untuk anak saya Erysha dan saya ucapkan banyak terima kasih dari hati saya terdalam kepada Morinaga Platinum dan KALCare ini, karena telah mengadakan acara yang sangat bermanfaat sekali ini untuk kami semua para orangtua. Hingga saya pun mampu membagikan ilmu yang saya dapatkan di sana untuk para Ayah Bunda semua dan terakhir saya ingin berkata bahwa Ayah Bunda

    "Tidak ada anak yang tidak cerdas, yang ada orangtuanyalah yang belum mengenali kecerdasan dan potensi anak-anaknya"

    Kalau begitu, yuk kita kenali anak kita Ayah Bunda! 😉

    Referensi

    Morinaga Platinum 


    Wednesday, September 26, 2018

    Beberapa Hal Ini Wajib Orangtua Ketahui Sebelum Mengajarkan Anak Membaca

    beberapa hal ini wajib orangtua ketahui sebelum mengajarkan anak membaca

    "Kakak, sebentar lagi kamu itu udah masuk SD. Tapi, masa belum bisa baca juga, sih? Bunda kan capek ngajarin kamu baca. Tapi kamunya nggak bisa-bisa. Kamu sih kebanyakan maen. Besok kamu nggak boleh main lain lagi, belajar baca terus di rumah. Oke!"

    Anak itu hanya terdiam sambil menangis ketika dimarahi ibunya dan terkadang oleh ayahnya. Dan tak jarang, ia mendapatkan pukulan karena belum bisa membaca atau calistung di usianya yang masih 6 tahun.

    Banyak orangtua yang memperlakukan anaknya seperti itu? Banyakkkk dan mungkin salah satunya kita. Kita lupa, bahwa Dia hanyalah seorang anak yang tidak tahu apa-apa. Yang dunianya masih dunia bermain. Karena memang begitulah dunianya

    Tetapi, banyaknya ekspektasi kita yang begitu tinggi pada anak dan egonya kita sebagai orangtua, tanpa kita sadari, kita merenggut dunia bermainnya, merenggut keceriaannya dengan paksa. Hingga akhirnya, dia hanya bisa menangis dan menangis oleh setiap bentakan kita, oleh setiap tingginya intonasi kita dan tak jarang dari setiap cubitan kita.

    Hai lihatlah air mata yang mengalir itu di pipinya! Lihatlah wajah ketakutan itu karena amarah kita padanya. Lihatlah betapa tidak berdayanya dia menghadapi kita. Lihat mata polosnya dan tanyakan pada hati kita "Benarkah apa yang ku lakukan ini padanya?"

    Hahhhh, terkadang betapa cepatnya kita menyalahkan anak, menghardiknya tetapi lupa untuk bercermin pada diri sendiri. Lupa untuk bertanya pada diri sendiri dan merasa bahwa orangtua selalu benar.


    Fase Pramembaca pada Anak


    membaca buku
    Pixabay

    Hai Ayah Bunda! Bagaimana anak kita suka membaca kalau kita orangtuanya pun tidak suka membaca? Percuma kalau kita banyak bicara A, B dan C dan menyuruh mereka ini itu, untuk membuat anak-anak kita suka membaca, tetapi kita sendiri pun tidak mencontohkannya pada anak. Jangan pernah lupa Ayah Bunda, bahwa

    "Satu perbuatan dapat mengalahkan seribu perkataan"

    Jadi, jangan harap anak kita langsung suka baca kalau anak-anak kita tidak melihat teladan itu dari diri kita sendiri, orangtuanya.

    Lalu, sudahkah kita sering mengajaknya berbicara? Mendengarkan kata-katanya? Mendengarkan ceritanya? Mendengarkan pendapatnya? Dan Memahami perasaannya? Sayangnya, lagi-lagi kita seringnya lupa bukan tentang itu?

    Memangnya ada ya hubungannya sering ajak anak bicara dengan suka membaca? Oh ada dong. Bagaimana anak-anak kita suka membaca nantinya, kalau kita tidak membiasakan dan mendengarkan ia bercerita dari usia dininya

    Dan sudahkah Ayah Bunda mengenalkan buku pada anak sejak dininya? Suka membacakan buku cerita pada anak? Senang memperlihatkan gambar pada anak?

    Baca juga: MENGAPA MEMBACA BUKU PERLU DIPERKENALKAN PADA ANAK SEJAK DINI?

    Baca juga: 20 MANFAAT MEMBACAKAN BUKU CERITA PADA ANAK DARI USIA DINI

    Wahai Ayah Bunda, mengobrol dan bercerita dengan anak, mengenalkan buku sejak dininya dan memberikan contoh pada anak, itu semua adalah salah satu fase pramembaca anak yang perlu anak lalui sebelum anak memasuki fase belajar membacanya nantinya.

    Kalau itu semua belum kita lakukan, lalu apa hak kita marah-marah pada anak dan tiba-tiba datang memaksanya untuk bisa membaca?

    membaca nyaring
    Pixabay

    Akhirnya apa yang terjadi? Betapa banyak anak bisa membaca tetapi tidak menyukai kegiatan membacanya. Betapa banyak anak bisa membaca tetapi tidak paham dengan apa yang dia baca. Lalu, muncullah para orang dewasa yang lebih mendahulukan bicaranya daripada ilmunya. Jadinya seperti apa? Seperti "Tong Kosong Nyaring Bunyinya"

    Terus apa lagi? Coba kita lihat, betapa banyak orang dewasa yang merokok sembarangan seperti di rumah sakit, di tempat umum yang jelas-jelas itu ada tulisannya "Dilarang Merokok" atau orang dewasa yang buang sampah sembarangan, padahal ada jelas-jelas tulisannya "Jangan Membuang Sampah Di Sini!". Pernah lihat kan orang-orang begitu?

    Mau contoh satu lagi? Lihat betapa banyak orang-orang yang tidak peduli dan membiarkan para ibu hamil, ibu menggendong anak, lansia berdiri tegak di transportasi umum, padahal sangat jelas ada gambarnya bahwa kursi-kursi prioritas itu adalah hak mereka. Tapi apa yang terjadi? Banyak orang-orang dan anak muda kita duduk tenang sambil bermain handphone, pura-pura tidur atau cuek tak peduli? Dan contoh-contoh lainnya. Membuat miris bukan?

    Mereka semua itu pada bisa baca. Tetapi mengapa mereka tetap begitu? Itu semua salah satu penyebabnya adalah karena mereka-mereka itu dipaksa bisa membaca pada masa kanak-kanaknya, tetapi akhirnya membuat mereka tidak memahami dan tidak mampu memaknai apa yang telah mereka baca. Kok, bisa begitu? Bisa, karena

    "Kita hanya ingin anak kita cepat bisa membaca tetapi lupa untuk menumbuhkannya"

    Lalu, lihatlah apa yang terjadi!


    Tahapan Belajar Membaca Pada Anak


    Nah Ayah Bunda, Kemampuan membaca pada anak berkembang dalam beberapa tahap. Menurut Cochrane Efal sebagaimana dikuti Brewer dan mengutip tulisan Julia Sarah Rangkuti, bahwa perkembangan membaca anak berlangsung dalam beberapa tahapan  yaitu:


    tahapan belajar membaca pada anak


    a. Tahap fantasi (magical stage)
    Pada tahap ini, anak mulai belajar menggunakan buku, melihat, membalik halaman buku, juga membawa buku kesukaannya.

    b. Tahap pembentukan konsep diri (self concept stage)
    Pada tahap ini anak terlibat dalam kegiatan membaca dengan berpura-pura membaca buku, memaknai gambar berdasarkan pengalaman yang diperoleh, juga menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan tulisan.

    c. Tahap membaca gambar (bridging reading stage)
    Pada tahap ini, anak mulai tumbuh kesadaran akan tulisan dalam buku dan menemukan kata yang pernah ditemui sebelumnya, anak juga sudah mulai mengenal huruf abjad dari gambar yang dia lihat dan sudah bisa membaca gambar yang dia lihat. Seperti gambar makan anak jadi mengetahui bahwa itu adalah kegiatan makan

    d. Tahap pengenalan bacaan (take off reader stage)
    Pada tahap ini anak mulai tertarik pada bacaan, dapat mengingat tulisan dalam konteks tertentu, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan, serta membaca berbagai tanda, misal: papan iklan, kotak susu, rambu lalu lintas, dll.

    e. Tahap membaca lancar (independent reader stage)
    Sudah bisa lancar membaca sendiri dan tanpa bantuan

    Sekarang kita jadi tahu ya Ayah Bunda, beberapa tahapan yang akan anak lalui ketika dia belajar membaca dengan cara yang benar.


    Ada 2 Hal Penting yang Wajib Orangtua Ketahui Sebelum Mengajarkan Anak Membaca


    Ayah Bunda, mengajarkan anak membaca itu perlu ilmunya. Jadi, sebelum mengajarkan anak membaca, perhatikan 2 hal penting ini


    mengajarkan anak membaca


    1. Kematangan atau kesiapan anak
    Perhatikan kematangan dan kesiapan anak ya Ayah Bunda. Jangan seperti kasus di atas, yang anak tidak dikenalkan dan tidak  dibiasakan pada buku lewat cerita dari usia dininya, tiba-tiba kita datang memaksanya harus sudah bisa baca. Yang ada anak kaget dan tidak suka membaca pada akhirnya

    2. Metode atau pendekatan belajarnya
    Metode ini menjadi hal penting yang perlu orangtua perhatikan. Ajarkanlah anak membaca, menulis dan berhitung dengan metode bermain dan menyenangkan sesuai usianya. Ini akan lebih cepat anak menangkapnya dan menyukainya.

    Ayah Bunda, karena membaca ini adalah sesuatu yang abstrak, ya. Jadi tetap sebaiknya kita mengawali mengajarkannya dengan sesuatu yang konkret. Contoh

    Ketika kita mengenalkan suku kata "Sa" pada anak. Kita bisa dengan memberi contoh kata "Sapi" sambil diletakkan mainan sapi nya pada anak. Ini akan membuat anak lebih mudah menangkapnya. Mainan sapi ini kita jadikan sebagai alat peraga dalam mengajar bentuk konkret pada anak. Karena kita tidak mungkin kan ya Ayah Bunda, membawa binatang sapi benarannya pada anak? Hahaha.

    Mengapa harus dimulai dari sesuatu yang konkret? Karena anak usia prasekolah atau sebelum usia 7 tahun, belum bisa diajak untuk berpikir abstrak. Karena kapasitas berpikir mereka masih terbatas dan sedang berkembang. Jadi, orangtua harus pintar dan kreatif nih dalam membuat alat peraga pada anaknya, ya.

    Sebenarnya untuk metodenya bebas ya, Ayah Bunda yang penting menyenangkan 😍. Intinya boleh mengajarkan anak membaca asal sesuai dengan kesiapan anak dan anaknya happy dalam belajarnya

    Itu dia Ayah Bunda beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum mengajarkan anak membaca atau menulis. Ingin saya katakan Ayah Bunda, bahwa "Sesuatu yang terbaik itu didapatkan oleh usaha yang terbaik pula"

    Baca juga: BUNDA INGIN MENGAJARKAN MEMBACA PADA ANAK? BISA COBA DENGAN METODE MONTESSORI INI

    Jadi, sebelum memaksa anak untuk membaca, sudahkan kita memberikan dan mengusahakan yang terbaik pula pada anak-anak kita agar dia menyukai apa yang dia baca? Karena

    "Ada yang lebih penting dari sekedar membuat anak bisa membaca, yaitu bagaimana membuat anak menyukai kegiatan membacanya"

    Kalau begitu, yuk kita sama-sama belajar Ayah Bunda, karena sebelum meminta anak untuk belajar, kitalah yang seharusnya  lebih dulu belajar untuk mereka

    So, selamat belajar ya kita ❤️









    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES