• Sunday, November 11, 2018

    Lombok, Palu Donggala Menunggu Kita

    lombok, pali, donggala menunggu kita

           Saya bingung harus dari mana saya memulai untuk bercerita. Ada perasaan haru dan isak yang tertahan di sini. Yang saya tahu kemarin saya diundang untuk menghadiri pemutaran film dokumenter yang berjudul "Lentera untuk Negeri" dari Askar Kauny. Film yang bercerita tentang perjuangan relawan guru-guru ngaji dalam membantu masyarakat dan anak-anak korban bencana alam di sana seperti di Lombok, Palu, Donggala dan di sekitarnya.

    Awal penayangan film dokumenter itu dibuka dengan tayangan kejadian yang sebenarnya saat gempa dan tsunami terjadi di Lombok, Palu dan Donggala. Melihat kejadian langsung saat itu yang diputar di layar bioskop yang begitu besar. Sungguh membuat saya ketakutan, sedih dan tak kuat melihat semuanya hingga saya memejamkan mata dengan hati yang bergetar

           Sungguh Ayah Bunda, melihat itu semua begitu mengerikan dan menakutkan. Betapa kita itu sebagai manusia tidak ada apa-apanya. Tidak ada artinya, bisa hilang begitu saja dengan seketika. Lalu apa yang mau kita sombongkan? Mengapa kita masih tidak bisa menahan perbuatan dan lidah kita untuk tidak menyakiti orang lain? Mengapa kita masih menjauh darinya dan hati kita masih disibukkan dengan segala sesuatu yang sifatnya duniawi? Hingga kita lupa bahwa hari esok kita akan mati. Astagfirulloh *nunjuk diri sendiri

            Maafkan saya ya Ayah Bunda, jika ada tulisan saya yang selama ini kurang berkenan di hati. Tolong mohon dimaafkan, ya 🙏. Ayah Bunda, bencana alam yang terjadi di Lombok, Palu dan di sekitarnya, sungguh meninggalkan banyak kesedihan, ketakutan, dan trauma di hati setiap orang yang ada di sana. Yang mereka butuhkan bukan hanya sandang, pangan dan papan atau sesuatu yang bersifat fisik saja tetapi juga kebutuhan psikologis.

           Mental mereka telah terkoyak-koyak dan tercabik-cabik menyisakan banyak kepedihan di sana. Sungguh Ayah Bunda, terkadang kita pun tak sanggup bukan, jika membayangkan kepedihan mereka? Apalagi mereka yang telah merasakan langsung kehilangan yang disertai rasa takut yang hebat.

    artis yang datang dan ikut membantu para korban bencana alam
    Askar Kauny pun mengundang Tika Ramlan untuk datang ke Lombok menghibur anak-anak di sana


    Tak terasa air mata ini mengalir begitu saja. Setiap dapat kabar tentang mereka yang pergi dan tentang mereka yang ditinggalkan. Ya Allah tak kuasa saya membayangkannya. Tentang seorang istri yang kehilangan suami, lelakinya, ayah dari anak-anaknya hilang begitu saja. Begitu juga sebaliknya tentang suami yang kehilangan pasangannya selamanya. Tentang anak yang tidak akan pernah lagi mendengar kabar ayah atau ibunya atau tentang orangtua yang kehilangan harta yang paling berharga dalam hidup mereka. Ya Allah sungguh kematian itu begitu nyata hadir dalam hidup kita. 

           Melihat keadaan itu, melihat penderitaan itu, melihat betapa banyak yang harus ditolong. Akhirnya, membuat Askar Kauny yaitu salah satu lembaga yang ikut terjun langsung membantu para korban bencana alam di sana, sengaja membuka program sukarelawan untuk guru-guru ngaji yang mau memberikan tenaganya, waktunya, pikirannya dan hatinya untuk di kirim ke tempat-tempat korban bencana alam tanpa mereka ingin dibayar.

    anak korban bencana alam di lombok
    Anak korban bencana alam di Lombok dan Relawan Guru Ngaji
           
     Tahukah Ayah Bunda ada puluhan guru ngaji yang mau datang ke sana dari seluruh Indonesia. Tetapi ternyata kebutuhan guru ngaji di sana masih jauh kurangnya. Akhirnya, mereka keteteran dalam bergerak. Askar Kauny pun mendirikan banyak rumah tahfidz sementara di banyak titik. Yang namanya sementara pasti bangunannya masih asal ya Ayah Bunda, tidak tertutup dan bocor dimana-mana ketika hujan.

           Awalnya, program guru ngaji dan pendirian rumah tahfiz ini hanya program sementara. Tetapi ternyata, ketika para guru ngaji sukarelawan ini telah berbulan-bulan di sana dan ingin pulang ke kampung halaman mereka. Banyak anak-anak menangis tidak ingin ditinggalkan, banyak orangtua yang meminta mereka untuk tetap tinggal. Karena mereka masih membutuhkan guru ngaji untuk membantu mereka, menemani mereka, menguatkan mereka, memotivasi mereka dan membantu mereka untuk dekat kepadaNya. 

    Baca juga: RUMAH UNTUK PULANG

    Ya Allah saya sedih mendengarkan cerita ini di acara mereka. Tak terasa mata saya sudah basah melihatnya. Akhirnya, Askar Kauny memutuskan untuk membuat program ini menjadi seterusnya demi anak-anak di sana dan demi para korban yang masih dengan sangat membutuhkan kita.

    pembangunan rumah tahfizh oleh askar kauny untuk korban bencana alam di lombok, palu dan donggala

            Rencananya mereka ingin membuat pembangunan rumah tahfizh ini permanen dan membuat program pengiriman guru ngaji yang bisa bekerja dan menetap di Lombok, Palu, Donggala dan di sekitarnya. Rencananya juga akan ada 200 lebih pembangunan rumah tahfizh ini di semua titik tempat bencana alam dari Lombok sampai Donggala dan ini pun atas permintaan masyarakat di sana.

    Tentu saja ini semua membutuhkan banyak dana Ayah Bunda. Untuk mendirikan dan membantu mereka yang membutuhkan tidak cukup hanya niat, tidak cukup hanya membalikkan telapak tangan. Mereka butuh kita untuk ikut membantu para korban bencana alam dan anak-anak di sana. Karena sesungguhnya yang paling berat, bukan hanya ketika bencana itu terjadi tetapi rasa sakit itu amat terasa ketika rasa kehilangan itu baru berdatangan

           Buat Ayah Bunda yang ingin membantu anak-anak para korban bencana alam di sana. Boleh sekali menjadi donaturnya atau mau ikut berinfaknya, dengan klik infonya di website Askar Kauny ini, ya. Sebenarnya bukan kita yang membantu mereka tetapi sesungguhnya merekalah yang membantu kita untuk membelikan kita tiket ke syurga dan tabungan di akhirat nanti lewat jalan membantu mereka

    Jujur saya saluttttttt sekali dengan niat para orang-orang Askar Kauny ini. Ya Allah allhamdulillah masih ada orang-orang yang begitu peduli dan memperhatikan hidup banyak orang. Karena terkadang kita lebih banyak dipusingkan untuk hal nggak penting *ceritanya lagi ngingetin diri sendiri

           Nah, di acara pemutaran film dokumenter "Lentera untuk Negeri Ini" ada sesi lelang juga lho Ayah Bunda yang mereka adakan. Tentu saja uang lelang itu diinfakkan untuk membantu para korban bencana alam. Tetapi, karena sesi lelang inilah jadi pemicu saya untuk semakin semangat bercita-cita menjadi orang yang benar-benar kaya.

    anak-anak korban bencana alam di lombok mendapatkan bantuan

    Tahukah Ayah Bunda, hanya lelang kaligrafi biasa saja bisa laku sampai harga 27 juta dan ada juga Al-Quran laku sampai 30 juta dll. Saya pun terdiam dan berpikir "Ya Allah mudah sekali buat orang lain mengeluarkan uang puluhan juta hanya dalam waktu beberapa detik saja". Pulang dari sana saya berkata pada diri "suatu hari nanti saya juga ingin menjadi seperti itu". Menjadi orang kaya agar bisa lebih banyak lagi berbagi. Kaya secara materi dan kaya dari hati. 

           Yah, paling tidak kita harus punya mental kaya dulu ya Ayah Bunda. Mental kaya ini akan membuat kita selalu merasa kita itu kaya, hingga kita akan selalu punya alasan untuk berbagi di saat lapang maupun sempit kepada orang lain. Mengapa? Karena kita akan selalu merasa di luar sana banyak orang yang keadaannya lebih sulit dari kita dan kita harus membantunya

    Jangan sampai kita menjadi orang kaya tapi mental miskin. Ngasih tip ke orang aja mikir-mikir dulu, belanja ke padagang kecil aja masih diminta kembaliannya yang nggak seberapa, belanja ke tukang sayur aja masih nawar hadeuhhhh *ceritanya lagi-lagi ngingetin diri sendiri

           So, buat Ayah Bunda yang ingin membantu para anak-anak korban bencana alam di Lombok, Palu, Donggala dan di sekitarnya. Tunggu apala lagi bisa langsung buka websitenya Askar Kauny aja, ya. Kalau begitu selamat membeli tiket ke syurga ya Ayah Bunda 

    Kantor
    Jl. Raya Setu No.63 RT 003/RW 003 Cipayung Jakarta Timur - 13880
    Phone: +622128672216

    www.kauny.com







    Sunday, November 4, 2018

    Ketika Profesi Blogger Dianggap Pamer

    ketika profesi blogger dianggap pamer

    "Ikh itu orang ya, meni suka pamer banget sih. Jalan-jalan aja harus diunggah ke medsos"

    "Ya ampunnnn itu orang ya, punya produk ini itu aja harus diupload di medsos"

    "Itu orang kenapa ya? Tiap kegiatan belajar ama anaknya, meni harus ya diliatin ke orang-orang"

    Atau, kata-kata yang seperti ini

    "Kita itu nggak harus kan, unggah semuanya di medsos cuma untuk memperlihatkan betapa hebatnya kita pada semua orang"

    Ada yang komentar begini? Banyakkkkkk. Sekilas terlihat keren dan benar ya. Tetapi bisa jadi tidak benar dan bahkan menyakiti jika dilemparkan pada orang yang salah sasaran.

    Saya itu suka gemessss ya denger curhatan para blogger di media sosial yang ngungkapin perasaan sedihnya suka disuudzonin ama orang-orang yang maaf ya *yang sok tahu

    Bukan gemes ama bloggernya, tapi gemes ama orang-orang yang ngomongnya. Jadi, ibu-ibu atau buat siapa pun ya. Sebelum kita komen dan menghakimi orang lain atau berburuk sangka pada orang lain. Yuk, ah cari tahu dulu.

    Jangan-jangan orang yang suka upload foto-foto makanan di medsos itu, memang senang masak dan senang berbagi resepnya di medsos. Siapa tahu dia seorang food blogger.


    blogger dan media sosial
    Pixabay

    Orang-orang yang mengunggah foto travellingnya di medsos, jangan-jangan dia seorang travel blogger yang tugasnya memberikan informasi pada orang lain.

    Jangan- jangan orang yang suka mengunggah kegiatan stimulasi anaknya di rumah seorang blogger parenting seperti saya *uhuk. Yang niatnya hanya ingin berbagi dan membantu mengedukasi atau memberi ide pada orangtua yang lain.

    Itu semuaaaaaa mereka nggak maksud pamerrrrrrrrrr. Tapi, itu pekerjaaaaaaan. Selain mereka berbagi, mereka pun sedang bekerja. Mereka sama kayak orang lain yang sedang bekerja di luaran sana untuk mendapatkan uang dan itu salah satu cara mereka mencari nafkah. Nggak ada bedanya ama yang lain. Mereka bekerja lewat tulisan mereka. Jadi, mau nggak mau mereka memang harus aktif di dunia maya. Karena di sanalah tempat mereka bekerja

    Selama yang mereka tulis itu jujur dan sekedar memberikan informasi lewat media sosial mereka kepada pembaca. Itu hukumnya "Halallllll" nggak ada maksud pamer.

    Terus kenapa kalau travell blogger itu banyak upload foto jalan-jalannya? Ya iyalah, karena dia seorang travell blogger dan itu salah satu caranya dalam membangun personal branding. Untuk apa personal branding itu? Salah satu jawabannya adalah untuk pekerjaan. Agar orang lebih mudah mengenal kita. Bukan pencitraan yang negatif.


    apa itu personal branding


    Seperti tukang teralis, pasti yang dia jual adalah produknya dan brosur yang mereka bagikan juga pasti tentang motif-motif teralis mereka bukan. Mereka sebut-sebut pada orang lain bahwa mereka membuka usaha teralis. Nah, yang mereka lakukan itu adalah salah satu cara mereka membangun personal branding agar orang-orang pada tahu tentang bisnis mereka

    Begitu juga dengan seorang blogger. Blogger itu perlu membangun personal branding karena mereka pun menjual nama mereka kepada agency, brands, dan orang lain. karena mereka adalah pekerja jasa. Lalu, siapa yang menggunakan jasa mereka? Ya kita. Ketika kita mencari suatu informasi apapun, pasti salah satu yang kita buka itu internet bukan? Nah, website-website yang kita buka itu adalah tulisan tangan para blogger dalam menyediakan sebuah informasi untuk kita

    Kalian tau nggak salah satu cara sebuah brands dan bahkan brands besar dalam mengenalkan produk mereka di dunia maya menggunakan jasa siapa? Ya jasa blogger itu. Kenapa harus menggunakan jasa blogger? Karena sekarang adalah zamannya era digital. Zamannya dunia maya.

    Banyak pekerjaan baru yang muncul di zaman ini seperti youtubers, blogger, influencers dll. Nah, begitu cara kerja mereka. Jadi, janganlah ya karena ketidaktahuan kita atau ngerasa kita paling berilmu, kita menghakimi orang lain itu pamer dengan mudahnya, dan orang yang bermedsos itu negatif.  Rasanya itu sakittttttttt, lho!

    Jadi kalau ada yang bilang bahwa semua personal branding itu negatif. Saya cuma bisa bilang "maenmu kurang jauh sayangggggg".

    Jadi ya Ibu-ibu dan buat siapapun. Kalau kita tidak tahu ilmunya, yuk ah berhati-hati. Bahwa tidak semua situasi dan kondisi orang lain itu sesuai dengan teori ilmu kita. Memang benar salah satu ciri orang pamer itu suka mengunggah ini itu di medsosnya. Tapi, tidak semuanya bukan? Salah satu cirinya adalah kami yang memang bagian dari profesi kami untuk memperkenalkan tulisan atau suatu produk pada banyak orang.

    Kenapa artis suka ngiklan di produk ini itu, tidak kita sebut mereka pamer? Karena mereka hanya mengenalkan produk bukan? Mereka hanya kerja bukan? Begitu juga dengan profesi blogger ini

    Jadi, pamer atau tidak pamer, itu semua dikembalikan pada niat kita masing-masing

    Lalu, apakah semua blogger menulis untuk mencari nafkah atau untuk bekerja? Tidak. Saya pribady niat awal saya menulis di blog murni untuk berbagi. Bagi saya menulis itu adalah salah satu bentuk aktualisasi saya dari rumah. Bagi saya, menulis itu salah satu ladang dakwah saya berbagi kebaikan dan ilmu untuk orang lain. Dan di tengah perjalanan berbagi itu, tanpa di sadari malah mendatangkan uang, saya anggap itu hanya bonus dariNya

    Karena lagi-lagi saya bilang bahwa tidak semua orang menggunakan medsos itu buruk atau cuma buat main-main. Karena ini adalah era digital dimana orang lebih banyak berinteraksi di dunia maya. Nah, disinilah peran kita sebagai manusia untuk berbagi kebaikan bukan saja di dunia nyata tetapi lewat dunia maya, berbagilah lewat tulisan-tulisan kita

    Sekalipun saya menerima job dan konten saya beberapa mengandung sponsored post. Tetap saya mengedepankan kejujuran, berbagi informasi, berbagi ilmu dan tanpa mengurangi makna di dalamnya. Walau begitu saya tetap pilih-pilih job. Selama sesuai dengan tema blog saya parenting (keluarga/dunia ibu) dan sesuai dengan prinsip saya, saya ambil.


    blog dan blogger
    Pixabay

    Tetapi, tetap konten-konten di blog saya jauh lebih banyak konten murninya. Dan semoga tulisan saya mengenai profesi blogger ini bisa memberi ilmu dan pemahaman sedikit tentang dunia blogging ya ibu-ibu. Agar kita tidak dengan mudahnya berburuk sangka dan menyamaratakan semua orang itu pamer

    Intinya jaga hati kita, jaga lidah kita, jaga jempol kita. Jangan sampai kita melakukan dosa tanpa kita sadari itu menyakiti orang lain *nunjuk ama diri sendiri

    Sunday, October 28, 2018

    Serunya Liburan ke Museum Geologi Bandung dan Naik Bandros

    serunya liburan ke museum geologi bandung dan naik bandros

    Hai apa kabar Ayah Bunda? Lagi bingung ngajakin liburan keluarga enaknya kemana? Atau lagi bingung cari tempat liburan di kota Bandung? Sini saya kasih tahu tempat liburan yang bukan hanya sekedar liburan tapi ada nilai edukasinya juga, lho buat kita dan anak-anak kita. Mau tahu? Yes, hari ini saya ingin berbagi liburan keluarga kecil saya ke Museum Geologi Bandung dan berkeliling kota Bandung dengan naik Bandros

    Baca juga: AYAH BUNDA, INGIN MENGENALKAN HEWAN PADA ANAK LEWAT LIBURAN SERU DI BALI? MAIN KE SINI SAJA

    Apa Ayah Bunda pernah ke sini? Kalau saya ini adalah untuk ke tiga kalinya saya datang ke Museum Geologi ini hahaha. Tapi, ini untuk pertama kalinya sih saya mengajak anak sendiri ke sini. Jadi, tetap saja semangat karena ingin menyenangkan anak yang senengnya itu minta jalan-jalan terus hahaha.

    Mengapa Memilih ke Museum Geologi?


    liburan keluarga ke museum geologi bandung

    Nah, Museum Geologi ini terletak di Jl. Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Jalannya mau ke arah sana enak Ayah Bunda dan dekat sekali dengan gedung sate kota Bandung. Jadi, buat Ayah Bunda, yang ingin jalan-jalan lagi setelah dari Museum Geologi bisa berjalan sedikit lagi karena di sana ada Museum Pos Indonesia dan Museum Gedung Sate. 

    Wah ada banyak sih Ayah Bunda museum saling berdekatan di sana. Jadi, Ayah Bunda ada banyak pilihan jika jalan-jalan ke arah sana. Selain ke museum-museum tersebut, Ayah Bunda pun bisa berjalan-jalan naik Bandros untuk berjalan-jalan di kota Bandung. Tinggal pilih saja mau rute yang mana dan terminal Bandros ini tepat ada di seberang Museum Geologi. Nanti, terakhir saya ceritakan tentang perjalanan kami menggunakan Bandros ini, ya.  Karena banyak pilihannya inilah yang membuat kami ingin jalan-jalan ke Museum Geologi

    Oke kita balik lagi membahas Museum Geologi ya Ayah Bunda. Ketika kami sampai dan masuk gerbangnya. Kami langsung membeli tiketnya dan tempat pembelian tiketnya ada di arah kanan pintu masuknya dan jaraknya dekat sekali dengan pintu masuk. Harga tiketnya juga murah Ayah Bunda, cuma Rp 3.000,- saja kok tetapi ilmu yang akan kita dapatkan di museum ini banyak banget

    Museum Geologi ini bersih ya Ayah Bunda dan halaman depannya lumayan luas sih dan petugasnya cukup ramah menyambut kami.


    Jam Buka Museum Geologi


    harga tiket masuk ke museum geologi bandung

    Museum Geologi ini buka setiap hari kecuali hari Jumat dan hari libur nasional ya Ayah Bunda. Saya sarankan jika Ayah Bunda ingin berlibur ke Museum Geologi ini, jangan pas hari kerja. Karena lebih ramai dibandingkan hari libur. Banyak anak-anak sekolah dari tingkat TK sampai mahasiswa berkarya wisata ke museum ini. Tapi, ramainya nggak ramai banget juga. Tetap bikin kita nyaman kok

    Sabtu 08.00–14.00
    Minggu 08.00–14.00
    Senin 08.00–16.00
    Selasa 08.00–16.00
    Rabu 08.00–16.00
    Kamis 08.00–16.00
    Jumat & Hari Nasional Libur 

    Ketika kita masuk ke dalam Museum Geologi ini, kita akan disambut oleh fosil dinosaurus yang sangat besar dan tinggi sedang berdiri menghadap kita. Jangan tanya soal nama dari jenis fosilnya ya, saya sendiri sudah lupa hahaha.

    fosil dinosaurus di museum geologi bandung

    Ruangan yang ada di museum ini hanya terdiri 2 lantai dan mudah (maksudnya ruangannya tidak sulit dicari dan memanjang). Dan yang paling kami suka adalah ruangan di sebelah kanan. Karena di dalamnya ada banyak fosil dinosaurus dari berbagai jenis. Cocok banget nih untuk kita selfie hahaha *teteup ya harus ada selfienya. Ruangan ini benar-benar paling menarik apalagi untuk anak-anak. Ternyata fosilnya ada yang utuh dan itu tinggi sekali Ayah Bunda.

    fosil

    fosil dinosaurus

    dinosaurus

    fosil dinosaurus

    Selain ada fosil tentang dinosaurus. Di ruangan sebalah kanan ini ada tentang manusia purba, belajar tentang zaman hewan invertebrata, zaman ikan, zaman amfibia, zaman reptilia, terbentuknya batuan dan awal kehidupan, bumi lautan api, tanda kehidupan primitif, geologi dan sejarah danau Bandung, penemuan fosil di pulau jawa dan lain-lain. Selain itu banyak pajangan seperti kayu yang sudah mengeras ratusan tahun, fosil kerang, fosil berbagai tengkorak manusia purba dan masih banyak lagi 

    Nah, itu tentang yang bisa kita pelajari dan lihat di ruangan atau koridor yang sebelah kanan ya Ayah Bunda. Sedangkan ruangan yang ada di sebalah kiri pintu masuk Mesum Geologi ini kita akan disambut dengan tontonan tentang awal pembentukan bumi dan planet. Layarnya besar sekali Ayah Bunda, jadi untuk anak usia TK ini menarik sekali bagi mereka. 

    Di ruangan ini kita akan dikenalkan tentang fenomena kars Indonesia, tontonan tentang Indonesia yang dilihat dari peta atau tampak atas, berbagai kristal dan saya sangat mengagumi berbagai warna alami yang kristal ini keluarkan di permukaan mereka. MasyAllah benar-benar cantik dan warna setiap kristalnya ada yang berbeda-beda, kita pun bisa mengenal tentang kekayaan sumber daya geologi, belajar pelapukan, erosi dan pengendapan dan lain-lain

    batu kristal

    Di ruangan ini difasilitasi sebuah layar sentuh yang bisa disentuh jika kita ingin mempelajari konten yang telah mereka sediakan misalnya tentang planet. Jadi kita bisa menyentuh alat itu dan menggeser-geserkannya. Teknologi banget ya dan kami suka. 

    Nah, sekarang kita lanjut yuk Ayah Bunda, kalau di lantai 2 Museum Geologi ini ada apa, ya? Yes, di lantai 2 ini kita akan dikenalkan dengan ekspedisi tambang, sumber daya air, tentang panas bumi dan energi, batu bara, minyak dan gas bumi, batu mulia, gempa bumi dan masih banyak lagi. 

    panas bumi

    Di lantai 2 ini semuanya dikenalkan dan ditampilkan di dalam di sebuah kaca yang seperti dinding Ayah Bunda. Terkesan elegan dan unik sih dan ada beberapa video juga mereka tampilkan untuk membantu kita belajar dan memberikan bayangannya kepada kita. 

    Hah, jadi ya kalau kita mengajak anak ke sini sebenarnya yang belajar itu bukan cuma anak kita Ayah Bunda, tetapi termasuk diri kita juga lho Hahaha. Saran saya, kenalkan itu semua dengan bahasa dan cara yang sederhana disesuaikan dengan usia anak kita ya Ayah Bunda. Agar mereka mudah memahaminya.

    Sudah begitu, selesai deh. Tidak ada ruangan khusus lagi untuk kita belajar. Karena waktu jalan-jalan ke sini sebentar ya. Jadi, rasanya sayang kalau kami langsung pulang. Akhirnya, kami putuskan untuk jalan-jalan keliling bandung bagian utara dengan menggunakan Bandros dan tempat naiknya tepat ada di seberang Museum Geologi ini. Kalau begitu yuk kita berkenalan dulu dengan apa itu Bandros.

    Apa itu Bandros? 


    bandros bandung

    Pertama kali kita mendengar kata Bandros pasti yang kita ingat makanan ya, Ayah Bunda. Hahaha. Tapi tenang aja, ini bukan Bandros makanan itu tetapi kepanjangan dari Bandros ini adalah Bandung Tour on The Bus. Kendaraan Bandros ini baru keluar sih Ayah Bunda, sekitar 3 tahun yang lalu.

    Bandros ini disediakan oleh pemerintah kota Bandung untuk wisatawan yang ingin berkeliling kota Bandung.

    Bandros ini ada banyak warna dan warnanya itu cerah ceria, lho Ayah Bunda. Setiap Bandros beda warna dan bandros yang kami naiki ini adalah berwarna pink. Setiap warna memiliki rute berbeda Ayah Bunda dan rute Bandros berwarna pink ini adalah rute terpendek yaitu memulai perjalanan di Gasibu, Taman Pasupati (Taman Jomblo), Teras Cikapayang, Teras Cihampelas, hingga Taman Budaya. Di rute ini akan ada berhentinya di Ciwalk selama 15 menit. Jadi, buat Ayah Bunda yang pengen ke kamar mandi atau mau selfie dulu di ciwalk ini, bisa bangetttt. 

    Harga Bandros ini di tarif Rp 20.000,- per orang di atas usia 2 tahun. Nanti di setiap Bandros kita akan ditemani oleh seorang pemandu wisata. Pemandu wisata ini bertugas untuk menceritakan tempat-tempat bersejarah, tempat-tempat yang enak untuk nongkrong, untuk belanja oleh-oleh di sepanjang jalan yang kita lalui di kota Bandung 

    Dimana Terminal Bandros ini?


    Bandros ini memiliki 3 lokasi terminal / shelter yaitu di Gasibu atau tepatnya di depan Museum Geologi, Taman Balai Kota Bandung, dan Alun-alun Bandung. Waktu operasional bus Bandros dimulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Jadi, buat Ayah Bunda yang sehabis jalan-jalan ke Museum Geologi, pulangnya bisa jalan-jalan juga dengan Bandros ini. Untuk info lengkapnya tentang tentang rute Bandros ini bisa Ayah Bunda lihat di sini aja, ya (https://infobandung.co.id/begini-cara-naik-bandros-di-kota-bandung/)

    Itu dia Ayah Bunda jalan-jalan kami di kota Bandung. Jadi, kita bukan hanya jalan-jalan saja Ayah Bunda tapi ada nilai edukasi di dalamnya. So, nggak usah bingung lagi ya cari tempat jalan-jalan di kota Bandung langsung ke Museum Geologi dan Naik Bandros saja 





    Thursday, October 18, 2018

    Liburan Keluarga ke Kebun Binatang Ragunan. Tapi Bingung Cari Penginapannya?

    liburan keluarga ke kebun binatang ragunan. tapi bingung cari penginapannya?

    Tak terasa tanggal 9 Oktober 2018 kemarin adalah hari ulang tahun Ayahnya Erysha dan bertepatan pula pada tanggal 11 Oktober 2018 nya adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke 4 tahun. Yeayyyyy ada dua momen istimewa yang akan kami rayakan, nih. Allhamdulillah ya Allah untuk nikmatMu dan keberkahannya. Doakan ya Ayah Bunda, semoga pernikahan kami barokah sampai ke SyurgaNya. Aaaminnn. Nah, akhirnya kami memutuskan pulang ke Bandung dan merencanakan liburan keluarga di sana

    Baca juga: RUMAH UNTUK PULANG

    Nanti, saya ceritakan di postingan lain ya Ayah Bunda keseruan liburan keluarga kami di Bandung yaitu tepatnya ke Museum Geologi Bandung. Nah, rasanya kurang, ya kalau liburannya hanya ke satu tempat saja, secara ada dua momen istimewa yang akan kami rayakan hahahha *padahal bilang aja Emak butuh piknik ya

    Jadi, akhirnya untuk liburan ke tempat ke dua. Saya berencana ingin mengajak Ayahnya Erysha dan Erysha untuk liburan keluarga ke kebun binatang Ragunan Jakarta Selatan. Alasannya karena saya tidak ingin hanya sekedar liburan tapi ada nilai edukasi yang bisa kami tanamkan pada Erysha apalagi Erysha itu masih berusia 2 tahun 8 bulan.

    Jadi, sulit sekali mencari tempat wisata yang sesuai usianya dan kami merasa kalau liburan ke kebun binatang itu cocok sekali untuk semua usia dan yang terpenting murah ya Ayah Bunda hihihihi *teteppppp emak-emak mah suka yang murah-murah tapi bukan murahan ya Ayah Bunda hahaha

    kebun binatang bandung

    "Wah, emang Erysha belum pernah ya diajak ke kebun binatang?" Sebenarnya pernah sih Ayah Bunda ke kebun binatang Bandung. Tapi, waktu itu Erysha masih kecil sekali. Jadi, dia belum banyak mengerti dan baru setengah putaran saja Erysha sudah tidur digendongan wkwkwkwk.

    Ya sudah saya ingin mengulang lagi liburannya karena Erysha sekarang sudah paham dan bisa diajak berkomunikasi dua arah. Tapi, kali ini ingin jalan-jalannya ke kebun binatang Ragunan Jakarta Selatan. Karena lebih dekat juga dari rumah dan lebih besar kebun binatangnya dibandingkan kebun binatang yang lain. "Terus ngapain kemarin jauh-jauh liburan ke kebun binatang Bandung?" Hahahaha itu karena setahun yang lalu kami masih tinggal di Bandung Ayah Bunda. Karena kami hidup berpindah-pindah *eaaa serasa manusia purba ya.


    Manfaat Mengajak Anak Liburan ke Kebun Binatang


    kebun binatang

    Apa Ayah Bunda tahu, bahwa sebenarnya ada banyak manfaat mengajak anak liburan ke kebun binatang, lho. Apa saja, ya?

    1. Membangun bonding
    2. Memberikan liburan yang positif sekaligus menyenangkan pada anak
    3. Membangun kebersamaan yang berkualitas antar anggota keluarga
    4. Anak bisa mengenal banyak hewan secara langsung
    5. Merangsang rasa ingin tahu anak
    6. Anak bebas bereksplore
    7. Kita bisa menghirup udara yang bersih dan segar di sana
    8. Anak dapat belajar mengenal kehidupan satwa liar

    satwa liar, harimau
    Pixabay

    9. Kita dapat mengenalkan habitat dan makanan hewan pada anak
    10. Anak bebas bermain sambil belajar di sana
    11. Menambah pengetahuan anak
    12. Menstimulasi kemampuan berbahasa anak dengan bertambahnya kosa kata nama-nama hewan pada anak
    13. Anak pun dapat belajar mengendalikan rasa takutnya pada beberapa hewan di sana dan lingkungan yang baru
    14. Dan lain-lain

    Wah, banyak ya Ayah Bunda manfaatnya liburan ke kebun binatang itu.

    Nah, saya itu tidak hanya ingin sekedar jalan-jalan saja ke kebun binatang. Tapi ingin juga dong bebas dari rutinitas sehari-hari yang saya kerjakan sebagai ibu rumah tangga. Bebas dari masak dan dari segala pekerjaan rumah. Ingin juga dong staycation kayak orang-orang jaman now.

    Baca juga: JANGAN KATAKAN 9 HAL INI PADA IBU RUMAH TANGGA

    Malah menurut saya ya, ibu rumah tangga itu, perlu ada momen staycationnya soalnya bosen dong di rumah terus, pekerjaan rumah yang non stop dan dengan tantangan mengurus dan membesarkan anak setiap harinya *emak kan butuh waras

    Karena bagaimana seorang ibu bisa membesarkan anak-anaknya dengan bahagia, kalau ibunya sendiri kurang piknik, kurang me time, dan berakibat jadi kurang waras jadinya. Iya, kan? Setuju para Bunda? Yang setuju angkat tangan (ini berlaku untuk semua ibu, ya) hahaha

    Akhirnya, saya pun mengecek harga hotel yang dekat dengan lokasi tempat kami liburan. Karena saya bingung cara mudah dan terpercaya ngeceknya pakai layanan apa? Ketemu deh Traveloka ini.

    Tapi kan, ya saya nggak mau langsung percaya juga dengan Traveloka ini. Takutnya cuma iklannya aja yang bagus tapi pas mencoba layanannya nggak sebagus iklannya hahaha. Akhirnya, saya tanya-tanya dong ke grupnya emak-emak  di watshapp tentang traveloka ini. Ini nih screenshotnya

    testimoni tentang traveloka

    Maklum emak-emak itu suka jujur ya kalau suka atau tidak sukanya pada sebuah produk atau layanan. Biasanya mereka cepat sekali nyebar beritanya hihihi

    Nah, karena berdasarkan testimoni dari para emak-emak itulah yang bilang pakai Traveloka itu enak. Akhirnya saya pun penasaran dan percaya dengan Traveloka. Saya langsung cari hotel yang ada di jakarta selatan dekat lokasi kebun binatang Rangunan di sini. Begini caranya pemesanan hotel di Traveloka


    Cara Pemesanan Hotel di Traveloka


    traveloka

    1. Download aplikasi traveloka di play store
    2. Sebaiknya kita mendaftar sebagai member ya Ayah Bunda agar bisa mendapatkan informasi diskon terbaru tentang penginapan maupun transportasi dan fasilitas yang lainnya
    3. Pilih hotel
    4. Pilih lokasi hotel yang kita inginkan. Bisa kita ketik sendiri ya Ayah Bunda lokasinya
    5. Pilih tanggal check-in dan durasi kita menginap, jumlah tamu dan kamar yang kita inginkan
    6. Lalu pilih filter untuk menyesuaikan budget hotelnya dengan dana yang kita punya dan ingin hotel berbintang berapa
    7. Klik cari

    cara pesan hotel dengan menggunakan traveloka

    8. Pilih hotelnya yang kita mau.
    9. Pilih kamarnya
    10. Kita isi datanya sebagai pemesan
    11. Pilih metode pembayarannya
    13. Setelah kita memilih metode pembayaran, kita akan dapat kode pembayarannya
    13. Langsung lakukan pembayaran sebelum 15 menit
    14. Lalu kita akan mendapatkan kode pembayaran (kode booking) untuk ditunjukkan kepada pihak hotel nantinya
    15. Selesai

    Jika Ayah Bunda ingin membayar hotelnya langsung saat menginap juga bisa. Bagaimana praktis dan cepat bukan Ayah Bunda? nggak perlu ribet lagi kan, ya? Udah gitu harganya sudah termasuk pajak, lho.

    Jadi harganya itu nggak bohong, dan kita tidak hanya bisa memesan hotel yang ada dalam negeri saja, lho Ayah Bunda tapi bisa sampai ke mancanegara juga. Waw banget, ya. Benar-benar lengkap dan memudahkan kita. Apalagi sebentar lagi mau liburan sekolah, nih. Jadi, tunggu apa lagi Ayah Bunda, ayo kita rencanakan liburan bersama orang-orang terkasih kita dan meninggalkan kenangan indah untuk anak-anak kita kelak.

    Baca juga: AYAH BUNDA, INGIN MENGENALKAN HEWAN PADA ANAK LEWAT LIBURAN SERU DI BALI? MAIN KE SINI SAJA

    Kalau begitu, selamat menyusun rencana liburannya, ya 😉


    Sunday, October 14, 2018

    Bagaimana Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur?

    bagaimana cara menjadi ibu yang bersyukur?

    Apa kabar Bunda? Semoga tetap selalu berusaha untuk semangat, ya. Nah, hari ini saya berbagi tulisan collab saya bersama Bunda Enny tentang "Bagaimana Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur" dan ini adalah versi beryukur dalam pandangan saya. Jika Bunda ingin tahu versi bersyukur Bunda Enny boleh mampir ke tulisan beliau ya

    Bunda Enny : LEBIH HIJAU BELUM TENTU LEBIH BAIK

    Bunda, bersyukur kata yang sederhana, tetapi sesungguhnya dia tidak sesimpel itu. Ketika kita mendapatkan kebaikan dan kenikmatan, contohnya mendapatkan makanan dari tetangga. Dengan mudahnya bukan kita bahagia dan mensyukurinya? Tetapi, bagaimana cara kita agar tetap bisa mensyukuri di kala sempit dan di saat hati sulit menerimanya? Kita begitu berjuang keras bukan agar tetap bisa mensyukuri semuanya dengan hati yang berusaha di lapang-lapangkan? 

    Jelas sudah bahwa rasa syukur itu tidak sesederhana itu. Ada pergolakan hati di dalamnya dan ada juga senyum yang mewarnainya. Walau begitu Bunda

    "Tetap berusahalah tersenyum sesulit dan sepedih apapun hati kita. Paling tidak, senyuman mampu menguatkan lemahnya jiwa kita untuk tetap berharap bahwa hari esok akan lebih baik dan itulah yang namanya sebuah HARAPAN"

    Tersenyum adalah aktualisasi kecil kita dari sebuah yang namanya rasa syukur. Memandang segala sesuatu dari kaca mata yang berbeda dan itu lebih menenangkan di hati. 

    Karena hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan. Adakalanya, terkadang kehidupan memaksa kita menerima sesuatu yang kita rasakan. Baik kita suka atau pun tidak. Mungkin memang benar, bahwa rasa syukur tidak sesimpel itu, tetapi paling tidak rasa syukur mampu membuat kita selalu punya alasan untuk bahagia.

    Bukankah menjadi seorang ibu itu memanglah harus kuat? Karena kuat atau tidak pondasi sebuah generasi selanjutnya ada di tangan kita, para ibu. Untuk itu, ayo kita sama-sama belajar menjadi ibu yang bersyukur *nunjuk diri sendiri! Agar kita bisa membuat diri kita sendiri bahagia. Dari kebahagian itulah kita selalu punya kekuatan dalam membersamai suami dan anak-anak kita. Lalu, bagaimana caranya?


    Cara Menjadi Ibu yang Bersyukur


    bersyukur dan bahagia
    Pixabay

    1. Mulailah dari mensyukuri hal-hal kecil  

    Mulailah ketika kita membuka mata kita di pagi hari. Rasakanlah setiap tarikan nafas itu, masih menjadi milik kita. Letakkanlah tangan itu di atas dada kita dan rasakanlah setiap degup jantung yang masih berdetak itu. Jantung kita masih berdetak bukan? Dan lihatlah orang-orang yang kita cintai! Pasangan dan anak-anak kita. Kita masih diberikan kesempatan untuk membersamai mereka bukan?

    Lalu, ada hal lainkah yang lebih membahagiakan dari kebersamaan itu? Tidak ada. Kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai  itu, sesuatu yang sangat mahal harganya. Mungkin sekarang belum terasa, tetapi nanti ketika kehilangan itu datang pada kita dan tibanya giliran kita untuk pergi

    2. Berhenti sejenak untuk memaknai semuanya

    Terkadang sebagai ibu, terutama ibu rumah tangga membuat kita terjebak dengan rutunitas kita sehari-hari yang begitu-begitu saja dan tampak begitu biasa untuk kita. Hingga kita lupa untuk berhenti sejenak dari rutinitas kita untuk kembali memaknai semuanya.

    Lupa, mensyukuri suami yang baik. Lupa mensyukuri anak yang sehat, lupa untuk mensyukuri segalanya. 

    Pernahkah kita terdiam sejenak ketika melakukan sesuatu? Yup, saya pernah. Saya pernah terdiam ketika sedang makan dan mengamati apa yang sedang saya makan. Lalu, mata saya sibuk mengelilingi setiap sudut ruangan di rumah saya, dan tersadar sejenak. Bahwa sesungguhnya kenikmatan dan kebutuhan saya serta anak yang semuanya telah terpenuhi, ada jerih keringat suami di dalamnya. 

    Itu semua, seharusnya mampu menguatkan kita yang sedang kelelahan agar tetap berusaha memberikan senyum termanis kita untuk menyambut lelaki yang kita cintai pulang setelah berlelah-lelah seharian di luar sana untuk kita. 

    Apa Bunda pernah merasakan seperti itu atau untuk cerita yang lain? Pernahkah untuk berhenti sejenak agar dapat kembali memaknai semuanya?

    berterima kasih, syukur
    Pixabay

    3. Evaluasi Diri

    Sebelum tidur malam. Tanyakanlah pada diri "Hal penting apa yang bisa kita syukuri hari ini". Misalkan, Hari ini, hari pertama kali si kecil sudah bisa memanggil kita dengan sebutan "Bunda". Bukankah anak kita sudah bisa bicara itu sesuatu yang amat kita syukuri. Karena di luar sana, betapa banyak seorang ibu yang menangis dan berharap anaknya bisa berbicara dan memanggil mereka dengan sebutan "Ibu".

    Baca juga: KETIKA ENGKAU MERASA LELAH MENJADI SEORANG IBU

    4. Jangan suka membanding-bandingkan diri

    Berhentilah sibuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Karena berharga atau tidaknya diri kita tergantung sejauh apa kita berusaha meningkatkan kualitas diri kita. Jadi, semua itu ada di tangan kita dan  berhenti pulalah sibuk bertanya "Kok, rumput tetangga lebih hijau sih dari rumputku?". 

    Bunda, rumput tetangga akan selalu terlihat hijau di mata kita. Karena kita melihatnya dari kacamata kita yang hanya tampak dari luar. Tetapi sesungguhnya, hanya manusia itu sendirilah yang paling tahu keadaan mereka masing-masing. 

    Jangan sampai kita begitu sibuk memperhatikan rumput orang lain, sehingga membuat kita lupa untuk menyirami rumput kita sendiri. Kalau begitu terus, kapan rumput kita akan hijau?

    rumput tetangga lebih hijau
    Pixabay

    5. Belajar untuk tidak selalu mendengarkan pandangan orang lain terhadap kita

    Bunda, mau kita baik atau berbuat buruk. Akan selalu ada orang-orang yang mengomentari hidup kita. Untuk itu, berhentilah memikirkan apa pandangan orang lain terhadap kita. Kita harus pintar-pintar untuk menyeleksinya. Jika semua komen-komen itu perlu didengarkan, itu sungguh melelahkan. Kitalah yang paling tahu keadaan kita di dalamnya dan jadikan itu semua pelajaran untuk kita lebih baik dan jangan mudah pula untuk mengomentari hidup orang lain atau nyinyir *nunjuk diri sendiri lagi. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana di dalamnya.

    Baca juga: YAKIN NGGAK NYINYIR? YUK, KITA CEK DIRI KITA BUNDA!

    6. Gunakan selalu kata "untung" dalam kehidupan kita

    Gunakanlah selalu kata "untung" dalam kehidupan kita. Misalkan, kita kehilangan uang Rp 50.000,- . Katakanlah pada diri "Untung, ya hilangnya cuma Rp. 50.000,- bukannya Rp 100.000,-. Kayaknya aku kurang sedekah nih".

    Atau

    Ketika kita terjatuh dari motor. Katakan pada diri "Untung ya yang lukanya cuma kaki, kalau kepala gimana?"

    Terkadang kata "Untung" ini, begitu ajaib dan memudahkan kita untuk bersyukur karena memandang setiap kejadian dari sudut pandang yang positif

    7. Jauhi orang-orang yang memberikan pengaruh negatif pada kehidupan kita

    Jauhi orang-orang yang bisa memberikan pengaruh negatif pada kita atau tosix person. Seperti orang-orang yang suka mengomentari orang lain, orang-orang yang suka berghibah, orang-orang yang suka asal bicara dll. Orang-orang seperti itu, tidak baik untuk kita dekati. Karena mereka cepat atau lambat pasti akan membicarakan kita di depan apalagi di belakang. Dan itu sungguh tidak baik. 

    Dan pastikan orang-orang yang berbuat begitu itu bukan kita. Jaga lidah kita, jaga jempol kita dan yang terpenting jaga hati kita

    8. Berusahalah selalu dekat padaNya

    Hidup ini penuh kejutan. Yang awalnya begitu bahagia, tiba-tiba beberapa detik kemudian berubah menjadi sebuah kesedihan. Untuk itu, kita harus selalu punya pegangan dan tempat bersandar yang kuat untuk menguatkan diri kita. Rasa syukur tanpa hadirnya Dia di dalam hati, itu sama saja dengan bohong.

    bersyukur  dan dekat denganNya
    Pixabay

    Untuk itu, dekati selalulah Dia sang Maha Segalanya. Karena

    "Tanpa Dia dalam hidup kita, itu sama saja dengan "NOTHING"

    Itu dia Bunda, 8 cara menjadi ibu yang bersyukur bagi saya. Walau jujur, saya malu untuk menuliskan ini. Karena saya sendiri pun masih terus belajar dan berproses di fase ini. Tetapi, paling tidak tulisan ini bisa untuk mengingatkan dan menguatkan saya untuk terus belajar menjadi pribady dan ibu yang selalu bersyukur. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini ya, Bun


    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES