• Thursday, May 23, 2019

    Prosedur Berobat dengan BPJS Anti Ribet

    begini cara mudah berobat dengan BPJS
    Dok Pri


          Hai-hai Ayah Bunda hari ini aku mu share untuk Ayah Bunda, bagaimana cara berobat dengan BPJS biar nggak ribet kayak aku alami belakangan ini.

          Soalnya aku ribet banget dan sampai bolak balik ke rumah sakit terus ninggalin anak dan kehujanan lagi. Eh pas sampai rumah sakit ternyata aku datang nggak sesuai sama jadwal dokternya, terus pas balik lagi dan sesuai sama jadwal dokternya, eh malah dokternya yang membatasi jumlah pasien karena dokternya tiba-tiba nggak enak badan padahal aku udah nungguin sampai hampir 2 jam, lho.

    Akhirnya aku pulang lagi huhuhu. Tapi aku nggak marah kok karena dokter juga manusiaaaaaaa (sambil nyanyi lagunya candil) karena dokter juga kan bisa sakit 😂. Baru deh datang ke 3 kalinya ke rumah sakit cocok semuanya

          Nah, aku nggak mau Ayah Bunda mengalami apa yang aku rasakan. Aku akan tulis detail di sini ya. Siapkan diri Ayah Bunda semua karena tulisan ini akan panjang dan informatif hahaha 😂.

    Jadi begini, belakangan ini aku baru sadar ada benjolan di pergelangan tangan aku. Akhirnya aku baliklah ke Bandung karena BPJS aku kan BPJS Bandung terus di Bandung juga banyak keluarga untuk diminta bantuan nantinya.


    Cara Mudah Mengurus BPJS dengan Online (Aplikasi Mobile JKN)


          Tapi kalau Ayah Bunda berada di luar kota dan ingin berobat dikota sekarang tapi BPJSnya nggak sesuai dengan tempat asal BPJSnya, nggak usah khawatir karena Ayah Bunda bisa melakukan pemindahan faskes 1 nya ke tempat yang sekarang melalui online saja. Cukup download aplikasi Mobile JKN saja di Play Store. Itu aplikasi resmi ya dari pemerintah. Ayah Bunda bisa mengurus apapun bahkan daftar BPJS dengan mudah melalui aplikasi tersebut.


    Apakah kita bisa langsung berobat ke rumah sakit dengan BPJS tanpa harus melalui faskes 1?


          Bisa asalkan rumah sakitnya memang rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Lalu, kondisi pasiennya memang benar-benar dalam keadaan darurat. Misalnya langsung menginap di rumah sakit atau dalam keadaan parah dan jangan lupa ketika sampai dan mengurus administrasinya kita yang serahkan terlebih dahulu BPJS kita agar kita tidak dianggap bayar pribadi oleh pihak rumah sakit


    Cara Berobat dengan BPJS Anti Ribet

    agar tidak repot berobat dengan BPJS
    Dok Pribadi

          Nah, ketika sampai di Bandung aku memeriksakan diri aku ke puskesmas sebagai faskes 1. Persyaratannya gampang kok, cukup bawa kartu BPJS milik kita saja dan tak perlu juga mengeluarkan uang untuk pembayarannya. Semua gratis.

          Ternyata aku didiagnosa nama penyakitnya ganglion dan harus di rujuk ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Nah, Ayah Bunda nanti oleh dokter faskes 1 itu kita akan ditanya ingin dirujuk ke rumah sakit mana? Biasanya pilihan rumah sakitnya sesuai dengan zona lokasi rumah kita atau rumah sakit yang berhubungan dengan BPJS kita. Terus aku pilih rumah sakit Hermina Arcamanik Bandung. Itu kan rumah sakit swasta ya.

          Aku mu cerita berdasarkan pengalaman aku berobat di rumah sakit swasta dan milik pemerintah. Siapa tahu bisa jadi pertimbangan Ayah Bunda dalam memilih rumah sakit. Soalnya semuanya ada plus minusnya

    Rumah Sakit Pemerintah


    Kekurangannya

    - pasien BPJSnya lebih banyak
    - kita harus antri dari shubuh (karena antriannya banyak)
    - pelayanannya kurang dan kurang ramah
    Tapi nggak bisa disalahkan juga karena pasiennya banyak jadi membuat pegawai dan susternya kelelahan, apalagi banyaknya pasien BPJS ini dari kalangan kurang mampu jadi *maaf kurang tahu ilmu dan prosedurnya sekalipun sudah dijelaskan berkali-kali
    - karena terlalu banyak orang ini membuat kita kurang nyaman menunggu di sana
    - ribet karena kita harus mengurus administrasi dan ambil obat sendiri ketika kita rawat inap. Tapi itu dulu kalau sekarang aku kurang tahu

    Kelebihannya

    - dokter dari semua poli biasanya selalu ada dari pagi tapi memang dibatasi misalnya sampai sore prakteknya.
    Jadi nggak akan banyak drama kita bolak balik pulang seperti yang aku alami
    - biasanya obat-obatan yang ditanggung BPJS lebih banyak dan lebih sering ada.
    Soalnya kalau obat-obatan yang ditanggung BPJS habis biasanya kita harus bayar atau beli sendiri


    Rumah sakit swasta


    bagaimana cara berobat dengan BPJS agar tidak repot
    Pelayanan Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung


    Kekurangannya

    - dokter semua poli itu pada umumnya nggak selalu ada dari pagi karena mereka datang sesuai jadwal praktek mereka. Jadi dokternya 1 poli itu ada banyak. Setiap prakteknya jamnya sebentar dan beda-beda. Jadi sebaiknya kalau mau datang harus tahu dulu jadwal dokternya. Caranya bagaimana? Nanti aku ceritakan di bawah ya.

    - menunggu lama.
    Mau di rumah sakit pemerintah atau swasta pasti kalau pakai BPJS menunggunya pasti lama.

    - Suka ada obat atau pemeriksaan yang nggak ditanggung pemerintah. Tapi ini nggak selalu ya. Tergantung sikonnya berbeda-beda.

    Kelebihan rumah sakit swasta

    - pasien bpjsnya tidak sebanyak di rumah sakit pemerintah
    - nyaman menunggu antriannya
    - pelayanannya bagus
    - pegawai / susternya lebih ramah
    Karena mereka punya nama yang harus mereka jaga dan pasiennya nggak sebanyak di rumah sakit pemerintah. Jadi, mereka masih adalah ya sedikit stok sabar dan tenaga menghadapi kita para pasien 😂
    - administrasinya nggak ribet.
    Ngurus administrasinya nggak seribet ngurus administrasi di rumah sakit pemerintah

    Jadi ya Ayah Bunda aku bisa ribet begitu dan bolak-balik dari rumah sakit tanpa hasil kemarin, karena kesalahan aku. Jadi aku share di sini ya


    Begini Cara Berobat dengan BPJS agar Tidak Repot


    cara berobat ke rumah sakit agar tidak repot menggunakan BPJS
    Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung

    1. Jika kita memilih rumah sakit swasta sebagai pilihan kita berobat. Sebaiknya telepon pihak rumah sakit untuk menanyakan jadwal dokternya sesuai dokter poli apa kita berobat. Jangan lihat jadwalnya di website rumah sakitnya ya. Soalnya yang namanya website itu informasinya kurang update. Ini kesalahan aku ini lihatnya malah di websitenya 🙈. Akhirnya membuatku bolak balik pulang karena salah jadwal dokter

    2. Kalau rumah sakit pemerintah sebaiknya datangnya shubuh atau pagi-pagi sekali tapi kalau rumah sakit swasta bisa 2 jam sebelum jadwal dokternya

    3 Ketika datang ambil nomor antrian. Biasa tekan tombol antrian dan pilih sesuai kebutuhan kita mau kemana. Kalau di rumah sakit Hermina Arcamanik Bandung pilihannya itu seperti tombol no untuk pasien baru, cek lab, konsultasi, rawat jalan dll.


    antrian berobat ke rumah sakit dengan menggunakan bpjs
    No antrian di Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung


    Nah, di rumah sakit itu ambil no antriannya kalau nggak pakai tombol kadang ada yang pakai layar. Kalau Ayah Bunda kebingungan bisa minta bantuan petugasnya ya

    4. Bawa persuratan yang lengkap seperti
    - fotocopy KK 5 lembar dan bawa KK (kartu keluarga) aslinya juga buat jaga-jaga takut diminta
    - fotocopy KTP 5 lembar dan bawa KTP aslinya juga
    - fotocopy surat rujukan dari puskesmas 5 lembar dan bawa yang aslinya juga
    - fotocopy kartu BPJS 5 lembar dan bawa yang aslinya juga

    Banyaknya lembar fotocopyan ini tergantung kebijakan rumah sakitnya ya. Kalau di rumah sakit hermina aku nggak banyak diminta fotocopynya. Tapi tetap aku fotocopy banyak untuk jaga-jaga

          Nah, Ayah Bunda jika Ayah Bunda rawat jalan di rumah sakit dengan menggunakan BPJS nggak usah bolak balik lagi setiap bulan minta surat rujuk ke puskesmas. Soalnya surat rujuk sekarang sudah berlaku sampai 3 bulan. Senangnya 😍

          Aku juga mau mengucapkan banyak terimakasih kepada dokter, suster serta pegawai rumah sakit Hermina Arcamanik Bandung yang telah melayani dan merawatku dengan baik dan ramah. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.

          Ayah Bunda tahu seharusnya aku dikenai biaya operasi 13 juta. Tapi karena aku menggunakan BPJS dan allhamdulillah obat-obatannya tersedia semua di rumah sakit, akhirnya semua di cover oleh BPJS dong tanpa aku harus mengeluarkan uang sepeserpun. Terima kasih untuk semuanya.

          Walau untuk BPJS ini masih pro kontra. Aku berharap semoga segera ditemukan solusi terbaiknya agar tidak ada salah satu pihak dirugikan dengan adanya sistem BPJS ini.

    Akhir cerita, ini untuk mengingatkan diriku juga. Aku cuma mau bilang. Bahwa sebagai ibu kita harus benar-benar menjaga kesehatan kita salah satunya dengan pola hidup sehat. Karena akan ada banyak hal yang terkorbankan ketika kita sakit. Pernah dengarkan slogan "Emak dilarang sakit" ? Menurut aku slogan itu ada benarnya juga

    Kalian tahu hal apa yg paling penting kenapa kita harus menjaga kesehatan kita sebagai ibu? Itu semua agar kita memiliki umur yang panjang untuk tetap bisa membersamai anak-anak dan suami tercinta kita. Kita pasti inginkan ya melihat mereka tumbuh dan tertawa bersama mereka. Jadi jangan sepelekan kesehatan kita. Dan semga Allah pun ridha dengan usia kita itu

    Nah, itu dia Ayah Bunda prosedur cara berobat anti ribet dengan menggunakan BPJS. Semoga informasi aku bagikan ini bermanfaat ya 🙏

    Tuesday, May 21, 2019

    Ingin Liburan Keluarga yang Ada Nilai Edukasinya? Yuk, Wisata Sejarah Saja ke Surabaya

    liburan keluarga yang ada nilai edukasinya. yuk, liburan wisata sejarah saja ke surabaya
    Foto: Anggareni Septi


          Hai-hai Ayah Bunda apa kabar? Sudah merencanakan liburankah? Secara sebentar lagi liburan sekolah anak akan tiba nih atau Ayah Bunda masih bingung mau liburan keluarga kemana? Ingin liburan keluarga yang ada petualangannya dan nggak hanya sekedar liburan tapi ada nilai edukasinya juga untuk anak-anak kita? Yuk, wisata sejarah aja ke Surabaya

    Baca juga: SERUNYA LIBURAN KE MUSEUM GEOLOGI BANDUNG DAN NAIK BANDROS

          Siapa sih yang tidak kenal dengan kota yang satu ini? Pada umumnya kita tahu ya Surabaya ini adalah kota pahlawan karena kota pahlawan inilah membuat kota Surabaya kaya akan wisata sejarahnya.

    Jadi, akan bermanfaat sekali jika kita bisa mengajak anak-anak kita berpetualang ke tempat wisata sejarah ini. Apa saja ya manfaatnya?


    Manfaat Liburan Wisata Sejarah di Surabaya untuk Anak-anak


    👉 Anak belajar tentang sejarah bangsanya sendiri dengan cara menyenangkan dan melihat langsung tempat terjadinya peristiwa penting
    👉 Menumbuhkan rasa cinta anak akan tanah airnya sendiri
    👉 Menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme pada diri anak
    👉 Membuat anak kaya dengan pengetahuan sejarah negerinya
    👉 Menstimulasi rasa ingin tahu anak
    👉 Membuat anak menyadari bahwa ia harus mengisi kemerdekaan negara dengan hal-hal yang positif
    👉 Membuat anak belajar kritis dengan negaranya
    👉 Anak bisa bermain sambil belajar
    👉 dan lain-lain

          Wah banyak ya ternyata manfaatnya wisata sejarah ini untuk anak-anak kita. Sebenarnya bukan hanya bermanfaat untuk anak saja tapi juga bermanfaat untuk kita ya. Kita pun jadi belajar bersama-sama dengan anak-anak kita.

    Nah, apa Ayah Bunda sudah penasaran sekarang tempat wisata sejarah di Surabaya itu apa saja sih? Sebenarnya ada banyak ya, hanya saja aku akan tuliskan beberapa saja yang paling terkenal ya. Yuk langsung cuss aja ke bawah


    Surabaya Kota yang Kaya Wisata Sejarahnya


    1. Monumen Kapal Selam

    monumen kapal selam surabaya cocok digunakan untuk liburan keluarga
    Foto: monkasel

          Monumen Kapal Selam atau disingkat menjadi Monkasel adalah salah satu bukti perjuangan rakyat Surabaya untuk kemerdekaan Indonesia. Kapal Selam ini adalah kapal selam TNI Angkatan Laut Tipe Wiskey kelas dibuat oleh Uni Soviet pada tahun 1952 dan kapal selam ini bernama Submarine KRI Pasopati 401.

    Kapal Selam ini pernah lho diikut sertakan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda. Jika Ayah Bunda dan keluarga berlibur ke sini, kita akan disajikan dengan interior kapal selam yang nggak biasa kita temukan. Selain itu akan ditayangkan pemutaran film tentang pertempuran yang terjadi di Laut Aru. Wah anak-anak pasti senang nih bisa menonton filmnya

    Lokasi: Jl Pemuda No 39, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
    Tiket: 10.000,-/ orang
    Buka: 08.00 - 22.00 Wib

    2. Tugu Pahlawan

    tugu pahlawan salah satu tempat wisata sejarah yang terkenal di surabaya
    Foto: gomuslim

          Tugu pahlawan terletak tidak jauh dari pusat kota jadi mudah sekali kita kunjungi. Tugu pahlawan juga salah satu bukti perjuangan arek-arek suroboyo untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Di Tugu Pahlawan nanti akan ada banyak patung pahlawan kita temukan seperti patung Soekarno Hatta dan pahlawan lainnya serta benda-benda sejarah yang lain

    Nah, Ayah Bunda Tugu Pahlawan ini dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November 1945. Jadi pas sekali nih kita kenalkan pada anak kita peristiwa penting ini dan mengapa pada setiap tanggal 10 November diperingati hari pahlwan oleh kita

    Lokasi: Jl Bubutan, Alun-alun Contong, Kec Bubutan
    Tiket: umum: 2.000,- / orang
    Buka: Selasa - Jumat : 08:00 - 14:30
    Sabtu - Minggu : 08:00 - 13:30
    Senin dan hari libur nasional : Tutup

    3. Museum House of Sampoerna


    house of sampoerna salah satu tempat wisata sejarah yang terkenal di surabaya
    Foto: aroengbinang

          Apa Ayah Bunda pernah mendengar House of Sampoerna ini? Mendengar kata sampoerna langsung mengingatkan kita pada rokok kan ya? Betul sekali.

    Museum ini dulunya adalah panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda dengan gaya bangunannya yang kolonial Belanda banget. Lalu, bangunan ini dibeli oleh pendiri Sampoerna yaitu Liem Seeng Tee pada tahun 1862 dan dijadikan tempat produksi rokok Sampoerna pertama kali

    Nah, di museum ini kita bisa mengenalkan sejarah rokok pada anak-anak kita dan betapa berbahayanya rokok ini untuk kesehatan kita dan orang lain. Yang mengenalkan bahaya rokok ini oleh kita ya Ayah Bunda

    Lokasi: Taman Sampoerna No.6. Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya
    Tiket: Gratis
    Buka: 09.00-22.00

    4. Hotel Majapahit

    hotel majapahit adalah hotel bintang 5 yang memiliki nilai sejarah di surabaya dan cocok digunakan untuk liburan
    Foto: IdnTimes

          Ayah Bunda ternyata hotel ada nilai sejarahnya lho bagi bangsa Indonesia contohnya Hotel Majapahit. Hotel Majapahit ini adalah tempat dimana para arek-arek suroboyo merobek bendera Belanda pada tahun 1945. Tau nggak saking bersejarahnya Hotel Majapahit ini masuk dalam cagar budaya, lho. Waw, ya

    Di hotel ini selain banyak cerita sejarahnya juga kita akan disuguhkan dengan pemandangan di sekitar hotel yang nyaman dilihat, pernak pernik peninggalan para pahlawan dan kemegahan bangunannya yang bisa membuat kita bilang "waw" begitu

          Nah, Ayah Bunda Hotel Majapahit ini adalah hotel berbintang 5 dimana perlengkapan dan pelayanannya mewah sekali, lho. Jadi bisa juga kita gunakan sebagai tempat asyik untuk berlibur atau menginap.

    Selain Surabaya terkenal dengan wisata sejarahnya dan tempat berpetualang, Surabaya juga memiliki makanan kuliner yang enak seperti Lontong Balap Garuda Pak Gendut, Rawon Setan Mba Endang, Pecel Rawon Warung Pojok Moro Seneng, Nasi Goreng Jancuk, Mie Pecun, Sate Klopo Ondomohen dan masih banyak lagi.

    Nah, yuk liburan ke Surabaya saja. Kita bisa memesan hotel di Surabaya lewat pegi-pegi saja. Caranya bagaimana? Gampang


    Begini Langkah-Langkah Memesan Hotel dengan Pegi-Pegi


    cara memesan hotel lewat pegi-pegi


    1. Kita buka website pegi-pegi. Di halaman utamanya di pencarian kita ketik daerah atau nama hotel yang kita inginkan. Lalu isi data menginap (check in dan lama menginap)

    2. Pilih hotel yang diinginkan. Saat memilih hotelnya bisa Ayah Bunda lakukan filter harga untuk mencari harga hotel yang sesuai dengan dana yang kita miliki

    3. Setelah kita dapat hotel yang kita inginkan. Kita dapat memilih kamar hotel dan jumlahnya

    4. Isi data pemesan dengan data tamu yang akan menginap. Jangan lupa setelah itu kita review kembali data kita di halaman review. Setelah datanya benar baru kita lakukan pembayaran

    5. Setelah pembayaran sukses. Nanti Ayah Bunda akan dikirimkan email berisi voucher hotel berupa e-ticket secara instan, maksimum dalam 60 menit. Sebentar kan

          Bagaimana, mudah bukan? Kalau begitu yuk langsung aja kita buat persiapan liburan edukasi kita ke wisata sejarah di Surabaya. Selamat berlibur ya. Semoga liburan kalian menyenangkan 😉

    Baca juga: 8 KEGIATAN ASYIK SAAT LIBURAN UNTUK ANAK DI RUMAH


    Friday, May 10, 2019

    Apa yang Akan Menjadi Target Ramadhan Kita Tahun Ini?

    target ramadhan tahun ini
    Pixabay


          Pernah nggak sih kita berpikir apa yang akan menjadi target ramadhan kita tahun ini (2019) atau apa yang menjadi goals kita di ramadhan ini? Ataukah kita ingin menjalani semuanya mengalir begitu saja apa adanya tanpa progress perbaikan diri?

    Kalau ditanya apa yang menjadi target ramadhanku tahun ini? Jujur aku malu menjawabnya. Pada saat orang lain memiliki target ramadhannya tahun ini bisa menghapal beberapa surat, bisa khatam beberapa kali Al-Quran atau bisa berbagi dengan banyak harta atau apa yang mereka miliki, sedangkan aku masih terjebak di sini.

          Yah aku malu dengan mereka-mereka yang memiliki kualitas diri yang begitu tinggi itu. Karena orang-orang yang berkualitas selalu ingin belajar dengan target-target kehidupan yang berkualitas pula. Selalu berusaha untuk lebih baik lagi dalam setiap waktu. Perlahan namun pasti.

    Sedangkan aku, apa aku ini merasa diriku buruk sekali. Namun, aku harus jujur pada diriku sendiri. Aku belum mampu melangkah cepat ke arah sana untuk saat ini dan aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa saat ini aku dalam keadaan tidak baik. Karena ada sesuatu yang perlu ku perbaiki terlebih dahulu dan lagi dari diriku yang terdalam. Apa itu? Yaitu "HATIku".


    merenung tentang makna kehidupan di bulan ramadhan
    Merenung tentang makna kehidupan di bulan ramadhan


          Aku ingin memberikan vitamin-vitamin untuk hatiku, menyiraminya dan menjadikannya pondasi yang kuat di dalam diriku

          Yup, aku belum bisa melangkah jauh pergi dengan keadaan hatiku yang seperti ini. Keadaan hati yang belum baik, keadaan hati yang lebih banyak lalai mengingatNya, keadaan hati yang lebih banyak mengeluhnya daripada bersyukurnya, keadaan hati yang mulai lelah dan bosan dengan sesuatu keduniawian.

          Urusan keduniawian itu begitu menyibukkan kita. Hingga semua hanya terasa monoton. Tanpa disadari kita sholat bukan karena kebutuhan kita tapi hanya sebuah rutinitas. Ketika kita mengaji hanya sekadar penggugur kewajiban bukan sebagai pengobat hati. Ketika kita berbuat baik tidak selalu berdasarkan dari hati tapi karena itu kewajiban.

          Astagfirulloh. Kalau mengingat-ngingat diri seperti ini membuatku benci dengan diriku sendiri dan aku tak ingin seperti ini terus. Aku selalu takut waktuku ini akan habis, aku selalu takut jika menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki diri. Aku takut termasuk dalam barisan-barisan orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri dan orang yang rugi kelaknya dan aku takut mati dalam keadaan belum baik. Takut sungguh takut

    Baca juga: JIKA INI MENJADI RAMADHAN TERAKHIRKU

    Aku ingin merenung akan semuanya, memperbaiki diri untuk selalu lebih baik lagi, ingin menghidupkan hatiku agar kembali bersinar yang selama ini hampir redup karena terpaan dunia.  Astagfirulloh huhuhu. Maafkan hamba ini ya Allah.


    Apa yang Akan Menjadi Target Ramadhanku Tahun Ini?


    apa tujuan ramadhan kita tahun ini
    Pixabay

    Lalu apa yang menjadi targetku di Ramadhan ini?

    1. Target internal
          Nggak mau yang muluk-muluk dulu.  Aku ingin memulainya dari diri sendiri dan dari hal-hal yang terkecil. Sederhana namun berarti. Sederhana namun tidak selalu mudah untuk dijalankan. Apa itu? Aku ingin kembali shalat dengan hati lagi.

          Bukan hanya sekedar rutinitas, bukan hanya sekedar penggugur kewajiban. Tidak. Aku ingin kembali memperbaiki diriku denganNya, sang kekasih hati 💕. Tapi bukan berarti aku tidak melakukan kebaikan yang lain. Tidak. Hanya saja aku ingin fokus ke hal mana yang ingin ku perbaiki terlebih dahulu

    2. Target Eksternal
          Erysha kini sudah berusia 3 tahun 3 bulan. Sudah enak untuk mengenalkan banyak hal padanya termasuk mengenalkan puasa. Tapi bukan meminta dia langsung untuk berpuasa. Bukan.

          Usianya masih kecil sekali. Aku tak ingin terburu-buru mengajarkan sesuatu yang belum waktunya. Aku ingin dia mengenal Allah dan Islam itu dengan cara yang indah dengan cinta. Bukan dengan paksaan atau hukuman. Aku nggak mau. Segala sesuatu ada waktunya. Ada masanya.

    Lalu dengan cara apa aku mengenalkan puasa di bulan Ramadan ini pada anak?
    Karena usia Erysha masih kecil sekali aku mengenalkannya dengan cara yang sederhana,

    - mengenalkan puasa
    Mengajak anak mengobrol

    "Dede kalau puasa itu, kita nggak boleh makan dan minum dari Adzan shubuh sampai maghrib, nanti kalau adzan maghrib baru boleh"

    dan aku rencananya ingin beli buku cerita dengan tema ramadhan ke Erysha biar Erysha lebih mudah menangkapnya karena menarik untuk anak

    - mengajak anak sahur
          Kalau dia terbangun ketika waktu sahur aku mengajaknya untuk ikut sahur. Dia jadi belajar bahwa sebelum puasa sahur dulu. Tapi hal ini belum bisa aku lakukan soalnya akunya belum berpuasa dan Ayahnya pun sedang jauh. Jadi nggak bangun sahur deh T_T

    - mengajak anak memasak untuk berbuka puasa
    "Dede, ikut Bunda masak yuk. Bunda mau masak ayam kecap buat buka puasa nih"

    - membuat kegiatan ramadhan


    hiasan ramadhan dan idul fitri

          Nah, rencananya aku ingin mengajak Erysha membuat kartu ucapan selamat berpuasa nih. Jadi, nanti aku ingin ke toko buat beli bahan-bahannya dulu atau kalau Ayah Bunda mau, Ayah Bunda bisa juga lho mengajak anak membuat hiasan ramadhan. Lengkapnya tentang hiasan ramadan ada di sini ya "Hiasan Ramadhan dan Idul Fitri" klik aja warna merahnya ya

    - mengajak anak bersih-bersih rumah
          Mengajak anak-anak untuk bersih-bersih rumah sambil bilang ke anak

     "Dede, sekarang bulan ramadan dan sebentar lagi mau lebaran. Kita beresin rumah yuk"

    - mengajak anak untu berbagi 
         Ingin mengajak Erysha untuk berbagi makanan pada tetangga sambil mengenalkan ke Erysha kalau kita berbagi terutama di bulan Ramadhan Allah makin sayang ama kita

    Baca juga: 6 KEGIATAN POSITIF DI BULAN RAMADHAN YANG DAPAT MEMBENTUK KARAKTER ANAK SEJAK DINI

          Sementara itu dulu yang ingin aku kenalkan pada Erysha dan itu dulu yang akan jadi target aku di bulan Ramadhan ini. Receh banget ya targetku. Tapi tidak apa-apa ini adalah salah satu proses belajarku. Proses perbaikan diriku. Tolong didoakan ya 🙏. Karena aku selalu ingin menjadi manusia yang berkualitas karenaNya. Nah, itu dia target ramadhanku tahun ini. Apa goals atau target ramadhan Ayah Bunda di tahun ini?




    Tuesday, May 7, 2019

    Mengajarkan Toilet Training dengan Happy pada Anak

    mengajarkan toilet training dengan happy pada anak
    mamapapa.id

          Hai-hai Ayah Bunda. Sebenarnya aku pernah menuliskan tentang toilet training itu di sini "Toilet Training". Hanya saja kurang lengkap karena aku dapetin materi itu waktu kulwap parenting. Sekarang aku tulis ulang berdasarkan ilmunya dan pengalaman pribadi aku sendiri agar lebih lengkap ya dan memudahkan Ayah Bunda.


    Usia berapa kita mengajarkan toilet training pada anak?


          Ayah Bunda, jika kita berbicara tentang toilet training tentu kita harus tahu dulu ya sebaiknya dari usia berapa sih kita perlu mengenalkan toilet training ini pada anak? Nah, dari beberapa tulisan yang aku baca dan mengambil pendapat Bu Fitrie, Psikolog. Kita sudah bisa mengajarkan toilet training itu dari usia anak 1,5 tahun dan mengajarkan anak untuk mandi sendiri dari usia 3 tahun.

    Ini dikembalikan lagi dengan sikon kita dan anak ya Ayah Bunda. Walaupun memang semakin cepat dan sesuai usianya kita mengajarkannya akan lebih baik.

          Kenapa toilet training perlu dimulai dari usia 1,5 tahun nggak sebelum itu? Karena pada usia 1,5 tahun pada umumnya secara fisik anak sudah mulai bisa mengendalikan keinginanya untuk BAK dan BABnya. Tapi kalau dibawah itu belum mampu.


    Hal apa yang perlu kita persiapkan untuk toilet training ini?


    usia anak mulai diajarkan toilet training dan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam toilet training
    Pixabay

    1. Mental orang tua
          Kita harus siapin mental kita terlebih dahulu apalagi melihat anak di awal-awal proses belajar toilet trainingnya anak akan buang air kecil dan besar dimana saja

    Mental orang tua yang belum siap khawatirnya akan lebih rentan membuat anak mengalami trauma dan kurang menyukai proses belajarnya karena kita mengajarkan anak dalam keadaan emosi. Jangan lupa me time kita lebih dibanyakkin ya Bunda pas ini hahaha 😂

    2. Tenaga
          Pasti lelah ya tiap beberapa jam sekali kita ngepel dan bersihkan pipis atau pup anak di lantai. Jadi, jangan lupa siapkan makanan yang banyak buat kita. Jangan biarkan kita udah kelelahan terus kelaparan juga. Soalnya jadi bikin kita tambah emosian nanti ngajarin anaknya 😂

    3. Alat peraga
          Alat peraga ini untuk mengenalkan proses toilet training itu pada anak. Bisa dikenalkan lewat bercerita dengan buku, bermain peran dengan boneka atau membuat permainan stimulasi yang lainnya yang berkaitan dengan pengenalan toilet training ini. Mengenalkan anak dengan alat peraga membuat anak lebih mudah memahami belajar toilet training itu sendiri dengan cara menyenangkan

    4. Alat bantu toilet trainingnya
     - Dudukan closet untuk closet duduk

          Nah, kalau Ayah Bunda di rumah closetnya closet duduk, jadi perlu di bantu ya dengan dudukan closetnya untuk anak. Kayak gini ya gambarnya.


    dudukkan closet untuk anak yang belajar toilet training
    Gbr: Womentalk


    Aku beli dudukan closet ini di online shop. Kalau nggak salah harganya sekitar Rp. 60 - 75 ribu. Lupa aku berapa pastinya. Tapi Ayah Bunda jangan khawatir karena terpakai lama kok untuk anak kita

    Kenapa perlu dibantu? Soalnya kan lubang closet itu besar ya, jadi kalau nggak pakai dudukkan closet nanti pantat anak bisa masuk ke dalam closet.

          Tapi kalau Ayah Bunda di rumah closetnya closet jongkok. Nggak usah pakai alat lagi. Paling posisi anak di closetnya ketika buang air kecil dan besarnya bisa maju ke depan atau posisi menyamping. Soalnya kalau pas di tengah, bikin anak nggak nyaman karena closetnya terlalu lebar buat anak kecil

    - Sprei waterproof (nggak wajib)

          Selain mempersiapkan dudukkan closet untuk Erysha, aku juga membeli sprei waterproof jadi anti air gitu. Jadi, kalau anak pipis, kita nggak usah khawatir lagi pipisnya mengenai kasur. Waktu itu aku beli sprei waterproofnya harganya sekitar Rp. 120 untuk ukuran kasur no 2.


    sprei anti air (waterproof) untuk membantu toilet training anak
    Gbr: Shopee

          Nah, allhamdulillahnya spreinya bisa terpakai lama lho Aya Bunda. Jadi, walau anak sudah berhasil toilet training spreinya tetap bisa dipakai asalkan kita memang membeli bahan spreinya yang memang nyaman ya. Tapi sprei ini nggak wajib ya Ayah Bunda. Jika memang kita ingin hemat, kita bisa pakai perlak saja.

    Jangan sampai karena alasan ini membuat kita kurang bersemangat mengajarkan toilet training pada anak 😘


    Cara Mengajarkan Toilet Training pada Anak


    Sekarang kita masuk pada pembahasan inti ya Ayah Bunda. Bagaimana sih cara kita mengajarkan toilet training ini pada anak?

    1. Ajak anak bicara
    "De, besok kalau Ade pipis dan pup di kamar mandi, yuk!"
    Bisa juga dikenalkan dengan cerita lewat buku

    2. Langsung lepas diapers
          Kalau aku langsung lepas diapers seharian ama Erysha kecuali malam ya. Jadi, aku ngajarinnya lepas diapers siang dulu. Pelan-pelan. Soalnya aku belum sanggup kalau langsung lepas diapers siang dan malam sekaligus *aku sadar diri belum sanggup khawatir ga waras, emak kan butuh bahagia 😂 alah ngeles

          Langsung lepas diapers dan hanya menggunakan celana biasa itu lebih cepat mengajarkan toilet trainingnya pada anak. Karena kita lebih mudah mengenalkan pada anak, kalau celananya basah dan ada air yang keluar dari celananya itu namanya "pipis". Anak itu memang akan lebih cepat menangkapnya kalau memang dia melihat dan merasakan langsung. Maklum perkembangan otak anak usia dini belum bisa kita ajarkan sesuatu yang sifatnya abstrak

    4. Namai kegiatan "Pipis / Pup " pada anak
    Misalnya ketika anak pipis dan anak melihat langsung dia pipis. Kita bantu anak menamainya "wah Dede pipis ya" begitu juga kalau dia pup. Menamai ini agar anak tahu "oh itu namanya pipis/pup". Karena kan selama ini anak pakai diapers ya, jadi dia belum tahu langsung itu pipis atau pup seperti apa

    5. Amati frekuensi BAK/BAB anak
          Setiap anak kan mempunyai frekuensi BAK yg berbeda-beda. Apakah itu dia BAK setiap sejam atau 2 jam sekali atau berapa jam. Ketika kita sudah hapal dengan frekuensi ini, jadi membuat kita lebih mudah memprediksi waktu-waktu anak berkeinginan BAK dan amati ekspresi anak ketika mau BAB agar kita bisa lekas-lekas membawa anak k kamar mandi

          Awal-awalnya kita yang tatur anak ke kamar mandi untuk mengenalkan anak kalau BAK/BAB itu ke kamar mandi. Setelah anak tahu bahwa BAK/BAB ke kamar mandir, biarkan anak yang meminta atau bilang sendiri jika ingin ke kamar mandi. Agar anak paham bahwa BAB /BAK itu adalah kebutuhannya bukan kebutuhan kita

    6. Sering lakukan sounding pada anak
          Sering sounding pada anak kalau mau BAK/BAB ke kamar mandi. Misalnya sounding sebelum tidur malam, setelah bangun tidur dan siang hari diajak ngobrol


    sering lakukan sounding pada anak ketika fase toilet trainingnya
    Pixabay


    7. Konsisten dan Telaten
          Lakukan dengan konsisten dan telaten. Jika tidak konsisten nanti kita akan ngajarin anak ngulang lagi dari awal. Jadi, daripada kita lelah sendiri nantinya ngulang-ngulang lagi, jadi sebaiknya proses toilet training ini dilakukan dengan konsisten

    8. Berikan apresiasi pada anak
          Jangan lupa berikan apresiasi atas usaha anak seperti memberikan anak pujian "wah Bunda seneng ikh ngeliat Dede pipisnya ke kamar mandi"

    Berikan anak pelukan, tos dan lain-lain yang membuat anakpun senang atas usahannya

    9. Doa
          Jangan lupa berdoa semoga Allah memudahkan kita dalam mengajarkan anak dan diberikan kesabaran dalam membersamai anak kita karena mendidik itu butuh Dia.

    Jika anak telah berhasil siang tidak menggunakan diapers lagi, untuk selanjutnya kita bisa melatih anak lepas diapers pada malam harinya.

          Nah, kalau lepas diapers pada malam hari aku sengaja nggak banyakin minum ke Erysha kalau menjelang maghrib agar frekuensi BAKnya sedikit, terus sebelum tidur anak diajak ke kamar mandi dulu untuk pipis dan nanti tengah malam ajak lagi anak ke kamar mandi. Allhamdulillah dengan kesabaran, kekonsistenan, dan doa berhasil deh.

          Waktu itu diusia Erysha 1 tahun 9 bulan Erysha sudah bisa tanpa diapers pada siang hari. Rasanya itu senengggg banget dan haru. Proses dia belajar sampai berhasil nggak pakai diapers siang hari itu selama sebulanlah ya. Sebentar kok.

    Hanya saja setiap anak kan beda-beda ya Ayah Bunda, jadi jangan bandingkan anak kita dengan anak yang lain. Yang penting anak bisa belajar toilet trainingnya dengan happy dan kita pun happy mengajarkannya juga. Oh ya jika Ayah Bunda nanti sudah selesai dengan fase toilet training anaknya dan akan menyapih anak, bisa juga mampir ke sini ya "hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menyapih anak" atau "cara menyapih anak dengan Al-Quran" Selamat mencoba ya Ayah Bunda. Semoga bermanfaat 😘



    Monday, April 29, 2019

    Cara Menjadi Istri yang Baik untuk Suami

    cara menjadi istri yang baik untuk pasangan
    Pixabay


    Halo Ayah Bunda!
    Hari ini aku mau berbagi gimana sih caranya jadi istri yang baik untuk pasangan kita atau sebaliknya? Sebenarnya ketika aku nulis ini bukan berarti aku udah ngerasa jadi istri yang baik ya. Belummmmm. Masih banyak PR diri yang harus aku kerjain dari peranku ini sebagai istri. Tapi

    "Menjadi istri yang baik atau sebaliknya awal menjadi orang tua yang bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia"

           Karena minggu ini ada tulisan collab dengan blogger-bloger luar biasa seperti Teh Nurul dan Mba Dian dengan tema ini. Akhirnya, aku menulis ini. Aku masih berharap semoga tulisanku dan pemahamanku ini masih bisa memberi manfaat untuk orang lain

          Ayah Bunda, salah satu yang paling ku syukuri dalam hidupku adalah karena Allah memberikanku suami yang begitu baik padaku. Suami yang penyayang dan pengertian padaku. Itu semua membuat kami hampir 5 tahun pernikahan kami tidak pernah bertengkar adut mulut, berkata kasar, membentak, meneriaki apalagi sampai ada piring-piring melayang. Tidak pernah dan kami pun jarang bertengkar

          Tapi juga tidak memendam kemarahan yang dalam atau lama juga. Karena kami tahu, sebuah kemarahan yang dipendam dengan sangat lama bagaikan sebuah bom waktu yang akan meledak kapan saja dan bisa melahap apa saja. Dan kami tak mau itu terjadi.

    Apa sih yang membuat kami bisa menjalani pernikahan seperti itu dan bagaimana cara kami menyelesaikan permasalahan kami? Aku cerita sedikit di sini ya berdasarkan pemahamanku dan sekaligus untuk mengingatkanku

          Ayah Bunda menjadi seseorang yang baik untuk orang yang kita cintai itu pasti keinginan semua orang ya, begitu juga denganku. Bagiku menjadi pasangan yang baik itu proses belajar seumur hidup, tiada henti. Selama Allah masih mengijinkan kita untuk saling bersama selama itu kita harus terus belajar untuk lebih baik dengan peran kita sebagai istri begitu pun sebaliknya

    Bagaimana kita belajar untuk saling mengenal, saling memahami dan tetap bersama ketika cinta yang begitu menggebu-gebu seperti dulu awal pernikahan tak lagi terasa dan ketika badai dengan kuatnya menerjang pernikahan kita. Karena

    "Indahnya cinta itu bukan dimulai di awal-awal pernikahan kita tapi ketika kita tetap saling bergandengan tangan ketika cinta itu diuji dan kita masih bisa melaluinya bersama dengan rasa yang semakin kuat"

    Dan kita pun tak perlu mencari orang yang sempurna untuk bisa mendampingi kita seumur hidup kita. Ketika kita menemukan orang yang mau untuk terus belajar memahami kita, bukankah itu lebih dari kata cukup? Begitu sebaliknya dengan diri kita dan begini caraku menjalani pernikahanku


    Cara Menjadi Istri yang Baik untuk Pasangan 


    cara menjadi istri yang baik dan sabar
    Pixabay

    1. Taat
          Ketika kita ingin menjadi istri yang baik, tentu kita harus punya standart istri yang baik itu yang kayak apa sih? Nah, karena aku agamanya Islam ya. Otomatis aku ingin dong menjadi istri yang baik menurut Islam. Yaitu berpatokan kepada Al-Quran dan Hadist

    Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

    لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

    “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]

    Dari hadist di atas aku tahu bahwa betapa dalam Islam posisi suami itu begitu tinggi jadi perlu kita taati, turuti dan ikuti. Tinggi di sini bukan berarti suami jadinya seenaknya dan menginjak-injak hak istri atau harga diri kita sebagai perempuan menjadi turun. Nggaklah ya.

          Selama yang diminta suami adalah hal baik. Ya harus kita ikuti. Untungnya Ayahnya Erysha itu bukan tipe yang suka nyuruh ini itu. Ya akunya juga harus sadar diri juga sih ama tugasku 😂

    2. Nggak banyak menuntut pada pasangan
          Dulu awal pernikahan kita, aku itu suka berantem ama ayahnya Erysha wkwkwkwk 😂. Maklum namanya juga pengantin baru, jadi masih proses adaptasi apalagi kita beneran ga kenal sama sekali dan kenalnya lewat proses taaruf aja dan itu hanya sebentar. Tapi berantemnya ga sampai adu mulut. Cuma akunya aja yang suka manyun dan ngambek 😂.

    Tau nggak kenapa aku suka berantem? Karena dulu tanpa aku sadari, aku banyak nuntut ama ayahnya Erysha. Untung akunya cepet sadar. Kalau nggak, aku hanya menyakiti diriku sendiri karena ekspektasiku yang begitu tinggi dan menyakiti orang yang ku cintai. Sejak itu, aku berubah pelan-pelan hingga tuntutan itu jadi jauh berkurang hingga hari ini.

          Aku pun belajar bahwa cinta itu "memberi" bukan meminta apalagi menuntut. Karena jika kita mencintainya, kita akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai dan alangkah indahnya bukan jika semua orang bisa begini dalam mencinta? Ini masih jadi proses belajar aku juga

    Prinsip aku "aku harus bahagia dengan pernikahanku". Dan tidak banyak menuntut pada pasangan dan melihatnya dari banyak kebaikannya adalah salah satu caraku untuk bahagia di dalam pernikahanku dan kita bisa juga lho belajar bahagia dari anak. Lihat di sini ya "Belajar Bahagia dari Anak"

    3. Sering-seringlah melihat kebaikan suami
          Ayah Bunda aku mu lanjut cerita di atas ya. Kan dulu itu sebelum nikah aku sering nonton drama korea. Gara-gara kebanyakan nonton drama korea, aku sangka semua cowok itu kayak cowok drama korea gitu, romantis.

          Eh ternyata dapetin Ayah Erysha yang boro-boro romantis. Kayaknya itu buat katakan cinta ama istrinya aja dulu, geli 🤣. Mungkin karena nggak biasa kali ya 😂. Tapi jangan tanya kalau sekarang ya. Kalau sekarang-sekarang mah, dikit-dikit langsung jari tangannya ngebentuk lope sambil bilang "Sarange Bunda" wkwkwkw 😂. Malah aku yang geli jadinya sekarang 😂. Tapi aku seneng wkwkwk 😂

          Kalau dulu itu beneran aku suka sedih ternyata dia nggak romantis seperti yang aku bayangin. Tapi sejak itu aku belajar sesuatu. Mungkin dia memang bukan laki-laki yang pandai merangkai kata untuk berkata cinta, tapi aku bisa lihat setiap cintanya dibuktikan lewat perbuatannya padaku.

           Dia seorang laki-laki yang baik, suami yang baik, ayah yang baik untuk Erysha. Seseorang yang bertanggung jawab, seseorang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, seseorang laki-laki yang tak suka mengeluh padaku, walau ku tahu dia sedang sakit.

          Laki-laki yang selalu menatapku dengan cintanya, kasih sayangnya dan ku bisa rasakan itu semua di setiap kebaikannya yang ia lakukan untukku dan keluargaku. Aih nulis ini jadi bikin aku nangis. Karena betapa aku sangat beruntung memilikinya. Terima kasih ya Allah.

    Jadi, kalau Ayahnya Erysha melakukan kesalahan atau aku menemukan kekurangannya. Selama itu sifatnya bukan prinsip ya, aku berusaha memakluminya. Karena aku ingat

    "Bahwa laki-laki yang kita nikahi ini hanyalah manusia biasa. Bukan malaikat tanpa cela. Jad hal wajar jika ia memiliki kekurangan dan melakukan kesalahan. Layaknya kita yang tak sempurna pula bukan untuknya?"

    Jadi, ketika aku marah dan sudah tenang. Aku suka ingat-ingat lagi kebaikan suami. Bahwa kebaikannya jauh lebih banyak daripada salahnya. Apalagi perempuan itu konon katanya suka melupakan kebaikan suami. Aduh semoga kita nggak gitu ya *lagi ngomong ama diri sendiri.

    4. Bertanya pada diri
          Jadi aku itu ya kalau mau marah sama Ayahnya Erysha, aku itu suka nanya dulu ama diri aku

    "Layakkah aku marah karena hal ini?"

    Jadi aku suka menganalisa dulu permasalahannya. Ini masalah kecil atau besar? Ini hal penting atau nggak? Terus layak nggak sih karena hal ini kita berantem?

          Karena ngapain juga kan kita ngabisin energi kita, menjauhkan kita dengan pasangan hanya untuk meributkan hal-hal nggak penting? Kan sayang banget gitu. Bukan berarti meremehkan masalah ya Ayah Bunda. Bukan. Cuma harus belajar bijak menganalisa masalah *ngomong ama diri sendiri.

    Misalnya kalau suami kita sehabis mandi suka lupa matiin lampu. Ya tinggal bilang aja baik-baik. Jangan sampai kita berantem hanya untuk hal kecil. Yang penting sering diingetin aja, dari sering diingetin itu, suami kan jadi belajar juga mana yang kita sukai atau tidak.

           Jangan sampai suami sedang kelelahan baru pulang kerja malem, lapar, terus sehabis dia mandi kita ngomelin dia panjang lebar hanya gara-gara lupa matiin lampu. Akhirnya, dia tersulut emosi juga karena sedang lelah. Lalu apa yang terjadi. Ya perang besar dong hanya gara-gara hal sepele. Buat apa coba?

    Aku dapet pemahaman ini waktu aku baca buku best seller terjemahan luar yang judulnya "Berpikir Positif dan Berjiwa Besar". Salah satu intinya bahwa

    "Orang-orang yang berjiwa besar itu, tidak akan menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan nggak penting"

    5. Melihatlah dari dua sisi
          Perempuan itu kan suka baperan ya. Jadi, kalau perasaannya udah merajai hatinya itu, semua yang ia pikirkan itu hanya tentangnya...tentangnya...tentangnnya. Semua hanya tentang kebutuhannya saja hingga ia lupa melihat sisi yang lain. Siapa yang suka begitu aku 🙈.

          Yup, perempuan itu kalau sudah emosian jadi nggak objektif lagi jadi berpikir dan menilainya suka subjektif. Suka ngerasa nggak sih kita itu suka gitu? Kalau aku sih ngerasa. Kalau udah tenang baru deh berpikir dan udah gitu nyesel deh hihihi.

    Jadi, sebaiknya kalau lagi marah jangan dikeluarkan kata-kata kita. Lebih baik tenangkan diri dulu agar kita bisa melihat dari sudut pandang kita dan sudut pandangnya.

    6. Terbuka


    pentingnya pasangan untuk saling terbuka
    Pixabay

          Ini penting banget. Jangan sampai kita merasa tertekan dengan perasaan kita sendiri yang tertutup dan tertahan. Ini nggak baik dikemudian harinya dan berbahaya. Jadi, sebaiknya ungkapkan. Tapi kalau aku suka nggak langsung diungkapkan ketika marah. Jadi suka tenangkan diri dulu

    7. Tenangkan diri ketika marah 
          Ketika marah aku suka tenangkan diri dulu. Karena aku nggak pengen ngomong kasar ke suami, nggak pengen neriakin suami, karena bagiku saling berteriak itu menjauhkan hati. Kenapa harus berteriak jika pasangan itu ada di samping kita? Bukannya kita itu saling mencintai? Lalu kenapa harus jadinya saling menyakiti?

          Kenapa aku bisa begitu? Karena aku belajar dari ayahnya Erysha. Ayah Erysha itu sekalipun marah dia nggak pernah meninggikan suaranya ke aku. Marahnya diam untuk menenangkan diri dan itu hanya sebentar. Jadi akunya malu atuh kalau marah-marah ama dia, sedangkan dia marahnya kalem gitu. Tapi marah yang diam ini yang bikin kita udah ngerasa bersalah duluan ama dia wkwkwkw 😂

    Aku jadi inget juga. kalau Erysha lagi marah, aku suka minta dia tenangkan diri dulu baru bicara. Ternyata itu juga harus ku tujukan pada diriku sendiri ketika marah wkwkwk 😂. Karena

    "Bagaimana kita akan mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya ketika marah, jika kita pun tak belajar mengendalikan emosi kita"

    Baca juga: CARA MENGELOLA EMOSI DALAM PENGASUHAN ANAK

    Iya kan?

    Jadi tenangkan diri dulu, kalau sudah tenang cari waktu yang tepat untuk bicara atau terkadang selain bicara langsung aku suka lewat WA. Layani dulu semua kebutuhan suami. Ini berat ya ketika kita sedang marah padanya tapi harus tetap berbuat baik padanya wkwkwk 😂. Tapi ini salah satu  tantangannya lho.  Kalau aku suka malem ngobrolnya pas suami udah santai, udah makan dan udah tenang juga.

          Aku suka pijitin suami terus curhat ke suami tentang apa yang aku rasain. Tapi nggak pakai kata "kamu" misalnya ikh ayah mah gtu bla...bla...bla. Nggak gitu. Itu namanya nyerang dan bisa berantem lagi hahaha.

    Jadi aku suka pakai kata "aku". Misalnya

    "Ayah, Bunda marah pas ayah gini. Bunda jadinya sedih, maksud bunda bla...bla..bla".

    Mengungpkan dengan hati-hati, bahasa yang dikemas, bicara dari hati ke hati ngalir begitu aja. Tapi bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar. Jangan saling menyalahkan. Kalau saling menyalahkan yang ada nanti bertengkar lagi.

    Setelah itu dengarkan uneg-uneg suami agar kita bisa melihat dari sudut pandang dia juga. Setelah itu suka maafan deh kita dan kalau udah abis marahan itu ya. Jadi makin cinta aku mah hahahah


    pernikahan yang bahagia
    Pixabay

           Jadi kalau ada masalah itu ya. Ingat musuh kita itu bukan pasangan kita. Tapi masalah itu sendiri. So, bergandengan tanganlah menghadapi musuh itu bukannya saling menyalahkan. Nanti nggak beres-beres *lagi ngomong ama diri sendiri.

    Oh ya dalam Islam kalau marahan nggak boleh lebih dari 3 hari ya. Karena memang masalah itu harus cepat diselesaikan biar nggak berlanjut terus

    Jadi intinya belajar komunikasi positif dengan pasangan itu penting banget, cara menyampaikannya dan waktu penyampaiannya juga harus kita pelajari juga. Biar sama-sama enak bicaranya ya

    7. Jangan pernah berhenti belajar
          Teruslah belajar menjadi istri yang baik sampai maut memisahkan kita dari yang terkasih. Belajar untuk terus memahaminya, mengenalnya, tahu apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Belajar untuk mengisi apa yang ia butuhkan. Jangan pernah merasa kalau kita itu sudah menjadi istri yang baik untuknya. Karena

    "Ketika ketika kita sudah merasa diri kita itu baik, ketika itu kita sudah berhenti belajar untuk lebih baik lagi"

    Dan ingatlah

    "Ketika kita merasa diri kita telah banyak bersabar pada pasangan kita, ketika itu pula sesungguhnya pasangan kita pun pasti telah banyak bersabar pula dengan kita"

    Lagi-lagi ngomong ama diri sendiri aku.

          Dulu awal menikah, aku sangka di dalam pernikahan itu udah langsung indah, udah langsung romantis, penuh cinta dan begitu bahagia. Tapi ternyata aku salah. Pernikahan itu ibarat seperti kita sedang menanam. Jadi jika kita ingin pernikahan kita bahagia, romantis dan penuh cinta. Ya harus kita tanam dulu, dipupuk, disirami, dijaga, dirawat baru setelah itu kita bisa memanen hasilnya.

    Nggak ada pernikahan yang bahagia itu langsung instan. Di dalamnya pasti ada proses, ada usaha, ada waktu dan ada perjuangan. Baru kita bisa memetik manisnya kebahagiaan dari sebuah pernikahan itu.

    8. Doa
          Jangan lupa banyak berdoa untuk pasangan kita, untuk pernikahan kita dan untuk keluarga kecilku. Karena kita mah apa atuh tanpa Dia mah

    Nah, itu dia Ayah Bunda caraku menjadi istri yang baik untuk pasanganku. Buat Ayah Bunda yang pengen tahu juga bagaimana cara menjadi pasangan yang bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia, boleh cus aja langsung ke tulisannya ya, klik aja yang warna merah ya.

    Semoga kita terus semangat belajar jadi istri yang baik untuk pasangan kita ya dan teruntukmu para perempuan di luar sana. Jika kalian merasa bahwa pasangan kalian bukan laki-laki yang baik dan tidak  bertanggung jawab. Tetap tersenyumlah. Tetap mainkan peranmu dengan baik. Bukan untuk dirinya tapi untukNya, untuk anak-anakmu, dan untuk dirimu sendiri.

    Baca juga: Menjadi istri yang ideal demi restu suami

    Hapuslah air mata itu dan tersenyumlah. Lepaskan semua rasa dan beban itu. Engkau harus bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia pula. Letakkan kebahagiaamu padaNya bukan kepada makhluknya. Setelah itu Kau rasakan bahwa beban itu akan berkurang sedikit demi sedikit.

    Semangat ya untuk menjadi istri yang baik, semoga Allah menguatkanmu dan memudahkanmu. Tulisan ini ku tulis untuk mengingatkan diriku sendiri dan semoga bisa bermanfaat pula untuk yang lain. Baca juga tulisan dari Mba Dian tentang cara menjadi istri yang menyenangkan

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES