• Sunday, July 15, 2018

    Produktif dari Rumah? Kenapa Enggak?

    produktif dari rumah? kenapa enggak?

    Hai Bunda! Ini adalah project collab pertama saya dengan Bunda Enny, mom blogger dari Jambi yang juga working mom. Tema kita hari ini adalah tentang produktif. Karena saya ibu rumah tangga jadi saya memilih judul "Produktif dari Rumah? Kenapa Nggak? Dan buat Bunda yang ingin tahu produktif versi Bunda Enny, working mom. Boleh mampir ke sini ya 😘

    Bunda pernah nggak sih merasa diri kita ini nggak ada apa-apanya dibandingkan para wanita yang memiliki banyak karya hebat atau bisa bekerja dan begitu produktif di luar sana? Dan kita ini apa atuhhhhh cuma seorang ibu rumah tangga, yang pekerjaannya begitu lagi begitu lagi. Tidak terlihat dan seisi dunia tidak ada yang memperhatikan diri kita. Karena kita tak memiliki kesuksesan yang bisa diukur di luar sana.

    Pernah merasakan begitu? Saya pernah. Dulu, waktu awal saya menjadi ibu rumah tangga, melepaskan karier saya di luar dan hanya di rumah saja. Rasanya itu baperrrr banget hahaha πŸ˜‚. Tetapi, percayalah Bunda

    "ketika kita memutuskan untuk berkarier di rumah dan tidak terlihat lagi oleh dunia demi suami dan anak-anak kita, pada saat itulah sesungguhnya kitalah yang telah menjadi dunianya orang-orang terkasih kita di rumah"

    Bukankah itu tak kalah spesialnya di hati kita, Bunda? Jadi, janganlah bersedih dan malu dengan karier kita sebagai ibu rumah tangga. Karena setiap orang memiliki situasi dan kondisi yang berbeda maupun jalan hidup yang berbeda-beda. Jadi, tak perlu merasa rendah diri dan tak perlu pula merasa lebih baik dari orang lain

    Walau pada saat ini saya sudah produktif menulis dan menjadi seorang Blogger dari rumah. Tetap saja, saya selalu merasa kurang produktif. Sekarang banyak para Blogger bukan hanya sekedar menulis dan ngeblog saja. Tapi, mereka juga sudah merambah ke dunia video dan juga merangkap profesi sebagai Youtubers. Nah, saya masih di sini-sini saja. Boro-boro ikutan membuat video, baru pegang handphone saja anak sudah merengek minta diperhatikan wkwkwkw. Nasib emak-emak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

    Baca juga: SATU TAHUN NGEBLOG. 8 HAL INI YANG TIDAK TERDUGA SAYA CAPAI

    Ngak apa-apa Bunnnnn, yang namanya produktif itu, bukan selalu tentang sesuatu yang terlihat di depan banyak orang. Tapi, ketika kita bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik antar diri kita dan terkadang antar kita dengan Tuhan kita. Itu juga disebut sebuah Produktif. Karena semua ada masanya. Semangatttttt *ceritanya lagi nyemangatin diri sendiri hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Apa itu produktif?


    produktif
    Pixabay

    Lalu, muncul pertanyaan besar kita "sebenarnya apa sih arti produktif itu?". Menurut kamus besar bahasa Indonesia produktif itu adalah
    1 a bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar)

    2 a mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya); menguntungkan

    3 a Ling mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru

    Baca juga: SUDAHKAH KITA MEMBUAT RESOLUSI UNTUK MENJADI SESEORANG YANG PRODUKTIF DALAM HIDUP KITA?

    Jadi, kesimpulan dari penjelasan di atas tentang produktif adalah "menghasilkan". Menghasilkan di sini bisa berbeda-beda arti ya Bun, tidak selalu seperti apa yang kita lihat. Karena ketika kita belajar sesuatu yang lebih baik, ini juga termasuk "menghasilkan sesuatu" yaitu seperti ilmu, pemahaman, atau menghasilkan sebuah manfaat. Ini juga disebut sebagai sebuah produktif

    Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam memandang arti produktif yang sebenarnya dan bagi saya produktif itu adalah

    "Apapun peran kita berikanlah peran yang terbaik dari versi terbaik yang kita punya"

    Misalnya ketika kita berperan menjadi seorang istri, jadilah istri yang baik untuk pasangan kita. Ketika kita berperan menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang baik untuk anak-anak kita, begitu juga dengan peran-peran kita yang lain selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan versi terbaik kita

    Nah, sebelum kita menjadi seseorang yang benar-benar produktif, yang pertama kita lakukan adalah mengurangi "baper" kita. Karena bagaimana kita bisa produktif jika kita sedikit-sedikit baper, sedikit-sedikit baper melihat orang lain. Itu sungguh melelahkan Bundaaaaa. Berikut saya kasih tipsnya ya, cara mengurangi bapernya kita hahaha, walau saya pun masih tahap belajar ilmu ini. Maklum namanya juga perempuan ya Bun, apa-apa suka dibaperin duluan baru dipikirin belakangan *plakkkkk

    Cara Agar tidak Mudah Baper:


    baper
    Pixabay

    1. Belajar menerima diri sendiri
    Pertama kita harus mengenal diri kita sendiri, mengenal situasi dan kondisi kita. Dan percaya bahwa setiap orang memiliki situasi dan kondisi yang berbeda, jadi kita harus pahami kondisi diri kita sendiri dan kenapa kita memilih ada di rumah

    2. Berhenti membanding-bandingkan diri kita

    Berhentilah membanding-bandingkan diri kita dengan diri orang lain. Karena setiap orang memiliki tantangannya masing-masing dalam hidup mereka. Begitu juga dengan diri kita

    3. Belajar bersyukur 
    Syukuri apa yang bisa kita syukuri dan tentu itu ada banyakkkkk sekali yang bisa kita syukuri ya Bun. Jangan biarkan ....

    "Kita mengeluhkan satu hal tetapi kita jadi melupakan banyak hal yang perlu kita syukuri"

    4. Belajar meningkatkan kualitas diri
    Jadilah pribady yang terus belajar meningkatkan kualitas diri baik itu dari segi rohani, etika, hubungan dengan banyak orang dll. Terus belajar membuat kita tidak akan pernah tertinggal oleh orang lain di belakang. Bahkan kita bisa sama-sama berlari bersama mereka

    5. Dll

    Setelah baper itu bisa kita kendalikan, baru kita bisa lebih mudah untuk fokus pada apa yang ingin kita lakukan. Lagi-lagi muncul pertanyaan kita "apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi seseorang yang produktif dari rumah?" Jawabannya banyakkkk. Apa saja itu?

    Produktif dari Rumah


    produktif, rencana
    Pixabay

    1. Kenali diri kita
    Tanyakan pada diri apa yang ingin kita lakukan dari rumah? Misalnya kita ingin menjalankan bisnis dari rumah, ingin menjadi seorang blogger, atau produktif dalam meningkatkan kualitas diri juga boleh dlll.

    Mengenali diri dan ingin kita, membuat kita lebih mudah fokus produktif dalam satu bidang

    2. Membuat konsep produktif diri kita sendiri
    - mengatur rencana
    Rencana ini penting Bun. Bagaimana kita mau produktif tanpa sebuah rencana apa saja yang ingin kita hasilkan. Misalnya, sebagai seorang blogger saya ingin produktif menulis dan berbagi kebaikan lewat tulisan untuk membantu para orangtua dan masyarakat yang membutuhkan ilmu saya.

    Jadi, saya memiliki gambaran dan rencana tema tulisan yang seperti apa yang akan saya tulis

    - buat daftar tugas
    Buatlah daftar tugas secara detail. Misalnya minggu ini kita mengerjakan apa saja dan minggu depan apa saja. Membuat daftar tugas membuat kita lebih tersistematika mengatur rencana kita dan lebih mudah membayangkannya setelah dijabarkan satu-persatu dari rencana awal

    - evaluasi
    Evaluasi ini wajib ketika kita ingin menghasilkan sesuatu. Tidak melulu tentang materi, tetapi bisa juga evaluasi tentang diri kita. Apa yang kurang dan apa yang masih perlu kita perbaiki dari diri kita

    Kalau saya pribady sebagai blogger, sering mengevaluasi diri misalnya saya kurang banyak membaca jadi pemahaman dan kosa katanya masih miskin sekali, atau belajar bagaimana saya bisa membuat konten-konten yang berkualitas yang memang dibutuhkan oleh pembaca saya tanpa membuat mereka bosan dengan materi saya (ini PR saya bangettttt nih πŸ™ˆ)

    3. Memiliki ruang / tempat khusus untuk bekerja
    Sebaiknya kita memiliki ruang khusus untuk berpikir dan bekerja ya Bun. Jangan di tempat tidur. Karena bukannya pekerjaannya selesai yang ada malah kitanya yang ketiduran nantinya wkwkwk πŸ˜‚

    4. Kelola waktu dengan baik
    Ini penting sekali. Sebagai ibu rumah tangga yang selalu digantungin anak seharian, membuat kita tidak mudah mencari waktu untuk diri kita sendiri ya Bun, apalagi kalau anaknya masih kecil *hadeuhhh. Jadi, sebaiknya kita harus pintar-pintar mengelola waktu dan mencari waktu yang terbaik untuk kita.

    Kalau saya pribady biasanya malam setelah anak tidur atau shubuh. Itu adalah waktu terbaik saya. Bagaimana dengan Bunda? Sepertinya kita sama ya *namanya juga emak-emak πŸ˜‚.

    5. Komitmen
    Setelah kita telah menentukan rencana, maka berkomitmenlah dengan rencana itu. Jangan karena kita bekerja di rumah, jadi membuat kita seenaknya dalam mengerjakan pekerjaan kita. Aduhhh jangan ya Bun, karena tidak akan benar untuk selanjutnya. Komitmen inilah yang harus kita pegang baik-baik

    Walau misalnya kita belum bisa menghasilkan sesuatu yang produktif untuk kita bagikan untuk banyak orang karena situasi dan kondisi kita belum memungkinkan, tidak apa-apa ya Bun. Mungkin kita bisa memulai produktif dari hal-hal kecil dan sederhana. Seperti berbagi makanan kepada tetangga, kepada orang-orang yang membutuhkan dll. Karena kita tidak pernah tahu kan amal mana yang akan diterima olehNya.

    Tapi, ada sesuatu yang perlu kita ingat Bunda. Ketika suatu hari nanti kondisi kita sudah memungkinkan, belajarlah produktif yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Karena bagaimanapun juga, kita pun perlu memiliki peran di masyarakat dan kita memiliki tanggung jawab pada masyarakat kita sendiri. Karena ..

    "sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi manfaat untuk banyak orang"

    Baca juga: INI DIA ALASAN MENGAPA IBU RUMAH TANGGA HARUS TETAP PUNYA PERAN DI MASYARAKAT

    Nah, apa Bunda sekarang sudah punya versi terbaik di dalam pandangan Bunda? Kalau begitu jangan ragu menjadi seseorang yang produktif menurut versi kita, yang terpenting selalu berusaha ke arah yang lebih baik. Produktif dari rumah? Kenapa nggak. Siappp Bunda? Tunggu apa lagii!!!



    Sunday, July 8, 2018

    Ayah Bunda Ingin Melakukan Perjalanan Sehari di Pekanbaru? Ikuti 5 Tips Ini, Yuk!

    ayah bunda ingin melakukan perjalanan sehari di pekanbaru? ikuti 5 tips ini, yuk!


    Waktu adalah hal yang sangat berharga. Waktu tidak bisa ditahan, tetapi terus melaju. Jika tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terbuang sia-sia. Nah, jika Ayah Bunda kebetulan hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan sesuatu, pasti berpikir bagaimana ya caranya kita bisa menggunakannya? Tentu pasti akan sangat berhati-hati dan menggunakannya sebaik mungkin kan yaa

    Hal ini juga berlaku ketika Ayah Bunda berwisata. Hanya memiliki satu hingga dua hari libur di sela-sela kesibukan kerja bukan lagi hal yang asing. Namun, satu hari bisa juga lho, kita manfaatkan untuk berwisata. Salah satu daerah tujuan yang bisa kita coba adalah Pekanbaru. Berikut adalah beberapa tips yang perlu Ayah Bunda perhatikan ketika melakukan piknik sehari di kota ini.

    Pertimbangkan Transportasi yang Digunakan


    transportasi
    Source : potretnews

    Wilayah Pekanbaru cukup luas. Sebagian tempat wisata berada di daerah pinggiran, sehingga cukup sulit dan butuh waktu yang lama untuk mencapainya. Nah, untuk menghemat waktu, Ayah Bunda perlu mempertimbangkan jenis transportasi yang akan digunakan menuju Pekanbaru.

    Ayah Bunda bisa menggunakan transportasi udara atau darat. Namun, pertimbangkanlah untuk menggunakan transportasi udara demi menghemat waktu. Di Pekanbaru, ada bandara yang  beroperasi setiap hari yaitu Bandara Sultan Syarif Kasim II. Banyak maskapai melayani penerbangan ke berbagai daerah di Indonesia di bandara ini. Untuk harga tiket pesawat ke Pekanbaru  juga tidak terlalu mahal kok, asalkan Ayah Bunda memesannya di online travel agent terpercaya.

    Tentukan Objek Wisata yang Paling Ingin Dikunjungi


    tempat wisata
    Source : anekatempatwisata

    Saat Ayah Bunda tidak memiliki banyak waktu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan objek wisata yang benar-benar ingin dikunjungi. Karena keterbatasan waktu, wajar saja jika tidak semua tempat bisa dijelajahi. Oleh karena itu, pastikan Ayah Bunda memilih lokasi wisata yang paling membuat penasaran.

    Salah satu destinasi di Pekanbaru yang bisa mewakili identitas Melayu adalah Siak Sri Indrapura. Dari Kota Pekanbaru, Ayah Bunda harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Namun, jangan khawatir karena ada banyak hal menarik lho yang bisa Ayah Bunda nikmati ketika berada di lokasi ini.

    Salah satu objek wisata di sini adalah Istana Siak yang dahulu merupakan kediaman resmi Sultan Siak. Ada berbagai peninggalan sejarah dari zaman kerajaan yang bisa kita saksikan di sini, lho Ayah Bunda. Misalnya, “komet”, alat musik serupa gramofon yang terbuat dari baja. Ternyata, alat musik ini hanya dapat ditemukan di Siak dan Jerman, kota asalnya.

    Tentukan Waktu Terbaik


    pekanbaru, liburan

    Meskipun cuma sebentar di Pekanbaru, alangkah baiknya jika Ayah Bunda menentukan waktu terbaik untuk berkunjung. Tiap November, misalnya, curah hujan di Pekanbaru biasanya sangat tinggi. Hal ini tentu bisa menghambat rencana perjalanan singkat yang telah disusun sebelumnya.

    Daripada hanya menghabiskan waktu di penginapan dan liburan menjadi gagal, sebaiknya pastikan Ayah Bunda berkunjung ke Pekanbaru pada musim yang tepat.

    Beristirahatlah sehari sebelumnya.
    Perjalanan panjang seharian penuh pasti akan sangat menyita energi. Jika tidak kuat, tubuh bisa mengalami kelelahan. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya Ayah Bunda mempersiapkan diri untuk menjalani liburan singkat tetapi penuh makna. Salah satu caranya adalah menikmati istirahat yag berkualitas pada hari sebelumnya.

    Carilah Penginapan di Lokasi Strategis


    penginapan, airyrooms
    Source : Airyrooms

    Jika Ayah Bunda hanya memiliki sedikit waktu untuk berwisata, sebaiknya carilah penginapan di lokasi yang strategis. Dengan demikian, kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mendapatkan transportasi umum . Lokasi strategis juga berarti Ayah Bunda bisa dengan cepat mencapai objek wisata yang diinginkan sehingga bisa lebih menghemat waktu.

    Nah, demikian beberapa hal yang perlu Ayah Bunda perhatikan saat berkunjung ke Pekanbaru dalam waktu yang singkat. Pertimbangkanlah untuk menggunakan transportasi udara karena ada banyak rute penerbangan yang menuju Pekanbaru. Selain itu, Ayah Bunda bisa juga mencari promo tiket pesawat ke Pekanbaru melalui website Airy. Caranya sangat mudah dan praktis. Jadi, tunggu apa lagi, segera susun perjalanan sehari menuju Pekanbaru sekarang juga. Selamat bersenang-senang yaaa ❤️

    Wednesday, July 4, 2018

    Toilet Training dengan Cara Menyenangkan

    toilet training dengan cara menyenangkan
    nakita.grid.id

    Hai-hai Bunda, ada yang lagi deg-degankah menghadapi fase toilet training anak yang sebentar lagi? Atau lagi bingung cara mengajarkan toilet training yang menyenangkan pada anak itu, seperti apa sih? 

    Bingungnya nggak usah lama-lama ya Bun, karena hari ini saya ingin membagikan materi kulwap parenting yang pernah saya ikuti beberapa bulan yang lalu. Walau pun Erysha sudah lewat di fase ini, tetapi materi tentang toilet training ini memang sengaja saya simpan di blog saya agar tetap bisa bermanfaat juga untuk banyak orang. Sebelum kita ke materinya, bagaimana kalau kita berkenalan dahulu dengan penulis materinya sekaligus narasumbernya. Langsung aja yuk, Bun!

    Biodata Narasumber

    Kang Canun, trainer

    Nama : Ikhsanun Kamil Pratama
    Nama Panggilan: Kang Canun
    Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 1 Mei 1990
    Status : Menikah
    Anak : 2

    Profesi
    - Konselor Pernikahan
    - Trainer
    - Penulis Buku

    Toilet Training dengan Cara Menyenangkan


    HAPPY TOILET TRAINING πŸ’œ

    Originally created by @canunkamil & @fufuelmart

    Toilet Training adalah salah satu fase yang perlu dilalui orangtua dengan anak balitanya. Sering kali jadi momen yang mengkhawatirkan bagi beberapa orang, mengingat prosesnya memang perlu ekstra ikhtiar juga managemen emosi orangtuanya. Menurut kami, ada tiga kunci utama dalam keberhasilan toilet training, yaitu...:

    KONSISTEN

    Proses toilet training perlu dilakukan secara perlahan namun berkesinambungan, jangan sampai terputus di tengah jalan. Keberhasilan toilet training itu sangat dipengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu orangtua, dan anak itu sendiri. Oleh karena itu, perlu memastikan kesiapan masing-masingnya terlebih dulu.

    Persiapan Toilet Training


    1. Kesiapan Orangtua
    Siapkan mental sedari awal. Minimkan ekspektasi terhadap anak, karena proses mereka belajar memahami toilet training boleh jadi tidak semudah dan tidak secepat mereka belajar pengetahuan kognitif.

    Akan sangat lebih baik, bila kedua orangtua sama-sama membantu proses toilet training anaknya, ini akan lebih mempermudah proses toilet training anak. Jadi, koordinasi dengan pasangan. Apalagi anak laki-laki sebaiknya belajar toilet training dengan ayahnya, dan anak perempuan dengan ibunya.

    2. Kesiapan Anak
    Pastikan anak juga sudah siap untuk proses toilet training. Sebelum proses toilet training dimulai, baiknya orangtua sudah sounding dari awal. Beberapa hal penting tentang kesiapan anak diantaranya :

    a. Anak sudah pandai berkomunikasi. Minimal perkataannya sudah kita mengerti, dan dia sepakat untuk berproses toilet training bersama.

    "Kakak, alhamdulillah sudah semakin besar dan pandai bicara, gimana kalau kita belajar lepas popok dan pakai celana dalam yuk!"

    Mungkin tidak akan berhasil dalam sekali. Kalau hari ini tidak sepakat, coba di hari lain juga bisa dibantu metode buku yang tokohnya  disukai anak.

    b. Lakukan Briefing dan Roleplaying.
    => Briefing dimana orangtua memberitahu seperti apa proses toilet training yang akan dilakukan. Perlahan saja, mulai dengan agenda besok latihannya seperti apa. Misal mulai dari belajar untuk bilang saat ingin pipis atau pup. Orangtua perlu memberitahu seperti apa rasanya ingin pipis dan pup itu. Gunakan ekspresi yg sesuai dan all out, agar anak mudah memahami.

    => Roleplaying dimana anak dan orangtua berpura-pura me-reka adegan nanti proses toilet training besok akan seperti apa. Semakin orangtua menjelaskan dengan rinci, detil dan ekspresif, biasanya akan lebih mudah ditiru anak.

    "Besok kita mulai ya kak, saat kakak ingin pipis atau pup, Kakak bilang sama Bunda ya...! Pipis itu seperti ini lho, di bagian perut bawah ini serasa tergelitik gak bisa nahan ada yang mau keluar..."

    lalu kalau sudah berhasil bilang, lanjut ke tahap lainnya .

    "Kakak, besok kita mulai belajar buka celana dalam sendiri ya... coba Bunda ingin tahu gimana buka celana nya Kak... pakenya lagi gimana..."

    lanjut lagi ke tahap selanjutnya, belajar pakai toilet, belajar cebok dsb.

    TELATEN

    cara melatih toilet training pada anak
    BacaanBunda
    Menurut pengalaman kami, juga membaca literatur dari para ahli, proses toilet training yang tingkat keberhasilannya tinggi, adalah yang LANGSUNG lepas pampers sama sekali, bahkan tidak perlu pakai training pants. Dalam arti dari mulai sepakat sama anak akan proses toilet training, anak langsung pakai celana dalam dan lepas pampersnya.

    Rempong? Di awal pastinya, sepengalaman kami, butuh waktu 2 minggu saja untuk anak memahami hasrat ingin pipis dan pup itu seperti apa. Jadi selama 2 minggu pertama akan sering keburu pipis atau pup di celana dulu, meski sedikit.

    Di 2 minggu selanjutnya, anak sudah mampu bilang saat ada hasrat ingin pipis atau pup, juga mampu menahan pipis dan pup saat harus buka celana dulu. Perlahan kemudian diajari cebok, lap kemaluan, cuci tangan, juga adab di toilet lainnya.

    Beberapa hal yang penting orangtua ketahui dalam ketelatenan proses toilet training diantaranya :


    1. Stock Kesabaran Extra
    Proses toilet training di awal mungkin akan sangat menggemaskan dan tidak menyenangkan bagi orangtua. Tapi, demi keberhasilan proses toilet traning, orangtua baiknya tetap perlu menjaga aliran emosinya saat hal yang tidak diharapkan terjadi. Sabar, sabar, dan sabar.

    Baca juga: CARA MENGELOLA EMOSI DALAM PENGASUHAN ANAK

    Baca juga: BERSABARLAH MENGAJARKAN SABAR PADA ANAK

    Katakanlah anak mulai proses toilet training usia 2 tahun, itu artinya kita telah membuat dia selama ini tidak memahami hasrat ingin pipis dan pupnya selama 2 tahun. Anak kita sudah terlalu nyaman menggunakan pampersnya sebagai tempat buang hajat selama 2 tahun, 2 tahun lho, bukan waktu yang sebentar. Jadi dia juga perlu waktu untuk belajar keluar dari ZONA NYAMAN-nya.

    2. Apresiasi sekecil apapun kemajuan anak selama proses toilet training. 
    Kita perlu terus MEMUJI efektif. Puji perilakunya, bukan orangnya. Sampaikan juga dampak positif dari perilaku baiknya.

    Contoh:

    "Allhamdulillah kakak, terima kasih ya sudah mulai pipis di toilet. Berarti kakak sudah bisa jaga kebersihan diri sendiri lebih sehat. Allah sangat suka akan kebersihan."

    3. Rutin menginstall mindset memberdayakan tentang Toilet Training pada Anak (HYPNO-NLP).
    Ayah dan Bunda baiknya setiap malam sebelum tidur, menanamkan sugesti baik, dengan bincang santai bersama anak. Waktu sebelum tidur, adalah peralihan gelombang otak anak dari kondisi Alpha ke Tetha. Ini adalah waktu yang tepat, untuk langsung masuk pikiran bawah sadar anak kita.

    "Bunda yakin, insyaAllah besok kakak makin bisa bilang saat mau pipis atau pup... Terima kasih yah kakak, hari ini sudah berusaha belajar ke toilet..."

    Sampaikan pelan, sambil mengelus kepalanya. Kalau masih sayup terjaga, diajak ngobrol tentang apa perasaannya belajar Toilet Training hari ini. Apa yang menyenangkannya, apa yang masih sulit baginya.

    Rutin dengan telaten setiap malam kita evaluasi bersama dengan anak, mengenai proses toilet training yang sedang dijalani.

    4. Bantu Anak Memahami dengan rutin membacakan buku tentang Toilet Training.
    Selama proses toilet training anak kedua kami, Awim, setiap malam kami bacakan naskah buku "Belajar Adab Toilet", ternyata ini cukup berpengaruh menjaga motivasinya, untuk bisa lulus toilet training sama seperti tokohnya, yaitu Pangeran Kamil.

    Baca juga: CARAKU MENGENALKAN DAN MEMBUAT ANAK MENYUKAI BUKU

    Sudah bukan rahasia kalau anak balita sangat mudah menyerap apapun yang dipelajarinya, dan buku menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam membantu pemahaman balita. Meski mereka belum bisa membaca, tapi dengan orangtua sering membacakannya, mereka perlahan akan memahaminya. Temukan buku tentang toilet training, yang akan membantu proses keberhasilan toilet training, juga bisa meningkatkan motivasi anak untuk segera lulus toilet training.

    KONSEKUEN

    1. Bertahan selama Proses
    Konsekuen bermakna tegas. Tegas tidak sama dengan keras. Tegas bermakna teguh dalam memegang prinsip, sedang keras itu tentang penyampaian kepada anak, misal dengan berteriak, melotot, nuntut, dan lainnya.

    Maka, melatih anak untuk toilet training, berarti memerlukan ketegasan yang disampaikan dengan penuh kelembutan. Tegas kepada diri sendiri untuk tidak menghentikan proses toilet training di tengah jalan, tidak mudah menyerah, dan senantiasa lembut untuk mengingatkan selalu balita kita.

    Namanya juga balita, apa iya, hanya dengan sekali dua kali ucap bisa langsung mahir dan bisa? Tentu tidak, kan? Maka, senantiasa mengingatkan dengan lembut aturan-aturan toilet training dan bersedia menjalani prosesnya.

    Untuk mencapai konsekuen, maka kita perlu memahami bahwa anak kita perlu waktu dan proses agar bisa mahir. Mari bedakan hal berikut ini:

    TIDAK TAHU menjadi TAHU, anak perlu belajar.

    TAHU belum tentu MAMPU.
    Agar tahu menjadi MAMPU, maka perlu LATIHAN.

    MAMPU, belum tentu mahir.
    Agar menjadi MAHIR, perlu pengulangan terus menerus.

    Perhatikan, bahwa proses toilet training sedemikian dibutuhkan bagi anak kita.

    Inilah mengapa kita perlu menghargai proses perubahan positif mereka meskipun hanya 1%.

    Inilah mengapa kita perlu menuntun anak-anak kita, bukan menuntut.

    Inilah mengapa kita perlu menikmati prosesnya, mendampingi anak-anak kita untuk berbenah, apalagi setiap anak memiliki proses yang berbeda-beda.

    2. Sambil berproses toilet training, kenalkan adab masuk keluar kamar mandi dalam Islam.
    Seringkali, karena kita fokusnya hanya pada keberhasilan toilet training saja, membuat luput untuk mengenalkan adab muslimnya seperti apa. Padahal, bila dikenalkan dari awal sambil berproses toilet training, justru lebih memudahkan anak memahami kemudian menjadikannya kebiasaan.

    Seperti langkah kaki kiri saat masuk kamar mandi, berdoa, cebok dengan tangan kiri, tidak berlama-lama di kamar mandi, tidak menghamburkan air, dan adab di kamar mandi lainnya.

    3. Gunakan sistem reward dengan bijak
    Anak usia 2 tahunan, sedang masanya mulai merasa bangga pada setiap pencapaian dirinya. Itulah kenapa anak usia 2 tahun, suka sekali "pamer" pada orangtua saat mereka bisa ini, saat mereka berhasil itu, meski hal kecil mungkin bagi kita. Masa seperti ini, justru perlu kita manfaatkan.

    Oleh karenanya selama proses toilet training, penggunaan sistem reward chart menggunakan sticker, biasanya membantu peningkatan capaian proses toilet anak. Saat anak berhasil, dia mendapat hadiah sticker, ada kebanggaan dalam dirinya. Kemudian timbul lagi keinginan untuk bisa memenuhi semua chart dengan sticker, sehingga dia semakin termotivasi untuk berproses toilet training.

    Kalau misal kita menetapkan reward dalam proses toilet training ini, konsekuen untuk penuhi janji yang sudah kita sepakati bersama anak. Dan jangan lupa pahamkan anak, bahwa reward berlaku selama proses toilet training. Saat dia sudah berhasil dan mampu, maka tanpa perlu reward pun, akan menjadi kebiasaan bagi mereka.

    Seringkali kita kesulitan dalam sebuah proses, hanya karena belum tahu caranya. Seringkali kita gagal terus dalam sebuah ikhtiar, hanya karena kurang sedikit kesabaran kita. Seringkali anak-anak kita, hanya perlu diri kita yang tenang, dalam membersamai setiap proses mereka. Selamat menjalani proses toilet training dengan menyenangkan. 😊

    Wassalam,

    🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

    Makasih Kang Canun dan Teh Fufu untuk materinya πŸ™. Nah, itu dia Bunda toilet training dengan cara menyenangkan. Jadi, biar itu tetap menyenangkan untuk kita dan anak, intinya jangan terlalu banyak ekspektasi pada anak. Agar kita tak mudah marah dalam melatih anak toilet training ini dan anak pun senang dalam proses belajarnya karena tanpa tekanan dari kita.

    Boleh dicoba di rumah ya Bunda 😘. Ada yang punya cerita toilet training bersama anaknya? Share yuk!

    Sunday, July 1, 2018

    Rumah untuk Pulang

    rumah untuk pulang
    Pixabay

    Aku lahir di kota Padang dan besar di Bandung. Bagiku, Padang adalah cinta pertamaku dan akan selalu di hati, tetapi Bandung adalah cinta terakhirku, tempatku untuk pulang setelah kemanapun kakiku membawaku pergi

    Jangan tanya betapa aku sangat mencintai kota tempatku dibesarkan itu. Aku menyukai orang-orangnya, menyukai setiap sudut kotanya, menyukai alamnya. Dan ada banyak yang lebih penting dari itu. Bagiku, Bandung selalu punya cerita. Kota itu, kota pertama kali aku berhijrah, berjilbab, memiliki banyak sahabat, dan mengenal orang-orang hebat dalam hidupku.

    Bukan hanya itu, Bandung pula kota tempat pertama kali ku dihina, diremehkan, dianggap sebelah mata, dan bahkan tempat pertama yang membuatku tak berarti apa-apa. Dan aku benar-benar menikmati itu semua, bahkan berterima kasih pada mereka karena telah membuatku merasakan itu semua. Karena tanpa mereka, tak mungkin aku bisa sekuat ini dan tanpa mereka juga tak mungkin aku berada di posisi saat ini. Satu yang pasti

    "Sesuatu yang menyakitkan itu, jika itu tidak membunuhmu maka itu akan menguatkanmu"

    Dan aku benar-benar bahagia dengan Bandungku. Lalu, tiba-tiba kini aku terdampar di sini bersama keluarga kecilku. Kota asing yang tak pernah ku singgahi, bahkan membayangkannya pun tak pernah. Lalu aku tinggalkan Bandung dengan segala rasa di hati dan air mata yang tak tertahankan meninggalkan semuanya, keluarga, sahabat, cerita dan Bandungku.

    Dan kota tempat keluarga kecilku terdampar ini, bernama Tangerang Selatan. Dan ini menjadi kota pertama yang kami singgahi untuk menetap.

    Setelah ini, kami tidak tahu akan berpindah-pindah kemana lagi. Yang aku tahu, kami akan hidup berpindah-pindah terus dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu kota ke kota yang lain, dan dari  satu pulau ke pulau yang lain. Yup, karena aku adalah seorang istri dari abdi negara yang harus siap dipindahkan kemana pun dan kapan pun demi memberikan yang terbaik untuk negara ini. Karena aku adalah seorang istri pegawai pajak.

    Baca juga: MENGAPA PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK MENJADI SEORANG SUAMI DAN ISTRI YANG BAIK DIKEMUDIAN HARI PERLU DIKENALKAN SEDINI MUNGKIN?

    Dulu, bahkan sampai sekarang kalau ditanya orang-orang, pekerjaan suamiku apa? Aku selalu menjawab "hanya PNS" nggak berani lebih dari itu. Karena jika aku menjawab pekerjaan suamiku adalah seorang pegawai pajak, orang-orang suka memandang sebelah mata, mencibir dan menganggap pekerjaan suamiku penuh dengan korupsi. Hanya karena satu oknum yang korupsi, jadi menyamaratakan kami semua. Adilkah itu? Bukankah itu menjadi fitnah untuk kami semua?

    Atau terkadang pekerjaan suamiku suka dibentur-benturkan dengan agama bahwa "Tak apa-apa nggak bayar pajak, yang penting bayar zakat". Iya itu benar tapi rasanya ingin sekali ku berkata "kalau gitu jangan pakai fasilitas umum dan fasilitas negara ya, soalnya semua itu kan pakai uang pajak!".

    uang, pajak
    Pixabay

    Meskipun negara kita mayoritas penduduknya muslim, tetapi tidak bisa disamakan dengan sistem perekonomian negara Islam lain seperti Arab Saudi yang dikarenakan negara kita beraneka ragam agama di dalamnya. Apalah aku ini yang masih dangkal ilmu agamanya. Walau begitu, yang ku tahu suamiku bersama para pegawai pajak yang lain, bekerja untuk membangun negeri ini dan untuk kepentingan hidup banyak orang

    Dan orang-orang yang begitu mudahnya menyakiti, berprasangka buruk, anti pajak dan nyinyir pada kami soal pajak ini. Ada yang mereka lupakan bahwa ketika:

    Baca juga: YAKIN NGGAK NYINYIR? YUK, KITA CEK DIRI KITA BUNDA!

    1. Mereka dan keluarga mereka sakit lalu pergi berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Mereka lupa bahwa lembaga kesehatan tempat mereka dan keluarga mereka berobat itu dibangun oleh uang pajak.

    2. Ketika mereka dan keluarga mereka ke sekolah untuk menuntut ilmu, mereka lupa bahwa uang dibangun untuk sekolah bahkan gratis itu, berasal dari uang pajak

    3. Buat mereka yang selama ini sekolah sampai perguruan tinggi untuk menuntut ilmu, mereka lupa bahwa gaji guru dan pendidik mereka itu, pada umumnya di bayar dari pendapatan pajak,

    4. Bagi mereka atau keluarga mereka yang kemana-mana suka menggunakan jalan umum untuk bepergian, mereka lupa bahwa jalan yang mereka lewati itu dibangun dari uang pajak,

    5. Bagi mereka yang menikmati fasilitas umum dan pemerintah, mereka lupa bahwa fasilitas yang mereka nikmati itu berasal dari uang pajak

    6 bagi mereka atau keluarga mereka yang suka berbelanja ke pasar tradisional. Mereka lupa, bahwa tempat mereka belanja sehari-hari dan murah itu, itu semua dibangun oleh uang pajak

    7. Semua fasilitas umum, SDM, bantuan, program pemerintah, rencana anggaran belanja di setiap daerah dan pengadaan untuk rakyat. Lagi-lagi mereka lupa bahwa itu semua dananya berasal dari uang pajak.

    pajak
    Pixabay

    Setelah semua fasilitas itu digunakan dan dinikmati oleh mereka sehari-hari. Mengapa membuat mereka lupa bahwa itu semua berasal dari pajak? Apakah kita benar-benar tidak tahu ataukah hati kita yang tertutupi dengan kebencian kita pada pajak, sehingga kita lupa dari mana sumber fasilitas yang kita dan keluarga kita gunakan selama ini. Lalu mencibir dan berkoar-koar nggak suka pajak dengan sok ngeshare ini itu, tapi fasilitasnya mereka nikmati. "Kok kamu gitu sih? *nyanyi lagu intra bekti dulu ya πŸ˜‚. "Ughhh, abis manis sepah dibuang. Teganyaaaa

    Banyak orang yang menganggap menjadi istri pegawai pajak itu enak. liburan mahal, baju bermerk semua dan semua diinginkan ada. Pokoknya istri pejabat banget deh dan hidup dengan segala kemewahan

    Rasanyaaaaa ingin sekali aku menarik orang-orang yang berbicara seperti itu ke duniaku. Istri-istri orang pajak itu tidak semuanya bergaya hidup tinggi, hanya segelintir dari kami yang begitu. Tetapi, kenapa hanya karena segelintir itu yang mereka sorot dan menyamakan kami semua begitu. Ingin sekali ku bilang "Maenmu kurang jauhhhhh sayanggggg"


    Atau ketika orang pajak akan membeli rumah, suka ada yang nyinyir "wah dia udah beli rumah, pasti itu uangnya dari hasil korupsi deh".

    Ya Allahhhh betapa jahat dan penuh prasangka buruknya mereka terhadap kami. Setelah suami kami bekerja keras untuk memenuhi target negara, potongan gaji yang besar ketika suami kami telat walau hanya semenit, setelah kami kehilangan orang-orang terdekat kami karena harus siap dipindahkan kapan saja dan dimana saja hanya untuk negara ini. Mereka tak tahu betapa kami kehilangan dan kesepiannya. Kami masih saja dicibir, dilukai, dan difitnah. Padahal suami kami telah bekerka keras untuk mereka dan negara ini

    Dan aku hanya bisa terdiam, membisu lalu memberi senyum pada mereka. Tersenyum karena mereka berbicara hal-hal yang tidak mereka pahami, tersenyum karena mereka tidak bisa berempati dan sibuk mengikuti prasangkanya, tersenyum karena mereka berbicara seolah-olah sudah tahu di dalamnya, padahal sebenarnya tidak. Tersenyum karena mereka berbicara sesuatu yang tanpa ilmu.

    Yang pada akhirnya, hanya menunjukkan betapa bangganya mereka dan merasa benar sendiri padahal sesungguhnya mereka telah menyakiti, menfitnah dan melakukan dosa yang tidak mereka sadari atas prasangka buruk mereka terhadap kami.

    Kita boleh membenci pajak tetapi jangan pernah lupa bahwa negara ini dibangun oleh pajak dan pajak adalah salah satu kunci penting berputarnya roda perekonomian di suatu negara. Karena segala sesuatu itu membutuhkan dana. Jika memang sistem pajak di negara kita masih ada yang kurang, daripada kita saling nyinyir dan komen, lebih baik kita saling kasih solusi dan membantu. Iya kan?

    Dan satu yang pasti, jika semua orang baik tidak mau berada di kursi pemerintahan. Lalu, tamat sudahlah negara ini jika para pemikul amanah tak lagi memegang amanahnya. Hancur sudah seketika semuanya, jika tak ada lagi orang baik mau mengurusi keperluan hajat hidup orang banyak. Untuk itu, aku mohon doanya agar suami-suami kami tetap terjaga, terlindungi, dan dapat memikul amanah dengan sebaik-baiknya

    Hal di atas hanya sedikit dari perasaan kami dan dari apa yang kami rasakan. Lalu, aku bergabung dengan persatuan istri pegawai pajak memutuskan menuliskan sebuah buku yang berjudul "Secarik Hikmah, Meracik Sakinah". Buku ini tentang pernikahan, tentang suka duka kami dalam menguatkan suami dan anak-anak kami, tentang kesederhanaan, tentang keikhlasan dan tentang kehidupan yang dikemas dengan sarat makna dan hikmah agar bisa diambil pelajarannya oleh banyak orang.

    buku

    daftar isi buku


    buku tentang pernikahan
    Dan setelah ini, aku tidak tahu Allah akan membawaku dan keluarga kecilku kemana lagi setelah kota ini. Tapi satu yang pasti yang aku tahu

    "Kemana pun kaki kami akan melangkah, Bandung akan selalu menjadi tempat kami untuk pulang"

    Karena setiap orang akan selalu punya rumah untuk pulang. Begitu juga dengan kami. Walau kami tidak tahu, entah kapan kami akan benar-benar bisa pulang

    Tangerang Selatan, 1 Juli 2018 

    Catatan:
    Jika ada yang ingin pesan bukunya boleh ke aku ya 😍

    Wednesday, June 27, 2018

    Bagaimana Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak?

    bagaimana cara menangani kecemburuan antar adik kakak?
    Pixabay

    Hai Bunda! Apa Bunda memiliki anak dua atau lebih? Sukanya bertengkar aja? Atau suka ada rasa cemburu antar adik kakak? Akhirnya membuat kita pusing juga ya Bun, kalau di rumah dipenuhi dengan teriakan, marah-marah, nangis dll karena pertengkaran antar adik kakak ini. Pokoknya mengaduk-aduk emosi ya Bun, hahahah. Nggak apa-apa ya Bun, karena sebenarnya kecemburuan antar adik kakak ini wajar atau kita sebut dengan Sibling Rivalry. 

    Baca juga: CARA MENGENDALIKAN EMOSI IBU PADA ANAK

    Walau wajar, tetapi tetap ya Bun perlu ditangani dengan cara yang tepat. Jika tidak, akan berdampak negatif untuk ke depannya pada psikologis dan hubungan antar adik kakak itu sendiri seperti perasaan iri, dendam, penuh benci, merusak persaudaraan, rasa cemas antar adik kakak dll. Kita nggak mau kan Bun? Lalu, muncul pertanyaan besar kita, bagaimana cara menangani kecemburuan antar adik kakak ini?

    Yes, hari ini saya ingin membagikan beberapa pertanyaan dan diskusi umum mengenai cara menganani kecemburuan antar adik kakak. Dimana, narasumbernya langsung oleh ahlinya yaitu Psikolog Safithrie Sutrisno atau suka dipanggil Emak Fithrie. Kalau begitu, yuk kita tengok profil narasumbernya Bun

    Resume KULWAP Sibling Rivalry

    Pemateri : Safithrie Sutrisno

    Profil Narasumber : 

    psikolog, parenting
    Sumber: Safithrie Sutrisno

    Ibu Safithrie Sutrisno, adalah seorang..
    ❣ Ibu rumah tangga
    ❣ Ibu dari 3 anak perempuan yang sudah dewasa
    ❣ Praktisi
    ❣ Pelatih Parenting termasuk Parenting Class Psychoasimommy
    ❣ Pengamat perilaku anak dan remaja
    ❣ Pengamat masalah anak dan remaja (narkoba, pornography dan kekerasan seksual terhadap anak)
    ❣ Konselor masalah keluarga, anak dan remaja

    Pertanyaan tentang Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak


    anak-anak
    Pixabay

    1⃣ Bunda Irma
    Assalammualaikum
    Saya seorang ibu mempunyai anak sepasang. Anak pertama laki-laki usia 8 th. Adiknya perempuan berusia 6 th.

    Pertanyaannya :     
    a. Bagaimana trik kita Ayah Bunda, membuat dua bersaudara ini mampu akur dalam situasi apapun baik di dalam rumah atau sedang berada di lingkungan luar rumah?

    b. Apakah selisih usia dekat (2 tahun) kakak beradik lebih banyak cemburu kasih sayang daripada beda usianya jauh? Apa kasih sayang ini akan lebih erat saat dewasa nanti?

    c. Kenapa kakak beradik ini, kalau jauh lebih saling rindu daripada sedang dekat? apakah ini wajar atau tidak? kenapa bisa begitu ya Mak? Terimakasih atas jawabannya.
    Wassalam.

    Jawaban

    1⃣ Irma.. 😊
    a.  Tidak ada trik apa pun Mak, yang bisa kita lakukan adalah menangani masalah dengan tepat ketika kakak adik berselisih. Artinya, yang salah tetap salah, yang benar tetap benar, bukan membela salah satu berdasar kan statusnya sebagaik adik, hal ini yang justru bisa membuat perselisihan jadi lebih besar, dan menimbulkan kebencian satu sama lain, serta bisa menghilangkan kasih sayang antar mereka.

    b. Tidak ada hubungan usia dalam kasus seperti ini 😊, ketika perselisihan antar kakak adik disikapi degan tepat oleh orangtua, akan bisa menimbulkan ikatan kasih sayang dan saling menghormati yang lebih besar.

    c. Itu hal yang wajar Mak. Itu karena mereka sadar bahwa mereka bersaudara dan mereka memiliki ikatan yang benar. ✅

    2⃣ Fatimah
    Assalamu'alaikum
    Emak, saya mempunyai 3 orang anak, yang 1 laki-laki dan 2 perempuan. Beda usia 3,3 thn. Si kakak kalau dengan teman-temannya termasuk anak yang suka berbagi, tapi kalau untuk adiknya kesannya agak susah, bahkan kadang kalau ada datang sepupunya yang sebaya, dia senang sekali tidur bersama tapi dengan adiknya tidak suka, dengan alasan adik lasak sekali kalau lagi tidur. Jadi, terkesannya lebih senang bermain dengan teman-temannya yang sebaya atau di atas dia beberapa tahun dibanding dengan adiknya. Apakah ini hal yang normal?

    Jawaban

    2⃣wa'alaykumsalam Mak Fatimah yang baik. Berapa usia kakak no 1 ini Mak..?
    Perilaku kakak adalah wajar, jika dia lebih suka berbagi dengan orang lain (sepupu, teman, tetangga).
    Perilaku terhadap adik, jika kakak, masuk usia praremaja, ini juga wajar ya Mak.

    Yang penting perhatikan ini, jika kita terlalu sering ingin kakak untuk mengalah kepada adik, maka kakak akan semakin 'benci' kepada adik, jika kita selalu 'menyuruh' kakak untuk berbagi dengan adik, maka ini akan bikin kakak tambah pelit kepada adik. Kakak memiliki hak untuk tidak meminjamkan barangnya kepada adik, karena itu hak pribadi setiap manusia.

    Jika kita ingin kakak lebih mudah berbagi dengan adiknya, maka sampaikan dengan baik, berdua saja, tidak di depan adiknya, bisa di sampaikan sebelum tidur, dengan penuh kasih sayang, dan ingat Mak ini bentuknya "permintaan" bukan "perintah" ya Mak

    Kalimatnya begini "Kakak, Bunda akan senang sekali jika Kakak mau pinjemin mainan nya kepada adik" segitu aja ya Mak, lalu tutup dengan pelukan. Jila Kakak belum bersedia, tetap nggak boleh di paksa..., izinkan kakak menyerap hal ini, dan biarkan kakak yg mengambil keputusan, ini akan membantu anak membangun thinking skill nya. ✅

    3⃣ Yulia 
    Asaalmu'alaikum Mak,
    Saya ibu dari satu orang anak perempuan umur 18 bulan, sedang lucu-lucunya. Sudah mulai bisa marah, sudah mengerti barang miliknya, karena dia belum mempunyai adik. Jadi dia sering bermain dengan sepupu atau temannya.

    Anak saya kalau sudah mau sesuatu ya harus dapat, kalau  nggak nangis, ngambek, bahkan dia mainin mainan punya temannya terus. Temannya ingin ikutan bermain, tapi anak saya malah nggak mau berbagi padahal itu mainan temennya, temennya malah nggak mau minjemin lagi. Mau ngga mau saya kembalikan mainan temannya karena temannya udah nangis. Kasian juga ngeliat anak saya nangis karena ibunya mengambil mainan yang dia pegang. Bagaimana caranya ya,  Mak biar dianya mau berbagi bermain bersama?

    Jawaban

    berbagi
    Pixabay

    3⃣ Yulia,
    Luar biasa dengan kata 'barbagi' ini yaa..,
    Mohon maaf Yulia yang baik, dan ini juga untuk teman-teman Emak pembelajar lainnya. Konsep kata ini, tidak bisa dipahami anak hingga usia 6 tahun, tapi bisa diperlihatkan, (role model), jadi kita nggak bisa berharap anak paham makna nya dengan hanya meminta anak meminjamkan barang/mainan miliknya.

    Usia 0 - 4 thn adalah fase egosentris, justru di fase ini anak kita izinkan untuk tidak meminjamkan barang nya, untuk meningkatkan sense of belonging mereka, yang akan membuat anak belajar untuk menghargai barang miliknya.

    Mak, mohon tidak selalu berikan apa yg anak inginkan, ini akan membuat anak tidak menghargai milik orang lain, jika anak menangis karena tidak mendapat apa yang diinginkannya, Emak abaikan yaaa, sampai tangis nya mereda. Ini akan membuat anak belajar, bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi.

    Izin kan anak belajar dari contoh perilaku, karena kata-kata yang panjang lebar, justru tidak dipahami anak. Benar yang Emak lakukan, jika anak merebut mainan teman nya, Emak harus segera ambil dan kembalikan, dan tidak mengganti dengan yang lain, izinkan anak belajar dari hal ini juga, 😊✅

    4⃣ Mitha 
    Saya Mitha, mempunyai 2 orang putra. Berusia 4,5 thn dan 1,5 thn. Si Ade suka tidak mau mengalah jika bermain. Apa yang si Mas pegang, direbut dengan paksa. Saya awalnya minta ke Ade untuk dikembalikan, tentu saja dia menolak, dan saya mencoba memberi pengertian ke si Mas. Tidak hanya mainan, tapi saya juga jadi bahan rebutan. Si Mas nggak bisa bermanja lagi sama saya. Pernah suatu kali si Mas menangis sedih.

    Saya berusaha untuk adil, untuk tegas. Meski akhirnya, saya harus memisahkan si Ade dari saya / area bermain. Salah tidak yaa cara saya? Apakah betul anak balita belum paham konsep berbagi /bermain bersama?

    Jawaban

    4⃣ Mitha, salam kenal yaaa...
    Betul Mak, anak usia di bawah 6 tahun, belum paham konsep berbagi.. 😍
    Yang Emak lakukan sudah benar Emak, dan tetap ya Mak, jika adek yang merebut, Emak harus usahakan adek kembalikan kepada si masnya. Jika adek menangis, abaikan ya Mak, agar adek bisa belajar tentang perilakunya yang tidak bisa diterima (misbehavior).

    Sambil Emak lakukan ini, setelah adik reda tangis nya, Emak kembali ajak adek bermain, tapi tidak dinasehati saat itu juga ya Mak. Emak boleh sampaikan pesan jelang tidur, sampaikan dengan penuh kasih sayang, kalimatnya begini "Adek, Bunda kecewa, kalau Adek ambil mainan Mas, jika mau pinjem, adek bilang dulu ke Mas nya yaaa... ". Segitu saja Mak, setelah berbicara peluk adek. Sampaikan berulang secara berkala, sampai adek memahami hal ini dan mulai melakukannya, jangan bosan ya Mak.  😍✅

    5⃣ Irma
    Assalamualaikum... Emak.  Kenapa posisi anak tunggal itu punya perilaku yang sedikit egois daripada anak yang punya kakak beradik? Hal ini, terlihat pada saat masa awal masuk sekolah paud. Apakah lingkungan orang terdekatnya seperti ayah, bunda, kakak, kakek, dan nenek yang berlebihan bahkan over protektif dan juga efek teknologi handphone, tontonan dll?

    Bagaimana kita sebagai seorang guru yang baik dapat merubah  perilaku yang tidak baik itu menjadi lebih baik? Misalnya mau berbagi,  punya empati pada temannya, suka menolong dll? Karena perilaku ini bila tidak berubah saat remaja berpengaruh  kembali bagi anak itu sendiri. Hal Ini saya alami dengan keponakan saya yang saat Ini sudah masuk kelas 1 SMP mempunyai sifat di atas sehingga, saudara sepupu nya malas bermain dan bicara dengan keponakan saya itu.

    Jawaban

    5⃣ Irma... 😊
    Jika hal itu yang terjadi pada diri si keponakan, hal ini bukan karena si anak adalah anak tunggal, tapi karena perlakuan yang kurang tepat dari lingkungan terdekat nya, orangtua terutama, dan yang bisa memperbaiki nya juga adalah orangtua nya...,

    Kita abaikan dulu tentang tontonan dan lain-lain yang datangnya dari luar, karena yang paling mempengaruhi pembentukan karakter anak adalah orangtua. Jika orangtua memberikan apa yang harus diberikan kepada anak, maka anak tidak akan mudah terpengaruh oleh apapun.

    Jika Irma sebagai tante dan guru, tidak banyak yang bisa dilakukan.
    Paling jauh kita bisa menunjukkan contoh bagaimana yang disebut emphaty itu, bukan dengan nasihat panjang lebar, karena tidak akan di dengar anak, apalagi usia remaja dan dengan kualitas yang Irma sampaikan tersebut. Yang pasti, yang bisa memperbaiki adalah orangtua nya.. 😊 ✅

    🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

    Diskusi Umum Mengenai Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak


    Diskusi parenting
    Pixabay


    Diskusi ke-1

    Eny
    Untuk menangani kesalahan si kakak dan si adik, tentunya sikap kita berbeda kan ya Mak, jadi bagaimana cara nya agar ketika mereka salah bisa kita tangani dengan tepat ? (Si kakak berusia 5 tahun dan si adik 1 tahun)

    Emak Safithrie
    Yang pasti, jangan memarahi salah satu anak di depan anak lain, karena ini akan menjatuhkan harga diri anak. Terlebih lagi kakak, jangan marahi kakak di depan adik, karena kita pun wajib menjaga marwah kakak di depan adik, hingga adik tetap menghormati kakak..

    Eny
    Untuk anak 1 tahun bagaimana penyampaian yang tepat Bun?

    Emak Safithrie
    Salah seperti apa yg dilakukan anak usia satu tahun, misalnya..?

    Eny
    "Mengganggu kakak dan mengambil mainan kakak nya"

    Emak Safithrie
    "Naahh, kalau ini, Eny ambil mainan nya dan kembalikan ke kakak sambil bilang "ini punya kakak.. "
    Jika mengganggu kakak, Eny bisa jauhkan adik dari kakak.. 😊

    Eny
    Berarti diusia ini tidak diberitahu kan tentang emosi ya Mak? Misalnya, ummy ngga suka kalau adik ambil mainan kakak

    Emak Safithrie
    Emosi si anak yang kita pahami, misal, jika anak menangis, Eny bisa bilang, "adek sedih..?  kesel..?  marah..."

    Baca juga: EMPAT TIPS CARA MENGENDALIKAN EMOSI ANAK

    Diskusi ke-2

    Irma
    Maaf.. Kalau terjadi dengan situasi anak tersebut sebagai murid kami. Biasanya terlihat awal masuk sekolah dan oragtuanya juga super protektif. Sudah dilakukan komunikasi dengan Ibu bapaknya, namun tidak ada perubahan pada anak tsb. Itu Bagaimana Mak?

    Emak Safithrie
    Tugas utama sekolah adalah wilayah edukasi kognitif.., tugas yg Irma sebutkan itu tugas orang tua, jika orang tua tidak hendak kerjasama, maka batasannya terapkan peraturan sekolah kepada si anak, jika si anak melanggar salah satu peraturan sekolah, maka si anak wajib dikenakan sanksi.

    Emak paham yg dimaksudkan Irma, karena jika sekolah berhasil memperbaiki si anak, maka sekolah akan meningkat kredibiltas nya, tapi akan sulit sekali jika tidak ada kerja sama dari pihak orangtua.
    Jika pun ingin melakukannya, apakah sekolah memiliki guru dengan kompetensi konseling anak remaja? Jika punya, maka itu tugas wilayah konseling dengan melakukan pendekatan secara personal dengan anak tersebut. 😊😊. Gitu, Irma.. 😍😍

    Baca juga: REVIEW BUKU PANDUAN MEMILIH SEKOLAH UNTUK ANAK ZAMAN NOW

    Fatimah
    Mak kasus yang sering terjadi di rumah kami, si kakak sudah SD kelas 2, sedangkan adik masih Paud, jadi kadang si kakak ada tugas dari sekolah dan harus kita beli perlengkapan yang dibutuhkan si kakak tapi tidak untuk siadik, jadi si adik sering cemburu padahal sudah kami sampaikan kakak kita beliin karena memang dibutuhkan untuk sekolah adik belum, begitu juga dengan uang jajan si kakak sudah kami kasih uang jajan waktu sekolah si adik belum, tapi kita bekali dengan kue setiap pagi, tapi tetap saja si adik merasa tidak disayang. Bagaimana solusinya Mak?"

    Emak Safithrie
    Fathimah yang baik...,
    Yang dilakukan sudah benar, yang penting jangan kepanjangan penyampaiannya, kalimat pendek dan sederhana, yang paling penting lagi, jangan berharap anak langsung paham, izinkan si adik merasa kecewa, atau sedih.

    Sampaikan dengan penuh kasih sayang, dan sekali lagi, izinkan anak menyerap dan mahami nya lebih dulu, sampaikan secara berkala berulang-ulang, tetap dengan penyampaian yang benar dan tepat, lalu tutup dengan pelukan sambil bilang 'bunda sayang sama adik'

    Sekali lagi ya Emak, jika anak belum paham, kasih waktu padanya untuk memahami nya perlahan, ingat, otak anak belum tumbuh sempurna.. 😊

    Fatimah
    Satu lagi Mak, waktu si kakak lagi belajar atau hafalan si adik kadang suka ribut, jadi kadang si kakak ngeluh tidak konsen, makanya sering kami suruh adik main di kamar yang lain, apakah ini ada efek yang tidak bagus untuk kakak dan adik. Terima kasih Mak

    Emak Safithrie
    Boleh saja, sebetulnya yang salah bukan si adik di tempat lain, tapi 'cara penyampaiannya'
    Jika cara penyampaiannya terkesan adik adalah pengganggu, atau ada nada kesal, benci, maka ini yang bisa ber efek tidakk bagus..

    Coba dengan kalimat ini, dan lakukan sebelum kakak mulai belajar ya Mak, "adek.., kan nanti kakak mau hafalan tuh, dan kakak agak sulit menghafal kalo ada suara lain, Bunda akan seneng sekali jika adik belajar di kamar dulu, sampai Kakak selesai menghafal.. bisa ya Dik" lalu peluk adik... 😊

    ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    Nah, begitu Bunda cara kita seharusnya menangani kecemburuan antar adik kakak ini. Lengkap sekali ya Bun penjelasannya. Oh ya, buat Bunda yang membutuhkan konsultasi dengan beliau, ingin home visit ke rumah, dan ingin mengadakan kelas parenting juga (offline). Bisa kontak langsung beliau ya. Saya sudah 2 kali mengikuti kelas parenting beliau. Ilmunya banyak banget sampai saya bingung  tulis yang mana di blog saya hahaha. Ok Bunda, semoga bermanfaat ya  πŸ™.

    Kontak
    Instagram : Roemah Emak

    (081265306909)




    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES