• Sunday, September 23, 2018

    4 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri untuk Ibu Rumah Tangga

    4 cara meningkatkan rasa percaya diri untuk ibu rumah tangga

    Banyak saya temui para ibu rumah tangga yang merasa tidak percaya diri akan dirinya sendiri. Merasa malu dan minder dengan perannya di rumah. Di tambah penghakiman dari dunia luar yang seolah-olah menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang tak bisa dibangga-banggakan dan menganggap bahwa ibu rumah tangga adalah seorang perempuan yang hanya duduk manis di dalam rumah dan tinggal minta uang saja pada suami.

    Menjadi ibu rumah tangga itu, terkesan tak bekerja apapun dan tak bisa menghasilkan apapun. Padahal, mereka nggak tahu, bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga itu mengerjakan pekerjaan rumah yang tiada habisnya sambil ditemani teriakan dan tangisan anak saling beriringi

    pekerjaan ibu rumah tangga

    Jadi, masih mau bilang ibu rumah tangga itu nggak kerja? Menjadi, ibu rumah tangga itu rentan stres. Bagaimana nggak rentan stres kalau tiap hari pekerjaannya begitu terus, tanpa hari libur dan tak bisa cuti dengan jam kerjanya yang nggak jelas.

    Terkadang, sampai lupa bagaimana caranya bernafas dengan benar, saking seringnya menahan emosinya menghadapi anak seharian dengan pekerjaan yang tiada habisnya hahaha. Betul ibu-ibuuuuuu? 😂. Rasanya setiap tarikan nafas, nahan kesel itu serasa kerutan di muka kita langsung nambah banyak ya Ibu-ibu? Hahaha 😂.

    Baca juga: JANGAN KATAKAN 9 HAL INI PADA IBU RUMAH TANGGA

    Makanya jangan aneh, kenapa ibu rumah tangga itu, suka terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya. Wong makan aja sambil ditangisin sama anak wkwkwkwk 😂 dan dunianya cuma sebatas tembok lagi tembok lagi. Paling jauh juga, sehari-hari jalan-jalannya ibu rumah tangga itu cuma sampai ke tukang sayur aja, setelah itu kembali pulang ke rumah dan bertemu dengan tembok lagi yang akhirnya itulah yang membatasi dunianya dengan dunia luar.

    Itu semua terkadang membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri ya ibu-ibu menghadapi dunia luar. Di tambah lagi, kesannya ibu rumah tangga itu, senangnya bergosip dan menceritakan keburukan orang, ya. Padahal, tidak semua ibu rumah tangga itu begitu.

    Lalu, bagaimana sih caranya agar kita bisa meningkatkan rasa percaya diri kita dengan peran kita sebagai ibu rumah tangga? Yuk, kita belajar bareng-bareng, ya!

    Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri untuk Ibu Rumah Tangga


    perempuan

    1. Jadilah ibu pembelajar
    Ibu-ibuuuu salah satu mengapa orang suka menganggap sebelah mata pada ibu rumah tangga adalah karena kebanyakan ibu rumah tangga itu malas membaca, malas belajar, nggak berwawasan. Gaulnya cuma di rumah aja atau ama tentangga aja, senangnya bergosip. Akhirnya, ilmunya ya segitu-segitu aja. Tahunya ya cuma sebatas itu-itu aja.

    Nah, yuk Ibu-ibu kita patahkan anggapan orang pada ibu rumah tangga yang seperti itu. Bahwa, tidak semua ibu rumah tangga itu malas belajar. Buktikan dengan diri kita yang suka membaca, suka ikut seminar, produktif dari rumah dll. Ibu-ibu, walau kita jadi ibu rumah tangga dan di rumah, tetap jadilah ibu yang cerdas dengan tetap belajar dari rumah.

    Ketika kita menjadi ibu yang cerdas, tahu banyak ilmu yang memang sebaiknya kita kuasai sebagai seorang ibu seperti ilmu mendidik anak, ilmu menjadi pasangan yang baik, ilmu bergaul dll. Itu semua akan menambah rasa percaya diri kita. Bahwa walau di rumah, kita tetap berwawasan, tetap tahu ini itu dan yang pasti, terus belajar tidak akan pernah membuat kita tertinggal dari orang lain walau pun kita ada di rumah.

    2. Belajar bersyukur
    Jadilah ibu yang pandai bersyukur dari rumah karena menjadi ibu yang mensyukuri situasi dan kondisi kita, membuat kita akan selalu merasa bahwa diri kita ini begitu berharga. Dan perasaan berharga inilah yang akan meningkatkan rasa percaya diri kita.

    Jadi, ketika kita keluar dari rumah dan bertemu dengan orang penting.  Dalam kacamata kita, beranggapanlah seperti ini

    "Saya akan bertemu dengan orang penting. Dia penting, begitu juga dengan saya juga orang penting"

    Jadi, akan ada dua orang penting yang sedang bertemu. Untuk itulah selain menjadi ibu yang bersyukur, kita perlu menjadi ibu yang cerdas seperti yang saya tuliskan di poin atas. Karena kita memiliki ilmu yang bisa membuat diri kita begitu bernilai sehingga tak akan ada satu orang pun meremehkan kita.

    Tetapi, kalau kita nggak punya ilmu dan nggak mau belajar ditambah jadi ibu yang nggak bersyukur, lalu dimanakah nilai kita sebagai seorang manusia yang layak diperhitungkan oleh Tuhan dan orang lain? Jangan harap kita bisa bernilai penting di mataNya dan orang lain, jika kita pun tak memiliki sesuatu yang bisa menjadi kualitas diri kita

    3. Merubah pikiran negatif menjadi positif
    Banyak para ibu rumah tangga yang merasa tidak lagi percaya diri karena merasa diri mereka tak lagi produktif. Padahal ingin sekali saya berkata

    "Setiap orang, punya produktif yang berbeda-beda. Ketika kita belajar lebih baik dengan peran yang kita lakukan sekarang. Itu juga sebuah produktif kok 😘. Produktif itu, tidak selalu dan tidak melulu tentang sebuah karya atau sesuatu yang tampak langsung oleh mata. Tetapi, produktif itu ketika kita bisa menjalankan peran kita dengan versi terbaik yang kita punya"

    Jadi, kalau kita berperan menjadi seorang istri. Jadilah istri yang lebih baik. Jika kita berperan menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang terus belajar lebih baik, begitu juga dengan peran kita sebagai hamba Allah dan peran-peran kita yang lainnya. So, semangattt Ibu-ibuuuu dengan peran yang kita jalani sekarang. Karena setiap orang punya produktifnya masing-masing dengan cara mereka masing-masing

    Baca juga: PRODUKTIF DARI RUMAH? KENAPA ENGGAK?

    4. Mempercantik diri

    mempercantik diri

    Ibu-ibuuuu siapa yang pernah merasa malu ketika melihat ibu yang bekerja di luar sana begitu cantik dan wangi. Sedangkan kita apa dong, nginem terus di rumah. Boro-boro mau wangi, yang ada juga badan kita bau ASI anaklah, bau ompollah, bau tumpahan makanan anaklah dan ujung-ujungnya bau bawang. Bener nggak Ibu-ibu? Hahaha. Tenang ibu-ibu? Engkau tidaklah sendiri. Banyak para ibu rumah tangga yang pernah merasakan seperti itu. Itu wajar dan itu semua bikin kita nggak percaya diri kan ya?

    Nah, walau di rumah. Yuk ibu-ibu kita mempercantik diri kita. Cantik itu nggak selalu dandan menor kok. Cukup mandi, pakai pelembab dan lipgloss juga bisa dikatakan cantik, kok. Karena bagaimana pun, perempuan itu senang sekali dengan kecantikan.

    Jangan lupa, kalau keluar juga perlu cantik ya Ibu-ibu. Cantik di sini seperti berpenampilan rapi. Nah, karena kita seorang istri, tanyakanlah pada suami cantik di mata dia itu yang bagaimana? Karena kecantikan seorang perempuan itu teruntuk suaminya, selain itu cantik untuk diri kita sendiri. Setiap orang punya versi kecantikan yang beda-beda ya, Ibu-ibu.

    Cantiknya seorang istri sekaligus perempuan muslimah itu pastinya tidak berdandan berlebihan dan menutup aurat, ya Ibu-ibu. Ngomongin soal aurat ya, saya itu terkadang suka kesel kalau keluar rumah pasti dikomentarin pak suami "Bunda, itu rambutnya masih keliatan. Bunda, itu lengan bajunya kurang panjang bla...bla...dan bla".

    Ya ampunnn kan kesel juga. Tapi, setiap abis ngomong gitu pak suami suka mendekati merapihkan jilbab saya dan pergelangan baju saya sambil bilang gini "Bunda, Bunda itu istri Ayah, jadi aurat Bunda adalah tanggung jawab Ayah" sambil senyum

    Ya Allahhhhh pas pak suami bilang begitu, saya langsung meleleh, Ibu-ibuuuuu. Soalnya yang dia bilang itu semuanya bener hahaha. Pokoknya romantisnya drama korea mah lewat lah, ya wkwkwk 😂.

    Tapi, sekarang pak suami nggak terlalu khawatir lagi kalau saya keluar rumah, soalnya sudah ada minset dan inner cantik dan lucu dari Indblack ini, nih.

    manset dan inner dari indblack

    manset dan inner untuk wanita muslimah


    Jadi, nggak usah takut lagi deh kalau lengan baju saya terangkat ke atas atau ada rambut yang nggak tertutupi. Bahannya enak ya dingin dan halus. Dan yang paling saya suka adalah warna hitamnya. Kenapa? Karena saya orangnya jorok. Jadi, kalau warnanya hitam terus kotor, kan jadi nggak keliatan hahaha

    kecantikan wanita muslimah
    Ijinkan saya narsis ya Ibu-ibu dan tolong abaikan wajah bulatnya 

    manset untuk menutup aurat

    Bagaimana Ibu-ibu cantik, bukan? Untuk Ibu-ibu yang ingin cantik syar'i dan menjaga auratnya untuk Allah dan suami tercintanya, boleh cus langsung aja ke Indblack, ya. Oh iya, kampanye dan donasi produk Indblack ini, untuk membantu jaringan perempuan yang membutuhkan bantuan dalam pembebasan utang dan modal usaha.

    Baca juga: INI DIA ALASAN MENGAPA IBU RUMAH TANGGA HARUS TETAP PUNYA PERAN DI MASYARAKAT

    Nah, itu dia ya Ibu-ibu 4 cara meningkatkan rasa percaya diri kita sebagai ibu rumah tangga. Dan kita harus berusaha untuk itu. Mengapa? Karena anak-anak kita lebih membutuhkan ibu yang bahagia daripada ibu yang merasa tidak percaya diri dengan peran mereka di rumah. So, jadilah diri sendiri dan ibu yang percaya diri apapun peran kita.

    Wednesday, September 19, 2018

    7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

    7 pertanyaan tentang anak berkebutuhan khusus


    Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya

    Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus


    1. Bunda Epah
    Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

    Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video yang dia lihat.

    Bagaimana kira-kira langkah yang harus kami lakukan untuk merangsang dia agar bisa bicara?

    Sekedar menambahkan cerita saya saja, ya. Anak saya tergolong anak yang aktif dan kuat bahkan menurut kami, kuatnya melebihi kekuatan anak seusia dia, misalkan dia sanggup menggeser kulkas 1 pintu yang di dalamnya ada isi, jika sedang marah atau ngambek, dia sanggup membuat orang dewasa jatuh dengan dorongan badannya, dan setiap kali dia jatuh atau terkena benda tajam, dia tidak menangis walau terkadang sampai lecet atau pun berdarah, jika sampai berdarah dia hanya bilang "aaw"

    Jawaban

    Waalaikumsalam Bunda Epah. Terima kasih untuk pertanyaanya 🙏. Sudah di cek tumbuh kembangnya melalui KPSP? Bagaimana hasilnya? Apakah normal? Atau hanya dalam bahasa anaknya bermasalah?
    Usia 2 tahun 3 bulan tapi belum ada kosakata yang dimengerti ya? Hmmm pada umumnya anak usia 2 tahun sudah memiliki kata bermakna yang seharusnya bisa dimengerti dan bisa anak ucapkan seperti piring, makan dll

    Saran saya sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter anak. Agar dokter anak bisa mengobservasi anak bunda. Apakah tingkatan hambatannya masih ringan dan karena kurang stimulasi aja dari rumah atau adanya hambatan lain. Nah, yang bisa mendiagnosa anak Bunda ABK atau tidaknya hanya dokter atau tim ahli ya Bun karena butuh observasi dan pemeriksaan bukan kita.

    Cara menstimulasi di rumahnya bisa dengan:

    1. Sering diajak ngobrol 

    2. Sering bacakan buku cerita

    3. Kalau dia meminta sesuatu, mintalah ia ngomong mau apa. Misalnya "makan". Suruh dia ngomong makan. Jangan berikan apa yang anak mau sebelum dia berusaha dulu. Walau pun ga akan langsung bisa ya Bun. Yang penting berusaha bicara ini termasuk latihan untuk dia

    4. Tanggapi ocehan anak

    5. Lakukan pengulangan kata. Misalkan "kucing" dll

    6. Ajak anak bermain flash card  Lakukan dengan cara menyenangkan 

    7. Ajak anak untuk bermain meniup untuk latihan motorik mulutnya. Seperti bermain tiup balon sabun, meniup balon,  lomba meniup tisu di meja, meniup lilin dll. Lakukan dengan cara menyenangkan ya. 

    8. Lakukan secara konsisten setiap hari.
    Bunda juga bisa membantu pijat wajahnya. Caranya ada di sini ya. 
    Segitu dulu ya Bun. Semoga bisa membantu 🙏

    2. Bunda Lela
    attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

    Saya mau tanya seputar abk. Anak saya 3 tahun lalu didiagnosa ADHD. Dianjurkan terapisnya konsumsi suplemen dr hdi enzim mineral. Sekarang anak saya sudah 5 tahun. Saya mau nanya apa tidak berbahaya konsumsi suplemen dalam jangka panjang? Sampai sekarang masih konsumsi.

    Bagaimana dengan anak yang mempunyai riwayat kejang bunda. Dan sering tantrum. Bagaimana mengatasinya?
    Suka menjerit kalau kemauannya tidak dipenuhi. Hiperaktif. Mohon solusiya ya Bunda..

    Jawaban

    Hai Bunda Lela. Jujur saya bingung menjawabnya kalau soal pengobatan medis begini, karena saya bukan dokter dan bukan ahli dibidang ini untuk menjawabnya. Khawatir saya salah menjawab. 

    Saran saya, jika bunda bingung sebaiknya segera konsultasikan pada dokter yang bersangkutan ya, agar Bundanya tenang juga dan memang sebaiknya orangtua dan dokter perlu komunikatif dan bekerja sama untuk membantu mengoptimalkan kemampuan anak. Jadi, Bunda jangan ragu untuk bertanya ya 😘.

    Kalau kejang itu kan kalau lagi sakit ya Bun. Cara yang bisa kita lakukan berusaha menjaga kesehatan anak agar anak tak mudah demam. Kejangnya termasuk yang berbahaya atau tidak bun? Kalau termasuk kejang yang berbahaya, sebaiknya tiap kejang langsung dibawa ke tenaga kesehatan. Kalau untuk kejang ini sebaiknya konsultasinya langsung ke pihak medis ya Bun. Karena saya bukan tenaga kesehatan 🙏.

    Kalau mengatasi anak suka tantrum:

    1. Kenali emosi anak dan cari penyebabnya mengapa dia suka tantrum? Apakah karena ngantuk jadi mudah marah? Karena kita kurang peka menangkap emosi anak, dan karena tidak dituruti saja keinginannya baru dia tantrum dll. Kalau kita tahu penyebab apa saja anak tantrum, kita jadi lebih mudah menghindari pemicu tantrumnya.

    Untuk Bunda yang ingin belajar mengendalikan emosi anak boleh baca di sini,ya   🙏

    Kalau tidak dituruti keinginan anak dan dia tantrum. Itu wajar ya Bun. Biarkan dia menangis dulu sepuasnya, jangan diikuti keinginan anak karena tidak semua keinginan anak baik untuk kita ikuti. Selain itu, akan membuat anak menggunakan tangisan dan jeritan sebagai senjata untuk memenuhi keinginannya nantinya. Jadi, kitanya harus kuat. Selama tantrum jauhkan anak dari benda yang berbahaya yang bisa melukai anak dan jauhkan pula anak lain di sekitar anak.

    Setelah anak tenang. Berikan ia pelukan. Usap punggungnya. Bantu anak menamai emosinya. Misalnya "Dede, marah ya? Dede kesel, ya?" dll. Pancing anak untuk mengeluarkan perasaannya. Ini agar anak belajar mengenal emosinya sendiri.

    Setelah emosi negatif anak keluar, baru kita masuk dan ajak anak bicara. Sampaikan pesan kita dengan bahasa yang sederhana dan singkat pada anak. Terakhir, berikan anak pelukan lagi dan bilang "Bunda sayang, Dede". Agar anak tahu, sekalipun orangtuanya tidak memberikan apa yang dia mau, tapi dia tahu bahwa dia dicintai oleh kita

    Begitu dulu ya Bun. Semoga membantu 🙏

    3. Bunda Mimin

    abk
    Pixabay

    Tanya Bun, Kalau di sekolah punya murid yang semuanya tertinggal dari teman-temannya, terus sikap jalan dan ngomongnya juga aneh, dianggap spesial oleh semua guru dan orangtuanya pun diarahkan untuk memberi perhatian khusus dengan menyekolahkan ke sekolah yang menampung anak berkebutuhan khusus. Tapi orangtuanya menganggap biasa-biasa saja, bagaimana cara menyikapinya, ya? Akhirnya selalu berulah ke teman-temannya

    Jawaban

    Hai Bunda Mimin. Usia anaknya berapa tahun? Apa pihak guru keteteran menangani anak ini sedangkan ada anak lain juga yang membutuhkan perhatian guru? Jika sekolah tempat Bunda mengajar bukan sekolah inklusi. Alasan ini bisa dijadikan kepada orangtua bahwa pihak sekolah mengalami kesulitan menangani anaknya. Karena tidak memiliki tenaga ahli dibidangnya, kurikulum sekolah kurang mendukung akan kebutuhan ABK dll.

    Jika orangtuanya tidak mau memindahkan anaknya sedangkan kita keteteran, mungkin bisa dicari guru pendamping khusus menangani anak tersebut baik membantunya belajar dan untuk mengawasinya di lingkungan sekolah

    Ajak pula orangtua berbicara dengan psikolog atau bagian konseling membahas dan membicarakan tentang keadaan anak yang sebenarnya atau minta orangtua untuk memeriksakan anaknya pada pusat tumbuh kembang anak. Siapa tahu setelah berbicara langsung dengan ahlinya, membuat orangtua ini percaya dengan kondisi anaknya

    Sering adakan seminar parenting mengenai anak berkebutuhan khusus di sekolah, agar banyak orangtua teredukasi, termasuk mengundang orangtua dengan abk tersebut

    Sementara cara itu dulu ya Bun. Semoga bisa membantu 🙏

    4. Bunda Asna
    Ciri-ciri Anak Berkebutuhan Khusus itu apa saja dan sejak usia berapa anak terdeteksi ABK? Kalau tingginya kurang, apa juga termasuk kelompok ABK?

    Jawaban

    Hai Bunda Asna
    Apa saja ciri-ciri ABK itu? Tanda-tanda anak berkebutuhan khusus itu ada banyak ya Bun. Tergantung jenis anak berkebutuhan khususnya dan tingkatannya. Ada yang memang sudah terlihat dari fisiknya ada yang tidak. Contohnya anak yang sudah terlihat dari fisik seperti down syndrome, cacat fisik, tunanetra, cerebal palsy, dll itu terlihat dari fisik dan dari bayi

    Tapi kalau anak jenis austis, tunagrahita ringan, speech delay, gifted dan contoh yang lainnya itu tidak terlihat dari fisik kekhususannya.

    Itu baru dari fisik ya Bun belum dari aspek yang lainnya. Jadi, semua tergantung jenis abk dan tingkatannya ringan, sedang dan beratnya. Karena setiap jenis dan tingkatannya memiliki ciri-ciri yang berbeda pula dari segi fisik, motorik, bahasa, sosialisasi, emosi dan perilakunya.
    Tapi kita tidak perlu menghapal semua ciri-ciri anak berkebutuhan khusus tersebut.

    Cukup pantau selalu tumbuh kembang anak pada data tumbuh kembang anak. Apakah sudah sesuai dengan tumbuh kembang anak seusianya atau belum. Kalau belum, bisa segera dikonsultasikan pada ahlinya

    Sejak usia berapa ABK bisa terlihat?

    Ini tergantung jenis anak berkebutuhan khususnya lagi ya Bun, karena beda-beda. Ada yang memang sudah terlihat dari kandungan, ada yang terlihat dari waktu kecil dan bahkan anak berkebutuhan khusus bisa terjadi ketika sudah remaja misalnya karena sakit, trauma, dan kecelakaan.

    Namun, pada umumnya anak berkebutuhan khusus yang terjadi karena faktor ekternal ini sifatnya sementara atau disebut ABK temporer. tergantung cepat atau tidaknya penanganannya

    Apakah kurang tinggi itu termasuk ABK?

    Kalau kurang tingginya karena keturunan, cuma fisiknya saja yang kurang tinggi tetapi secara aspek perilaku, motorik, emosi, sosial sesuai dengan usianya dan tumbuh kembangnya. Itu tidak termasuk anak berkebutuhan khusus Bunda

    6. Bunda Mitha

    anak spesial
    Putra saya 2, umur 6 tahun dan 3 tahun. Di bahan dari narasumber ada sekilas tentang tipe anak Anak berkebutuhan khusus (gifted). Bisa dijelaskan lebih detail ciri anak-anak gifted itu?
    Terima kasih 😊

    Jawaban

    Hai Bunda Mitha, salam kenal ya 🙏.
    Anak gifted itu sering disebut sebagai anak cerdas istimewa atau berbakat istimewa. Kemampuan dan kecerdasannya jauh melampaui anak seusianya. Bahkan lebih cerdas dari orang yang cerdas.

    Mengapa anak gifted ini termasuk anak berkebutuhan khusus? Karena ia sama-sama membutuhkan pendidikan yang khusus pula untuk mengoptimalkan kemampuannya. Karena kemampuannya inilah, yang membuat anak gifted kurang cocok sekelas dengan anak seusianya.
    Karena itu pasti akan menghambat kemampuannya.

    Oleh sebab itu, solusi yang diberikan pemerintah atau pihak sekolah pada anak gifted ini adalah mengikuti kelas-kelas akselerasi dan membolehkan mereka mengikuti program belajar di atas anak seumurnya.

    Contoh orang-orang gifted itu adalah seperti
    - Bpk Bj. Habibie
    - Aldo Meyolla ( berusia 14 tahun tetapi sudah kuliah di fakultas kedokteran UGM) itu semua karena kelas-kelas akselerasi yang diikutinya
    - Leonardo Da vinci
    - dll

    Itu bunda yang kurang lebih mengenal anak gifted ini. Semoga bisa memberi ilmu baru untuk kita, ya 🙏

    7. Bunda Dewi
    Bunda, anak ke-3 saya anak berkebutuhan khusus jenis Cerebral palsy/CP tipe kaku/spastik, 5 tahun 5 bulan. Yang ingin saya tanyakan:

    1. Ketika fisioterapi, anak saya selalu nangis berontak sehingga akhirnya terapi tidak maksimal karena badan kaku tidak bisa ditekuk. Bahkan ada terapis yang tidak bisa meneruskan karena terbentur waktu di tempat praktek. Padahal ketika di rumah, anak saya bisa diterapi dengan saya mengikuti apa yang sudah saya lihat ketika terapinya di rumah sakit.

    Bagaimana menstimulasi anak supaya tidak sering kaku saat terapi? Di daerah saya belum menemukan dengan terapis yang klik dengan hatinya, anak anak berkebutuhan khusus sangat sensitif ketika lingkungan tidak welcome dengan keberadaan dia.

    2. Bagaimana sikap kita ketika ada yang melakukan bullying pada anak anak berkebutuhan khusus di lingkungan, terutama di sekolah karena keterlambatan dalam belajar? Yang saya amati, anak-anak ini sering minder dengan teman sebaya di atasnya, sehingga bermainnya selalu dengan anak di bawah usianya atau teman yang bisa menerima dia.
    Terimakasih sebelumnya

    Jawaban

    Hallo Bunda Dewi. Apakah anaknya bisa diajak berkomunikasi yang sederhana? Saran saya:
    1. Sounding pada anak untuk tidak usah takut dengan bahasa yang sederhana. Sounding ketika malam hari akan diterapi, ketika momennya pas dan ketika waktu-waktu mau di terapi.

    2. Bunda juga harus tega dan tenang juga ketika anak diterapi. Karena biasanya kalau orangtuanya tidak tenang dan khawatir juga, anak akan segera bisa menangkap perasaan itu dari ibunya dan itu akan membuatnya semakin nggak tenang

    3. Menurut saya cari terapis yang komunikatif dan hangat pada anak. Untuk meredakan ketakutan dan ketidaknyamanan si anak

    4. Memang butuh waktu Bun untuk membuat anak nyaman dengan terapisnya. Awal-awalnya pasti nangis. Tapi, lama-lama anak akan terbiasa dengan terapisnya dan ia akan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja walau dia diterapi

    5. Bekerja sama dan berkonsultasi dengan terapisnya. Apa yang sebaiknya bunda lakukan dengan kasus tersebut.

    6. Doa
    Perbanyak sabar dan doa ya Bun. Ketika kita sudah berikhtiar dengan maksimal lengkapi dengan senjata terakhir kita, yaitu doa agar anak ditenangkan ketika terapinya.

    Lalu, bagaimana sikap kita mengatasi bullying ini terhadap anak berkebutuhan khusus?

    bully
    Pixabay
    Bullying ini akan selalu ada di setiap lapisan dan lingkungan yang kita temui. Kita sulit sekali menghindari bullying ini ya Bun. Untuk itu, diharapkan orangtua

    1. Memberikan penguatan dari dalam pada anaknya. Agar mereka tidak mudah down ketika dibully dari luar. Penguatan ini bisa dimulai dengan membangun konsep diri yang positif pada diri anak. Seperti selalu memberikan kata-kata yang positif dan membangun pada anak, memuji anak setiap usaha yang ia lakukan, belajar menghargai anak dan menerima keadaannya apa adanya. Buatlah anak berharga dan merasa dicintai oleh kita

    2. Bantu anak untuk menemukan kelebihannya atau bakatnya. Ini akan membantu anak untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dan merasa dirinya berharga

    3. Orangtua pun sebaiknya perlu mengenalkan tentang anak berkebutuhan dengan positif pada anak-anak kita. Agar mereka tidak membully anak lain yang sedikit berbeda dari mereka

    4. Bangun bonding pada anak. Sehingga, ketika anak mendapatkan bully dari orang lain. Anak akan bercerita dan terbuka pada kita dan kita kembali menguatkannya dari dalam

    5. Selalu bekerja sama dengan guru untuk membantu memantau anak berkebutuhan khusus ini jika berada di lingkungan sekolah

    6. Mintalah pihak sekolah mengadakan seminar mengenai parenting anak berkebutuhan khusus ini. Ini bisa membantu orangtua mengedukasi diri mereka dan anak-anak mereka nantinya mengenai keberadaan anak berkebuhan khusus ini

    7 dll

    Semoga bermanfaat ya Bunda Dewi. Semangat terus membersamai buat hatinya dan semoga dimudahkan urusannya.

    Sebenarnya pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus ini ada banyak Ayah Bunda. Hanya saja, karena keterbatasan waktu, hanya ini yang bisa saya bagikan. Walau begitu, semoga tetap bisa memberi manfaat untuk Ayah Bunda semuanya, ya. Selamat belajar 😉


    Wednesday, September 12, 2018

    Identifikasi ABK Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak

    identifikasi ABK sejak dini melalui tumbuh kembang anak
    Happy Parenting

    Bismillahirrahmannirrahim
    Hai Ayah Bunda! Banyak dari kita sebagai orangtua yang kurang peka atau kurang menyadari bahwa betapa pentingnya kita sebagai orangtua memantau tumbuh kembang anak kita. Padahal dari tumbuh kembang inilah kita bisa mengindentifikasi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dari sejak dini

    Akhirnya, banyak anak-anak yang tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan usianya, banyak mengalami ketertinggalan dari aspek yang seharusnya mereka kuasai dan yang lebih dikhawatirkan lagi, orangtua yang terlambat menyadari bahwa anaknya tidak tumbuh dan berkembang dengan normal, karena adanya penyimpangan atau hambatan dari yang seharusnya.

    Anak-anak yang mengalami hambatan atau penyimpangan dari tumbuh kembangnya inilah yang disebut dengan anak berkebutuhan khusus dan banyak orang yang menyebutnya sebagai anak yang spesial. Sayangnya, jika orangtua tidak segera menyadari betapa pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini, maka anak berkebutuhan khusus ini akan mengalami keterlambatan dalam mendapatkan penanganannya

    down syndrome
    Pixabay

    Selain itu, memantau tumbuh kembang anak akan membuat kita mempunyai standar atau indikator dalam menstimulasi anak-anak kita. Kita akan tahu, apakah anak kita sudah sesuai belum tumbuh kembangnya? Jika ada yang kurang , kita pun bisa mencari letak kurangnya dan menstimulasi kekurangan anak hingga anak bisa mencapai aspek tumbuh kembangnya dengan baik.

    Dan rasanya kalau kita selalu memantau dan mengetahui ilmu tumbuh kembang anak dengan baik, akan membuat kita tidak perlu khawatir juga ya Ayah Bunda dengan kata-kata orang lain, nyinyiran orang atau atas pertanyaan orang lain akan tumbuh kembang anak kita. Mengapa? Karena kita mempunyai ilmunya.

    Ada 3 ciri anak sehat yang perlu kita ketahui Ayah Bunda, yaitu bertambah berat badannya, bertambah tinggi dan bertambah pintar dalam setiap bulannya.

    Sayangnya, banyak orangtua yang hanya fokus pada fisik anak tetapi merasa tidak perlu memperhatikan perkembangan anak.

    Contoh komentar banyak orangtua "Ah nggak apa-apa anak saya mah sehat-sehat aja, nambah kok berat badannya, cuma belum bisa ngomong aja" (padahal seharusnya di usia anak ini sudah bisa bicara).

    Baca juga: 10 CARA MENSTIMULUS ANAK TERLAMBAT BICARA

    Baca juga: PIJAT WAJAH UNTUK ANAK TERLAMBAT BICARA

    Anggapan orangtua yang seperti inilah yang perlu kita luruskan Ayah Bunda. Jadi, anak sehat itu anak yang harus meliputi 3 aspek di atas ya Ayah Bunda. Untuk itu, betapa pentingnya kita perlu setiap bulan memeriksakan anak kita ke posyandu atau tenaga kesehatan. Selain untuk mengukur berat badan dan tinggi anak, kita pun dapat berkonsultasi pada ahlinya di sana mengenai tumbuh kembang anak kita.


    Cara Identifikasi ABK Melalui Tumbuh Kembang Anak 


    Buku Kesehatan Ibu dan Anak
    Sumber: Glitzmedia.co

    Lalu, dari manakah kita sebagai orangtua bisa melihat aspek tumbuh kembang anak kita? Nah, ada beberapa sumber yang bisa kita jadikan pegangan dalam memantau tumbuh kembang anak kita, yaitu:

    1. Kita bisa mendownload atau mengisi KPSP = Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
    KPSP adalah alat atau instrumen untuk memantau tumbuh kembang anak. Apakah sudah sesuai dengan usia anak atau mengalami penyimpangan. Bisa langsung di cek di sini ya (KPSP), atau di sini https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-anak-kpsp/10201713638108584

    2. Buku Tumbuh Kembang Anak
    Sekarang banyak ya, Ayah Bunda buku tumbuh kembang anak bisa kita temukan dimana-mana. Biasanya dalam buku ini, selain bisa digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak, bisa juga belajar cara menstimulasi anak sesuai usianya. Biasanya di buku ini dijelaskan lengkap dan detail sesuai tahapan usia anak

    3. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
    Apa Ayah Bunda tahu buku ini? Tahu dong ya. Yap, buku berwarna pink ini adalah buku dari kementerian kesehatan yang diberikan kepada ibu yang sedang hamil dan isinya lengkap. Di sana kita bisa memantau tumbuh kembang anak kita dan cara menstimulasinya juga

    Mudah sekali ya, Ayah Bunda kita menemukan dan tahu cara mengamati tumbuh kembang anak kita. Hanya saja, banyak orangtua yang tidak mengetahuinya.


    Apa yang harus dilakukan apabila anak tumbuh tidak sesuai dengan tumbuh kembang yang seharusnya?


    Jika kita sudah mengisi tabel tumbuh kembang anak kita, tetapi banyak yang jawabannya meragukan atau tidak sesuai dengan usianya. Saya sarankan sebaiknya Ayah Bunda segera berkonsultasi kepada dokter anak, untuk mendapatkan penjelasan dan cara menstimulasi anak.

    Ketika anak kita ternyata mengalami hambatan atau gangguan, di saat inilah anak kita dinyatakan sebagai anak berkebutuhan khusus. Yang bisa mendiagnosa seorang anak sebagai anak berkebutuhan khusus itu bukan kita ya Ayah Bunda. Tetapi tenaga profesional atau tim ahli seperti dokter anak, psikolog, terapis, dll


    Apa itu anak berkebutuhan khusus?


    quote tentang anak berkebutuhan khusus

    Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan atau hambatan baik secara permanen maupun temporer.

    Anak berkebutuhan khusus secara permanen adalah anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan atau hambatan dari internal dan ini sifatnya menetap (selamanya).
    Contoh: Tunanetra, tunarungu, tunagrahita dll

    sedangkan anak berkebutuhan khusus temporer adalah anak yang mengalami hambatan yang dikarenakan faktor eksternal atau faktor penyebab yang datangnya dari luar dan ini sifatnya sementara. Contoh: Anak yang trauma karena menjadi korban bully, korban peperangan, dll. Mengapa anak korban pererangan, korban bully dll termasuk anak berkebutuhan khusus? Itu dikarenakan anak-anak seperti itu membutuhkan layanan khusus

    Namun, jika anak berkebutuhan khusus yang sifatnya temporer ini tidak segera mendapatkan intervensi yang seharusnya, maka hambatan atau gangguan yang dialaminya bisa berubah menjadi permanen.


    Apa penyebab anak menjadi berkebutuhan khusus?


    Banyak hal yang bisa menjadikan seorang anak berkebutuhan khusus. Penyebabnya bisa dibagi menjadi 3 sebab yaitu:

    1. Masa sebelum kelahiran / Prenatal
    Masa ketika anak belum lahir atau masih di dalam kandungan. Penyebabnya bisa karena dari virus, kekurangan nutrisi, keturunan, kekurangan oksigen ketika di dalam kandungan, penggunaan obat-obat keras atau mengkomsumsi dengan cara berlebihan, meminum alkohol, dll

    2. Pada saat kelahiran / Neonatal
    Penyebabnya karena memakai alat bantu, lahir dengan prematur, posisi bayi yang sulit dikeluarkan, kekurangan oksigen dll

    3. Kejadian setelah kelahiran / Post Natal
    Umumnya terjadi karena factor eksternal seperti trauma, terkena sakit, kecelakaan, dll


    Apa saja jenis anak berkebutuhan khusus itu?


    Jenis anak berkebutuhan khusus itu ada banyak ya Ayah Bunda. Apa saja itu?


    Waw banyak ya Ayah Bunda. Karena ada banyak, sehingga saya tidak bisa menuliskan satu persatu ciri-cirinya. Dari ulasan di atas, bisa kita simpulkan ya Ayah Bunda, bahwa betapa pentingnya setiap orangtua mengamati dan memantau tumbuh kembang anaknya sejak dini, sehingga kita sebagai orangtua dapat memberikan stimulasi pada anak yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk apa kita menstimulasi anak? Salah satunya agar kita bisa mengoptimalkan kemampuan anak sesuai usianya

    Karena tentu beda kan ya anak yang terstimulasi dengan baik dengan anak kurang stimulasi dari orangtuanya. Buat Ayah Bunda yang bingung melakukan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah, boleh meniru kegiatan saya bersama Erysha ya di sini.

    Ayah Bunda, ilmu terus mengalami pembaruan dan terus berkembang mengikuti perkembangan zamannya. Untuk itu, diharapkan kita sebagai orangtua mau untuk terus belajar bagaimana menjadi orangtua yang cerdas di zamannya dan menjadi orangtua yang lebih baik lagi dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak kita tercinta.

    Kalau begitu, yuk kita sama-sama belajar Ayah Bunda dan bantu orangtua yang lain dalam memenuhi tumbuh kembang anak. Sehingga, jika terdapat anak berkebutuhan khusus, dapat segera tertangani dengan baik.  Itu dia Ayah Bunda cara mengindentifikasi ABK sejak dini melalui tumbuh kembang anak. Sebenarnya ini adalah materi kulwap parenting yang saya isi. Jadi buat Ayah Bunda yang ingin belajar dari sesi pertanyaannya, sudah saya tulis di sini ya tinggal klik aja  Semoga bermanfaat dan selamat belajar ya



    Wednesday, September 5, 2018

    Membangun Keluarga Bahagia dengan Sundate

    membangun keluarga bahagia dengan sundate

    Dulu, saya pernah bertanya dalam hidup saya "apa saya bahagia? Apa keluarga saya bahagia". Mungkin pertanyaan yang berkali-kali saya tanyakan pada diri saya sendiri. 

    Dalam hidup saya, tak pernah terpikirkan saya akan menjadi seorang penulis. Tepatnya seorang blogger. Sejak menjadi ibu rumah tanggalah, saya menemukan profesi ini.

    Dulu, sebelum menikah saya sibuk sekali mengajar dari pagi sampai malam. Agar saya bisa membiayai kuliah saya sendiri dan membantu keluarga terutama agar bisa memberi mama uang. Menurut saya, itu semua melelahkan. Tetapi ternyata ketika saya kini menjadi seorang ibu rumah tangga dan menjadi seorang Ibu, ternyata itu lebih melelahkan lagi.

    Tapi saya paham mengapa menjadi ibu itu lebih melelahkan. Oleh karena itu, Dia meletakkan syurga itu berada di kaki seorang ibu dan meninggikan tiga kali posisinya dari ayah. Karena menjadi ibu itu luar biasa proses belajar di dalamnya

    Dulu pula, ketika baru berperan menjadi seorang ibu baru dan menjadi ibu rumah tangga, saya sering menangis karena kelelahan, saya bosan dengan pekerjaan rumah yang tak pernah usai dan begitu setiap hari. Dan terkadang membuat saya begitu uring-uringan. Tapi saya pun tak bisa menyalahkan siapa pun. Yang ada, saya marah pada diri saya sendiri mengapa saya suka mengeluh? Mengapa kualitas diri saya begitu buruk?

    Keadaan dan perasaan itu semua, membuat saya merasa tidak bahagia. Lalu, bagaimana kita sebagai ibu akan membesarkan anak-anak kita dengan kebahagian jika diri kita sendiri merasa tak bahagia? Bukankah anak-anak yang bahagia dimulai dari ibu yang bahagia?

    Tapi, memang begitulah menjadi seorang ibu baru. Serasa dunia langsung terbalik hampir 180 derajat. Saya kehilangan banyak hal, karier, mimpi, kebebasan, waktu dan bahkan kehilangan diri saya sendiri. Saya menangis dan menangis untuk semuanya. Saya yang memilih berada di posisi itu semua demi anak dan karena anak. Hingga saya lupa

    "Pada saat kita mengeluhkan banyak hal tentang anak kita, pada saat itu pulalah kita menjadi lupa, bahwa anak adalah kado terindah dalam hidup kita"

    Dan lagi-lagi membuat saya lupa. Bahwa

    "Ketika kita mengeluhkan satu hal, kita jadi lupa mensyukuri banyak hal"

    Ada banyak hal yang membuat saya menampar diri saya sendiri dan sungguh saya ucapkan teramat terima kasih kepada suami saya yang telah membantu saya melewati semua hal dan menguatkan saya. Seorang ibu memiliki peranan penting dan tonggak pondasi yang kuat dalam membangun sebuah generasi. Jika peran ibu ini lemah, bagaimana ia akan bisa membangun peradaban di dunia dengan generasi yang berkualitas.

    Perlahan-lahan saya bangkit dan cepat belajar. Menjadi ibu rumah tangga, pekerjaan dan kesuksesannya memang tidak terukur. Tapi mungkin nanti, ketika kita telah berhasil mendidik dan mengurus anak-anak kita oleh tangan kita sendiri, akan ada kebahagian tersendiri di sana. Karena setiap orang memiliki perannya masing-masing. Ada di bagian domestik dan ada di bagian publik. Apapun itu, yang terpenting berusaha memberikan konstribusi dengan cara kita masing-masing

    Tapi kini, dengan seiring waktu, saya mulai terbiasa dengan peran saya. Saya mulai membuat diri saya bahagia dan saya menemukan bahwa ternyata bahagia itu sesuatu yang receh  sekali

    Iya receh, ketika saya bisa makan dengan tenang tanpa rengekan anak saja, saya bahagia. Ketika saya bisa mandi dengan santai rasanya saya bahagia, rasanya kayak sedang spa di salon hahaha. Ketika malam-malam bisa makan mie rebus pakai cabe rawit dan telur ceplok, saja sudah bahagia dan satu yang pasti yang membuat saya bahagia sekali, ketika saya bisa melaksanakan panggilan alam ke kamar mandi dengan tenang saja, tanpa diiringi soundtrack tangisan anak di balik pintu kamar mandi saja, saya sudah merasa bahagiaaaa sekali. Hahaha

    Memang begitulah bahagianya seorang ibu, receh banget bukan? Dan berperan menjadi seorang ibu membuat bahagia saya menjadi semakin sederhana.

    Namun, di tengah perjalanan profesi saya sebagai seorang blogger. Kebahagian dan kebersamaan saya dengan keluarga, mulai memudar. Bukan... bukan profesi bloggernya yang salah, namun sayanya yang belum mampu berkomitmen pada diri saya sendiri.

    Saya menulis, ngeblog dan berinteraksi menggunakan handphone saya. Profesi blogger adalah profesi yang memang pekerjaannya banyak di dunia maya terutama di media sosial. Tanpa saya sadari, saya jadi suka memegang handphone dalam keseharian saya, bahkan ketika sedang berkumpul dengan keluarga.

    Tanpa saya sadari pula, Erysha jadi lebih banyak bermain sendiri sedangkan saya asyik dengan handphone saya. Walau pun saya bukan main handphone dan saya sedang bekerja, tetapi ternyata itu tidak baik antara hubungan saya dengan suami dan bonding saya bersama Erysha pun mulai berkurang.

    Hingga suatu hari, Erysha di usianya yang masih sangat kecil sekali, mengungkapkan protes pertamanya pada saya dengan bahasa verbalnya. Ia berkata "Bunda, simpan HPnya, simpan HPnya!"

    Ya Allah, saat itu saya tersadar bahwa saya telah salah. Saya merasa buruk menjadi ibu, saya merasa sedih telah sering membiarkannya main sendiri, terabaikan, dan tak dibersamai. Bagaimana saya akan mengajarkan anak tidak main handphone, jika saya sibuk memegang handphone di depan dia *plakkkk ini tamparan sekali lagi untuk saya.

    Lalu, saya memeluk Erysha dan meminta maaf padanya. Sejak itu, saya membuat komitmen pada diri saya sendiri, bahwa saya tidak akan membiarkan gadget merampas waktu kebersamaan saya dengan keluarga saya. Terutama dengan anak saya, Erysha. Karena saya tahu, masa kecilnya hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali. Jadi, saya tidak ingin menyia-nyiakan kebersamaan saya dengan Erysha dan menjadikannya terbuang begitu saja

    Sejak saat itu pula saya ingin berubah. Saya membuat jadwal kapan saja saya bisa memegang handphone. Saya ingin memperbaiki itu semua, saya ingin menjadi ibu yang lebih baik untuk anak saya dan menjadi istri yang lebih baik untuk suami saya. Saya ingin kembali membangun bonding dan membangun kebersamaan yang berkualitas dengan keluarga saya seperti bermain dengan Erysha dan jalan-jalan dengan keluarga kecil saya. Karena salah satu cara saya membangun keluarga bahagia adalah dengan sundate yang berkualitas

    membuat  anak bahagia
    Erysha sedang jalan-jalan

    Membangun Keluarga Bahagia dengan Sundate


    cara menjadi keluarga yang bahagia

    Berbicara soal jalan-jalan dan menikmati kebersamaan yang berkualitas, tepat sekali dengan kegiatan yang sama yang diadakan oleh PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) yang mengadakan kegiatan Sundate untuk para nasabah setianya di Jakarta, 30 Agustus 2018 dalam memperingati hari pelanggan nasional


    kegiatan keluarga

    anak-anak bahagia


    lomba keluarga

    Sun Life ingin membantu para keluarga dalam meningkatkan kualitas kebersamaan dengan keluarga serta mempererat hubungan dengan perusahaan, selaku perencana keuangan terpecaya keluarga. Ada 5 kota tempat kegiatan diadakan yaitu Jakarta, Bali, Medan, Surabaya dan Yogyakarta

    Saya mendukung sekali program sundate ini, apalagi di zaman ini yang era digital para anggota keluarga lebih disibukkan dengan urusan masing-masing dan disibukkan pula dengan gadget masing-masing. Akhirnya, kebahagiaan keluarga menjadi berkurang dan tidak terjalin dengan harmonis. Kalau begitu, ayo Ayah Bunda kita semangat #Sundate2018 untuk menuju ke arah #LebihBaik !

    Apa itu Sun Life?


    sun life, asuransi

    PT Sun Life atau Sun Life Finansial Indonesia  adalah perusahaan perencana keuangan keluarga yang telah mengeluarkan banyak layanan proteksi dan pengelolaan kekayaan seperti asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan perencanaan di hari tua.

    Mengutip pernyataan Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life menyampaikan, “Menurut data BPS, dimensi keharmonisan keluarga memiliki pengaruh tertinggi dalam membentuk kebahagiaan seseorang, dengan indikator sebesar 80,5. Ini semua menjadi tujuan Sun Life untuk mengajak para keluarga untuk meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga dan membangun keluarga yang bahagia dengan sundate ini

    Jadi Ayah Bunda, menurut saya bahagia itu letaknya ada di sini, di hati yang selalu bersyukur. Dan jangan lupa, jadilah orangtua yang bahagia dan bangunlah keluarga yang bahagia karena menjadi orangtua yang bahagia adalah kado terindah yang tak terucap untuk anak-anak kita

    So, jangan lupa bahagia, ya



    Monday, September 3, 2018

    3 Cerita Sederhana yang Menginspirasi



    Hai Ayah Bunda, saya sama seperti manusia-manusia yang lain. Saya sama seperti ibu yang lain, yang mudah stres dan merasa tidak bahagia. Namun, terkadang pada saat itu terjadi, saya kembali  merenung diri mengambil hikmah yang berserakan dalam cerita sehari-hari, cerita yang sederhana namun mampu menginspirasi diri saya sendiri atau terkadang hanya ingin berbagi ilmu

    Dan semoga lewat tulisan ini, mampu menginspirasi orang lain, menyemangati, saling menguatkan dan membuat diri kita sendiri bahagia. Karena lagi-lagi saya akan menuliskannya bahwa

    "Bahagia itu bukan soal rasa tetapi, bagaimana cara kita merasa"

    Jadi, kebahagian itu dikembalikan lagi pada diri kita sendiri. Bahwa, diri kita sendirilah yang bisa membuat kebahagian itu untuk diri kita. Tulisan ini tertulis di status facebook saya. Lalu, saya kumpulkan di sini, agar bisa bermanfaat pula untuk orang lain

    Cerita 1: Sudahkah Kita Meminta Izin Pada Anak Kita?



    Ayah Bunda, pernahkah kita bertanya pada anak kita atau meminta izin pada mereka, bolehkah kita mengambil foto atau gambar dirinya lalu mengunggahnya di media sosial kita? Jawabannya "TIDAK"

    Yup, kita lupa bertanya seperti itu pada mereka karena terkadang, banyak dari diri kita yang tanpa kita sadari suka memperlakukan anak semau kita dan melupakan haknya. Kita lupa bahwa setiap manusia memiliki hak akan dirinya sendiri

    Atau pernahkah kita bertanya pada mereka, bolehkah kita meminjam barang miliknya? Atau meminta izin terlebih dahulu pada mereka? Jawabannya lagi-lagi "Tidak". Yup, karena terkadang kita suka merasa mentang-mentang barang itu pemberian dari kita. Jadi kita suka seenaknya pada anak. Padahal kita lupa bahwa anak memiliki hak dan keinginannya sendiri.

    Kita selalu menganggap itu hal kecil dan tampak sepele. Tetapi, kita lupa bagaimana kita akan mengajarkan anak akan haknya dan hak orang lain, jika diri kita sendiri pun suka luput menghargai hak anak kita sendiri.

    Jika kita senantiasa menghargai hak anak kita, maka kelak ia akan tumbuh menjadi pribady yang tahu bagaimana menghargai hak orang lain seperti hak pada pasangannya, hak pada keturunannya, hak pada bawahannya dan hak-hak yang lainnya.

    Dan jika kita sendiri sebagai orangtua suka mengabaikan hak anak kita, maka jangan salahkan jika ia tumbuh menjadi manusia yang suka mengabaikan hak-hak orang lain. Karena ia tidak tahu mana yang benar-benar haknya mana yang bukan. Mana yang benar-benar miliknya mana yang bukan.

    So, jangan lupa kita menghargai hak-hak anak kita, dimulai dari sesuatu yang tampak kecil


    Cerita 2: Berhenti Sejenak untuk Mencari Makna



    Tahukah kita Bunda, di balik kerempongan kita sebagai ibu dari shubuh, memasak, mencuci piring, menyiapkan bekal suami dan anak-anak, menyiapkan sarapan dll hingga malam hari. Memang tidak bisa kita pungkiri, betapa lelahnya diri kita. Tetapi, ketika lelah itu menyergap kita, sepertinya kita harus berhenti sejenak dan kembali mencari makna. Makna agar cinta kembali hadir di hati kita dari rasa syukur.

    Yup, rasa syukur. Rasa syukur ketika membuka mata ini kita masih bisa melihat mereka, suami dan anak-anak kita. Rasa syukur karena kita masih memiliki waktu dan kesempatan dalam membersamai mereka hingga hari ini dan detik ini.

    Rasa syukur karena mereka masih bebas bergerak ke sana kemari dalam tubuh yang sehat. Rasa syukur ketika pagi hari,  kita masih bisa menikmati momen-momen berharga dalam hidup kita. Momen ketika mereka masih memanggil kita dengan sebutan "Bunda" dengan senyum manis mereka.

    Momen ketika kita masih melihat lelaki kita memeluk anak-anaknya dengan hangat di pagi hari, bercerita dan tertawa bersama. Rasa syukur ketika kita masih bisa menciup tangan lelakinya kita, ketika hendak pergi bekerja demi kita dan anak-anak. Momen ketika ia mencium lembut kening kita dan anak-anak. Dan kita masih memiliki kesempatan untuk mengantarkannya ke depan pintu, lalu melihatnya pergi hingga punggungnya menghilang dengan perlahan.

    Rasa syukur ketika anak-anak berlari untuk memeluk kita. Rasa syukur ketika kita masih ada untuk mengucapkan, ohh betapa kita mencintai mereka. Dan momen-momen lain yang sesungguhnya betapa itu begitu amat berharga.

    Percayalah Bunda, suatu hari nanti ketika anak-anak itu pergi, kitalah yang akan selalu merindukan momen-momen kecil seperti ini. Dan percayalah lagi Bunda, momen-momen seperti itu pasti sangat berharga ketika kematian datang merenggut semuanya dengan tiba-tiba dari kita.

    Untuk itu, jangan biarkan semua momen tersebut terlihat menjadi biasa dan hanya sebuah rutinitas yang berlalu begitu saja tanpa makna. Dan jangan biarkan pula, rasa lelah itu merenggut momen berharga kita dan rasa syukur kita yang membuat kita lupa untuk merasa bahagia.
    Jangan lupa bahagia kita, Bundaa

    Tangerang Selatan, 27 Juli 2018


    Cerita 3: Inner Child yang Bermasalah



    Ibu-ibu, pernah nggak sih ngerasain dan nanya ama diri sendiri "Aku tuh knapa, sih?" Atau pernah nggak sih ngerasa aneh ama diri kita sendiri "Aku tuh suka ngikutin seminar dan baca-baca buku parenting ini itu, tapi kok aku masih kurang sabar dan masih suka bentak-bentak dan bahkan mukul anak, ya? Kok ilmu parentingnya nggak mempan sih ke aku?" Pernah nggak nanya gitu ke diri sendiri?

    Coba kita tengok ke dalam diri kita. Jangan-jangan ada luka lama (inner child) yang belum tersembuhkan oleh kita akibat pengasuhan di jaman waktu kita kecil dahulu. Jangan-jangan kita suka bentak-bentak anak dan mukul anak, karena dulu sewaktu kecil kita diperlakukan seperti itu dan kita besar dengan cara begitu, sampai tanpa kita sadari itu menjadi luka di masa lalu kita, dan melakukan hal yang sama pula pada anak-anak kita. Karena itu terjadi di bawah alam sadar kita

    Hampir kebanyakan orang memiliki inner child yang bermasalah dalam hidupnya. Namun, ada yang menyadarinya ada yang tidak. Sehinga luka yang tidak tersadari ini terus berulang dan terjadi di setiap keturunan. Dan jadilah itu semua menjadi lingkaran setan yang tak selesai-selesai.

    Jadi, Bu ibu kalau kita ngerasa ada yang salah dengan diri kita karena inner child ini dan kita belum mampu memaafkan, belum mampu berdamai dengan diri sendiri sehingga mengganggu pola asuh kita pada anak dan pada pasangan. Sebaiknya segera minta pertolongan pada ahlinya untuk membantu menyembuhkan luka atau inner child ini.

    Jangan merasa kita baik-baik saja tetapi sebenarnya tidak. Sebelum semuanya terlambat dan akan berulang pada keturunan kita selanjutnya.

    ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    Bagaimana Ayah Bunda, ceritanya? Cerita yang sederhana bukan? Namun terkadang suka luput dari pandangan kita, dari perhatian kita. Padahal sesungguhnya pesannya begitu dekat dengan kita




    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES