• Sunday, June 24, 2018

    Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Membuat "Pelangi di Atas Susu"

    kegiatan stimulasi anak usia dini dengan membuat "pelangi di atas susu"

    Hai-hai Bunda, ada yang lagi bingung kah ngasih kegiatan positif untuk anaknya di rumah? Atau ada yang lagi bingung cara bikin anak betah di rumah tanpa harus main gadget atau terpapar tontonan TV mulu. Boleh banget nih mencoba kegiatan stimulasi kegiatan anak usia dini saya bersama Erysha (2y5m) yaitu membuat pelangi di atas susu.

    Baca juga: 5 KEGIATAN SEDERHANA UNTUK STIMULASI ANAK DI RUMAH

    Yup, benar sekali. Hari ini saya ingin membagikan kegiatan stimulasi Erysha beberapa hari yang lalu. Nah, daripada kita lama-lama atau bingung dengan kegiatan stimulasinya. Kalau gitu, kita langsung praktek aja yuk Bun!

    Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Membuat "Pelangi di Atas Susu"


    Nama Kegiatan: Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Membuat "Pelangi di Atas Susu"

    Untuk Usia: 2 sampai 7 tahun

    Alat dan Bahan

    stimulus

    - baskom kecil atau tempat yang ukurannya lebar
    - sabun pencuci piring (secukupnya)
    - pewarna makanan (sebaiknya warna primer ya Bun seperti Merah, Biru dan Kuning)
    - cutton bud
    - susu bubuk yang telah dicairkan
    - sendok

    Cara Membuat dan Mengajarkannya pada Anak 

    1. Sediakan alat dan bahannya. Untuk anak usia di bawah 3 tahun. Sebaiknya kita kenalkan nama dari setiap alat dan bahan yang kita gunakan  Agar anak menjadi tahu nama-nama dari setiap benda yang ia lihat

    2. Buatlah susu cair sebanyak yang kita inginkan. Dimana kita bisa menggunakan campuran susuk bubuk dan air. Semakin pekat warna susunya semakin bagus ya Bun. Buat susu cair itu di baskom kecil atau di tempat yang agak besar. Nah, karena ini percobaan stimulasi pertama Erysha, jadi saya menggunakan tempat yang kecil dan ternyata kurang maksimal Bun, sebaiknya kita menggunakan tempat susu cairnya yang memang lebar, agar kita bisa melihat reaksi yang terjadi nanti antar warna. Agar lebih puas aja bermain dan belajarnya

    3. Lalu teteskan satu atau 2 tetes pewarna makanan dari setiap jenis warna pada susu cair tadi. Untuk anak di atas usia 4 tahun, kita bisa meminta anak untuk mencobanya sendiri, tapi kalau di bawah usia 4 tahun, sebaiknya kita saja yang meneteskannya ya Bun, untuk menghindari kegagalan. Karena kalau pewarna makanannya kebanyakan, hasilnya bisa kurang bagus atau gagal Bun.

    Teteskan warnanya sambil kita sebut nama warna itu pada anak "Dede, kita masukkin warna merahnya, ya". Lalu, ketika memaksukkan pewarna makanan yang lain misalnya warna kuning. Ajaklah anak untuk melihat percampuran dari ke dua warna tersebut. Misalnya

    "Kakak, coba lihat kalau warna merah di campur dengan warna kuning, berubah jadi warna apa ya?"

    Sehingga, anak bukan hanya sekedar bermain saja tetapi belajar warna dengan cara menyenangkan tanpa anak sadari. Dll.

    Oleh sebab itu, saya sarankan menggunakan pewarna makanan yang warna primer agar anak sekaligus dapat belajar percampuran warna secara langsung.

    Percampuran dari warna primer yang bisa kita kenalkan pada anak (untuk anak usia 4 tahun ke atas):

    belajar warna

    - Merah + Kuning = Warna Jingga
    - Merah + Biru = Warna Ungu
    - Biru + Kuning = Warna Hijau

    3. Setelah ke 3 warna tersebut (merah, kuning, biru) telah diteteskan pada susu cair. Kita bisa memberikan contoh pada anak cara bermainnya.

    4. Ambil cutton bud lalu colek sabun pencuci piring dengan cutton bud tadi, dan tempelkan pada bulatan warna di atas permukaan susu cair. Dan ajak anak melihat reaksinya. Lalu, bermainlah bersama. Untuk contoh bermain dan reaksi warna yang terjadinya bisa lihat di video ini ya, Bun. Bunda akan dibuat kaget dengan reaksi warnanya. Keren banget Bun 😍.

    Kalau di video kurang jelas ya Bun reaksinya (maklum belum jago bikin video hiks). Tapi, kalau sudah melihat langsung, kita sebagai orangtua pun jadi ikut belajar akhirnya tentang reaksi warna ini. Oh ya untuk cara mengajarkannya fleksibel ya Bun. Bisa ditambahkan atau dikurangi sendiri sesuai kebutuhan dan usia anak 😃

    Manfaat Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini Membuat "Pelangi di Atas Susu" 


    Nah, kegiatan stimulasi anak usia dini ini, selain menyenangkan juga banyak banget lho Bun manfaatnya untuk anak kita. Apa aja ya?

    1. Membangun bonding dengan anak
    2. Memberikan kegiatan yang positif pada anak
    3. Memberikan kesenangan dan kecerian pada anak
    4. Mengenalkan warna pada anak
    5. Anak belajar percampuran warna secara langsung
    6. Menstimulasi anak untuk bereksplorasi sendiri
    7. Menstimulasi aspek kognitif anak
    8. Dll

    Baca juga: KEGIATAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN MEMBUAT POHON BIBIR

    Wah, bagaimana Bunda, kegiatan stimulasi anak usia dini ini mudah bukan? Mudah banget ya Bun. Udah gitu, alat dan bahannya gampang sekali lagi kita temukan. Berminat untuk mencobanya? Tunggu apa lagi!

    Selamat mencoba Bunda dan selamat bersenang-senang dengan anaknya. Tunggu kegiatan stimulasi Erysha berikutnya ya. Oh ya, Bunda jika ingin melihat kegiatan stimulasi Erysha yang lain boleh mampir ke sini ya "Kegiatan Anak" (klik aja). Semoga bermanfaat Bunda 😘.  Daa 👋👋



    Wednesday, June 20, 2018

    Cara Menyapih dengan Al Quran

    cara menyapih dengan al quran
    Pixabay


    Cara Menyapih dengan Al Quran


    Menyapih dengan Al-Quran 
    Oleh: Yussi Nurkhalisa Azmi

    Saya mencoba berbagi pengalaman dalam menyapih Hamas ya Bun. Barangkali ada yg sedang mencari referensi tetang menyapih 😊

    Jauh hari sebelum menyapih, saya mencoba mencari banyak referensi tentang metode menyapih. Baca-baca, ikut kulwap, sharing-sharing dengan banyak orang dan masya Allah banyak ya yang ternyata 😅 dari metode "oles-oles", metode weaning with love, sampe ada juga yang minta dijampi-jampi orang pinter.

    Akhirnya saya memilih metode yang disarankan oleh Sarra Risman (bisa dibaca di komen-komen beliau di postingan ini
    https://m.facebook.com/groups/1657787804476058?view=permalink&id=1773593212895516 ) dipadukan dengan metode menyapih dengan Al Quran (dalil)

    Pada intinya Sarra Risman menyampaikan bahwa apa yang dijelaskan dalam Al Quran dengan tegas jumlahnya. Maka, tak ada tawar menawar lagi didalamnya.

    Puasa Ramadhan sebulan penuh ya jangan lebih. Pun Al Quran menjelaskan agar para ibu menyusui anaknya 2 tahun (atau kurang), maka sebaiknya 2 tahun. Kemudian beliau menjelaskan dengan singkat cara menyapih:
    Sounding H-7 hari, hitung mundur setiap hari nya bersama anak, di hari H, konsisten tidak di kasih, kecuali sedang sakit. Sangat wajar bila anak menangis.

    Saya pribadi melakukan sounding pada Hamas jauh-jauh hari, berbulan-bulan sebelum disapih, tapi melakukan hitung mundur bersama dia H-7, sesuai saran Bu Sarra. Selama H-7 itu Hamas diajak mendengarkan Al Quran QS. Al Baqarah:233. Saat dia menyusui, yang membacakan abinya. Diulang-ulang. Saya katakan padanya

     "Hamas, kalau udah ulang tahun udah nggak mimi lagi, minumnya digelas ya, kata Allah Hamas miminya sampe 2 tahun aja, ummi sayang Hamas, tapi hamas udah gede, mimi itu buat dede bayi ya sayang.."

    Untuk usia Hamas saya rasa dia bingung kapan waktunya dia berusia 2 tahun, tapi dia tau moment ulang tahun karena banyak sepupu hamas yang merayakannya. Dan dia cukup tertarik dengan perayaan seperti itu. Maka, saya pun mencari hukum merayakan ulang tahun, dari sekian banyak hukum yang mengharamkan, ada salah satu referensi yang menyatakan boleh bila niatnya sebagai penanda saja.

    Referensi yang saya baca saat itu tentang tanya jawab hukum merayakan ulang tahun usia 7 tahun, untuk menandakan anak setelah ini sudah dibebani hukum kewajiban shalat. Saya pikir ini kasus serupa. Maka saya pun membeli kue tar, beberapa kado dan mengundang akung dan uti Hamas untuk sekedar makan-makan dirumah. Hamas terlihat senang dan yang terpenting dia tau, dia ulang tahun dan saat itu dia sudah tidak boleh lagi mimi (ASI).

    Baca juga: ASI BUNDA SEDIKIT? LAKUKAN 7 CARA INI UNTUK MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI

    Setiap dia meminta mimi, saya ingatkan "eh Hamas kan udah ulang tahun sayang, udah ga mimi lagi kan? Miminya kan di gelas ya? Maafkan ummi ya sayang" dia mulai paham. Keterlibatan orang sekitar juga sangat membantu, saat Hamas ingin mimi, abinya mencoba menawarkan main bersama, baca buku, dsb. Yang jelas jangan sampai anak dan ibu dipisah ya Bun, menurut Sarra Risman kasihan anaknya, sudah kehilangan "mimi"nya, juga harus kehilangan ibunya.

    menyusui
    Pixabay

    Tantangan terberat hari pertama adalah saat malam dia ingin tidur. Karena belum terbiasa tidur tanpa mimi, dia nangis kejer, saya hanya mengulang kata-kata tadi, meminta maaf (karena dia pasti ada rasa kecewa), memeluknya, mengelus-elus punggung atas (konon ini bisa mengurangi emosi), dan menawarkannya minum air putih atau susu (karena ini bisa membantu tidur lebih pulas).

    Akhirnya dia pun memilih minum air putih, saya bacakan surat-surat pendek, Alhamdulillah akhirnya bisa tidur juga. Ditengah malam, Hamas pun masih sering bangun minta mimi, nangis dan cara tersebut cukup ampuh. Alhamdulillah.

    Dalam beberapa hari masih wajar ya Bun, bila anak masih nangis dan merengek minta mimi. Tapi saya perhatikan tangisan Hamas nggak selama hari pertama, nangis bentar kemudian memilih minum digelas. Kadang Hamas juga keceplosan kalau habis lari-lari dia peluk saya bilang "mimi" terus saya ingatkan "eh Hamas lupa ya?" terus dia mesem-mesem dan akhirnya cuma memeluk saya saja.

    Hari ke-3 Hamas tidur tanpa nangis minta mimi, dia hanya bilang "ummi, ngantuk" lalu saya pangku, saya tapping (puk puk) pahanya, alhamdulillah dia dengan mudahnya tidur. Pasca penyapihan, anak jadi banyak makan jadi persiapkan banyak alternatif makanan tambahan ya bu. 😊

    Tantangan saya selanjutnya adalah ASI saya saat menyapih masih sangat banyak, otomatis rasanya sangat sakit saat lama tidak keluar, ngebagel. Lalu saya WA dokter anak Hamas, dr. Frecil, qodarullah beliau juga spesialis laktasi. Beliau bilang tak apa-apa diperah tapi jangan sampai kosong supaya tidak merangsang produksi ASI. Dan alhamdulillah sekarang membaik.

    Rasanya lega, 1 kewajiban alhamdulillah tertunaikan, saya rasa kunci penyapihan ini adalah ikhlas (karena banyak ibu yang belum rela masa meng-ASI-hinya berakhir), SABAR, konsisten dan yang terpenting adalah: libatkan Allah dalam prosesnya. Sampaikan disepertiga malam dan disetiap doa setelah shalat harapan ibu agar Allah mudahkan prosesnya.

    Baca juga: 40 PERTANYAAN UMUM YANG BANYAK DITANYAKAN PARA BUNDA SEPUTAR ASI #PART 1

    Bila kesabaran hampir habis saat anak rewel, berulang-ulang ucapkan yasir wala tu'asir (Ya Allah mudahkanlah jangan dipersulit) kemudian yakinkan anak bahwa kita tetap sayang sama dia, meskipun sekarang dia sudah tidak mimi lagi.

    Tulisan ini hanya sharing opini saya berdasarkan pengalaman ya Bun. Setiap anak pasti berbeda tipe dan karakternya. Pun setiap orang tua pasti punya kebijakan mengambil metode terbaik untuk anaknya. Selamat menyapih dengan penuh kesabaran ya Bunda 😊

    Baca juga: 7 HAL PENTING INI YANG HARUS BUNDA PERSIAPKAN SEBELUM MENYAPIH ANAK

    ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    Nah, itu dia Bunda cara menyapih dengan Al-Quran. Tetap semua dikembalikan lagi pada Bunda mau pakai metode menyapih yang mana. Yang penting jangan pakai yang oles-oles atau pahit-pahit lagi ya Bun untuk anak kita. Karena memang cara begitu sudah kuno dan tidak disarankan lagi oleh tenaga medis mau pun dilihat dari sudut parentingnya.

    Jika, Bunda ingin menggunakan cara menyapih dengan Al-Quran ini, memang sebaiknya anak disounding dan dikurangi frekuensi menyusunya jauh-jauh hari bahkan beberapa bulan sebelum masuk H-7 nya seperti yang dilakukan Ummi Yussi, agar anak tidak terlalu kaget ketika di sapih. Kan kasian ya Bun kalau anak langsung diberhentikan tiba-tiba hanya dalam waktu seminggu.

    Dan Saya ucapkan terima kasih kepada Ummi Yussi yang sudah berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menyapih dengan Al-Quran ini. Nah, adakah Bunda yang mau berbagi pengalamannya dalam menyapih anak? Sharing yuk di sini 😉


    Sunday, June 17, 2018

    Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus

    cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus
    www.mormonchannel.org

    Apa Bunda memiliki anak berkebutuhan khusus? Suka merasa khawatir jika anak diejek oleh anak-anak yang lain karena kekurangannya? Khawatir jika ia tidak memiliki rasa percaya diri pada dirinya sendiri karena ia berbeda dari yang lain? Lalu, bagaimana cara kita sebagai orangtua dapat menanamkan rasa percaya diri pada anak sedini mungkin?

    Hmmm sebagai orangtua banyak sekali ya Bun yang menjadi kekhawatiran kita dan ini wajar sekali, terutama karena kita memiliki anak berkebutuhan khusus. Dimana, tidak semua orang memahami dan mau tahu tentang dunia anak kita. Sebenarnya, rasa tidak percaya diri bisa menghinggapi siapa pun, tetapi bagi anak berkebutuhan khusus, memiliki kecenderungan rasa tidak percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak pada umumnya.

    Baca juga: ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    Itu semua, karena mereka merasa berbeda dari kebanyakan anak dan melihat diri mereka sendiri dengan banyak kekurangan. Tugas kitalah sebagai orangtua dalam membantu anak untuk menemukan sisi positif pada dirinya, sehingga anak tidak terfokus pada kekurangannya  tetapi pada kelebihannya.

    Bagaimana caranya? Caranya dimulailah dari rumah. Karena sebelum kita mempersiapkan anak ke dunia luar, yang pertama kita lakukan adalah menguatkan anak dari dalam. Yaitu dimulai dari rumah dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus itu tidak instan ya Bun. Perlu waktu, perlu proses, perlu ilmu, perlu kesabaran, perlu doa dan yang terpenting harus ditanamkan sedini mungkin.

    Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus


    orangtua dengan anak berkebutuhan khusus
    Pixabay

    Beberapa kali saya mengisi seminar parenting online, memang banyak pertanyaan yang dilontarkan pada saya dari orangtua dengan anak berkebutuhan khusus yang memang sedang kebingungan dan khawatir bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anaknya. Salah satu pertanyaannya berasal dari

    Baca juga: 11 HAL INI YANG SEBAIKNYA TAK DIKATAKAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    Bunda Erni (Bandung)

    Bunda, saya memiliki anak berusia 8 bulan. Anak saya cacat lahir sumbing dan langit-langit. Bagaimana cara nyata (seperti apa contohnya) untuk menumbuhkan kepercayaan diri pada anak berkebutuhan khusus

    Jawaban

    1. Belajar menerima anak apa adanya
    Hal pertama kali yang kita lakukan dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak adalah menerima anak apa adanya. Ketika kita telah menerima kekurangan anak apa adanya, pada saat itulah kita akan bisa melihat anak dengan banyak kelebihannya. Mengapa? Karena kita tidak lagi memiliki banyak ekspektasi yang tinggi pada anak. Sehingga, kita bisa mensyukuri hal kecil apa saja yang anak lakukan terutama pada anak berkebutuhan khusus.

    Karena bagaimana kita akan menumbuhkan rasa percaya diri anak, jika kita orangtuanya pun belum bisa menerimanya dengan apa adanya

    2. Buatlah anak merasa dicintai oleh kita
    Jika anak merasa dicintai oleh orangtuanya, maka akan menumbuhkan rasa percaya diri anak pada dirinya sendiri dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan memiliki penghargaan diri yang tinggi pula pada dirinya

    3. Sering berikan anak sentuhan fisik 
    Seperti memeluk anak, merangkul anak, membelai anak dan katakan bahwa kita menyayanginya

    "Bunda, sayang Dede"
    "Love, You sayang"

    4. Berikan anak kata-kata yang positif
    Berikan anak kata-kata positif dan jangan pernah melabeli anak dengan kata-kata yang negatif

    " Wah, anak bunda hebat sudah mau berusaha"
    "Terima kasih, sayang sudah mau membuang sampah pada tempatnya"
    "Assalammualaikum anak Bunda yang cantik "

    Kata-kata yang positif yang selalu diberikan orangtua pada anak, akan membangun konsep diri yang positif pula pada jiwa anak. Ini  akan meningkatkan rasa percaya diri anak kelak. Sehingga, anak tak akan mudah down ketika suatu hari nanti ia dibully oleh orang lain. Kata-kata positif bisa berupa pujian atau kata-kata motivasi

    5. Berikan anak reward
    Ketika anak berhasil atau telah berusaha melakukan sesuatu. Jangan lupa berikan anak reward berupa pujian, pelukan, dll. Agar anak tumbuh dengan motivasi yang baik  "bahwa aku juga bisa, lho" karena ia memiliki orangtua yang suka menghargai proses usaha dan belajarnya. Maka, cara ini pun akan membangun rasa percaya diri anak dengan sendirinya

    6. Bangun bonding yang kuat dengan anak
    Ketika orangtua mampu membangun bonding yang kuat dengan anak. Maka, anak akan selalu punya tempat untuk dia pulang dalam menguatkan dirinya ketika ia mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau ketidaknyaman di luar sana karena kekurangannya

    Misalnya ketika anak diejek karena fisiknya. Ia akan mudah bangkit dari rasa sedihnya karena ia memiliki keluarga yang hangat dan menerimanya apa adanya. Intinya jaga  komunikasi dan ikatan hati dengan anak

    7. Temukan kelebihan atau bakat anak.
    Temukanlah kelebihan atau bakat anak, lalu gali dan asahlah bakat tersebut hingga muncul ke permukaan. Bakat atau kelebihan mampu menutupi kekurangan anak di depan dirinya atau pun di depan orang lain.

    Misalnya anak jago main piano, atau berprestasi di sekolahnya dalam bidang olahraga, atau kelebihan anak di bidang yang lainnya. Asahlah itu. Tetapi, kelebihan itu tidak selalu sesuatu yang tampak oleh banyak orang ya Bun. Bisa saja anak kita tidak jago atau tidak memiliki prestasi apapun. Tetapi, dia anak yang baik dan berhati lembut. Bukankah itu lebih mahal dari apapun?

    "Apapun keadaan anak kita, buatlah anak merasa akan selalu jadi bintang di  hati kita"

    8. Latih kemandirian anak sejak dini
    Latihlah kemandirian anak sejak dini dan sesuai dengan usianya. Misalnya makan sendiri, mandi sendiri, dll. Ketika anak mampu mengerjakan sesuai dengan kemampuannya. Maka, anak akan percaya kalau dia bisa mengerjakan sesuatu, karena ia telah terbiasa diajarkan mandiri oleh orangtuanya.

    Ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak juga. Bahwa dia bukan anak yang lemah dan bukan pula anak yang manja yang tidak bisa apa-apa. Terbiasa mandiri akan menumbuhkan rasa bahwa "saya bisa"

    9. Doa
    Bunda, segala usaha kita pasti akan sia-sia pada akhirnya. Jika, di dalam usaha tersebut tidak meminta campur tangan pemilik-Nya dalam memberikan yang terbaik untuk anak kita. Untuk itu, libatkanlah Dia dalam setiap langkah dan usaha kita dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kita. Karena tanpa Dia, apalah artinya kita ini

    10. Dll

    Itu dia Bunda, cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus. Semoga apa yang saya bagikan ini bisa memberi manfaat dan memotivasi para orangtua dengan anak berkebutuhan khusus dimanapun mereka berada. Semangattt selalu teruntukmu, Bunda 😘

    Baca juga: CARA MERAWAT DAN MEMBESARKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS



    Tuesday, June 12, 2018

    Bunda Bingung Menghadapi Perbedaan Pola Asuh dengan Orangtua Terhadap Anak? Begini Cara Menyiasatinya

    bunda bingung menghadapi perbedaan pola asuh dengan orangtua terhadap anak? begini cara menyiasatinya
    Pixabay

    Apa kabar Bunda? Bagaimana puasanya? Lancar kan ya? Udah pada mudik belum? Tepat sekali ya Bun, momen lebaran saat ini bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak kita. Berarti liburnya lama banget nih. Nah, adakah para Bunda yang galau atau sedang bingung, gimana sih caranya walau anak-anak di rumah kakek neneknya tetapi tetap menjalankan kebiasaan yang baik seperti yang dilakukan di rumah? Atau bagaimana cara menyiasati adanya perbedaan pola asuh kita dengan orangtua terhadap anak selama liburan?

    Baca juga: INI DIA 5 KESALAHAN POLA ASUH GIZI PADA ANAK YANG JARANG DIKETAHUI ORANGTUA

    Hmmn memang nggak mudah ya Bun, apalagi yang kita hadapi adalah orangtua kita baik itu mama papa kita apalagi mertua kita. Kalau berbicara dengan mama papa kita sendiri, kita bisa lebih nyaman. Tetapi, bagaimana dengan mertua? Pastinya ada perasaan canggung atau takut salah ya, Bun. Apalagi buat ibu baru. Siapa yang kayak gitu? Sayaaaa hahaha. Tetapi, untungnya saya termasuk harus bersyukur sih karena mempunyai mertua yang pengertian dan menghormati pola asuh saya dan suami. Makasih Amih dan Apihnya, Erysha 😘

    Ceritanya selain mudik ke rumah orangtua sendiri, saya pun mudik ke rumah mertua. Dan saya ingin menuliskan ilmu ini sebagai pengingat diri saya sendiri dan siapa tau bisa bermanfaat untuk orang lain. Oh ya, tulisan saya ini adalah tulisan colab saya dengan Bunda Eni. Nah, kalau Bunda memilih lebaran bersama ibu atau mama (mertua)? Boleh banget nih baca ceritanya Bunda Eni di sini ya

    Lebaran Memilih Bersama Ibu atau Mama (Mertua)?

    Pola Asuh yang Umumnya Berbeda dengan Orangtua dan Cara Menyiasatinya


    perbedaan pola asuh dengan kakek dan nenek anak-anak
    Pixabay

    Sebenarnya pola asuh apa sih yang secara umum berbeda antara kita dengan orangtua?

    1. Kekek nenek yang suka memanjakan anak
    Suka mengamati nggak sih Bun, kalau kakek nenek itu sukaaaaa sekali memanjakan anak-anak kita. Semua keinginan anak kita itu dituruti. Mau ini silahkan mau itu silahkan. Semuanya terserah anak dan maunya anak.

    Terkadang suka bikin kita gemes ya di dalam hati. Padahal selama ini, kita nggak mengajarkan anak dengan cara memanjakannya. Tetapi, ketika sampai di rumah kakek nenek, semua itu berubah. Padahal kita tahu, bahwa tidak semua keinginan anak itu perlu diikuti karena itu tentu tidak baik untuk anak ke depannya.

    Kalau sudah begitu apa yang harusnya kita lakukan? Tarik nafas dan turunkan standar kita. Mengapa? Selama cara memanjakan kakek nenek tidak keluar dari prinsip kita. No problem. Biarkan kakek neneknya menumpahkan rasa kasih sayang mereka dengan cara memanjakan anak kita. Toh, sifatnya kan kali-kali ya, nggak sering-sering. Karena memang sedang liburan. Itu salah satu bentuk cara kita menyenangkan hati orang tua pula

    2. Kemandirian
    Kemandirian ini juga termasuk pola asuh yang berbeda antara kita dengan orangtua. Misalnya kita terbiasa mengajarkan anak untuk makan sendiri, mandi sendiri, berpakaian sendiri. Tetapi, kakek nenek malah ingin menyuapi anak kita, memandikan anak kita dan melayani anak kita. Akhirnya, kita lagi-lagi jengkel sendiri, namun di pendam dalam hati. Adakah yang begitu? hahaha. Banyak yaaaa apalagi bingung kalau sama mertua hahaha #CumaMenantuYangTahuRasanya 😂

    Baca juga: AYAH BUNDA! YUK, KITA AJARKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK SEJAK DINI

    Kalau begitu, kita bisa menyiasatinya dengan berkata "Erysha hebat lho, Ma udah bisa makan sendiri. Ayo, Erysha makan sendiri, yuk!" (sambil mengarahkan anak untuk makan sendiri). Kata-kata ini secara tidak langsung, memberitahu orangtua bahwa anak kita sudah bisa sendiri. Apalagi, setelah melihatnya secara langsung. Jadi, kakek neneknya pun jadi tahu deh, bahwa cucunya ini sudah mandiri dan menjadi bangga pada anak kita dan memuji kita hebat dalam mendidik cucunya *Uhuk

    3. Pola makan
    Sebagai seorang ibu, kita suka punya taktik sendiri ya, Bun bagaimana caranya agar anak mau makan. Seperti tidak memberikan cemilan berdekatan dengan jam makan anak, karena bisa membuat anak malas makan nantinya yang disebabkan oleh kenyang.

    Baca juga: MENGHADAPI ANAK GTM ATAU SUSAH MAKAN

    Tetapi, ketika berada di rumah kakek neneknya suka berubah ya Bun. Kalau liburannya hanya sebentar sih, nggak apa-apa. Tetapi, kalau liburannya lama. Itu bisa menjadi masalah dan menjadi tidak terpenuhinya gizi anak atau pola makan anak menjadi berantakan. Kalau anaknya sudah besar, anak sudah tahu dengan pola makannya sendiri. Tetapi, kalau masih kecil kan repot ya. Nah, kalau anak masih kecil, sebaiknya kita yang tetap memegang peranan dalam pemberian makan pada anak

    Misalnya dengan berkata "Nenek, Dede sebentar lagi makan. Khawatirnya kalau di kasih cemilan sekarang, nanti Dedenya nggak mau makan". Katakan seperti itu dengan bercanda, hangat dan tanpa menggurui. Alasan di atas pasti mudah diterima logikanya oleh orangtua. Sehingga kakek neneknya pun ikut berpikir "oh iya ya, nanti bisa kenyang ama cemilan"

    Tapi kalau kali-kali makan anak berantakan ketika bersama kakek dan neneknya. Tidak apa-apalah ya Bun.

    4. Tontonan
    Bunda sadar nggak sih dengan tontonan zaman sekarang itu begitu mengkhawatirkan? Tentang kehidupan komsumtif, materialistis, kekerasan, menjurus pada pornografi, bahasa yang kasar, pembullyan dan semua itu diapik semenarik mungkin dalam tontonan acara-acara di TV seperti sinetron, acara musik, berita yang vulgar dll yang semua itu kurang baik juga kita tonton sebagai orang dewasa apalagi oleh anak-anak. Hanya saja, banyak oleh kita yang tidak menyadari dampak dari tontonan itu untuk kita dan anak-anak kita.

    Jadi, jangan heran mengapa sekarang banyak kasus perselingkuhan, pembunuhan, anak masih kecil udah pacaran, kekerasan, bully dll pada saat ini, itu semua salah satu pemicunya adalah dari tontonan negatif yang kita tonton dan kita lihat secara berulang-ulang yang tanpa kita sadari akhirnya itu semua terekam di dalam otak kita dan memberikan pemahaman yang salah pada diri kita. Dan kita menganggap itu menjadi biasa.

    Jadi, kalau di keluarga besar kita ada yang menonton tayangan yang memang bukan untuk anak-anak atau menonton TV nya berlebihan. Kita bisa mengalihkan perhatian anak dengan mengajak anak jalan-jalan di sekitar rumah, bermain mainan edukasi, baca buku atau membuat kegiatan positif lainnya untuk anak. Karena kita nggak mungkin dong ya Bun banyak melarang keluarga kita untuk tidak menonton di dekat anak-anak kita. Karena bagaimana pun juga, kita dalam keadaan bertamu. Ingat pepatah

    "Dimana kaki berpijak, di situlah langit dijinjing"

    Jadi, sebaiknya fokus kita hanya pada anak-anak saja

    5. Bahasa
    Nah, pada umumnya yang namanya kakek dan nenek itu kan suka khawatir ya ama cucunya. Jadi, tanpa disadari mereka akan banyak melarang sesuatu yang mereka anggap tidak baik seperti melihat anak manjat yang dangkal dilarang, main pasir dilarang? Dll. Jadi, sering menggunakan kata larangan pada anak.

    Kalau udah begitu, biarkan saja Bunda. Ingat, toh mereka bersama kakek dan neneknya hanya sebentar. Tak perlu kita banyak melarang pada orangtua, khawatirnya bisa membuat mereka tersinggung. Paling kita bisa mengantipasinya "Iya, Ma. Saya akan mengawasi anak-anak" atau senyumin saja

    6. Dll

    Hal yang Perlu Kita Ingat Tentang Kakek Nenek


    Bunda, walau pun pola asuh kita berbeda dengan orangtua. Ada yang harus kita ingat, bahwa niat orangtua kita itu selalu baik. Karena tidak ada kakek nenek yang berniat tidak baik pada cucunya dan suatu hari nanti, kita pun akan menjadi seorang nenek dan mertua. Pemahaman inilah yang harus kita gigit baik-baik, agar kita mau pula bertoleransi dan bersabar dengan mereka, jika menemukan sesuatu yang kurang sesuai dan ajaklah anak-anak kita untuk mengambil nilai-nilai yang positif dari kakek neneknya. Ingatlah tidak semua kakek nenek berbeda pola asuhnya dengan kita

    Cara Berkomunikasi pada Anak, Agar Anak Tetap Menjalankan Pola Asuh Kita Walau di rumah Kakek Neneknya


    cara berkomunikasi yang positif dengan anak
    Pixabay

    Bunda, ketika kita mengajak anak berlibur baik itu bersama kita atau pun tanpa kita. Walau pun pola pengasuhan dan pendidikan terhadap anak adalah tetap hak privacynya kita sebagai orangtua. Tetapi, tetap kitalah yang sebaiknya mengikuti aturan dimana kita berada. Jadi, sebelum liburan kita perlu ajak anak bicara, tugas kita cukup memberikan penguatan pada anak. Nah, bagaimana ya cara berkomunikasinya pada anak?

    Bunda: "Kak, nanti kita mau liburan lho ke rumah Kakek dan Nenek. Di sana ada banyak orang dan saudara sepupu. Pasti seru ya liburannya karena Kakak punya banyak  teman terus bisa main juga sama Kakek dan Nenek. Kakak seneng kan ya?"

    Kakak: oh iya Bun seneng dong. Jadi, nggak sabar ya Bun"

    Bunda: "iya"

    (Sampaikanlah sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan pada anak, lalu ungkapkanlah apa yang Bunda harapkan dari anak)

    Bunda: Nanti di rumah Kakek dan Nenek, Kakak tetap anak yang hebat, kita kan punya beberapa kesepakatan di rumah, dan Bunda akan senang sekali kalau Kakak tetap menjalankan kesepakatan kita selama ini. Bunda yakin Kakak bisa"

    Sampaikan dengan rasa penuh kepercayaan pada anak dan kasih sayang. Pastikan anak bahwa kita percaya padanya. Dan jangan lupa Bunda, selalu peluk anak setiap kali kita selesai menyampaikannya

    Nah, itu dia Bunda cara menyiasati perbedaan pola asuh kita dengan orangtua terhadap anak dan cara mengkomunikasikannya pada anak. Kalau Bunda sendiri ada cerita apa nih selama liburan bersama anak ke rumah orangtua? Sharing yuk di sini. Semoga bermanfaat ya





    Thursday, June 7, 2018

    Makna Usia 30 Tahun Bagiku dan Caraku Mempersiapkannya

    makna usia 30 tahun bagiku dan caraku mempersiapkannya
    Pixabay

    Tak terasa kemarin yaitu tanggal 6 Juni 2018, tepat aku memasuki usia 30 tahun. Ada yang samakah usianya denganku? Ada yang sama galaunyakah denganku? Yup, Usia yang ternyata memang sudah tidak lagi muda ya Bun. Walau hati rasanya sulit sekali menerima "Wah, ternyata aku sekarang udah tua ya. Hiks...hiks.. hiks". Padahal, aku lupa bahwa tua itu pasti. Nah, bagaimana caranya bukan hanya sekedar tua saja yang kita dapatkan? Tapi seharusnya ada kedewasaan dan kebijaksanaan di dalamnya. Hahhh *tarik nafas

    Terus ada juga yang memberatkan hatiku, bahwa di usia 30 tahun itu, rasanya udah ibu-ibu banget ya. Padahal lagi-lagi aku lupa bahwa aku kan memang sudah menjadi seorang ibu. Lalu, kenapa harus nggak mau ya kayak ibu-ibu. Hadeuh-hadeuhhhh (inget umur Yeni!) *istigfar. Maklum namanya juga perempuan ya, kalau urusan umur dan berat badan itu, rasanya sensitif sekali hahaha, termasuk aku.

    Lalu, disaat sulit sekali aku menerima usiaku yang sudah 30 tahun ini. Membuatku lupa, bahwa seharus betapa aku mesti banyak mensyukuri banyak hal bahwa Allah telah memberikanku kesempatan dan usia sejauh ini. Hingga aku masih bisa bersama dan menatap orang-orang terkasih. "Maaf ya Allah" (lagi-lagi istigfar).

    Awalnya aku pikir, ulang tahunku akan sama seperti ulang tahun ulang tahun yang lalu. Tetapi, sungguh memulai usia 30 tahun itu berbeda, karena usia 30 tahun itu adalah dimulainya fase baru dalam kehidupan seseorang yang berbeda dari fase-fase sebelumnya. Membuatku merenung, memaknai, dan mempersiapkan sesuatu yang mestinya aku persiapkan untuk memasuki usia kepala 3.

    Makna Usia 30 Tahun Bagiku dan Caraku Mempersiapkannya


    ulang tahun
    Pixabay

    1. Belajar menerima
    Belajar menerima tentang kenyataannya bahwa usia 30 tahun adalah fase yang segala sesuatunya semakin menua. Baik itu dari segi usia, kondisi fisik, kondisi kesehatan dll.

    Walau begitu, fase di usia 30 tahun bukanlah fase yang begitu menyakitkan andaikan kita membersamainya dalam sebuah kedewasaan. Fase yang seharusnya kita telah menemukan identitas diri, mantap dalam mengambil keputusan, stabil,  profesional, bijak dll. Jadi, belajar menerima fase ini lebih baik agar kita bisa berdamai dengan diri sendiri dan bisa mempersiapkannya dengan lebih baik lagi

    2. Semakin sadar akan sebuah kematian
    Semakin bertambah usia kita, menyadarkan kita bahwa kita semakin mendekati kematian. Karena

    "Kita berasal dari tanah, maka akan kembali lagi pada tanah"

    Itu semua membuat kita seharusnya tak pernah lupa bahwa kita hidup selalu diintai oleh kematian. Semua hanya tinggal waktu dan semoga ketika kelak kita kembali pada-Nya dalam keadaan yang penuh ridhaNya.

    Walau begitu, tetap hati kecil kita ingin ya Bun berharap masih diberikan usia yang panjang dan berkah agar bisa membersamai orang-orang tercinta kita, terutama anak-anak kita.

    3. Evaluasi diri
    Di fase ini membuatku kembali merenungi tentang beberapa episode perjalanan hidup yang telah lalu. Apa yang kurang dan apa yang perlu diperbaiki di usia 30 tahun ini dan apakah semua resolusiku sudah tercapai atau tidak.

    Baca juga: SUDAHKAH KITA MEMBUAT RESOLUSI UNTUK MENJADI SESEORANG YANG PRODUKTIF DALAM HIDUP KITA?

    Bukan cuma itu, aku mengevaluasi semuanya baik dari segi personal, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan manusia yang lain, dll. Masih ngerasa belum memberikan yang terbaik dalam setiap peran yang ku jalani. Masih banyak yang belum baiknya dan PR nya. Karena

    "Ketika kita merasa diri kita telah baik. Pada saat itulah sesungguhnya kita telah berhenti belajar untuk semakin lebih baik lagi"

    4. Jaga kesehatan
    Di usia ini seharusnya membuatku sadar bahwa fisikku tak lagi sekuat dulu. Sekarang aja sakit asmanya lebih sering kambuh dibandingkan dulu. Daya tahan tubuhku kita semakin menurun dengan seiring bertambahnya usia. Membuat ku sadar bahwa kita harus mulai memberikan perhatian lebih pada kesehatan kita di usia yang mulai rentan dengan penyakit ini.

    Targetku dalam menjaga kesehatan:

    ✔️ Menjaga makanan
    Nggak bisa sering-sering lagi sembarangan makan dan buat Bunda yang masih suka makan junk food, harus dikurangi nih

    ✔️ Mengurangi begadangnya
    Siapa yang suka begadangggggg? Rasanya hampir kebanyakan emak-emak itu suka begadang ya. Karena biasanya me timenya emak-emak itu malam hari ketika semua orang udah tidur dan semua pekerjaan sudah dibereskan. Karena kalau seharian siang, kita lebih banyak menghabiskan waktu mengurus anak, suami dan rumah ya Bun atau pekerjaan di luar.

    Begitu juga denganku. Malam adalah waktunya aku menghibur diri dengan bersosialisasi di dunia maya. Karena bagi ibu rumah tangga yang lebih banyak di rumah. Bersosialisasi di dunia maya itu adalah salah satu kesenangan. Selain itu malam adalah waktuku untuk belajar, menulis dll.

    Tapi sekarang ternyata kalau udah usia 30 tahun. Harus dikurangi banget nih begadangnya. Jadi, harus ngatur waktu lagi

    ✔️ Olahraga
    Harus maksain diri buat olahraga. Biasanya cuma jalan kaki aja. Itu juga cuma bentar. Hadeuhhh

    5. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan 

    menulis dan menyusun rencana
    Pixabay

    Di usia 30 tahun kita harus punya rencana yang lebih matang lagi dari sebelumnya. Karena usia 30 tahun bukanlah usia untuk bermain-main. Dan ini rencanaku

    1. Rencana program hamil
    Sebagai perempuan yang memiliki kendala di usia. Membuat aku harus memiliki rencana program hamil anak ke dua dan ke tiga. Pengennya sih 3 aja. Semoga ama Allah di Acc. Punya anak ke dua pengennya di usia segini dan pengen punya anak ke tiga di usia segini. Yah, namanya juga berencana boleh dong. Tetapi tetap kapan punya anaknya adalah hak privacy Allah. Kita cuma berusaha sambil berdoa saja.

    Jadi, buat Bunda-Bunda. Jangan suka nanya ya ke bunda-bunda lainnya "Kapan punya anak?". Soalnya terkadang untuk sebagian orang, pertanyaan itu bisa menyakitkan. Bisa jadi mereka udah berusaha, tetapi belum di kasih sama Allahnya. Jangan sampai karena kata-kata kita, kita ngelakuin dosa yang nggak kerasa. Iya kan?

    2. Rencana kuliah lagi
    Walau udah memasuki kepala 3. Aku masih pengen kuliah lagi. Pengen kejar cita-cita kalau anak-anak udah pada agak gede nanti. Menjadi ibu rumah tangga bukanlah alasan kita untuk mengubur mimpi-mimpi kita. Kita hanya menundanya sebentar untuk sesuatu yang lebih prioritas lagi. Dan ada yang harus kita ingat bahwa setiap orang memiliki ukuran sepatu yang berbeda-beda. Jadi jangan pernah mengukur sepatu orang lain sama dengan ukuran sepatu kita begitu pun sebaliknya

    3. Menjadi Blogger Profesional
    Menulis dan menjadi seorang blogger adalah salah satu caraku untuk berbagi. Begitulah caraku untuk memiliki peran di masyarakat. Karena sesungguhnya kita punya tanggung jawab bersama untuk mengedukasi masyarakat kita dan lakukanlah dengan cara kita masing-masing. Karena setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.

    Baca juga: PENTINGNYA MENULIS BAGI SEORANG IBU

    Baca juga: SATU TAHUN NGEBLOG. 8 HAL INI YANG TIDAK TERDUGA SAYA CAPAI

    Nah, begitu caraku memaknai usia 30 tahun dan cara mempersiapkannya. Kalau cara Bunda gimana? Boleh banget nih berbagi ilmunya untuk aku yang baru ini 😉

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES