• Friday, May 10, 2019

    Apa yang Akan Menjadi Target Ramadhan Kita Tahun Ini?

    target ramadhan tahun ini
    Pixabay


          Pernah nggak sih kita berpikir apa yang akan menjadi target ramadhan kita tahun ini (2019) atau apa yang menjadi goals kita di ramadhan ini? Ataukah kita ingin menjalani semuanya mengalir begitu saja apa adanya tanpa progress perbaikan diri?

    Kalau ditanya apa yang menjadi target ramadhanku tahun ini? Jujur aku malu menjawabnya. Pada saat orang lain memiliki target ramadhannya tahun ini bisa menghapal beberapa surat, bisa khatam beberapa kali Al-Quran atau bisa berbagi dengan banyak harta atau apa yang mereka miliki, sedangkan aku masih terjebak di sini.

          Yah aku malu dengan mereka-mereka yang memiliki kualitas diri yang begitu tinggi itu. Karena orang-orang yang berkualitas selalu ingin belajar dengan target-target kehidupan yang berkualitas pula. Selalu berusaha untuk lebih baik lagi dalam setiap waktu. Perlahan namun pasti.

    Sedangkan aku, apa aku ini merasa diriku buruk sekali. Namun, aku harus jujur pada diriku sendiri. Aku belum mampu melangkah cepat ke arah sana untuk saat ini dan aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa saat ini aku dalam keadaan tidak baik. Karena ada sesuatu yang perlu ku perbaiki terlebih dahulu dan lagi dari diriku yang terdalam. Apa itu? Yaitu "HATIku".


    merenung tentang makna kehidupan di bulan ramadhan
    Merenung tentang makna kehidupan di bulan ramadhan


          Aku ingin memberikan vitamin-vitamin untuk hatiku, menyiraminya dan menjadikannya pondasi yang kuat di dalam diriku

          Yup, aku belum bisa melangkah jauh pergi dengan keadaan hatiku yang seperti ini. Keadaan hati yang belum baik, keadaan hati yang lebih banyak lalai mengingatNya, keadaan hati yang lebih banyak mengeluhnya daripada bersyukurnya, keadaan hati yang mulai lelah dan bosan dengan sesuatu keduniawian.

          Urusan keduniawian itu begitu menyibukkan kita. Hingga semua hanya terasa monoton. Tanpa disadari kita sholat bukan karena kebutuhan kita tapi hanya sebuah rutinitas. Ketika kita mengaji hanya sekadar penggugur kewajiban bukan sebagai pengobat hati. Ketika kita berbuat baik tidak selalu berdasarkan dari hati tapi karena itu kewajiban.

          Astagfirulloh. Kalau mengingat-ngingat diri seperti ini membuatku benci dengan diriku sendiri dan aku tak ingin seperti ini terus. Aku selalu takut waktuku ini akan habis, aku selalu takut jika menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki diri. Aku takut termasuk dalam barisan-barisan orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri dan orang yang rugi kelaknya dan aku takut mati dalam keadaan belum baik. Takut sungguh takut

    Baca juga: JIKA INI MENJADI RAMADHAN TERAKHIRKU

    Aku ingin merenung akan semuanya, memperbaiki diri untuk selalu lebih baik lagi, ingin menghidupkan hatiku agar kembali bersinar yang selama ini hampir redup karena terpaan dunia.  Astagfirulloh huhuhu. Maafkan hamba ini ya Allah.


    Apa yang Akan Menjadi Target Ramadhanku Tahun Ini?


    apa tujuan ramadhan kita tahun ini
    Pixabay

    Lalu apa yang menjadi targetku di Ramadhan ini?

    1. Target internal
          Nggak mau yang muluk-muluk dulu.  Aku ingin memulainya dari diri sendiri dan dari hal-hal yang terkecil. Sederhana namun berarti. Sederhana namun tidak selalu mudah untuk dijalankan. Apa itu? Aku ingin kembali shalat dengan hati lagi.

          Bukan hanya sekedar rutinitas, bukan hanya sekedar penggugur kewajiban. Tidak. Aku ingin kembali memperbaiki diriku denganNya, sang kekasih hati 💕. Tapi bukan berarti aku tidak melakukan kebaikan yang lain. Tidak. Hanya saja aku ingin fokus ke hal mana yang ingin ku perbaiki terlebih dahulu

    2. Target Eksternal
          Erysha kini sudah berusia 3 tahun 3 bulan. Sudah enak untuk mengenalkan banyak hal padanya termasuk mengenalkan puasa. Tapi bukan meminta dia langsung untuk berpuasa. Bukan.

          Usianya masih kecil sekali. Aku tak ingin terburu-buru mengajarkan sesuatu yang belum waktunya. Aku ingin dia mengenal Allah dan Islam itu dengan cara yang indah dengan cinta. Bukan dengan paksaan atau hukuman. Aku nggak mau. Segala sesuatu ada waktunya. Ada masanya.

    Lalu dengan cara apa aku mengenalkan puasa di bulan Ramadan ini pada anak?
    Karena usia Erysha masih kecil sekali aku mengenalkannya dengan cara yang sederhana,

    - mengenalkan puasa
    Mengajak anak mengobrol

    "Dede kalau puasa itu, kita nggak boleh makan dan minum dari Adzan shubuh sampai maghrib, nanti kalau adzan maghrib baru boleh"

    dan aku rencananya ingin beli buku cerita dengan tema ramadhan ke Erysha biar Erysha lebih mudah menangkapnya karena menarik untuk anak

    - mengajak anak sahur
          Kalau dia terbangun ketika waktu sahur aku mengajaknya untuk ikut sahur. Dia jadi belajar bahwa sebelum puasa sahur dulu. Tapi hal ini belum bisa aku lakukan soalnya akunya belum berpuasa dan Ayahnya pun sedang jauh. Jadi nggak bangun sahur deh T_T

    - mengajak anak memasak untuk berbuka puasa
    "Dede, ikut Bunda masak yuk. Bunda mau masak ayam kecap buat buka puasa nih"

    - membuat kegiatan ramadhan


    hiasan ramadhan dan idul fitri

          Nah, rencananya aku ingin mengajak Erysha membuat kartu ucapan selamat berpuasa nih. Jadi, nanti aku ingin ke toko buat beli bahan-bahannya dulu atau kalau Ayah Bunda mau, Ayah Bunda bisa juga lho mengajak anak membuat hiasan ramadhan. Lengkapnya tentang hiasan ramadan ada di sini ya "Hiasan Ramadhan dan Idul Fitri" klik aja warna merahnya ya

    - mengajak anak bersih-bersih rumah
          Mengajak anak-anak untuk bersih-bersih rumah sambil bilang ke anak

     "Dede, sekarang bulan ramadan dan sebentar lagi mau lebaran. Kita beresin rumah yuk"

    - mengajak anak untu berbagi 
         Ingin mengajak Erysha untuk berbagi makanan pada tetangga sambil mengenalkan ke Erysha kalau kita berbagi terutama di bulan Ramadhan Allah makin sayang ama kita

    Baca juga: 6 KEGIATAN POSITIF DI BULAN RAMADHAN YANG DAPAT MEMBENTUK KARAKTER ANAK SEJAK DINI

          Sementara itu dulu yang ingin aku kenalkan pada Erysha dan itu dulu yang akan jadi target aku di bulan Ramadhan ini. Receh banget ya targetku. Tapi tidak apa-apa ini adalah salah satu proses belajarku. Proses perbaikan diriku. Tolong didoakan ya 🙏. Karena aku selalu ingin menjadi manusia yang berkualitas karenaNya. Nah, itu dia target ramadhanku tahun ini. Apa goals atau target ramadhan Ayah Bunda di tahun ini?




    Tuesday, May 7, 2019

    Mengajarkan Toilet Training dengan Happy pada Anak

    mengajarkan toilet training dengan happy pada anak
    mamapapa.id

          Hai-hai Ayah Bunda. Sebenarnya aku pernah menuliskan tentang toilet training itu di sini "Toilet Training". Hanya saja kurang lengkap karena aku dapetin materi itu waktu kulwap parenting. Sekarang aku tulis ulang berdasarkan ilmunya dan pengalaman pribadi aku sendiri agar lebih lengkap ya dan memudahkan Ayah Bunda.


    Usia berapa kita mengajarkan toilet training pada anak?


          Ayah Bunda, jika kita berbicara tentang toilet training tentu kita harus tahu dulu ya sebaiknya dari usia berapa sih kita perlu mengenalkan toilet training ini pada anak? Nah, dari beberapa tulisan yang aku baca dan mengambil pendapat Bu Fitrie, Psikolog. Kita sudah bisa mengajarkan toilet training itu dari usia anak 1,5 tahun dan mengajarkan anak untuk mandi sendiri dari usia 3 tahun.

    Ini dikembalikan lagi dengan sikon kita dan anak ya Ayah Bunda. Walaupun memang semakin cepat dan sesuai usianya kita mengajarkannya akan lebih baik.

          Kenapa toilet training perlu dimulai dari usia 1,5 tahun nggak sebelum itu? Karena pada usia 1,5 tahun pada umumnya secara fisik anak sudah mulai bisa mengendalikan keinginanya untuk BAK dan BABnya. Tapi kalau dibawah itu belum mampu.


    Hal apa yang perlu kita persiapkan untuk toilet training ini?


    usia anak mulai diajarkan toilet training dan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam toilet training
    Pixabay

    1. Mental orang tua
          Kita harus siapin mental kita terlebih dahulu apalagi melihat anak di awal-awal proses belajar toilet trainingnya anak akan buang air kecil dan besar dimana saja

    Mental orang tua yang belum siap khawatirnya akan lebih rentan membuat anak mengalami trauma dan kurang menyukai proses belajarnya karena kita mengajarkan anak dalam keadaan emosi. Jangan lupa me time kita lebih dibanyakkin ya Bunda pas ini hahaha 😂

    2. Tenaga
          Pasti lelah ya tiap beberapa jam sekali kita ngepel dan bersihkan pipis atau pup anak di lantai. Jadi, jangan lupa siapkan makanan yang banyak buat kita. Jangan biarkan kita udah kelelahan terus kelaparan juga. Soalnya jadi bikin kita tambah emosian nanti ngajarin anaknya 😂

    3. Alat peraga
          Alat peraga ini untuk mengenalkan proses toilet training itu pada anak. Bisa dikenalkan lewat bercerita dengan buku, bermain peran dengan boneka atau membuat permainan stimulasi yang lainnya yang berkaitan dengan pengenalan toilet training ini. Mengenalkan anak dengan alat peraga membuat anak lebih mudah memahami belajar toilet training itu sendiri dengan cara menyenangkan

    4. Alat bantu toilet trainingnya
     - Dudukan closet untuk closet duduk

          Nah, kalau Ayah Bunda di rumah closetnya closet duduk, jadi perlu di bantu ya dengan dudukan closetnya untuk anak. Kayak gini ya gambarnya.


    dudukkan closet untuk anak yang belajar toilet training
    Gbr: Womentalk


    Aku beli dudukan closet ini di online shop. Kalau nggak salah harganya sekitar Rp. 60 - 75 ribu. Lupa aku berapa pastinya. Tapi Ayah Bunda jangan khawatir karena terpakai lama kok untuk anak kita

    Kenapa perlu dibantu? Soalnya kan lubang closet itu besar ya, jadi kalau nggak pakai dudukkan closet nanti pantat anak bisa masuk ke dalam closet.

          Tapi kalau Ayah Bunda di rumah closetnya closet jongkok. Nggak usah pakai alat lagi. Paling posisi anak di closetnya ketika buang air kecil dan besarnya bisa maju ke depan atau posisi menyamping. Soalnya kalau pas di tengah, bikin anak nggak nyaman karena closetnya terlalu lebar buat anak kecil

    - Sprei waterproof (nggak wajib)

          Selain mempersiapkan dudukkan closet untuk Erysha, aku juga membeli sprei waterproof jadi anti air gitu. Jadi, kalau anak pipis, kita nggak usah khawatir lagi pipisnya mengenai kasur. Waktu itu aku beli sprei waterproofnya harganya sekitar Rp. 120 untuk ukuran kasur no 2.


    sprei anti air (waterproof) untuk membantu toilet training anak
    Gbr: Shopee

          Nah, allhamdulillahnya spreinya bisa terpakai lama lho Aya Bunda. Jadi, walau anak sudah berhasil toilet training spreinya tetap bisa dipakai asalkan kita memang membeli bahan spreinya yang memang nyaman ya. Tapi sprei ini nggak wajib ya Ayah Bunda. Jika memang kita ingin hemat, kita bisa pakai perlak saja.

    Jangan sampai karena alasan ini membuat kita kurang bersemangat mengajarkan toilet training pada anak 😘


    Cara Mengajarkan Toilet Training pada Anak


    Sekarang kita masuk pada pembahasan inti ya Ayah Bunda. Bagaimana sih cara kita mengajarkan toilet training ini pada anak?

    1. Ajak anak bicara
    "De, besok kalau Ade pipis dan pup di kamar mandi, yuk!"
    Bisa juga dikenalkan dengan cerita lewat buku

    2. Langsung lepas diapers
          Kalau aku langsung lepas diapers seharian ama Erysha kecuali malam ya. Jadi, aku ngajarinnya lepas diapers siang dulu. Pelan-pelan. Soalnya aku belum sanggup kalau langsung lepas diapers siang dan malam sekaligus *aku sadar diri belum sanggup khawatir ga waras, emak kan butuh bahagia 😂 alah ngeles

          Langsung lepas diapers dan hanya menggunakan celana biasa itu lebih cepat mengajarkan toilet trainingnya pada anak. Karena kita lebih mudah mengenalkan pada anak, kalau celananya basah dan ada air yang keluar dari celananya itu namanya "pipis". Anak itu memang akan lebih cepat menangkapnya kalau memang dia melihat dan merasakan langsung. Maklum perkembangan otak anak usia dini belum bisa kita ajarkan sesuatu yang sifatnya abstrak

    4. Namai kegiatan "Pipis / Pup " pada anak
    Misalnya ketika anak pipis dan anak melihat langsung dia pipis. Kita bantu anak menamainya "wah Dede pipis ya" begitu juga kalau dia pup. Menamai ini agar anak tahu "oh itu namanya pipis/pup". Karena kan selama ini anak pakai diapers ya, jadi dia belum tahu langsung itu pipis atau pup seperti apa

    5. Amati frekuensi BAK/BAB anak
          Setiap anak kan mempunyai frekuensi BAK yg berbeda-beda. Apakah itu dia BAK setiap sejam atau 2 jam sekali atau berapa jam. Ketika kita sudah hapal dengan frekuensi ini, jadi membuat kita lebih mudah memprediksi waktu-waktu anak berkeinginan BAK dan amati ekspresi anak ketika mau BAB agar kita bisa lekas-lekas membawa anak k kamar mandi

          Awal-awalnya kita yang tatur anak ke kamar mandi untuk mengenalkan anak kalau BAK/BAB itu ke kamar mandi. Setelah anak tahu bahwa BAK/BAB ke kamar mandir, biarkan anak yang meminta atau bilang sendiri jika ingin ke kamar mandi. Agar anak paham bahwa BAB /BAK itu adalah kebutuhannya bukan kebutuhan kita

    6. Sering lakukan sounding pada anak
          Sering sounding pada anak kalau mau BAK/BAB ke kamar mandi. Misalnya sounding sebelum tidur malam, setelah bangun tidur dan siang hari diajak ngobrol


    sering lakukan sounding pada anak ketika fase toilet trainingnya
    Pixabay


    7. Konsisten dan Telaten
          Lakukan dengan konsisten dan telaten. Jika tidak konsisten nanti kita akan ngajarin anak ngulang lagi dari awal. Jadi, daripada kita lelah sendiri nantinya ngulang-ngulang lagi, jadi sebaiknya proses toilet training ini dilakukan dengan konsisten

    8. Berikan apresiasi pada anak
          Jangan lupa berikan apresiasi atas usaha anak seperti memberikan anak pujian "wah Bunda seneng ikh ngeliat Dede pipisnya ke kamar mandi"

    Berikan anak pelukan, tos dan lain-lain yang membuat anakpun senang atas usahannya

    9. Doa
          Jangan lupa berdoa semoga Allah memudahkan kita dalam mengajarkan anak dan diberikan kesabaran dalam membersamai anak kita karena mendidik itu butuh Dia.

    Jika anak telah berhasil siang tidak menggunakan diapers lagi, untuk selanjutnya kita bisa melatih anak lepas diapers pada malam harinya.

          Nah, kalau lepas diapers pada malam hari aku sengaja nggak banyakin minum ke Erysha kalau menjelang maghrib agar frekuensi BAKnya sedikit, terus sebelum tidur anak diajak ke kamar mandi dulu untuk pipis dan nanti tengah malam ajak lagi anak ke kamar mandi. Allhamdulillah dengan kesabaran, kekonsistenan, dan doa berhasil deh.

          Waktu itu diusia Erysha 1 tahun 9 bulan Erysha sudah bisa tanpa diapers pada siang hari. Rasanya itu senengggg banget dan haru. Proses dia belajar sampai berhasil nggak pakai diapers siang hari itu selama sebulanlah ya. Sebentar kok.

    Hanya saja setiap anak kan beda-beda ya Ayah Bunda, jadi jangan bandingkan anak kita dengan anak yang lain. Yang penting anak bisa belajar toilet trainingnya dengan happy dan kita pun happy mengajarkannya juga. Oh ya jika Ayah Bunda nanti sudah selesai dengan fase toilet training anaknya dan akan menyapih anak, bisa juga mampir ke sini ya "hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menyapih anak" atau "cara menyapih anak dengan Al-Quran" Selamat mencoba ya Ayah Bunda. Semoga bermanfaat 😘



    Monday, April 29, 2019

    Cara Menjadi Istri yang Baik untuk Suami

    cara menjadi istri yang baik untuk pasangan
    Pixabay


    Halo Ayah Bunda!
    Hari ini aku mau berbagi gimana sih caranya jadi istri yang baik untuk pasangan kita atau sebaliknya? Sebenarnya ketika aku nulis ini bukan berarti aku udah ngerasa jadi istri yang baik ya. Belummmmm. Masih banyak PR diri yang harus aku kerjain dari peranku ini sebagai istri. Tapi

    "Menjadi istri yang baik atau sebaliknya awal menjadi orang tua yang bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia"

           Karena minggu ini ada tulisan collab dengan blogger-bloger luar biasa seperti Teh Nurul dan Mba Dian dengan tema ini. Akhirnya, aku menulis ini. Aku masih berharap semoga tulisanku dan pemahamanku ini masih bisa memberi manfaat untuk orang lain

          Ayah Bunda, salah satu yang paling ku syukuri dalam hidupku adalah karena Allah memberikanku suami yang begitu baik padaku. Suami yang penyayang dan pengertian padaku. Itu semua membuat kami hampir 5 tahun pernikahan kami tidak pernah bertengkar adut mulut, berkata kasar, membentak, meneriaki apalagi sampai ada piring-piring melayang. Tidak pernah dan kami pun jarang bertengkar

          Tapi juga tidak memendam kemarahan yang dalam atau lama juga. Karena kami tahu, sebuah kemarahan yang dipendam dengan sangat lama bagaikan sebuah bom waktu yang akan meledak kapan saja dan bisa melahap apa saja. Dan kami tak mau itu terjadi.

    Apa sih yang membuat kami bisa menjalani pernikahan seperti itu dan bagaimana cara kami menyelesaikan permasalahan kami? Aku cerita sedikit di sini ya berdasarkan pemahamanku dan sekaligus untuk mengingatkanku

          Ayah Bunda menjadi seseorang yang baik untuk orang yang kita cintai itu pasti keinginan semua orang ya, begitu juga denganku. Bagiku menjadi pasangan yang baik itu proses belajar seumur hidup, tiada henti. Selama Allah masih mengijinkan kita untuk saling bersama selama itu kita harus terus belajar untuk lebih baik dengan peran kita sebagai istri begitu pun sebaliknya

    Bagaimana kita belajar untuk saling mengenal, saling memahami dan tetap bersama ketika cinta yang begitu menggebu-gebu seperti dulu awal pernikahan tak lagi terasa dan ketika badai dengan kuatnya menerjang pernikahan kita. Karena

    "Indahnya cinta itu bukan dimulai di awal-awal pernikahan kita tapi ketika kita tetap saling bergandengan tangan ketika cinta itu diuji dan kita masih bisa melaluinya bersama dengan rasa yang semakin kuat"

    Dan kita pun tak perlu mencari orang yang sempurna untuk bisa mendampingi kita seumur hidup kita. Ketika kita menemukan orang yang mau untuk terus belajar memahami kita, bukankah itu lebih dari kata cukup? Begitu sebaliknya dengan diri kita dan begini caraku menjalani pernikahanku


    Cara Menjadi Istri yang Baik untuk Pasangan 


    cara menjadi istri yang baik dan sabar
    Pixabay

    1. Taat
          Ketika kita ingin menjadi istri yang baik, tentu kita harus punya standart istri yang baik itu yang kayak apa sih? Nah, karena aku agamanya Islam ya. Otomatis aku ingin dong menjadi istri yang baik menurut Islam. Yaitu berpatokan kepada Al-Quran dan Hadist

    Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

    لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

    “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]

    Dari hadist di atas aku tahu bahwa betapa dalam Islam posisi suami itu begitu tinggi jadi perlu kita taati, turuti dan ikuti. Tinggi di sini bukan berarti suami jadinya seenaknya dan menginjak-injak hak istri atau harga diri kita sebagai perempuan menjadi turun. Nggaklah ya.

          Selama yang diminta suami adalah hal baik. Ya harus kita ikuti. Untungnya Ayahnya Erysha itu bukan tipe yang suka nyuruh ini itu. Ya akunya juga harus sadar diri juga sih ama tugasku 😂

    2. Nggak banyak menuntut pada pasangan
          Dulu awal pernikahan kita, aku itu suka berantem ama ayahnya Erysha wkwkwkwk 😂. Maklum namanya juga pengantin baru, jadi masih proses adaptasi apalagi kita beneran ga kenal sama sekali dan kenalnya lewat proses taaruf aja dan itu hanya sebentar. Tapi berantemnya ga sampai adu mulut. Cuma akunya aja yang suka manyun dan ngambek 😂.

    Tau nggak kenapa aku suka berantem? Karena dulu tanpa aku sadari, aku banyak nuntut ama ayahnya Erysha. Untung akunya cepet sadar. Kalau nggak, aku hanya menyakiti diriku sendiri karena ekspektasiku yang begitu tinggi dan menyakiti orang yang ku cintai. Sejak itu, aku berubah pelan-pelan hingga tuntutan itu jadi jauh berkurang hingga hari ini.

          Aku pun belajar bahwa cinta itu "memberi" bukan meminta apalagi menuntut. Karena jika kita mencintainya, kita akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai dan alangkah indahnya bukan jika semua orang bisa begini dalam mencinta? Ini masih jadi proses belajar aku juga

    Prinsip aku "aku harus bahagia dengan pernikahanku". Dan tidak banyak menuntut pada pasangan dan melihatnya dari banyak kebaikannya adalah salah satu caraku untuk bahagia di dalam pernikahanku dan kita bisa juga lho belajar bahagia dari anak. Lihat di sini ya "Belajar Bahagia dari Anak"

    3. Sering-seringlah melihat kebaikan suami
          Ayah Bunda aku mu lanjut cerita di atas ya. Kan dulu itu sebelum nikah aku sering nonton drama korea. Gara-gara kebanyakan nonton drama korea, aku sangka semua cowok itu kayak cowok drama korea gitu, romantis.

          Eh ternyata dapetin Ayah Erysha yang boro-boro romantis. Kayaknya itu buat katakan cinta ama istrinya aja dulu, geli 🤣. Mungkin karena nggak biasa kali ya 😂. Tapi jangan tanya kalau sekarang ya. Kalau sekarang-sekarang mah, dikit-dikit langsung jari tangannya ngebentuk lope sambil bilang "Sarange Bunda" wkwkwkw 😂. Malah aku yang geli jadinya sekarang 😂. Tapi aku seneng wkwkwk 😂

          Kalau dulu itu beneran aku suka sedih ternyata dia nggak romantis seperti yang aku bayangin. Tapi sejak itu aku belajar sesuatu. Mungkin dia memang bukan laki-laki yang pandai merangkai kata untuk berkata cinta, tapi aku bisa lihat setiap cintanya dibuktikan lewat perbuatannya padaku.

           Dia seorang laki-laki yang baik, suami yang baik, ayah yang baik untuk Erysha. Seseorang yang bertanggung jawab, seseorang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, seseorang laki-laki yang tak suka mengeluh padaku, walau ku tahu dia sedang sakit.

          Laki-laki yang selalu menatapku dengan cintanya, kasih sayangnya dan ku bisa rasakan itu semua di setiap kebaikannya yang ia lakukan untukku dan keluargaku. Aih nulis ini jadi bikin aku nangis. Karena betapa aku sangat beruntung memilikinya. Terima kasih ya Allah.

    Jadi, kalau Ayahnya Erysha melakukan kesalahan atau aku menemukan kekurangannya. Selama itu sifatnya bukan prinsip ya, aku berusaha memakluminya. Karena aku ingat

    "Bahwa laki-laki yang kita nikahi ini hanyalah manusia biasa. Bukan malaikat tanpa cela. Jad hal wajar jika ia memiliki kekurangan dan melakukan kesalahan. Layaknya kita yang tak sempurna pula bukan untuknya?"

    Jadi, ketika aku marah dan sudah tenang. Aku suka ingat-ingat lagi kebaikan suami. Bahwa kebaikannya jauh lebih banyak daripada salahnya. Apalagi perempuan itu konon katanya suka melupakan kebaikan suami. Aduh semoga kita nggak gitu ya *lagi ngomong ama diri sendiri.

    4. Bertanya pada diri
          Jadi aku itu ya kalau mau marah sama Ayahnya Erysha, aku itu suka nanya dulu ama diri aku

    "Layakkah aku marah karena hal ini?"

    Jadi aku suka menganalisa dulu permasalahannya. Ini masalah kecil atau besar? Ini hal penting atau nggak? Terus layak nggak sih karena hal ini kita berantem?

          Karena ngapain juga kan kita ngabisin energi kita, menjauhkan kita dengan pasangan hanya untuk meributkan hal-hal nggak penting? Kan sayang banget gitu. Bukan berarti meremehkan masalah ya Ayah Bunda. Bukan. Cuma harus belajar bijak menganalisa masalah *ngomong ama diri sendiri.

    Misalnya kalau suami kita sehabis mandi suka lupa matiin lampu. Ya tinggal bilang aja baik-baik. Jangan sampai kita berantem hanya untuk hal kecil. Yang penting sering diingetin aja, dari sering diingetin itu, suami kan jadi belajar juga mana yang kita sukai atau tidak.

           Jangan sampai suami sedang kelelahan baru pulang kerja malem, lapar, terus sehabis dia mandi kita ngomelin dia panjang lebar hanya gara-gara lupa matiin lampu. Akhirnya, dia tersulut emosi juga karena sedang lelah. Lalu apa yang terjadi. Ya perang besar dong hanya gara-gara hal sepele. Buat apa coba?

    Aku dapet pemahaman ini waktu aku baca buku best seller terjemahan luar yang judulnya "Berpikir Positif dan Berjiwa Besar". Salah satu intinya bahwa

    "Orang-orang yang berjiwa besar itu, tidak akan menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan nggak penting"

    5. Melihatlah dari dua sisi
          Perempuan itu kan suka baperan ya. Jadi, kalau perasaannya udah merajai hatinya itu, semua yang ia pikirkan itu hanya tentangnya...tentangnya...tentangnnya. Semua hanya tentang kebutuhannya saja hingga ia lupa melihat sisi yang lain. Siapa yang suka begitu aku 🙈.

          Yup, perempuan itu kalau sudah emosian jadi nggak objektif lagi jadi berpikir dan menilainya suka subjektif. Suka ngerasa nggak sih kita itu suka gitu? Kalau aku sih ngerasa. Kalau udah tenang baru deh berpikir dan udah gitu nyesel deh hihihi.

    Jadi, sebaiknya kalau lagi marah jangan dikeluarkan kata-kata kita. Lebih baik tenangkan diri dulu agar kita bisa melihat dari sudut pandang kita dan sudut pandangnya.

    6. Terbuka


    pentingnya pasangan untuk saling terbuka
    Pixabay

          Ini penting banget. Jangan sampai kita merasa tertekan dengan perasaan kita sendiri yang tertutup dan tertahan. Ini nggak baik dikemudian harinya dan berbahaya. Jadi, sebaiknya ungkapkan. Tapi kalau aku suka nggak langsung diungkapkan ketika marah. Jadi suka tenangkan diri dulu

    7. Tenangkan diri ketika marah 
          Ketika marah aku suka tenangkan diri dulu. Karena aku nggak pengen ngomong kasar ke suami, nggak pengen neriakin suami, karena bagiku saling berteriak itu menjauhkan hati. Kenapa harus berteriak jika pasangan itu ada di samping kita? Bukannya kita itu saling mencintai? Lalu kenapa harus jadinya saling menyakiti?

          Kenapa aku bisa begitu? Karena aku belajar dari ayahnya Erysha. Ayah Erysha itu sekalipun marah dia nggak pernah meninggikan suaranya ke aku. Marahnya diam untuk menenangkan diri dan itu hanya sebentar. Jadi akunya malu atuh kalau marah-marah ama dia, sedangkan dia marahnya kalem gitu. Tapi marah yang diam ini yang bikin kita udah ngerasa bersalah duluan ama dia wkwkwkw 😂

    Aku jadi inget juga. kalau Erysha lagi marah, aku suka minta dia tenangkan diri dulu baru bicara. Ternyata itu juga harus ku tujukan pada diriku sendiri ketika marah wkwkwk 😂. Karena

    "Bagaimana kita akan mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya ketika marah, jika kita pun tak belajar mengendalikan emosi kita"

    Baca juga: CARA MENGELOLA EMOSI DALAM PENGASUHAN ANAK

    Iya kan?

    Jadi tenangkan diri dulu, kalau sudah tenang cari waktu yang tepat untuk bicara atau terkadang selain bicara langsung aku suka lewat WA. Layani dulu semua kebutuhan suami. Ini berat ya ketika kita sedang marah padanya tapi harus tetap berbuat baik padanya wkwkwk 😂. Tapi ini salah satu  tantangannya lho.  Kalau aku suka malem ngobrolnya pas suami udah santai, udah makan dan udah tenang juga.

          Aku suka pijitin suami terus curhat ke suami tentang apa yang aku rasain. Tapi nggak pakai kata "kamu" misalnya ikh ayah mah gtu bla...bla...bla. Nggak gitu. Itu namanya nyerang dan bisa berantem lagi hahaha.

    Jadi aku suka pakai kata "aku". Misalnya

    "Ayah, Bunda marah pas ayah gini. Bunda jadinya sedih, maksud bunda bla...bla..bla".

    Mengungpkan dengan hati-hati, bahasa yang dikemas, bicara dari hati ke hati ngalir begitu aja. Tapi bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar. Jangan saling menyalahkan. Kalau saling menyalahkan yang ada nanti bertengkar lagi.

    Setelah itu dengarkan uneg-uneg suami agar kita bisa melihat dari sudut pandang dia juga. Setelah itu suka maafan deh kita dan kalau udah abis marahan itu ya. Jadi makin cinta aku mah hahahah


    pernikahan yang bahagia
    Pixabay

           Jadi kalau ada masalah itu ya. Ingat musuh kita itu bukan pasangan kita. Tapi masalah itu sendiri. So, bergandengan tanganlah menghadapi musuh itu bukannya saling menyalahkan. Nanti nggak beres-beres *lagi ngomong ama diri sendiri.

    Oh ya dalam Islam kalau marahan nggak boleh lebih dari 3 hari ya. Karena memang masalah itu harus cepat diselesaikan biar nggak berlanjut terus

    Jadi intinya belajar komunikasi positif dengan pasangan itu penting banget, cara menyampaikannya dan waktu penyampaiannya juga harus kita pelajari juga. Biar sama-sama enak bicaranya ya

    7. Jangan pernah berhenti belajar
          Teruslah belajar menjadi istri yang baik sampai maut memisahkan kita dari yang terkasih. Belajar untuk terus memahaminya, mengenalnya, tahu apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Belajar untuk mengisi apa yang ia butuhkan. Jangan pernah merasa kalau kita itu sudah menjadi istri yang baik untuknya. Karena

    "Ketika ketika kita sudah merasa diri kita itu baik, ketika itu kita sudah berhenti belajar untuk lebih baik lagi"

    Dan ingatlah

    "Ketika kita merasa diri kita telah banyak bersabar pada pasangan kita, ketika itu pula sesungguhnya pasangan kita pun pasti telah banyak bersabar pula dengan kita"

    Lagi-lagi ngomong ama diri sendiri aku.

          Dulu awal menikah, aku sangka di dalam pernikahan itu udah langsung indah, udah langsung romantis, penuh cinta dan begitu bahagia. Tapi ternyata aku salah. Pernikahan itu ibarat seperti kita sedang menanam. Jadi jika kita ingin pernikahan kita bahagia, romantis dan penuh cinta. Ya harus kita tanam dulu, dipupuk, disirami, dijaga, dirawat baru setelah itu kita bisa memanen hasilnya.

    Nggak ada pernikahan yang bahagia itu langsung instan. Di dalamnya pasti ada proses, ada usaha, ada waktu dan ada perjuangan. Baru kita bisa memetik manisnya kebahagiaan dari sebuah pernikahan itu.

    8. Doa
          Jangan lupa banyak berdoa untuk pasangan kita, untuk pernikahan kita dan untuk keluarga kecilku. Karena kita mah apa atuh tanpa Dia mah

    Nah, itu dia Ayah Bunda caraku menjadi istri yang baik untuk pasanganku. Buat Ayah Bunda yang pengen tahu juga bagaimana cara menjadi pasangan yang bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia, boleh cus aja langsung ke tulisannya ya, klik aja yang warna merah ya.

    Semoga kita terus semangat belajar jadi istri yang baik untuk pasangan kita ya dan teruntukmu para perempuan di luar sana. Jika kalian merasa bahwa pasangan kalian bukan laki-laki yang baik dan tidak  bertanggung jawab. Tetap tersenyumlah. Tetap mainkan peranmu dengan baik. Bukan untuk dirinya tapi untukNya, untuk anak-anakmu, dan untuk dirimu sendiri.

    Baca juga: Menjadi istri yang ideal demi restu suami

    Hapuslah air mata itu dan tersenyumlah. Lepaskan semua rasa dan beban itu. Engkau harus bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia pula. Letakkan kebahagiaamu padaNya bukan kepada makhluknya. Setelah itu Kau rasakan bahwa beban itu akan berkurang sedikit demi sedikit.

    Semangat ya untuk menjadi istri yang baik, semoga Allah menguatkanmu dan memudahkanmu. Tulisan ini ku tulis untuk mengingatkan diriku sendiri dan semoga bisa bermanfaat pula untuk yang lain. Baca juga tulisan dari Mba Dian tentang cara menjadi istri yang menyenangkan

    Thursday, April 25, 2019

    Cara Mengalihkan Anak dari Gadget dan TV Agar Tidak Ketergantungan

    cara mengalihkan anak dari gadget dan tv agar tidak ketergantungan
    Pixabay


          Pernah nggak sih kalian khawatir anaknya sampai ketergantungan gadget dan nonton TV begitu? Atau emang udah biasa suka ngasih tontonan TV dan gadget ke anak sehari bisa lama dan sering dalam sehari bisa berkali-kali gitu dan nggak kepikiran anak bakal ketergantungan? Bukannya nggak boleh nonton dan main hp. Boleh kok tetapi tetap harus ada batasannya

    Nah, kalau Ayah Bunda tipe orang tua yang ke dua. Berarti harus segera berhati-hati nih. Karena pola begitu bisa membuat anak cepat atau lambat jadi keterusan lho. Eits...eits tenang-tenang. Aku mu bagiin tips nih buat Ayah Bunda biar anaknya nggak keterusan nonton Tv dan main gawainya

          Begini, Erysha itu kan sehari-hari emang nggak aku biasain nonton TV. Nggak ngelarang juga. Tapi emang nggak dibiasain juga nonton TV atau main gadget gitu. Jadi, karena nggak biasa, dia juga jadinya ga banyak minta nonton atau main hp.

          Biasanya dia nonton seminggu satu kali dan itu kadang di TV kadang nonton di laptop atau di HP dan itu juga aku batasin waktunya. Karena Erysha masih kecil ya 3 tahun 2 bulan. Jadi dia nonton paling sejam atau maksimal 2 jam lah ya.

    Tapi, karena aku ada masalah kesehatan, akhirnya untuk sementara kami pulang ke rumah yang di Bandung. Nah, di rumah itu kan banyak orang ada mama, kakak dan adik-adik.

           Otomatis ketika kami pulang ke rumah yang di Bandung. Di rumah banyak orang kan dan setiap orang memiliki kebutuhan nonton TV dan gawai yang berbeda-beda. Akhirnya di rumah banyak yang nonton TV berjam-jam gitu, apalagi tontonannya tontonan orang dewasa kan ya dan banyak juga yang main gadget.

          Karena suka ngeliat orang nonton TV dan main HP. Otomatis dong Erysha jadi suka nonton juga. Walau yang ditontonnya ya kayak Tayo gitu dan Upin Ipin. Tapi kan walau itu film anak-anak tapi kalau nontonnya lama dan sering gtu dalam sehari, tetap aja dong nggak baik.


    Emangnya kenapa sih kita tidak boleh membiasakan anak untuk nonton TV dan main gadget lama-lama?


    gadget dan anak
    Pixabay

    Mengapa menonton TV dan main gadget tanpa batasan itu tidak baik pada anak?

    1. Bisa membuat anak ketergantungan
    2. Banyak tontonan TV yang nggak sesuai dengan usia anak
    3. Banyak iklan-iklan yang nggak cocok untuk anak berseliweran di TV kayak iklan orang pacaranlah, iklan berantem-berantemanlah, iklan sinetronlah dll
    4. Mengurangi konsentrasi dan kefokusan anak
    5. Membuat kegiatan positif yang lain tersia-siakan begitu aja
    6. Radiasi
    7. Membuat anak akan sulit dialihkan ke kegiatan lain
    8. Aspek motorik anak akan terhambat karena membuat anak kurang bergerak
    9. Anak jadi kurang bermain di luar
    10. Anak akan banyak minta dibelikan ini itu karena kebanyakan melihat iklan di TV
    11. Kebanyakan melihat iklan di TV dan main medsos di TV bisa membuat anak cenderung akan hedonisme kemudian harinya
    12. Rentan kejahatan digital
    13. Dll

          Huuu serem kan. Nah, karena Eryhsa seminggu ini jadi sering nonton TV dan main gadget, terus udah bisa minta beli ini gara-gara ngeliat iklan di TV coba. Jadi, aku harus segera mengembalikan pola asuh Erysha kembali seperti sebelumnya. Emang pola asuh Bunda Erysha sebelumnya bagaimana agar untuk membuat Erysha tidak ketergantungan gadget dan televisi?


    Cara Mengalihkan Anak dari Gadget dan TV Agar Tidak Ketergantungan



    bahaya tv untuk anak
    Pixabay

    1. Membuat kesepakatan dengan anak dan menentukan batasannya
    Erysha cuma boleh nonton seminggu paling sekali atau 2 kali dan itu hanya sejam atau maksimal 2 jam. Batasan ini disesuaikan dengan gaya pengasuhan Ayah Bunda sendiri di rumah ya. Bebas

          Begitu juga batasan gadget pada anak. Boleh disesuaikan dengan kebutuhan anak dan usia anak ya.  Boleh intip juga materi kulwap parenting yang aku ikuti tentang "Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Gadget pada Anak" (klik aja)

    2. Menyediakan banyak buku
          Allhamdulillah Erysha itu sukaaaaa banget ama buku. Ya karena dia nggak dibiasakan nonton Tv di rumah, akhirnya aku alihkan dia ke buku. Jadi, aku sediain Erysha banyak buku di rumah

    Karena aku mengenalkan Erysha ke buku dari dia bayi. Jadi, Erysha itu kalau lihat buku bisa anteng sendiri dan dia jadi tahu banyak huruf dengan sendirinya, sudah bisa membuat ceritanya sendiri, bermain peran dari hasil imajinasinya, suka mencontoh akhlak baik dari pesan yang disampaikan di dalam buku dan suka merengek minta dibacain buku dan akunya kewalahan dong kalau dia minta berkali-kali dibacain bukunya hihihi.

    Allhamdulillah aku senang sekali melihat perkembangan Erysha. Kalian bisa baca juga caraku mengenalkan dan membuat anak menyukai buku (klik aja link warna merahnya)

    3. Menyediakan banyak mainan edukasi
          Nah, kalau kita beli baju kan manfaatnya ya saat itu juga ya Ayah Bunda. Tapi kalau kita membelikan anak buku dan mainan edukasi, manfaatnya bisa seumur hidup untuk anak kita. Karena buku dan mainan edukasi itu dapat menstimulasi aspek tumbuh kembang anak kita.

    Nah, biasanya mainan edukasi Erysha itu seperti lego, boneka (untuk dia bermain peran), pasir kinetik, mainan alat musik, mainan masak-masakkan, puzzle, bola dan lain-lain

    4. Membuat kegiatan stimulasi di rumah


    Kegiatan untuk anak usia  dini di rumah


          Aku itu ya suka banget bikin permainan stimulasi gitu untuk Erysha di rumah. Seperti membuat kegiatan stimulasi bermain finger painting, melukis tisu basah, membuat playdough sendiri yang aman untuk anak, membuat pohon bibir, membuat gambar dengan menggunakan ampas kelapa dan lain-lain atau terkadang membuat percobaan sains seperti membuat pelangi di atas susu

    Tentu saja kegiatan stimulasi ini bisa menstimulasi aspek tumbuh kembang Erysha seperti motoriknya, kognitifnya, bahasanya, emosinya dan lain-lain. Ayah Bunda bisa intip di sini ya kegiatan aku ama Erysha itu apa saja dan bisa dicontoh di rumah juga "Kegiatan Anak" klik aja

          Nah, untuk membuat kegiatan stimulasi Erysha di rumah biasanya aku suka udah nyediain seperti lem kertas, lem kayu, pewarna makanan, kertas warna, gunting, kertas HVS. Pokoknya harus ada. Soalnya benda-benda itu sering dipakai untuk membuat kegiatan anak di rumah. Jadi kalau mau bikin apa, tinggal beli aja tambahannya.

          Selain itu aku suka sediain Erysha crayon dan buku gambar. Jadi kalau aku lagi masak atau ngerjain kerjaan rumah. Dia bisalah ya anteung sebentar sambil menggambar atau mewarnai dan Erysha emang suka kegiatan kayak gitu jadinya.

    5. Sering mengajak anak jalan-jalan keluar rumah
          Setiap pagi itu atau sore, aku suka ngajakin Eryaha jalan-jalan di dalam komplek. Seperti bersepeda atau membiarkan dia bermain dengan teman-temannya. Tentu saja dibawah pengawasan aku dong. Jadi, anak kita bisa mengenal lingkungan di sekitarnya, berinteraksi dengan orang lain dan melatih keberaniannya juga

    6. Kenalkan anak pada dunia luar
          Jadi, aku itu suka ngajakin Erysha kemana aja kalau aku lagi ada acara event blogger gitu, atau kalau aku pengajian dan main ke tempat wisata. Karena Erysha itu anaknya kurang berani ya, jadi aku mesti sering nih ngajakin dia keluar rumah

          Nah, itu dia Ayah Bunda caraku mengalihkan Erysha dari Gadget dan Televisi agar nggak ketergantungan. Jadi walau sehari-hari tanpa TV dan gadget, anak tidak pernah merasa bosan dan tetap ceria. Malah membuat anak semakin cerdas karena dialihkan pada kegiatan-kegiatan yang jauh lebih bermanfaat untuknya dan untuk kita juga daripda hanya sekedar menonton TV

           Tapi adakalanya juga pada saat aku hampir ga waras dan segera butuh "me time" sebentar aja. Aku kadang kasih dia tontonan juga di luar waktunya. Karena kita juga butuh waras ya Bunda. Anak kita juga butuh ibu yang bahagia. Cuma jangan sering-sering juga ntar rusak lagi kesepakatan kita dengan anak kita wkwkwk 😂 dan allhamdulillah caraku ini berhasil. Sekarang tinggal terapin di rumah neneknya nih walau memang lebih susah karena bakal banyak tantangannya. Doakan  ya 😘


    Sunday, April 21, 2019

    Sudah Seringkah Kita Menyelipkan Doa dalam Nama Panggilan Sayang Kita Teruntuk Anak Kita?

    sudah seringkah kita menyelipkan doa dalam nama panggilan sayang kita teruntuk anak kita?

          Namanya Erysha Fathiyyaturahma Faiha usianya kini 3 tahun dua bulan. Erysha diambil dari huruf depan kami Ayah dan Bundanya dan di belakang itu ada doa yang selalu kami panjatkan dalam shalat-shalat kami dan di setiap mata kami memandangnya dengan cinta. Yang artinya "Wanita shaleha yang memberi manfaat untuk banyak orang"

          Yup, karena kami berharap sekali, ia tumbuh menjadi anak yang shaleh dan menjadi sebaik-baik manusia kelaknya. Tentu saja kami bukan hanya sekedar berharap ya. Tapi berusaha mewujudkannya. Karena

    "Hidup itu bukan untuk berharap tapi untuk mewujudkan harapan" 

    Bagaimana caranya? Ya pastinya, sebelum kita meminta anak yang shaleh, kitanya juga harus belajar menshalehkan diri. Karena

    "Sebelum kita mendidik anak, yang pertama harus kita didik adalah diri kita sendiri"

    Dan ternyata Ayah Bunda ada lho hubungannya spiritual orang tua terhadap pengasuhan anak. Saya dapet materi ini waktu kulwap parenting nanti boleh mampir ke sini juga ya "rapuhnya spiritual orang tua dapat mempengaruhi pengasuhan padan anak"


    Doa Dibalik Nama Panggilan Sayang untuk Anak Kita


    nama panggilan keren, nama panggilan sayang

    Dalam nama panggilan sayang kami pun pada Erysha ada terselip doa

    "Dede anak shalehanya Ayah dan Bunda"

          Kami suka sekali memanggilnya begitu, sambil memeluknya, membelainya dan menciumnya atau terkadang kami suka bertanya padanya, "Dede anak siapa?" Dia selalu menjawab "anak shalehanya Ayah dan Bunda" hihihi sambil membalasnya dengan senyum manisnya atau terkadang kecupan darinya yang suka mendarat di pipi kami berdua. Oh ya saya juga pernah nulis tentang "3 Hal Wajib yang Dikatakan pada Anak" boleh diintip juga 😉

          Yup, Erysha tumbuh menjadi anak shaleha dan manissss sekali. Terkadang saya merasa bahwa Erysha itu salah satu anak yang paling beruntung di dunia. Karena ia selalu mendapatkan banyak kasih sayang dari ayah dan bundanya, dibesarkan dengan cinta, dan ilmu serta doa dari kami.

    Erysha tumbuh menjadi anak yang bahagia. Karena kami orang tuanya selalu berusaha menjadi orang tua yang bahagia untuknya. Bagi kami

    "Menjadi orang tua yang bahagia adalah hadiah terbaik yang bisa kami berikan untuk membesarkan anak-anak yang bahagia pula"

    Namun, untuk bahagia itu tidak semudah membalik telapak tangan. Harus ada keikhlasan hati di dalamnya untuk belajar bahagia dari hal-hal sederhana dan dan hati yang selalu mensyukuri banyak hal.

          Tau nggak Ayah Bunda, kita juga bisa lho belajar bahagia dari anak. Nanti bisa ke sini ya "Belajar Bahagia dari Anak". Ahhh apapun itu, semoga kita bisa menjadi orang tua yang selalu bahagia ya.

          Ayah Bunda, sering-seringlah kita memanggil anak dengan panggilan sayang kita padanya. Jangan lupa berikan panggilan sayang itu yang bermakna doa padanya. Jangan sekedar ingin nama panggilan keren saja tapi sebaiknya ada maknanya. Hingga ia tahu harapan baik apa yang diinginkan orang tuanya padanya.




          Nama panggilan sayang dari kita itu tanpa ia sadari masuk dibawah alam sadarnya, sehingga ia sudah melabeli dirinya dengan konsep diri yang positif berdasarkan dengan cara apa dan nama apa orang tuanya selama ini memanggilnya dari kecil dan itu akan selalu terekam di otaknya.

          Misalnya karena saya selalu memanggil Erysha "anak shaleha" dan itu berulang-ulang sampai bertahun-tahun. Itu semua memberikan efek di dalam dirinya bahwa "aku harus jadi anak shaleha". Karena efek di dalam dirinya itulah, anak kita tanpa disadari akan berperilaku seperti input yang selama ini ia dapatkan dari orang tuanya bertahun-tahun

          Oleh sebab itu, berhati-hatilah kita. Jangan pernah melabeli anak dengan hal-hal negatif pada anak apalagi jika input negatif itu ia dapatkankan selama bertahun-tahun dalam ukuran waktu yang sangat panjang. Nanti akan berdampak paka self esteem anak yang negatif pula dan terlihat dengan perilaku negatifnya dikemudian hari

    Jadi penting sekali kita sebagai orang tua untuk memberikan sugesti-sugesti yang positif pada anak bahkan pada nama panggilannya.


    nama panggilan


          Jangan juga hanya namanya dan panggilannya saja yang penuh doa tapi harus dibuktikan juga dengan perbuatan kita dan kita yang selalu memanjatkan doa pada anak. Bahkan di setiap mata kita memandangnya dan di setiap apa yang kita lakukan untuknya.

    Contohnya ketika kita mengantarkan anak ke sekolah. Jangan terburu-buru pulang. Nggak ada salahnya kita sempatkan waktu 5 menit aja melihat anak kita dan melepaskan kepergiannya dengan cinta dari belakang dan panjatkan doa padanya "Ya Allah, tolong mudahkan ia mendapatkan ilmu dariMu"

           Bahkan kita pun bisa memanjatkan doa dari hal-hal kecil yang kita lakukan untuknya. Misalnya ketika kita memasak nasi untuknya, doakan "Ya Allah, semoga makanan dariMu ini membuatnya semakin dekat denganMu"

    Atau "Ya Allah semoga anak saya mau makan" #Eh. Ini mah doa para emak-emak yang punya anak kecil yang susah makan ya 😂. Tenang Bun, kalian tidak sendiri wkwkwkw 😂

    Apapun itu sering-seringlah doakan anak kita agar menjadi anak yang dekat denganNya. Karena

    "Anak yang hebat itu bukan anak yang diterima di perguruan tinggi terkenal, anak yang memiliki jabatan tinggi di kantornya atau anak yang memiliki banyak harta dalam hidupnya. Bukan. Tapi anak yang hebat itu adalah anak yang dekat dengan Tuhannya"

    Ayah Bunda, semoga kita bisa mendidik anak kita untuk mencintai Tuhannya ya. Karena cinta itulah yang membuat ia akan selalu berusaha karenaNya dan menghindari sesuatu yang negatif karena takut padaNya. Rasa takut yang dilandasi karena rasa cinta sebelumnya padaNya


    membesarkan anak dengan doa


          Karena alasan-alasan inilah mengapa kami memberikan nama panggilang sayang kami pada Erysha "Anak Shaleha".

          Semoga kita selalu mendoakan anak-anak kita ya Ayah Bunda bahkan di dalam panggilan sayang kita padanya. Karena kita tidak pernah tahu dari doa yang mana Allah akan menjabah doa kita untuk anak-anak kita.

    Terutama kita harus menggunakan kekuatan kita sebagai ibu. Bukankah salah satu doa yang memiliki kekuatan dasyat dan mampu menembus langit adalah doa seorang ibu? Dan bukankah syurga itu juga ada di telapak kaki ibu? Jadi, jangan kita sia-siakan kekuatan kita itu dengan jarang mendoakan anak kita. Nah, itu nama panggilan sayang kami pada anak kami, kalau kalian apa?


    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES