• Monday, October 21, 2019

    DIY Angka dengan Kacang Hijau

    DIY untuk anak usia 2 sampai 6 tahun, mengenalkan angka


    Halo Ayah Bunda, ingin mengenalkan anak pada angka dengan cara yang menyenangkan? Pas sekali nih 😊. Hari ini saya datang dengan kegiatan stimulasi Erysha yang baru yaitu DIY membuat angka dengan kacang hijau. Kami bermain kacang hijau sambil saya mengenalkan angka 1 - 5 pada Erysha atau kalau Ayah Bunda ingin mengenalkan angka lain, boleh ya sesuaikan saja dengan kemampuan anak kita. Tetapi jangan langsung kasih angkanya banyak-banyak. Nanti anaknya pusing dan lebih susah mengingatnya 😉. tujuan kegiatan ini hanya mengenalkan ya Ayah Bunda, bukan memaksa anak langsung bisa. Mainnya gimana sih? Tenanggggg gampang banget kok caranya.


    DIY Membuat Angka dengan Kacang Hijau


    Jadi ya, untuk anak yang usianya di bawah 4 tahun sebelum kita mengenalkan angka 1 sampai 5 pada anak, kita bisa mengajak anak meremas-remas kacang hijau dan memasukkannya ke dalam botol. Nah, kegiatan ini bertujuan agar anak merasakan sensasi meremas benda-benda kecil seperti kacang hijau itu bagaimana sih rasanya. Ini untuk menstimulasi sensorinya juga. Fleksibellah ya mau ini jadi kegiatan pertama atau kegiatan sebelum mengenalkan angkanya. Kalau begitu langsung aja yuk Ayah Bunda 😉


    Alat dan bahan

    bermain mengenalkan angka untuk anak


    1. Dus bekas. Boleh dus bekas susu juga ya 😊
    2. Lem kayu (fox)
    3. Gunting
    4. Pensil
    5. Penghapus
    6. Kacang hijau secukupnya

    Baca juga: Bermain Finger Painting untuk Anak Usia Dini


    Cara Membuat DIY Angka dengan Kacang Hijau dan Cara Mengajarkannya


    1. Kita gunting angka 1 sampai 5 dengan dus bekas tadi

    2. Kita ajak anak ngobrol sambil kenalkan angka 1 - 5. Misalkan "De, lihat! Ini angka 1 namanya. Mirip tongkat ya.Kalau yang ini angka 2 mirip bebek ya (sambil berekspresi memberi contoh suara bebek)"

    Jadi ajak anak ngbrol dan mengenalkan angkanya mengalir begitu aja dan ekspresif agar menarik untuk anak, sambil bilang ke anak kalau kita mau bermain angka dengan kacang hijau lho. Fleksibellah ya Ayah Bunda bahasanya 😊

    3. Jajarkan angka 1 sampai 5. Minta anak mengambil satu angka yang ia mau dan ketika anak mengambil angkanya sambil kita namai angkanya pada anak. Misalkan "Oh, Dede mau angka 3 ya? Boleh, yuk kita kasih lem angka tiganya" ini bertujuan mengenalkan anak angka tanpa anak harus menghapalkannya.

    mengenalkan angka dengan cara mudah pada anak
    Erysha sedang ngelem angka


    4. Untuk anak di bawah 4 tahun, bisa kita yang mengelem angkanya atau anak yang ngelem dengan tangan kiri dan nanti tangan kanan untuk menaburi angkanya dengan kacang hijau. Lakukan itu terus sampai selesai.

    kegiatan anak usia dini dengan menggunakan kacang hijau


    kacang hijau, prakarya dengan kacang hijau


    5. Setelah itu, terakhir angkanya kita review pada anak sambil ngobrol. Kalau anak belum bisa gapapa ya Ayah Bunda, karena anak nggak akan langsung bisa semuanya. Berproses. Jika sering dikenalkan sehari-hari pada anak dengan cara bermain atau ngalir begitu aja, nanti anak lama-lama akan bisa sendiri kok tanpa ia merasa sedang belajar. Nah, ini hasil angkanya Erysha 😊

    DIY dengan kacang hijau
    Good job Erysha 😘


    cara mengajarkan angka pada anak usia dini
    Hasil Erysha saya tempel di kertas untuk portofolionya nanti



    Baca juga: Cara Membuat Playdough atau Malam Sendiri yang Pastinya Aman untuk Anak
    Baca juga: Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Membuat Pohon Bibir

    Lalu, manfaatnya apa sih kegiatan stimulasi DIY membuat angka dengan kacang hijau ini? Tentu saja banyak dong manfaatnya seperti membangun bonding, mengalihkan anak dari tontonan tv atau main gadget, menstimulasi motorik halus anak, menstimulasi sensori anak, menstimulasi aspek kognitif anak dan kecerdasan matematikanya.

    Bagaimana Ayah Bunda? Tertarik juga membuat DIY angka ini dengan kacang hijau? Boleh banget dicoba untuk proses belajar anak di rumah ya 😊. Jangan lupa intip juga kegiatan stimulasi Erysha yang lain di sini, ya "Kegiatan Anak". Selamat mencoba 😊

    Thursday, October 17, 2019

    Tempat Makan untuk Keluarga yang Enak dan Murah di Bandung

    tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di bandung


    Halo-halo Ayah Bunda
    Hari ini hari pertama kali saya mereview tempat makan di blog saya ya hahaha 😂. Soalnya menurut saya tempat makannya enak banget dan murah sih. Jadi, cocok juga nih dijadikan tempat makan keluarga. Ceritanya beberapa hari yang lalu itu ya Ayah Erysha ulang tahun. Jadi saya sengaja ngajak Ayah Erysha dan Erysha makan di kafe. Nama cafenya yaitu Cafe & Resto Rumah Jingga. Karena memang kami sengaja pulang ke rumah kami yang di Bandung


    Baca juga: INGIN LIBURAN KELUARGA YANG ADA NILAI EDUKASINYA? YUK, WISATA SEJARAH SAJA KE SURABAYA

    Baca juga: SERUNYA LIBURAN KE MUSEUM GEOLOGI BANDUNG DAN NAIK BANDROS

    Rumah Jingga Cafe & Resto ini berlokasi di Jl. Raya Cikadut No.15, Jatihandap, Kec. Mandalajati, Kota Bandung. Jadi, tempat ini dekat dengan terminal Cicaheum, Arcamanik, Sindang laya dan Ujungberung. Buat Ayah Bunda yang sedang berobat di rumah sakit Hermina Arcamanik, bisa mampir juga ke Cafe & Resto Rumah Jingga ini. Walau tempat makan ini tidak berada di pinggir jalan raya, tapi dekat kok dengan jalan raya. Tinggal masuk ke dalam jalan Cikadut saja, sekitar kurang lebih 50 meterlah ya dari jalan raya.



    Tempat Makan untuk Keluarga yang Enak dan Murah di Bandung 


    Sebenarnya ini sudah ke tiga kalinya saya makan di Cafe & Resto Rumah Jingga ini karena memang pelayanannya bagus banget, ramah, dan lumayan cepat juga. Kebetulan sepertinya pelayannya ini sekaligus pemiliknya juga. Jadi, kayak usaha keluarga gitu , suami dan istri. Ketika kami datang ke sini sekitar jam setengah 1, tempat ini hampir penuh. Mungkin karena jam makan siang kali ya. Tapi walau hampir penuh, tempatnya nggak penuh sesak. Kitatetap nyaman dan saking nyamannya, jadi serasa rumah sendiri. Seriusan saya suka tempat makannya


    tempat makan yang enak, murah, kekinian di bandung
    Pelayannya ramah dan layanannya bagus


    Tempatnya juga lumayan besar ya. Satu ruangan yang cukup di dalam dan satu lagi ruangan untuk yang merokok atau yang ingin di tempat terbuka bisa ambil meja di luar ruangan. Cafe & Resto Rumah Jingga ini juga bersih tempatnya dan konsepnya yang kekinian banget ya. Jika Ayah Bunda mau tempat makan yang kekinian di Bandung bisa datang ke sini juga. Bisa dilihat di fotonya, ya 😊


    tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di bandung


    cafe dan resto yang murah dan enak di bandung


    tempat makan yang enak, murah, kekinian di bandung


    Nah, selain cocok untuk tempat makan keluarga, bisa juga digunakan untuk tempat pertemuan komunitas begitu. Seperti temen-temen pengajian, arisan, geng ibu-ibu penunggu di sekolah hahaha dan lain-lain. Di tempat makan ini juga disediakan mainan anak-anak 1 dus

    Tempat makan ini selain enak tempatnya, rasa makanannya juga enak lho. Ayah Bunda bisa lihat sendiri ya menu dan harganya. Ini pesanan kami dan kami pun memesan sapo tahu + nasi dan secangkir kopi. Tapi sayangnya fotonya nggak ada 🙈


    cafe & resto di bandung


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com

    Baca juga: SKY CASTLE, DRAMA KOREA KELUARGA YANG SARAT NILAI EDUKASI

    Menurut saya, untuk sekelas cafe dan Resto, Rumah Jingga ini ramah di kantong lho. Jadi, makanya saya sampai 3 kali datang ke sini hahaha 😂. Nggak mengecewakanlah ya. Jadi, kalau Ayah Bunda mau cari tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di Bandung ke Rumah Jingga Cafe & Resto aja



    Sunday, October 13, 2019

    Aku Tak Ingin Membahagiakan Ibu Hanya dengan Cara yang Sederhana

    cara membahagiakan ibu
    Bahagianya kita ❤️


    Dia yang bernama Ibu itu, aku panggil dengan sebutan mama. Dan dari sewaktu kecil, aku telah berjanji pada diriku sendiri kalau suatu hari nanti aku akan membahagiakannya dalam hidupku dan itu menjadi tujuan terbesar dalam hidupku karena aku tak ingin membahagiakannya hanya dengan cara yang sederhana dan biasa.

    Dia saja sudah memberikan perjuangan yang luar biasa dalam membesarkanku dan saudara-saudaraku , kenapa aku hanya memberikannya kebahagiaan yang sederhana saja? Tidak, itu tidak cukup bagiku. Tapi harus lebih dari itu walau sebesar apapun aku berjuang membahagiakannya tak akan pernah bisa membalas semua kebaikannya padaku.

    Dulu, aku hanyalah seorang anak tukang koran yang miskin, kotor, dan tak punya rumah. Kami mengontrak sebuah kamar kecil dan diisi banyak orang di dalamnya. Jangan kan rumah, uang untuk makan besok saja belum tentu ada dan kami jarang sekali mendapatkan makanan yang layak. Rasanya makan daging saja hanya bisa kami nikmati setahun sekali, itu juga karena mendapatkan daging qurban yang dibagikan mesjid

    Jika ada undangan pernikahan, pasti kami jadi salah satu undangan yang makannya terbanyak hahaha 😂. Kenapa? Karena di hari-hari biasa kami tak bisa menikmati makanan seenak itu atau karena penasaran dengan makanan yang belum pernah kami rasakan. Jadi jangan aneh, mengapa kebanyakan anak orang miskin itu makannya banyak. Mungkin terkesan memalukan, tapi sebenarnya tidak, malah bisa jadi mereka begitu karena terbiasa menahan lapar

    Kami menjalani hidup yang sulit dibandingkan anak-anak yang lain. Sesulit apapun kami, kami hanyalah anak-anak yang mudah tertawa dan tetap yang paling sulit itu adalah orang tua kami terutama mama. Entah berapa kali harga diri mereka sebagai orang tua merasa terluka karena belum bisa memberikan kehidupan yang layak bagi kami. Oleh sebab itu, aku tak ingin membahagiakan mama hanya dengan cara yang sederhana.

    Baca juga: TERIMA KASIH MAMA TELAH MEMBESARKANKU DI ATAS KETIDAKBAHAGIAANMU

    Yup, benar sekali, membahagiakan orang tua itu tak harus selalu memberikan sesuatu yang wah-wah tapi hal kecil yang kita berikan dengan ketulusan bisa membuat ibu kita bahagia. Tapi apakah hanya sekedar itu cukup?

    Bagaimana aku tega membiarkan mama berpikir sendirian besok uang untuk makan ada nggak? Besok uang untuk anak-anak sekolah ada ga? Besok biaya kebutuhan sekolah anak ada ga? Besok bayar kontrakan rumah gimana? Besok uang buat bayar listrik dari mana?

    Mana bisa pula aku membiarkan mama hidupnya sulit di hari tuanya, mana mungkin aku membiarkan mama hidup dengan banyak kekhawatiran dalam hari-harinya dan membiarkan ia tetap berlelah-lelah di hari tuanya. Aku ga mau dan aku ga bisa. Jadi anak yang baik saja tidak cukup bagiku untuk membahagiakan mama. Jadi, selain jadi anak yang baik, aku harus jadi orang sukses dan kaya.


    menjadi orang kaya dan sukses untuk membahagiakan orang tua
    Pixabay


    Baca juga: IBU YANG TIDAK SEMPURNA

    Yup, salah satu prinsip hidupku, aku harus jadi orang kaya. Dengan menjadi kaya kita bisa memberikan hidup yang layak untuk orang tua, dengan menjadi kaya kita jadi lebih sering bisa berbagi dengan orang lain, dengan menjadi kaya kita jadi bisa membantu lebih banyak orang lagi, dan menjadi kaya kita bisa membuat perubahan yang lebih banyak lagi untuk kehidupan banyak orang

    Kalian tahu, dulu aku memang tidak memiliki apa-apa. Tapi aku punya mimpi dan harapan. Harapan inilah yang membuatku selalu percaya kalau suatu hari nanti aku akan menjadi orang sukses. Dan harapan ini pulalah yang ku jadikan amusi untukku meraih mimpi-mimpiku.

    "Orang lain mungkin bisa saja merampas harta kita dan apa yang kita miliki. Tapi satu yang tidak bisa mereka rampas dari kita yaitu sebuah harapan di dalam diri"

    Harapan ibarat secercah cahaya di kegelapan. Sekalipun dikelilingi kegelapan, tapi kita selalu percaya cahaya itulah yang akan menunjukkan dan mengantarkan kita pada jalan keluarnya

    Harapan itu pulalah yang membuatku cuma punya satu tujuan dalam hidupku yaitu aku ingin membahagiakan mama. Hidup yang sulit, membuat mama belum cukup merasa bahagia denganku menjadi anak yang baik. Tapi mama membutuhkan yang lain.

    Kini rasanya seperti mimpi pula aku berada di zona nyaman seperti ini, mimpi-mimpiku hampir tercapai semua. Bisa memberikan kehidupan yang layak untuk mama dan bisa lebih banyak lagi berbagi dengan orang lain. Itu semua tentu berkat kebaikan dan kemudahan dariNya


    cara membahagiakan ibu tanpa prestasi


    Dan ini adalah senyum mama hari ini. Tak menyangka mengantar dan menemani mama berobat ke rumah sakit, jadi waktu yang berkualitas bagi kami.

    "Mama, doain yeni dan Aa ya. Kalau nanti dimutasi ke daerah yang deket ama mama aja ya. Biar kami masih bisa sering pulang untuk lihat mama"

    Itu kataku padanya. Sehat-sehat ya, Ma. Love U  😘.

    Blog, ijin menyimpan cerita ya. Agar aku bisa mengenang indahnya hari ini bersamanya. Terima kasih untuk hari ini ❤️


    cara membahagiakan ibu dengan prestasi


    Baca juga: IBU, AKU MEMAAFKANMU!


    cara membahagiakan ibu dalam islam
    Mama dan adikku tercinta ❤️


    Foto di atas adalah salah satu momen kebahagiaan mama di hari wisuda adik. Walau kami hanya anak tukang koran, tapi kami mampu membiayai kuliah kami sendiri dan membantu mama. Itu semua karena kami punya mimpi dan tujuan untuk membahagiakan mama.

    Teruntukmu yang ingin membahagiakan orang tua terutama Ibumu. Jangan cukupkan cara membahagiakan ibumu hanya dengan cara yang sederhana, tetapi juga jadikan tujuan untuk membahagiakan ibumu untuk meraih mimpi dan membuatnya bangga. Jadi, kapan nih terakhir kamu melihat atau menanyakan kabar orang tuamu? *jangan lupa, ya 😊



    Sunday, October 6, 2019

    Balada Awal Menjadi Ibu Rumah Tangga dan Proses Penerimaan di Dalamnya

    balada awal menjadi ibu rumah tangga
    Pixabay

    Catatan: Dilarang baper baca tulisan ini, ya. Karena setiap orang memiliki sikon, prinsip, dan prioritas yang berbeda-beda. Jadi tak bisa kita banding-bandingkan. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan 🙏


    Balada Awal Menjadi Ibu Rumah Tangga 


    Bagiku yang memutuskan sebagai ibu rumah tangga, ketika ku relakan karierku, ku relakan untuk menanggalkan sementara mimpi-mimpi hebatku, ku relakan meninggalkan duniaku dan pertemananku untuk memilih berada dibalik layar, sungguh itu bukan sesuatu yang mudah bagiku.

    Entah berapa kali pula ku tahan hasratku untuk mengejar mimpi-mimpiku. Kenapa? Karena aku perempuan yang punya mimpi. Entah berapa kali ku kendalikan kebaperanku ketika melihat orang lain telah sukses dengan passion mereka, karier mereka.

    Entah berapa kali pula ku tahan keinginanku ketika melihat perempuan lain dengan bebasnya ke sana kemari. Sedangkan aku apa? Aku hanya terkukung di balik tembok tanpa ada seorang pun lagi di luar sana mengakui kehebatanku dulu kecuali hanya satu orang yaitu suamiku. Aku kehilangan panggungku dan duniaku dengan sekaligus

    Terkadang, tak bisa ku tampikkan diriku ketika ku merasa lelah dengan pekerjaan rumah dan mengurus anak tiada hentinya bagaikan seorang babu atau seorang upik abu yang tak berarti apa-apa. Serasa pujian untukku yang dulu dan kehebatanku dulu hilang sirna begitu saja ketika ku memilih peran ini

    Tak jarang ku lihat diriku di kaca dan melihat diri ini tak lagi secantik dulu. Tak sempat lagi mengurus diri dan merasa diri ini begitu buruuuuk sekali.


    cara adaptasi menjadi ibu rumah tangga


    Walau begitu, tetap ku syukuri laki-laki yang dulu baru ku kenali ini, tak pernah sekalipun menuntutku harus cantik dengan standar orang kebanyakan. Walau begitu, aku tetap membutuhkan rasa cantik untuk diriku sendiri, untuk rasa percaya diriku. Bahwa aku juga harusnya cantik layaknya perempuan di luar sana.

    Dan ku pun tak bisa bohong. Semua rasa lelah, kehilangan rasa percaya diri dan merasa diri ini tak lagi berarti membuatku menangis dalam hatiku. Tapi aku lupa bahwa

    "sesungguhnya cantik itu tidak dimulai dari sesuatu yang datangnya dari luar tapi ia sesuatu yang datangnya dari dalam"

    Jika di dalamnya kita sudah merasa cantik, kita tidak perlu lagi sibuk merasa diri kita nggak cantik atau berharap-harap orang lain memuji kita cantik dan ketika dari dalamnya kita sudah merasa cantik pula, itu akan membuat kita nyaman dengan diri kita sendiri dan mencintainya apa adanya

    Ada salah satu momen yang tak terlupakan dalam prosesku berdamai dengan diriku sendiri adalah ketika hari itu aku pulang pengajian. Teman-teman ngajiku ada yang berprofesi seorang dosen dan seorang dokter.  Waw benar-benar profesi yang hebat dimataku. Lalu, ku buka medsosku dan ku lihat postingan salah seorang temanku dulu bahwa ia kini telah menjadi seorang dosen. Profesi yang aku impi-impikan dari dulu selain menjadi guru.

    Mereka orang-orang hebat dan sukses di mataku. Sedangkan aku apa? cuma ibu rumah tangga yang nggak ada karyanya dan nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka. Tiba-tiba aku merasa kecil, tak berguna dan merasa terintimidasi oleh diriku sendiri. Oleh apa yang ku lihat dan oleh apa yang ku rasakan.

    Semua emosi negatif itu semakin menekan diriku dan berkali-kali pula aku gagal menguatkan diriku sendiri. Hingga hari itu sambil menyuapkan Erysha yang masih bayi, aku berkata pada suami

    "Ayah, temen Bunda hebat udah sukses, udah jadi dosen. Bunda mah cuma gini-gini aja" kataku dengan suara yang bergetar

    Saat itu suami sedang menyuci baju kami. Ia pun bertanya "Terus Bunda mau apa?" Itu katanya

    "Bunda cuma sedih ngerasa ga berguna"

    Ia pun kembali bertanya dengan perasaan sedih namun ada ketegasan di dalam tanyanya "Apa lagi yang ingin Bunda cari di luar sana?"

    Pertanyaannya langsung membuatku terbangun dan bertanya pada diri

    "Iya ya, apa yang mau aku cari di luar sana? Aku udah pernah ngajar 8 tahun, udah lulus kuliah juga, punya suami dan perekonomian yang cukup. Lalu, mau apa lagi yang aku cari di sana? Adakah alasan penting yang membuatku harus bekerja di luar sedangkan anakku lebih membutuhkan ibunya untuk ada di sisinya saat ini ?



    ibu rumah tangga


    Lalu, itu semua menyadarkanku bahwa setiap orang memiliki sikon yang berbeda dan prioritas yang berbeda pula dan saat ini anakku Erysha lebih membutuhkanku, ibunya. Jika aku bekerja dia sama siapa? (Baca juga: 5 Alasan Penting Mengapa Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga?)

    Terkadang lucu juga, walau aku yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga agar lebih fokus ke anak. Tapi aku pula yang banyak galaunya. Karena serius menjadi ibu rumah tangga itu ternyata bukan sesuatu yang mudah bagiku.

    Baca juga: BEKERJA DI RUMAH TANPA ART. YES OR NO?

    Lama-lama, akhirnya ku temukan aktualisasi diri dari rumah yaitu ngeblog yang mengantarku sampai saat ini dan membuatku pelan-pelan berdamai dengan diriku sendiri (Baca juga: 1 Tahun Ngeblog Hal Tak Terduga ini Saya Capai)


    ibu rumah tangga dan blog
    Pixabay

    Ku sadari pula, salah satu yang membuatku dulu minder dan tak berarti apa-apa ketika memilih peran ini adalah konsep diriku yang rapuh. Menganggap menjadi ibu rumah tangga itu suatu peran dan pekerjaan yang tak penting. Tapi sebenarnya pekerjaan rumah tangga itu sekalipun tampak tak penting tapi semua anggota keluarga berpusat padanya. Terlihat kan itu saking pentingnya

    Lalu, bagaimana dengan mimpiku? Tenang saja. Aku tidak menguburnya dalam-dalam selamanya kok. Hanya sekedar menundanya untuk sementara waktu dan aku ingin berkata ini


    Teruntukmu para ibu rumah tangga yang sedang galau dengan peranmu.


    "Tetap teruslah bermimpi
    Saat ini mungkin engkau bagaikan ulat yang lambatttttt sekali untuk mengejar mimpi atau mungkin diam di tempat. Tapi, tidak apa-apa karena suatu hari nanti, ulat yang lambat ini akan berubah menjadi kupu-kupu, mengembangkan sayap dengan selebar-lebarnya lalu terbang begitu tinggi untuk mengejar ketertinggalan dan meraih mimpi.

    Kini bersabarlah dulu, diam di tempat dan melihat kupu-kupu lain terbang. Karena suatu hari nanti akan tiba giliranmu. Tak usah terburu-buru. Nikmatilah peranmu saat ini. Karena semuanya akan ada masanya. Bahkan ketika engkau tak ingin untuk terbang jauh keluar, engkau akan tetap cantik dengan warnamu. Percayalah 😘"

    Yup, itulah balada awal aku memutuskan berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Penuh drama dan penguatan diri. Tapi seorang ibu harus berusaha temukan apa yang membuatnya bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia pula. Ibu yang rapuh akan membuat anak besar dengan cara yang tak tangguh juga. Jadi bagaimana bisa mendidik perabadan generasi selanjutnya jika kita ibunya memiliki konsep diri yang tak kuat?

    Untuk itu, kita harus turunkan standar kita agar kita bisa bahagia, berhenti sejenak, dan cintailah diri sendiri. Ketika kita mencintai diri sendiri, ketika itu pula kita akan melihat apa saja yang kita punya dan ketika itu juga akan hadir rasa syukur perlahan di hati. Percayalah 😘.

    Semangatttttt. Oh ya bisa baca juga tulisan blogger profesional yaitu Mba Ella ya di sini "Menjadi Ibu Rumah Tangga". Aku salut ama beliau karena menurutku beliau ini sosok yang cerdas. Beliau seorang PNS yang sedang cuti di luar tanggungan negara. Langsung cuss yuk ke tulisannya 😍. Nah, itu teman-teman drama waktu awal aku menjadi ibu rumah tangga. Kalau kamu punya drama apa ?




    Wednesday, October 2, 2019

    Finger Painting untuk Anak Usia Dini "Membuat Pohon"

    finger painting untuk anak usia dini "membuat pohon"


    Moshi-moshi 😊.
    Hari ini saya mau share kegiatan stimulasi Erysha beberapa minggu yang lalu. Yaitu kami bermain finger painting "Membuat Pohon". Karena Erysha masih berusia 3 tahun lebih, jadi saya mengajak Erysha bermain finger painting yang sangat sederhana sekali sesuai dengan usianya dan ini dadakan banget, lho. Jadi maafkan belum maksimal dan tenang saja ya, saya juga memberikan beberapa contoh finger painting untuk anak usia 4 tahun ke atas di bawah untuk ide Ayah Bunda di rumah.

    Nah Ayah Bunda, kan biasanya finger painting itu menggunakan satu tangan alias 5 jari aja. Contohnya bisa dilihat finger painting Erysha 5 jari di sini ya "finger painting". Tapi kali ini, saya mau berbagi finger painting yang hanya menggunakan 1 jari saja, alias cuma pakai jempol aja. Penasaran kan? Kalau begitu, langsung aja, yuk 😊

    Baca juga: Cara Membuat Pohon Bibir untuk Anak Usia Dini


    Finger Painting untuk Anak Usia Dini "Membuat Pohon"


    Alat dan bahan


    alat dan bahan untuk finger painting
    Efek lagi liburan di rumah di Bandung, jadi nggak bawa alat buat stimulasi Erysha. Akhirnya pake sendok deh 


    1. Pewarna makanan atau cat
    2. Kertas HVS / karton putih
    3. Wadah kecil untuk tempat pewarna makanannya
    4. Spidol
    5. Pensil

    Baca juga: Membuat Sisik Ikan dengan Serutan Pensil


    Cara Membuat dan Mengajarkannya

    1. Untuk anak usia di bawah 4 tahun bisa pohonnya kita yang gambar. Tapi untuk anak usia 4 tahun ke atas bisa kita minta anak untuk menggambarnya sendiri. Sambil menggambar pohon untuk anak, kita bisa sambil mengenalkan bagian pohon seperti batang, cabang atau ranting pohon pada anak dan nanti anak bagian membuat daunnya

    2. Bagi pewarna makanan menjadi beberapa bagian ke dalam wadah khusus

    3. Berikan contoh pada anak cara membuat rimbun daun dengan cap jempol. Jadi, letakkan jempol tangan kita ke pewarna makanan atau cat lalu capkan ke kertas yang sudah kita gambar pohon tadi. Contohnya seperti gambar ini ya.


    bermain cat untuk anak usia 2 - 4 tahun


    Nanti lama-lama jadilah sebuah pohon dan ini hasil pohon Erysha 😊


    finger painting untuk anak usia 2 - 3 tahun


          Mudah kan? Buat Ayah Bunda yang memiliki anak di atas usia 4 tahun ke atas bisa gambar pohon atau ngecapnya kita ubah sesuai keinginan kita atau anak ya seperti contoh gambar di bawah ini


    finger painting untuk anak usia dini, membuat pohon
    Gambar: Blog Fhaniella

     bermain cat untuk anak usia dini
    Gramha net

    finger painting anak usia dini 1
    mangabelajar.blogspot.com

    bermain cat untuk anak usia dini, membuat pohon 1
    Gambar: slbnegerijepara.sch.id

    finger painting untuk anak
    KakZepe.com

    Baca juga: Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Ampas Kelapa


    Manfaat Bermain Finger Painting "Membuat Pohon" pada Anak


          Nah Ayah Bunda, agar semakin semangat mengajak anaknya untuk bermain kegiatan ini, Ayah Bunda perlu tahu manfaatnya apa saja sih? Yaitu membangun bonding, mengenalkan bagian pohon pada anak, menstimulasi fitrah iman anak kita untuk mengenalkan Allah lewat ciptaannya, mengenalkan anak warna, membuat kegiatan yang fun pada anak, menstimulasi motorik halus anak dan merangsang daya imajinasi anak

          Gampangkan bermain finger painting ini untuk anak. Kalau begitu jangan lupa coba juga di rumah ya dan bisa juga contek kegiatan Erysha yang lain di sini "Kegiatan Anak". Semoga bermanfaat ya 😊

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES