• Thursday, December 13, 2018

    Bantu Atasi Sembelit Anak dengan Interlac

    tanda-tanda anak mengalami sembelit

         Hai-hai Bunda, allhamdulillah hari Jumat, 30 Neovember 2018 kemarin, saya berkesempatan belajar tentang sembelit bersama dr Intan Diana Sari dan Bapak Mochamad Nurhadi selaku dari Brand Manager Interlac. Saya belajar banyak hal tentang apa itu sembelit, tanda-tanda sembelit, penyebab sembelit dan cara mengatasi sembelit ini. Nah, yuk kita tengok ilmunya di sini Bun 😉

    kata dokter tentang sembelit ini

         Tahukah Bunda 80 % sistem imun berasal dari saluran cerna. Banyak permasalahan kesehatan yang bersumber pada saluran cerna ini. Terutama anak-anak, ya. Seperti salah satu contohnya adalah sembelit. Apa anak Bunda pernah mengalami sembelit? Hampir semua orangtua pernah merasakan kekhawatiran terhadap anaknya yang mengalami sembelit ya, begitu juga dengan saya.

         Sembelit atau konstipasi dalam istilah medis adalah suatu kondisi tertahannya feses (tinja) dalam usus besar dengan frekuensi dan konsistensi tertentu karena adanya kesulitan dalam pengeluaran. Lalu, siapa saja yang biasanya mengalami sembelit?


    Pada Umumnya yang Mengalami Sembelit


    1. Anak-anak
         Pada umumnya yang biasa mengalami sembelit itu anak-anak ya, Bun. Karena biasanya mereka sulit makan dan pola makannya serta apa yang dimakannya kurang  terjaga. Karena bagi sebagian orangtua anak sudah mau makan aja udah seneng ya, Bun. Walau makannya kurang benar. Tetapi, walau begitu tetap kita perbaiki soal pemberian makanan ini pada anak agar anak terhindar dari sembelit

    2. Bayi baru lahir
         Nah, pernah lihat atau memperhatikan nggak Bun? Biasanya bayi baru lahir itu suka nggak pup dalam beberapa hari. Tapi, selama bayi masih ASI dan bayi tidak kekurangan ASI, kita tidak perlu khawatir. Karena itu alami yang terjadi pada bayi baru lahir

    Baca juga: ASI BUNDA SEDIKIT? LAKUKAN 7 CARA INI UNTUK MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI


    Tanda-tanda Anak Mengalami Sembelit


    bantu atasi sembelit pasa anak


    - frekuensi BAB berkurang
    - teksturnya keras
    - anak merasa perutnya tidak nyaman
    - rewel
    - pada bayi menolak susu atau mpasi karena perutnya penuh

         Bunda percaya nggak? sejak jadi ibu, saya itu jadi pengamat pup anak, lho. Hahaha. Beneran. Sepertinya bukan saya aja yang begitu tapi hampir semua ibu begitu ya. Hihihi. Jadi ya, kalau Erysha belum pup lebih 2 hari itu, ya. Saya jadi khawatir. Nah, apa saja ya penyebab sembelit ini? Yuk, kita cari tahu Bun agar kita bisa menghindari anak kita dari yang namanya sembelit


    Penyebab Anak Sembelit?


    penyebab anak sembelit

    1. Perubahan pola makan
         Pola makan yang tidak benar akan menyebabkan anak rentan sembelit. Sebaiknya dalam pemberian makan untuk anak ini kita buat jadwal makannya baik itu makan menu utamanya dan cemilannya. Ini untuk menghindari anak sembelit dan kita juga jadi lebih mudah ya Bun memprediksi jam-jam anak pup karena makannya telah teratur.

    Baca juga: INI DIA 5 KESALAHAN POLA ASUH GIZI PADA ANAK YANG JARANG DIKETAHUI ORANGTUA

    2. Memperhatikan apa yang anak makan
         Sebaiknya dalam pemberian makan pada anak kita menggunakan motto gizi seimbang. Bukan 4 sehat 5 sempurna lagi ya, Bun. Karena 4 sehat 5 sempurna sudah tidak berlaku lagi sekarang dan tergantikan dengan gizi seimbang.

         Sebagai ibu tentu kita perlu memperhatikan gizi seimbang ini pada anak. Gizi seimbang terdiri dari karbon hidrat, protein, serat, vitamin, dan lain-lain. Ketika kita telah memberikan nutrisi dengan seimbang pada anak, maka anak akan terhindari dari sembelit dan tumbuh sesuai dengan tumbuh kembangnya

    3. Kurang serat
         Kurang serat bisa menyebabkan anak sembelit bahkan jika pada bayi selain kurang serat, kelebihan serat pun bisa mengalami sembelit. Jadi, khusus untuk bayi kita perlu pelajari dan mengatur makanan apa saja yang bahannya tinggi serat atau kurang serat. Serat ini masih berkaitan dengan gizi seimbang di atas ya, Bun

    4. Kurang cairan 
         Biasanya anak-anak itu ya Bun, minumnya kalau lagi haus aja, ya Bun hahaha. Akhirnya, kebutuhan cairannya kurang dan tidak sesuai dengan usianya. Ujung-ujungnya sembelit deh. Lagi-lagi menjadi tugas kita untuk mengatur kebutuhan cairan anak sesuai usianya

    5. Susu formula
         Salah satu bukti anak tidak cocok dengan susu formula yang sedang dia komsumsi adalah diare kalau nggak diare ya sembelit.

    Baca juga: Penyebab Bayi Sembelit

    6. Efek trauma
         Biasanya anak yang pernah mengalami sembelit yang parah bisa meninggalkan efek trauma lho, Bun kalau mau BAB. Karena pasti sakit dan nggak nyaman sekali ya perutnya sehingga ini akan membuat dia menahan untuk tidak BAB lagi dan akhirnya mengalami sembelit lagi

    7. Adanya kondisi medis lain
         Bisa saja anak memang mengalami kondisi percenaan lain yang membuat dia sulit untuk BAB. Kalau yang ini sebaiknya segera konsultasikan pada ahlinya

    8. Dan lain-lain

         Nah, jadi ya Bun agar anak kita tidak terkena sembelit. Kita perlu hindari hal-hal di atas yang bisa menyebabkan anak sembelit. Tapi bagaimana ya Bun kalau anak sudah terlanjur sembelit? Apa yang harus kita lakukan?


    Apa yang dilakukan jika anak sembelit?


    yang dilakukan jika anak sembelit

    1. Obat
    Biasanya orangtua langsung memasukkan obat lewat anus anak, ya Bun. Tapi sebelum menggunakam obat ini, kita perlu mengusahakan dengan cara yang alami dulu dan menggunakan probiotik

    2. Perbanyak minum air putih atau cairan 
    Kalau anaknya sudah terlanjur sembelit sebaiknya perbanyak lagi minum air putihnya

    3. Pijat perut bayi
         Bunda bisa serching di internet cara memijat perut anak yang sedang sembelit. Tentu saja carinya ke website-website kesehatan yang memang telah terpecaya dan berkompetensi di bidang itu ya, Bun. Serem soalnya kalau kita salah mendapatkan informasi tentang penanganan pada anak yang ada nanti malah fatal lagi dampaknya

    4. Perbanyak serat
    Perbanyak serat pada anak seperti makan sayuran dan buah-buahan

    5. Komsumsi probiotik 
    Mengkomsumsi probiotik dapat melancarkan sembelit, diare, untuk daya tahan tubuh dan masih banyak manfaat lainnya.


    Apa itu probiotik?


    interlac memiliki kandungan probiotics yang dibutuhkan oleh tubuh

         Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya (Wikipedia). Atau biasanya kita tahunya bakteri baik ya, Bun. Sebenarnya probiotik ini sudah ada dalam tubuh kita. Walau begitu kita tetap bisa mendapatkan probiotik dari makanan dan minuman seperti yoghurt, kimchi, tempe dan bisa juga langsung dari Interlac.


    Apa itu Interlac?


    apa itu interlac dan apa manfaatnya?

         Interlac adalah produk impor dari BioGaia, perusahaan Swedia yang dikenal dengan World Leader Probiotics. Kandungan probiotik dalam Interlac ini banyak diteliti di dunia dan telah teruji secara klinis untuk semua usia dan telah teruji keamanannya dari US FDA. Interlac ini berguna untuk membusukkan makanan sehingga anak bisa keluar dari permasalahan sembelitnya.

         Tentu saja Interlac ini bukan hanya bermanfaat untuk sembelit, tetapi bisa juga digunakan untuk diare, anak yang mengalami gumoh, kolik dan juga untuk menjaga daya tahan tubuh. Dimana kita bisa mendapatkan Interlac ini? Buat Bunda yang ingin membeli Interlac ini , dapat dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, baby shops dan secara online di Mothercare.co.id, JD.ID dan Orami

    Nah, walaupun Interlac ini bisa memberikan solusi untuk anak yang mengalami sembelit. Tetap saja pola makan, apa yang anak makan dan cairan pada anak harus kita perhatikan ya Bun untuk menghindari anak kita kembali terkena sembelit.

    Website    : www.interlac-probiotics.com
    Instagram : @interlacprobiotics
    Facebook : interlacprobiotic




    Wednesday, December 12, 2018

    Anak Down Syndrome Berprestasi? Kenapa Tidak?

    anak down syndrome berprestasi? kenapa tidak?

    "Potadssssss Loving down syndrome
    Aku ada
    Aku bisa
    Yes..yes..yes"

         Itulah yel yel yang diucapkan dengan gemuruh oleh para ibu hebat dengan anak down syndrome di salah satu ruangan The Bellevue Suites Hotel, Jakarta Selatan. Di sanalah sebuah komunitas Persatuan Orangtua Anak Down Syndrome atau disingkat menjadi POTADS mengadakan sebuah talkshow parenting untuk mengedukasi terutama memberikan pemahaman pada orangtua dengan anak down syndrome bahwa anak down syndrome pun bisa berprestasi juga, lho.

         Ini semua sesuai juga dengan tujuan didirikannya POTADS yaitu untuk saling berbagi ilmu dan menguatkan. POTADS ini didirikan pada tahun 2003 oleh 3 orang, salah satu pendirinya adalah oleh Ibu Noni Fadhillah.

         Hari Minggu, 9 Desember 2018 saya berkesempatan untuk hadir dalam acara yang hebat dan penuh haru itu. Dulu saya tidak pernah menyangka bisa berprofesi sebagai blogger parenting ini. Profesi inilah yang membuat saya tetap nyaman beraktualisasi diri walau dari rumah karena dunia pendidikan ini masih dunia saya.

         Dengan berlatar belakang pendidikan luar biasa dan sebagai guru anak berkebutuhan khusus yang saat ini belum bisa mengajar lagi, menghadiri talkshow parenting mengenai anak down syndrome ini  membuat saya menemukan dunia saya yang dulu dan acara ini memberikan kebahagian tersendiri bagi saya.


    ketua umum persatuan orang tua anak down syndrome


         Acara talkshow parenting ini dibuka oleh tarian ondel-ondel yang dibawakan oleh para anak down syndrome yang begitu semangatnya menari hingga membuat kami terhibur dan tertawa-tawa dengan tingkah lucunya. Setelah itu dibuka dengan sambutan dari Ketua POTADS yaitu Ibu Sri Handayani dan Bapak Sigit Prihutomo sebagai perwakilan dari BkkbN (Badan Kesehatan keluarga Berencana).

         Pak Sigit pun mengajak seorang anak down syndrome yaitu Zena untuk bernyanyi kasih ibu bersama. Zena ini adalah anak dari Bu Noni Faradillah dan termasuk anak down syndrome yang berprestasi juga, lho.


    anak down syndrome yang berprestasi di alat musik

     
      Setelah itu bernyanyi lagu Bunda yang dibawakan oleh seorang anak down syndrome yang lain dan diiringi musik oleh Edo yang seorang anak down syndrome tetapi mahir dalam permainan keyboardnya dan di situlah letak prestasinya. Sedangkantarian modern dibawakan oleh Razan. Razan ini berprestasi juga lho Ayah Bunda, karena dia pemenang tarian modern di komunitas POTADS. Jadi, masih ragu anak down syndrome nggak bisa berprestasi? Yuk, intip saja talkshow parenting dibawah ini

         Setelah penampilan hebat yang dipersembahkan oleh anak-anak yang hebat pula, kita baru mulai mengikuti talkshow parentingnya yang dibawakan oleh Ibu Tika Bisono, psikolog. Beliau adalah seorang penyanyi, penulis buku, dosen, aktivis dan seorang psikolog. Wah, buat generasi lama pasti kenal dengan psikolog kece yang satu ini


    Anak Down Syndrome Berprestasi? Kenapa Tidak?


    talkshow parenting anak down syndrome bersama potads
    Ibu Tika Bisono yang paling kanan


    Ibu Tika ini membuka acara dengan pertanyaan

    "Siapa yang pernah nonton film Harry Potter? Siapa yang pernah nonton film The Conjuring? Tahu nggak model-model dunia? Kalian tau nggak kalau salah satu pemain film terkenal atau model dunia itu ada anak down syndromenya? Kata siapa anak down syndrome nggak bisa berprestasi? Itu buktinya mereka berprestasi bahkan sampai mendunia. Bisa cari sendiri, ya di internet. Banyakkkk"

         Jadi ya, kalau punya anak down syndrome itu mainnya jangan diindorrrrrr aja. Ajak dong mereka ke outdour juga. Stimulasi psikososialnya. Stimulasi mereka siapa tahu nanti mereka punya prestasi mendunia juga. Kalau anaknya nggak distimulasi bagaimana kita bisa menemukan bakat anak dan membuat anak berprestasi kalau apa-apa kita udah putus asa duluan sambil bilang "aduh anak gue ga akan bisa, nih".

         Berikan anak kesempatan untuk belajar karena itu adalah hak asasi manusia. Jangan takut ama dunia luar. Anak kita memang nggak normal tetapi dia tetap punya hak untuk belajar. Normal nggak normal itu hanya berada dalam satu perpekstif saja.

         Contoh kita memang normal tapi kita nggak down syndrome. Tetapi ketika kita lebih mementingkan handphone kita daripada manusia yang ada di sebelahnya itu kita namanya sakit jiwa, nggak normal. Kita normal tetapi ketika kita saling suka sesama jenis itu juga sakit jiwa. Kita normal tapi ketika kita sibuk teriak-teriak ama anak, marah-marah lalu nangis itu juga sakit jiwa

         Jadi apa? Normal nggak normal itu lagi-lagi cuma berada satu perpekstif saja. Bagaimana menjadi orangtua yang normal itu?

    "Orangtua yang normal adalah orangtua yang bisa menjaga keorangtuannya dalam keadaan apapun"

    Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak down syndrome agar berprestasi?


    Cara Mengajarkan Anak Down Syndrome agar Berprestasi


    cara mendidik anak down syndrome agar berprestasi


         Banyak orangtua dengan anak down syndrome menganggap bahwa anak mereka itu sama sekali nggak bisa, apa-apa nggak bisa. Jadi bagaimana anaknya benaran bisa jika konsep pikiran orangtua tentang anaknya pun sudah negatif. Nah, begini caranya mendidik anak agar bisa berprestasi;

    1. Kenali karakter anak down syndrome
     
         Balajar karakteristik anak down syndrome itu seperti apa. Baik itu aspek kognitifnya, perilakunya, sosialnya, bahasanya, dan psikologisnya dan lain-lainnya. Pelajari itu semua. Bagaimana kita akan mengajari anak kita jika kita tidak mengenali mereka. Iya, kan?

    2. Amati pola belajarnya
       
         Setelah itu amati pola belajarnya. Anak kita ini suka belajar yang seperti apa? Visualkah? Kinestetikkah? Dll. Cari tahu apa yang dia sukai dan amati perilaku belajarnya, suka belajar jam berapa, berapa lama dan lain-lain. Nanti dari sana kita akan tahu pola belajar anak kita sendiri

    3. Amati cara mengajar orangtua yang lebih berpengalaman 
     
         Sering-seringlah bertanya, berdiskusi cara belajar anak down syndrome itu seperti apa pada mereka yang lebih berpengalaman dari kita. Yang namanya belajar itu bukannya hanya soal akademik ya Ayah Bunda tapi konsep belajar ini luas

    4. Jangan bandingkan kemampuan anak down syndrome dengan anak normal

    "Kok anak saya yang down syndrome ini cara belajarnya itu nggak kayak kakaknya, ya? Padahal dia kan udah 9 tahun"  

         Hey, berhentilah bertanya seperti itu. Namanya juga anak down syndrome pasti bedalah ya cara belajarnya dengan anak normal. Jadi nggak perlu kita banding-bandingkan. Jadi sekali lagi ya, sebelum mengajarkan anak itu, kita dulu dong yang harusnya belajar.

    5. Kita harus belajar 
       
         Nah, ini masih terkait sama point-point di atas. Sebagai orangtua kita perlu belajar. Banyak-banyaklah membaca buku, ikuti seminar parenting dan berdiskusi dengan orang-orang yang lebih berpengalaman dari kita.

         Sebagai orangtua dengan anak down syndrome kita wajib mempalajari karakteristik anak kita, kesehatan anak down syndrome itu seperti apa? Nutrisinya yang perlu diperhatikan seperti apa? Bagaimana cara belajarnya, bagaimana mengasah skillnya dan lain-lain. Karena semua permasalahn kita itu sebenarnya sudah ada di buku, lho. Makanya ayo kita jangan malas baca buku

    6. Berikan anak down syndrome kesempatan belajar
       
         Berikan anak down syndrome hak untuk belajar. Biarkan anak  mencari ketertarikannya dahulu baru nanti setelah ketertarikan itu kita akan bertemu hasilnya yaitu  ketika anak menemukan bakat atau keahliannya. Keahliannya inilah yang akan membawa anak untuk memiliki prestasi dikemudian harinya

         Misalnya anak kita kelebihannya suka menari. Stimulasi kelebihannya itu atau sukanya bernyanyi atau bermain alat musik. Stimulasi semuanya. Cari dan amati apa yang anak kita sukai. Cari dimana kecenderungan letak kecerdasannya.

         Tapi sekalipun anak kita tidak memiliki prestasi yang hebat di mata banyak orang. Tetapi dia anak yang baik dan penyanyang. Itu juga sebuah prestasi Ayah Bunda. Bukankah itu tak kalah mahalnya dibandingkan prestasi-prestasi dengan standar orang pada umumnya? Dengan segala keterbatasannya tetapi anak tetap mampu berbuat baik. Bukankah itu luar biasa kerennya?

    7. Jangan pernah berhenti untuk menstimulasi anak
     
         Jangan pernah berhenti untuk terus menstimulasi anak-anak kita. Karena anak itu melesat atau terbenam tergantung orangtuanya. Jadi kuncinya ada di orangtua. Ketika kita bisa menerima anak dan mengarahkan anak kita, maka akan membawa anak itu berprestasi dan menginspirasi dengan sendirinya

         Lalu, ada seorang ibu bertanya. Ia memiliki 3 orang anak laki-laki. Satu balita, satu batita dan satu masih bayi. Salah satunya adalah down syndrome. Dia merasa kewalahan menghadapi semuanya dan dia pun bertanya pada Ibu Tika.

         Selain memberikan jawaban, Ibu Tika pun berkata "Ibu sepertinya mengerjakan semuanya sendirian ya?" Lalu, saya melihat ke dua bola mata ibu yang bertanya itu berkaca-kaca. Ada luka dan lelah yang ku lihat di matanya yang berair itu. Ya Allah rasanya saya ingin sekali memeluknya dan berkata pada seseorang yang bernama suami sekaligus ayah

    "Hai Ayah sekaligus teruntukmu yang bernama suami. Tugasmu itu bukan cuma sebagai pencari nafkah doang. Sungguh tidak sedangkal itu peranmu. Ayolah bekerja sama dengan istrimu untuk mengurus anak-anakmu. Masa bikinnya mau, bikinnya berdua kan? Tapi nggak mau ikut berperan dalam mengurus anak-anakmu? Ayolah!"

         Lalu, Ibu Tika menyarankan untuk melibatkan peran ayah dalam mengurus anak-anak. Jangan jadi pahlawan sendirian semua dikerjakan sendiri. Itu namanya pahlawan kesiangan. Anak kita nggak butuh itu, karena untuk mendidik dan  membesarkan anak perlu kerja sama antara suami dan istri . Apalagi membesarkan anak down syndrome. Jangan sendirian karena  keberhasilan seorang anak itu bukan karena satu orang tapi dua orang.

         Jadi, sebelum kita menghadapi anak kita harus selesaikan permasalahan kita terlebih dahulu dengan pasangan kita. Kalau perlu datangi psikolog. Karena bagaimana sebuah tim bisa bekerja sama membesarkan anak apalagi down syndrome jika keduanya tidak harmonis?

         Itu dia Ayah Bunda inti dari penjelasan Ibu Tika Bisono ini. Saya suka gaya beliau berbicara, jujur, lepas, tapi tak menyakiti. Malah yang ada kita merasa berkali-kali tertohok karena apa yang beliau sampaikan semuanya benar hihihi.


    pendiri komunitas persatua orang tua  anak down syndrome


         Nah, setelah itu Bu Noni pun ikut  bercerita dan menyampaikan pesannya. Bahwa jika anak kita dikatakan gila oleh orang lain, jelaskan pada mereka bahwa anak kita itu tidak gila. Mengapa kita harus berkata seperti itu? Itu karena masyarakat kita masih banyak yang belum tahu ilmunya. Jadi tugas kitalah yang salah satunya mengedukasi mereka dan bersabarlah dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak kita. Lagi, lagi dan lagi

    Baca juga: IDENTIFIKASI ABK SEJAK DINI MELALUI TUMBUH KEMBANG ANAK

         Ayah Bunda, anak down syndrome itu ingin di sayang, mereka ingin berteman. Mereka memang beda tetapi bukan untuk dibeda-bedakan. Mari terima mereka dan mari kita dukung mereka. Edukasi pula anak-anak kita mengenai anak berkebutuhan khusus ini

         Nah, itu dia Ayah Bunda talkshow parenting anak down syndrome . Menurut saya, pesan yang ada di dalamnya sebenarnya bukan hanya untuk orangtua hebat dengan anak down syndrome saja. Tetapi sebenarnya untuk siapapun yang berstatus sebagai orangtua atau yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua.

    Baca juga: 21 KUTIPAN PARENTING YANG PASTINYA MEMOTIVASI AYAH BUNDA

         Buat Ayah Bunda yang memiliki anak down syndrome  dan ingin bergabung dengan POTADS ini. Bisa langsung cari tahu infonya di wesitenya, ya. Ini linknya POTADS. Bagaimana Ayah Bunda, siap membuat anak kita menjadi anak hebat dan berprestasi? Karena anak yang hebat dimulai dari orangtua yang hebat


    Semangattttt kita ❤️



    Saturday, December 8, 2018

    Acara Wisuda XIII Sekolah Tinggi Teknologi Bandung 2018


    acara wisuda XIII sekolah tinggi teknologi bandung 2018

         Hai-hai Ayah Bunda, hari ini saya mau menulis acara wisuda sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) yang ke XIII. Waw sudah banyak ya, Ayah Bunda ternyata sekolah ini mengeluarkan lulusan  sarjanannya. Nah, sekolah ini berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 378 Bandung 40235 Jawa Barat. Kayaknya kalau orang Bandung pasti sudah tahu ya sekolah ini 

         Nah, hari ini Sabtu, 8 Desember 2018 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) ini mengadakan acara besar yaitu wisuda sarjana yang ke 13. Acara ini diadakan di Hotel Harris and Convention Festival Citylink, Bandung. Ini menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang ya Ayah Bunda seperti oleh sekolahnya, para mahasiswanya dan tentu saja para orangtuanya

    penghargaan kepada para mahasiswa sekolah tinggi teknologi bandung (STTB)

         Acaranya wah sekali, tertata rapi, teroganisir dengan baik dan berlangsung dengan khidmat. Saking khidmatnya ya, membuat saya mengenang masa wisuda saya dulu. Alah berasa diri ini sudah tua *hiks. Nggak apa-apalah ya Ayah Bunda, walau kita sudah tua yang penting semangatnya tetap muda hihihi

         Tahukah Ayah Bunda bahwa hari ini ada 183 mahasiswa yang akan diwisuda, yang terdiri dari 77 Sarjana Teknik Informatika dan 106 Sarjana Teknik Industri. Tahun 2018  ini STTB telah menerima mahasiswa sebanyak 1250 dimana 75 % berasal dari Jawa Barat dan 25 % nya berasal dari pulau-pulau yang lain seperti Sumatera, Papua, Kalimantan, dan Sulawesi. Ada juga lho yang berasal dari luar negeri seperti Qatar, Malaysia, dan Timor Leste. Pada tahun ini juga terjadi peningkatan jumlah mahasiswa sebanyak 20%

         Sedangkan untuk tenaga pengajarnya berjumlah 120 orang. 96% sudah S2 dan STTB ini menargetkan untuk tahun 2019 sebanyak 70% pengajarnya sudah S3. Aaaminn semoga harapan STTB ini tercapai ya, Ayah Bunda


    Acara Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Bandung 2018


    acara wisuda sekolah tinggi teknologi bandung (sttb)

    Acara ini memeiliki beberapa susunan acara yaitu:
    1. Pembukaan
    2. Lagu Indonesia raya
    3. Laporan ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
    4. Sambutan-sambutan
    5. Orasi ilmiah
    6. Pembacaan SK ketua STT Bandung
    7. Pelantikan wisudawan
    8. Penandatanganan MoU
    9. Penyampaian kesan dan janji wisudawan
    10. Pembacaan doa
    11. Penutupan sidang senat terbuka
    12. Ramah tamah

    orasi ilmiah di sekolah tinggi teknologi bandung

         Ada yang menarik dari pembicara orasi ilmiah ini. Beliau adalah Dr Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research & Technology Development at Airbus. Tau nggak apa yang menariknya? Menariknya adalah beliau ini berkantor di Singapura, lho. Tapi mau jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menghadiri wisuda XIII Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini. Luar biasa, ya 

         Selain pembicara dari Dr Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research & Technology Development at Airbus ini. Yang paling menarik menurut saya adalah acara waktu menangis bersama ketika para wisudawan mengenang perjuangan orangtua mereka hingga bisa menyekolahkan mereka sampai tinggi dan perasaan haru orangtua karena bangga anak-anak mereka telah lulus dan diwisuda hari ini

         Ya Allah, menurut saya momen itu yang paling dalam bagi saya. Karena ingat perjuangan zaman kuliah dulu. Saya saja sampai baper apalagi mereka, ya. 

    mahasiswa berprestasi di sekolah tinggi teknologi bandung

         Sedangkan untuk pembicara yang mewakili seluruh mahasiswa adalah seorang yang sangat berprestasi lho Ayah Bunda yaitu Tina Sri Handayani. Mengapa? Karena Tina ini telah meraih tiga medali sekaligus. Tina Sri Handayani ini berhasil meraih Medali Emas ada cabang olahraga (CABOR) Lari 200M, Medali Perak Cabor Lompat Jauh, dan Medali Perunggu pada Cabor Lari 100M pada Event Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) V 2018 yang diselenggarakan di Bogor, Stadion Pakan Sari Cibinong. MasyAllah luar biasa. Semoga semakin banyak anak muda yang seperti ini, ya

         Acara wisuda XIII Sekolah Tinggi Teknologi Bandung 2018 pun usai dan ditutup oleh ketua STTB Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, MT dan saya ucapkan selamat kepada para wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung atas kelulusannya, ya. Semoga ilmunya berkah dan dapat bermanfaat untuk banyak orang

    Website Sekolah Tinggi Teknologi Bandung: https://sttbandung.ac.id

    Sunday, December 2, 2018

    4 Hal Ini Wajib Diperhatikan Ketika Menitipkan Anak pada Neneknya

    4 hal ini wajib diperhatikan ketika menitipkan anak pada neneknya
    Pixabay

    Catatan: Baca sampai selesai agar tidak baper, ya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi tetapi sekedar sebagai pengingat diri


         Sebelum kita membahas 4 hal wajib yang perlu kita perhatikan ketika menitipkan anak pada neneknya, ijinkan aku untuk sedikit bercerita mengapa aku bisa menuliskan tentang hal ini. Sejujurnya, aku takut menuliskan tentang hal ini. Karena hal ini adalah hal yang sensitif dan bisa memicu pro kontra bagi mereka yang salah menangkap niat dan pesan positif yang tersimpan dibalik tulisan ini. Walau begitu, aku tetap memberanikan diri untuk menuliskannya. Karena bagaimanapun, aku memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan

         Semoga kita termasuk orang yang menyakini kebenaran dan bukannya sibuk mencari pembenaran diri. Walau begitu, tulisan ini tidak teruntuk semua ibu. Karena setiap ibu tentu memiliki sikon yang berbeda-beda dan aku hanya menuliskan tentang ibu ini secara umumnya saja. Jadi, kalau kita tidak seperti dalam tulisan ini, nggak usah baper, ya.

         Hari itu, hari pertama kali ku mengenal nenek itu. Karena hari itu, hari pertama aku pindah ke rumah kontrakanku yang baru. Ku lihat usianya tak semuda dulu. Tapi keadaan memaksanya harus mengurus cucunya 3 orang sendirian. Yang satu kelas 1 SD, dan duanya masih kecil-kecil, usia 4 tahun dan satu tahunan

    Baca juga: RUMAH UNTUK PULANG

    hal yang dipersiapkan jika ingin menitipkan anak pada neneknya
    Pixabay

         Terasa sesak ku melihatnya. Karena ku tahu, betapa lelahnya mengurus anak itu apalagi ini lebih dari satu orang di usianya yang tak lagi muda. Lalu, terbersit tanya dalam hatiku "kemanakah orangtua anak-anak itu, hingga harus nenek itu mengurus semuanya sendirian? Tak adakah yang membantunya? Padahal mereka orang yang berada"

    Barulah ku tahu kedua orangtua dari anak-anak itu sibuk bekerja dari pagi dan pulang malam. Lalu, aku kembali bertanya di dalam hati

    "Jika ibunya sehari-hari sibuk bekerja pergi pagi dan pulang malam. Lalu, dimanakah perannya sebagai ibu dalam mendidik, membesarkan dan mengurus anak-anaknya, jika semua perannya dan nilainya telah diberikan kepada orang lain?"
    Wahai Ibu, jangan biarkan orang lain mengambil peranmu. Apa yang Engkau cari di luar sana? Janganlah engkau sibukkan diri mencari harta di luar sana, hingga engkau lupa bahwa harga paling berhargamu ada di rumah, yaitu anakmu. Pulanglah, ibu. Anakmu sedang menunggumu di rumah"

    Aku sedih melihatnya. Melihat anak-anak itu, melihat sosok ibu itu terutama melihat nenek itu. Hingga suatu hari, nenek itu duduk di sebelahku dan bercerita padaku, bahwa tiap malam badannya yang sudah tua itu merasakan kesakitan dan kelelahan mengurus semuanya sendirian. Lalu, ia masih harus memaksakan dirinya untuk bangun lebih shubuh memasak dan mengurus semua kebutuhan anggota keluarganya tanpa dibantu oleh menantu perempuannya yaitu ibu dari cucunya

         Ya Allah, tanpa kita sadari betapa banyak dari kita menjadikan orangtua kita sebagai pembantu di rumah kita sendiri *semoga itu bukan kita ya, Bunda. Nenek itu kembali bercerita sambil menatap kosong ke depan dengan mata tuanya yang berkaca-kaca. Aku pun hanya bisa terdiam mendengarkannya, lalu tersenyum untuk menguatkannya.

         Apa Bunda pernah melihat seorang nenek yang mengurus cucunya yang masih kecil tanpa ada yang membantunya? Apa Bunda pernah melihat nenek sedang mengejar cucunya di luar rumah  sambil memberi makan dengan nafasnya yang terengah-engah? Apa Bunda pernah  melihat seorang nenek badannya sakit-sakitan karena seharian waktunya habis menggendong cucunya dan mengurus cucunya?

         Aku sering melihat itu. Sungguh aku terluka melihat pemandangan itu. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku bukan siapa-siapa. Yang bisa aku lakukan, hanya menulis ini. Semoga bisa mengingatkan diriku dan para ibu yang di luar sana. Tulisan ini bukan untuk menghakimi. Sungguh bukan. tapi hanya sekedar pengingat diri kita yang terkadang lupa untuk mengingatnya


    4 Hal Ini Wajib Diperhatikan Ketika Menitipkan Anak pada Neneknya


    boleh tidak menitipkan anak pada neneknya?
    Pixabay

    1. Kondisi fisik nenek

         Teruntukmu yang bernama anak. Jangan jadikan ibumu sebagai pengasuh dari anak-anakmu atau pembantumu. Jadikan dia pengawas saja. Karena fisiknya tak lagi sekuat dulu. Usianya tak lagi semuda dulu dan tubuhnya kini tak lagi bugar seperti dulu. Kasihanilah ia. Jangan repotkan lagi dirinya dengan harus mengasuh dan mengurus anak-anak kita. Ingat itu adalah anak kita, tanggungjawab kita. Bukan anak dari neneknya. Cukup sudah dia berlelah-lelah mengurus kita dari sedari kecil. Jangan membuatnya susah kembali.

         Biarkan ia menikmati masa tuanya dengan tenang, biarkan ia menikmati usianya yang telah senja dan semakin senja. Biarkan ia beristirahat dengan tenang di masa rentanya. Bahagiakan ia dengan hadirnya kita dan cucunya untuk peneman sepinya bukan untuk menyusahkannya.

         Jangan biarkan dia mau melakukan itu semua karena sesungguhnya dia begitu lelah seharian mengurus anak kita. Badan-badannya terasa sakit semua karena banyak menggendong anak kita atau mengejar cucunya yang ke sana kemari karena perasaan tidak enaknya pada kita atau perasaan menumpangnya pada kita dan pasangan kita. Jangan, sungguh jangan lakukan itu pada ibumu, karena salah satu keberkahan hidupmu dan keluargamu terletak pada ridhonya.

         Lalu, jika engkau dengan terpaksa dan berat hati menitipkan anakmu pada orangtuamu. Jangan lupa, beri mereka asisten rumah tangga atau orang yang bisa membantu mengurus anakmu dan rumahmu. Namun, jika engkau sungguh tak sanggup menyewa asiten rumah tangga, engkaulah yang seharusnya mengerjakan semua pekerjaan rumah, mengurus anakmu sebelum berangkat dan sepulang bekerja. Sambil berpikir dan berusaha bagaimana caranya agar engkau tak lagi menyusahkan orangtua terutama ibumu di usianya yang kini tak lagi muda

    Baca juga: BEKERJA DI RUMAH TANPA ART. YES OR NO?

    2. Kesibukkan neneknya

         Biasanya orang yang sudah lanjut usia senang menghadiri pengajian, berkumpul dengan teman-temannya dan menggunakan waktunya untuk beristirahat atau untuk kegiatan yang semakin mendekatinya dengan Tuhan. Sehingga, jika kita ingin menitipkan anak kita pada neneknya, sebaiknya kita pikirkan juga dengan kesibukan neneknya. Jangan sampai karena kehadiran anak kita, membuat nenek memiliki waktu yang kurang untuk dirinya sendiri.

    kegiatan nenek di hari tuanya
    Pixabay

         Jadi, sebaiknya diobrolkan dengan neneknya apa neneknya mau mengawasi anak kita atau tidak. Walau begitu tetap kita berusaha agar nenek tidak kehilangan waktu dan kegiatan untuk dirinya sendiri ya, Bunda. Kasian

    3. Persiapkan semua kebutuhan anak

         Sebelum kita berangkat bekerja, jangan lupa persiapkan dahulu kebutuhan anak seperti susunya, pakaiannya, mainannya dan lain-lain. Agar neneknya tidak kerepotan mengurusi kebutuhan anak kita

    4. Pola asuh

         Anak yang dibesarkan oleh kita langsung dengan orang lain itu pasti berbeda ya, Bun. Walau begitu, kita bisa tetap memberi pesan pada neneknya, seperti tidak membiarkan anak menonton tayangan yang tidak sesuai dengan usianya, tidak kebanyakan diberikan gadget dan lain-lain. Walau begitu harus terima konsekuensi jika pola asuh anak pasti berbeda jadinya.

    Baca juga: BUNDA BINGUNG MENGHADAPI PERBEDAAN POLA ASUH DENGAN ORANGTUA TERHADAP ANAK? BEGINI CARA MENYIASATINYA

         Itu dia Bunda 4 hal wajib yang perlu kita persiapkan jika ingin menitipkan anak pada neneknya. Semoga bisa bermanfaat, dan mohon maaf jika tulisan ini tidak berkenan di hatimu, Bunda. Tapi aku harus tetap menyampaikannya 🙏



    Monday, November 26, 2018

    Kulit Wajah Bunda Kering? Yuk, Intip Pembersih Wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Ini

    kulit wajah bunda kering? yuk, intip pembersih wajah hada labo shirojyun ultimate whitening ini

    Kulit wajah Bunda kering? Bingung cari pembersih wajah yang cocok untuk wajahnya? Yuk, tengok review saya tentang pembersih wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Ini. Saya udah 5 tahun lho, pakai produk ini. Berbicara tentang kulit wajah dan memiliki kulit wajah yang kering, tentu secara tidak langsung membuat diri kita merasa kurang cantik ya, Bun. Begitu pun dengan saya. Walau sejatinya kecantikan seorang perempuan itu hanya teruntuk suaminya, ya. Tapi sebenarnya, selain cantik itu untuk suami, kita juga perlu lho cantik untuk diri kita sendiri.

    Yup, memang sudah seharusnya setiap perempuan itu merasa cantik akan dirinya sendiri. Mengapa? Karena ketika kita merasa cantik, maka akan meningkatkan hormon kebahagian pada diri kita
    sendiri. Lalu ketika seorang perempuan itu sudah merasakan bahagia, maka ia dengan sendirinya akan berbagi kebahagian itu pada orang lain tanpa diminta. So, kalau seorang ibu itu bahagia, maka suami dan anak-anaknya pasti ikut bahagia.

    Menurut saya, cantik yang perlu kita rawat itu ada dua, Bunda. Cantik dari dalam dan cantik dari luar. Cantik dari luar yang saya maksud adalah secara fisik contohnya adalah wajah. Dulu waktu masih gadis saya pernah sedih, lho. Gara-gara kulit muka saya yang kering. Saking keringnya kadang terkelupas. Masa coba baru pakai pembersih wajah saja, muka saya langsung semakin kering, dan ngerasa ketarik-tarik gitu.

    Akhirnya, dimulailah petualangan saya mencari pembersih wajah yang benar-benar cocok untuk saya. Hingga suatu hari, saya bertemu dengan seorang rekan sesama guru yang menyarankan saya menggunakan pembersih wajah dari Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening ini. Yuk, langsung cus ke review-nya!

    Pembersih Wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening


    review pembersih wajah  hada labo shirojyun ultimate whitening

    Apa Bunda pernah mendengar tentang Hada Labo? Memang ya produk ini tidak sefamiliar produk-produk skin care lainnya karena memang iklannya nggak banyak dan Hada Labo ini tidak ditemukan di semua toko.

    Tapi walau begitu, para pengamat kecantikan atau orang-orang yang mengerti skin care, pasti pada tahu dengan produk yang berasal dari Jepang ini. Yes, produk ini dikembangkan oleh Rohto Japan. Tapi sudah lama juga diproduksi oleh Rohto di Indonesia.

    Sebenarnya Hada Labo ini ada beberapa series ya, Bun. Tapi yang saya pakai hanya pembersih wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening ini.

    Kemasan Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Face Wash


    review hada labo shirojyun ultimate whitening face wash

    hada labo shirojyun ultimate whitening face wash untuk kulit sensitif dan kering

    Kemasannya berwarna biru dengan tutupnya berwarna putih. Tampilan dari kemasannya itu simpel ya, walau simpel tapi elegan menurut saya dan terlihat juga huruf Jepang besar tertulis di bagian depannya.

    Manfaat Pembersih Wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening untuk Kulit Kering


    keunggulan hada labo shirojyun ultimate whitening face wash

    Saya tulis langsung dari kemasannya ya, Bun

    1. High Purity Arbutin: ekstrak dari tanaman bearberry yang mencerahkan warna kulit dan
    menyamarkan noda hitam
    2. Whitening Extract: mencegah kulit wajah tampak kusam
    3. Hyaluronic Acid: melembapkan dan melembutkan kulit
    4. Mencerahkan sekaligus mengangkat kotoran dan minyak dari kulit
    5. Memiliki tekstur yang ringan seperti air
    6. Tidak menggunakan zat pewangi, zat pewarna, dan etanol
    7. Sesuai dengan PH kulit dan tingkat iritasi rendah

    Nah, apakah hasilnya seperti yang disebutkan di atas? Ikutin terus, ya!

    Tekstur


    review pembersih wajah untuk kulit kering

    Warnanya putih ya, tekstur agak padat tapi tetap ringan dan mudah sekali meresap ke wajah.

    Cara pemakaian


    Basahi wajah kita. Tuangkan Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening ini secukupnya. Lalu, gosokkan secara perlahan-lahan dan merata ke seluruh bagian wajah. Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Face Wash ini busanya sedikit ya, Bunda. Ini bagus. Jadi, ini akan membuat wajah kita tidak rentan terkena iritasi dan cocok untuk wajah sensitif atau kulit kering. Seperti yang dipaparkan oleh Dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK selaku dermatologist dari BAMED Skin Care Clinic bahwa:

    "Sabun wajah yang banyak busa malah akan membuat kulit menjadi kering. Contoh paling
    sederhana bila efek sabun wajah yang setelah dipakai hasilnya kesat atau terlalu kering, kondisi ini
    sangat tidak bagus karena malah mengurangi kelembapan alami kulit wajah, apalagi diaplikasikan
    dengan cara digosok kasar pada wajah".

    Kalau soal wanginya, produk ini tidak memiliki wangi atau bau apa-apa. Ada sih tapi sedikit sekali. Wanginya itu hambar, nggak menyengat gitu. Terbukti produk ini memang tidak menggunakan zat pewangi seperti yang tertulis pada produknya.

    Setelah Pemakaian Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Face Wash


    hasil pemakaian pembersih wajah hada labo shirojyun ultimate whitening

    Itu yang sebelah kiri wajah belum mandi dan sehabis pulang dari pasar 😂

    Alhamdulillah, setelah 5 tahun saya menggunakan Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening face wash ini, saya merasa cocok sekali dengan produk ini. Muka saya yang awalnya kering menjadi
    lembap, halus, lembut dan kenyal. Sebenarnya rasa halus dan lembap ini, sudah bisa kita rasakan di hari pertama pemakaian, sih.

    Hanya saja, untuk mencerahkan dan memutihkan, itu kurang menurut saya. Tetapi tidak apa-apa, paling tidak wajah bersih dan lembap bisa kita miliki dengan produk ini dan cocok juga untuk kulit yang sensitif. Karena bahan-bahan yang digunakan dalam produk ini aman, ya.

    BPOM: NA18121201036
    Harga: 50 g Rp. 19. 200 di Shopee

    Tetapi sayangnya, produk ini tidak tersedia di semua toko. Adanya di swalayan besar dan di mall. Itu membuat saya kesulitan sekali mendapatkan produk ini. Masa mau beli pembersih wajah saja saya harus ke mall dulu. Hiks. Tapi itu dulu, sih karena sekarang saya tinggal beli saja di Shopee. Kayaknya semua orang sudah tahu ya, Shopee ini. Maklum Shopee ini adalah idolanya para ibu-ibu hihihi.

    Shopee


    pengalamanku belanja online di shopee


    Saya dan suami memang suka belanja ke Shopee dari beli kompor listrik sampai yang sifatnya receh
    banget seperti tempat bumbu dapur saja, kami beli di Shopee. Hahaha saking nyamannya. Kenapa suka belanja di Shopee?

    1. Tepercaya
    Shopee itu e-commerce besar ya. Jadi, mereka jelas asal usulnya dan yang belanja di sana juga banyak. Walau begitu, tetap kita juga harus teliti memeriksa deskripsi barang yang akan kita beli ya, Bun. Untuk menghindari kesalahpahaman.

    2. Pilihannya banyak
    Produk yang di jual di Shopee itu ada banyak sekali. Jadi, kita bisa tinggal beli sesuai dengan dana yang kita punya dan kualitas barang yang seperti apa yang kita inginkan.

    3. Proses pengirimannya cepat
    Cepat proses pengirimannya dan jelas juga, bisa di-track.

    4. Banyak ongkos kirim gratisnya
    Di Shopee juga banyak ongkos kirim gratisnya. Jadi, enak ya kita tinggal bayar produknya saja hahaha *bahagianya.

    5. Banyak bonusnya
    Ini adalah kesenangannya ibu-ibu, ya. Iya belanja di Shopee itu banyak bonusnya seperti ngumpulin koin, cashback, voucher, dan lain-lain

    6. Aplikasinya mudah digunakan
    User friendly aplikasinya. Jadi, aplikasinya itu mudah kita pelajari dan gunakan.

    Jadi, buat Bunda yang memiliki kulit wajah kering atau sensitif, bisa coba pembersih wajah Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening ini, ya. Selamat mencoba dan percayalah bahwa setiap diri Bunda itu cantik. Yuk, kita rawat kecantikan itu dari luar dan dalam kita. Dimulai dari sekarang untuk aset kita puluhan tahun ke depan. Bye, kulit kering!


    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES