• Thursday, April 19, 2018

    6 Ilmu Parenting yang Bisa Kita Ambil dari Buku "Ayahku Bukan Pembohong"


    Judul    : Ayahku Bukan Pembohong 
    Genre   : Novel Dewasa / Fiksi
    Penulis : Tere Liye
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
    Cetakan: kelima
    ISBN      : 978-979-22-6905

    Sinopsis Buku "Ayahku Bukan Pembohong"


    "Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

            Inilah kisah seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagian sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

            Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya" 

    Saya tuh ya salah satu penggemar Tere Liye dan lagi-lagi setiap baca bukunya itu pasti mewek hahahha 😂, termasuk buku yang ini. Seperti biasa selalu ada banyak pesan dan pemahaman yang baik penulis sampaikan di setiap tulisannya dan saya pun yakin, bahkan ketika si Penulisnya kelak telah tiada, amal kebaikannnya akan selalu ada dan mengalir dari setiap kebaikan yang ia sampaikan dari setiap karyanya. Hahhhh, semoga kita bisa berbagi kebaikan juga dari apa yang mampu kita lakukan, ya.

    6. Ilmu Parenting yang Bisa Kita Ambil dari Buku "Ayahku Bukan pembohong" Karya Tere liye


    Nah, hari ini aku mau bagiin beberapa pesan yang aku dapetin dari buku ini, termasuk melihatnya dari beberapa sudut parenting.

    1. Ajarkan dan besarkanlah anak kita dari sebuah kesederhanaan  
    Banyak orangtua yang mengira bahwa mengikuti dan memenuhi semua keiinginan anak kita, itu sah-sah saja. Sehingga kita membelikan banyak mainan, pakaian, perhiasan, jalan-jalan dan semuanya untuk anak. Hingga kita lupa mengajarkan anak kita tentang arti sebuah kesederhanaan, arti tentang sebuah hidup yang bersahaja. Dan membuat anak lupa belajar dari yang namanya sebuah proses dan lupa menghargai sesuatu dari hal-hal yang terkecil

    2. Ajarkanlah arti kebahagian yang sebenarnya pada anak
    Beritahu anak bahwa kebahagian itu bukan terletak dari mahalnya sebuah benda, bukan terletak dari tingginya jabatan, bukan dari banyaknya kekuasaan, bukan terletak dari banyaknya apa yang kita miliki dan bahkan bukan dari seberapa cerdasnya diri kita. Tetapi terletak dari hal-hal yang sederhana dan biasa namun menjadi luar biasa ketika kita mampu mengemasnya dari rasa syukur.

    Beritahu anak kita, bahwa kebahagian itu tidak perlu dicari. Karena kebahagian itu ada di dalam hati kita. Hanya kita yang mampu membuat diri kita bahagia, bukan orang lain.

    Bisikkan pada anak kita, bahwa kebahagian itu ketika kita mampu membuat hati kita selapang lautan. Sehingga, ketika ada seseorang yang menaburkan garam pada lautan itu, tidak akan meninggalkan sesuatu yang berarti baginya.

    3. Pahamkan pada anak bahwa tak ada orangtua yang sempurna
    Layaknya anak tak ada yang sempurna, begitu juga dengan orangtua yang tak sempurna. Yang terpenting kita mau belajar dan terus belajar memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai

    4. Jadilah ibu yang dicintai oleh anak kita
    Bangunlah bonding yang kuat dengan anak. Hingga, ketika kelak kita telah tiada. Anak akan tetap mengingat dan memegang prinsip yang diajarkan kita semasa kita masih hidup dan tinggalkan banyak kenangan bersama mereka. Jangan biarkan orang lain mengambil peran kita.

     5. Jadilah orangtua pembelajar
    Agar kita tahu bagaimana cara mendidik anak kita dari bekal ilmu yang kita punya dan tahu bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan zamannya.

    6. Bangunlah komunikasi yang Positif antara orangtua dan anak
    Dalam hubungan apapun, selalu yang seharusnya terpenting kita jaga adalah komunikasi. Yah, komunikasi ini tampak sepele tetapi, sesungguhnya komunikasi ini menentukan seberapa kualitas hubungan kita dengan orang lain dan penentu sejauh apakah sebuah hubungan bisa terjaga. Apalagi hubungan antara orangtua dan anak ya Ayah Bunda. Ilmu komunikasi dan cara membangunnya ini yang perluuuuuuu banget kita pelajari. Bahkan, komunikasi yang tidak terjaga dengan baik, cepat atau lambat akan meledak dan menimbulkan emosi negatif pada para pelaku.

    So, Ayah Bunda jangan lupa selalu bangun komunikasi yang positif kita terhadap anak kita. Jangan sampai hubungan yang penting ini, rusak karena sebuah kesalah pahaman karena buruknya cara berkomunikasi kita pada anak.


    Itu dulu ya 6 pesan penting dari buku ini yang dilihat sudut parentingnya. Semoga bermanfaat 😉

    Bunda Bingung Cara Beli Token Listrik? Beli Online aja

    bunda bingung cara beli token listrik? beli online aja
    Pixabay

    Zaman sekarang, siapa yang tidak membutuhkan listrik? Listrik dibutuhkan oleh siapa saja dan bermanfaat dalam banyak hal, mulai dari sebagai sumber penerangan sampai untuk menjalankan banyak peralatan elektronik. Bagi orang-orang yang telah lama menggunakan listrik, yaitu sebagaian besar penduduk Indonesia, harus tinggal gelap-gelapan tentunya terasa tidak nyaman ya Bun

    Kalau kita memakai listrik dengan sistem token, terkadang kita bingung ya Bun kalau listrik rumah tiba-tiba habis. Masalah ini bisa terjadi kalau kita sampai lupa untuk mengisi token listrik ketika token sebelumnya telah habis digunakan. Bagaimana ini bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu selengkapnya Bun tentang listrik dengan pemakaian token ini

    Mengenal Listrik Prabayar

    Token listrik
    Token Listrik - midohienergy.com
    PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia menyediakan layanan dengan sistem pascabayar selama bertahun-tahun. Artinya, pengguna listrik baru akan tahu jumlah tagihan yang harus dibayarkannya pada awal bulan berikutnya. Setelah banyak pengguna terbiasa dengan sistem ini, PLN kemudian hadir dengan inovasi listrik prabayar. Tujuannya adalah untuk membantu pelanggan mengontrol penggunaan listriknya setiap bulan.

    Untuk menggunakan listrik prabayar, kita perlu menggunakan meter khusus ya Bun, berbeda dengan meter listrik pascabayar. Meter ini memiliki tombol-tombol untuk memasukkan kode token, yaitu kode 20 angka yang bisa didapat dengan cara dibeli. Token bisa dibilang merupakan suatu voucher dengan nominal tertentu. Semakin tinggi nominalnya, semakin tinggi kWh yang kita dapatkan, semakin lama pula kita bisa menggunakan listrik. Jumlah kWh yang kita dapatkan juga tergantung pada jenis meternya Bun, apakah subsidi atau bukan; rumah atau industri.

    Cara Beli Token PLN

    meter listrik
    Token Listrik - okezone.com
    Sebelum tempat tinggal atau kerja kita harus gelap-gelapan dan semua aktivitas terganggu, selalu pastikan kita memiliki token listrik yang cukup sesuai kebutuhan. Terutama untuk kita para ibu rumah tangga. Kalau bisa, selalu beli token sebelum kita benar-benar kehabisan token sebelumnya untuk menghindari terjadinya ‘mati lampu’ terlalu lama ya Bun.

    Untuk melakukan pembelian token PLN, caranya cukup mudah. Sekarang ini, kita bisa lho Bun melakukannya secara online dengan mudah dan cepat. Wah pastinya kita tidak perlu kelelahan lagi ya Bun harus keluar rumah hanya untuk membeli token listrik. Berikut ini adalah cara untuk membelinya secara online.

    1. Menemukan situs yang tepat
    Sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian token untuk kebutuhan penerangan kita, mencari tahu apakah suatu situs cukup tepercaya menjadi hal utama. Jangan sampai kita memilih situs sembarangan yang melakukan penipuan atau tidak memiliki tingkat keamanan tinggi karena situs tersebut jelas akan merugikan kita pastinya ya Bun.

    Sebaliknya, pilihlah situs yang dikelola secara profesional dan terjamin keamanannya seperti Traveloka. Terlebih lagi, cara beli token listrik di Traveloka pun sangat mudah. Atau Bunda juga bisa mengakses langsung link ini https://www.traveloka.com/bill-payment/electricity/token-listrik-pln. Asalkan kita sudah bisa memanfaatkan internet, mengakses situs tersebut dan membeli token sesuai kebutuhan adalah hal yang mudah. Wah, kebutuhan rumah tangga jadi lebih mudah ya Bun di era digital ini

    2. Mengujungi situs pilihan
    Setelah yakin situs mana yang ingin digunakan, kunjungi situs tersebut menggunakan browser di komputer, laptop, atau gadget. Biasanya, situs yang dikelola dengan baik bisa dibuka sama baiknya di gadget sehingga sangat memungkinkan kita membeli token di sela-sela kesibukan kita sebagai ibu dalam beraktivitas. Selain itu, ada situs yang juga memiliki aplikasi mobile yang bisa dipasang di gadget. Kita bisa mengunjungi penyedia voucher listrik tersebut melalui aplikasinya saja.

    3. Lakukan transaksi pembelian
    Satu situs atau aplikasi memiliki banyak menu sesuai dengan jenis barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya, untuk pembelian melalui Traveloka, Bunda harus memilih menu berikut.

    - Buat akun kita di situs bersangkutan. Caranya adalah dengan memilih menu “Daftar” dan mengisi informasi yang diminta. Sebuah tautan konfirmasi terkirim ke alamat e-mail kita, klik tautan tersebut.

    - Masuk ke akun kita
    Dengan cara memasukkan alamat e-mail dan kata kunci yang telah kita masukkan ketika pendaftaran.

    -  Pilih “Bayar Tagihan,” Kemudian dilanjutkan dengan menu “Listrik PLN”.

    - Lanjut dengan memilih “Token Listrik” dan masukkan nomor meter atau ID pelanggan kita

    - Pilih nominal token yang ingin kita beli. Perkirakan kita beli token untuk pemakaian berapa lama. Kalau hanya satu kali setiap bulan, nominal yang harus dibeli tentunya lebih besar daripada token yang direncanakan hanya untuk pemakaian selama satu minggu.

    -  Klik “Beli Sekarang”, kemudian akan muncul halaman baru yang mengarahkan kita ke review pembelian dan metode pembayaran.

    - Pilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan kita Bun. Dalam situs contoh ini, metode pembayaran yang tersedia sangat bervariasi. Kita bisa menggunakan transfer, ATM, kartu kredit, kartu debit, dan cash melalui Alfamart atau Indomaret.

    - Setelah memilih metode pembayaran, lakukan check out pembelian.

    - Lakukan pembayaran melalui metode yang telah dipilih dengan segera. Jangan sampai kita melewati batas waktu yang telah diberikan. Kalau melewatinya, pembelian kita akan dibatalkan secara otomatis dan kita perlu mengulang cara yang sama seperti di atas.

    Setelah mendapatkan token listrik, kita dapat memakainya dengan cara memasukkan kode di dalam voucher token ke dalam meter kita sendiri, kemudian tekan “Enter”. Setelah berhasil, lampu indikator di meter kita akan berwarna hijau yang menunjukkan token kita masih banyak. Praktis sekali, bukan? Jadi, jangan sampai kita gelap-gelapan hanya karena terlambat beli token, ya Bun dan nggak perlu bingung-bingung lagi karena tinggal beli online aja

    Wednesday, April 18, 2018

    Ini Dia 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang Jarang Diketahui Orangtua

    inii dia 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang jarang diketahui orangtua
    Pixabay


    Dear Bunda
    Sebagai ibu kita pasti ingin dong ya memberikan yang terbaik untuk anak kita dalam segala hal. Termasuk dalam memberikan asupan gizi yang baik untuk anak. Namun, adakalanya dalam prosesnya kita menemukan banyak kendala saat melakukan yang terbaik itu untuk anak, seperti anak susah makanlah, kita belum tahu seperti apa metode pemberian makan yang benar pada anak, kita nggak tahu mana yang boleh atau tidak untuk anak dari sisi kesehatannya, apakah pola asuh gizi kita selama ini pada anak sudah tepatkah dan masih banyak pertanyaan lainnya, pastinya ya Bun di pikiran kita. Pokoknya semua yang berhubungan dengan anak itu, suka bikin kita kebawa perasaan ya Bun 😃

    Tapi, Bunda jangan khawatir karena pada Hari Jumat, 13 April 2018 saya berkesempatan menghadiri sebuah acara yang berlokasi di Dailycious Cafe, Gading Serpong. Dimana, acara ini diadakan oleh Halodoc dengan tema "5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak" dengan mendatangkan langsung ahlinya yaitu Dr. Herlina Sp.A. Dokter Herlina pun memaparkan banyak hal dan beberapa aspek tentang asupan gizi yang baik pada anak. Apa saja itu?


    Gizi yang Baik pada Anak


    Dalam memperhatikan asupan gizi pada anak, sudah bisa kita mulai dari masa kandungan lho Bun hingga ke masa balitanya. Berikanlah asupan gizi yang seimbang pada anak seperti sudah terdiri dari karbonhidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, mineral dll di masa pertumbuhan dan perkembangan anak

    Lalu, bagaimana jika anak tidak mau makan nasi sebagai karbonhidratnya?

    Jika anak kita tidak mau makan nasi, bisa kita kenalkan dengan sumber karbonhidrat yang lain ya, Bun seperti kentang, ubi, jagung, mie buatan dll. Jadi, nasi bukanlah satu-satunya sumber karbonhidrat untuk anak

    Dampak Jika Anak Tidak Terpenuhi Gizinya


    Ada banyak dampak yang akan anak alami jika asupan gizi anak tidak terpenuhi dengan maksimal. Misalnya

    1. Menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak
    Bisa membuat anak terlalu kurus, atau terlalu besar (obesitas), anak mengalami tubuh pendek, kurang aktif sesuai usianya, mengalami banyak gangguan seperti gangguan bicara, gangguan organ tubuh dll karena pertumbuhan dan perkembangannya menjadi tidak sesuai dengan aspek tumbuh kembang anak seusianya

    2. Membuat anak lebih rentan sakit
    Karena asupan gizi yang kurang membuat anak jadi lebih mudah sakit baik itu sakit yang ringan sampai yang berbahaya

    Aturan Makan yang Benar pada Anak


    mpasi
    Pixabay

    Bunda, terkadang kita selalu berusaha melakukan semua cara bagaimana agar anak mau makan. Diajak jalan-jalanlah keluar rumah, sambil nontonlah, sambil main-mainlah atau ngelakuin yang lainnya. Tetapi, sebenarnya bagaimana ya aturan makan yang benar itu pada anak?

    Fokus
    Ajak anak untuk fokus makannya tanpa dibarengi dengan main handphone, nonton TV atau jalan-jalan keluar rumah. Pernah, nggak sih Bun melihat cara makan anak-anak di luar negeri. Mereka itu kalau makan fokus lho di kursinya dan nggak jalan-jalan seperti di negara kita. Jadi, sebenarnya kita pun bisa menerapkan cara makan yang benar pula pada anak kita. Ini masih PR juga untuk saya membuat Erysha fokus makan di kursinya

    Buat jadwal makan 
    Buatlah jadwal makan untuk anak. Dengan membuat jadwal makan pada anak, akan membuat anak tahu kapan waktunya ia harus makan, dan ini akan lebih memudahkan anak untuk mau makan. Karena kita jadi tahu kapan anak lapar atau tidak. Tentu saja membuat anak makannya jadi lebih teratur ya Bun

    Makan tidak boleh lebih dari 30 menit
    Siapa para Bunda di sini yang suka memberi makan anaknya, lebih dari 30 menit? Bahkan sampai  berjam-jam? Jangan khawatir, banyak kok yang begitu. Tetapi apakah cara seperti itu sudah benar? Ternyata disarankan kita membatasi makan anak hanya sampai 30 menit saja lho, Bunda. Mengapa? Karena nanti akan membuat anak merasa bosan dengan kegiatan makannya.

    Jika anak sudah merasa bosan, itu akan membuat anak semakin susah makan nantinya. Karena ia menjadi tidak menyukai kegiatan makannya. Apalagi kalau kita nyuapin anaknya sambil jalan-jalan keluar, itu membuat makanan lebih mudah terkontaminasi dari hal-hal negatif dari luar, seperti terkena bakteri, polusi kendaraan, asap pembakaran, kotoran dll yang ujung-ujungnya membuat anak kita jadi lebih mudah sakit akhirnya

    Cara Menghadapi Anak yang Susah Makan


    Siapa para Bunda di sini yang pernah mengalami anaknya susah makan? Setiap ibu pasti pernahlah ya atau bahkan sering menghadapi anak susah makan. Lalu, apa sih yang harus kita lakukan Bun?

    1. Cari tahu penyebab mengapa anak susah makan
    Iya, kita harus cari tahu dahulu penyebabnya baru kita bisa menemukan solusinya. Apakah yang menyebabkan anak susah makan karena bosan dengan menunya, makanannya nggak enak, kegiatan makannya yang membosankan, sedang belajar makan dll?

    Baca juga: Penyebab Umum Anak Susah Makan 

    2. Berikan anak makan dengan frekuensi yang sering
    Jika dalam kegiatan makan, anak hanya mau satu atau dua suap saja, tidak apa-apa Bunda. Nanti setelah sejam kemudian coba tawarkan kembali

    3. Jangan berikan anak cemilan disaat mendekati jam makan atau disaat sedang makan
    Misalnya kalau makan siang anak jam 12.00, berarti jangan berikan anak cemilan ketika mendekati jam tersebut atau jangan pada saat sedang makan. Karena itu akan membuat anak malas makan menu utamanya karena telah kenyang oleh cemilannya

    Cara Memberi Makan yang Baik pada Anak


    1. Tidak memaksa anak makan
    Terkadang kita sebagai orangtua suka memaksa anak makan ya Bun. Alih-alih ingin agar anak mau makan, tapi akhirnya malah membuat anak tidak menyukai kegiatan makannya. Dan itu hanya akan membuat anak semakin susah makan nantinya

    2. Tidak dengan mengancam anak
    Jika kita sudah putus asa dalam memberi makan anak, terkadang tanpa kita sadari kita jadi suka mengancam anak lho Bun? Bener nggak? "Dede makan ya, kalau nggak Bunda cubit" atau ancaman yang lainnya

    3. Tidak dengan kekerasan fisik 
    Puncak dari putus asanya orangtua dalam memberikan makan pada anaknya adalah dengan melakukan kekerasan fisik seperti mencubit, memukul dll. Jangan ya, Bun

    4. Buat situasi dan kegiatan makannya menyenangkan bagi anak
    Situasi ini bisa dengan sambil kita tersenyum pada anak, mengajak anak mengobrol, jangan lupa berikan kata-kata positif untuk anak dan perhatikan psikologis anak

    5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang Jarang Diketahui Orangtua 


    Seminar kesehatan

    Bunda, ada 5 kesalahan pola asuh gizi yang jarang diketahui orangtua, yaitu

    1. Memaksa anak makan
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas ya Bun bahwa banyak orangtua yang masih suka memaksa anaknya makan. Akhirnya anaknya malah trauma. Jika anak susah makan, jangan panik bunda, jangan dipaksa, dan coba tawarkan kembali nanti. Bisa dengan ganti menu

    2. MPASI sebelum 6 bulan
    Walau sekarang kemajuan informasi dan ilmu berkembang dengan pesatnya. Sayangnya belum semua orangtua teredukasi dengan baik. Masih banyak orangtua yang memberikan makan anaknya padahal belum berusia 6 bulan. Terkadang pula, mereka lebih percaya kata-kata orangtua dahulu, kebiasaan-kebiasaan dulu daripada saran dari tenaga medis.

    Baca juga: Panduan MPASI WHO

    Berarti masih banyak ya Bun PR kita untuk mengedukasi masyarakat kita sendiri. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di sekitar kita.

    Lebih baik mana mengikuti MPASI panduan WHO atau Baby Led Weaning (BLW)?

    Pasti sebagai ibu, kita suka bingung ya Bun memakai metode mana untuk mpasi anak kita, mau mpasi menurut panduan WHO kah atau Baby Led Weaning (BLW)? Ternyata Bunda ya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa metode BLW itu tidak disarankan lho. Mengapa?

    👉 Anak akan kesulitan bertambah berat badannya sedangkan salah satu ciri anak sehat adalah bertambah berat badannya. Dikhawatirkan juga anak akan terganggu tumbuh kembangnya karena tidak tercukupi asupan gizinya

    👉 Resiko tersedak pada anaknya tinggi dan tentu saja ini berbahaya ya, Bun. Apalagi, tersedak bisa menimbulkan kematian juga

    👉 Metode ini kurang cocok juga untuk diterapkan di Indonesia.

    Jadi disarankan oleh dokter untuk mengikuti panduan mpasi WHO saja

    3. Makanan anak tidak sesuai dengan usianya
    Tahukah kita bunda, bahwa cemilan untuk anak dan orang dewasa itu berbeda lho, Bun. Bahkan jika cemilan yang kita berikan itu seperti jus buah dll, tetap harus sesuai dengan porsinya. Misalnya pada anak balita, mengkomsumsi jus buah 100% maksimal hanya boleh setengah gelas seharinya. Karena lebih dari itu akan mengakibatkan anak malas makan pada jam makannya dan kelebihan gula.

    4. Pemakaian dot yang terlalu lama
    Sebaiknya anak memang tidak perlu dikenalkan pada dot karena selain menggalakan ASI ekslusif bisa juga menyebabkan anak bingung puting nantinya. Namun, banyak juga orangtua yang terpaksa memberikan dot pada anaknya karena alasan harus bekerja, memiliki adik lagi dan alasan yang lain. Meski pun alasannya begitu, disarankan lepas dari usia 6 bulan anak tidak perlu diberikan dot lagi ketika mengkomsumsi susunya. Mengapa? Karena penggunaan dot yang terlalu lama dapat memberikan pengaruh buruk pada pembentukan rahang anak

    Baca juga: ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI

    5. Banyak memberikan makanan yang manis pada anak
    Bunda menurut badan kesehatan dunia (WHO) disarankan anak tidak mengkomsumsi gula harian melebihi 10% dari total energi yang dikomsumsi agar anak terhindar dari kelebihan energi.

    Lalu berapa ya kira-kira takaran yang tepatnya dari 10% itu?

    Anak usia 1- 3 tahun = 4 - 5 sendok teh gula
    Anak usia 4 - 6 tahun = 5 - 8 sendok teh.

    Wah banyak sekali ya Bun yang disampaikan oleh Dr. Herlina Sp.A. Namun, sebagai ibu rasanya kita perlu membekali diri kita dengan lebih banyak lagi ilmu kesehatan untuk keluarga kecil kita tentang apakah makanan ini sudah tepatkah untuk anak kita, apakah anak kita sudah sesuaikah tumbuh kembangnya, bagaimana menangani anggota keluarga yang sakit, belum lagi sekarang banyak informasi kesehatan yang belum jelas kebenarannya dll. Tentu itu semua membuat kita cemas ya Bun dan bingung.

    Tetapi, sekarang kita tidak perlu terlalu khawatir lagi Bunda karena kini telah hadir Halodoc untuk membantu kita selama 24 jam.

    Apa itu Halodoc?


    Halodoc

    Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang membantu dan memberikan kemudahan pada kita dalam menjaga kesehatan orang-orang terdekat kita. Halodoc ini sudah memiliki ribuan dokter lho Bun sehingga memudahkan kita untuk berkonsultasi kapan saja dan dimana saja. Baik itu dengan chat atau bisa video/voice call juga.

    Dr. Herlina Sp.A juga buka praktek di Halodoc lho, Bun 😃. Di Halodoc juga bukan hanya ada dokter anak tetapi juga ada dokter umum, internis hingga spesialis mata. Wah banyak juga ya Bun dokternya.

    Layanan apa saja yang ada di Halodoc?


    fitur yang ada di aplikasi halodoc


    1. Konsultasi
    Kita bisa berkonsultasi langsung pada ahli online 24 jam

    2. Pharmacy Delivery 
    Pharmacy delivery adalah fitur layanan apotik antar 24 jam dan bebas biaya pengantaran. Kita bisa memesan obat dengan gampang deh jadinya. Karena sudah ada 1000 lebih apotik yang bekerjasama dan berada dalam naungan Halodoc ini

    3. Labs
    Halodoc pun bekerjasama dengan Prodia untuk membantu kita. Jadi, jika Bunda membutuhkan pemeriksaan, Bunda bisa mendatangkan langsung petugas lab ke rumah atau ke kantor kita dengan aplikasi Halodoc ini. Pemeriksaannya pun bisa cek darah, pemeriksaan kesehatan dan bahkan tes urine. Cuma untuk sementara layanan labs ini baru ada di Jakarta Pusat dan Selatan. Kita doakan ya Bun agar layanan ini bisa segera ada di semua kota

    Bagaimana Bunda mudah sekali bukan? Semoga dengan hadirnya Halodoc ini, bisa menyehatkan keluarga dan masyarakat kita dengan lebih mudah. Buat Bunda yang ingin mempunyai aplikasi ini, bisa dengan mudah download di Google Play atau App Store ya

    Dengan kampanyenya #KataDokterHalodoc benar-benar membuat #SehatLebihMudah ya Bun 😃

    Kontak

    Website: Halodoc
    Instagram: @Halodoc



    Sunday, April 15, 2018

    Rapuhnya Spiritual Orangtua dapat Mempengaruhi Pengasuhan pada Anak

    rapuhnya spritual orangtua dapat mempengaruhi pengasuhan pada anak
    Pixabay

    Dari judulnya tulisan ini yaitu "Spritual Orangtua dapat Mempengaruhi Pengasuhan pada Anak" tentu membuat kita bertanya-tanya ya Ayah Bunda. "Emang bisa ya spritual orangtua yang menurun bisa mempengaruhi pengasuhan kita pada anak?" Atau pertanyaan yang sejenis lainnya seperti "Emang apa hubungannya ya spritual orangtua dengan pengasuhan anak?". Wah, sebenarnya hubungannya erat sekali Ayah Bunda.

    Nah, bagaimana kalau kita cari tahunya langsung sama ahlinya? Biar ga salah ya ilmunya. Oke deh, hari ini saya ingin membagikan materi kulwap parenting yang sudah lama sekali saya ikuti, dimana seminar ini diadakan oleh Sygma Daya Insani. Buat Ayah Bunda yang suka membelikan buku-buku edukasi islami pada anak-anaknya, pasti tahu nih dengan perusahaan Sygma ini. Kalau gitu, langsung saja ya Ayah Bunda, saya bagikan biodata narasumber hebat kita ini

    Profil Narasumber

    miarti yoga

    Nama : Miarti Yoga
    Tempat tanggal lahir : Ciamis, 22 Maret 1981
    Status : Menikah dengan Yoga Suhara, ST
    Anak : Khairy Aqila Shidqi dan Fariza Tresna Hazimah
    Alamat :
    Telepon :
    FB/Instagram/Twitter/Line : Miarti Yoga

    Aktivitas:
    ✅ Direktur Sekolah Ramah Anak Zaidan Educare
    ✅ Penulis lepas di berbagai media cetak nasional
    ✅ Penulis buku-buku parenting (Unbreakable Woman, Best Father Ever, Adversity Quotient)
    ✅ Relawan Literasi Jawa Barat
    ✅ Kontributor Ahli rubrik parenting di Majalah Intima'
    ✅ Nara sumber seminar parenting di berbagai lembaga
    ✅ Nara sumber workshop dan pelatihan pendidikan guru TK/PAUD
    ✅ Pengasuh Bincang Pengasuhan Online di komunitas Keluarga Ramah Anak
    ✅ Manager Seba Music Entertainment

    Motto : *Semangat, Berkarya, Bermanfaat*

    Rapuhnya Spritual Orangtua dapat Mempengaruhi Pengasuhan pada Anak


    HATI-HATI DENGAN DISINTEGRASI SPIRITUAL
    By : Miarti Yoga


    Kadang-kadang kita sebagai orangtua tidak menyadari bahwa sumber dari ketidaktenangan kita atau kemunculan amarah kita atau sikap keras kita terhadap anak adalah akibat menurunnya atau rapuhnya kondisi spiritual kita. Atau dalam kata lain, ketika kita terlupa atau terjauh dari Allah, maka dengan sendirinya jiwa kita menjadi gersang.

    Baca juga: Cara Mengendalikan Emosi Ibu Pada Anak

    Dampak Rapuhnya Spritual Orangtua pada Anak


    Kegersangan tersebut berdampak pula dalam komunikasi pengasuhan. Saat kondisi kita terlupa dengan tilawah, terlupa dengan dzikir, bahkan terlupa dengan sholat, maka sangat besar kemungkinan munculnya sikap tak bersahabat kita pada anak. Gampang marah, meledak-ledak, lupa bersyukur, selalu mengeluh, itulah beberapa diantara kemunculan yang khas.

    Ada dua disintegrasi spiritual yang saya maksud dalam bab ini. Disintegrasi spiritual yang pertama adalah yang terjadi pada kita –orangtua - dimana jaminan ketaatan pada Allah dan kekhusyukan beribadah berada dalam kondisi dipertanyakan. Disintegrasi spiritual yang kedua adalah terjadi pada anak kita dimana kita –baik sengaja atau tidak - mengabaikan petunjuk atau tuntunan atau peringatan padanya terkait mana yang benar dan mana yang salah.

    Dan kedua disintegrasi tersebut sama-sama memiliki andil tersendiri dalam pembentukan karakter negatif pada anak. Bahkan menimbulkan bahaya yang sangat merugikan. Berikut rincian masing-masing disintegrasi spiritual yang saya maksud.

    Disintegrasi Spiritual Kita


    Jaminan ketentraman rasa pada seorang anak sangat ditentukan oleh sipiritualitas orangtua. Sebaliknya, kasih sayang yang tulus dan kelembutan kita membuat mereka merasa betah dan nyaman. Ini sebuah kondisi sebab akibat yang sangat logis, dimana anak akan sangat merasakan berbagai kegalauan dan kecemasan orangtuanya yang mereka cerna lewat ;

    Gestur
    Raut wajah
    Nada bicara
    Larangan
    Intruksi atau kalimat perintah
    Respons
    Kondisi pada saat pagi hari dimana kesibukan untuk menyiapkan sarapan dan keberangkatan sekolah
    Keterpaksaan pada saat membacakan cerita pengantar tidur atau saat menemani mengerjakan tugas sekolah
    Pembenaran pada hampir setiap hal yang tak normatif (memperbolehkan untuk bersikap curang, menyetujui niat yang tak benar, mendukung langkah yang salah, menghalalkan apa saja, dan lain-lain)

    Baca juga: Empat Tips Cara Mengendalikan Emosi Anak

    Dampak Spritual yang Kurang Sehat pada Orangtua


    Dari sekian contoh kemungkinan emosi negatif yang muncul, kondisi sipiritual yang kurang sehat pada orangtua menimbulkan perasaan negatif pada dirinya sendiri seperti;

    1. Utopis atau ketidakyakinan akan janji Tuhan (permasalahan aqidah), sehingga membuat dirinya sangat dekat dengan kecemasan dan keputusasaan. Dan dengannya, orangtua dengan kondisi demikian akan sangat mudah mengeluh dan merasa serba tak mampu.

    2. Reaktif alias memberi respons dengan cara yang tak wajar atau berlebihan. Bahkan akan sangat sensitif walau hanya dengan ungkapan sederhana dari lawan bicara. Karena baginya, sangat banyak kata dari orang-orang sekitar yang membuat hatinya terluka.

    3. Subjektif atau tidak proporsional dalam menanggapi fakta yang ada. Orangtua dengan perasaan seperti ini akan sangat mudah menghakimi orang lain, melakukan pembelaan diri secara habis-habisan serta selalu berusaha mencari sekutu atas sikap atau atas pendapatnya sehingga dianggap benar.

    Adapun dampak negatifnya bagi anak atas perasaan yang dimiliki orangtua dengan kondisi spiritualitas kurang sehat adalah ;

    keimanan, religius
    Pixabay

    1. Ketakutan
    Sangat wajar bila akhirnya sering anak menjadi sangat ketakutan jika terlalu sering melihat orangtuanya dalam kondisi marah-marah.

    Baca juga: Begini Cara Menumbuhkan Keberanian pada Anak

    Bahkan bukan tak mungkin membuat mereka gagap bicara dan gagap berpikir manakala sering menyaksikan orangtuanya dalam kondisi berwajah merah, atau dalam kondisi tengah menghakimi seseorang – baik secara berhadapan langsung maupun lewat telepon-, atau dalam kondisi sedang bertangkar (antara ayah dan ibu). Pun saat suatu hari mereka diinterogasi dengan cukup keras atas sebuah kesalahan seperti mencuri, membuat masalah di sekolah, bertengkar dengan anak tetangga, benar-benar menyisakan jejak yang traumatik.

    2. Utopis (ragu)
    Semakin banyak keraguan pada diri kita, maka semakin mereka ragu akan masa depan. Bahkan mereka terlalu ragu untuk sekadar bermimpi. Terlebih apabila mereka terlalu sering mengkonsumsi keluhan-keluhan kita. Dengan sendirinya terbentuk sebuah mental pada mereka bahwa kebahagiaan hanyalah milik orang lain dan kita tak mungkin untuk bisa mendapatkannya. Mereka pun terbawa LUPA bahwa ada Alah Maha Segalanya dimana kita bisa bermunajat dengan aneka pengharapan yang tak ada batasnya.

    3. Minim percaya diri
    Satu hal yang tak dapat terelakkan bahwa perlakuan kurang sehat dari orangtua menjadi sebuah penyebab dimana sang anak menjadi seorang yang tak cukup banyak memiliki deposito konsep diri.

    Semakin sering kata-kata penghakiman dan penyepelean mereka dapatkan, maka semakin rendah mereka menilai dirinya sendiri. Semakin mereka terabaikan, semakin mereka merasa tak layak diprioritaskan. Mungkin itulah logika sederhananya. Oleh karenanya, sangat wajar bila ada anak yang sampai pada kondisi kesulitan belajar, bermasalah dalam bersosial, memiliki ketidakseimbangan dalam memutuskan, ketika diketahui bahwa mereka memiliki pengalaman buruk dalam berinteraksi dengan orangtua.

    4. Serba Sungkan 
    Bagaimana seorang anak bisa terbuka dan menumpahkan perasaannya dengan leluasa pada ibu atau ayahnya, jika kedua orangtuanya itu seringkali berada dalam kondisi tegang, kurang bersahabat dan cenderung tak mau diganggu. Dan kesungkanan itu tak berdiri sendiri, melainkan berproses lama dan tidak tiba-tiba. Sehingga saat mereka sungkan untuk sekadar meminta pendapat atau sungkan untuk sekadar menyampaikan bahwa dirinya sudah menstruasi (bagi anak perempuan) atau sungkan untuk sekadar memberitakan bahwa dirinya mimpi basah (bagi anak laki-laki), merupakan akumulasi dari rangkain rasa sungkan yang mereka alami jauh sebelumnya.

    Keselamatan keluarga baik di dunia maupun di akhirat sana, sejatinya menjadi satu visi besar bagi siapapun keluarga muslim yang berharap tentram dan nyaman. Oleh karenanya, spiritualitas adalah segala-galanya. Spiritualitas adalah hal pertama sebelum elemen lainnya. Mengapa segala-galanya dan harus pertama? Karena keberlimpahan harta tak jadi jaminan. Pun dengan kompetensi sosial dimana kolega dan rekan begitu banyak dimana-mana serta sangat memudahkan dalam proses koneksivitas.

    Ada satu contoh kasus dimana spiritualitas orangtua berada dalam kondisi cukup rapuh. Harta yang melimpah perlahan surut dan tak berarti apa-apa saat dirinya abaikan terhadap perintah  Tuhan bernama sholat. Pengabaian dia terhadap satu kewajiban tersebut, diikuti secara beramai-ramai oleh isteri dan anak-anak. Pada akhirnya, rasa enggan didukung dengan contoh yang sangat nyata, membuat mereka sekeluarga terlupa dengan satu kewajiban yang sangat berat siksanya jika ditinggalkan –shalat-.

    Bermula dari malas sholat, merangkak ke rasa malas di berbagai hal. Malas meneruskan kuliah bagi anaknya yang mahasiswa, malas pergi ke sekolah bagi anaknya yang masih SMA, malas untuk meneruskan usaha orangtua, dan lain-lain. Pada akhirnya, drop out lah anak-anak mereka dari sekolah. Tanpa ijazah atau legitimasi, serta tanpa skill untuk sekadar bekal menjalani hidup.

    Dengan bekal yang minim tersebut, ditambah pula dengan keengganan untuk meneruskan usaha dagang yang sekian lama dijalani kedua orangtuanya, jadilah mereka hidup tanpa aktivitas alias pengangguran. Sementara untuk gaya hidup, mereka tak memliki kememampuan untuk menyeimbangkan. Sehingga yang terjadi adalah konteks “lebih besar pasak daripada tiang”. Artinya, mereka hidup bergaya mewah dan serba memenuhi keinginan namun tak diimbangi dengan pendapatan atau penghasilan.

    Maka secara perlahan harta melimpah yang mereka punya, terus berkurang dan tak pernah bertambah. Bahkan karena satu per satu asetnya hilang, jadilah mereka tak punya apa-apa. Tanah, kendaraan, dan lain-lain. Hanya rumahlah yang masih tersisa untuk mereka bernaung bersama. Na’udzubillah.

    Memang tidak semua yang berharta banyak akan berakhir dengan kondisi serba kekurangan. Karena mental, cara berpikir, dan gaya hiduplah yang membuat investasi kekayaan sebuah keluarga menurun drastis bahkan menjadi tiada. Namun kasus yang satu ini menjadi contoh nyata bahwa menjauhkan diri dari pertolongan Allah akan berakhir dengan keterpurukan. Karena tak ada yang bisa melebihi gelimang harta selain penghambaan yang paripurna.

    Sebaliknya, ketika spiritualitas menjadi pondasi dan keunggulan lainnya mengikuti serta menyeimbangkan, sungguh bahagia yang nyata dan sempurna.

    Ada pula diantara beberapa orangtua yang menganggap atau membuat sebuah pembenaran atas ulah sang anak. Contoh ;

    1. Menganggap masalah yang muncul sebagi ujian
    Ketika menginjak remaja, sang anak mulai terbawa arus pergaulan yang kurang sehat. Mengenal rokok dan minuman keras, itu contohnya. Keadaan semacam ini direspons oleh orangtua sebagai ujian. Padahal bisa jadi karena memang betul-betul minim kontrol dan kita terlupa mengingatkan mereka tentang hak dan bathil.

    2. Memvonis pihak lain sebagai penyebab utama
    Ketika anak kita kedapatan berbuat penyimpangan seperti nonton video porno, kita bersikeras menuduh bahwa salah satu teman dari anak kitalah yang menjadi promotornya. Padahal tanpa ajakan teman pun, anak kita sudah biasa mencuri-curi dari pengawasan kita

    3. Mencarikan sekutu untuk anak kita
    Ketika anak kita kedapatan nyontek di sekolah, kita berusaha keras mengurangi beban malu atas ulah anak kita dengan menyebutkan salah satu atau sekian nama teman sekelasnya. Kita membeberkan bahwa yang lain pun melakukan kesalahan yang sama.

    Maka satu PR besar kita dalam menjamin keselamatan mereka adalah bagaimana membumikan akhlak mereka. Bagaimana caranya, kita simak bersama poin-poin di bawah ini.

    1. Berikan padanya prinsip tauhid (QS. Luqman : 17)
    Hanya Allah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa
    Hanya pada-Nya kita menyembah dan hanya pada-Nya kita memohon pertolongan
    Ajari dan biasakan mereka menunaikan sholat

    2. Ingatkan mereka untuk berbuat baik pada orangtua (QS Luqman : 14)
    Adalah dosa besar, seorang anak yang berbuat durhaka kepada kedua orangtuanya
    Buatlah mereka mengerti bahwa ibunya telah berlelah-lelah mengandung dan bapaknya telah bersusah payah menghidupi keluarga
    Bakti pada orangtua adalah harga mati untuk mereka dapat meraih bahagia

    3. Ingatkan mereka untuk menata dirinya sendiri (QS Luqman : 19)
    Mereka perlu latihan untuk
    Menjaga lisan
    Menjaga sikap (sopan santun)
    Percaya diri
    Tenang dan tidak tergesa-gesa
    Jujur
    Tidak berlebihan

    4. Ajari mereka cara memperlakukan orang lain (QS Luqman : 18)
    Mereka perlu berhati-hati agar selamat dari;
    Kesombongan
    Membanggakan diri
    Merasa diri paling benar
    Acuh tak acuh alias tidak menganggap penting
    Mati rasa (merasa tak bersalah)

    Demikian yag bisa saya bagikan. Alloohua’alam

    Semoga bermanfaat dan salam pengasuhan.

    🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

    MasyAllah materinya daginggggg bangetttt ya Ayah Bunda. Semoga setelah penjelasan di atas, bisa membuat kita mengevaluasi diri tentang spritual/keimanan kita kembali dan memperbaikinya. Itu dia Ayah Bunda pengaruhnya spritualitas yang rapuh terhadap pengasuhan anak. Semoga materi ini bisa bermanfaat

    Wednesday, April 11, 2018

    Kegiatan Stimulus Anak Usia Dini dengan "Melukis Tisu Basah"

    kegiatan stimulus anak usia dini dengan "melukis tisu basah"


    Hai-hai Bunda yang lagi bingung cari ide untuk menstimulus tumbuh kembang anaknya di rumah, yuk ikutin aja kegiatan saya bersama Erysha (2 tahun 1 bulan ) kemarin (2 April 2018) yaitu melukis tisu basah. Bunda jangan khawatir, kegiatan stimulus ini bisa juga untuk anak usia 2 - 6 tahun, lho 😉

    Kalau gitu langsung aja ya, Bun 😉

    Kegiatan Stimulus Anak Usia Dini dengan "Melukis Tisu Basah"

    melukis

    Nama Kegiatan: Melukis Tisu Basah
    Untuk usia: 2 - 6 tahun

    Alat dan bahan:

    - Cat warna/cat air/pewarna makanan
    - Cutton bud
    - tisu basah
    - alas

    Kegiatan

    1. Saya mengenalkan nama-nama alat dan bahan yang akan digunakan pada Erysha. Kok perlu sih kita mengenalkan alat dan bahan kegiatannya pada anak? Karena tidak semua nama alat dan bahan anak tahu. Jadi, ketika kita mengenalkan sesuatu pada anak, pasti itu menjadi sebuah pengetahuan baru baginya

    2. Saya mengenalkan erysha warna yang akan digunakan. Ini adalah salah satu proses permulaan awal kita mengenalkan warna pada kegiatan ini

    3. Membiarkan Erysha melukis bebas dengan warna cat air yang ia pilih sambil kita kenalkan nama dari setiap warnanya. Biarkan anak bereksplorasi sebebasnya Bunda dengan warna pilihannya dan dari setiap garisnya. Karena sekalipun tarikan garisnya asal dan tidak berbentuk, tidak perlu kita melarangnya. Sebab nanti melukis di atas tisu basah itu akan berakhir dengan gambar yang abstrak dan menarik

    4. Jangan lupa sertakan pujian dan kata-kata positif pada anak ya, agar anak semangat dan kegiatannya menjadi lebih menyenangkan bagi anak

    Untuk anak yang usianya 4 tahun ke atas bisa kita tambahkan dengan bermain dan bereksperimen percampuran warna. Misalnya minta anak untuk mencampurkan warna biru dengan kuning. Jadinya nanti warna apa ya? Atau warna merah dengan kuning dll. Biarkan anak menemukan jawabannya sendiri dari proses belajarnya sendiri dengan cara menyenangkan

    Lalu jangan lupa juga untuk mengajak anak mengamati proses apa yang terjadi ketika setiap goresan garis atau tetesan catnya mengenai tisu basah. Misalnya wah ternyata kalau melukis di atas tisu basah, warnanya langsung cepat menyerap dan menyebar ya. Coba kita bandingkan jika melukis di kertas. Apa yang terjadi ya? Masih samakah?

    Minta anak menjawab sendiri dan mengambil kesimpulannya sendiri. Sering mengajak anak diskusi pun akan membuat anak terlatih untuk berani menjelaskan maksudnya, gagasannya, dan berpikir kritis nantinya. Pastinya menjadi salah satu cara kita untuk melatih anak berkomunikasi dari sejak dini ya, Bun.

    Rasanya sayang sekali jika anak cerdas tetapi kurang dibekali kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Nanti itu bisa menghambatnya di masa depan untuk mengemukakan pemikirannya dan orang pun tidak akan paham apa yang dibicarakannya jika tidak kita latih dari sejak dini. Nanti, akan jadi sayang rasanya.

    Selain itu, kita bisa mengenalkan anak dengan tulisan atau huruf dari namanya sendiri dan meminta anak untuk menirukan tulisannya. Nah, apa saja ya manfaat dari kegiatan ini?

    Baca juga: Kegiatan Stimulus Tumbuh Kembang Anak dengan Membuat Pohon Bibir

    Ini foto-foto kegiatan Erysha "Melukis Tisu Basah"

    melukis dengan cat air

    cat biang

    bermain warna

    Eksplorasi dengan cat, anak

    prakarya anak usia dini

    Baca juga: Prakarya dengan Media Daun Untuk Anak Usia Dini

    Manfaat Kegiatan Melukis Tisu Basah

    Cat air


    1. Membangun bonding orangtua dengan anak
    2. Memberikan kegiatan yang menyenangkan sekaligus positif untuk anak
    3. Mengenalkan warna pada anak
    4. Menstimulus motorik halus anak
    5. Memberikan anak belajar warna dari eksperimen yang ia lakukan sendiri dll
    6. Melatih anak untuk berkomunikasi dengan baik sejak dini
    7. Melatih anak untuk belajar mengamati segala sesuatunya
    8. Melatih anak untuk berpikir kritis
    9. Menambah pengetahuan
    10. Dll

    Waw banyak sekali ternyata ya Bun manfaat dari kegiatan stimulus anak usia dini dengan melukis tisu basah ini. Apa Bunda ingin menambahkan? Bolehhh bangettt. Nah, yang di atas itu hanya gambarannya saja ya Bun. Sedangkan untuk prakteknya bisa dibuat lebih kreatif lagi oleh Bunda disesuaikam dengan usia anaknya dan apa yang Bunda inginkan dari kegiatan ini pada anak. Oh iya, hasil karya anak jangan dibuang ya, Bun. Kita bisa menempelkannya di kamar anak, kulkas dll atau bisa juga untuk dibukukan alias buat fortofolio anak. Ini pasti jadi berkesan dan berharga suatu hari nanti karena menjadi kenangan yang berarti bagi kita dan anak

    Baca juga: Cara Membuat Playdough atau Malam Sendiri yang Pastinya Lebih Aman Buat Anak

    Nah, itu dia Bunda kegiatan stimulus Erysha kemarin. Bisa ditiru di rumah ya 😉. Sampai ketemu di kegiatan Erysha selanjutnya, ya. Semoga bermanfaat

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES