• Monday, November 11, 2019

    Beberapa Hal Ini yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan

    Pernikahan
    Pixabay

    Bulan kemarin adalah 5 tahun pertama pernikahan kami. Banyak orang bilang bahwa salah satu masa terberat di dalam pernikahan itu adalah di 5 tahun pertama pernikahan dan aku rasa itu benar juga. Masa-masa awal saling mengenal sifat asli, saling beradaptasi dan saling belajar menerima dan menurutku itu tidak mudah. Tapi allhamdulillah ya Allah kami telah melaluinya bersama dengan tetap berpegangan tangan. Karena kami sama-sama berusaha meletakkan komitmen di atas kenyamanan boleh baca di sini ya tulisannya mengapa bisa begitu

    Dan hari itu aku dan ayahnya Erysha berdiskusi. Kita berbicara dari hati ke hati. Dia selalu bertanya pada dirinya sendiri

    "Hal apakah yang dibutuhkan oleh istriku, tapi yang belum bisa aku penuhi selama 5 tahun pernikahan kami"

    MasyAllah mendengar kata-kata ayahnya erysha itu ya, membuat hatiku terasa adem, terasa diperhatikan tetapi sekaligus membuatku tersentak dan juga malu pada diri. Karena aku tak pernah bertanya seperti itu pada diriku sendiri tentang kebutuhannya. Karena memang sehari-hari aku berusaha memenuhi kebutuhannya tapi aku lupa untuk mengevaluasi diri. Maaf ya Ayah

    Nah, berawal dari caranya itu. Aku juga ingin bertanya pada diriku sendiri dan mengevaluasi diriku. Sekaligus lewat tulisan ini aku ingin berbagi hal apa sajakah yang perlu kita evaluasi di 5 tahun pertama pernikahan, baik itu evaluasi pada diri sendiri maupun evaluasi yang kita lakukan bersama-sama. Sebenarnya, evaluasi ini sebaiknya dilakukan setiap tahun sampai ajal memisahkan antara kita dan dia. Tapi aku ambil di 5 tahun pertama karena ini adalah fase awal dari yang namanya pernikahan



    Mengapa di Dalam Pernikahan Harus Ada Evaluasi?


    pernikahan
    Pixabay


    Pernikahan itu adalah salah satu tempat kita belajar seumur hidup kita selama kita dan dia masih diberikan kesempatan untuk saling membersamai olehNya. Orang-orang yang menjalani pernikahan itu harus bahagia dan untuk bahagia ini ada proses belajar di dalamnya untuk sama-sama lebih baik, sama-sama saling memberi karena salah satu arti dari cinta itu adalah memberi bukan banyak meminta apalagi menuntut

    Pernikahan yang bahagia itu akan melahirkan anak-anak yang bahagia pula. Jadi, jika kita ingin memperbaiki pengasuhan pada anak kita, yang pertama kita perbaiki adalah hubungan suami istri dulu karena ini adalah penentu awalnya. Oleh sebab itu, di dalam proses belajar ada yang namanya evaluasi.


    Baca juga: REVIEW BUKU PARENTING "THE DANISH WAY OF PARENTING". TENTANG MENJADI ORANG TUA DAN ANAK YANG BAHAGIA

    Baca juga: CARA MENJADI PASANGAN YANG BAHAGIA UNTUK MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA

    Lalu, sudahkah kita mengevaluasi pernikahan kita? Hubungan suami istri sudah baik atau belum ? Dan lain-lain. Di bawah ini aku akan jabarkan hal apa saja yang perlu di evaluasi di dalam pernikahan



    Beberapa Hal yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan


    Evaluasi Diri Sendiri

    1. Kebutuhan psikologis pasangan 

    Apakah kita telah berusaha menjadi istri / suami yang baik untuk dia? Apakah kita telah membuatnya nyaman dan menjadi tempatnya untuk pulang? Apakah kita telah membuat ia bahagia menikah dengan kita? Apakah kita sudah memenuhi tangki cintanya dia? Agar kita bisa mencintainya seperti apa yang ia butuhkan dan inginkan bukan mencintainya hanya lewat versi kita saja

    Karena banyak orang menikah merasa telah mencintai pasangannya, tetapi di satu sisi pasangannya malah merasa tidak bahagia dan tak dicintai. Bisa jadi karena kita yang kurang bersyukur atau kita yang mencintainya hanya lewat versi kita bukan mencintai seperti apa yang ia butuhkan.

    Contoh: Bagi kebanyakan suami dia merasa telah mencintai istrinya dengan hanya memberikan istrinya uang setiap bulannya, memberikan uang belanja, sibuk bekerja untuk anak dan istrinya. Tetapi di satu sisi, istri merasa tidak dicintai karena kebutuhan materinya dipenuhi tetapi tidak dengan jiwanya

    pernikahan
    Pixabay


    Ia merasa tidak diperhatikan, tak ada tempat ia berbicara saat ia membutuhkan, karena kita sibuk bekerja di luar tapi waktu untuk keluarga tidak ada. Atau sebaliknya istri sibuk bekerja di luar atau mengerjakan pekerjaan rumah tapi suami merasa kesepian tak ditemani dan lain-lain. Akhirnya kita akan melihat dua orang yang saling mencintai tapi tidak saling membahagiakan 😭


    2. Kebutuhan fisik 

    Apakah kita sudah memenuhi kebutuhan fisiknya seperti belaian, pijatan, pelukan dan hubungan suami istri? Apakah kita langsung memberi *hubungan suami istri ketika dia meminta atau tidak? Tentu saja sebagai lelaki mintanya ga langsung minta ya ada adab dan nilai-nilai agama yang perlu para suami perhatikan seperti fisik istri dalam keadaan lelah atau tidak, suasana hatinya dalam keadaan baik atau tidak dan kita sudah membuatnya nyaman dulu belum, sebelum meminta padanya? Itu semua harus diperhatikan

    Dan buat kita sebagai perempuan dan dalam nilai agama, ketika suami meminta ya kita kasih. Tidak suka menolaknya dan tidak suka menunda-menundanya. Karena bagaimanapun juga, kebutuhan fisik laki-laki ini perlu sekali kita perhatikan dan disegerakan karena ibarat sebuah mobil kebutuhan fisik ini adalah bahan bakarnya. Intinya, hubungan suami istri ini harus berdasarkan saling memahami dan kesepakatan dilandaskan pada nilai-nilai agama 😊


    Baca juga: CARA MENJADI ISTRI YANG BAIK UNTUK SUAMI

    Nah, di atas itu evaluasi untuk diri sendiri. Sekarang evaluasi yang dilakukan bersama-sama suami dan istri. Ini berdasarkan pengalaman aku dan pengalaman orang lain ya

    1. Membangun komunikasi positif

    pernikahan
    Pixabay

    Kalian tahu, ternyata membangun komunikasi positif itu tidaklah mudah sedangkan letak penting dalam semua hubungan berada di dalam komunikasinya. Sudahkah di keluarga kita terbangun komunikasi positif? Bagaimana itu cara menyampaikan pesan? Bagaimana cara mengemas bahasa agar pasangan dan anak-anak kita tidak tersinggung? Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikannya?

    Kalau ada apa-apa emang sebaiknya dibicarakan. Jangan diterka-terka sendiri khawatir salah paham atau jadi buruk sangka dan lain-lain. Jika di keluarga kita sudah membangun komunikasi positif, maka untuk mengobrol yang lainnya jadi enak. Ini masih jadi PR keluarga aku juga dan masih terus belajar. Tetapi allhamdulillah jauh lebih baik bila dibandingkan di awal pernikahan dulu hihihi 😂


    2. Visi misi keluarga

    Sudahkah kita sejak awal merancang visi misi keluarga kita? Jika sudah masihkah kita berjalan selama 5 tahun ini sesuai visi misi kita ataukah sudah mulai melenceng dari tujuan awal?

    Merencanakan visi misi keluarga ini penting. Agar kita tahu mau dibawa kemana sih keluarga kecil kita ini dan mau diapain? Ibaratkan pernikahan itu seperti kapal. Jika kita tidak menentukan arah tujuan, maka kita akan terus-terusan terombang ambing di lautan dan bahkan kandas di tengah jalan. Oleh sebab itu visi misi keluarga ini penting.

    Sebaiknya visi misi ini yang berlandaskan tujuan akhirnya pada akherat karena kehidupan abadi itu bukan di dunia tapi nanti diakherat. Kalau tujuannya dunia saja tanpa akherat, nanti kita bisa lelah sendiri. Jujur ini juga masih jadi PR aku ama ayahnya erysha


    3. Mimpi bersama

    Nah, mimpi ini masih mirip dengan visi misi. Hanya saja visi misi tetap tujuannya, kalau mimpi kita masih bisa berubah atau meningkatkannya. Karena setiap orang punya mimpi. Jika mimpi pertama tercapai kita bisa lanjut ke mimpi yang lain dan mimpi ini harus disesuaikan dengan visi misi keluarga kita tadi

    Kalau aku mimpiku, aku ingin lanjut kuliah lagi terus menjadi dosen. Kalau ayahnya erysha punya mimpi ingin membuka usaha ini dan usaha itu. Kalau kamu apa mimpimu? Kita harus tetap punya mimpi ya. Karena mimpi buat hidup kita jadi semakin bersemangat lagi


    4. Hal yang disukai dan tidak disukai

    Dalam menikah ada kebiasaan yang disukai dan ga disukai. Menurut aku ini perlu juga diperhatikan. Tapi selama kebiasaan yang tidak disukai itu nggak prinsip jangan juga jadi pertengkaran yang besar. Pokoknya nggak usah bertengkar untuk sesuatu yang nggak penting ya. Kenapa? Menguras emosi dan energi hahaha 😂


    5. Merencanakan masa depan

    pernikahan
    Pixabay

    Siapa yang suka merencanakan masa depan? Ini masih berkaitan dengan mimpi tadi ya. Kalau kita punya mimpi biar mimpi itu nggak cuma sekedar jadi mimpi, perlu juga kita buat rencananya baik itu rencana masa depan keluarga maupun anak-anak kita. Kalau untuk anak-anak harus disesuaikan juga dengan kemauan dan minat mereka kemana.


    6. Pola asuh pada anak

    Berbicara tentang bagaimana pola asuh kita selama ini pada anak? Ayah dan Bunda masih bekerja sama? Ada yang melenceng? Atau apa saja yang perlu kita perbaiki agar pengasuhan kita semakin lebih baik lagi.

    Baca juga: BELAJAR BAHAGIA DARI ANAK

    Nah, beberapa hal di atas yang menurut aku penting sekali sebagai pasangan dan orang tua perlu kita evaluasi di pernikahan kita. Doain juga ya semoga pernikahanku barokah sampah ke JannahNga. Amin ❤️.  Nah, kalau kalian sendiri bagaimana? Sama atau apa yang beda? Sharing, yuk! 😊


    Tuesday, November 5, 2019

    Film Maleficent 2, Cocok Nggak Untuk Anak-anak?

    maleficent 2, cocok nggak untuk anak-anak
    Journal.Sociolla.com


    Halo Ayah Bunda, kemarin itu saya senenggggg banget akhirnya bisa nonton di bioskop juga setelah sekian lama hahaha 😂. Ada yang senasib nggak sih sama saya? *maklum buat emak-emak beranak kecil kayak kita ini, nonton itu jadi sesuatu yang mahal ya hahaha 😂. Nah, kemarin itu saya sama temen pilih nonton film Maleficent 2 yang katanya ceritanya diangkat dari cerita anak dan hari ini saya mau review filmnya sekaligus aman nggak ya ditonton untuk anak-anak kita?


    Keliatan kan wajah bahagia kita 😂😂




    Review Film Maleficent 2


    review dan sinopsis film maleficent 2


    Pemain Film Maleficent 2


    Angelina Jolie: Maleficent
    Michelle Pfeiffer: Queen Ingrith
    Elle Fanning: Princess Aurora
    Harris Dickinson ... Prince Phillip
    Robert linsay: Raja John
    Sam Riley: Diaval
    Dan lain-lain


    Sinopsis Film Maleficent 2


    Sebuah negeri terdiri dari 2 kerajaan besar yaitu kerajaan Moors (kerajaan peri) yang ratunya adalah Aurora (Elle Fanning). Aurora ini adalah anak angkatnya Maleficent (Angelina Jolie) dan satu lagi adalah kerajaan manusia. Di kerajaan manusia ini ada seorang pangeran yang tampan dan baik hati yang bernama Pangeran Philip (Harris Dickinson). Pangeran Philip dan Aurora saling mencintai dan mereka berkeinginan sekali untuk menyatukan 2 kerajaan besar ini karena memang sebelumnya 2 kerajaan ini saling bermusuhan karena orang tua mereka saling tidak menyukai

    Karena pangeran Philip mencintai Aurora, pangeran Philip pun memutuskan untuk melamar Aurora. Namun sayangnya, ibu pangeran Philip yaitu Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer) sangat membenci Aurora terutama ibu angkatnya yaitu Maleficent. Lalu, Ratu Ingrith diam-diam sudah lama menyusun rencana jahat untuk membunuh Maleficent dan merebut kerajaan Moors dari Aurora dan Maleficent.

    Ratu Ingrith membuat Aurora salah paham pada ibu angkatnya dan membuat ramuan khusus dari besi untuk membunuh Maleficent dan bangsa peri. Nah, bagaimana kelanjutan ceritanya? Penasaran kan? Tonton sendiri aja ya. Kalau saya ceritakan semuanya ntar nggak penasaran lagi 😂

    Baca juga: SKY CASTLE, DRAMA KOREA KELUARGA YANG SARAT NILAI EDUKASI


    Film Maleficent 2, Cocok Nggak Untuk Anak-anak? 


    maleficent  untuk umur berapa
    Kumparan

    Setelah saya baca banyak review tentang film ini dan nonton langsung, menurut saya film Maleficent 2 ini kurang cocok ya kalau untuk anak usia dini di bawah 7 tahun gitu. Karena untuk anak usia dini ceritanya ini rumit ya, belum sampai pada daya tangkap mereka apalagi pakai bahasa inggris semakin membuat anak kesulitan menangkap ceritanya, ada kissingnya juga dan selain itu, ada beberapa adegan yang menakutkan di film ini kalau untuk anak balita seperti adegan pembuka film dan ketika para peri bertanduk berkumpul.

    Tapi kalau untuk anak usia SD ke atas, cocok aja asalkan di bawah pengawasan orang tua. Karena di film ini tetap ada adegan kissingnya ya, walau nggak terlalu gimana-gimana tetap saja nggak cocok untuk dilihatkan pada anak. Jadi, saya sarankan pas kira-kira mau masuk adegan ini, langsung anaknya dialihkan saja atau ditutup matanya. Tapi kalau anaknya terlanjur lihat, Ayah Bunda bisa katakan pada anak bahwa yang boleh melakukan adegam ciuman itu hanya untuk suami istri, ya. Tapi, sebaiknya jangan sampai anak lihat ya 😉. Walau film ini ada tentang peperangan, tapi bukan unsur kekerasan yang gimana-mana atau berdarah-darah atau nggak juga tentang pukul-pukulan. Masih amanlah ya. Asal sekali lagi di dampingi anaknya dan dikasih pengertian. Sebenarnya aku lebih suka mengkategorikan film ini untuk usia 13+


    Baca juga: BAGAIMANA CARA MENANGANI ANAK YANG SUKA MEMUKUL?


    Nanti, ketika pulang bisa ajak anak berdiskusi pelajaran apa yang bisa mereka ambil dalam sudut pandang mereka. Agar anak ya nggak sekedar nonton aja terus lupa besoknya. Sayang kan. Ini berlaku juga untuk film yang lainnya yang anak tonton ya. Agar anak terbiasa mengambil pelajaran dari apa yang anak lihat, dengar dan rasakan

    Nah Ayah Bunda, film ini di Indonesia dikategorikan untuk semua umur, jadi saya kurang setuju dengan alasan yang saya sebutkan di atas. Kalau dari Disneynya sendiri film ini masuk kategori di bawah pengawasan orang tua.

    Nah, untuk kesimpulan saya tentang film ini, film Maleficent 2 ini bagus. Nggak cuma untuk remaja tapi juga untuk orang dewasa film ini juga bagus. Sekalipun kita misalnya nggak nonton film ini dari pertamanya tapi nggak apa-apa karena film ini mudah dimengerti kok ceritanya untuk kita dan saya puas nonton film Maleficent ini dan cocok juga untuk anak SD ke atas asal didampingi 😉. Segitu ya review saya dan kesimpulannya yang saya ambil. Semoga bisa jadi pertimbangan untuk Ayah Bunda di rumah 😊


    Sunday, October 27, 2019

    Caraku Berdamai dengan Inner Childku

    cara berdamai dengan inner child


    Aku dibesarkan dengan banyak luka di dalam diriku. Luka-luka itulah yang menemaniku pada masa tumbuh kembangku sedari kecil dan itu semakin bertambah seiringku remaja. Otomatis itu menjadi inner child yang bermasalah di dalam diri. Lalu, ada seorang teman bertanya padaku

    "Mba Yen, Mba Yen kan memiliki banyak luka di dalam diri Mba Yen karena pengasuhan di masa kecil. Tapi kok aku lihat Mba Yen itu sabar ngehadepin Erysha dan lembut pada anak? Kenapa luka-luka itu tidak mempengaruhi pengasuhan Mba Yen pada Erysha? Sedangkan Mba Yen malah belum pernah ikut terapi healing? Kenapa bisa begitu ya?

    Jujur, itu pertanyaan sulit untuk ku jawab dan aku juga bingung menjawabnya. Memang anak yang dibesarkan dengan banyak luka, anak yang dibesarkan dengan kasar, teriakan, caci maki atau anak yang dibesarkan dengan sering mendapatkan kekerasan fisik seperti dipukul, dicubit dll cenderung akan melakukan pengasuhan yang sama sebagaimana ia dibesarkan sewaktu ia kecil.

    Karena luka itu cenderung masuk ke bawah alam sadar kita. Jadi, kalau kita nggak sungguh-sungguh memutuskan rantai kegelapan dan lingkaran setan itu, itu akan terus berlanjut pada keturunan selanjutnya. Ngeriiii? Yah ngeri sekali dan ini bukan hal sepele


    Caraku Berdamai dengan Inner Childku


    inner child
    Pixabay


    Jadi, kalau ditanya kok aku nggak begitu pada Erysha. Aku akan coba telaah lagi.

    1. Janji pada diri sendiri

    Dulu, ketika mendapatkan perlakuan yang itu menyakitiku, aku selalu berjanji pada diriku sendiri. Suatu hari nanti, aku nggak ingin anakku mendapatkan perlakuan yang sama sepertiku. Aku janji kalau suatu hari nanti ketika aku menjadi seorang ibu, aku ingin membesarkan anakku dengan cinta dan tak akan membiarkan mereka kekurangan cinta sedikit pun dariku

    Tapi bukan berarti aku akan memanjakannya. Karena hidupku penuh perjuangan. Jadi anakku harus belajar pula apa itu perjuangan agar ia pun belajar menghargai segala sesuatu kelaknya


    2. Memaafkan

    Selain itu, karena aku telah memaafkan orang tuaku terutama mama. Bahkan aku hanya ingin membahagiakannya saking aku menyayangi dirinya. Aku tak menyimpan marah apalagi dendam pada mereka. Tidak. Malah aku mengasihani mereka.

    Baca juga: SUDAHKAH AYAH BUNDA MENGAJARKAN KONSEP MAAF MEMAAFKAN PADA ANAK? BEGINI CARANYA!

    Betapa sulitnya mereka menjalani hidup mereka yang teramat miskin. Jadi, boro-boro mereka tahu untuk belajar ilmu parenting, buat makan aja mereka susah. Ditambah harus membesarkan banyak anak sekaligus dengan usia yang masih kecil-kecil. Lagian zaman dulu, belajar ilmu nggak segampang sekarang. Yang buka internet atau beli buku aja kita bisa langsung dapet ilmu. Iya kan? Sedangkan mereka, jangankan uang buat beli buku, uang buat makan besok aja nggak tahu ada nggan tahu nggak

    Terus buat apa juga aku menuntut dan marah pada mereka, mengapa aku tidak dibesarkan dengan kebahagian oleh mereka?

    "Bagaimana mungkin kita meminta kebahagian pada orang yang tidak memilikinya?"

    Iya kan? Walau aku dibesarkan dengan ketidakbahagian. Tapi aku sangat berterima kasih atas perjuangan mereka membesarkan dan menyekolahkanku. Aku menyayangi mereka dengan sangat bahkan mengasihani mereka, karena mereka harus memikul kesulitan melebihi orang tua yang lain dan tetap membesarkan kami tanpa selintas pun beranjak pergi untuk meninggalkan kami

    Baca juga: IBU, AKU MEMAAFKANMU!
    Baca juga: TERIMA KASIH MAMA TELAH MEMBESARKANKU DI ATAS KETIDAKBAHAGIAANMU


    3. Mau belajar terus untuk lebih baik

    menyembuhkan inner child
    Pixabay


    Zaman sekarang, rasanya nggak belajar ilmu parenting itu udah nggak ada lagi ya alasannya. Sekarang udah banyak internet, buku, seminar gratis, dan sudah banyak orang tua orang tua yang teredukasi juga untuk tempat kita belajar.

    Sebenarnya, jika kita terus belajar ilmu parenting, ilmunya itu di sekitaran itu lagi-itu lagi. Tapi kan, kalau kita belajar terus, kita jadi ngerasa diingatkan terus oleh ilmu dan pelan-pelan diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Jadi, ketika ku temukan diriku mulai dalam keadaan tidak baik pada Erysha tapi masih dalam batas toleransi, aku lagi-lagi selalu berjanji pada diriku sendiri bahwa hari esok aku harus lebih baik lagi sebagai ibu. Tapi bukan berarti aku menuntut diriku harus jadi ibu yang sempurna. Nggak juga. Yang penting prinsip aku, aku harus selalu lebih baik apapun peranku. Walaupun untuk prosesnya masih belok-belok tetapi paling tidak, aku selalu tahu kemana arah tujuanku dan aku sedang berjalan ke arah sana

    Kenapa bisa begitu? Karena aku khawatir jika aku tidak segera memperbaiki pengasuhanku pada anak, aku akan kebablasan seterusnya dan akan berakhir sebagaimana aku dibesarkan. Aku tidak mau itu. Jadi aku harus berdamai dengan inner childku demi anakku


    4. Partner hidup yang positif

    Mendidik dan membesarkan anak itu nggak bisa sendirian. Butuh kerja sama. Jika seorang ibu diibaratkan sebagai seorang guru yang mendidik langsung, maka para ayah adalah kepala sekolahnya yang membuat konsep visi misi pendidikan keluarga dan mengawasi jalannya pendidikan di rumah dengan ikut terjun langsung juga dengan pendidikan anak.

    Jadi, tugas ayah itu bukan hanya mencari nafkah saja. Bukan. Dan aku bersyukur sekali memiliki partner yang mau bekerja sama dan menguatkanku agar tetap positif dalam memperlakukan Erysha

    Ayah Erysha itu selain memikiki ketegasan seorang pemimpin keluarga juga sosok yang lembut. Allhamdulillah sejauh ini dan selama 5 tahun pernikahan kami, beliau tidak pernah membentakku atau berkata kasar sekalipun padaku apalagi pada Erysha dan karakternya yang positif itu membantuku untuk membersamai Erysha dengan positif pula. Pokoknya ayah erysha itu adalah bentengnya aku. Dia yang membentengi aku agar aku tidak sampai keluar dari batasannya. Kalau ibarat rumah, ayah erysha itu pondasinya. Yang menguatkan bangunan yang ada di atasnya. Makasih cinta 😘

    Oh ya tegas dan galak itu sesuatu yang berbeda ya. Kalau galak itu pakai emosi marah, sedangkan tegas itu pakai ilmu. Jadi, itu sesuatu yang berbeda.


    5. Berada di lingkungan positif

    Aku selalu percaya lingkungan dan dengan siapa kita berteman dekat, itu akan mempengaruhi diri kita dan bagaimana cara kita bersikap. Lingkungan positif akan membantu dan menguatkan kita untuk memiliki konsep diri dan pemahaman yang positif pula

    Dan aku bersyukur banget memiliki teman-teman yang teredukasi. Jadi, aku selalu melihat contoh bagaimana cara mereka memperlakukan anak mereka dengan baik. Ini jadi membentuk skema yang positif pula padi diriku.


    6. Sadar

    Kesadaran ini penting. Jangan sampai kelelahan kita atau ada masalah yang mengganggu pikiran kita membuat kita kehilangan kewarasan kita dan tanpa disadari melampiaskannya pada anak. Dan aku bersyukur sekali, selama ini dan sejauh ini aku selalu dalam keadaan sadar.

    Jadi, ketika dalam keadaan marah pun, aku sadar. Kesadaran inilah yang membantuku untuk mengendalikan emosiku agar jangan sampai melukai Erysha. Karena ku tahu, itu akan membuatku menyesalinya dan menangis di malam hari

    Baca juga: CARA MENGENDALIKAN EMOSI IBU PADA ANAK


    Bagaimana caraku untuk tetap sadar sekalipun dalam keadaan marah?


    terapi healing untuk menyembuhkan luka di masa kecil (inner child)
    Pixabay

    Teman-teman.
    Ketika kita dalam keadaan terlalu lelah, ketika kita dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja, ketika kita tiba-tiba merasa tidak bahagia dengan diri kita dan tak ada seorang pun yang bisa kita titipkan anak sebentar untuk menenangkan diri sejenak. Ketika itu pula, kita harus segera sadar bahwa kita harus berhati-hati dengan diri kita sendiri. Jangan biarkan emosi negatif kita, kita lampiaskan pada makhluk mungil tak berdosa itu yang akan membuat kita menyesal dan menangisinya di malam hari

    Saat rasa itu tiba, berhentilah sejenak. Turunkan standar kita, menjauhlah dari anak beberapa menit saja, tarik nafas panjang berkali-kali, istigfar, terima perasaan kita. Oh gapapa kita lagi capek, oh nggak apa-apa kalau kita ingin menangis. Menangislah. Jika marah, terima perasaan kita lagi marah. Jangan tahan rasa itu

    Setelah kita menerima perasaan kita, lalu katakan pesan positif pada diri dan pandang anak dengan konsep yang positif

    "Oh Anakku begini, karena dia belum bisa berkomunikasi dengan baik, kasian. Tugasku harus membantunya berkomunikasi"

    Di lain waktu kita harus menganalisa diri kita, hal apa yang membuat kita jadi kurang sabar dalam membersamai anak. Kalau aku dan pada umumnya ibu-ibu begitu karena ada masalah yang menganggu pikirannya, terlalu lelah dan dalam keadaan lapar.

    Hal mudah yang aku lalukan untuk mengantisipasi rasa lapar ini dan emak juga butuh me time adalah dengan menyediakan cemilan di rumah untukku dan keluargaku. Contohnya cemilan soes crispy ini.


    varian rasa soes crispy
    Beberapa varian rasa soes crispy


    Soalnya selain rasanya enak juga ternyata bener-bener crispy lho. Pantesan ya produk ini terpilih sebagai The Best Produk UKM Award Kaltim 2019 karena emang rasanya enak dan bener-bener cispy. Waw ya 😍.


    soes crispy, the best produk UKM award kaltim 2019
    Lihat nih di gambar prestasi soes crispy ini apa aja 😍


    Makanya, aku ingin mengenalkan soes crispy ini pada teman-teman semuanya. Selain rasanya enak, ada banyak varian rasanya juga lho seperti rasa coklat, keju, green tea, udang, kepiting, pedas dan lain-lain. Kalau aku paling suka dengan rasa keju dan green teanya 😊

    cemilan enak untuk anak
    ini soes crispy rasa green tea. Sukaaaa 😘


     soes crispy, cemilan enak untuk keluarga
    soes crispy, cemilan enak untuk keluarga 

    Yuk kita kepoin produknya di sini 😊. Teman-teman tahu, kalau bukan kita yang memajukan produk dalam negeri, siapa lagi. Dan begitulah emak-emak, kalau ada cemilan enak aja, semua jadi lupa dan seketika itu bahagiaku kembali lagi hahaha 😂. Terima kasih ya Allah untuk nikmatMu ❤️.

    Bagiku, makanan adalah salah satu caraku mengendalikan emosiku agar tetap waras. Tapi jika nanti ada terapi healing untuk membantu menyembuhkan inner child dan waktunya pas, rencananya aku ingin ikut dan jika nanti pula aku temukan diriku dalam keadaan tidak baik-baik saja, aku tak akan malu untuk segera datang pada ahlinya untuk meminta bantuan menyembuhkan inner child yang bermasalahku dan ku harap kalian juga begitu 😉. Mengapa? Karena kita harus berdamai dengan inner child kita demi anak-anak kita. Jangan sampai mereka menjadi korban atas luka dimasa lalu kita. Padahal sesuatu itu jelas bukan tanggung jawab mereka tapi tanggung jawab diri kita.


    Kontak
    Facebook: soescrispy
    Instagram: soescrispy_


    Monday, October 21, 2019

    DIY Angka dengan Kacang Hijau

    DIY untuk anak usia 2 sampai 6 tahun, mengenalkan angka


    Halo Ayah Bunda, ingin mengenalkan anak pada angka dengan cara yang menyenangkan? Pas sekali nih 😊. Hari ini saya datang dengan kegiatan stimulasi Erysha yang baru yaitu DIY membuat angka dengan kacang hijau. Kami bermain kacang hijau sambil saya mengenalkan angka 1 - 5 pada Erysha atau kalau Ayah Bunda ingin mengenalkan angka lain, boleh ya sesuaikan saja dengan kemampuan anak kita. Tetapi jangan langsung kasih angkanya banyak-banyak. Nanti anaknya pusing dan lebih susah mengingatnya 😉. tujuan kegiatan ini hanya mengenalkan ya Ayah Bunda, bukan memaksa anak langsung bisa. Mainnya gimana sih? Tenanggggg gampang banget kok caranya.


    DIY Membuat Angka dengan Kacang Hijau


    Jadi ya, untuk anak yang usianya di bawah 4 tahun sebelum kita mengenalkan angka 1 sampai 5 pada anak, kita bisa mengajak anak meremas-remas kacang hijau dan memasukkannya ke dalam botol. Nah, kegiatan ini bertujuan agar anak merasakan sensasi meremas benda-benda kecil seperti kacang hijau itu bagaimana sih rasanya. Ini untuk menstimulasi sensorinya juga. Fleksibellah ya mau ini jadi kegiatan pertama atau kegiatan sebelum mengenalkan angkanya. Kalau begitu langsung aja yuk Ayah Bunda 😉


    Alat dan bahan

    bermain mengenalkan angka untuk anak


    1. Dus bekas. Boleh dus bekas susu juga ya 😊
    2. Lem kayu (fox)
    3. Gunting
    4. Pensil
    5. Penghapus
    6. Kacang hijau secukupnya

    Baca juga: Bermain Finger Painting untuk Anak Usia Dini


    Cara Membuat DIY Angka dengan Kacang Hijau dan Cara Mengajarkannya


    1. Kita gunting angka 1 sampai 5 dengan dus bekas tadi

    2. Kita ajak anak ngobrol sambil kenalkan angka 1 - 5. Misalkan "De, lihat! Ini angka 1 namanya. Mirip tongkat ya.Kalau yang ini angka 2 mirip bebek ya (sambil berekspresi memberi contoh suara bebek)"

    Jadi ajak anak ngbrol dan mengenalkan angkanya mengalir begitu aja dan ekspresif agar menarik untuk anak, sambil bilang ke anak kalau kita mau bermain angka dengan kacang hijau lho. Fleksibellah ya Ayah Bunda bahasanya 😊

    3. Jajarkan angka 1 sampai 5. Minta anak mengambil satu angka yang ia mau dan ketika anak mengambil angkanya sambil kita namai angkanya pada anak. Misalkan "Oh, Dede mau angka 3 ya? Boleh, yuk kita kasih lem angka tiganya" ini bertujuan mengenalkan anak angka tanpa anak harus menghapalkannya.

    mengenalkan angka dengan cara mudah pada anak
    Erysha sedang ngelem angka


    4. Untuk anak di bawah 4 tahun, bisa kita yang mengelem angkanya atau anak yang ngelem dengan tangan kiri dan nanti tangan kanan untuk menaburi angkanya dengan kacang hijau. Lakukan itu terus sampai selesai.

    kegiatan anak usia dini dengan menggunakan kacang hijau


    kacang hijau, prakarya dengan kacang hijau


    5. Setelah itu, terakhir angkanya kita review pada anak sambil ngobrol. Kalau anak belum bisa gapapa ya Ayah Bunda, karena anak nggak akan langsung bisa semuanya. Berproses. Jika sering dikenalkan sehari-hari pada anak dengan cara bermain atau ngalir begitu aja, nanti anak lama-lama akan bisa sendiri kok tanpa ia merasa sedang belajar. Nah, ini hasil angkanya Erysha 😊

    DIY dengan kacang hijau
    Good job Erysha 😘


    cara mengajarkan angka pada anak usia dini
    Hasil Erysha saya tempel di kertas untuk portofolionya nanti



    Baca juga: Cara Membuat Playdough atau Malam Sendiri yang Pastinya Aman untuk Anak
    Baca juga: Kegiatan Stimulasi Anak Usia Dini dengan Membuat Pohon Bibir

    Lalu, manfaatnya apa sih kegiatan stimulasi DIY membuat angka dengan kacang hijau ini? Tentu saja banyak dong manfaatnya seperti membangun bonding, mengalihkan anak dari tontonan tv atau main gadget, menstimulasi motorik halus anak, menstimulasi sensori anak, menstimulasi aspek kognitif anak dan kecerdasan matematikanya.

    Bagaimana Ayah Bunda? Tertarik juga membuat DIY angka ini dengan kacang hijau? Boleh banget dicoba untuk proses belajar anak di rumah ya 😊. Jangan lupa intip juga kegiatan stimulasi Erysha yang lain di sini, ya "Kegiatan Anak". Selamat mencoba 😊

    Thursday, October 17, 2019

    Tempat Makan untuk Keluarga yang Enak dan Murah di Bandung

    tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di bandung


    Halo-halo Ayah Bunda
    Hari ini hari pertama kali saya mereview tempat makan di blog saya ya hahaha 😂. Soalnya menurut saya tempat makannya enak banget dan murah sih. Jadi, cocok juga nih dijadikan tempat makan keluarga. Ceritanya beberapa hari yang lalu itu ya Ayah Erysha ulang tahun. Jadi saya sengaja ngajak Ayah Erysha dan Erysha makan di kafe. Nama cafenya yaitu Cafe & Resto Rumah Jingga. Karena memang kami sengaja pulang ke rumah kami yang di Bandung


    Baca juga: INGIN LIBURAN KELUARGA YANG ADA NILAI EDUKASINYA? YUK, WISATA SEJARAH SAJA KE SURABAYA

    Baca juga: SERUNYA LIBURAN KE MUSEUM GEOLOGI BANDUNG DAN NAIK BANDROS

    Rumah Jingga Cafe & Resto ini berlokasi di Jl. Raya Cikadut No.15, Jatihandap, Kec. Mandalajati, Kota Bandung. Jadi, tempat ini dekat dengan terminal Cicaheum, Arcamanik, Sindang laya dan Ujungberung. Buat Ayah Bunda yang sedang berobat di rumah sakit Hermina Arcamanik, bisa mampir juga ke Cafe & Resto Rumah Jingga ini. Walau tempat makan ini tidak berada di pinggir jalan raya, tapi dekat kok dengan jalan raya. Tinggal masuk ke dalam jalan Cikadut saja, sekitar kurang lebih 50 meterlah ya dari jalan raya.



    Tempat Makan untuk Keluarga yang Enak dan Murah di Bandung 


    Sebenarnya ini sudah ke tiga kalinya saya makan di Cafe & Resto Rumah Jingga ini karena memang pelayanannya bagus banget, ramah, dan lumayan cepat juga. Kebetulan sepertinya pelayannya ini sekaligus pemiliknya juga. Jadi, kayak usaha keluarga gitu , suami dan istri. Ketika kami datang ke sini sekitar jam setengah 1, tempat ini hampir penuh. Mungkin karena jam makan siang kali ya. Tapi walau hampir penuh, tempatnya nggak penuh sesak. Kitatetap nyaman dan saking nyamannya, jadi serasa rumah sendiri. Seriusan saya suka tempat makannya


    tempat makan yang enak, murah, kekinian di bandung
    Pelayannya ramah dan layanannya bagus


    Tempatnya juga lumayan besar ya. Satu ruangan yang cukup di dalam dan satu lagi ruangan untuk yang merokok atau yang ingin di tempat terbuka bisa ambil meja di luar ruangan. Cafe & Resto Rumah Jingga ini juga bersih tempatnya dan konsepnya yang kekinian banget ya. Jika Ayah Bunda mau tempat makan yang kekinian di Bandung bisa datang ke sini juga. Bisa dilihat di fotonya, ya 😊


    tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di bandung


    cafe dan resto yang murah dan enak di bandung


    tempat makan yang enak, murah, kekinian di bandung


    Nah, selain cocok untuk tempat makan keluarga, bisa juga digunakan untuk tempat pertemuan komunitas begitu. Seperti temen-temen pengajian, arisan, geng ibu-ibu penunggu di sekolah hahaha dan lain-lain. Di tempat makan ini juga disediakan mainan anak-anak 1 dus

    Tempat makan ini selain enak tempatnya, rasa makanannya juga enak lho. Ayah Bunda bisa lihat sendiri ya menu dan harganya. Ini pesanan kami dan kami pun memesan sapo tahu + nasi dan secangkir kopi. Tapi sayangnya fotonya nggak ada 🙈


    cafe & resto di bandung


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com


    Gbr: ruangbacadantulis.com

    Baca juga: SKY CASTLE, DRAMA KOREA KELUARGA YANG SARAT NILAI EDUKASI

    Menurut saya, untuk sekelas cafe dan Resto, Rumah Jingga ini ramah di kantong lho. Jadi, makanya saya sampai 3 kali datang ke sini hahaha 😂. Nggak mengecewakanlah ya. Jadi, kalau Ayah Bunda mau cari tempat makan untuk keluarga yang enak dan murah di Bandung ke Rumah Jingga Cafe & Resto aja



    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES