• Sunday, February 10, 2019

    Review Johnsons Top To - Toe Sensitive Touch Baby Wash untuk Kulit Sensitif dan Alergi

     
    review johnsons top to - toe sensitive touch baby wash untuk kulit sensitif dan alergi

           Hai-hai Bunda. Apa kulit anak Bunda sensitif atau punya alergi pada kulitnya? Terus bingung cari produk yang cocok untuknya? Mungkin bisa coba Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini, ya. Allhamdulillah, sudah hampir 2 tahun Erysha menggunakan produk ini dan cocok. Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini langsung diresepkan secara khusus oleh dokter untuk Erysha

          Dulu itu ya waktu Erysha hampir setahun setengah usianya, saya nggak tahu kalau Erysha mempunyai kulit yang sensitif apalagi alergi. Karena memang sejak Erysha bayi, saya tidak suka menggunakan banyak produk pada Erysha. Bahkan Erysha itu tidak saya pakaikan minyak telon. Karena memang menurut Dokter Apin yang terkenal itu hahaha, pemakaian minyak telon sebenarnya tidak memberi efek apa-apa pada anak, bahkan bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit anak atau merah-merah jika digunakan pada anak yang sensitif kulitnya atau tidak cocok.

          Jadi, kalau takut bayinya masuk angin, ya sudah tinggal dipakaikan saja baju hangat pada bayinya. Tapi sekarang saya pakaikan minyak telon khusus yang melindungi anak dari gigitan nyamuk untuk Erysha. Karena serem ya sekarang lagi musim demam berdarah soalnya. Dokter Apin juga berkata, jika dengan menggunakan minyak telon tetapi bisa membangun bonding antara ibu dengan anak saat memberikan pijatan pada anak, itu juga bagus. Saya suka Dokter Apin karena beliau salah satu dokter yang tidak dibayar oleh brand dengan sengaja menjual produk atau obat-obatan. Kalau beliau meresepkan produk obat, pasti sesuai dengan kebutuhan pasiennya.

          Aihhh jadi ingin juga nih bikin tulisan khusus tentang dokter seperti apa yang seharusnya kita pilih untuk mengobati orang-orang tercinta kita.

          Selain itu beliau dokter yang mengikuti RUM atau Pro RUM. Jadi dokter yang akan memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Sekarang banyak tuh kan ya dokter yang gampang banget kasih anti biotik atau sedikit-dikit obat pada pasiennya padahal nggak sesuai dengan kebutuhan si pasiennya. Oh ya, buat Bunda yang ingin mengintip intagram beliau, boleh difollow ya akun beliau di sini intasgram Dokter Apin

    Nah, Selain itu ya Bunda, yang membuat saya tidak tahu Erysha kulitnya sensitif itu karena Erysha itu nggak suka ganti-ganti produk. Karena kalau sudah cocok dengan satu produk, kenapa harus coba produk yang lain. Itu sih prinsip saya. Biasanya nih ya, kita sebagai emak-emak suka termakan iklan ya Bun. Apalagi melihat iklan-iklan di TV itu, kayak yang gimana gitu hahaha.

          Akhirnya, saya tahu Erysha punya kulit sensitif dan alergi waktu kami baru pindah rumah dari Bandung ke Tangerang Selatan. Terbayang dong Bandung yang dingin (soalnya rumah di Bandungnya termasuk dingin) tiba-tiba harus pindah ke Tangerang Selatan yang waw panasnya. Saya dan Erysha kaget dong dengan perubahan cuaca tersebut.

    Tahu apa yang terjadi? Erysha langsung mengalami biang keringat parah Bunda, dari dadanya sampai ke kepalanya dan punggungnya. Jadi biang keringatnya itu kayak gini.


    alergi kulit pada anak
    Segini udah mending karena sedang pengobatan

          Maaf nggak bisa kasih gambar Erysha yang kena biang keringat secara full. Khawatir Erysha malu nanti, dikemudian harinya. Nah, terbayang kan bagaimana saya nggak kaget dan sedih melihat Erysha seperti itu. Soalnya sampai semua permukaan kepalanya itu jadi borok. Berat badan Erysha jadi turun drastis, nggak nyaman ngapa-ngapain soalnya gatal dan perih, jadi rewel. Saya pun kelelahan dan akhirnya ikutan sakit juga. Lalu, saya langsung membawa Erysha kembali ke Bandung dan pengobatan di sana sampai 2 minggu. Hiks.

         Kata dokternya Erysha mempunyai alergi kulit, jadi dia kepanasan dan harus pakai AC di rumah baru kami. Ya ampunnnn ini ya anak zaman now harus pakai AC. Kita saja dulu waktu kecilnya, buat makan aja mungkin susah ya. Ini anak zaman now, masih kecil aja udah pakai AC Hihihi. Ya sudahlah akhir kami terpaksa membeli AC. Bukan buat gaya tapi jadi kebutuhan untuk anak. Hiks.

          Oh ya, kepala Erysha terpaksa dibotakkin dong semuanya. Biar gampang kasih salepnya dan Erysha pernah marah melihat dirinya botak dan bertanya "ambut Dede ana?" Siapa coba yang nggak tambah sedih waktu itu huhuhu. Nah, sejak itu deh Erysha diresepkan selain obat-obatannya harus pakai sabun mandi Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash oleh dokternya. Sebenarnya sabun mandi sebelumnya cocok. Tapi jadi kurang cocok ketika pindah ke Tangerang Selatan karena kurang melembabkan jika berada di kota yang panas.

          Nah, Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini selain sabun mandi juga sekaligus sebagai shampo juga lho, Bun. Jadi, nggak perlu ribet lagi untuk cari shamponya. Bagaimana kalau kita berkenalan dulu dengan produknya, yuk!


    Review Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash


    sabun mandi untuk kulit sensitif dan alergi

    Netto: 200 ml
    Harga: harganya sekitar Rp. 25.000, 00 ya Bun untuk netto 200 ml ini

    Kemasan

    Kemasannya berbentuk oval gitu. Tutupnya berwarna kuning atau krem. Badannya berwarna lebih muda lagi dari warna tutupnya atau krem muda banget gitu. Tutupnya seperti ini. Nyaman dan tidak mudah tumpah juga.

          Nah, hati-hati ya Bun untuk memperhatikan tulisan di kemasannya karena ada produk johnsons ini yang warna dan bentuk kemasannya itu sama dengan Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Jadi, harus teliti dulu sebelum membeli. Pastikan harus ada tulisan sensitivenya di depan kemasannya. Agar tidak salah beli

    Tekstur

    shampo untuk kulit sensitif dan alergi pada anak

    Teksturnya cair ya Bun karena ini adalah sabun cair. Warnanya krem muda begitu. Seperti contoh di gambar ini. Oh ya wanginya tidak menyengat. Jadi nyaman juga di penciuman kita.

    Bahan

    Water, Glycerin, Cocamidoprophyl Betaine, Sodium Lauroamphoacetate, Coco-Glucoside, Hdyroxyprophyl Starch Phospate, Citric Acid, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate, Crosspolymer, Fragrance, Sodium Benzoate, Styrene/Acrylates Copolymer, Polyquaternium-7, Disodium EDTA, Xodium Hydroxide,

    Cara Pemakaian

    Tuangkan sabun secukupnya pada tangan atau spon, lalu basahi dengan air sedikit. Lalu gosokkan pada seluruh badan anak dengan lembut termasuk rambutnya

          Saran saya sebaiknya menggunakan spon ya Bunda, agar busanya lebih banyak keluar dan lebih hemat penggunaanya. Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini bisa hemat penggunaannya sekitar 4 bulan pada Erysha dengan frekuensi mandinya 2 x sehari

    Klaim Produk Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash



    johnsons top to - toe sensitive touch baby wash

    Klaim dari produk Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini adalah
    1. Melembabkan 10 x lebih lembab daripada sabun biasa
    2. Cocok untuk kulit sensitif dan kering
    3. Membersihkan kulit

    Setelah pemakain

    Allhamdulillah ya setelah hampir 2 tahun Erysha menggunakan Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini, cocok sekali ini untuk kulit Erysha yang sensitif dan alergi, benar-benar membersihkan, melembabkan sekaligus. Jadi, menurut saya semua klaim dari Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini terbukti

    Kesimpulan

    Kelebihan
    1. Cocok untuk kulit sensitif, dan kering
    2. Membersihkan
    3. Melembutkan
    4. Hemat
    5. Sudah sekaligus dengan shamponya

    Kekurangan
    1. Susah di dapatkan. Adanya di swalayan besar, apotek besar, atau belanja online

          Nah, itu dia Bunda review Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Jadi, saya sekarang tidak repot-repot lagi mencari produk yang cocok untuk kulit sensitif dan alergi Erysha karena ada Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Bisa dicoba oleh Bunda juga di rumah ya dan semoga cocok juga. Buat Bunda yang ingin tahu juga pembersih wajah saya yang sudah 5 tahun saya gunakan, bisa intip di sini, ya HADA LABO SHIROJYUN ULTIMATE WHITENING 





    Tuesday, February 5, 2019

    Tentang Kehilangan

    tentang kehilangan dan apa yang seharusnya kita lakukan
    Pixabay


    "Ibu-ibuuuuu tahu nggak tadi pagi ada orang yang meninggal kecelakaan di depan Hotel Borobudur tabrakan ama bis Trans Jakarta. Sepertinya dia mau ke tempat kerjanya"


    Itulah pesan singkat yang ku baca tadi pagi di WA grup komunitasnya para ibu-ibu. Lalu, berderet pesan tentang hal yang sama susul menyusul masuk di grup itu hingga malam hari. Aku tersontak kaget "kecelakaan, meninggal?" Hanya itu yang ada di hatiku. Sekelabat bayangan suami langsung muncul dalam ingatanku dan terburu-buru mengirimkan pesan dan bertanya padanya

    "Ayah sayang udah sampe kantor, belum?" Dia pun menjawab sudah

    Ada perasaan lega mendengar balasan itu dan ada perasaan takut mengancam akan kehilangannya. Lalu, menatap anak dan bertanya pada diri. Kehilangan itu pasti, hanya soal waktu. Lalu sudah siapkah jika sewaktu-waktu kehilangan suami atau anak atau semuanya langsung hilang sekaligus? Mungkin juga kita lebih dulu kehilangan diri sendiri" Hahhh hanya bisa menarik nafas panjang

          Apa kalian pernah juga bertanya seperti itu pada diri kalian? Sanggupkah kalian menjawabnya? Atau itu semua tak pernah terbayangkan oleh kalian? Atau tak berani membayangkannya. Namun, jika kita tidak mempersiapkan diri maka itu akan jauh lebih menyakitkan nantinya. Apakah aku sendiri siap? Sama seperti kalian. Belum

          Lalu, aku terhening dengan perasaan sedih "bagaimana nanti perasaan istri dan anak-anak lelaki yang meninggal tadi, jika tahu lelakinya pergi selamanya meninggalkannya dan anak-anaknya?" Ya Allah, sulit rasanya aku membayangkan rasa itu

    "Setiap orang mau tidak mau, cepat atau lambat pasti akan diuji dengan kehilangan. Tugas kita adalah mempersiapkan diri tapi tanpa melupakan nikmat dari manisnya sebuah kebersamaan"

    Tahukah kita Bunda, ketika suami dan ayah dari anak-anak kita itu pergi berangkat bekerja mencari nafkah untuk kita. Sesungguhnya setiap kepergian dan kepulangannya itu dia sedang berjuang dengan ganasnya jalanan yang dengan kejamnya bisa langsung menghabisinya seketika atau membuatnya cacat seumur hidupnya. Yup, dia sedang berjuang dengan nyawa taruhannya untuk kita dan anak-anak kita dalam setiap langkahnya di luar sana

          Jadi, ketika ia pergi dan pulang iringi ia dengan doa penuh cinta teruntuknya dan sambut kedatangannya dengan senyum terbaik yang kita punya selalu teruntuknya.

          Jangan sambut ia dengan wajah masam kita, dengan langsung menyerangnya dengan berbagai keluh kesah kita, atau langsung mendelegasikan tugas pengasuhan anak padanya. Jangannnn. Berikan ia waktu untuk sebentar saja, waktu untuk ia bisa duduk tenang menselonjorkan kakinya sebentar dari penat dan lelahnya di luar sana, berikan ia waktu dengan tenang untuk menarik nafas panjang setelah seabrek pekerjaan yang memusingkannya di tempat kerjanya. Berikan ia waktu sebentar saja untuk mandi dan makan dengan tenang.

          Berikan ia pemandangan manis dengan melihat kita dan anak-anaknya menyambutnya dengan penuh senyum hangat. Sungguh senyum manis kita dan keluarga tercintanya itu sanggup merontokkan rasa lelahnya seharian bekerja di luar sana dan disambut rasa suka cita. Hingga ia selalu memiliki semangat dan alasan baru untuk apa ia berlelah-lelah di luar sana di hari esoknya

          Setelah kita memberikannya waktu sebentar dan tenang. Barulah kita biarkan anak-anak itu bermain-main, bercerita dengan bahagianya dengan ayahnya, barulah kita bisa melontarkan sisa 20.000 kata untuk bercerita banyak padanya.

          Dan teruntukmu yang bernama suami. Sungguh menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu itu tidaklah mudah. Terkadang di saat kebutuhannya sendiri pun belum terpenuhi tapi masih harus nemikirkan kebutuhan anggota keluarga yang lain.


    quote parenting


    Baca juga: TERUNTUKMU YANG BERNAMA SUAMI, PULANGLAH!

    Tak jarang rasa lelah, bosan itu membuat matanya berkaca-kaca bukan karena mengeluh, tapi karena ia kelelahan hingga ia perlu berkali-kali menyemangati dirinya sendiri. Karena sungguh bekerja dari subuh hingga malam itu tak mudah dan tak jarang ia terpaksa terbangun di malam hari untuk mengurus anakmu yang masih balita atau yang sedang sakit karena terbangun dari tidurnya.


    tentang kehilangan
    Canva


          Ayah Bunda, jadilah pasangan, orang tua dan seseorang yang baik untuk orang lain terutama untuk orang-orang yang kita cintai. Sering-seringlah berkata cinta pada mereka. Karena kita tidak pernah tahu apa itu akan menjadi kata cinta terakhir kita atau bukan? Peluklah mereka, karena siapa tahu itu akan menjadi pelukan terakhir kita? Sebelum kehilangan itu datang dan menghentikan dunia kita seketika dan membuak sesak itu seakan membunuh kita dengan perlahan. Untuk itu, lakukan dan berikanlah yang terbaik untuk orang-orang terkasih kita dengan CINTA  💕


    Baca juga: SUDAHKAH KITA MEMBUAT ANAK MERASA DICINTAI OLEH KITA?

    "Kehilangan itu tidak akan pernah bertanya pada kita. Apakah kita siap ataukah tidak? Tapi dia selalu memberikan 2 pilihan pada kita. Kehilangan karena rasa ikhlas ataukah kehilangan karena rasa  terpaksa"


    Wednesday, January 30, 2019

    Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak

    bahaya LGBT dan pentingnya pendidikan seks pada anak


          Hai-hai Ayah Bunda. Pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 kemarin, saya diminta untuk menjadi moderator seminar parenting yang berjudul tentang "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak".

    Nah, waktu itu saya janji kan ya di facebook dan di instagram saya untuk membagikan materinya ke Ayah Bunda semuanya. Akhirnya, saya bisa menepati janji juga di hari ini.

       

    bahaya lgbt dan dampaknya pada anak
    Panitia seminar Parenting "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak"

          Nah, materi ini ditulis langsung oleh pembicaranya yaitu Ibu Laily Fitriyah, S.HI. Buat Ayah Bunda yang tinggal di Tangerang sepertinya tidak asing lagi nih  dengan pembicara yang masya Allah keibuan ini 😍❤️. Yuk, kita simak langsung materinya, ya


    Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak


    Oleh: Laily Fitriyah, S.HI

    ibu laily fitriyah adalah seorang pembicara parenting dan ustadzah
    Ibu Laily sebelah kiri berfoto dengan salah satu panitia ❤️

    Apa itu LGBT?


    L : lesbian: seorang perempuan yang tertarik dengan perempuan lain.

    G : gay: seorang pria yang tertarik dengan pria lain atau sering dipakai untuk menggambarkan homoseksual.

    B : bisexual: orang tertarik baik kepada pria dan perempuan.

    T : transgender: orang yang berganti identitas yang berbeda dengan jenis kelaminnya

          Di dalam Islam, isu yang berkaitan dengan seks bukanlah perkara asing, dibicarakan begitu luas oleh para ilmuan dan para ulama, pembicaraan seks tersebut bukanlah berdasarkan pandangan mereka semata-mata tetapi adalah berdasarkan kepada pandangan Al-Quran dan Al-Hadist. Perbincangan tentang seks senantiasa dikaitkan dengan persoalan aqidah, akhlak, menjauhi kemungkaran dan  mendatangkan kemudarahtan terhadap orang lain

          Rata-rata kaum gay berusia 42 tahun dan menurun menjadi 39 tahun jika korban AIDS dari golongan gay dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan rata-rata usia lelaki yang menikah dan normal adalah 75 tahun. Rata-rata usia kaum lesbian adalah 45 tahun sedangkan rata-rata wanita yang bersuami dan normal 79 tahun (Fields, DR. E. Is Homosexual Actvity Normal? Marietta, GA)

    43% dari golongan kaum gay yang berhasil di data dan di teliti menyatakan bahwasanya selama hidupnya mereka melakukan homoseksual dengan lebih dari 500 orang. 28% melakukan dengan lebih dari 1000 orang. 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan homonya tersebut berasal dari orang yang tidak dikenalinya sama sekali. 70% dari mereka hanya merupakan pasangan kencan satu malam atau beberapa menit saja (Bell. A. and Weinberg, M. Homosexualities: a Study of Diversity Among Men and Women. Simon & Schuster, 1978)


    Dampak dari Penyebaran LGBT 


    LGBT ini memberikan banyak dampak pada kehidupan seperti

    Dampak Keamanan

          Kaum homoseksual menyebabkan 33 % pelecehan seksual pada anak-anak di Amerika Serikat. Padahal populasi mereka hanyalah 2% dari keseluruhan penduduk Amerika. Hal ini berarti 1 dari 20 kasus homo seksual merupakan pelecehan seksual pada anak-anak, sedangkan dari 490 kasus perzinaan 1 diantaranya merupakan pelecehan seksual pada anak-anak (Psyschological report, 1986, 58 pp 327-337)

    Dampak Pendidikan

          Adapun dampak pendidikan diantaranya yaitu siswa atau siswi yang menganggap dirinya sebagai homo menghadapi putus sekolah 5 kali lebih besar daripada siswa normal karena mereka merasakan ketidakamanan dan 28% dari mereka dipaksa meninggalkan sekolah (National Gay and Lesbian Task Force, "Anti - Gay / Lesbian, Victimization, New York, 1984)

    Dampak Sosial

          Peneliti menyatakan "seorang gay mempunyai pasangan antara 20 - 106 orang pertahunnya. Sedangkan pasangan zina tidak lebih dari 8 orang seumur hidupnya (Corey, L. And Holmes, K. Sexual Transmissions of Hepatitis A in Homosexual Men. "New England J. Med,. 1980, pp 435-438)


    Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Seksual 


    Faktor Keluarga

          Didikan orang tua kepada anaknya memiliki peranan yang penting. Ketika seorang anak mendapatkan perlakuan yang kasar atau perlakuan yang tidak baik lainnya, kondisi itu bisa menimbulkan kerenggangan hubungan keluarga serta timbulnya rasa benci si anak pada orang tuanya

    Misalnya saat anak perempuan mendapatkan perlakuan yang kasar atau tindak kekerasan lainnya dari ayah atau saudara laki-lakinya, akan mengakibatkan trauma. Akibat dari trauma tersebut kelak anak perempuan tadi bisa saja memiliki sifat atau sikap benci terhadap semua laki-laki

    Faktor Lingkungan dan Pergaulan

          Tanpa sadar, seseorang akan menyerupai atau meniru temannya. Lingkungan dan pergaulan disinyalir menjadi penyebab dominan terhadap seseorang menjadi bagian komunitas LGBT. Seorang anak yang dalam lingkungan keluarga kurang perhatian dan kasih sayang, akan membutuhkan pemenuhan di lingkungan lain yang belum tentu baik, bahkan bisa jadi justru menjerumuskan seperti narkoba, miras, seks bebas, serta seks yang menyimpang

    Faktor Agama dan Pendidikan

          Faktor internal lainnya yang menjadi penyebab kemunculan perilaku seks menyimpang seperti kemunculan LGBT adalah pengetahuan serta pemahaman seseorang tentang agama yang masih sangat minim

    Faktor Akhlak dan Moral

          Faktor akhlak dan moral yang dimiliki seseorang juga memiliki pengaruh yang besar. Iman yang lemah dan rapuh membuat kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Iman adalah benteng dalam diri seseorang untuk menghindari perbuatan maksiat, termasuk penyimpangan seksual. Seolah difasilitasi, kini banyak sarana yang menyediakan rangsangan seksual seperti video dan majalah porno yanh dengan mudah diakses siapa saja.


    Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia Dini


    pentingnya orang tua memberikan pendidikan seks pada anaknya sejak dini
    Pixabay


          Mengapa pendidikan seks itu penting? Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang tidak sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka dan dari guru tempat mereka belajar dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang.

           Sementara dr Warih A Puspitosari, M.Sc, Sp. K. J menjelaskan bahwa "pendidikan seks usia dini bukan berarti mengajarkan bagaimana cara melakukan seks. Namun pendidikan seks pada usia dini menjelaskan tentang organ-organ yang dimiliki manusia serta fungsinya"

          Mengajarkan pendidikan seks pada anak harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya. Pendidikan seks wajib diberikan orang tua pada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak usia 3 - 4 tahun, karena pada usia ini anak sudah bisa melakukan komunikasi dua arah dan dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan pengenalan organ tubuh internal

    Tujuan Pendidikan Seks


          Tujuan pendidikan seks sesuai usia perkembangan pun berbeda-beda. Seperti pada usia balita, tujuannya adalah untuk memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya. Jika tidak dilakukan lebih awal maka ada kemungkinan anak akan mendapatkan banyak masalah seperti memiliki kebiasaan suka memegang alat kemaluan sebelum tidur, suka memegang payudara orang lain, atau masalah lainnya

    (Jadi, ya Ayah Bunda kalau vagina itu jangan suka disebut kue apem atau sejenisnya dan penis jangan disebut burung atau titit, sebut saja penis sesuai bahasa ilmiahnya)


    Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak


    ✔️ melatih anak meminta izin ketika masuk rumah atau kamar orang tua
    ✔️ Al-Quran menentukan 3 waktu yang anak kecil harus meminta izin untuk masuk ke dalam kamar
    - sebelum shalat subuh
    - waktu tidur siang
    - setelah shalat isya

    Sampai usia mereka mendekati baligh, maka mereka harus meminta izin kepada ke dua orang tuanya di setiap waktu, saat ke dua orang tuanya berada di dalam kamar
    Qs An Nur 58 sd 59
    ✔️ membiasakan anak untuk menundukkan pandangan (pada bukan muhrimnya) dan menutup aurat
    ✔️ memisahkan tempat tidur anak
    ✔️ melatih anak tidur dalam posisi  miring ke kanan
    ✔️ menjauhkan anak ikhtilat bersama lawan jenis
    ✔️ mengajarkan kewajiban mandi janabah ketika anak mendekati baligh
    ✔️ menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika mendekati baligh
    ✔️ menganjurkan pernikahan dini pada anak
    (Saya tambahkan maksud pembicaranya ya Ayah Bunda, pernikahan dini ini untuk anak yang mulai kesulitan menjaga hawa nafsunya. Apalagi di dalam psikologi islam ketika anak sudah baligh tidak mengenal kata remaja. Karena seharusnya adalah "Pemuda".

    Jadi, diusia ini seharusnya orang tua telah mendidik dan mematangkan diri anak menjadi seorang pemuda. Bukannya remaja yang labil, egois dll. Penjelasan lengkapnya tentang mendidik aqil baligh ini bisa diintip di sini ya (Mendidik Generasi Aqil Baligh) Ayah Bunda, materinya ditulis oleh Pak Adriano Rusfi, Psikolog.)

    Baca juga: CARA MENDIDIK ANAK AGAR TANGGUH DI ZAMANNYA

          Wah, ilmu di materi ini "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak" ada banyak ya Ayah Bunda. Menurut saya ini penting sekali untuk diketahui oleh para orang tua. Jika Ayah Bunda, sependapat dengan saya, materi ini boleh sekali di share ya. Agar bisa mengedukasi banyak orang tua.

          Yuk, kita rangkul, peluk, dan edukasi anak-anak kita Ayah Bunda. Sebelum semunya menjadi terlambat. Untuk materi seminar parenting yang lain bisa dibaca di sini salah satunya, ya (baca juga: RAPUHNYA SPIRITUAL ORANG TUA DAPAT MEMPENGARUHI PENGASUHAN PADA ANAK)


    Thursday, January 24, 2019

    Ibu yang Tidak Sempurna


    ibu yang tidak sempurna
    Pixabay

    "Tak ada ibu yang sempurna begitu juga dengan diri kita. Setinggi apapun ilmu yang kita punya tak akan pernah bisa membuat kita menjadi ibu yang sempurna. Kita tetaplah ibu yang tidak sempurna. Walau begitu, paling tidak kita selalu punya pilihan untuk terus belajar menjadi ibu yang lebih baik"

          Sebagai seseorang yang lulusan dari dunia pendidikan, bertahun-tahun bekerja dan menimba ilmu di dunia pendidikan dan berkali-kali mengikuti seminar parenting dimana-mana. Tidak serta merta membuatku menjadi ibu yang sempurna ataupun langsung hebat

    Tentu saja dengan Bunda semuanya, ya. Ada banyak hal dan banyak rasa yang membersamai proses belajar kita menjadi seorang ibu. Senang, marah, sedih, lelah dan kaget menjadi sebuah kesatuan rasa yang kita sebut nano-nano kan ya hahaha 😂. Karena ternyata menjadi ibu itu tidak mudah, ya.

    Dulu, waktu sebelum menikah dan masih gadis. Kalau melihat seorang ibu yang tega memukul anaknya di depam umum itu rasanya itu aku ikutan memendam amarah pada ibu itu dan satu kalimat kemarahan yang tersimpan di dalam hatiku pada ibu itu adalah "Ya ampun, kok ibu kayak gitu, sih?"

    Yup, dengan standar ilmuku dulu, dengan mudahnya aku tidak mentoleransi sekali apa yang dilakukan oleh ibu itu. Memang sekarang kamu nganggap kalau mukul anak itu boleh? Ya, nggak dong, tetapi karena sekarang aku sudah menjadi ibu dan tahu jadi ibu itu berat membuatku melihat dari sisi yang lain

    Oh mungkin ibunya sedang kelelahan, ibunya sedang banyak pikiran, atau kurang mendapatkan perhatian dari suaminya sehingga tanpa disadari ibu itu melampiaskan pada anak-anaknya.

    Memaklumi bukan berarti aku membolehkan memukul anak ya. Tapi jadi tidak mudah menghakimi orang lain, tetapi sebaiknya ibu itu kita rangkul, dikuatkan dan diedukasi pelan-pelan. Berusaha melihatnya dari sisi yang berbeda.

    Nah, itu kan cara kita memandang orang lain. Bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri sebagai ibu? Misalnya

    Pernah nggak sih Bunda baper melihat ibu lain yang pintar sekali memberikan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah? Sedangkan kita boro-boro mau telaten kayak begitu. Apa saja yang distimulasi pada anak saja kita tidak tahu. Selintas kita merasa menjadi ibu yang tidak cerdas bukan?

    Baca juga: 4 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI UNTUK IBU RUMAH TANGGA

    Pernah nggak sih Bunda baper melihat ibu lain yang pintar sekali memasak, membuat cemilan sehat yang lucu bentuknya untuk anaknya di rumah? Sedangkan kita apa atuhhhhh masak mie dengan telur saja, telurnya malah gosong di bagian bawahnya. Adakah yang begitu? Akuuu hihihi antara ingin tertawa dan nangis ini hiks. Selintas terlihat diri kita ini begitu menyedihkan ya. Masak saja nggak bisa

    Atau

    Sedang berkunjung ke rumah orang lain dan kita melihat "waw rumahnya bersih sekali". Lalu, kita  melihat rumah kita sendiri yang bagaikan kapal pecah penuh oleh mainan anak-anak. Selintas hati kita jadi sibuk membanding-bandingkan rumah orang lain dan rumah kita. Pada saat itu kita seolah-olah bagaikan ibu yang malas untuk bersih-bersih

    Dan tentu saja masih banyak hal lain yang membuat diri kita ini begitu buruk, tidak berguna menjadi ibu. Iya, kan?

    Tidak apa-apa Bunda tenang saja. Kita akui saja kita memang belum bisa. Toh wajar kok kan kita bukan ibu yang sempurna. Percayalah Bunda, di dunia ini nggak ada ibu yang sempurna yang semuanya langsung serba bisa. Nggak ada.

    Bahkan Siti Khadijah yang begitu keren dan hebatnya mendampingi suaminya Rasulullah dan membersamai anak-anaknya tetap saja beliau bukanlah seseorang yang sempurna. Kenapa?

    "Karena kesempurnaan itu hanya milik Allah".

    Jadi, kalau ada sesuatu yang nggak sesuai dengan hati kita. Nggak usah dibaperin. Malah yang ada kita perlu mengubah sudut pandang kita dari negatif menjadi positif. So, daripada kita sibuk baper kenapa nggak kita jadikan itu sebagai sebuah motivasi untuk kita menjadi ibu yang lebih baik lagi. Mau kita belajar pelan atau pun cepat, yang penting kita belajar.

    Baca juga: BUNDA INGIN MENJADI IBU YANG PRODUKTIF? BEGINI CARANYA!

    Kalau rumah berantakan ya woles aja. Namanya juga punya anak kecil. Nggak mungkin bisa sempurna kita membereskan rumahnya. Kalau belum bisa menstimulasi anak, ya kita tinggal belajar. Dibawa santai saja, nggak usah dibaperin *lagi ngomong ama diri sendiri 😂

    Yang penting prinsip kita tetap sama. Apa itu? Bagaimana membuat diri kita menjadi ibu yang lebih baik lagi. Demi apa? Ya tentu saja demi bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita tercinta.

    Kalau begitu siap menjadi ibu yang lebih baik lagi kita Bunda? Siapppppp. Ok kalau begitu, jangan lupa juga bahagia ya Karena anak kita tidak membutuhkan ibu yang sempurna tapi ibu yang bahagia dalam setiap proses belajarnya menuju arah yang  lebih baik lagi

    Semangkaaaaaaa 💕

    #SelfReminder
       

    Monday, January 21, 2019

    Menjadi Parenting Blogger Itu Beban

    yeni sovia adalah seorang blogger dengan niche blog parenting yang berisikan tentang parenting dan anak berkebutuhan khusus

          Dari judulnya aja kayaknya jadi parenting blogger itu penuh tekanan ya hahaha. Tapi memang benar, menjadi parenting blogger itu beban buat saya. Walau begitu, tetap manfaatnya jauhhhhhhh lebih banyak buat saya daripada bebannya. Semua manfaatnya sengaja saya masukan ke dalam portofolio saya ini

    Baca juga: 2 TAHUN MENJADI PARENTING BLOGGER. INI PENCAPAIANKU

          Kenapa beban? Karena konten-konten saya berisi ilmu yang saya berikan pada pembaca saya. Ilmu yang menurut saya informatif dengan bentuk listicle. Bukan berbentuk cerita. Jadi bukan orang yang sedang curhat. Tapi ini jadi beban karena seolah-olah seperti diberikan oleh seorang pakarnya langsung

          Saya belum bisa menyebutkan diri saya sebagai pakar, tapi nggak menyebutkan diri saya sebagai orang awam juga. Karena kalau saya awam, saya nggak berani berbagi kalau nggak sesuai ilmunya dan apa yang saya pahami. Kenapa? Beratttttt pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Takut salah tulis

          Tapi saya menulis berdasarkan kompetensi yang saya miliki sebagai seseorang yang lulusan dunia pendidikan. Maksudnya saya, saya menulis dan berbagi sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yaitu Pendidikan Luar Biasa.

          Selain itu karena saya memang seorang guru dan suka mengikuti seminar parenting dimana-mana. Sehingga apa yang saya tulis itu berdasarkan ilmu dari kuliah, pengalaman sebagai guru dan dari belajar seminar

          Jadi apa yang saya tulis lebih banyak berdasarkan ilmunya daripada pengalamannya. Karena belajar dari pengalaman masih berproses hingga sekarang.

    Selain itu yang membuat saya merasa menjadi parenting blogger itu beban adalah saya merasa belum bisa menerapkan semua ilmu yang saya punya dalam pendidikan dan pengasuhan saya pada anak. Tapi saya selalu berusaha dan berproses menuju ke arah sana.

          Sambil berbagi sambil mempersiapkan diri. Sambil memberi ilmu sambil saya pun terus belajar. Kalian tahu, jika kita tidak bisa menerapkan ilmu yang kita tulis dan bagikan itu rasanya kayak apa? MALU. Malu pada diri sendiri, pada pasangan dan merasa bersalah pada anak

          Selain itu yang juga agak membebani adalah pandangan orang. Mengapa? Karena pada umumnya orang-orang selalu menuntut kesempurnaan pada sosok publik figur.

    Memang saya seorang publik figur? Karena saya membranding diri saya sebagai parenting blogger dan bekerja di ranah publik. Apalagi saya pun sudah melebarkan sayap untuk berani mengambil kesempatan untuk menjadi seorang pembicara parenting agar bisa tetap membagikan apa yang saya tahu.

          Otomatis orang-orang tahu kalau saya parenting blogger dan pembicara. Dan tuntutan kesempurnaan itu cepat atau lambat akan digulirkan pada saya juga dan saya harus mempersiapkan diri untuk itu. Apalagi jika saya konsisten sebagai parenting blogger dan pembicara. Saya akan semakin dikenal orang

          Kalian tahu sendiri kan bahwa bahasa netizen itu kayak apa? Nyereminnnnn. Kan serem juga kalau ada yang komen kayak gini

    "Suka nulis parenting dan ngomongin soal parenting, tapi anaknya kok kayak gitu sih?"

    Atau

    "Anak baru satu dan masih kecil tapi udah berani-beraninya ngasih tahu orang soal parenting"

    Sakitnya tuh di sini ya kalau ada yang komen begitu hahahah. Tapi allhamdulillah sejauh ini nggak ada komen gitu sih hahaha. Tapi beneran lho, kalau dikenal orang itu. Bikin kita juga harus berhati-hati. Mengapa? Karena kebanyakan orang dari kita (mungkin saya) juga, lebih suka mengikuti prasangka buruk pada orang lain daripada belajar berprasangka baik pada orang lain. Betul Ayah Bunda?

          Nggak dikenal banyak orang saja kita mesti berhati-hati apalagi dikenal banyak orang. Kita harus semakin berhati-hati kan

          Jadi itu semua sedikit membebani saya. Walau begitu apakah saya menyerah? Tidak Ayah Bunda. Jika saya menyerah bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan ilmu saya ini di akhirat nanti dan pada diri saya sendiri

    "Punya ilmu tapi kok nggak dibagiin ke orang?, nggak takut ntar dihisapnya gimana ama Allah? Ntar ilmunya ditanya Allah buat apa? Ilmunya dipake di jalan Allah nggak?" Kamu mau jawab apa?

    "Punya ilmu kok cuma dipake sendiri dan buat keluarga sendiri sedangkan di luar sana betapa banyak masyarakat yang butuh ilmu dan butuh diedukasi" Egois luu Yen baik cuma buat diri sendiri aja

    Kayaknya lebih beban ya, kalau ditanya ama 2 pertanyaan di atas daripada ditanya ama netizen nanti hahaha *nangis dipojokan

          Aihhhh sepertinya zaman sekarang saya seperti sesuatu yang klise sekali ya. Tapi memang begitulah nyatanya. Walau sekarang banyak orang yang hanya memikirkan diri sendiri. Tapi tidak boleh untuk kita karena seperti yang saya bilang

    "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi manfaat untuk orang lain"

    Jika semua orang dari kita hidup hanya untuk dirinya sendiri, baik hanya untuk dirinya sendiri. Maka tinggal tunggulah kehancuran umat manusia itu dengan segera. Seriusan ini.

          Sekarang aja udah banyak terlihat penurunan moral masyarakat kita terjadi dimana-mana kan? Kebayang kan kalau para orang-orang peduli dengan orang lain itu sudah berhenti untuk peduli dengan orang lain. Maka jawab sendiri ya apa yang terjadi. Aihhhhh bahasannya kali ini berat ya 🙈. Tapi ini kenyataannya Ayah Bunda

    "Terus gimana dong, bagaimana saya bisa berbagi sedangkan saya hanya ibu rumah tangga dan bukan blogger juga?"

          Nggak usah baper ya Ayah Bunda. Berbagi itu nggak melulu lewat tulisan. Ada banyak ladang dakwah yang bisa kita bagikan apapun profesi kita. Berbagi itu bukan hanya berbagi ilmu tapi bisa juga berbagi materi, tenaga dan waktu



    Sampai kapan saya akan Menjadi Parenting Blogger?


    yeni sovia adalah parenting blogger indonesia


          Lalu kalau ditanya sampai kapan saya menjadi parenting blogger? Saya nggak tahu. Hanya saja saya tidak bisa berada di sini selama umur saya. Saya punya mimpi lain Ayah Bunda.

          Saya ingin kuliah lagi, menjadi dosen dan pembicara hebat suatu hari nanti. Pada saat itu terjadi, kemungkinan besar intensitas saya menulis dan berbagi lewat blog ini akan berkurang.

          Walau begitu, saya akan berusaha agar blog ini tetap hidup. Saya akan menulis jika saya senggang nanti dan saya sedang mau. Agar Ayah Bunda tetap bisa membaca tulisan saya.

          Tentu saja ilmu yang saya bagikan nanti pasti akan jauh lebih berkualitas daripada ilmu receh saya saat ini hahaha. Kenapa? Karena ketika nanti saya kuliah lagi dan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi maka akan lebih dalam lagi ilmu yang bisa saya tuliskan di sini. Doakan ya Ayah Bunda

          Untuk saat ini blog ini hanya persinggahan saya sementara agar saya tetap bisa berbagi apa yang saya tahu, sebagai penguat untuk para ibu yang membutuhkan kekuatan dari hal positif yang berusaha saya sebarkan lewat tulisan saya.

    Baca juga: 9 MANFAAT NGEBLOG BAGI IBU RUMAH TANGGA

          Walau begitu tolong diingat ya Ayah Bunda dan saya minta tolong sekali bahwa saya bukan seseorang yang sempurna, saya seseorang yang memiliki banyak kekurangan atas setiap peran yang saya mainkan. Jadi, jangan pernah menuntut kesempurnaan pada saya. Walau begitu saya akan berusaha untuk lebih baik lagi, lagi, dan lagi.

          Jika suatu hari nanti Ayah Bunda menemukan kesalahan saya yang sifatnya prinsip sekali, boleh tolong langsung kirim pesan pada saya untuk mengingatkan saya.

          Ayah Bunda, saya hanya manusia biasa saja. Tidak selamanya saya kuat, tidak selamanya saya menebar semangat dan positif, akan ada kalanya jiwa saya pun melemah dan lupa untuk menguatkan diri kembali.

          Jika itu terjadi, tolong kuatkan saya dan bantu saya dengan doa. Bantu juga agar saya terhindar dari perasaan riya, ujub dan sombong. Hiksssss (ngerasa diri masih kayak gitu"

           Walau menjadi parenting blogger itu ada sedikit keganjalan hati yang membebaninya, saya tetap ucapkan banyak terima kasih pada Ayah Bunda karena telah menjadi pembaca saya dan selalu mendoakan saya. Terima kasih sekali lagi 💕






    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES