• Sunday, April 21, 2019

    Sudah Seringkah Kita Menyelipkan Doa dalam Nama Panggilan Sayang Kita Teruntuk Anak Kita?

    sudah seringkah kita menyelipkan doa dalam nama panggilan sayang kita teruntuk anak kita?

          Namanya Erysha Fathiyyaturahma Faiha usianya kini 3 tahun dua bulan. Erysha diambil dari huruf depan kami Ayah dan Bundanya dan di belakang itu ada doa yang selalu kami panjatkan dalam shalat-shalat kami dan di setiap mata kami memandangnya dengan cinta. Yang artinya "Wanita shaleha yang memberi manfaat untuk banyak orang"

          Yup, karena kami berharap sekali, ia tumbuh menjadi anak yang shaleh dan menjadi sebaik-baik manusia kelaknya. Tentu saja kami bukan hanya sekedar berharap ya. Tapi berusaha mewujudkannya. Karena

    "Hidup itu bukan untuk berharap tapi untuk mewujudkan harapan" 

    Bagaimana caranya? Ya pastinya, sebelum kita meminta anak yang shaleh, kitanya juga harus belajar menshalehkan diri dong. Karena

    "Sebelum kita mendidik anak, yang pertama harus kita didik adalah diri kita sendiri"

    Dan ternyata Ayah Bunda ada lho hubungannya spiritual orang tua terhadap pengasuhan anak. Saya dapet materi ini waktu kulwap parenting nanti boleh mampir ke sini juga ya "rapuhnya spiritual orang tua dapat mempengaruhi pengasuhan padan anak"


    Doa Dibalik Nama Panggilan Sayang untuk Anak Kita


    nama panggilan keren, nama panggilan sayang

    Dalam nama panggilan sayang kami pun pada Erysha ada terselip doa

    "Dede anak shalehanya Ayah dan Bunda"

          Kami suka sekali memanggilnya begitu, sambil memeluknya, membelainya dan menciumnya atau terkadang kami suka bertanya padanya, "Dede anak siapa?" Dia selalu menjawab "anak shalehanya Ayah dan Bunda" hihihi sambil membalasnya dengan senyum manisnya atau terkadang kecupan darinya yang suka mendarat di pipi kami berdua. Oh ya saya juga pernah nulis tentang "3 Hal Wajib yang Dikatakan pada Anak" boleh diintip juga 😉

          Yup, Erysha tumbuh menjadi anak shaleha dan manissss sekali. Terkadang saya merasa bahwa Erysha itu salah satu anak yang paling beruntung di dunia. Karena ia selalu mendapatkan banyak kasih sayang dari ayah dan bundanya, dibesarkan dengan cinta, dan ilmu serta doa dari kami.

    Erysha tumbuh menjadi anak yang bahagia. Karena kami orang tuanya selalu berusaha menjadi orang tua yang bahagia untuknya. Bagi kami

    "Menjadi orang tua yang bahagia adalah hadiah terbaik yang bisa kami berikan untuk membesarkan anak-anak yang bahagia pula"

    Namun, untuk bahagia itu tidak semudah membalik telapak tangan. Harus ada keikhlasan hati di dalamnya untuk belajar bahagia dari hal-hal sederhana dan dan hati yang selalu mensyukuri banyak hal.

          Tau nggak Ayah Bunda, kita juga bisa lho belajar bahagia dari anak. Nanti bisa ke sini ya "Belajar Bahagia dari Anak". Ahhh apapun itu, semoga kita bisa menjadi orang tua yang selalu bahagia ya.

          Ayah Bunda, sering-seringlah kita memanggil anak dengan panggilan sayang kita padanya. Jangan lupa berikan panggilan sayang itu yang bermakna doa padanya. Jangan sekedar ingin nama panggilan keren saja tapi sebaiknya ada maknanya. Hingga ia tahu harapan baik apa yang diinginkan orang tuanya padanya.




          Nama panggilan sayang dari kita itu tanpa ia sadari masuk dibawah alam sadarnya, sehingga ia sudah melabeli dirinya dengan konsep diri yang positif berdasarkan dengan cara apa dan nama apa orang tuanya selama ini memanggilnya dari kecil dan itu akan selalu terekam di otaknya.

          Misalnya karena saya selalu memanggil Erysha "anak shaleha" dan itu berulang-ulang sampai bertahun-tahun. Itu semua memberikan efek di dalam dirinya bahwa "aku harus jadi anak shaleha". Karena efek di dalam dirinya itulah, anak kita tanpa disadari akan berperilaku seperti input yang selama ini ia dapatkan dari orang tuanya bertahun-tahun

          Oleh sebab itu, berhati-hatilah kita. Jangan pernah melabeli anak dengan hal-hal negatif pada anak apalagi jika input negatif itu ia dapatkankan selama bertahun-tahun dalam ukuran waktu yang sangat panjang. Nanti akan berdampak paka self esteem anak yang negatif pula dan terlihat dengan perilaku negatifnya dikemudian hari

    Jadi penting sekali kita sebagai orang tua untuk memberikan sugesti-sugesti yang positif pada anak bahkan pada nama panggilannya.


    nama panggilan


          Jangan juga hanya namanya dan panggilannya saja yang penuh doa tapi harus dibuktikan juga dengan perbuatan kita dan kita yang selalu memanjatkan doa pada anak. Bahkan di setiap mata kita memandangnya dan di setiap apa yang kita lakukan untuknya.

    Contohnya ketika kita mengantarkan anak ke sekolah. Jangan terburu-buru pulang. Nggak ada salahnya kita sempatkan waktu 5 menit aja melihat anak kita dan melepaskan kepergiannya dengan cinta dari belakang dan panjatkan doa padanya "Ya Allah, tolong mudahkan ia mendapatkan ilmu dariMu"

           Bahkan kita pun bisa memanjatkan doa dari hal-hal kecil yang kita lakukan untuknya. Misalnya ketika kita memasak nasi untuknya, doakan "Ya Allah, semoga makanan dariMu ini membuatnya semakin dekat denganMu"

    Atau "Ya Allah semoga anak saya mau makan" #Eh. Ini mah doa para emak-emak yang punya anak kecil yang susah makan ya 😂. Tenang Bun, kalian tidak sendiri wkwkwkw 😂

    Apapun itu sering-seringlah doakan anak kita agar menjadi anak yang dekat denganNya. Karena

    "Anak yang hebat itu bukan anak yang diterima di perguruan tinggi terkenal, anak yang memiliki jabatan tinggi di kantornya atau anak yang memiliki banyak harta dalam hidupnya. Bukan. Tapi anak yang hebat itu adalah anak yang dekat dengan Tuhannya"

    Ayah Bunda, semoga kita bisa mendidik anak kita untuk mencintai Tuhannya ya. Karena cinta itulah yang membuat ia akan selalu berusaha karenaNya dan menghindari sesuatu yang negatif karena takut padaNya. Rasa takut yang dilandasi karena rasa cinta sebelumnya padaNya


    membesarkan anak dengan doa


          Karena alasan-alasan inilah mengapa kami memberikan nama panggilang sayang kami pada Erysha "Anak Shaleha".

          Semoga kita selalu mendoakan anak-anak kita ya Ayah Bunda bahkan di dalam panggilan sayang kita padanya. Karena kita tidak pernah tahu dari doa yang mana Allah akan menjabah doa kita untuk anak-anak kita.

    Terutama kita harus menggunakan kekuatan kita sebagai ibu. Bukankah salah satu doa yang memiliki kekuatan dasyat dan mampu menembus langit adalah doa seorang ibu? Dan bukankah syurga itu juga ada di telapak kaki ibu? Jadi, jangan kita sia-siakan kekuatan kita itu dengan jarang mendoakan anak kita. Doain Erysha ya Ayah Bunda, semoga Erysha benar-benar jadi hambaNya yang shaleha nantinya 😍. Nah, itu nama panggilan sayang kami pada anak kami, kalau kalian apa?


    Monday, April 15, 2019

    Apa Itu Pendidikan yang Sebenarnya?

    apa Itu pendidikan yang sebenarnya

          Aku itu nggak sengaja membaca sebuah status di facebook, yang intinya beranggapan kalau kita itu harus berpendidikan tinggi dan isi dari status itu menganggap orang yang nggak berpendidikan tinggi itu kelas rendah. 

    Emang sih bahasanya halus dan aku tahu maksudnya baik. Hanya saja aku merasa pemikiran dan status itu bisa melukai perasaan orang-orang yang tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi. Apalagi di negara kita tingkat pendidikan formal kita masih rendah 

          Memiliki pendidikan tinggi itu memang bagus dan aku tipe orang yang suka dengan pendidikan formal karena itu salah satu tempat  kita menimba ilmu. Tapi bukan berarti pendidikan formal itu menjadi harga mutlat dan begitu menjunjung tinggi pendidikan kita


    Apa Itu Pendidikan?


          Begini Ayah Bunda, yang namanya pendidikan itu luas. Nggak melulu tentang sekolah. Nggak melulu tentang kampus atau sesuatu yang menjadikan kita banyak gelar dan ijazah.

          Sekolah itu hanyalah bagian kecil dari sebuah pendidikan. Hanya salah satunya saja. Karena sejatinya yang namanya pendidikan dan belajar itu bisa dari mana saja dan dimana saja. Bahkan terkadang, malah kita lebih banyak belajar pendidikan itu dari kehidupan kita sendiri, dari apa yang kita temui dan dari sehari-hari kita kan ya daripada dari sekolah

          Pendidikan kita di sekolah lebih banyak mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang akademisi daripada melatih kita bagaimana memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan hidup ini. Lebih banyak mengajarkan kita tentang kognitif daripada membentuk karakter seseorang. Sekarang kita tengok ya apa pendidikan itu dari beberapa artian?


    Arti Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


    arti pendidikan menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI)

          Apa itu pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)? Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik


    Apa itu Pendidikan Menurut Ahli?


          Ada banyak pendapat ahli ya Ayah Bunda mengenai arti pendidikan ini dan aku ambil pendapat dari Prof. Dr. John Dewey

          Menurut Prof. Dr. John Dewey  "pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia"

          Dari pengertian pendidikan di atas sudah jelas ya Ayah Bunda bahwa pendidikan itu tidak melulu tentang sekolah yang terbatasi oleh tembok dan kursi yang berjajar di dalam kelas. 

          Sekarang pernahkah kita bertanya, sudahkah pendidikan formal selama ini berhasil membangun karakter manusia? 

          Jawabannya sangat di sayangkan belum ya dan bahkan banyak orang-orang berpendidikan tinggi tetapi tidak berkarakter mumpuni dan tidak beradab. Kenapa bisa dikatakan tidak beradab? Karena betapa banyak orang lebih mendahulukan ilmunya daripada adabnya 


    Apa itu Pendidikan Karakter?


    apa itu pendidikan karakter

          Kita sudah tahu ya apa itu pendidikan dari penjelasan di atas. Sekarang kita belajar memahami apa itu karakter

    Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas ialah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, dan watak. Sedangkan berkarakterialah berkepribadian, berperilaku, berwatak, bertabiat, bersifat dan berbudi pekerti.

          Jadi arti pendidikan karakter adalah sebuah proses atau usaha dalam membangun dan membentuk manusia agar berkepribadian baik dan berbudi pekerti luhur

    Lalu dari mana sebaiknya kita mulai pendidikan itu pada anak-anak kita? Ya tentu, harus kita mulai dari pendidikan anak usia dini.


    Apa Itu Pendidikan Anak Usia Dini?


    apa itu pendidikan anak usia dini

          Pendidikan itu harus dimulai dari anak usia dini. Karena usia dini adalah saat-saat yang paling tepat dan mudah untuk kita mengarahkan dan mengisi jiwa anak tentang tuhannya, tentang kebenaran, tentang kebaikan dan cinta. Terutama pada saat masa golden age anak. 

    Pendidikan anak usia dini adalah sebuah proses untuk kita menanamkan banyak hal pada anak termasuk memberikan pendidikan karakter sedini mungkin. Karena memberikan pendidikan usia dini sama dengan kita membangun sebuah pondasi yang kuat di dalam diri anak agar anak tak mudah terbawa arus pada hal-hal yang negatif yang akan datang dari luar 

    Jadi pendidikan anak usia dini ini, bukan hanya sekedar penting. Tapi penting sekaliiiii dong. Boleh intip juga tulisanku tentang konsep pendidikan dan pengasuhan pada anak ya. Klik aja linknya 

          So, tak perlulah ya kita mengatakan atau beranggapan bahwa orang-orang yang pendidikannya (sekolahnya) rendah adalah manusia dengan kelas yang rendah. Jangan

          Sungguh itu sombong sekali. Hanya karena kita merasa berpendidikan tinggi dari hasil sekolah kita, kita jadi mengkastakan pendidikan orang lain tinggi dan rendah. Karena untuk apa sekolah tinggi itu jika kita kehilangan empati kita. 

          Memang benar, tinggi rendahnya sekolah seseorang dapat mempengaruhi pola pikirnya dan bagaimana ia bersikap tapi tidak semuanya. Karena semua dikembalikan lagi pada individunya. Karena betapa banyak orang yang ngakunya berpendidikan tinggi, tetapi buang sampah masih sembarangan 

          Betapa banyak orang yang ngakunya berintelektual tapi merokok masih sembarangan. Orang yang ngakunya bergelar tapi masih nyelip antrian. Banyak yang begitu? Banyakkkkk. Berarti pendidikan yang ia tempuh selama ini dan bertahun-tahun itu, tidak menjamin bisa merubah pola pikir dan sikap seseorang. Hanya sedikit orang yang bisa berubah karena pendidikan itu tapi sisanya lebih banyak tidak. 

          Orang yang berpendidikan aja masih suka banyak yang tidak beretika apalagi yang tidak berpendidikan kan? Iya sih memang benar, tapi kan tidak semuanya. Karena semuanya dikembalikan lagi pada diri kita masing-masing mau belajar atau tidak? 

          Karena ada juga orang berjiwa besar dan ber- attitude tanpa harus melalui pendidikan akademiknya. Karena selama ini aku banyak mengenal orang-orang tanpa berjubah pendidikan tinggi tapi baik dan ilmunya masya Allah luar biasa. Kok bisa begitu? Karena mereka lebih banyak belajar dari perjalanan kehidupan itu sendiri


    belajar dari kehidupan
    Belajar dari kehidupan

          So, jangan memandang arti pendidikan itu dalam sudut pandang yang sempit. Hanya seputar sekolah-sekolah dan sekolah. Bukan. Pendidikan formal hanya salah satu tempat kita untuk belajar ilmu dan memperkaya wawasan. Tapi bukan berarti segalanya dan mengatasnamakan pendidikan itu hanya berupa sekolah. Tidak ya

          Yuk, kita jadikan pendidikan tinggi kita untuk menebar manfaat pada banyak orang sesuai kompetensi kita, sesuai ilmu kita, sesuai gelar kita. Agar ilmu yang kita punya itu penuh barokah.

          Agar kita punya jawaban yang layak untuk akherat kita nanti ketika kita ditanya olehNya untuk apa kita gunakan ilmu kita? Sudah kita gunakan ilmu kita dalam kebaikan? Sudahkah kita gunakan ilmu kita di jalanNya atau hanya kita gunakan untuk diri kita sendiri? Atau bahkan mungkin ilmu yang kita dapatkan dari pendidikan kita selama ini tak berarti apa-apa karena melebur begitu aja? Alias nggak nempel. Hah, apapun itu. Semoga Allah ridha sama kita ya

          Semoga kita tidak mengkastakan orang itu kelas rendah atau tinggi hanya dari pendidikannya ya Ayah Bunda *lagi ngomong ama diri sendiri dan memandang apa itu pendidikan dari sebuah sudut pandang yang sangat luas. Nah, Ayah Bunda bisa baca juga ya di sini apa yang sudah kita persiapkan dalam pendidikan anak kita di era kekinian ini? Buat Ayah Bunda yang punya anak remaja boleh banget mampir ke materi parenting ini tentang mendidik anak generasi aqil baligh
    . Nah, kalau arti pendidikan untuk Ayah Bunda sendiri apa sih?

    Monday, April 8, 2019

    Beberapa Alasan Ini Mengapa Kita Perlu Juga Mengenal Dunia Anak Berkebutuhan Khusus

    beberapa alasan ini mengapa kita perlu juga mengenal lebih dekat dengan dunia anak berkebutuhan khusus
    Ini foto diambil waktu PPLK zaman kuliah dulu 😂


          Terkadang kita suka merasa ya Ayah Bunda, untuk apa sih kita perlu mengenal dunia anak berkebutuhan khusus? Toh kita juga nggak punya anak berkebutuhan khusus juga atau punya keluarga yang menyandang berkebutuhan khusus.

    Eits jangan salah lho Ayah Bunda. Kita tetap perlu mengedukasi diri kita agar kita bisa pula mengenalkan dan mengedukasi anak-anak kita juga nantinya

          Nah Ayah Bunda, pada hari Jumat tanggal 6 April 2019, aku sengaja bikin diskusi di IG Storyku mengenai anak berkebutuhan khusus ini. Karena menurut aku ilmu ini penting banget untuk dibagikan. Bukan hanya sekedar kepada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus saja tetapi juga pada masyarakat luas.

    Buat Ayah Bunda yang ingin belajar juga tentang anak berkebutuhan khusus bisa lihat di highlight story IG aku ya dengan judul "Sharing ABK"


    Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus Lebih Dekat


          Mengapa aku ingin mengenalkan anak berkebutuhan khusus ini pada masyarakat dan kita semua? Karena masih banyak masyarakat dan kita menganggap bahwa anak berkebutuhan khusus ini adalah anak gila, sebuah penyakit dan dianggap bisa menular, aib keluarga sehingga layak disembunyikan dari dunia, dijauhi, ditakuti, dilempari, dibully, dianggap anak hasil karma atas perbuatan orang tuanya, dipasung, menjadi perbincangan orang-orang, dan di jalan-jalan ditatap dengan pandangan aneh dan rasa kasihan. Ini PR kita pada diri kita, anak-anak kita dan mengedukasi masyarakat kita.

          Jadi bagaimana kita bisa mengajari anak-anak kita untuk menghargargai ABK ini kalau kita sendiri tidak mengenal mereka. Yuk, kita lihat anak berkebutuhan khusus ini lebih dekat. Edukasi diri kita agar kita bisa pula mengedukasi anak-anak kita tentang dunia anak berkebutuhan khusus ini.

          Jangan sampai anak-anak kita adalah pelaku bully terhadap anak berkebutuhan khusus ini di luar sana karena mereka dianggap berbeda

    Yang waktu itu sempat viral ya Ayah Bunda bully terhadap penyandang berkebutuhan khusus di sebuah universitas kota Jakarta. Tahu nggak? Kalau nggak tahu beritanya bisa serching sendiri ya 😉. Sungguh itu membuatku mengelus dada melihatnya. Karena ingat dengan murid sendiri

    Tahukah Ayah Bunda, bahkan di kampung-kampung masih ada yang melakukan pemasungan pada anak berkebutuhan khusus ini. Dan kalau ditanya alasannya pada keluarganya, mereka suka menjawab

    "Daripada anak saya mati dilempar orang-orang  dan anak-anak kampung karena dianggap gila. Jadi, lebih baik kami pasung dia di rumah"

          Menyesakkan ya? Atau terkadang ada juga nih di kota, orang tua anak berkebutuhan khusus yang malu memperlihatkan anaknya pada banyak orang. Dianggap anaknya pembawa sial dan aib keluarga.

    Ingin sekali ku berkata

    "Haiiiiii mereka itu bukan sesuatu yg memalukan hingga kita perlu menyembunyikannya dari dunia. Jika kita orang tuanya sendiri dan keluarga sendiri malu dan tidak menerimanya, lalu siapa orang-orang pertama yang akan menerimanya wahai Ayah Bunda? Siapa yang menerima anak-anak yang sama-sama berasal dari syurga ini kalau bukan kita? Mau sampai kapan kita menolak mereka dan menyembunyikan mereka dari dunia ini?"

          Mereka pun bukan sebuah penyakit. Mereka nggak sakit kok. Mereka hanya berbeda dari orang-orang pada umumnya, tapi mereka ada bukan untuk dibeda-bedakan. Mereka sama seperti kita. Punya rasa, punya cinta, punya emosi dan rasa ingin dicintai.

    Dan kalau anak berkebutuhan khusus jalan di tempat umum gitu ya, banyak kan ya yang suka meliriknya dengan tatapan aneh atau rasa kasihan gitu atau terkadang ada yang diam-diam berbisik membicarakannya.

    Lalu, jika masyarakat kita seperti ini? Tanggung jawab siapakah ini? Teruntuk itu, aku menuliskan soal ini sebagai salah satu caraku mengenalkan dunia anak berkebutuhan khusus ini pada lebih banyak orang. Bahwa sesungguhnya ini tanggung jawab kita semua. Kita yang seharusnya menerima mereka bukan sebaliknya

          Nah, anak berkebutuhan khusus itu apa sih?


    Apa itu anak berkebutuhan khusus?


    apa itu anak berkebutuhan khusus dan bagaimana kegiatan mereka di sekolah

          Anak berkebutuhan khusus adalah anak yg mengalami gangguan atau hambatan baik secara permanen maupun temporer.

    Permanen ini yang sifatnya menetap atau selamanya ya Ayah Bunda seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, autis dan lain-lain. Sedangkan temporer itu yang sifatnya sementara seperti anak jalananan, anak korban peperangan, korban bencana alam, anak korban perkosaan yang mengalami trauma dll.

          Hanya saja, jika anak berkebutuhan khusus temporer ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, ia bisa saja berubah menjadi ABK yang sifatnya permanen.

    Jadi Ayah Bunda yang namanya ABK ini bukan hanya diperuntukkan untuk anak-anak disabilitas saja ya. Tapi anak-anak yang membutuhkan perhatian secara khusus juga disebut anak berkebutuhan khusus seperti contoh di atas.

    Lengkapnya tentang anak berkebutuhan khusus itu bisa mampir ke sini ya tentang "Anak Berkebutuhan Khusus"

          So, diharapkan ya para orang tua untuk selalu memantau tumbuh kembang anaknya bahkan dari masa kehamilan. Jika terlihat gejala-gejala tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan seharusnya atau tidak sesuai dengan usianya, sebaiknya segera dikonsultasikan pada ahlinya atau membawa anak langsung pada pusat tumbuh kembang anak agar dilakukan pemeriksaan.

          Kalau seandainya ternyata anak didiagnosa anak berkebutuhan khusus, maka anak akan segera mendapatkan penanganan yang ia butuhkan. Penanganan ini jika dilakukan semakin dini maka akan semakin baik lagi. Tapi semakin lama atau semakin terlambat anak untuk diketahui gangguan atau hambatannya. Maka semakin lama pula anak mendapatkan bantuan

    Lengkapnya tentang identifikasi anak berkebutuhan khusus sejak dininya bisa di lihat di tulisan aku sebelumnya ya di sini "Identifikasi ABK Sejak Dini"


    identifikasi ABK sejak dini melalui tumbuh kembang anak
    Happy Parenting


          So, yuk Ayah Bunda kita rangkul mereka, kita kuatkan mereka, kita terima mereka bagian dari kita, bagian dari masyarakat kita. Jangan dibully, jangan ditatap aneh atau rasa kasihan. Mereka nggak butuh itu. Mereka hanya butuh diterima dan dicintai. Hanya itu, nggak lebih. Sesimpel itu kan.

          Oh ya Ayah Bunda, berhati-hati pula bila berbicara dengan orang tua anak berkebutuhan khusus. Jangan katakan ini pada mereka, klik aja ya link warna merahnya 😉

    Nah, itu Ayah Bunda beberapa alasan mengapa sih kita perlu juga mengenal anak berkebutuhan khusus ini lebih dekat. Semoga kita termasuk dari bagian orang-orang yang selalu men-support dan menerima mereka ya




    Monday, April 1, 2019

    Pengasuhan Anak yang Menyebabkan Trauma

    pengasuhan anak yang menyebabkan trauma
    Pixabay

          Ayah Bunda, tahukah kita, bahwa pengasuhan anak memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter anak di masa mendatangnya. Jika anak dibesarkan di dalam pengasuhan yang kurang baik maka itu akan mempengaruhi beberapa aspek tumbuh kembangnya seperti aspek emosi, aspek sosial, dan lain-lain tergantung kebutuhan apa yang tidak terpenuhi di masa kecilnya. Terutama jika pengasuhan anak itu yang meninggalkan trauma di hatinya

          Beberapa hari ini, kita telah digemparkan dengan sebuah video yang sedang viral tentang seorang ibu yang dengan kasar mendorong anaknya dari mobil. Jujur, melihat video itu membuat aku kaget dan mengelus dada juga membaca ratusan mungkin ribuan orang membully ibu itu.

          Walau aku tidak menyukai dan tidak  membenarkan apa yang ibu itu lakukan, tapi aku berusaha memandang dari berbagai sisi. Baik itu dari sisi si ibu, sisi anak yang kemungkinan besar akan mengalami trauma diperlakukan seperti itu di tempat umum apalagi itu video viral ya dan dari sisi kita yang hanya melihat sebagai penonton.

          Aku mengangkat kasus ini di dalam tulisanku bukan bermaksud untuk berghibah ya Ayah Bunda, tapi untuk mengajak kita mengambil pelajarannya dan untuk lebih peduli pada orang lain.

          Begini Ayah Bunda, memang benar apa yang dilakukan oleh ibu tersebut tidak baik, tapi tidak dibenarkan juga membully ibu itu. Jika ibu itu membully anaknya karena berlaku kasar, lalu kita dan ribuan orang membullynya juga dengan kata-kata dan jempol kita. Lalu apa bedanya kita dengan ibu itu? Bukankah itu sama aja? Sama-sama membully? Lalu, dimanakah kita melihat sisi baik dan nilai edukasinya di sana?

          Ayah Bunda dan Dedek-dedek gemes yang lain, menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah. Berat. Terutama soal mengendalikan emosi. Ayah Bunda bisa mampir juga ya ke materi seminar parenting yang aku ikuti tentang bagaimana cara mengendalikan emosi pada anak. 

    cara mengendalikan emosi ibu pada anak


          Nah, selain beratnya soal pengendalian emosi ini, keadaan atau support system yang kurang mendukung membuat banyaknya orang tua terutama seorang ibu rentan mengalami ketidakwarasan alias emosional. Belum lagi tuntutan kita pada diri sendiri dan tuntutan orang lain terhadap peran ibu ini sering dituntut harus sempurna.

    Jadi, ketika sesuatu tidak berjalan dengan seperti standar pada umumnya, mudah sekali kita nyinyir pada orang lain

    "Kok anaknya kurus sih? Nggak di kasih makan ya?" Padahal ibunya sendiri sedang berjuang memberikan makanan bernutrisi pada anaknya
    "Kok anaknya sakit-sakitan sih? Makanya kalau punya anak usianya jangan deketan dong. Jadi aja ada anak nggak ke urus". Padahal bisa jadi bukan keinginan ibu itu pula punya anak usianya deketan. Lagian punya anak usianya deketan atau nggak, itu hak orang dong. Ngapain ngurusin urusan orang lain
    "Kok anaknya nggak ASI sih? Malah pakai sufor". Siapa tahu karena ibunya kurang ilmunya. Tugas kitalah yang pelan-pelan masuk mengedukasi bukannya dinyinyirin

    Kita nggak pernah tahu kan alasan sebenarnya orang itu begitu. Tapi kita itu ya, cepet bangetttt nyablaknya, cepet banget nyinyirnya. Nggak lihat sikon dan selalu berasumsi semua dengan standar kita. Selalu merasa lebih baik dari orang lain padahal kita juga nggak tahu kan bagaimana keadaan orang lain itu sebenarnya.


    ibu lebih rentan terkena depresi


          Tugas kita sesama ibu dan sesama manusia itu harusnya saling menguatkan, saling merangkul, saling support. Jika ada seorang ibu kehilangan kewarasannya, ya ditolong ibu dan anaknya, ditenangkan dan pelan-pelan diedukasi. Bukannya direkam terus upload di medsos terus dibully berjamaah. Apa hebatnya kita semua begitu?

    Itu tu bukan sesuatu yang layak dipertontonkan hanya untuk memperlihat

    "Ini contoh nggak baik lho, jangan kayak gini ya!".

    Hellooooo nggak usah diunggah kali ke medsos cuma mau memperlihatkan kalau itu tu adegan nggak baik. Tanpa harus melihat video itu juga, kita semua juga tahu kalau mendorong anak itu nggak baik. Jadi nggak perlulah sampai harus mengunggah ke medsos dan viral begitu.

    Itu hanya semakin mempermalukan dan menyakiti perasaan si anak. Apalagi dunia digital itu akan merekam kejadian itu seumur hidupnya. Bukti bahwa ibunya pernah menjadi monster pada dirinya dan itu akan menjadi luka di dalam dirinya

          Yuk ah stop memviralkan konten-konten negatif begitu. Udah tahu masyarakat kita itu panasan, nggak usah bikin kita tambah sakit ngasih-ngasih konten negatif begitu. Kasian lah mereka. Kita itu sudah lelah dengan konten-konten negatif begitu. Gemes akuuuuuu

          Coba sekarang kita berpikir dari sisi ibu. Siapa tahu ibu itu memiliki masalah yang tidak kita ketahui, masalah dengan suaminya, atau dengan orang lain lalu ditambah anaknya ngeyel dan susah dikasih tahu atau nggak punya support system yang mendukung keadaannya hingga memicu ketidakwarasannya. Peran ibu itu rentan depresi lho.

          Dengan semua yang dia rasakan belum tentu juga kita sanggup memikul kesadaran kita. Kita nggak pernah tahu kan? Karena kita tidak pernah ada di posisi itu. Atau jangan-jangan ibu itu punya innerchild yang bermasalah atau trauma pada pengasuhannya dulu yang menyebabkan ia berlaku sama pada pengasuhan anaknya di keluarganya dan orang kayak gitu harus di tolong, bukan dibully. Caranya gimana? Ya orang-orang terdekatnya atau tetangganya mendekatinya. Kita itu harus saling peduli

    Hampir setiap ibu itu pernah menjadi monster pada anaknya. Baik itu memukul anak, atau membentak-bentak anak, melabelinya dengan kata-kata negatif atau berlaku kasar pada anak. Bedanya ada yang terekam oleh orang lain ada yang tidak. Mungkin kita termasuk orang yang tidak terekam aja. Lalu, kalau kita sendiri pernah berlaku kasar pada anak seperti yang aku sebutin contoh di atas, mau itu tingkat kasarnya biasa atau kasar banget, tetap saja itu sama-sama kasar. lalu apa hak kita menghakimi orang lain?

          Tapi ingat satu hal Ayah Bunda, mungkin ketika kita berlaku kasar pada anak memang tidak ada orang lain yang merekamnya, tapi jangan pernah kita lupa bahwa apa yang kita lakukan pada anak itu, direkam baik-baik olehnya dan luka itu akan ia bawa sepanjang hidupnya. Untuk itu berhati-hatilah.


    anak yang mengalami trauma akibat cara pengasuhan yang salah
    Pixabay


          Sayangi anak kita, perlakukan ia dengan baik sebagaimana kita ingin diperlakukan juga. Masa kecilnya, masa tumbuh kembangnya hingga remaja itu hanya sekali. Jadi jangan sampai kita melakukan pengasuhan yang meninggalkan banyak luka dan trauma di hati kecilnya

    Baca juga: MENIKMATI MASA KECIL ANAK YANG TAK AKAN PERNAH TERULANG KEMBALI

          Ingat Ayah Bunda, jika sebuah papan dipenuhi banyak paku dan sekalipun paku-paku itu sudah kita lepaskan. Tetap akan selalu ada bekas di sana dan bekas itulah yang tak akan pernah bisa kita hapus dan hilangkan bagaimanapun caranya.

    Baca juga: BEBERAPA HAL YANG DAPAT MELUKAI HARGA DIRI ANAK

    Jadi Ayah Bunda, karakter anak-anak kita di masa depannya tergantung dari bagaimana cara kita membesarkannya dan mengasuhnya dari usia yang sangat dini. Boleh baca juga tulisan Teh Nurul ya tentang pola asuh yang salah di sini

    Friday, March 29, 2019

    Menikmati Masa Kecil Anak yang Tak Akan Pernah Terulang Kembali


    menikmati masa kecil anak yang tak akan pernah terulang kembali
    Pixabay

    "Matahari terbenam, seperti masa kanak-kanak, dipandang dengan takjub bukan hanya karena mereka cantik tapi karena mereka sekejab" Richard Paul Evans, The Gift

          Banyak orang tua yang tanpa disadari membiarkan kebersamaannya dengan anaknya hilang begitu saja tanpa arti. Hingga masa kecil anak yang tak akan pernah terulang kembali menjadi berlalu begitu saja tanpa sempat untuk dimaknai

          Apa yang kita pikirkan tentang masa kecil kita? Indahkah atau sebuah momen yang tak ingin kita ingat? Lalu, akan seperti apakah kita bingkai masa kecil anak-anak kita? Seperti diri kitakah atau harus lebih bahagia dari itu? Dan sudahkah kita memberikan kebahagiaan untuk masa kecil anak kita selama ini? Bahagia hanya versi kita atau bahagia pula versi anak-anak kita?

          Karena betapa banyak orang tua telah merasa memberikan kebahagiaan pada anaknya, tetapi ternyata anaknya tumbuh dengan rasa tak dicintai. Boleh juga ya diintip tulisanku tentang ini "Sudahkah kita membuat anak merasa dicintai oleh kita?"


    Menikmati Masa Kecil Anak yang Tak Akan Pernah Terulang Kembali 



    hal-hal yang akan kita rindukan dari masa kecil anak

    Ayah Bunda,

    Jika kelak anak-anakmu sudah besar dan pergi darimu, hal apa yang akan Engkau rindukan darinya?

    Kalau aku ada banyak. Yang pasti akan selalu rindu kembali menjadi orang yang paling berarti dalam hidupnya di dunia tanpa harus merasa takut tersaingi oleh siapapun dan oleh apapun kecuali oleh Tuhannya

          Kenapa sih tiba-tiba aku memikirkan itu? Karena bulan kemarin, Erysha berulang tahun yang ke 3 tahun. Ya Allah tak terasa dia bukan bayi lagi kini, tak terasa juga waktu begitu cepat membesarkannya dengan perlahan, namun pasti

          Itu pertanda masa kecilnya sebentar lagi akan berakhir dan aku tak mau melewati semuanya begitu saja. Aku ingin menikmati sisa masa kecilnya dengan benar-benar bermakna. Hingga tak akan ada lagi sesuatu yang ku sesali dikemudian hari.

          Apa kalian juga pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan? Takut masa kecil itu akan benar-benar segera berakhir sebelum kita benar-benar menikmati semua kebersamaan itu dengan anak-anak kita? Atau aku aja yang lebay ya hahaha 😂

    Yup, belakangan ini aku jadi lebih sering diam-diam melihat Erysha (3y1m). Apa itu? Yup, diam-diam suka memperhatikannya yang sedang tertawa terbahak-bahak bersama temannya.


    masa kecil anak
    Menemani Erysha bermain sepeda


          Selintas ada sesuatu yang mengalir hangat melihat tawanya yaitu bahagia begitu terasa di hati, tapi setelah itu ada sesuatu yang mengalir di mataku hingga membuat mataku berkaca-kaca. Bahwa nanti waktu dia sibuk bermain dengan teman-temannya kelak, akan segera tiba

          Terkadang aku pun terdiam ketika melihatnya berlari-lari kecil memanggilku dari kejauhan "Bundaaaa" sambil menebarkan senyum manisnya padaku, lalu datang menghampiriku dan menghempaskan badannya ke badanku untuk memeluk diriku. Ya Allah hanya sekedar itu, tapi tingkahnya langsung berbekas di hatiku

          Atau ketika aku sedang asyik mencuci piring di dapur. Tiba-tiba dia menghampiriku dengan membawa sebuah kursi tinggi, lalu menaikinya dan berada di sampingku. Kamu tahu apa yang dia lakukan? Yup, katanya dia mau membantuku cuci piring dan mengambil satu persatu gelas dan mangkok itu untuk ku bilas.

          Yup, dia selalu ingin membantuku baik itu membantu cuci piring atau kadang membantu merapihkan tempat tidur atau membantuku menyapu rumah dengan kata-kata andalannya yang sering dia lontarkan padaku "Dede kan lagi bantuin Bunda" sambil memberikan senyum lucunya padaku.

          Walau sebenarnya kalian tahu, di saat dia membantuku itu, sebenarnya dia malah jadi menambah pekerjaanku berkali-kali lipat lebih repot jadinya dan lebih lama selesainya hahaha 😂. Tapi tidak apa-apa, ku hargai ketulusannya padaku dan itu salah satu bentuk caranya menyayangiku. Aku menyukainya

          Terkadang pula, ketika aku mulai ngomel-ngomel padanya ketika ia tidak membereskan mainannya atau ketika sedang makan susahnya minta ampun apalagi lamanya itu lho, bikin aku gampang esmosi ngehadepin Erysha.

    Di saat itu, dia mudah sekali membuatku luluh dan akhirnya tertawa dengan permintaanya "Bunda senyum dong, mana senyumnya" sambil mengajarkanku bagaimana caranya tersenyum dengan manis wkwkkwkw 😂

    Siapa coba yang nggak meleleh digituin ama anak sendiri hahaha 😂. Akhirnya aku tersadar kalau ternyata aku lagi ngomel-ngomel ya. Trus diingetin ama anak untuk langsung senyum hahaha 😂.

          Yah, menurut aku sebenarnya bukan kita yang menjadi guru untuk anak-anak kita, tapi sebenarnya merekalah yang menjadi guru kita yang mengajarkan banyak hal pada kita seperti kesabaran, keikhlasan dan lain-lain yang membuat kita harus terus belajar bagaimana menjadi ibu yang baik dan lebih baik lagi di sepanjang hidup kita.

    Jadi,

    "Ketika kita merasa kita mengajarkan banyak hal tentang kehidupan ini pada anak kita, sesungguhnya anak kitalah yang malah langsung mengajarkan pada kita apa itu kehidupan"

          Aduh aku itu ya, kalau sudah menulis tentang Erysha pasti berkaca-kaca ini mata. Seringnya sampai meleleh ini air mata. Yup, Erysha itu anak yang lembut dan perhatiannnnnnn sekali. Dia suka tiba-tiba peluk ayah dan bundanya sambil berkata sayang pada kami. Begitupun sebaliknya.

    Atau kalau ayah bundanya lagi makan, tiba-tiba Erysha ambilkan minum untuk ayah dan bundanya tanpa diminta. Tentu saja anak kita bisa begitu karena dia melihat dan belajar sesuatu dari kita. Karena

    "Satu perbuatan dapat mengalahkan seribu perkataan"

           Masya Allah, bagiku memiliki Erysha itu benar-benar nikmatNya yang mana lagikah yang bisa ku dustakan. Ya Allah rasanya itu malu kalau aku terkadang lebih sering mengeluhkan Erysha mulu, sampai melupakan banyak kebaikan hatinya dan kelebihannya. Astagfirulloh. Maafkan Bundamu ini, Nak.

    Hai Erysha, jangan dulu cepet-cepet gede ya, Nak. Bunda masih ingin deket-deket Dede terus, dipeluk ama Dede terus, disun dan disayang ama Dede terus dan masih seneng ama bau asemnya Dede. Ayah sama Bunda cuma mau bilang


    cara menikmati masa kecil anak


    "Terimakasih untuk semuanya, Nak. Jadi anak yang sholeh dan memberi manfaat untuk banyak orang ya ketika Engkau besar nantinya, bahkan ketika Ayah dan Bundamu tak terlihat lagi suatu hari nanti olehmu. Love U Erysha 😘"

          Yup, kalau masa kecilnya ini akan berakhir, aku akan rindukan dirinya sepenuhnya dan seutuhnya. Pokoknya semua tentangnya. Bahkan akan merindukan rengekan dan tangisannya yang selama ini mudah sekali membuatku esmosi lalu menjauh darinya.

    Suatu hari nanti, yup suatu hari nanti hal itu pasti akan jadi sesuatu yang aku rindukan. Boleh juga mampir ke sini ya tentang hal apa saja yang dirindukan anak dari ibunya

          Aku pernah berjanji pada diriku sendiri ketika aku menidurkan Erysha di malam hari dan membelainya dalam tidurnya. Bahwa kelak ketika ia memiliki seorang adik, aku berjanji akan selalu berusaha tak akan memintanya untuk mengalah dari adik-adiknya ketika ia benar.

          Berjanji akan membuatnya tetap merasa berarti dan dicintai olehku dan dari ayahnya. Memastikan bahwa dirinya tetap berharga dan tak akan tergantikan posisinya dari adik-adiknya. Bahwa setiap anak Ayah Bunda nanti, kalian akan mendapatkan cinta yang utuh dari kami tanpa membeda-bedakannya.

    Ngomong- ngomong Ayah Bunda boleh aku minta doanya, semoga Allah memberi ACC-Nya pada kami untuk segera memiliki anak ke 2. Aaaminnn 🙏😍

          Nah, itu Ayah Bunda caraku dan yang kurindukan dari masa kecil anakku yang tak akan pernah terulang kembali. Kalau Ayah Bunda sendiri, apa yang paling kalian rindukan dari masa kecil anak-anaknya? Cerita dong.

    Semangat ya kita membahagiakan diri kita dan anak-anak kita. Jangan biarkan masa kecilnya kurang bahagia karena dibesarkan oleh orang tua yang tidak bahagia. Karena

    "Masa kecil anak hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali, untuk itu buatlah semuanya terasa indah untuknya dan untuk kita"




    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES