• Sunday, February 17, 2019

    Sky Castle, Drama Korea Keluarga yang Sarat Nilai Edukasi

    sky castle, drama korea keluarga yang mengedukasi
    Foto: Tribunews Jateng

          Ini pertama kalinya saya menulis tentang drama korea di blog saya, saking saya merasa bahwa drama korea Sky Castle ini begitu mengedukasi dan memang layak kita tonton terutama bagi kita yang memang berperan sebagai orang  tua. Jarang sekali ya ada drama korea yang mengedukasi, karena kebanyakan drama korea itu selalu berisikan tentang cinta-cintaaan yang membuat kita meleleh begitu saja tapi setelah tamat, ya sudah. Cuma gitu doang. Hanya sebatas hiburan hehehe

          Tapi drama korea Sky Castle ini hadir dengan konsep yang sangat berbeda. Sebagai orang yang menyukai drama korea, tentu saja ini menjadi sesuatu yang "Wah" buat saya. Drama Sky Castle ini mulai tayang di bulan November 2018. Tidak ada yang menyangka bahwa drama ini bisa langsung begitu populer dalam penayangan setiap episodenya dan bahkan bisa mengalahkan rating drama-drama korea yang lain. Bahkan ratingnya tertinggi sepanjang sejarah perfilman di Korea sana, lho Ayah Bunda

          Awalnya, rating episode pertama drama korea ini rendah sekali. karena tidak ada juga artis-artis yang terkenal bermain di drama ini. Tapi langsung melejit ratingnya di setiap episodenya. Penasaran dong ya, ditambah saya terus dicekokin oleh suami dan teman-teman blogger untuk menonton drama ini. Yaa, akhirnya saya tergoda juga untuk menontonnya hahaha dan saya tidak menyesal menonton drama ini. Banyak pesan moral yang disampaikan oleh drama korea Sky Castle ini untuk kita dan saya rekomendasikan sekali nih drama korea ini untuk ditonton Ayah Bunda semua. Beneran, lho.


    Sinopsis Drama Korea Sky Castle


    sinopsis drama korea sky castle
    Foto: Facebook @jtbcdramapage

          Drama korea Sky Castle ini bercerita tentang keluarga. Dimana di dalamnya terdapat 4 keluarga kaya raya, berpendidikan tinggi yang tinggal di perumahan elite yang bernama Sky Castle.

          4 keluarga ini memiliki obsesi yang sama pada anak-anak mereka yaitu menginginkan anak-anak mereka untuk menjadi seorang dokter dengan memaksa anak-anak mereka belajar dengan keras agar bisa diterima di universitas ternama di Korea Selatan yaitu Universitas Nasional Seoul (UNS). Akhirnya para keluarga ini saling bersaing dan saling menyombongkan anak-anak mereka satu sama lainnya

          Hingga terjadilah satu bencana besar di Sky Castle yang menimpa pada salah satu keluarga itu. Hingga meninggalkan tanda tanya besar pada keluarga-keluarga yang lain "Mengapa?".

    Kalau ditanya bencana besarnya apa? Ayah Bunda harus tonton sendiri ya. Hihihi. Kalau ditulis secara detail nanti nggak seru lagi, dong.



    Sky Castle, Drama Korea Keluarga yang Sarat Nilai Edukasi 


    pemain drama korea sky castel
    Foto: IDN Times

    Nah, pasti Ayah Bunda penasaran kan ya memangnya pesan apa saja  yang ada di drama ini?

    Pesan yang Bisa Kita Petik dari Drama Korea Sky Castle 


          Setiap orang memiliki banyak sudut pandang dalam mengambil sebuah pesan dari apa yang mereka lihat dan pesan ini yang bisa saya ambil dari drama ini dalam sudut pandang saya. Bisa saja orang lain yang menonton ini tidak menangkap pesan ini karena setiap orang memiliki cara masing-masing bagaimana mereka menangkap sebuah pesan untuk hidup mereka. So, ini pesan yang saya tangkap, ya

    1. Berhenti untuk membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain
          Terkadang, kita suka melihat keluarga lain begitu behagia dan tampak hampir begitu sempurna dengan apa yang mereka miliki atau kebalikannya memandang hidup orang lain begitu menyedihkan dengan standar yang kita punya. Kita tidak pernah tahu, siapa tahu orang yang kita anggap begitu menyedihkan itu, mereka bahagia di dalammya atau orang yang kehidupannya tampak sempurna tetapi menderita di dalamnya. Intinya apa?

    Berhentilah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain dan berhenti nyinyir (mengomentari) orang lain

    "Karena sesuatu yang terlihat itu, belum tentu seperti apa yang benar-benar tampak oleh mata kita"

    2. Jangan besarkan anak kita hanya untuk menyombongkannya pada orang lain. 
          Anak aku nilainya bagus-bagus lho. Anakku kerjanya di sini, lho. Jabatannya ini lho. Anakku udah bisa baca lho dari dia kecil. Anaku sekolahnya di tempat mahal lho. Bla...bla...bla. Apalagi sejak ada dunia maya ya. Tanpa disadari betapa banyak dari kita membesarkan anak kita krn obsesi kita dan ingin dipandang hebat oleh orang lain.

    Percayalah Ayah Bunda, ketika kita membesarkan anak hanya untuk menyombongkannya. Itu hanya membuat anak merasa tak dicintai. Ia merasa dididik hanya untuk dipamerkan pada orang lain. Padahal mereka bukan barang, bukan?

    3. Berhenti memaksa anak hidup dengan obsesi kita
          Masih banyak orang tua yang memaksa anak mereka hidup seperti apa yang mereka inginkan.

    "Kamu harus masuk universitas ini"
    "Kamu harus jadi dokter"
    "Kamu harus begini dan begitu"

    Padahal kita lupa bahwa anak bukanlah robot. Mereka memliki perasaan, mereka pun memiliki keinginan. Tugas kita seharusnya bukan memaksa mereka tapi cukup sekedar mengarahkan saja dan membantu mereka mencari minat mereka kemana.

    "Jangan ambil kebahagiaan anak kita hanya untuk memenuhi keinginan kita"

    Kita juga bisa lho Ayah Bunda belajar bahagia dari anak. Nggak percaya? Boleh lihat di sini ya (belajar bahagia dari anak)

    4. Bahagia itu sederhana

    "Terkadang kita terlalu meletakkan sebuah kebahagiaan itu berada di posisi yang amat tinggi. Hingga membuat hati kita sulit menemukan kebahagiaan itu dari hal-hal yang sederhana. Kamu tahu, ketika kita masih bisa duduk makan bersama dengan orang-orang tercinta dan tertawa bersama, itu juga namanya bahagia bukan? ❤️"

    5. Berhenti membanding-bandingkan anak kita
          Apa kita suka dibanding-bandingkan dengan orang lain atau dengan saudara sekandung sekalipun? Tidak bukan. Begitu juga dengan anak kita. Fokuslah ama kelebihannya dan bantulah ia untuk memperbaiki kelemahannya

    6. Jangan sia-siakan hidup kita
          Ayah Bunda, jangan kita sia-siakan hidup kita dan kebahagiaan kita hanya untuk mengejar obsesi kita dan sesuatu yang tidak penting. Karena itu semua hanya membuat hidup kita semakin lelah dan tak akan ada kebahagiaan di jiwa yang lelah itu

    7. Jangan tamak
    Terkadang ketamakkan itu membuat kita begitu sibuk mencari apa yang kita inginkan hingga kita lupa memperhatikan sekitar kita. Kenapa? Karena kita hanya terlalu fokus mencari harta dan kekuasaan

    8. Buatlah anak menyukai kegiatan belajarnya
    Buatlah anak mencintai proses belajarnya bukannya memaksanya. Bagaimana anak bisa menyukai belajarnya jika di dalamnya ada proses keterpaksaan dari kita?

    9. Ada yang lebih penting dari kecerdasan akademik yaitu kecerdasan emosi dan karakter


    pesan yang terdapat di dalam drama korea sky castle
    Foto: Facebook @jtbcdramapage

          Banyak orang tua yang fokusnya pada anak hanya berupa angka-angka saja di kertas ujian, nilai di raport dan di selembar kertas kelulusan. Padahal kita lupa yang membantu anak menjalani hidupnya bukan angka-angka itu. Tapi bagaimana ia bisa menjadi tangguh menghadapi kehidupannya mendatang.

    Untuk itu kecerdasan emosi dan karakter itu jauh lebih penting dari pada kecerdasan secara akademik semata. Jadi berhentilah hanya fokus pada akademik mereka tetapi lupa membuat mereka menjadi orang yang berkarakter hebat

    10. Bangunlah bonding yang kuat pada anak
          Bangunlah bonding yang kuat dengan anak. Bonding yang kuat akan membuat anak lebih memilih mendengarkan kata-kata kita daripada kata-kata orang lain. Kenapa? Karena bonding yang kuat akan melahirkan sebuah kepercayaan anak terhadap kita

    11. Bangunlah keluarga yang hangat dari dalam rumah
          Keluarga yang hangat, penuh kasih dan cinta di dalamnya, akan membuat anak merasa nyaman di rumahnya dan bersama kita. Dia akan selalu tahu kemana dirinya akan pulang.

    Jadi, jangan aneh ya jika banyak anak kabur dari rumahnya. Mungkin saja salah satu penyebabnya karena dia tidak menemukan cinta di dalam rumahnya.

    "Cinta mampu melindungi seseorang dari dalam untuk menguatkannya dari serangan yang datangnya dari luar"

    Lalu, baca juga sudahkah kita membuat anak merasa dicintai oleh kita?

    12. Jangan biarkan apapun melukai hati anak kita
          Pernahkah kita melakukan atau mungkin melihat ketika orang tua memarahi anaknya habis-habisan karena tanpa sengaja merusak barang berharga milik orang tuanya? Banyakkkkk ya.

    Tapi tahukah kita Ayah Bunda, ketika kita memarahinya habis-habisan, berkata kasar padanya. Sesungguhnya saat itulah ia merasa dikalahkan oleh sebuah barang dan harga dirinya terluka. Intip di sini, ya hal apa saja yang bisa melukai harga diri anak

    Ayah Bunda, seberapa berharganya sebuah barang kesayangan kita itu, tetap menjaga hati anak jauh lebih penting dan berharga dari apapun. Jangan lukai ia hanya karena sebuah benda mati yang tak bisa memberikan nilai kehidupan pada kita. Tapi hati anak yang pernah terlukai, sekalipun bisa sembuh tetap akan selalu meninggalkan bekas di sana

    13. Ajarkan anak untuk belajar dari kesalahannya
          Jika anak kita memang melakukan kesalahan. Katakan pada anak bahwa perbuatannya itu salah tanpa melabelinya buruk atau menghardiknya. Jangan pernah kita membenarkan, menutupi apalagi membela anak kita jika memang dia salah. Jika kita mengatakan padanya apa yang ia lakukan itu tidak salah, maka anak tidak akan belajar dari kesalahannya sendiri. Arahkan dan bimbing ia memperbaiki kesalahannya

    Dan ingat Ayah Bunda, sebelum kita mengevaluasi anak, yang pertama harus kita evaluasi adalah diri kita terlebih dahulu. Jangan-jangan anak melakukan sesuatu yang salah sumber penyebabnya adalah kita. Mungkin kita kurang perhatian padanya hingga membuatnya mencari perhatian kita dengan cara yang salah, atau mungkin ada didikan kita yang salah atau tidak sampai ke hatinya.

          Rasanya selama kita menjadi orang tua. Selama itu pula kita terus dan harus menginstrospeksi diri kita untuk membuat kita menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Bukankah sebagai orang tua kita memang harus terus belajar sepanjang hidup kita?

    14. Pelajari berbagai pola asuh pada anak dan dampaknya
             Di drama korea ini kita bisa belajar 2 atau 3  tipe pola asuh dan dampaknya dalam pembentukkan karakter anak kita. Latar belakang bagaimana seseorang dibesarkan akan mempengaruhi pengasuhan pada anaknya di masa mendatang. Jadi, kalau mau menikah atau mencari pasangan untuk anak kita, lihat juga bagaimana seseorang itu dibesarkan di keluarganya Karena sekarang banyak orang menikah dengan penuh penyesalan.

    "Kok suamiku bukan suami yang bertanggung jawab" atau "Kok istriku mendidik anakku dengan keras" dll. Siapa tahu mereka dibesarkan dengan cara yang kurang tepat sehingga terbentuk karakter yang seperti itu

    15. Belajar itu tidak melulu di sekolah
          Terkadang kita merasa bahwa belajar itu dan dapat ilmu itu, ya harus sekolah. Padahal sekolah hanyalah salah satu tempat kita belajar ilmu. Pendidikan dan tempat kita belajar yang sebenarnya adalah lewat kehidupan ini

          Nah, itu dia Ayah Bunda pesan dan nilai edukasi yang saya dapatkan dari drama korea Sky Castle ini. Sebenarnya ada banyak pesan di dalamnya, sayangnya saya terlalu fokus dengan ceritanya. Sampai lupa menulis setiap pesan yang ada di episodenya. Akhirnya, menulis yang ingat saja. Aduh...aduhhhh. maafkan, ya. Semoga tulisan saya bisa lebih baik lagi. Sampai bertemu di tulisan saya selanjutnya, ya. Oh ya jangan lupa ditonton ya dramanya hahaha







    Sunday, February 10, 2019

    Review Johnsons Top To - Toe Sensitive Touch Baby Wash untuk Kulit Sensitif dan Alergi

     
    review johnsons top to - toe sensitive touch baby wash untuk kulit sensitif dan alergi

           Hai-hai Bunda. Apa kulit anak Bunda sensitif atau punya alergi pada kulitnya? Terus bingung cari produk yang cocok untuknya? Mungkin bisa coba Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini, ya. Allhamdulillah, sudah hampir 2 tahun Erysha menggunakan produk ini dan cocok. Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini langsung diresepkan secara khusus oleh dokter untuk Erysha

          Dulu itu ya waktu Erysha hampir setahun setengah usianya, saya nggak tahu kalau Erysha mempunyai kulit yang sensitif apalagi alergi. Karena memang sejak Erysha bayi, saya tidak suka menggunakan banyak produk pada Erysha. Bahkan Erysha itu tidak saya pakaikan minyak telon. Karena memang menurut Dokter Apin yang terkenal itu hahaha, pemakaian minyak telon sebenarnya tidak memberi efek apa-apa pada anak, bahkan bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit anak atau merah-merah jika digunakan pada anak yang sensitif kulitnya atau tidak cocok.

          Jadi, kalau takut bayinya masuk angin, ya sudah tinggal dipakaikan saja baju hangat pada bayinya. Tapi sekarang saya pakaikan minyak telon khusus yang melindungi anak dari gigitan nyamuk untuk Erysha. Karena serem ya sekarang lagi musim demam berdarah soalnya. Dokter Apin juga berkata, jika dengan menggunakan minyak telon tetapi bisa membangun bonding antara ibu dengan anak saat memberikan pijatan pada anak, itu juga bagus. Saya suka Dokter Apin karena beliau salah satu dokter yang tidak dibayar oleh brand dengan sengaja menjual produk atau obat-obatan. Kalau beliau meresepkan produk obat, pasti sesuai dengan kebutuhan pasiennya.

          Aihhh jadi ingin juga nih bikin tulisan khusus tentang dokter seperti apa yang seharusnya kita pilih untuk mengobati orang-orang tercinta kita.

          Selain itu beliau dokter yang mengikuti RUM atau Pro RUM. Jadi dokter yang akan memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Sekarang banyak tuh kan ya dokter yang gampang banget kasih anti biotik atau sedikit-dikit obat pada pasiennya padahal nggak sesuai dengan kebutuhan si pasiennya. Oh ya, buat Bunda yang ingin mengintip intagram beliau, boleh difollow ya akun beliau di sini intasgram Dokter Apin

    Nah, Selain itu ya Bunda, yang membuat saya tidak tahu Erysha kulitnya sensitif itu karena Erysha itu nggak suka ganti-ganti produk. Karena kalau sudah cocok dengan satu produk, kenapa harus coba produk yang lain. Itu sih prinsip saya. Biasanya nih ya, kita sebagai emak-emak suka termakan iklan ya Bun. Apalagi melihat iklan-iklan di TV itu, kayak yang gimana gitu hahaha.

          Akhirnya, saya tahu Erysha punya kulit sensitif dan alergi waktu kami baru pindah rumah dari Bandung ke Tangerang Selatan. Terbayang dong Bandung yang dingin (soalnya rumah di Bandungnya termasuk dingin) tiba-tiba harus pindah ke Tangerang Selatan yang waw panasnya. Saya dan Erysha kaget dong dengan perubahan cuaca tersebut.

    Tahu apa yang terjadi? Erysha langsung mengalami biang keringat parah Bunda, dari dadanya sampai ke kepalanya dan punggungnya. Jadi biang keringatnya itu kayak gini.


    alergi kulit pada anak
    Segini udah mending karena sedang pengobatan

          Maaf nggak bisa kasih gambar Erysha yang kena biang keringat secara full. Khawatir Erysha malu nanti, dikemudian harinya. Nah, terbayang kan bagaimana saya nggak kaget dan sedih melihat Erysha seperti itu. Soalnya sampai semua permukaan kepalanya itu jadi borok. Berat badan Erysha jadi turun drastis, nggak nyaman ngapa-ngapain soalnya gatal dan perih, jadi rewel. Saya pun kelelahan dan akhirnya ikutan sakit juga. Lalu, saya langsung membawa Erysha kembali ke Bandung dan pengobatan di sana sampai 2 minggu. Hiks.

         Kata dokternya Erysha mempunyai alergi kulit, jadi dia kepanasan dan harus pakai AC di rumah baru kami. Ya ampunnnn ini ya anak zaman now harus pakai AC. Kita saja dulu waktu kecilnya, buat makan aja mungkin susah ya. Ini anak zaman now, masih kecil aja udah pakai AC Hihihi. Ya sudahlah akhir kami terpaksa membeli AC. Bukan buat gaya tapi jadi kebutuhan untuk anak. Hiks.

          Oh ya, kepala Erysha terpaksa dibotakkin dong semuanya. Biar gampang kasih salepnya dan Erysha pernah marah melihat dirinya botak dan bertanya "ambut Dede ana?" Siapa coba yang nggak tambah sedih waktu itu huhuhu. Nah, sejak itu deh Erysha diresepkan selain obat-obatannya harus pakai sabun mandi Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash oleh dokternya. Sebenarnya sabun mandi sebelumnya cocok. Tapi jadi kurang cocok ketika pindah ke Tangerang Selatan karena kurang melembabkan jika berada di kota yang panas.

          Nah, Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini selain sabun mandi juga sekaligus sebagai shampo juga lho, Bun. Jadi, nggak perlu ribet lagi untuk cari shamponya. Bagaimana kalau kita berkenalan dulu dengan produknya, yuk!


    Review Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash


    sabun mandi untuk kulit sensitif dan alergi

    Netto: 200 ml
    Harga: harganya sekitar Rp. 25.000, 00 ya Bun untuk netto 200 ml ini

    Kemasan

    Kemasannya berbentuk oval gitu. Tutupnya berwarna kuning atau krem. Badannya berwarna lebih muda lagi dari warna tutupnya atau krem muda banget gitu. Tutupnya seperti ini. Nyaman dan tidak mudah tumpah juga.

          Nah, hati-hati ya Bun untuk memperhatikan tulisan di kemasannya karena ada produk johnsons ini yang warna dan bentuk kemasannya itu sama dengan Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Jadi, harus teliti dulu sebelum membeli. Pastikan harus ada tulisan sensitivenya di depan kemasannya. Agar tidak salah beli

    Tekstur

    shampo untuk kulit sensitif dan alergi pada anak

    Teksturnya cair ya Bun karena ini adalah sabun cair. Warnanya krem muda begitu. Seperti contoh di gambar ini. Oh ya wanginya tidak menyengat. Jadi nyaman juga di penciuman kita.

    Bahan

    Water, Glycerin, Cocamidoprophyl Betaine, Sodium Lauroamphoacetate, Coco-Glucoside, Hdyroxyprophyl Starch Phospate, Citric Acid, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate, Crosspolymer, Fragrance, Sodium Benzoate, Styrene/Acrylates Copolymer, Polyquaternium-7, Disodium EDTA, Xodium Hydroxide,

    Cara Pemakaian

    Tuangkan sabun secukupnya pada tangan atau spon, lalu basahi dengan air sedikit. Lalu gosokkan pada seluruh badan anak dengan lembut termasuk rambutnya

          Saran saya sebaiknya menggunakan spon ya Bunda, agar busanya lebih banyak keluar dan lebih hemat penggunaanya. Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini bisa hemat penggunaannya sekitar 4 bulan pada Erysha dengan frekuensi mandinya 2 x sehari

    Klaim Produk Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash



    johnsons top to - toe sensitive touch baby wash

    Klaim dari produk Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini adalah
    1. Melembabkan 10 x lebih lembab daripada sabun biasa
    2. Cocok untuk kulit sensitif dan kering
    3. Membersihkan kulit

    Setelah pemakain

    Allhamdulillah ya setelah hampir 2 tahun Erysha menggunakan Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini, cocok sekali ini untuk kulit Erysha yang sensitif dan alergi, benar-benar membersihkan, melembabkan sekaligus. Jadi, menurut saya semua klaim dari Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini terbukti

    Kesimpulan

    Kelebihan
    1. Cocok untuk kulit sensitif, dan kering
    2. Membersihkan
    3. Melembutkan
    4. Hemat
    5. Sudah sekaligus dengan shamponya

    Kekurangan
    1. Susah di dapatkan. Adanya di swalayan besar, apotek besar, atau belanja online

          Nah, itu dia Bunda review Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Jadi, saya sekarang tidak repot-repot lagi mencari produk yang cocok untuk kulit sensitif dan alergi Erysha karena ada Johnsons top to - toe sensitive touch baby wash ini. Bisa dicoba oleh Bunda juga di rumah ya dan semoga cocok juga. Buat Bunda yang ingin tahu juga pembersih wajah saya yang sudah 5 tahun saya gunakan, bisa intip di sini, ya HADA LABO SHIROJYUN ULTIMATE WHITENING 





    Tuesday, February 5, 2019

    Tentang Kehilangan

    tentang kehilangan dan apa yang seharusnya kita lakukan
    Pixabay


    "Ibu-ibuuuuu tahu nggak tadi pagi ada orang yang meninggal kecelakaan di depan Hotel Borobudur tabrakan ama bis Trans Jakarta. Sepertinya dia mau ke tempat kerjanya"


    Itulah pesan singkat yang ku baca tadi pagi di WA grup komunitasnya para ibu-ibu. Lalu, berderet pesan tentang hal yang sama susul menyusul masuk di grup itu hingga malam hari. Aku tersontak kaget "kecelakaan, meninggal?" Hanya itu yang ada di hatiku. Sekelabat bayangan suami langsung muncul dalam ingatanku dan terburu-buru mengirimkan pesan dan bertanya padanya

    "Ayah sayang udah sampe kantor, belum?" Dia pun menjawab sudah

    Ada perasaan lega mendengar balasan itu dan ada perasaan takut mengancam akan kehilangannya. Lalu, menatap anak dan bertanya pada diri. Kehilangan itu pasti, hanya soal waktu. Lalu sudah siapkah jika sewaktu-waktu kehilangan suami atau anak atau semuanya langsung hilang sekaligus? Mungkin juga kita lebih dulu kehilangan diri sendiri" Hahhh hanya bisa menarik nafas panjang

          Apa kalian pernah juga bertanya seperti itu pada diri kalian? Sanggupkah kalian menjawabnya? Atau itu semua tak pernah terbayangkan oleh kalian? Atau tak berani membayangkannya. Namun, jika kita tidak mempersiapkan diri maka itu akan jauh lebih menyakitkan nantinya. Apakah aku sendiri siap? Sama seperti kalian. Belum

          Lalu, aku terhening dengan perasaan sedih "bagaimana nanti perasaan istri dan anak-anak lelaki yang meninggal tadi, jika tahu lelakinya pergi selamanya meninggalkannya dan anak-anaknya?" Ya Allah, sulit rasanya aku membayangkan rasa itu

    "Setiap orang mau tidak mau, cepat atau lambat pasti akan diuji dengan kehilangan. Tugas kita adalah mempersiapkan diri tapi tanpa melupakan nikmat dari manisnya sebuah kebersamaan"

    Tahukah kita Bunda, ketika suami dan ayah dari anak-anak kita itu pergi berangkat bekerja mencari nafkah untuk kita. Sesungguhnya setiap kepergian dan kepulangannya itu dia sedang berjuang dengan ganasnya jalanan yang dengan kejamnya bisa langsung menghabisinya seketika atau membuatnya cacat seumur hidupnya. Yup, dia sedang berjuang dengan nyawa taruhannya untuk kita dan anak-anak kita dalam setiap langkahnya di luar sana

          Jadi, ketika ia pergi dan pulang iringi ia dengan doa penuh cinta teruntuknya dan sambut kedatangannya dengan senyum terbaik yang kita punya selalu teruntuknya.

          Jangan sambut ia dengan wajah masam kita, dengan langsung menyerangnya dengan berbagai keluh kesah kita, atau langsung mendelegasikan tugas pengasuhan anak padanya. Jangannnn. Berikan ia waktu untuk sebentar saja, waktu untuk ia bisa duduk tenang menselonjorkan kakinya sebentar dari penat dan lelahnya di luar sana, berikan ia waktu dengan tenang untuk menarik nafas panjang setelah seabrek pekerjaan yang memusingkannya di tempat kerjanya. Berikan ia waktu sebentar saja untuk mandi dan makan dengan tenang.

          Berikan ia pemandangan manis dengan melihat kita dan anak-anaknya menyambutnya dengan penuh senyum hangat. Sungguh senyum manis kita dan keluarga tercintanya itu sanggup merontokkan rasa lelahnya seharian bekerja di luar sana dan disambut rasa suka cita. Hingga ia selalu memiliki semangat dan alasan baru untuk apa ia berlelah-lelah di luar sana di hari esoknya

          Setelah kita memberikannya waktu sebentar dan tenang. Barulah kita biarkan anak-anak itu bermain-main, bercerita dengan bahagianya dengan ayahnya, barulah kita bisa melontarkan sisa 20.000 kata untuk bercerita banyak padanya.

          Dan teruntukmu yang bernama suami. Sungguh menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu itu tidaklah mudah. Terkadang di saat kebutuhannya sendiri pun belum terpenuhi tapi masih harus nemikirkan kebutuhan anggota keluarga yang lain.


    quote parenting


    Baca juga: TERUNTUKMU YANG BERNAMA SUAMI, PULANGLAH!

    Tak jarang rasa lelah, bosan itu membuat matanya berkaca-kaca bukan karena mengeluh, tapi karena ia kelelahan hingga ia perlu berkali-kali menyemangati dirinya sendiri. Karena sungguh bekerja dari subuh hingga malam itu tak mudah dan tak jarang ia terpaksa terbangun di malam hari untuk mengurus anakmu yang masih balita atau yang sedang sakit karena terbangun dari tidurnya.


    tentang kehilangan
    Canva


          Ayah Bunda, jadilah pasangan, orang tua dan seseorang yang baik untuk orang lain terutama untuk orang-orang yang kita cintai. Sering-seringlah berkata cinta pada mereka. Karena kita tidak pernah tahu apa itu akan menjadi kata cinta terakhir kita atau bukan? Peluklah mereka, karena siapa tahu itu akan menjadi pelukan terakhir kita? Sebelum kehilangan itu datang dan menghentikan dunia kita seketika dan membuak sesak itu seakan membunuh kita dengan perlahan. Untuk itu, lakukan dan berikanlah yang terbaik untuk orang-orang terkasih kita dengan CINTA  💕


    Baca juga: SUDAHKAH KITA MEMBUAT ANAK MERASA DICINTAI OLEH KITA?

    "Kehilangan itu tidak akan pernah bertanya pada kita. Apakah kita siap ataukah tidak? Tapi dia selalu memberikan 2 pilihan pada kita. Kehilangan karena rasa ikhlas ataukah kehilangan karena rasa  terpaksa"


    Wednesday, January 30, 2019

    Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak

    bahaya LGBT dan pentingnya pendidikan seks pada anak


          Hai-hai Ayah Bunda. Pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 kemarin, saya diminta untuk menjadi moderator seminar parenting yang berjudul tentang "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak".

    Nah, waktu itu saya janji kan ya di facebook dan di instagram saya untuk membagikan materinya ke Ayah Bunda semuanya. Akhirnya, saya bisa menepati janji juga di hari ini.

       

    bahaya lgbt dan dampaknya pada anak
    Panitia seminar Parenting "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak"

          Nah, materi ini ditulis langsung oleh pembicaranya yaitu Ibu Laily Fitriyah, S.HI. Buat Ayah Bunda yang tinggal di Tangerang sepertinya tidak asing lagi nih  dengan pembicara yang masya Allah keibuan ini 😍❤️. Yuk, kita simak langsung materinya, ya


    Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak


    Oleh: Laily Fitriyah, S.HI

    ibu laily fitriyah adalah seorang pembicara parenting dan ustadzah
    Ibu Laily sebelah kiri berfoto dengan salah satu panitia ❤️

    Apa itu LGBT?


    L : lesbian: seorang perempuan yang tertarik dengan perempuan lain.

    G : gay: seorang pria yang tertarik dengan pria lain atau sering dipakai untuk menggambarkan homoseksual.

    B : bisexual: orang tertarik baik kepada pria dan perempuan.

    T : transgender: orang yang berganti identitas yang berbeda dengan jenis kelaminnya

          Di dalam Islam, isu yang berkaitan dengan seks bukanlah perkara asing, dibicarakan begitu luas oleh para ilmuan dan para ulama, pembicaraan seks tersebut bukanlah berdasarkan pandangan mereka semata-mata tetapi adalah berdasarkan kepada pandangan Al-Quran dan Al-Hadist. Perbincangan tentang seks senantiasa dikaitkan dengan persoalan aqidah, akhlak, menjauhi kemungkaran dan  mendatangkan kemudarahtan terhadap orang lain

          Rata-rata kaum gay berusia 42 tahun dan menurun menjadi 39 tahun jika korban AIDS dari golongan gay dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan rata-rata usia lelaki yang menikah dan normal adalah 75 tahun. Rata-rata usia kaum lesbian adalah 45 tahun sedangkan rata-rata wanita yang bersuami dan normal 79 tahun (Fields, DR. E. Is Homosexual Actvity Normal? Marietta, GA)

    43% dari golongan kaum gay yang berhasil di data dan di teliti menyatakan bahwasanya selama hidupnya mereka melakukan homoseksual dengan lebih dari 500 orang. 28% melakukan dengan lebih dari 1000 orang. 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan homonya tersebut berasal dari orang yang tidak dikenalinya sama sekali. 70% dari mereka hanya merupakan pasangan kencan satu malam atau beberapa menit saja (Bell. A. and Weinberg, M. Homosexualities: a Study of Diversity Among Men and Women. Simon & Schuster, 1978)


    Dampak dari Penyebaran LGBT 


    LGBT ini memberikan banyak dampak pada kehidupan seperti

    Dampak Keamanan

          Kaum homoseksual menyebabkan 33 % pelecehan seksual pada anak-anak di Amerika Serikat. Padahal populasi mereka hanyalah 2% dari keseluruhan penduduk Amerika. Hal ini berarti 1 dari 20 kasus homo seksual merupakan pelecehan seksual pada anak-anak, sedangkan dari 490 kasus perzinaan 1 diantaranya merupakan pelecehan seksual pada anak-anak (Psyschological report, 1986, 58 pp 327-337)

    Dampak Pendidikan

          Adapun dampak pendidikan diantaranya yaitu siswa atau siswi yang menganggap dirinya sebagai homo menghadapi putus sekolah 5 kali lebih besar daripada siswa normal karena mereka merasakan ketidakamanan dan 28% dari mereka dipaksa meninggalkan sekolah (National Gay and Lesbian Task Force, "Anti - Gay / Lesbian, Victimization, New York, 1984)

    Dampak Sosial

          Peneliti menyatakan "seorang gay mempunyai pasangan antara 20 - 106 orang pertahunnya. Sedangkan pasangan zina tidak lebih dari 8 orang seumur hidupnya (Corey, L. And Holmes, K. Sexual Transmissions of Hepatitis A in Homosexual Men. "New England J. Med,. 1980, pp 435-438)


    Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Seksual 


    Faktor Keluarga

          Didikan orang tua kepada anaknya memiliki peranan yang penting. Ketika seorang anak mendapatkan perlakuan yang kasar atau perlakuan yang tidak baik lainnya, kondisi itu bisa menimbulkan kerenggangan hubungan keluarga serta timbulnya rasa benci si anak pada orang tuanya

    Misalnya saat anak perempuan mendapatkan perlakuan yang kasar atau tindak kekerasan lainnya dari ayah atau saudara laki-lakinya, akan mengakibatkan trauma. Akibat dari trauma tersebut kelak anak perempuan tadi bisa saja memiliki sifat atau sikap benci terhadap semua laki-laki

    Faktor Lingkungan dan Pergaulan

          Tanpa sadar, seseorang akan menyerupai atau meniru temannya. Lingkungan dan pergaulan disinyalir menjadi penyebab dominan terhadap seseorang menjadi bagian komunitas LGBT. Seorang anak yang dalam lingkungan keluarga kurang perhatian dan kasih sayang, akan membutuhkan pemenuhan di lingkungan lain yang belum tentu baik, bahkan bisa jadi justru menjerumuskan seperti narkoba, miras, seks bebas, serta seks yang menyimpang

    Faktor Agama dan Pendidikan

          Faktor internal lainnya yang menjadi penyebab kemunculan perilaku seks menyimpang seperti kemunculan LGBT adalah pengetahuan serta pemahaman seseorang tentang agama yang masih sangat minim

    Faktor Akhlak dan Moral

          Faktor akhlak dan moral yang dimiliki seseorang juga memiliki pengaruh yang besar. Iman yang lemah dan rapuh membuat kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Iman adalah benteng dalam diri seseorang untuk menghindari perbuatan maksiat, termasuk penyimpangan seksual. Seolah difasilitasi, kini banyak sarana yang menyediakan rangsangan seksual seperti video dan majalah porno yanh dengan mudah diakses siapa saja.


    Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia Dini


    pentingnya orang tua memberikan pendidikan seks pada anaknya sejak dini
    Pixabay


          Mengapa pendidikan seks itu penting? Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang tidak sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka dan dari guru tempat mereka belajar dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang.

           Sementara dr Warih A Puspitosari, M.Sc, Sp. K. J menjelaskan bahwa "pendidikan seks usia dini bukan berarti mengajarkan bagaimana cara melakukan seks. Namun pendidikan seks pada usia dini menjelaskan tentang organ-organ yang dimiliki manusia serta fungsinya"

          Mengajarkan pendidikan seks pada anak harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya. Pendidikan seks wajib diberikan orang tua pada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak usia 3 - 4 tahun, karena pada usia ini anak sudah bisa melakukan komunikasi dua arah dan dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan pengenalan organ tubuh internal

    Tujuan Pendidikan Seks


          Tujuan pendidikan seks sesuai usia perkembangan pun berbeda-beda. Seperti pada usia balita, tujuannya adalah untuk memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya. Jika tidak dilakukan lebih awal maka ada kemungkinan anak akan mendapatkan banyak masalah seperti memiliki kebiasaan suka memegang alat kemaluan sebelum tidur, suka memegang payudara orang lain, atau masalah lainnya

    (Jadi, ya Ayah Bunda kalau vagina itu jangan suka disebut kue apem atau sejenisnya dan penis jangan disebut burung atau titit, sebut saja penis sesuai bahasa ilmiahnya)


    Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak


    ✔️ melatih anak meminta izin ketika masuk rumah atau kamar orang tua
    ✔️ Al-Quran menentukan 3 waktu yang anak kecil harus meminta izin untuk masuk ke dalam kamar
    - sebelum shalat subuh
    - waktu tidur siang
    - setelah shalat isya

    Sampai usia mereka mendekati baligh, maka mereka harus meminta izin kepada ke dua orang tuanya di setiap waktu, saat ke dua orang tuanya berada di dalam kamar
    Qs An Nur 58 sd 59
    ✔️ membiasakan anak untuk menundukkan pandangan (pada bukan muhrimnya) dan menutup aurat
    ✔️ memisahkan tempat tidur anak
    ✔️ melatih anak tidur dalam posisi  miring ke kanan
    ✔️ menjauhkan anak ikhtilat bersama lawan jenis
    ✔️ mengajarkan kewajiban mandi janabah ketika anak mendekati baligh
    ✔️ menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika mendekati baligh
    ✔️ menganjurkan pernikahan dini pada anak
    (Saya tambahkan maksud pembicaranya ya Ayah Bunda, pernikahan dini ini untuk anak yang mulai kesulitan menjaga hawa nafsunya. Apalagi di dalam psikologi islam ketika anak sudah baligh tidak mengenal kata remaja. Karena seharusnya adalah "Pemuda".

    Jadi, diusia ini seharusnya orang tua telah mendidik dan mematangkan diri anak menjadi seorang pemuda. Bukannya remaja yang labil, egois dll. Penjelasan lengkapnya tentang mendidik aqil baligh ini bisa diintip di sini ya (Mendidik Generasi Aqil Baligh) Ayah Bunda, materinya ditulis oleh Pak Adriano Rusfi, Psikolog.)

    Baca juga: CARA MENDIDIK ANAK AGAR TANGGUH DI ZAMANNYA

          Wah, ilmu di materi ini "Bahaya LGBT dan Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak" ada banyak ya Ayah Bunda. Menurut saya ini penting sekali untuk diketahui oleh para orang tua. Jika Ayah Bunda, sependapat dengan saya, materi ini boleh sekali di share ya. Agar bisa mengedukasi banyak orang tua.

          Yuk, kita rangkul, peluk, dan edukasi anak-anak kita Ayah Bunda. Sebelum semunya menjadi terlambat. Untuk materi seminar parenting yang lain bisa dibaca di sini salah satunya, ya (baca juga: RAPUHNYA SPIRITUAL ORANG TUA DAPAT MEMPENGARUHI PENGASUHAN PADA ANAK)


    Thursday, January 24, 2019

    Ibu yang Tidak Sempurna


    ibu yang tidak sempurna
    Pixabay

    "Tak ada ibu yang sempurna begitu juga dengan diri kita. Setinggi apapun ilmu yang kita punya tak akan pernah bisa membuat kita menjadi ibu yang sempurna. Kita tetaplah ibu yang tidak sempurna. Walau begitu, paling tidak kita selalu punya pilihan untuk terus belajar menjadi ibu yang lebih baik"

          Sebagai seseorang yang lulusan dari dunia pendidikan, bertahun-tahun bekerja dan menimba ilmu di dunia pendidikan dan berkali-kali mengikuti seminar parenting dimana-mana. Tidak serta merta membuatku menjadi ibu yang sempurna ataupun langsung hebat

    Tentu saja dengan Bunda semuanya, ya. Ada banyak hal dan banyak rasa yang membersamai proses belajar kita menjadi seorang ibu. Senang, marah, sedih, lelah dan kaget menjadi sebuah kesatuan rasa yang kita sebut nano-nano kan ya hahaha 😂. Karena ternyata menjadi ibu itu tidak mudah, ya.

    Dulu, waktu sebelum menikah dan masih gadis. Kalau melihat seorang ibu yang tega memukul anaknya di depam umum itu rasanya itu aku ikutan memendam amarah pada ibu itu dan satu kalimat kemarahan yang tersimpan di dalam hatiku pada ibu itu adalah "Ya ampun, kok ibu kayak gitu, sih?"

    Yup, dengan standar ilmuku dulu, dengan mudahnya aku tidak mentoleransi sekali apa yang dilakukan oleh ibu itu. Memang sekarang kamu nganggap kalau mukul anak itu boleh? Ya, nggak dong, tetapi karena sekarang aku sudah menjadi ibu dan tahu jadi ibu itu berat membuatku melihat dari sisi yang lain

    Oh mungkin ibunya sedang kelelahan, ibunya sedang banyak pikiran, atau kurang mendapatkan perhatian dari suaminya sehingga tanpa disadari ibu itu melampiaskan pada anak-anaknya.

    Memaklumi bukan berarti aku membolehkan memukul anak ya. Tapi jadi tidak mudah menghakimi orang lain, tetapi sebaiknya ibu itu kita rangkul, dikuatkan dan diedukasi pelan-pelan. Berusaha melihatnya dari sisi yang berbeda.

    Nah, itu kan cara kita memandang orang lain. Bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri sebagai ibu? Misalnya

    Pernah nggak sih Bunda baper melihat ibu lain yang pintar sekali memberikan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah? Sedangkan kita boro-boro mau telaten kayak begitu. Apa saja yang distimulasi pada anak saja kita tidak tahu. Selintas kita merasa menjadi ibu yang tidak cerdas bukan?

    Baca juga: 4 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI UNTUK IBU RUMAH TANGGA

    Pernah nggak sih Bunda baper melihat ibu lain yang pintar sekali memasak, membuat cemilan sehat yang lucu bentuknya untuk anaknya di rumah? Sedangkan kita apa atuhhhhh masak mie dengan telur saja, telurnya malah gosong di bagian bawahnya. Adakah yang begitu? Akuuu hihihi antara ingin tertawa dan nangis ini hiks. Selintas terlihat diri kita ini begitu menyedihkan ya. Masak saja nggak bisa

    Atau

    Sedang berkunjung ke rumah orang lain dan kita melihat "waw rumahnya bersih sekali". Lalu, kita  melihat rumah kita sendiri yang bagaikan kapal pecah penuh oleh mainan anak-anak. Selintas hati kita jadi sibuk membanding-bandingkan rumah orang lain dan rumah kita. Pada saat itu kita seolah-olah bagaikan ibu yang malas untuk bersih-bersih

    Dan tentu saja masih banyak hal lain yang membuat diri kita ini begitu buruk, tidak berguna menjadi ibu. Iya, kan?

    Tidak apa-apa Bunda tenang saja. Kita akui saja kita memang belum bisa. Toh wajar kok kan kita bukan ibu yang sempurna. Percayalah Bunda, di dunia ini nggak ada ibu yang sempurna yang semuanya langsung serba bisa. Nggak ada.

    Bahkan Siti Khadijah yang begitu keren dan hebatnya mendampingi suaminya Rasulullah dan membersamai anak-anaknya tetap saja beliau bukanlah seseorang yang sempurna. Kenapa?

    "Karena kesempurnaan itu hanya milik Allah".

    Jadi, kalau ada sesuatu yang nggak sesuai dengan hati kita. Nggak usah dibaperin. Malah yang ada kita perlu mengubah sudut pandang kita dari negatif menjadi positif. So, daripada kita sibuk baper kenapa nggak kita jadikan itu sebagai sebuah motivasi untuk kita menjadi ibu yang lebih baik lagi. Mau kita belajar pelan atau pun cepat, yang penting kita belajar.

    Baca juga: BUNDA INGIN MENJADI IBU YANG PRODUKTIF? BEGINI CARANYA!

    Kalau rumah berantakan ya woles aja. Namanya juga punya anak kecil. Nggak mungkin bisa sempurna kita membereskan rumahnya. Kalau belum bisa menstimulasi anak, ya kita tinggal belajar. Dibawa santai saja, nggak usah dibaperin *lagi ngomong ama diri sendiri 😂

    Yang penting prinsip kita tetap sama. Apa itu? Bagaimana membuat diri kita menjadi ibu yang lebih baik lagi. Demi apa? Ya tentu saja demi bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita tercinta.

    Kalau begitu siap menjadi ibu yang lebih baik lagi kita Bunda? Siapppppp. Ok kalau begitu, jangan lupa juga bahagia ya Karena anak kita tidak membutuhkan ibu yang sempurna tapi ibu yang bahagia dalam setiap proses belajarnya menuju arah yang  lebih baik lagi

    Semangkaaaaaaa 💕

    #SelfReminder
       
    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES