Skip to main content

Wahai Ibu Bersabarlah





http://2.bp.blogspot.com/-535UMBaVgAU/TZU-iiY2daI/AAAAAAAAAHA/-f3RDneyKbw/s1600/ibu-dan-anak.jpg
Foto : http://2.bp.blogspot.com/
Hai bunda pernah nggak sich ngerasain kelelahan yang luar biasa yang terkadang membuat kita ingin menangis ? Yupz, perasaan seperti itu pasti pernah dialami oleh setiap perempuan yang bernama ibu dan yang baru terlahir menjadi seorang ibu. Ketika menjadi ibu baru, semuanya tak slalu terlihat indah. Ada masa-masanya kita begitu lemah dan tak berdaya, apalagi jika tidak ada yang membantu kita mengurus bayi, mengurus suami dan mengurus rumah. Rasanya pasti sesuatu ya ^_^.

Begitu juga denganku, semuanya perlu waktu, semuanya perlu proses dan perlu berkali-kali menyesuaikan dengan ritme hidup yang baru. Memang semuanya tak mudah yach bun.  Tetapi disanalah kita jadi semakin belajar dengan fase baru yang kita jalani dengan penuh rasa syukur. Langkah apa saja ya yang bisa membantu kita melewati fase ini ?

Baca juga : Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Soal Kesempatan 

1.  Belajar berdamai dengan diri sendiri
Kita yang dulunya aktif ke sana ke mari dengan bebasnya tetapi kini Cuma ke kamar mandi aja, ada yang ngerengek nangis minta ikut. Kita yang dulunya klo pergi-pergi bebas pulang semaunya tapi kini kita harus cepat pulang karena ada malaikat kecil yang sedang kelaparan dan kehausan menunggu hadir kita minta disusui, kita yang dulunya slalu tampil cantik dan menawan hingga kemanapun kita pergi ada mata yang melirik, tapi kini sehabis mandipun kita tak sempat menyisir rambut karena sudah diiringi dengan latar musik tangisan anak, alhasil bukannya cantik yang didapat suami tetapi malah mak lampir di dalam rumah dengan rambut acak-acakan dan mata panda  kurang tidur di malam hari demi buah hati tercinta dll. Banyak sekali perubahan dalam hidup kita dengan tiba-tiba terjadi begitu saja, syukuri dan belajarlah berdamai dengan dirimu sendiri. Karena hidup kita kini bukan lagi tentang kita tetapi tentang malaikat kecil yang polos dan menggemaskan titipanNya.

   2. Berdamai dengan pekerjaan rumah
Disaat kita benar-benar merasa lelah, tak  apa-apalah bun kita melupakan semuanya dan ikut beristirahat sejenak dengan buah hati. Biarkan saja lantai itu melambai-lambai minta dibersihkan, biarkan saja baju itu menumpuk begitu saja dan menunggu hidayah dari kita minta dicuci, biarkan saja tumpukkan cucian piring slalu memberikan kita kedipan nakal minta dibersihkan dll. Lupakan semua tentang pekerjaan rumah dan beristirahatlahhh….

  3. Mengganti pikiran negativ menjadi positif
Jika bunda melihat rumah berantakan oleh mainan anak dan bunda merasa kesal, coba katakann dalam hati “Nggak apa-apa rumah berantakan yang penting anak dapat belajar dan bereksplore dengan permaianannya”. Jika bunda melihat tumpukan kain yang perlu di setrika dan bunda merasa kesal, coba katakan dalam hati “Allhamdulillah suami dan anakku punya banyak baju untuk dipakai”. Jika bunda merasa kesal mendapatkan anak slalu membantah instruksi bunda, coba katakana dalam hati “ Wah allhamdulillah anakku sekarang sudah bisa dan berani mengemukakan pendapatnya dan dapat berpikir kritis” dan masih banyak hal lainnya yang awalnya membuat pikiran kita negative coba gantikan dengan pikiran yang positif. Berpikir positif membuat hidup kita lebih bahagia dan mensyukuri sgala sesuatunya.

 4. Jangan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain
Jangan kita sibukkan diri kita dengan membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. “Ih ibu itu masakannya enak yah, aku mah apa atuh masak goreng ikan aja, rasanya nggak tau ikan rasa jahe atau jahe rasa ikan gara-gara kebanyakan jahe T_T atau niatnya sih mau bikin perkedel tapi jadinya malah jadi remahan perkedel gara-gara hancur pas di goreng hiks T_T” #Curhatttttt ^_^. Membanding-bandingkan diri sendiri itu melelahkan bun lebih baik kita tutupi kekurangan kita dengan mengasah kelebihan kita di sisi lain. Setiap orang itu berharga dengan caranya masing-masing, begitu juga dengan diri kita

Baca juga : Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

Yuk bun kita sama-sama belajar dan berjuang menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita, karena menjadi ibu itu belajarnya setiap hari. Betapa banyak keadaan dari anak menguji kesabaran kita sebagai ibu, membuat kita perlu berkali-kali mengecas rasa sabar di hati kita. Walau apapun itu jangan biarkan stok sabar itu sampai habis dan berbahagialah merawat buah hati tercinta karena masa-masa merawat anak itu tak akan pernah terulang kembali. Nikmatilah ^_^

Jangan lupa bahagia bunnnnn 😗😗😗😗😗

Comments

  1. Hufftt iya maaakkk, lg belajar terus buat berdamai dgn diri sendiri iniii hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama teteh, apalagi saya yang masih jadi ibu baru. Taunya cuma baru teori n ilmunya. Belajar prakteknya seumur hidup ya. Semangat kita 😘

      Delete
  2. Perlu banyak sabar mengelola emosi lagi ya menjadi ibu. Pas capek, pas anak rewel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget teteh. Klo lagi capek trus anaknya lagi rewel lagi. Sebelum kita nenangin anak kita jadinya harus nenangin diri sendiri dulu ya daripada ga sengaja melampiaskan k anaknya jdinya. Ilmunya seuumur hidup ya teh 😘

      Delete
  3. Memang ya pas anak2 kadang ngeselin kita jadi marah2 ga jelas padahal ternyata hal itu melatih kesabaran kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bun. Belajar sabar itu sekolahnya seumur hidup ya 😃

      Delete
  4. Intinya harus bersabar karena sebagai seorang orang tua kita suatu saat akan mengalami semua hal di atas :D

    ReplyDelete
  5. perlu bisa mengelola emosi dan sekali2 hrs refreshing

    ReplyDelete
  6. Kadang masih suka membandingkan, hehe... Default kayaknya, eh. Terima kasih sdh diingatkan 😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…