• Wednesday, March 8, 2017

    Wahai Ibu Bersabarlah





    http://2.bp.blogspot.com/-535UMBaVgAU/TZU-iiY2daI/AAAAAAAAAHA/-f3RDneyKbw/s1600/ibu-dan-anak.jpg
    Foto : http://2.bp.blogspot.com/
    Hai bunda pernah nggak sich ngerasain kelelahan yang luar biasa yang terkadang membuat kita ingin menangis ? Yupz, perasaan seperti itu pasti pernah dialami oleh setiap perempuan yang bernama ibu dan yang baru terlahir menjadi seorang ibu. Ketika menjadi ibu baru, semuanya tak slalu terlihat indah. Ada masa-masanya kita begitu lemah dan tak berdaya, apalagi jika tidak ada yang membantu kita mengurus bayi, mengurus suami dan mengurus rumah. Rasanya pasti sesuatu ya ^_^.

    Begitu juga denganku, semuanya perlu waktu, semuanya perlu proses dan perlu berkali-kali menyesuaikan dengan ritme hidup yang baru. Memang semuanya tak mudah yach bun.  Tetapi disanalah kita jadi semakin belajar dengan fase baru yang kita jalani dengan penuh rasa syukur. Langkah apa saja ya yang bisa membantu kita melewati fase ini ?

    Baca juga : Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Soal Kesempatan 

    1.  Belajar berdamai dengan diri sendiri
    Kita yang dulunya aktif ke sana ke mari dengan bebasnya tetapi kini Cuma ke kamar mandi aja, ada yang ngerengek nangis minta ikut. Kita yang dulunya klo pergi-pergi bebas pulang semaunya tapi kini kita harus cepat pulang karena ada malaikat kecil yang sedang kelaparan dan kehausan menunggu hadir kita minta disusui, kita yang dulunya slalu tampil cantik dan menawan hingga kemanapun kita pergi ada mata yang melirik, tapi kini sehabis mandipun kita tak sempat menyisir rambut karena sudah diiringi dengan latar musik tangisan anak, alhasil bukannya cantik yang didapat suami tetapi malah mak lampir di dalam rumah dengan rambut acak-acakan dan mata panda  kurang tidur di malam hari demi buah hati tercinta dll. Banyak sekali perubahan dalam hidup kita dengan tiba-tiba terjadi begitu saja, syukuri dan belajarlah berdamai dengan dirimu sendiri. Karena hidup kita kini bukan lagi tentang kita tetapi tentang malaikat kecil yang polos dan menggemaskan titipanNya.

       2. Berdamai dengan pekerjaan rumah
    Disaat kita benar-benar merasa lelah, tak  apa-apalah bun kita melupakan semuanya dan ikut beristirahat sejenak dengan buah hati. Biarkan saja lantai itu melambai-lambai minta dibersihkan, biarkan saja baju itu menumpuk begitu saja dan menunggu hidayah dari kita minta dicuci, biarkan saja tumpukkan cucian piring slalu memberikan kita kedipan nakal minta dibersihkan dll. Lupakan semua tentang pekerjaan rumah dan beristirahatlahhh….

      3. Mengganti pikiran negativ menjadi positif
    Jika bunda melihat rumah berantakan oleh mainan anak dan bunda merasa kesal, coba katakann dalam hati “Nggak apa-apa rumah berantakan yang penting anak dapat belajar dan bereksplore dengan permaianannya”. Jika bunda melihat tumpukan kain yang perlu di setrika dan bunda merasa kesal, coba katakan dalam hati “Allhamdulillah suami dan anakku punya banyak baju untuk dipakai”. Jika bunda merasa kesal mendapatkan anak slalu membantah instruksi bunda, coba katakana dalam hati “ Wah allhamdulillah anakku sekarang sudah bisa dan berani mengemukakan pendapatnya dan dapat berpikir kritis” dan masih banyak hal lainnya yang awalnya membuat pikiran kita negative coba gantikan dengan pikiran yang positif. Berpikir positif membuat hidup kita lebih bahagia dan mensyukuri sgala sesuatunya.

     4. Jangan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain
    Jangan kita sibukkan diri kita dengan membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. “Ih ibu itu masakannya enak yah, aku mah apa atuh masak goreng ikan aja, rasanya nggak tau ikan rasa jahe atau jahe rasa ikan gara-gara kebanyakan jahe T_T atau niatnya sih mau bikin perkedel tapi jadinya malah jadi remahan perkedel gara-gara hancur pas di goreng hiks T_T” #Curhatttttt ^_^. Membanding-bandingkan diri sendiri itu melelahkan bun lebih baik kita tutupi kekurangan kita dengan mengasah kelebihan kita di sisi lain. Setiap orang itu berharga dengan caranya masing-masing, begitu juga dengan diri kita

    Baca juga : Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

    Yuk bun kita sama-sama belajar dan berjuang menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita, karena menjadi ibu itu belajarnya setiap hari. Betapa banyak keadaan dari anak menguji kesabaran kita sebagai ibu, membuat kita perlu berkali-kali mengecas rasa sabar di hati kita. Walau apapun itu jangan biarkan stok sabar itu sampai habis dan berbahagialah merawat buah hati tercinta karena masa-masa merawat anak itu tak akan pernah terulang kembali. Nikmatilah ^_^

    Jangan lupa bahagia bunnnnn 😗😗😗😗😗

    18 comments:

    1. Hufftt iya maaakkk, lg belajar terus buat berdamai dgn diri sendiri iniii hehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama teteh, apalagi saya yang masih jadi ibu baru. Taunya cuma baru teori n ilmunya. Belajar prakteknya seumur hidup ya. Semangat kita 😘

        Delete
    2. Perlu banyak sabar mengelola emosi lagi ya menjadi ibu. Pas capek, pas anak rewel.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener banget teteh. Klo lagi capek trus anaknya lagi rewel lagi. Sebelum kita nenangin anak kita jadinya harus nenangin diri sendiri dulu ya daripada ga sengaja melampiaskan k anaknya jdinya. Ilmunya seuumur hidup ya teh 😘

        Delete
    3. Memang ya pas anak2 kadang ngeselin kita jadi marah2 ga jelas padahal ternyata hal itu melatih kesabaran kita.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun. Belajar sabar itu sekolahnya seumur hidup ya 😃

        Delete
    4. Berdamai dg diri sendiri, sulit memang, tp bkn tdk mgkin klo mau berusaha. Makasih sdh mengingatkan ya mba. Semoga kita selalu kiat menjalani sekolah jd ortu yg prosesnya seumur hidup

      ReplyDelete
    5. Intinya harus bersabar karena sebagai seorang orang tua kita suatu saat akan mengalami semua hal di atas :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener bun. Bljar sabar itu seumur hdup ya 😃

        Delete
    6. perlu bisa mengelola emosi dan sekali2 hrs refreshing

      ReplyDelete
    7. supaya ibu lebih bersabar, saya sebagai suami membantu pekerjaan rumah. Senang ayah, ibu dan anak

      ReplyDelete
    8. Saya memang sudah menjadi Ibu Rumah Tangga sejak menikah, tapi sudah 2 tahun blm dikaruniai momongan. Tapi dari tulisan Mba, saya jadi tahu kalau nanti punya anak akan lebih banyak tanggung jawab dan tugasnya. Aku sendiiri ngerasa berbeda 180 derajat perbedaan kegiatannya, yg biasa nya aku kerja kantoran dari senin-jumat, skg menikah dan merantau jauh dari keluarga dan org tua membuat aku harus banyak belajar. Belajarnya nggak ada sekolahnya, dan aku yakin setelah nanti pny anak akan lebih banyak lagi pelajarannya. Makasi Mba udah sharing :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama2 mba. Semangat terus ya. Semoga dimudahkan 🙏

        Delete
    9. Kadang masih suka membandingkan, hehe... Default kayaknya, eh. Terima kasih sdh diingatkan 😊

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES