• Sunday, July 9, 2017

    9 Alasan Ini yang Akan Menyemangati Bunda Ketika Kelelahan Mengurus Si Kecil

    Kata-kata yang menyemamgati ibu ketika lelah mengurus anak


    Bundaaaaa, ternyata anak balita itu nggak kayak iklan-iklan di TV ya. Tampak begitu lucu dan menggemaskannya. Apalagi kalau lihat iklan minyak telon atau diapers. Aduhhhh rasanya gimana gituh ya, saking ngegemesinnya rasanya pengin ngegigit itu anak. Hee. Tapi apakah kenyataannya anak selalu begitu ? Tidakkkkkkk.

            Terkadang kalau kita sudah kelelahan mengurus anak malah suka terjadi drama ya dalam pengasuhan anak kita. Tingkah anak yang berkali-kali membuat emosi kita naik turun seperti jet coster atau seperti drama korea yang bikin kita termewek-mewek *alahhh lebayyyy. Tetapi beneran lho apalagi buat ibu baru. Hahhh rasanya seperti diaduk-aduk ya. Capeknya itu luar biasa. Tetapi apakah tandanya kita tidak bahagia dengan kehadiran buah hati ? Tidak juga. Malah lebih banyak bahagianya pastinya

    Nah agar kita bisa menyemangati diri ketika kelelahan mengurus si kecil. Kita ingat saja 9 hal ini, pastinya bisa membuat perasaan kita merasa lebih baik lagi

    1. Suatu hari nanti fase ini akan kita rindukan



    Siapa yang suka stres ngeliat rumah berantakan ?, Pusing ngedenger teriakan dan tangisan anak ?, kehilangan “me time” ? Sayaaa. Yup keadaan ini memang kerap terjadi bagi para ibu apalagi jika ibu baru tingkat stresnya lebih tinggi lagi. Hah kok ngurus anak bikin stres sih ? Yah buat yang ngga pernah dan nggak ngerasain ngurus anak itu capek banget pake tenaga dan batin pasti mudah banget ya ngomongnya. Tetapi buat para bunda itu tak semudah itu pastinya. Selelah apa pun kita harus ingat ya bun, bahwa fase ini akan kita rindukan nantinya ketika anak sudah dewasa dan tak lagi di samping kita.

            Percayalah ketika mereka telah pergi dari rumah kita. Kita akan merindukan masa-masa lelah itu bersama mereka. Kita akan rindukan  kamar yang selalu berantakan itu, ruang tamu yang dahulu sering kita keluhkan itu, teriakan dan tangisan anak yang selalu menjengkelkan itu,  akan sunyi seperti tak berkehidupan. Lalu terbayang suara dan tangisan mereka dahulu yang kelak menjadi kita rindukan di hari tua kita. Ingatlah itu semua bunda

    2. Begitulah cara anak mengekspresikan rasa cintanya yang tak terucap


    “Ikhhhh dede, bunda kan cuma ke kamar mandi aja. Kok gitu aja nangis sich ?”,

    “dede, bisa nggak sih berhenti dulu nangisnya ?, bunda laper. Bunda mau makan dulu”

    “dede, masa gitu aja nangis sich ? Kan bunda cuma pergi sebentar”.

    Familiar kan bunda kata-kata itu kita ucapkan kepada anak kita, baik secara sadar mau pun dalam keadaan tidak sadar ?.

            Bunda, ketika kita merasa kesal dan marah terhadap anak karena kelelahan. yuk kita menenangkan diri dahulu dan ingatlah bahwa anak kita tak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah terhadap mereka. Tetapi anak begitu, itu semua karena rasanya cintanya kepada ibunya yang tak bisa anak ungkapkan dengan kata-kata.

    Jadi jangan heran dan aneh jika seorang anak terbangun dari tidurnya lalu langsung menangis mencari ibunya. Itu semua menandakan betapa pentingnya diri kita di hati anak.  Bukankah tak ada yang lebih membahagiakan mendapatkan cinta sebesar itu dari anak kita, bunda ?

    3. Anak sedang fase belajar



    “Aduhhhhh ini buku kan tadi udah diberesin. Eh berantakan lagi.”

    “Capek ih, nggak berhenti-henti nyapu gara-gara dikotorin lagi ama dede”

    “Aduhhh kapan sih ini rumah bersihnya ? Diberantakin terus ama dede”.

            Wahai bunda bersabarlah dengan rumah yang tak pernah pernah rapih dan bersih itu. Karena memang anak sedang fasenya senang bereksplore ini itu, mencoba ini itu dan aktif ke sana kemari tanpa banyak rasa takut. Jangan kita matikan rasa ingin tahu anak dengan banyak melarangnya, banyak membatasi geraknya, mematikan kreativitasnya untuk mencoba banyak hal, dan memarahinya.

    Malah kita seharusnya bersyukur melihat si kecil yang aktif dan ceria dalam bermain. Selama tidak berbahaya dan mengganggu orang lain. Biarkanlah anak bereksplore sepuasnya dan semaunya. Jika berantakan dan kotor ? Ya tidak apa-apa, tinggal kita bereskan kan ? *Dikeblakkk, daripada kita membatasi proses belajar anak yang akan berdampak pada perkembangan anak berikutnya kan

    4. Suatu hati nanti, kita yang akan berusaha mencari perhatiannya


    Pastinya suka kesel ya bun bahkan sampai membuat kita mengelus dada di buatnya dengan tingkah anak yang begitu mencari perhatian kita. Ditinggal ke kamar mandi aja, nangisnya udah kayak diapain, ditinggal pergi sebentar aja susahnya minta ampun. Maunya ngikut terus. Hah masih banyak cerita yang lainnya pastinya ya bun yang bikin kita jengkel juga lama-lama karena bikin kita susah “me time” dan susah kemana-kemana.

            Nikmatilah semua momen dan kebersamaan yang intim itu bersama anak kita. Karena waktu tak akan bisa diajak berkompromi dengan kita dan tiba-tiba anak kita telah beranjak remaja dan dewasa. Tahukah bunda, di masa itu anak akan lebih asyik menghabiskan banyak waktunya dengan kegiatannya di luar, berkumpul dengan teman-temannya dan berkeluarga.

             Di saat itulah kita akan merasa kesepian dan berusaha mencari perhatiannya, tetapi masa itu tidaklah sama dengan masa kecil mereka dahulu. Jadi nikmatilah masa-masa perhatian anak sebelum nanti kita yang akan berusaha mencari perhatiannya.

    5. Masa kecil anak yang tak akan terulang kembali



    Tahukah bunda, masa kecil anak itu hanya terjadi sekali dalam hidup kita, masa yang sangat singkat dan tak akan pernah terulang kembali. Suatu hari nanti, percayalah kita pasti merindukan masa-masa kecil bersamanya.

            Masa-masa tangisannya, rumah yang kotor, senyum dan candanya yang polos, rindu saat mulut mungilnya memanggil kita untuk yang pertama kalinya dengan kata “Bunda”, rindu saat melihat senyum pertamanya, pokoknya masa-masa pertumbuhan dan perkembangan anak di masa kecil itu akan slalu terkenang indah di hati kita. Oleh karena itu bersabarlah untuk semua kelelahan ini

    6. Apa yang kita lakukan itu yang akan dikenang anak

    Kita boleh marah, kita boleh kesal dan kita pun boleh menangis ketika sedang kelelahan mengurus anak-anak kita. Itu wajar dan itu normal sekali. Tetapi berusahalah tahan kata-kata dan perbuatan yang keras itu terhadap anak. Mengapa ? Kata-kata dan perbuatan yang tidak berkenan pada anak akan berbekas selalu di hati anak hingga ia dewasa nanti. Kita nggak mau kan menyakiti anak ?, kita juga nggak mau kan dikenang sebagai orang tua yang buruk bagi anak ?. Untuk itu berhati-hatilah

    Baca Juga : Ingin Dikenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak


    7. Bermain dan bercandalah dengan si kecil

    Bermain dan bercanda dengan anak bisa bikin kita terhibur lho. Suka ikutan senang dan bahagia kalau kita bisa melihat anak tersenyum dan tertawa. Bukankah ini salah satu kebahagian yang harus kita syukuri masih bisa melihat senyum manis anak-anak kita ? mendengar tawanya dan ekpresinya yang bahagia. Hati ibu yang mana yang tak ikut bahagia melihat anak-anaknya bahagia ?

    8. Berusahalah untuk memiliki “me time”

    Bunda untuk memiliki “me time” ini penting sekali untuk kita para ibu. Jika tidak membuat kita lebih mudah depresi dan rentan stres. Terutama bagi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang hampir 24 jam digelayuti oleh anak, pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya,  rutinitas yang monoton dan begitu-begitu aja, belum lagi  kurang bersosialisasi dengan banyak orang di luar sana dan masih banyak hal lainnya. Hah bikin para ibu mudah uring-uringan ya jadinya

    Baca Juga : Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Soal Kesempatan 

            Daripada kita uring-uringan dan nggak baik juga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak kita. Yuk kita berusaha untuk mencari “me time” kita. Bisa dengan beristirahat, menghibur diri dengan buka media sosial, nyalon, membaca buku dan apa pun itu. Kita perlu mengusahkannya. Walaupun “me time nya” ibu-ibu itu mahalllll ya bun hahaha

    Baca Juga : Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu 

    9. Lihatlah anak ketika sedang tertidur



    Bunda terkadang karena saking lelahnya kita mengurus anak, adakalanya kita sesekali keceplosan berbuat ketus pada anak baik itu dengan lisan maupun dengan perbuatan kita. Jangan lupa untuk meminta maaf pada anak dan lihatlah ketika anak kita sedang tertidur dengan manisnya. Wajahnya yang polos, dirinya yang belum berdosa,  tingkahnya yang lucu menggemaskan sekaligus membuat kita juga sering menarik nafas. Benar-benar mewarnai hari-hari kita.

    Melihat anak sedang tertidur dengan pulasnya mampu menyemangati kita dari rasa lelah untuk menghadapi hari esok

    Memang nggak mudah ya bun menjalani semuanya. Tetapi paling tidak kita harus berusaha dan pasti bisa. Nah itu dia 9 hal yang dapat menyemangati para bunda ketika kelelahan mengurus si kecil. Ada yang mau menambahkah ? Boleh bangettt. Semangattttttt buat para bunda di luar sana

    24 comments:

    1. Huaaaaa makasih self reminder nya bun, saya new mom sedang butuh support nihhh

      ReplyDelete
      Replies
      1. Semangatttt bunda. Tenang dirimu tidak sendiri. Setiap ibu pasti mengalami ini salah satu fase pembelajaran kita juga. Chemunguttt 😘

        Delete
    2. Bisa sambil denger lagu juga hhe atau olahraga ;D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Pengennya ikh olahraga. Tapi buat emak2 mah susah. Anaknya dititipin ke siapa hihihj

        Delete
    3. bener banget bun, kalo udah ingat hal itu, mungkin semangatnya bisa nambah lg..^^

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun. Saya juga klo lagi capek bgt. Suka inget klo masa kecil anak itu cuma sebentar. Jadi harus dinikmati

        Delete
    4. Huhuuuuu, kalo liat anak2 tidur itu rasanya bahagia-bahagia sediiih, nyesel udah bikin salah sama mereka....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iyq bener bunda. Jadi sebelum anak tidur saya pasti minta maaf ma anak. Soalnya terkadang kita jg suka ga sadar klo lagi bkin salah ma anak

        Delete
    5. Semangat Ibu-Ibu Terbaik dan Pahlawan ku ....

      ReplyDelete
    6. Kalau abis ngomelin anak2, suka sedih pas lihat mereka bobo deh. Dielus2 kepalanya, kecup2in rasanya berdosa dan menyesal udah marah2 hehehe...namanya juga anak-anak ya. Kalau rumah rapi namanya ga asyik kan mbak. Nice info.

      ReplyDelete
    7. Betul banget tipsnya bun, maju terus meski kita sering kecapekan lahir batin bahkan nangis jengkel. Tau2 anak2 udah besar aja, trus rumah sepi, trus kangen deh dengan kelucuan2 mereka :))

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha iya bun. Jadi ibu harus kuat ya demi anak2 kita 😍

        Delete
    8. Meski sering lihat orang di sekitar saya begitu kelelahan ngurus anak, tapi kami tetap mendambakannya.. tips nya saya save ya, untuk persiapan saat punya anak nanti.. terima kasih :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aaaminnn. Mba, semoga diberikan yang terbaik oleh-Nya 😘

        Delete
    9. iya banget ini, kalau lagi ngerasa capek urus baby selalu diingat nanti kalau dia gede malah saya yang galau hihi. KEep writing bund ^^

      ReplyDelete
    10. Duh iya, pas bobok itu yang paling nyess gitu ya.. Rasanya damai malah kadang ngebatin masa-masa menyenangkan ini jangan cepat berlalu, ntar semakin gede, mereka akan semakin sibuk dengan kegiatan sekolah dan lain-lain.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener mba. Mari kita nikmati semuanya mba. Chemungut kita 😃

        Delete
    11. duh berasa disentil sama mbak yeni, terima kasih udah diingatkan melalui tulisanmu mbak :*

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama2 bunda. Kita saling mengingatkan ya. Karena saya pun sedang belajar pula 😃

        Delete
    12. baperr... T_T secara belom ketemu jodohnya..
      btw, thx udah berkunjung ke blogku www.molzania.com

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ga usah baper, ya. Aku doakan semoga segera dipertemukan dengan jodohnya. Semangat memperbaiki diri sambil menunggu yang terbaik. Chemunguttt mba 😘

        Delete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES