• Monday, October 9, 2017

    Bunda, Yuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak Sedini Mungkin!

    bunda, yuk cegah kekerasan seksual pada anak sedini mungkin

    Bunda, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada tahun 2011 ada 216 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan, pada tahun 2014 sebanyak 656 kasus (Kompas, 16/12/2015). Pada tahun 2016, KPAI menerima 3.581 kasus pengaduan masyarakat. Dari jumlah itu, sebanyak 414 kasus merupakan kasus kejahatan anak berbasis siber (Kompas, 17/3/2017).

            Dari data di atas, bisa kita simpulkan bahwa angka kekerasan seksual pada anak semakin meningkat. Data tersebut sungguh membuat kita para orangtua semakin khawatir dan sedih, ya, Bun. Sehingga, membuat kita perlu belajar apa saja bentuk kekerasan seksual pada anak? Dampak dari kekerasan seksual? Siapa saja yang bisa menjadi pelakunya? Bagaimana peran kita dalam memberikan perlindungan pada anak? Bagaimana cara mengajarkan anak untuk melindungi dirinya sendiri? Dan apa yang harus dilakukan jika terdapat anak mengalami kekerasan seksual? Agar kita dapat mencegah kekerasan seksual pada anak sedini mungkin 

    Bentuk Kekerasan Seksual pada Anak


    Menurut Komnas Perempuan ada beberapa macam bentuk kekerasan seksual pada anak seperti:
    1. Perkosaan
    2. Eksploitasi seksual
    3. Prostitusi seksual
    4. Intimidasi seksual
    5. Perbudakan seksual
    6. Perdagangan anak untuk memuaskan nafsu para paedofil
    7. Kawin paksa pada anak di bawah umur
    8. Penyiksaan seksual
    9. Pelecehan seksual baik secara fisik maupun nonfisik.

            Sering kali, ya, Bun kita membaca atau mendengarkan berita mengenai pelecehan seksual pada anak di mana-mana. Ternyata, memang bentuk pelecehan seksual itu ada banyak dan terutama yang belum terungkap, dikarenakan korban atau keluarga korban tidak berani melaporkannya.

    Dampak dari Kekerasan Seksual pada Anak


    cara mencegah kekerasan seksual pada anak

    Kekerasan seksual pada anak meninggalkan dampak yang dalam pada korbannya, seperti

    1. Kehilangan nyawa
    2. Cacat / cidera pada tubuh
    3. Trauma
    4. Rasa malu
    5. Melakukan aborsi
    5. Depresi
    6. Stres
    7. Gelisah
    8. Ketakutan

    Dampak dari  kekerasan seksual ini bukan main-main pada anak. Jadi, dibutuhkan rangkulan, pelukan, motivasi dan tenaga ahli seperti dokter, psikolog dll untuk membantu proses penyembuhan anak

    Siapa Saja yang Bisa Menjadi Pelakunya?


    kekerasan seksual 1

    Menurut survey yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak pada tahun 2013, menyatakan bahwa kekerasan seksual pada anak 40% diantaranya terjadi di lingkungan sekolah, 30% di lingkungan keluarga, dan 30% di lingkungan sosial. Jumlah kasusnya meliputi sodomi sebanyak 52 kasus, perkosaan 280 kasus, pencabulan 182 kasus, dan incest (hubungan seks sedarah) 21 kasus.

            Berdasarkan data tersebut,  pelaku dari kekerasan seksual ini bisa dari tenaga pendidik, teman, keluarga sendiri dan bahkan ayah atau kakak/adik kandung sendiri. Miris, ya, Bun 😟

    Peran Orangtua dalam Memberikan Perlindungan pada Anak


    peran orang tua dalam memberikan perlindungan pada anak dari kekerasam seksual

    Bagaimana, Bunda menyeramkan bukan? Untuk itu diperlukan peran kita sebagai orangtua dalam memberikan perlindungan kepada anak kita. Bagaimana caranya?

    a. Ajarkan anak untuk menutup aurat dengan baik / berpakaian yang sopan
    b. Berikan pendidikan seksual sejak dini pada anak
    c. jangan titipkan anak pada sembarang orang. Jika akan menitipkan anak, sebaiknya titipkan kepada neneknya atau ayahnya
    d. Tidak sering mengupload foto anak dan jika memang terpaksa diupload, sebaiknya bagian mata anak di sensor karena para pelaku paedofil suka berimajinasi dengan foto korbannya salah satunya dari gambar mata korban. Pastinya juga jangan mengunggah foto anak ketika sedang tidak berpakaian atau setengah berpakaian, ya, Bun.
    e. Jangan suka memberitahukan lokasi bunda dan anak di media sosial, karena itu bisa membuat para paedofil mengincar anak kita
    f. Berdoa meminta perlindungan selalu untuk anak

            Seperti tampak sepele, ya, Bun, tetapi ini penting sekali kita lakukan demi anak kita. Karena kita tidak pernah tahu isi pikiran dan hati orang lain terhadap anak kita. Salah satu penyebab mengapa meningkatnya kasus ini juga karena  kurang pekanya kita sebagai orangtua dalam memberikan perlindungan pada anak.

    Dengan semakin canggihnya teknologi, membuat para pelaku paedofil semakin gencarnya mencari mangsa di dunia maya seperti, membuat banyan akun di media sosialnya dan mencari foto korban lalu menyebarkannya kepada para paedofil yang lain. Hiii serem, ya, Bun. Kalau begitu, yuk kita berhati-hati dalam menjaga anak kita.

    Cara Mengajarkan Anak untuk Melindungi Dirinya Sendiri 


    cara mengajarkan anak untuk melindungi dirinya sendiri dari kekerasan seksual

    Bunda, sebagai orangtua yang memiliki keterbatasan waktu dan kemampuan. Membuat kita tidak selalu bisa memberikan perlindungan kepada anak kita. Oleh karena itu, anak kita perlu kita ajarkan untuk melindungi dirinya sendiri. Caranya?

    1. Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya
    Ini penting bunda, agar anak mengetahui nama-nama anggota tubuhnya dan organ intimnya seperti vagina, penis, payudara, pantat. Mengapa ini penting? Agar anak bisa menjelaskan secara akurat tentang tubuhnya dan untuk menghindari salah tafsir. Banyak, ya, Bun orangtua suka menghaluskan tentang nama organ intim ini. Tapi sebenarnya ini malah membuat anak kebingungan nantinya

    2. Ajarkan anak tentang sentuhan
    Beritahu anak bagian mana saja yang tidak boleh disentuh dan dilihat sembarang orang seperti dada, kemaluan.

    Beritahu anak bagian tubuh yang boleh disentuh seperti di saat
    - mandi
    - buang air
    Itu hanya anak atau ibu yang boleh melakukannya. Atau di saat dokter memeriksa anak dengan adanya pendampingan dari orang tua

    3. Ajarkan anak untuk berkata "tidak"
    Bunda, ajarkan anak untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri dan hindari suka memaksa anak. Biarkan anak berkata "tidak" jika memang anak merasa tidak nyaman. Membiasakan anak untuk mengeluarkan uneg-unegnya, akan membantu anak berani menolak jika terjadi pelecehan seksual pada dirinya. Dan beritahu anak, jika ada orang yang menyentuh daerah pribadinya, menyuruhnya membuka baju di depannya, ada yang menunjukkan daerah pribadinya pada anak, atau menunjukkan gambar / film telanjang pada anak.

    4. Beritahu tindakan yang seharusnya dilakukan anak, jika ada  orang yang mencurigakan
    a. Minta anak untuk berlari ke tempat yang ramai
    b. Suruh anak berteriak "tolong-tolong"
    c. Minta anak untuk melaporkannya kepada orangtua, guru, atau orang dewasa yang ada di sekitar anak.

    Baca juga: 4 Hal Penting Ini Perlu Diketahui Orang Tua dan Guru dalam Mengatasi Bullying

            Bunda, selain kita bisa mengajarkan anak dengan mengajak anak berbicara tentang cara melindungi dirinya sendiri. Kita pun bisa mengajarkan anak dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang pastinya lebih menyenangkan, ya, Bun bagi anak yaitu berupa tontonan edukatif berikut ini.

    video anti pelecehan seksual
    YouTube · Ana Nabila Olshop
    4 Mar 2017


    Yang Perlu Dilakukan Apabila Anak Mengalami Kekerasan Seksual


     
    Yang dilakukan apabila terdapat anak yanh mengalami kekerasan seksual

    Saat ini kondisi kekerasan seksual pada anak termasuk dalam status gawat darurat di Indonesia. Agar tidak banyak berjatuhan korban berikutnya serta pelaku kekerasan seksual tidak merajalela dengan bebasnya. Dihimbau kepada para orangtua atau korban dan juga masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan seksual pada anak kepada lembaga-lembaga yang khusus menangani kasus terhadap anak. Mengapa? Karena "diam itu bukan pilihan".

            Sekarang ini telah ada lembaga yang juga menangani berbagai kasus yang terjadi pada anak, salah satunya yaitu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

    Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban adalah lembaga yang mandiri yang bertanggung jawab untuk menangani pemberian perlindungan dan bantuan kepada saksi dan/atau korban sesuai tugas dan kewenangan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, berkewajiban menyiapkan, menentukan, dan memberikan informasi yang bersangkutan dengan pelaksanaan tugas, kewenangan, maupun tanggung jawabnya kepada publik.

            Dengan adanya Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ini, diharapkan mampu memudahkan rakyat Indonesia yang membutuhkan perlindungan dan mendapatkan haknya untuk meminta keadilan serta menurunkan tindak kekerasan seksual pada anak. Yuk, Bunda jangan pernah takut lagi kita untuk melapor, ya. Karena kebenaran itu perlu diperjuangkan

    Baca juga: 6 Cara Mengajarkan Anak Mempertahankan Diri Dari Bully

    Kontak LPSK

    Alamat
    LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)
    Jl. Raya Bogor Km 24 No. 47-49
    Susukan Ciracas
    Jakarta Timur 13750

    Telp (021) 29681560
    Fax (021) 29681551
    lpsk_ri@lpsk.go.id

    Sumber
    http://lpsk.go.id
    www.kpai.go.id
    Kompas




    35 comments:

    1. Jaman sekarang kekerasan seksual pada anak emang bikin ngeri.. makasih infonya mbak.. semoga anak-anak kita selalu terlindung dari hal seperti itu.. amiin..

      ReplyDelete
    2. Penting sekali edukasi tentang kejahatan sensual pada anak-anak. Saya sudah memgenalkan pada putra saya sejak dia baru masuk sekolah..sangat bermanfaat mbak sharingnya...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Alhamdulillah sebagai pelajar saya mendapatkan pengetahuan yang sungguh penting khususnya untuk diri saya sendiri.

        Delete
      2. Allhamdulillah. Semoga bermanfaat, De 😘

        Delete
    3. Jadi ingat, kemarin waktu famday (family days out) di lift ketemu bapak-bapak yg ciumin tangan baby saya, kikuk bingung mesti ngapain. Emang sih tiap ketemu orang lain, banyak yg suka sama baby saya. Serba salah rasanya ya, worry jg karna marak kasus seperti yg di jelaskan di artikel ini. Semoga senantiasa kita sebagai orang tua selalu mau belajar tentang banyak hal baru untuk menunjang mendidik anak-anak kita. Terima kasih bunda erysha sudah selalu berbagi ilmu yg bermanfaat.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama2 bunda. Hati2 boleh tapi jangan sampe bikin kita parnoan juga ya πŸ˜‰. Trima ksih juga bunda sdh brkunjung 😘😘

        Delete
    4. wah iya banget teh. ngeri sekarang anak-anak sendiri kalau nggak difilter juga tontonannya sudah mengarah ke pornografi

      ReplyDelete
    5. ngeri banget dampak kekerasan seksual pada anak ini yaa Mbaa, dan yang menyedihkan anak yang jadi korban bisa jadi pelaku di masa depan :(

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun biasanya yg jdi korban cenderung jadi pelaku T_T

        Delete
    6. Terima kasih sudah membagikan ini Bunda Yeni..

      Memang sebagai ibu dan anggota masyarakat kita mestinya selalu waspada terhadap bahaya kekerasaan seksual pada anak di sekitar kita. Syukur sudah ada LPSK.

      ReplyDelete
    7. Pangling Ih..blognya tambah cakep sekarang.

      Iya mba, ngeri ya sekarang, anak kecil jadi sasaran.aku lngsung ingat lagu yang diajarkan di paud anakku..
      "Sentuhan boleh2..kepala dst.."

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah terima kasih bunda, sudah memperhatikan 😘. Semoga, tulisanku bisa bermanfaat utk banyak orang. Iya bun skrang jaman smakin ngeri aja ya. T_T

        Delete
    8. semoga anak-anak kita dilindungi-Nya ya mba

      ReplyDelete
    9. Terima kasih sharingnya mba, informatif sekali. Semoga anak-anak kita semua selalu dalam perlindunganNya. Aamiin

      ReplyDelete
    10. berita paling bikin bergidik ya berita ttg kekerasan seksual pd anak ini. Artikelnya membantu banget mbak. tp selain orang tua, kepedulian lingkungan dan peran pemerintah sangat dibutuhkan. sangat rentan dan melelahkan klo orang tua harus berjuang sendirian....😰

      ReplyDelete
    11. Replies
      1. Iya bner bun. Sprti pelakunya oknum guru atau tmn 1 sekolah T-T

        Delete
    12. Anak-anak makhluk yang lemah seharusnya dilindungi bukan dirusak πŸ™

      ReplyDelete
    13. Ngeri mbak kl sudah ngomongin kekerasan sex pada anak. Makasih ilmunya mbak, bermanfaat sekali.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama2. Terima kasih juga bun sudah berkunjung πŸ˜ƒ

        Delete
    14. Duh, ngeri banget ya Mbak.

      Semoga saja terhindar dr kejdian seperti ini. Mksh atas ilmu yg luar biasa ini mbak yeni😊

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah sama2 bunda. Senang jika tulisan saya bisa bermanfaat 😍

        Delete
    15. Ini penting banget buat dijalankan. Anak harus diajarkan untuk melindungi dirinya sendiri, aku setuju. Karena orangtua belum tentu bisa mengawasi 24 jam.
      Selain itu menurut aku, kita harus mulai belajar peduli pada lingkungan sekitar kita. Ketika mendengar ada anak kecil menangis kita mesti berani mendekati mereka menanyakan apa permasalahannya. Tak sedikit angka kekerasan yang terjadi akibat orangtuanya sendiri. Jangan takut untuk dibilang tetangga kepoan.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun semoga semakin banyak ortu yang teredukasi dan sadar ttg permasalahan ini

        Delete
    16. Memang sekarang zaman makin maju, tapi kekerasan pada anak juga semakin semarak.Duuh :(
      Semoga anak-anak kita tetap terlindungi dari kekerasan ya,Mbak

      ReplyDelete
    17. makasih sharenya mbak. aku noted ya mbk.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES