• Sunday, December 10, 2017

    Bunda Ingin Menjadi Ibu yang Produktif? Begini Caranya!

    bunda ingin menjadi ibu yang produktif? begini caranya!

    Selamat Hari Senin Bunda 😃. Bagaimana kabarnya? Yang namanya hari Senin, biasanya kita para bunda pasti udah rempong ya, dari subuh untuk menyambut hari ini. Atau mungkin, sudah ada yang dari malam ya rempongnya hihihi. Biasa namanya juga ibu-ibu, ya. Kayaknya itu, klo ga rempong itu rasanya bukan ibu-ibu 😂. Nah, ketika kita sedang repot begitu. Kita termasuk ibu yang produktif nggak sih? 😃

    Berbicara soal produktif, hari ini saya ingin membagikan materi seminar yang di selenggarakan oleh The Real Ummi, tentang apa itu produktif? Mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif dan bagaimana sih caranya menjadi ibu yang produktif itu? Yuk kita simak langsung dari ahlinya, ya! Berikut biodata nara sumbernya:

    Biodata Nara Sumber

    Nama         : Nadia Karina Hakman
    Status         : Menikah
    Anak           : 2 orang

    Pendidikan

    👉 S1 Bachelor of Commerce di University of Auckland, New Zealand
    👉S2 Master of Business di Monash University, Australia

    Pekerjaan

    Dosen di Universitas Padjajaran Bandung

    Waw keren ya, Bun biodata nara sumbernya. Bahkan beliau kuliah di luar negeri karena dari hasil beasiswa yang beliau dapatkan, lho 😍. Mari kita simak sama-sama pemaparan dari beliau langsung ya, bagaimana cara menjadi ibu yang produktif 😃.

    By: Nadia Karina Hakman

    Cara Menjadi Ibu yang Produktif


    Apakah produktivitas selalu diukur dengan pekerjaan di luar rumah?

    ibu rumah tangga pun bisa produktif

    Masing-masing dari kita berhak memberikan definisi sendiri. Namun, bagi saya menjadi produktif adalah hak setiap ibu, terlepas apakah ia seorang ibu rumah tangga, student mom, atau working mom

    Tolak Ukur Sebuah Produktivitas


    Bagi saya, tolak ukur sebuah produktivitas diukur dari 3 hal:

    1. sejauh mana setiap "waktu" yang kita miliki, dapat senantiasa dioptimalkan dalam amal kebaikan
    Dan kriteria ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap ibu manapun, dengan potensi apapun. 😊

    Satu hal yang saya yakini, "Allah tidak pernah menciptakan kita sebagai manusia biasa-biasa saja, apalagi ibu biasa-biasa saja. Karena kita semua dicipta untuk menjadi khalifah"

    Baca juga: Bedanya Ibu Rumah Tangga Biasa dengan Ibu Rumah Tangga Luar Biasa

    Maka, tugas seorang Ibu untuk bisa produktif, memerlukan usaha optimal "untuk mengenali diri sendiri, menemukan tujuan penciptaan semua, menemukan peran terbaik yang Allah titipkan pada kita".

    Ketika kita sudah menemukannya, maka tugas kita adalah "beramal, beramal, beramal", memanfaatkan setiap waktu senantiasa dalam aktivitas kebaikan. 😊

    Sekalipun aktivitas itu adalah merapihkan rumah, atau mengganti popok, atau memasak, dsb.

    2. Kriteria produktif bagi saya, bukan hanya kita melakukan amal kebaikan, tapi ia pun adalah amal yang penuh ikhlas dan taqwa.

    produktif

    Kenapa? Karena kualitas keberkahan suatu amal, akan bergantung pada niat dan proses pelaksanaannya.

    Produktif bermakna berkarya yang menghasilkan manfaat seluas-luasnya. Dan Allah lah yang Maha Menentukan, sejauh mana sebuah amal itu bermanfaat.

    Yang saya yakini, "ketika sebuah amal dilandasi oleh bekal niat yang ikhlas, dan dilaksanakan penuh ketaqwaan, maka keberkahan dari amal tersebut, akan melimpah berlipat ganda. Terlepas apapun kegiatannya " 😊

    Maka, hapunten, Saya adalah tipikal orang yang meyakini, tidak ada amal baik yag terlalu sepele untuk dilakukan.

    "Jangan pernah meremehkan suatu amal yang menjadikan kita lupa kepada Siapa kita beramal"

    Boleh jadi, sebuah prestasi yang kita anggap besar, namun kecil nilainya di sisi Allah. Dan boleh jadi, suatu aktivitas yang kita anggap remeh, ternyata Allah limpahkan keberkahan luas di dalamnya.

    Sebagai contoh, misalkan kita melihat suami lelah, padahal waktu sempit dan kita mungkin tak mampu memberikan pijitan hangat, 😊 ditambah ada anak-anak dsb. Kita memilih untuk membuatkan minuman kesukaannya, yang di dalamnya terselip doa tulus penuh harap kepada Allah.

    Kalaulah Allah berkehendak menurunkan keberkahan, sangat mungkin, dari secangkir teh, ia berbuah menjadi rasa sakinah, kemudian sakinah itu menjelma menjadi semangat rasa optimis, dari sana ia berbuah lagi kepada hasil kerja suami yang lebih optimal, suami pun semakin shaleh, kehidupan ekonomi semakin membaik, dst. Dan itu bermula dari secangkir teh yang penuh berkah

    3. Tolak ukur produktivitas ke-3 bagi saya, kalaulah kita di hadapkan dengan berbagai pilihan kegiatan dan aktivitas. Maka, prioritasnya adalah:
    - utamakan yang wajib baru yang sunnah
    - utamakan yang lebih banyak manfaatnya dan lebih sedikit mudharatnya

    Tantangannya, bagaimana kita mengetahui mana yang terbaik? 😊

    cara untuk  menjadi produktif

    Di situlah kita harus senantiasa menjadi seorang *penuntut ilmu*. Menjadi seorang ibu, apapun status aktivitasnya, menuntut kita untuk senantiasa belajar.

    Baca juga: Memesona Itu Ketika Diri Mau Belajar Untuk Semakin Lebih Baik

    Minimal, kita harus belajar:

    1. Ilmu agama murni: Aqidah, Akhlak, Fiqih, dan Al Quran
    2. Ilmu tentang pernikahan dan parenting.
    3. Ilmu tentang kesehatan, nutrisi, dan olah raga.
    4. Ilmu lain yang sesuai dengan 'muyul', kecenderungan ketertarikan pada bidang ilmu tertentu yag memang sesuai dengan potensi dan bakat kita.

    Banyak? 😊

    Iya.

    Baca juga: Wahai Ibu Bersabarlah

    Tapi itu semua sangat sedikit jika dibandingkan dengan nilai sebuah "pahala, keberkahan. Dan surga" dari Allah SWT. 😊

    "Hidup kita hanya sekali.
    Jadikanlah ia bermakna.. dan tiket kita berpulang ke surga.."

    Tanpa ilmu, bagaimana cara kita meraihnya? 😊

    Saya mendidik diri sendiri, untuk "jangan malas untuk membuka buku, mendengarkan ceramah, dan menghadiri kajian pekanan"

    Agar kita semua, mampu menjadi luar biasa versi kita sendiri... Versi peran terbaik yang Allah titipkan pada kita...

    produktif yang bernilai di mata Allah

    Agar kita semua, akan menemukan penghujung kehidupan kita, sebagai sesuatu yang penuh makna.. Husnul khatimah..

    Dan agar kita semua, mampu menjadi bagian dari "gerakan ibu produktif" yang melalui jerih perjuangannya lah.. 😊 tumbuh besarlah generasi yang membawa peradaban manusia menjadi rahmatan lil alamin

    Jika ada yang baik, maka semuanya adalah rezeki dari Allah untuk kita semua.

    Jika ada yang buruk salah dan kurang, maaf tulus mendalam dari saya yang tak sempurna.

    Saya masih belajar...
    Masih jauh dari produktif dan shalehah versi saya... 😊

    Tapi saya sangat berharap, rezeki tulisan yang Allah izinkan tertuang di sini.. Bisa menjadi tangan tangan penyampai petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT.

    🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

    Baca juga : Sudahkah Kita Membuat Resolusi Untuk Menjadi Seseorang yang Produktif dalam Hidup Kita?

    Wah, subhanallah dalam sekali pemaparan yang beliau sampaikan, ya Bun. Semoga dari pemaparan tersebut, kita jadi tahu mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif, untuk apa kita menjadi ibu yang produktif dan kita pun menjadi tahu bagaimana cara menjadi ibu yang produktif. Jadi, bikin kita semangat ya, Bun untuk menjadi ibu yang produktif. Nah, kalau produktif versi Bunda apa sih? Bagiin yuk, untuk saling memotivasi kita! 😃






    28 comments:

    1. mendahulukan yang wajib baru yang sunnah. Hm.. terkadang saya masih lalai bun. Makasih tulisannya mengingatkan saya .

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama-sama bunda. Jadi mengingatkan saya juga 😃

        Delete
    2. semoga bisa jadi ibu produktif juga :)

      ReplyDelete
    3. Poin kedua yang penuh taqwa itu kena banget di hati. Karena bikin teh untuk suami itu rutinitas, suka lupa untuk minta ke Allah keberkahan dari teh itu. Makasih ya bun dah share, jadi mengingatkan yang sering terlupa. Barakallah bunda Erysha, saya dapat link dari grup WA Kulwap CCPA

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama Bunda. Saya juga suka lupa mendoakan suami saat bikin teh juga hiks...hiks

        Delete
    4. Mencerahkan sekali, makasih sharingnya :)

      ReplyDelete
    5. Harus buat list yang wajib dan sunah ini saya supaya tidak kebolak-balik :)

      ReplyDelete
    6. harus lebih bercermin nih supaya bisa jadi ibu produktif.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama bun. Saya juga sedang belajar 😃

        Delete
    7. Ibu produktif..belum sepertinya saya..hiks..Sedangkan yang sunnah saja sering didahulukan daripada yang wajib..hadeh!
      Terima kasih sudah mengingatkan Bunda:)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah Mba Dian mah klo soal nulis udah produktif sepertinya hihihu

        Delete
    8. bagus mba postingannya...moga bisa jadi ibu yg produktif, mendahulukan yg wajib. Tentang menuntut ilmu meski di rumah, aku nyoba selalu belajar hehe, meski tertatih2 :))

      ReplyDelete
      Replies
      1. Terima kasih ya mba. Senang jika bisa bermanfaat 😃

        Delete
    9. seperti ditampar dengan lembut, harus segera berbenah nih...😰

      ReplyDelete
    10. Replies
      1. Allhamdulillah. Semoga bermanfaat bun 😃

        Delete
    11. baca postingan ini seperti diingatkan kembali... terima kasih sharingnya mbak...

      ReplyDelete
    12. baca latar belakang pendidikan narasumber, sungguh luar biasa ...
      produktivitas menurut pandangan orang berbeda-beda, namun pada kebanyakan pendapat orang awam produkivitas adalah ibu yang bekerja di luar rumah. namun sejatinya seorang ibu yang produktif selalu menyediakan waktu buat anak anak mereka, memuliki ilmu pengetahuan dan selalu mendekatkan diri pada Allah

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener bun. Kebanyakan orang nganggap produktif itu sesuatu yang sifatnya materi juga ya 😃

        Delete
    13. Semoga kita semua bisa menjadi ibu produktif ya Bun.

      ReplyDelete
    14. Produktif, keren dan sebaik-baik produtif afalah yg bermanfaat bagi orang banyak..😀

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES