Skip to main content

Bunda Ingin Menjadi Ibu yang Produktif? Begini Caranya!

bunda ingin menjadi ibu yang produktif? begini caranya!

Selamat Hari Senin Bunda 😃. Bagaimana kabarnya? Yang namanya hari Senin, biasanya kita para bunda pasti udah rempong ya, dari subuh untuk menyambut hari ini. Atau mungkin, sudah ada yang dari malam ya rempongnya hihihi. Biasa namanya juga ibu-ibu, ya. Kayaknya itu, klo ga rempong itu rasanya bukan ibu-ibu 😂. Nah, ketika kita sedang repot begitu. Kita termasuk ibu yang produktif nggak sih? 😃

Berbicara soal produktif, hari ini saya ingin membagikan materi seminar yang di selenggarakan oleh The Real Ummi, tentang apa itu produktif? Mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif dan bagaimana sih caranya menjadi ibu yang produktif itu? Yuk kita simak langsung dari ahlinya, ya! Berikut biodata nara sumbernya:

Biodata Nara Sumber

Nama         : Nadia Karina Hakman
Status         : Menikah
Anak           : 2 orang

Pendidikan

👉 S1 Bachelor of Commerce di University of Auckland, New Zealand
👉S2 Master of Business di Monash University, Australia

Pekerjaan

Dosen di Universitas Padjajaran Bandung

Waw keren ya, Bun biodata nara sumbernya. Bahkan beliau kuliah di luar negeri karena dari hasil beasiswa yang beliau dapatkan, lho 😍. Mari kita simak sama-sama pemaparan dari beliau langsung ya, bagaimana cara menjadi ibu yang produktif 😃.

By: Nadia Karina Hakman

Cara Menjadi Ibu yang Produktif


Apakah produktivitas selalu diukur dengan pekerjaan di luar rumah?

ibu rumah tangga pun bisa produktif

Masing-masing dari kita berhak memberikan definisi sendiri. Namun, bagi saya menjadi produktif adalah hak setiap ibu, terlepas apakah ia seorang ibu rumah tangga, student mom, atau working mom

Tolak Ukur Sebuah Produktivitas


Bagi saya, tolak ukur sebuah produktivitas diukur dari 3 hal:

1. sejauh mana setiap "waktu" yang kita miliki, dapat senantiasa dioptimalkan dalam amal kebaikan
Dan kriteria ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap ibu manapun, dengan potensi apapun. 😊

Satu hal yang saya yakini, "Allah tidak pernah menciptakan kita sebagai manusia biasa-biasa saja, apalagi ibu biasa-biasa saja. Karena kita semua dicipta untuk menjadi khalifah"

Baca juga: Bedanya Ibu Rumah Tangga Biasa dengan Ibu Rumah Tangga Luar Biasa

Maka, tugas seorang Ibu untuk bisa produktif, memerlukan usaha optimal "untuk mengenali diri sendiri, menemukan tujuan penciptaan semua, menemukan peran terbaik yang Allah titipkan pada kita".

Ketika kita sudah menemukannya, maka tugas kita adalah "beramal, beramal, beramal", memanfaatkan setiap waktu senantiasa dalam aktivitas kebaikan. 😊

Sekalipun aktivitas itu adalah merapihkan rumah, atau mengganti popok, atau memasak, dsb.

2. Kriteria produktif bagi saya, bukan hanya kita melakukan amal kebaikan, tapi ia pun adalah amal yang penuh ikhlas dan taqwa.

produktif

Kenapa? Karena kualitas keberkahan suatu amal, akan bergantung pada niat dan proses pelaksanaannya.

Produktif bermakna berkarya yang menghasilkan manfaat seluas-luasnya. Dan Allah lah yang Maha Menentukan, sejauh mana sebuah amal itu bermanfaat.

Yang saya yakini, "ketika sebuah amal dilandasi oleh bekal niat yang ikhlas, dan dilaksanakan penuh ketaqwaan, maka keberkahan dari amal tersebut, akan melimpah berlipat ganda. Terlepas apapun kegiatannya " 😊

Maka, hapunten, Saya adalah tipikal orang yang meyakini, tidak ada amal baik yag terlalu sepele untuk dilakukan.

"Jangan pernah meremehkan suatu amal yang menjadikan kita lupa kepada Siapa kita beramal"

Boleh jadi, sebuah prestasi yang kita anggap besar, namun kecil nilainya di sisi Allah. Dan boleh jadi, suatu aktivitas yang kita anggap remeh, ternyata Allah limpahkan keberkahan luas di dalamnya.

Sebagai contoh, misalkan kita melihat suami lelah, padahal waktu sempit dan kita mungkin tak mampu memberikan pijitan hangat, 😊 ditambah ada anak-anak dsb. Kita memilih untuk membuatkan minuman kesukaannya, yang di dalamnya terselip doa tulus penuh harap kepada Allah.

Kalaulah Allah berkehendak menurunkan keberkahan, sangat mungkin, dari secangkir teh, ia berbuah menjadi rasa sakinah, kemudian sakinah itu menjelma menjadi semangat rasa optimis, dari sana ia berbuah lagi kepada hasil kerja suami yang lebih optimal, suami pun semakin shaleh, kehidupan ekonomi semakin membaik, dst. Dan itu bermula dari secangkir teh yang penuh berkah

3. Tolak ukur produktivitas ke-3 bagi saya, kalaulah kita di hadapkan dengan berbagai pilihan kegiatan dan aktivitas. Maka, prioritasnya adalah:
- utamakan yang wajib baru yang sunnah
- utamakan yang lebih banyak manfaatnya dan lebih sedikit mudharatnya

Tantangannya, bagaimana kita mengetahui mana yang terbaik? 😊

cara untuk  menjadi produktif

Di situlah kita harus senantiasa menjadi seorang *penuntut ilmu*. Menjadi seorang ibu, apapun status aktivitasnya, menuntut kita untuk senantiasa belajar.

Baca juga: Memesona Itu Ketika Diri Mau Belajar Untuk Semakin Lebih Baik

Minimal, kita harus belajar:

1. Ilmu agama murni: Aqidah, Akhlak, Fiqih, dan Al Quran
2. Ilmu tentang pernikahan dan parenting.
3. Ilmu tentang kesehatan, nutrisi, dan olah raga.
4. Ilmu lain yang sesuai dengan 'muyul', kecenderungan ketertarikan pada bidang ilmu tertentu yag memang sesuai dengan potensi dan bakat kita.

Banyak? 😊

Iya.

Baca juga: Wahai Ibu Bersabarlah

Tapi itu semua sangat sedikit jika dibandingkan dengan nilai sebuah "pahala, keberkahan. Dan surga" dari Allah SWT. 😊

"Hidup kita hanya sekali.
Jadikanlah ia bermakna.. dan tiket kita berpulang ke surga.."

Tanpa ilmu, bagaimana cara kita meraihnya? 😊

Saya mendidik diri sendiri, untuk "jangan malas untuk membuka buku, mendengarkan ceramah, dan menghadiri kajian pekanan"

Agar kita semua, mampu menjadi luar biasa versi kita sendiri... Versi peran terbaik yang Allah titipkan pada kita...

produktif yang bernilai di mata Allah

Agar kita semua, akan menemukan penghujung kehidupan kita, sebagai sesuatu yang penuh makna.. Husnul khatimah..

Dan agar kita semua, mampu menjadi bagian dari "gerakan ibu produktif" yang melalui jerih perjuangannya lah.. 😊 tumbuh besarlah generasi yang membawa peradaban manusia menjadi rahmatan lil alamin

Jika ada yang baik, maka semuanya adalah rezeki dari Allah untuk kita semua.

Jika ada yang buruk salah dan kurang, maaf tulus mendalam dari saya yang tak sempurna.

Saya masih belajar...
Masih jauh dari produktif dan shalehah versi saya... 😊

Tapi saya sangat berharap, rezeki tulisan yang Allah izinkan tertuang di sini.. Bisa menjadi tangan tangan penyampai petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT.

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Baca juga : Sudahkah Kita Membuat Resolusi Untuk Menjadi Seseorang yang Produktif dalam Hidup Kita?

Wah, subhanallah dalam sekali pemaparan yang beliau sampaikan, ya Bun. Semoga dari pemaparan tersebut, kita jadi tahu mengapa kita perlu menjadi ibu yang produktif, untuk apa kita menjadi ibu yang produktif dan kita pun menjadi tahu bagaimana cara menjadi ibu yang produktif. Jadi, bikin kita semangat ya, Bun untuk menjadi ibu yang produktif. Nah, kalau produktif versi Bunda apa sih? Bagiin yuk, untuk saling memotivasi kita! 😃






Comments

  1. mendahulukan yang wajib baru yang sunnah. Hm.. terkadang saya masih lalai bun. Makasih tulisannya mengingatkan saya .

    ReplyDelete
  2. semoga bisa jadi ibu produktif juga :)

    ReplyDelete
  3. Mencerahkan sekali, makasih sharingnya :)

    ReplyDelete
  4. Harus buat list yang wajib dan sunah ini saya supaya tidak kebolak-balik :)

    ReplyDelete
  5. harus lebih bercermin nih supaya bisa jadi ibu produktif.

    ReplyDelete
  6. Ibu produktif..belum sepertinya saya..hiks..Sedangkan yang sunnah saja sering didahulukan daripada yang wajib..hadeh!
    Terima kasih sudah mengingatkan Bunda:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mba Dian mah klo soal nulis udah produktif sepertinya hihihu

      Delete
  7. bagus mba postingannya...moga bisa jadi ibu yg produktif, mendahulukan yg wajib. Tentang menuntut ilmu meski di rumah, aku nyoba selalu belajar hehe, meski tertatih2 :))

    ReplyDelete
  8. seperti ditampar dengan lembut, harus segera berbenah nih...😰

    ReplyDelete
  9. baca postingan ini seperti diingatkan kembali... terima kasih sharingnya mbak...

    ReplyDelete
  10. baca latar belakang pendidikan narasumber, sungguh luar biasa ...
    produktivitas menurut pandangan orang berbeda-beda, namun pada kebanyakan pendapat orang awam produkivitas adalah ibu yang bekerja di luar rumah. namun sejatinya seorang ibu yang produktif selalu menyediakan waktu buat anak anak mereka, memuliki ilmu pengetahuan dan selalu mendekatkan diri pada Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bun. Kebanyakan orang nganggap produktif itu sesuatu yang sifatnya materi juga ya 😃

      Delete
  11. Semoga kita semua bisa menjadi ibu produktif ya Bun.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…