• Thursday, April 19, 2018

    Review Buku "Ayahku Bukan Pembohong" Dilihat dari Sudut Parenting

    review buku "ayahku bukan pembohong" dilihat dari sudut parenting

    Judul    : Ayahku Bukan Pembohong 
    Genre   : Novel Dewasa / Fiksi
    Penulis : Tere Liye
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
    Cetakan: kelima
    ISBN      : 978-979-22-6905

    Sinopsis Buku "Ayahku Bukan Pembohong"


    "Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

            Inilah kisah seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagian sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

            Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya" 

    Wah dari sinopsisnya saja udah dalammmm ya, Bun. Apalagi, buat para Bunda yang sudah kehilangan sosok ayahnya seperti saya. Jujur bikin saya baper baca ini, suka ngerasa nyesel dan berharap andai waktu bisa berputar kembali. Pasti rasanya itu kita pengennnn banget bilang ke ayah kita ya Bun, bahwa betapa kita mencintainya 😭. Tetapi, sayangnya semua udah terlambat. Persis pokoknya seperti sinopsis dari novel "Ayahku Bukan Pembohong" ini.

    Jadi, buat para Bunda yang ayahnya masih ada. Jangan ragu dan sering-seringlah bertemu dengannya, meneleponnya, menanyakan keadaannya dan katakan bahwa betapa kita menyayanginya.

    Kita balik lagi ke novel ini ya Bun. Saya tuh ya salah satu penggemar Tere Liye dan lagi-lagi setiap baca bukunya itu pasti mewek hahahha 😂, termasuk buku yang ini. Seperti biasa selalu ada banyak pesan dan pemahaman yang baik penulis sampaikan di setiap tulisannya dan saya pun yakin, bahkan ketika si Penulisnya kelak telah tiada, amal kebaikannnya akan selalu ada dan mengalir dari setiap kebaikan yang ia sampaikan dari setiap karyanya. Hahhhh, semoga kita bisa berbagi kebaikan juga dari apa yang mampu kita lakukan, ya Bun.

    Nah, walaupun sebenernya buku ini bertuliskan adalah novel dewasa di belakang sampulnya. Tapi, novel ini aman banget kalau dibaca oleh anak-anak remaja kita. Seru-seru aja sih ya buat mereka lalu banyak pesan moralnya juga buat anak-anak yang sedang belajar mencari jati diri tentang kehidupan ini. Kalau begitu, langsung aja yuk Bun kita kupas buku novel "Ayahku Bukan Pembohong" ini dilihat dari sudut parentingnya untuk kita.

    6. Ilmu Parenting yang Bisa Kita Ambil dari Buku "Ayahku Bukan pembohong" Karya Tere liye


    novel tere liye

    1. Ajarkan dan besarkanlah anak kita dari sebuah kesederhanaan  
    Banyak orangtua yang mengira bahwa mengikuti dan memenuhi semua keinginan anak kita, itu sah-sah saja. Sehingga kita membelikan banyak mainan, pakaian, perhiasan, jalan-jalan dan semuanya untuk anak. Hingga kita lupa mengajarkan anak kita tentang arti sebuah kesederhanaan, arti tentang sebuah hidup yang bersahaja. Dan membuat anak lupa belajar dari yang namanya sebuah proses dan lupa menghargai sesuatu dari hal-hal yang terkecil

    2. Ajarkanlah arti kebahagian yang sebenarnya pada anak
    Beritahu anak bahwa kebahagian itu bukan terletak dari mahalnya sebuah benda, bukan terletak dari tingginya jabatan, bukan dari banyaknya kekuasaan, bukan terletak dari banyaknya apa yang kita miliki dan bahkan bukan dari seberapa cerdasnya diri kita. Tetapi terletak dari hal-hal yang sederhana dan biasa namun menjadi luar biasa ketika kita mampu mengemasnya dari rasa syukur.

    Beritahu anak kita, bahwa kebahagian itu tidak perlu dicari. Karena kebahagian itu ada di dalam hati kita. Hanya kita yang mampu membuat diri kita bahagia, bukan orang lain.

    Bisikkan pada anak kita, bahwa kebahagian itu ketika kita mampu membuat hati kita selapang lautan. Sehingga, ketika ada seseorang yang menaburkan garam pada lautan itu, tidak akan meninggalkan sesuatu yang berarti baginya.

    3. Pahamkan pada anak bahwa tak ada orangtua yang sempurna
    Layaknya anak tak ada yang sempurna, begitu juga dengan orangtua yang tak sempurna. Yang terpenting kita mau belajar dan terus belajar memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai

    4. Jadilah ibu yang dicintai oleh anak kita
    Bangunlah bonding yang kuat dengan anak. Hingga, ketika kelak kita telah tiada. Anak akan tetap mengingat dan memegang prinsip yang diajarkan kita semasa kita masih hidup dan tinggalkan banyak kenangan bersama mereka. Jangan biarkan orang lain mengambil peran kita.

     5. Jadilah orangtua pembelajar
    Agar kita tahu bagaimana cara mendidik anak kita dari bekal ilmu yang kita punya dan tahu bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan zamannya.

    6. Bangunlah komunikasi yang Positif antara orangtua dan anak
    Dalam hubungan apapun, selalu yang seharusnya terpenting kita jaga adalah komunikasi. Yah, komunikasi ini tampak sepele tetapi, sesungguhnya komunikasi ini menentukan seberapa kualitas hubungan kita dengan orang di sekitar kita dan penentu sejauh apakah sebuah hubungan bisa terjaga. Apalagi hubungan antara orangtua dan anak ya Ayah Bunda. Ilmu komunikasi dan cara membangunnya ini yang perluuuuuuu banget kita pelajari. Bahkan, komunikasi yang tidak terjaga dengan baik, cepat atau lambat akan meledak dan menimbulkan emosi negatif pada para pelakunya

    So, Ayah Bunda jangan lupa selalu bangun komunikasi yang positif kita terhadap anak kita. Jangan sampai hubungan yang penting ini, rusak karena sebuah kesalah pahaman karena buruknya cara berkomunikasi kita pada anak.

    Jadi, menurut saya secara keseluruhan novel ini bagus. Walau novel ini bukan termasuk novel best sellernya Tere Liye, tetapi oke banget dan kayaknya itu bukan Tere Liye gitu ya, kalau nggak bisa  mengangkat hal-ha biasa dan tak tampak oleh orang lain, tetapi menjadi luar biasa jika kita bisa merenungkannya dan menangkap pesannya. Pokoknya benar-benar salah satu pesan dalam belajar tentang kehidupan ini.

    Itu dulu ya 6 pesan penting dari buku ini yang dilihat sudut parentingnya. Semoga bermanfaat 😉

    26 comments:

    1. aku belum baca yang ini jadi pengen beli :) buku tere liye itu kaya pesan moralnya ya mba menurut aku sih yang suka sama karyanya :p

      ReplyDelete
    2. Saya baru tahu lho judul buku yang ini yang ditulis Tere Liye. Dan main kesini malah jadi penasaran akan keseluruhan bukunya..

      ReplyDelete
    3. Koq aku jadi sedih juga ya.. jadi inget almarhum 😢. Pasti aku juga mewek klo baca bukunya 😄.. bunda ilmunya dapet banget... Makasih sharingnya. BTW aku lebih suka template yg sekarang 😘 suka sama tulisan emaknya erysha

      ReplyDelete
    4. JAdi kangen dengan Bapak yang di kota kelahiran... Semoga sebelum Ramadhan ini bisa bersilaturahmi ke Bapak dan Ibu...

      ReplyDelete
    5. Aku belum baca bukunya tere yang ini, abis terus soalnya di toko buku krn ada kasus itu heeheh. Anyway, thanks ya mbak saya jadi makin penasaran sama bukunya heheheh

      ReplyDelete
    6. Pesan dari bukunya dalam ya Bunda.

      ReplyDelete
    7. wah buku yang bagus niiih, mau beli aaah :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. iya gegara tulisan ini bikin mupeng segera ke toko buku :D

        Delete
    8. Kirain buku tere liye cuma membahas cinta dengan tingkat bapernya yang tinggi, ternyata ada juga buat pendidikan sebagai orang tua dan anak.

      "ayahku bukan pembohong"

      ReplyDelete
    9. Jadi teringat belum nelpon ayah, kalau ibu sih tiap hari kami berkirim WA. Saya juga suka novel Tere Liye bun tapi yang ini belum baca. Masuk bucket list dulu menjelang gajian :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun novel ini kurang muncul di permukaan karena kbnyakan yang muncul itu banyaknya novel2 best sellernya aja. Padahal novelnya yang lain ga kalah bagus 😃

        Delete
    10. Pertama kali baca karyany tere loiye th 2012 y ini
      Walau ceritany mirip film big fish tapi bagus y mb
      Mengingatkan saya pada ayah saya yang juga suka cerita
      Gak semua laki2 bisa seperti itu 😀

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener Bun. Biasanya para ayah suka males ya bercerita ke anaknya

        Delete
    11. Aku udah menyelesaikan novel ini sekitar 2 tahun lalu. baca lagi reviewnya mbak jadi inget alur ceritanya dan ujung2nya sedih, mau nangis lagi.
      Tere Liye memang hemat, bisa mengemas banyak pesan moral melalui tulisan2nya :)

      makasih buat sharingnya ya mbak.

      ReplyDelete
    12. Nah ini nih salah satu jenis novel yang bermanfaat, karena selalu terkandung pesan mendalam di setiap tulisannya. Meskipun saya bukan penyuka novel, tapi cuma baca dari sinopsisnya aja udah keren. Mantap. Makasih udah berbagi. BTW kalo ada waktu, boleh mampir dan berkunjung dan ninggalin komennya di artikel judulnya QLAPA, GUDANGNYA PRODUK HANDMADE LOKAL UNIK DAN KREATIF. Makasih sebelumnya dan sukses terus

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES