• Sunday, April 8, 2018

    Tidak Semua Pukulan Harus Dibalas dengan Pukulan

    tidak semua pukulan harus dibalas dengan pukulan
    Erysha...oh Erysha
    Erysha (2 tahun 1 bulan) itu anak yang kalem dan pendiam jika berada di luar rumah. Walau pendiam, tapi diam-diam dia suka mengamati. Baik itu mengamati orang lain maupun lingkungan di sekitarnya. Tetapi, jika sudah bermain dengan teman-temannya. Erysha termasuk anak yang bersahabat dengan semua anak.

    Karena sifatnya yang kalem itu, membuat Erysha suka menjadi sasaran pukulan temannya. Bukannya saya tidak mengawasi, tetapi namanya anak-anak suka aja kecolongan apalagi anaknya masih kecil. Dan jika dipukul, Erysha tidak pernah benar-benar ingin membalas untuk memukul kembali.

    Mengapa tidak semua pukulan harus dibalas dengan pukulan?


    Saya dan ayahnya memang tidak pernah mengajarkan Erysha untuk membalas memukul kembali. Karena

    1. Usia Erysha yang masih sangat kecil sekali, sehingga usia segitu anak belum mampu berpikir untuk mengukur kekuatannya sendiri maupun kekuatan lawannya. Jadi, bisa menyebabkan anak orang lain celaka atau malah Erysha yang akan sangat celaka karena mendapatkan balasan pukulan yang lebih parah lagi

    2. Anak sekecil itu jika diajarkan untuk memukul agar bisa membalas, maka kecenderungan anak akan suka memukul juga atau memukul orang lain nantinya. Karena dia belum paham kapan waktunya dia harus memukul dan kapan waktunya tidak boleh memukul. Selain itu, anak usia tersebut belum bisa juga mengontrol kekuatannya sendiri.

    3. Dan khawatir Erysha menganggap memukul itu diperbolehkan dan akan berdampak kalau marah cenderung akan menggunakan pukulan lagi pada siapa pun termasuk pada orang lain. Karena anak usia dini belum mampu mengendalikan emosinya dengan baik

    4. Dan tidak semua pukulan harus dibalas langsung dengan pukulan lagi sebagai cara utama untuk melindungi diri sendiri. Kita bisa mengajarkan anak untuk berkata sakit atau tidak pada lawannya saat ia dipukul, meminta anak untuk menjauh dahulu dari anak yang suka memukulnya, dan melaporkan pada kita atau orangtua anak tersebut. Semua disesuaikan dengan usia, sikon, dan aspek tumbuh kembang anaknya.

    Setiap orang memiliki gaya parenting yang berbeda-beda. Disesuaikan dengan karakter dan sikon anak. Begitulah cara kami kepada Erysha.

    Bahkan Erysha itu pernah mau mengulurkan tangannya untuk meminta maaf pada anak yang telah memukulnya karena anak tersebut menangis diingatkan oleh ibunya untuk tidak memukul.

    Saya pun berkata pada Erysha "Dede, nggak perlu minta maaf. Soalnya dede nggak salah, kok". Ya Allah segitunya Erysha. Dan hari ini Erysha kembali kena pukul lagi oleh Sisil (Bukan nama sebenarnya). Lalu, sebelum tidur siang Erysha berkata pada saya "Bunda, dede nggak boleh pukul Sisil? Nanti Sisilnya sakit ya, Bun". Darimana Erysha bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Padahal saya tidak pernah berkata seperti itu pada Erysha tentang anak itu

    Ya Allah hati saya entah harus senang atau entah harus sedih ya sampai mata ini berkaca-kaca. Senang melihat perasaan dan sifat Erysha yang begitu halus. Tatapi sedih juga, karena dunia ini tak sehalus hatinya. Semoga Allah melindungi dan menjaga hatimu Nak, dari kekejaman dunia yang sebenarnya kelak. Karena Ayah dan Bunda tidak akan selalu bisa membersamai dan melindungimu

    Ayah dan Bunda sayang Dede. Doa kami selalu untukmu. Jadilah anak yang sholeha dan baik ditengah ketidak baikkan dunia ini. Jadilah pembawa kebaikan untuk siapapun ߘᅠdan Bunda berjanji pada diri Bunda sendiri, bahwa Bunda akan mendidikmu seperti itu. Love You ߘハ

    Tangerang Selatan, 5 April 2018

    Baca juga: 4 Hal Penting Ini Perlu Diketahui Orang Tua dan Guru dalam Mengatasi Bullying

    Baca juga: Bunda, Yuk Stop Rantai Bullying dengan Mendongeng!

    Baca juga: 6 Cara Mengajarkan Anak Mempertahankan Diri Dari Bully

    16 comments:

    1. Emm...setiap orang tua memang punya style masing2 ya bun. Kalau saya sih kurang sependapat.

      Saya malah ngajarinnya anak saya boleh mukul selama dia dipukul duluan.

      Karena dia cowok, kalau diem aja pas ada yang mukul, tar jadi sansak bisa-bisa dia.

      Tapi ya sekali lagi, kita semua punya pilihan masing2 ya bun dalam mendidik anak 😊

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya pak. Saya juga pengen nanti ngajarin Erysha untuk membalas kalau udah terpaksa. Tapi sekarang belum waktunya karena Eryshanya belum mengerti karena masih kecil banget dan anak yang mukulnya juga masih kecil. Jadi belum mengerti juga. Hihihi. Mksh ya pak pendapatnya. Oh iya kalau bpk ingin tahu pendapatnya langsung dari psikolog, bisa baca tulisan saya yang 6 cara mempertahankan diri dadi bully. Kyaknya itu cocok buat semua umur πŸ˜ƒ

        Delete
    2. Itu anak baik banget ya, udah ngerti. memang sih kalau soal pemahaman harus diberikan oleh orang tua agar si anak tidak berbuat seenaknya karena memang belum mengerti.

      ReplyDelete
    3. Dulu raya sering diserang & digigit sama anak2 lain di daycare lama.. aku sedih & kesel, trus aku ngasih tau raya kalau disakitin orang lain boleh ngadu sama missnya or bilang jangan berbuat yg kayak gitu... Karena udah pernah 3x kejadian & ngga dianggep serius sama pihak daycare, akhirnya aku pindah daripada raya yg jadi korban. Alhamdulillah di tempat baru sekarang Raya lbh hepi & ngga ada kasus2 disakitin sama anak2 lain.. semangat ya Erysha sayang yg berhati lembut :*

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Bun karakternya Erysha itu kalem, sensitif dan penyayang. Jadi kalau ada yang nyakitin dia brusaha ga bls. Apalagi klo yg nyakitinnya masih kecil juga. Kasian klo kena pukul Erysha

        Delete
    4. Dede Erysha hatinya kayak malaikat yak

      ReplyDelete
      Replies
      1. Allhamdulillah Mas. Cuma pada umumnya karakter2 seperti Erysha ini suka jadi korban bully dikemudian hari. Tugas saya yang menguatkannya dari dalam, menstimulus kekurangannya dan kalau sudah agak gede dan mengerti, ingin saya ajarkan untuk mempertahankan diri dari bully. Termasuk ilmu bela diri

        Delete
    5. aku juga selalu nyuruh anak2 lebih baik menghindar , karena takutnya kalau balas , anak itu akan balas lagi lebih keras

      ReplyDelete
      Replies
      1. Nah bener Bun. Saya juga khawatir Erysha akan lebih celaka nantinya kalau dia membalas. Karena karakter Erysha yang memang kalem

        Delete
    6. Duh, Erysha si anak baik. Kalau saya ketika mukhlas dipukul temannya, saya berusaha ngasih pengertian ke anak yang mukul dengan bilang "main sama-sama ya, nggak boleh pukul. sakit".

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Bun aduh suka kecolongan saya. Dan yang mukulnya juga msih anak kecil banget. Jadi saya ngasih pengertian ke dua anak kecil. Anak itu n Erysha hihihi

        Delete
    7. Sama mba, akupun ga mau ngajarin anakku utk membalas orang yg mungkin menyakiti dia. Jauhin, tp jgn dibalas. Aku slalu bilang gitu. Krn ga pengen anak2 nanti punya sifat suka ngelakuin kekerasan. Walo ttp kuatir juga sih, takut aja di saat aku ga bisa trus2an melihat dia, ada temennya yg mungkin suka membully. Taulah zaman skr banyak bgt anak2 yg begitu :(

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Bun kalau masih kecil kita bisa memaklumi ya. Karena namanya anak-anak jadi belum bisa mengendalikan kekuatan atau emosinya. Tapi nanti kalau erysha udah gede dan ngerti. Saya ingin memasukkannya bela diri sebagai perlindungan dia nanti.

        Delete
    8. Subhanalloh anak yang luar biasa, diberi kemampuan mengendalikan amarah oleh Tuhan Yang Maha Esa

      ReplyDelete
      Replies
      1. Mungkin karena dia berusaha untuk tidak menyakiti pak πŸ˜ƒ

        Delete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES