• Wednesday, June 20, 2018

    Cara Menyapih dengan Al Quran

    cara menyapih dengan al quran
    Pixabay


    Cara Menyapih dengan Al Quran


    Menyapih dengan Al-Quran 
    Oleh: Yussi Nurkhalisa Azmi

    Saya mencoba berbagi pengalaman dalam menyapih Hamas ya Bun. Barangkali ada yg sedang mencari referensi tetang menyapih 😊

    Jauh hari sebelum menyapih, saya mencoba mencari banyak referensi tentang metode menyapih. Baca-baca, ikut kulwap, sharing-sharing dengan banyak orang dan masya Allah banyak ya yang ternyata 😅 dari metode "oles-oles", metode weaning with love, sampe ada juga yang minta dijampi-jampi orang pinter.

    Akhirnya saya memilih metode yang disarankan oleh Sarra Risman (bisa dibaca di komen-komen beliau di postingan ini
    https://m.facebook.com/groups/1657787804476058?view=permalink&id=1773593212895516 ) dipadukan dengan metode menyapih dengan Al Quran (dalil)

    Pada intinya Sarra Risman menyampaikan bahwa apa yang dijelaskan dalam Al Quran dengan tegas jumlahnya. Maka, tak ada tawar menawar lagi didalamnya.

    Puasa Ramadhan sebulan penuh ya jangan lebih. Pun Al Quran menjelaskan agar para ibu menyusui anaknya 2 tahun (atau kurang), maka sebaiknya 2 tahun. Kemudian beliau menjelaskan dengan singkat cara menyapih:
    Sounding H-7 hari, hitung mundur setiap hari nya bersama anak, di hari H, konsisten tidak di kasih, kecuali sedang sakit. Sangat wajar bila anak menangis.

    Saya pribadi melakukan sounding pada Hamas jauh-jauh hari, berbulan-bulan sebelum disapih, tapi melakukan hitung mundur bersama dia H-7, sesuai saran Bu Sarra. Selama H-7 itu Hamas diajak mendengarkan Al Quran QS. Al Baqarah:233. Saat dia menyusui, yang membacakan abinya. Diulang-ulang. Saya katakan padanya

     "Hamas, kalau udah ulang tahun udah nggak mimi lagi, minumnya digelas ya, kata Allah Hamas miminya sampe 2 tahun aja, ummi sayang Hamas, tapi hamas udah gede, mimi itu buat dede bayi ya sayang.."

    Untuk usia Hamas saya rasa dia bingung kapan waktunya dia berusia 2 tahun, tapi dia tau moment ulang tahun karena banyak sepupu hamas yang merayakannya. Dan dia cukup tertarik dengan perayaan seperti itu. Maka, saya pun mencari hukum merayakan ulang tahun, dari sekian banyak hukum yang mengharamkan, ada salah satu referensi yang menyatakan boleh bila niatnya sebagai penanda saja.

    Referensi yang saya baca saat itu tentang tanya jawab hukum merayakan ulang tahun usia 7 tahun, untuk menandakan anak setelah ini sudah dibebani hukum kewajiban shalat. Saya pikir ini kasus serupa. Maka saya pun membeli kue tar, beberapa kado dan mengundang akung dan uti Hamas untuk sekedar makan-makan dirumah. Hamas terlihat senang dan yang terpenting dia tau, dia ulang tahun dan saat itu dia sudah tidak boleh lagi mimi (ASI).

    Baca juga: ASI BUNDA SEDIKIT? LAKUKAN 7 CARA INI UNTUK MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI

    Setiap dia meminta mimi, saya ingatkan "eh Hamas kan udah ulang tahun sayang, udah ga mimi lagi kan? Miminya kan di gelas ya? Maafkan ummi ya sayang" dia mulai paham. Keterlibatan orang sekitar juga sangat membantu, saat Hamas ingin mimi, abinya mencoba menawarkan main bersama, baca buku, dsb. Yang jelas jangan sampai anak dan ibu dipisah ya Bun, menurut Sarra Risman kasihan anaknya, sudah kehilangan "mimi"nya, juga harus kehilangan ibunya.

    menyusui
    Pixabay

    Tantangan terberat hari pertama adalah saat malam dia ingin tidur. Karena belum terbiasa tidur tanpa mimi, dia nangis kejer, saya hanya mengulang kata-kata tadi, meminta maaf (karena dia pasti ada rasa kecewa), memeluknya, mengelus-elus punggung atas (konon ini bisa mengurangi emosi), dan menawarkannya minum air putih atau susu (karena ini bisa membantu tidur lebih pulas).

    Akhirnya dia pun memilih minum air putih, saya bacakan surat-surat pendek, Alhamdulillah akhirnya bisa tidur juga. Ditengah malam, Hamas pun masih sering bangun minta mimi, nangis dan cara tersebut cukup ampuh. Alhamdulillah.

    Dalam beberapa hari masih wajar ya Bun, bila anak masih nangis dan merengek minta mimi. Tapi saya perhatikan tangisan Hamas nggak selama hari pertama, nangis bentar kemudian memilih minum digelas. Kadang Hamas juga keceplosan kalau habis lari-lari dia peluk saya bilang "mimi" terus saya ingatkan "eh Hamas lupa ya?" terus dia mesem-mesem dan akhirnya cuma memeluk saya saja.

    Hari ke-3 Hamas tidur tanpa nangis minta mimi, dia hanya bilang "ummi, ngantuk" lalu saya pangku, saya tapping (puk puk) pahanya, alhamdulillah dia dengan mudahnya tidur. Pasca penyapihan, anak jadi banyak makan jadi persiapkan banyak alternatif makanan tambahan ya bu. 😊

    Tantangan saya selanjutnya adalah ASI saya saat menyapih masih sangat banyak, otomatis rasanya sangat sakit saat lama tidak keluar, ngebagel. Lalu saya WA dokter anak Hamas, dr. Frecil, qodarullah beliau juga spesialis laktasi. Beliau bilang tak apa-apa diperah tapi jangan sampai kosong supaya tidak merangsang produksi ASI. Dan alhamdulillah sekarang membaik.

    Rasanya lega, 1 kewajiban alhamdulillah tertunaikan, saya rasa kunci penyapihan ini adalah ikhlas (karena banyak ibu yang belum rela masa meng-ASI-hinya berakhir), SABAR, konsisten dan yang terpenting adalah: libatkan Allah dalam prosesnya. Sampaikan disepertiga malam dan disetiap doa setelah shalat harapan ibu agar Allah mudahkan prosesnya.

    Baca juga: 40 PERTANYAAN UMUM YANG BANYAK DITANYAKAN PARA BUNDA SEPUTAR ASI #PART 1

    Bila kesabaran hampir habis saat anak rewel, berulang-ulang ucapkan yasir wala tu'asir (Ya Allah mudahkanlah jangan dipersulit) kemudian yakinkan anak bahwa kita tetap sayang sama dia, meskipun sekarang dia sudah tidak mimi lagi.

    Tulisan ini hanya sharing opini saya berdasarkan pengalaman ya Bun. Setiap anak pasti berbeda tipe dan karakternya. Pun setiap orang tua pasti punya kebijakan mengambil metode terbaik untuk anaknya. Selamat menyapih dengan penuh kesabaran ya Bunda 😊

    Baca juga: 7 HAL PENTING INI YANG HARUS BUNDA PERSIAPKAN SEBELUM MENYAPIH ANAK

    ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    Nah, itu dia Bunda cara menyapih dengan Al-Quran. Tetap semua dikembalikan lagi pada Bunda mau pakai metode menyapih yang mana. Yang penting jangan pakai yang oles-oles atau pahit-pahit lagi ya Bun untuk anak kita. Karena memang cara begitu sudah kuno dan tidak disarankan lagi oleh tenaga medis mau pun dilihat dari sudut parentingnya.

    Jika, Bunda ingin menggunakan cara menyapih dengan Al-Quran ini, memang sebaiknya anak disounding dan dikurangi frekuensi menyusunya jauh-jauh hari bahkan beberapa bulan sebelum masuk H-7 nya seperti yang dilakukan Ummi Yussi, agar anak tidak terlalu kaget ketika di sapih. Kan kasian ya Bun kalau anak langsung diberhentikan tiba-tiba hanya dalam waktu seminggu.

    Dan Saya ucapkan terima kasih kepada Ummi Yussi yang sudah berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menyapih dengan Al-Quran ini. Nah, adakah Bunda yang mau berbagi pengalamannya dalam menyapih anak? Sharing yuk di sini 😉


    31 comments:

    1. Sharingnya bermanfaat sekali. Tulisannya juga berdasar alquran, Saya suka bun. Alhamdulillah saat menyapih anak saya, saya dimudahkan. Jadi saaat itu anak 2,5 tahun ikut ayahnya saya diluar kota. Jadi 2 minggu sma ayahnya tanpa ngaASI Jadi Yang repot, ngehandel, anak nangis malem itu bapaknya, tidurnyapun sma bapaknya. Pass saya datang alhamdulilah tidur tanpa ASi meskipun dia inget dan minta Tapi pas nempel sudah aku kasih kayu putih Jadi gak Mau hehe...
      Tapi dari cerita diatas saya sendiri blm sanggup Kalo harus ngelepas pelan2, momy yg sudah berhasil nyapih heat loh, Krn emang gak mudah. Malah tetangga saya sampai 4 tahun nyusu ASI.hebat para bunda yg sang berjuang menyapih

      ReplyDelete
      Replies
      1. Allhamdulillah Bunda klo tulisan ini bsa brmnfaat 😍

        Delete
    2. Ilmu insya Allah bermanfaat untuk calon istri anak-anaknya saya, karena sampae sekarang saya masih jomblo.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah klo gitu saya doakan smga segera dprtmukan dg jodohnya ya 🙏

        Delete
    3. Saya belum punya anak, menikah juga belum. tapi cara mbaknya menulis membuat saya menyimak dengan smgt. Selembut itu ya menyapih anak, banyak teman2 yg cerita, sampe segala pisah dulu sm anak dll. Ternyata ada cara lain. makasih mbak sharingnya

      ReplyDelete
    4. Wah bagus tulisannya . Telat saya bacanya. Kalau dulu saya sapih si Sulung di usia 3 tahun karena gak tega aja. Dan menyapihnya saat itu dikasih minyak - minyakan. Nanti deh kalau punya anak ke - 3 dan ASI pengen coba metode Menyapih Dengan Al-Qur'an.

      ReplyDelete
    5. Sama mba, aku juga pake metodenya sarra risman. Jadi sounding dulu sebelum dia 2 tahun, hitung mundur pas ultah ke 2, dan kado ultahnya adalah stop menyusui. Alhamdulillah lancar semua karena dimudahkan Allah.

      ReplyDelete
    6. Ngebagel itu bahasa apa toh mbak? Eh iya artinya apa, Hehehe..
      Dapat wawasan baru nih daku tentang menyapih anak. Jadi pas nanti menikah dan memiliki anak, nggak kagok lagi.

      ReplyDelete
    7. Saya juga menyapih si bungsu pas di ulang tahunnya yang ke-2, alhamdulillah tidak terlalu rewel. Karena satu bulan sebelumnya sudah mulai saya biasakan minum susu pakai gelas. Juga sounding bahwa dia sudah mau 2 thn, sudah besar dan harus mulai minum susu pakai gelas..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah selamat ya Bun sudah mlwati fase menyapihnya 😃

        Delete
    8. Subhanallah, ini harus saya terapkan suatu saat jika punya anak. Bagaimna nilai islami dalam Alquran menyentuh setiap kehidupan dengan begitu detailnya. Saya suka doa meminta Allah memberi kemudahan yang bunda tulis di artikel "Allahuma yaasir wala tuasir" ini doa yang sering saya ucapkan juga.

      ReplyDelete
      Replies
      1. MasyAllah ya Bun Al - Quran tlah mengatur semuanya 😃

        Delete
    9. Waaah.. metodenya baguus. Saya kmrn menyapih pakai metode travelling. Pas kebetulan saya umroh. Cuma yaa yg menghadapi dramanya mama ayu, yang mengasuh anak saya. Tapi saya juga kebagian begadang malemnya. Nggak papa deh. Yg penting anak lepas susu.

      ReplyDelete
    10. Saya masih lama menyapih baby tapi tertarik baca ini, karena metodenya bisa saya tiru jika waktu menyapih tiba. Terima kasih mba.

      ReplyDelete
    11. Masyaallah metodenya lembut sekali ya melibatkan Allah di dalamny. Saya masih 1 tahun lagi berjuang mengASIhi dan tiba waktunya menyapih nanti saya bisa ikuti metode ini. Terima kasih bunda Erysha.

      ReplyDelete
    12. Alhamdulillah dulu dua anak bisa WWL. Saya emang agak kurang sreg kalau ada anak usia lbh dr 2thaun, misla 3 tahun bahkan 5 tahuin msh nenen (apalagi anak laki2), tapi emang ada sih...
      Ini sarannya menarik mbak, emang persiapannya gk cuma buat anak ya, buat ibunya jg, soalnya emang kalau udah menyapih raanya melow gtu hehe

      ReplyDelete
    13. Metode yang wajib diterapkan nih mbak, sebab berdasarkan Al-Quran. Ya meskipun sya belum punya anak, tapi ini bisa jadi pembelajaran utk saya saat punya anak nanti

      ReplyDelete
    14. So inspiring. Sebagai Muslim kita memang gak akan pernah bisa lepas dari Al Quran. Segala macam bentuk persoalan kehidupan tertuang ditulis dan diberikan solusi di AlQuran. Komunikasi sangat penting antara Ibu dan anak. Ketika menjelang dewasa hubungan Ibu dan anak bisa menjadi rumit. Tenang saja Disitu nilai nya bahwa surga dibawah telapak kaki Ibu. Ibu adalah tonggak kehidupan keluarga. Thanks for sharing mbak. Alhamdulilah anak ku selesai Asi 2.5 tahun dengan metode komunikasi dan saling pengertian.

      ReplyDelete
    15. Tulisannya bagus mbak. Ini sy juga berjuang nyapih anak saya. Umurnya 2,5 tahun. Emang yang butuh kesabaran banget yg ngadepin anak rewel tengah malem itu ya. Anak yg kedua ini malah lbh susah nyapihnya. Padahal dulu kakaknya begitu umur 2 taun pas lsg berhenti nggak mau sendiri. Yang kedua ini beda. Tfs ya mbak

      ReplyDelete
    16. metode yang baru aja jadi pengetahuan tambahan bagi saya mbak, sangat bermanfaat dan membantu sekali. Karena selama ini meotde yang digunakan ya dioles-oles, atau pakai orang pintar. ternyata jika anak dipahamkan juga bisa ya, wahhh ajaib caranya

      ReplyDelete
    17. Makasih bun btw saya setahun lagi nih mengASIhi baby G heheh

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES