• Wednesday, June 27, 2018

    Bagaimana Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak?

    bagaimana cara menangani kecemburuan antar adik kakak?
    Pixabay

    Hai Bunda! Apa Bunda memiliki anak dua atau lebih? Sukanya bertengkar aja? Atau suka ada rasa cemburu antar adik kakak? Akhirnya membuat kita pusing juga ya Bun, kalau di rumah dipenuhi dengan teriakan, marah-marah, nangis dll karena pertengkaran antar adik kakak ini. Pokoknya mengaduk-aduk emosi ya Bun, hahahah. Nggak apa-apa ya Bun, karena sebenarnya kecemburuan antar adik kakak ini wajar atau kita sebut dengan Sibling Rivalry. 

    Baca juga: CARA MENGENDALIKAN EMOSI IBU PADA ANAK

    Walau wajar, tetapi tetap ya Bun perlu ditangani dengan cara yang tepat. Jika tidak, akan berdampak negatif untuk ke depannya pada psikologis dan hubungan antar adik kakak itu sendiri seperti perasaan iri, dendam, penuh benci, merusak persaudaraan, rasa cemas antar adik kakak dll. Kita nggak mau kan Bun? Lalu, muncul pertanyaan besar kita, bagaimana cara menangani kecemburuan antar adik kakak ini?

    Yes, hari ini saya ingin membagikan beberapa pertanyaan dan diskusi umum mengenai cara menganani kecemburuan antar adik kakak. Dimana, narasumbernya langsung oleh ahlinya yaitu Psikolog Safithrie Sutrisno atau suka dipanggil Emak Fithrie. Kalau begitu, yuk kita tengok profil narasumbernya Bun

    Resume KULWAP Sibling Rivalry

    Pemateri : Safithrie Sutrisno

    Profil Narasumber : 

    psikolog, parenting
    Sumber: Safithrie Sutrisno

    Ibu Safithrie Sutrisno, adalah seorang..
    ❣ Ibu rumah tangga
    ❣ Ibu dari 3 anak perempuan yang sudah dewasa
    ❣ Praktisi
    ❣ Pelatih Parenting termasuk Parenting Class Psychoasimommy
    ❣ Pengamat perilaku anak dan remaja
    ❣ Pengamat masalah anak dan remaja (narkoba, pornography dan kekerasan seksual terhadap anak)
    ❣ Konselor masalah keluarga, anak dan remaja

    Pertanyaan tentang Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak


    anak-anak
    Pixabay

    1⃣ Bunda Irma
    Assalammualaikum
    Saya seorang ibu mempunyai anak sepasang. Anak pertama laki-laki usia 8 th. Adiknya perempuan berusia 6 th.

    Pertanyaannya :     
    a. Bagaimana trik kita Ayah Bunda, membuat dua bersaudara ini mampu akur dalam situasi apapun baik di dalam rumah atau sedang berada di lingkungan luar rumah?

    b. Apakah selisih usia dekat (2 tahun) kakak beradik lebih banyak cemburu kasih sayang daripada beda usianya jauh? Apa kasih sayang ini akan lebih erat saat dewasa nanti?

    c. Kenapa kakak beradik ini, kalau jauh lebih saling rindu daripada sedang dekat? apakah ini wajar atau tidak? kenapa bisa begitu ya Mak? Terimakasih atas jawabannya.
    Wassalam.

    Jawaban

    1⃣ Irma.. 😊
    a.  Tidak ada trik apa pun Mak, yang bisa kita lakukan adalah menangani masalah dengan tepat ketika kakak adik berselisih. Artinya, yang salah tetap salah, yang benar tetap benar, bukan membela salah satu berdasar kan statusnya sebagaik adik, hal ini yang justru bisa membuat perselisihan jadi lebih besar, dan menimbulkan kebencian satu sama lain, serta bisa menghilangkan kasih sayang antar mereka.

    b. Tidak ada hubungan usia dalam kasus seperti ini 😊, ketika perselisihan antar kakak adik disikapi degan tepat oleh orangtua, akan bisa menimbulkan ikatan kasih sayang dan saling menghormati yang lebih besar.

    c. Itu hal yang wajar Mak. Itu karena mereka sadar bahwa mereka bersaudara dan mereka memiliki ikatan yang benar. ✅

    2⃣ Fatimah
    Assalamu'alaikum
    Emak, saya mempunyai 3 orang anak, yang 1 laki-laki dan 2 perempuan. Beda usia 3,3 thn. Si kakak kalau dengan teman-temannya termasuk anak yang suka berbagi, tapi kalau untuk adiknya kesannya agak susah, bahkan kadang kalau ada datang sepupunya yang sebaya, dia senang sekali tidur bersama tapi dengan adiknya tidak suka, dengan alasan adik lasak sekali kalau lagi tidur. Jadi, terkesannya lebih senang bermain dengan teman-temannya yang sebaya atau di atas dia beberapa tahun dibanding dengan adiknya. Apakah ini hal yang normal?

    Jawaban

    2⃣wa'alaykumsalam Mak Fatimah yang baik. Berapa usia kakak no 1 ini Mak..?
    Perilaku kakak adalah wajar, jika dia lebih suka berbagi dengan orang lain (sepupu, teman, tetangga).
    Perilaku terhadap adik, jika kakak, masuk usia praremaja, ini juga wajar ya Mak.

    Yang penting perhatikan ini, jika kita terlalu sering ingin kakak untuk mengalah kepada adik, maka kakak akan semakin 'benci' kepada adik, jika kita selalu 'menyuruh' kakak untuk berbagi dengan adik, maka ini akan bikin kakak tambah pelit kepada adik. Kakak memiliki hak untuk tidak meminjamkan barangnya kepada adik, karena itu hak pribadi setiap manusia.

    Jika kita ingin kakak lebih mudah berbagi dengan adiknya, maka sampaikan dengan baik, berdua saja, tidak di depan adiknya, bisa di sampaikan sebelum tidur, dengan penuh kasih sayang, dan ingat Mak ini bentuknya "permintaan" bukan "perintah" ya Mak

    Kalimatnya begini "Kakak, Bunda akan senang sekali jika Kakak mau pinjemin mainan nya kepada adik" segitu aja ya Mak, lalu tutup dengan pelukan. Jila Kakak belum bersedia, tetap nggak boleh di paksa..., izinkan kakak menyerap hal ini, dan biarkan kakak yg mengambil keputusan, ini akan membantu anak membangun thinking skill nya. ✅

    3⃣ Yulia 
    Asaalmu'alaikum Mak,
    Saya ibu dari satu orang anak perempuan umur 18 bulan, sedang lucu-lucunya. Sudah mulai bisa marah, sudah mengerti barang miliknya, karena dia belum mempunyai adik. Jadi dia sering bermain dengan sepupu atau temannya.

    Anak saya kalau sudah mau sesuatu ya harus dapat, kalau  nggak nangis, ngambek, bahkan dia mainin mainan punya temannya terus. Temannya ingin ikutan bermain, tapi anak saya malah nggak mau berbagi padahal itu mainan temennya, temennya malah nggak mau minjemin lagi. Mau ngga mau saya kembalikan mainan temannya karena temannya udah nangis. Kasian juga ngeliat anak saya nangis karena ibunya mengambil mainan yang dia pegang. Bagaimana caranya ya,  Mak biar dianya mau berbagi bermain bersama?

    Jawaban

    berbagi
    Pixabay

    3⃣ Yulia,
    Luar biasa dengan kata 'barbagi' ini yaa..,
    Mohon maaf Yulia yang baik, dan ini juga untuk teman-teman Emak pembelajar lainnya. Konsep kata ini, tidak bisa dipahami anak hingga usia 6 tahun, tapi bisa diperlihatkan, (role model), jadi kita nggak bisa berharap anak paham makna nya dengan hanya meminta anak meminjamkan barang/mainan miliknya.

    Usia 0 - 4 thn adalah fase egosentris, justru di fase ini anak kita izinkan untuk tidak meminjamkan barang nya, untuk meningkatkan sense of belonging mereka, yang akan membuat anak belajar untuk menghargai barang miliknya.

    Mak, mohon tidak selalu berikan apa yg anak inginkan, ini akan membuat anak tidak menghargai milik orang lain, jika anak menangis karena tidak mendapat apa yang diinginkannya, Emak abaikan yaaa, sampai tangis nya mereda. Ini akan membuat anak belajar, bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi.

    Izin kan anak belajar dari contoh perilaku, karena kata-kata yang panjang lebar, justru tidak dipahami anak. Benar yang Emak lakukan, jika anak merebut mainan teman nya, Emak harus segera ambil dan kembalikan, dan tidak mengganti dengan yang lain, izinkan anak belajar dari hal ini juga, 😊✅

    4⃣ Mitha 
    Saya Mitha, mempunyai 2 orang putra. Berusia 4,5 thn dan 1,5 thn. Si Ade suka tidak mau mengalah jika bermain. Apa yang si Mas pegang, direbut dengan paksa. Saya awalnya minta ke Ade untuk dikembalikan, tentu saja dia menolak, dan saya mencoba memberi pengertian ke si Mas. Tidak hanya mainan, tapi saya juga jadi bahan rebutan. Si Mas nggak bisa bermanja lagi sama saya. Pernah suatu kali si Mas menangis sedih.

    Saya berusaha untuk adil, untuk tegas. Meski akhirnya, saya harus memisahkan si Ade dari saya / area bermain. Salah tidak yaa cara saya? Apakah betul anak balita belum paham konsep berbagi /bermain bersama?

    Jawaban

    4⃣ Mitha, salam kenal yaaa...
    Betul Mak, anak usia di bawah 6 tahun, belum paham konsep berbagi.. 😍
    Yang Emak lakukan sudah benar Emak, dan tetap ya Mak, jika adek yang merebut, Emak harus usahakan adek kembalikan kepada si masnya. Jika adek menangis, abaikan ya Mak, agar adek bisa belajar tentang perilakunya yang tidak bisa diterima (misbehavior).

    Sambil Emak lakukan ini, setelah adik reda tangis nya, Emak kembali ajak adek bermain, tapi tidak dinasehati saat itu juga ya Mak. Emak boleh sampaikan pesan jelang tidur, sampaikan dengan penuh kasih sayang, kalimatnya begini "Adek, Bunda kecewa, kalau Adek ambil mainan Mas, jika mau pinjem, adek bilang dulu ke Mas nya yaaa... ". Segitu saja Mak, setelah berbicara peluk adek. Sampaikan berulang secara berkala, sampai adek memahami hal ini dan mulai melakukannya, jangan bosan ya Mak.  😍✅

    5⃣ Irma
    Assalamualaikum... Emak.  Kenapa posisi anak tunggal itu punya perilaku yang sedikit egois daripada anak yang punya kakak beradik? Hal ini, terlihat pada saat masa awal masuk sekolah paud. Apakah lingkungan orang terdekatnya seperti ayah, bunda, kakak, kakek, dan nenek yang berlebihan bahkan over protektif dan juga efek teknologi handphone, tontonan dll?

    Bagaimana kita sebagai seorang guru yang baik dapat merubah  perilaku yang tidak baik itu menjadi lebih baik? Misalnya mau berbagi,  punya empati pada temannya, suka menolong dll? Karena perilaku ini bila tidak berubah saat remaja berpengaruh  kembali bagi anak itu sendiri. Hal Ini saya alami dengan keponakan saya yang saat Ini sudah masuk kelas 1 SMP mempunyai sifat di atas sehingga, saudara sepupu nya malas bermain dan bicara dengan keponakan saya itu.

    Jawaban

    5⃣ Irma... 😊
    Jika hal itu yang terjadi pada diri si keponakan, hal ini bukan karena si anak adalah anak tunggal, tapi karena perlakuan yang kurang tepat dari lingkungan terdekat nya, orangtua terutama, dan yang bisa memperbaiki nya juga adalah orangtua nya...,

    Kita abaikan dulu tentang tontonan dan lain-lain yang datangnya dari luar, karena yang paling mempengaruhi pembentukan karakter anak adalah orangtua. Jika orangtua memberikan apa yang harus diberikan kepada anak, maka anak tidak akan mudah terpengaruh oleh apapun.

    Jika Irma sebagai tante dan guru, tidak banyak yang bisa dilakukan.
    Paling jauh kita bisa menunjukkan contoh bagaimana yang disebut emphaty itu, bukan dengan nasihat panjang lebar, karena tidak akan di dengar anak, apalagi usia remaja dan dengan kualitas yang Irma sampaikan tersebut. Yang pasti, yang bisa memperbaiki adalah orangtua nya.. 😊 ✅

    🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

    Diskusi Umum Mengenai Cara Menangani Kecemburuan Antar Adik Kakak


    Diskusi parenting
    Pixabay


    Diskusi ke-1

    Eny
    Untuk menangani kesalahan si kakak dan si adik, tentunya sikap kita berbeda kan ya Mak, jadi bagaimana cara nya agar ketika mereka salah bisa kita tangani dengan tepat ? (Si kakak berusia 5 tahun dan si adik 1 tahun)

    Emak Safithrie
    Yang pasti, jangan memarahi salah satu anak di depan anak lain, karena ini akan menjatuhkan harga diri anak. Terlebih lagi kakak, jangan marahi kakak di depan adik, karena kita pun wajib menjaga marwah kakak di depan adik, hingga adik tetap menghormati kakak..

    Eny
    Untuk anak 1 tahun bagaimana penyampaian yang tepat Bun?

    Emak Safithrie
    Salah seperti apa yg dilakukan anak usia satu tahun, misalnya..?

    Eny
    "Mengganggu kakak dan mengambil mainan kakak nya"

    Emak Safithrie
    "Naahh, kalau ini, Eny ambil mainan nya dan kembalikan ke kakak sambil bilang "ini punya kakak.. "
    Jika mengganggu kakak, Eny bisa jauhkan adik dari kakak.. 😊

    Eny
    Berarti diusia ini tidak diberitahu kan tentang emosi ya Mak? Misalnya, ummy ngga suka kalau adik ambil mainan kakak

    Emak Safithrie
    Emosi si anak yang kita pahami, misal, jika anak menangis, Eny bisa bilang, "adek sedih..?  kesel..?  marah..."

    Baca juga: EMPAT TIPS CARA MENGENDALIKAN EMOSI ANAK

    Diskusi ke-2

    Irma
    Maaf.. Kalau terjadi dengan situasi anak tersebut sebagai murid kami. Biasanya terlihat awal masuk sekolah dan oragtuanya juga super protektif. Sudah dilakukan komunikasi dengan Ibu bapaknya, namun tidak ada perubahan pada anak tsb. Itu Bagaimana Mak?

    Emak Safithrie
    Tugas utama sekolah adalah wilayah edukasi kognitif.., tugas yg Irma sebutkan itu tugas orang tua, jika orang tua tidak hendak kerjasama, maka batasannya terapkan peraturan sekolah kepada si anak, jika si anak melanggar salah satu peraturan sekolah, maka si anak wajib dikenakan sanksi.

    Emak paham yg dimaksudkan Irma, karena jika sekolah berhasil memperbaiki si anak, maka sekolah akan meningkat kredibiltas nya, tapi akan sulit sekali jika tidak ada kerja sama dari pihak orangtua.
    Jika pun ingin melakukannya, apakah sekolah memiliki guru dengan kompetensi konseling anak remaja? Jika punya, maka itu tugas wilayah konseling dengan melakukan pendekatan secara personal dengan anak tersebut. 😊😊. Gitu, Irma.. 😍😍

    Baca juga: REVIEW BUKU PANDUAN MEMILIH SEKOLAH UNTUK ANAK ZAMAN NOW

    Fatimah
    Mak kasus yang sering terjadi di rumah kami, si kakak sudah SD kelas 2, sedangkan adik masih Paud, jadi kadang si kakak ada tugas dari sekolah dan harus kita beli perlengkapan yang dibutuhkan si kakak tapi tidak untuk siadik, jadi si adik sering cemburu padahal sudah kami sampaikan kakak kita beliin karena memang dibutuhkan untuk sekolah adik belum, begitu juga dengan uang jajan si kakak sudah kami kasih uang jajan waktu sekolah si adik belum, tapi kita bekali dengan kue setiap pagi, tapi tetap saja si adik merasa tidak disayang. Bagaimana solusinya Mak?"

    Emak Safithrie
    Fathimah yang baik...,
    Yang dilakukan sudah benar, yang penting jangan kepanjangan penyampaiannya, kalimat pendek dan sederhana, yang paling penting lagi, jangan berharap anak langsung paham, izinkan si adik merasa kecewa, atau sedih.

    Sampaikan dengan penuh kasih sayang, dan sekali lagi, izinkan anak menyerap dan mahami nya lebih dulu, sampaikan secara berkala berulang-ulang, tetap dengan penyampaian yang benar dan tepat, lalu tutup dengan pelukan sambil bilang 'bunda sayang sama adik'

    Sekali lagi ya Emak, jika anak belum paham, kasih waktu padanya untuk memahami nya perlahan, ingat, otak anak belum tumbuh sempurna.. 😊

    Fatimah
    Satu lagi Mak, waktu si kakak lagi belajar atau hafalan si adik kadang suka ribut, jadi kadang si kakak ngeluh tidak konsen, makanya sering kami suruh adik main di kamar yang lain, apakah ini ada efek yang tidak bagus untuk kakak dan adik. Terima kasih Mak

    Emak Safithrie
    Boleh saja, sebetulnya yang salah bukan si adik di tempat lain, tapi 'cara penyampaiannya'
    Jika cara penyampaiannya terkesan adik adalah pengganggu, atau ada nada kesal, benci, maka ini yang bisa ber efek tidakk bagus..

    Coba dengan kalimat ini, dan lakukan sebelum kakak mulai belajar ya Mak, "adek.., kan nanti kakak mau hafalan tuh, dan kakak agak sulit menghafal kalo ada suara lain, Bunda akan seneng sekali jika adik belajar di kamar dulu, sampai Kakak selesai menghafal.. bisa ya Dik" lalu peluk adik... 😊

    ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    Nah, begitu Bunda cara kita seharusnya menangani kecemburuan antar adik kakak ini. Lengkap sekali ya Bun penjelasannya. Oh ya, buat Bunda yang membutuhkan konsultasi dengan beliau, ingin home visit ke rumah, dan ingin mengadakan kelas parenting juga (offline). Bisa kontak langsung beliau ya. Saya sudah 2 kali mengikuti kelas parenting beliau. Ilmunya banyak banget sampai saya bingung  tulis yang mana di blog saya hahaha. Ok Bunda, semoga bermanfaat ya  πŸ™.

    Kontak
    Instagram : Roemah Emak

    (081265306909)




    31 comments:

    1. kalo anak2ku sih biasanya kecemburuan masalah mainan

      ReplyDelete
    2. ini bener2 artikel yang layak untuk dijadikan bahan referensi bagi para orang tua dalam menerapkan prinsip adil untuk anak-anak yang sepatutnya sudah dibiasakan sejak dini.. terima kasih infonya Mba Yeni 😊

      ReplyDelete
    3. sangat bermanfaat bun artikelnya, makasih udah dishare :D

      ReplyDelete
    4. Kebetulan aku punya 2 anak laki-laki. Sekarang aku sedang mengalami si abang yang cemburuan sama adiknya. Misalnya aku lebih sering gendong adiknya daripada abangnya. Maka abangnya minta digendong juga. Thanks bunda Sovia atas artikel ini.

      ReplyDelete
    5. Baca artikel ini bermanfaat sekali, karena daku jadi banyak belajar tentang parenting, buat bekal nanti berkeluarga dan punya anak. nggak nyesel bw ke sini 😊. Trims.

      ReplyDelete
    6. Anak saya baru 1, tapi itu juga kalau saya gendong-gendong dan mengandai-andaikan boneka adalah adiknya si kecil dia langsung jealous dan merebut bonekanya. Sepertinya setiap anak memang ada potensi seperti itu yaa...

      ReplyDelete
    7. Terima kasih Mbak, artikelnya bermanfaat banget. Banyak contoh kasus di atas yang juga saya alami. Emang kadang bikin kesel, tapi ya sebagai ortu kita harus terus belajar, ya :)

      ReplyDelete
    8. wahh ini juga yang aku khawatirkan kalo nanti naufal punya adik.. makasii sharenya ya mbak...

      ReplyDelete
    9. Komplit banget Mak. Kadang sibling rivalry ini kalo gak ditangani dengan tepat bisa bikin anak trauma juga

      ReplyDelete
    10. Bermanfaat sekali materi yang dibahasnya, ilmu baru lagi buat aku yang belum punya anak.

      ReplyDelete
    11. Sibling Rivalry, hihihi, saya kalau ingat tema ini jadi ingat pengalaman dengan adik waktu kecil yang suka bikin lieur ibu saya. Untung ayah dan ibu nggak pernah nyuruh saya ngalah saat adik yang buat salah.

      ReplyDelete
    12. nah ini nih.. jarak usia antar anak kurang dari 2tahun, bisa dibilang aku agak kewalahan soal cemburu2an.. bahkan si bayi juga udah ngerti kayak gini, kalau teteh sama abangnya deketin maminya, dia suka marah.. hihihi..

      ReplyDelete
    13. Aku termasuk ibu yang jarak dua anak berdekatan. Kadang si kakk merasa gak adil karena aku lebih berpihak ke adeknya yang masih bayi. Sempat galau. Tapi baca ulasan kakak aku jadi lega.

      ReplyDelete
    14. Wah penting nih untuk bekal ilmu menuju dua anak cukup hehe. Thanks for sharing ya Mba, postingannya sungguh bermanfaat bagi mamak newbie seperti saya.

      ReplyDelete
    15. Hampir tiap hari d rmh si adik dan kaka d rmh ribut, dua2nya ga mau kalah,tp suka saling ganggu.padahal usia beda ampir 4 thn. Thank u mba tips2nya

      ReplyDelete
    16. Gawata jg ya mbak kl kakak beradik saling mencemburui. Tapi ya lumrah aja sih kl menurut saya, krn setiap anak memiliki perwatakan yang berbeda, sehingga kita sebagai orang yang harus pintar2

      ReplyDelete
    17. saat si kecil masi hayi aku sering banget baca artikel dan buku soal tumbuh kembang anak hingga kondisi piskologisnya. tapi pada saat dipraktekan, ya ampun sulit dan banyak banget ujiannya... artikel ini jadi self reminder buat ku..

      ReplyDelete
    18. Sekarang aku udah mulai liat reaksi kakak yg agak benci sama adiknya usia 3 bulan. Sedih sih tapi aku perlahan kasih tahu dia bahwa itu adik. Adik sayang sm kaka. Thks ya mba sharingnya .

      ReplyDelete
    19. SubhanaAlloh bagus banget tulisannya. Anak ku baru 1 ini akan saya jadikan bahan referensi sekaligus pelajaran berharga. Tidak usah anak anak
      Persaudaraan Orang dewasa juga masih terselip kecemburuan sosial yang didomplengi oleh bisikan ipar. Thanks for sharing Ibu. Semoga Ibu sehat selalu.

      ReplyDelete
    20. makasih mba, bacaan yang bermanfaat. buat persiapan kalau nikah dan punya anak. hehe.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES