Skip to main content

4 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri untuk Ibu Rumah Tangga

4 cara meningkatkan rasa percaya diri untuk ibu rumah tangga

Banyak saya temui para ibu rumah tangga yang merasa tidak percaya diri akan dirinya sendiri. Merasa malu dan minder dengan perannya di rumah. Di tambah penghakiman dari dunia luar yang seolah-olah menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang tak bisa dibangga-banggakan dan menganggap bahwa ibu rumah tangga adalah seorang perempuan yang hanya duduk manis di dalam rumah dan tinggal minta uang saja pada suami.

Menjadi ibu rumah tangga itu, terkesan tak bekerja apapun dan tak bisa menghasilkan apapun. Padahal, mereka nggak tahu, bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga itu mengerjakan pekerjaan rumah yang tiada habisnya sambil ditemani teriakan dan tangisan anak saling beriringi

pekerjaan ibu rumah tangga

Jadi, masih mau bilang ibu rumah tangga itu nggak kerja? Menjadi, ibu rumah tangga itu rentan stres. Bagaimana nggak rentan stres kalau tiap hari pekerjaannya begitu terus, tanpa hari libur dan tak bisa cuti dengan jam kerjanya yang nggak jelas.

Terkadang, sampai lupa bagaimana caranya bernafas dengan benar, saking seringnya menahan emosinya menghadapi anak seharian dengan pekerjaan yang tiada habisnya hahaha. Betul ibu-ibuuuuuu? 😂. Rasanya setiap tarikan nafas, nahan kesel itu serasa kerutan di muka kita langsung nambah banyak ya Ibu-ibu? Hahaha 😂.

Baca juga: JANGAN KATAKAN 9 HAL INI PADA IBU RUMAH TANGGA

Makanya jangan aneh, kenapa ibu rumah tangga itu, suka terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya. Wong makan aja sambil ditangisin sama anak wkwkwkwk 😂 dan dunianya cuma sebatas tembok lagi tembok lagi. Paling jauh juga, sehari-hari jalan-jalannya ibu rumah tangga itu cuma sampai ke tukang sayur aja, setelah itu kembali pulang ke rumah dan bertemu dengan tembok lagi yang akhirnya itulah yang membatasi dunianya dengan dunia luar.

Itu semua terkadang membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri ya ibu-ibu menghadapi dunia luar. Di tambah lagi, kesannya ibu rumah tangga itu, senangnya bergosip dan menceritakan keburukan orang, ya. Padahal, tidak semua ibu rumah tangga itu begitu.

Lalu, bagaimana sih caranya agar kita bisa meningkatkan rasa percaya diri kita dengan peran kita sebagai ibu rumah tangga? Yuk, kita belajar bareng-bareng, ya!

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri untuk Ibu Rumah Tangga


perempuan

1. Jadilah ibu pembelajar
Ibu-ibuuuu salah satu mengapa orang suka menganggap sebelah mata pada ibu rumah tangga adalah karena kebanyakan ibu rumah tangga itu malas membaca, malas belajar, nggak berwawasan. Gaulnya cuma di rumah aja atau ama tentangga aja, senangnya bergosip. Akhirnya, ilmunya ya segitu-segitu aja. Tahunya ya cuma sebatas itu-itu aja.

Nah, yuk Ibu-ibu kita patahkan anggapan orang pada ibu rumah tangga yang seperti itu. Bahwa, tidak semua ibu rumah tangga itu malas belajar. Buktikan dengan diri kita yang suka membaca, suka ikut seminar, produktif dari rumah dll. Ibu-ibu, walau kita jadi ibu rumah tangga dan di rumah, tetap jadilah ibu yang cerdas dengan tetap belajar dari rumah.

Ketika kita menjadi ibu yang cerdas, tahu banyak ilmu yang memang sebaiknya kita kuasai sebagai seorang ibu seperti ilmu mendidik anak, ilmu menjadi pasangan yang baik, ilmu bergaul dll. Itu semua akan menambah rasa percaya diri kita. Bahwa walau di rumah, kita tetap berwawasan, tetap tahu ini itu dan yang pasti, terus belajar tidak akan pernah membuat kita tertinggal dari orang lain walau pun kita ada di rumah.

2. Belajar bersyukur
Jadilah ibu yang pandai bersyukur dari rumah karena menjadi ibu yang mensyukuri situasi dan kondisi kita, membuat kita akan selalu merasa bahwa diri kita ini begitu berharga. Dan perasaan berharga inilah yang akan meningkatkan rasa percaya diri kita.

Jadi, ketika kita keluar dari rumah dan bertemu dengan orang penting.  Dalam kacamata kita, beranggapanlah seperti ini

"Saya akan bertemu dengan orang penting. Dia penting, begitu juga dengan saya juga orang penting"

Jadi, akan ada dua orang penting yang sedang bertemu. Untuk itulah selain menjadi ibu yang bersyukur, kita perlu menjadi ibu yang cerdas seperti yang saya tuliskan di poin atas. Karena kita memiliki ilmu yang bisa membuat diri kita begitu bernilai sehingga tak akan ada satu orang pun meremehkan kita.

Tetapi, kalau kita nggak punya ilmu dan nggak mau belajar ditambah jadi ibu yang nggak bersyukur, lalu dimanakah nilai kita sebagai seorang manusia yang layak diperhitungkan oleh Tuhan dan orang lain? Jangan harap kita bisa bernilai penting di mataNya dan orang lain, jika kita pun tak memiliki sesuatu yang bisa menjadi kualitas diri kita

3. Merubah pikiran negatif menjadi positif
Banyak para ibu rumah tangga yang merasa tidak lagi percaya diri karena merasa diri mereka tak lagi produktif. Padahal ingin sekali saya berkata

"Setiap orang, punya produktif yang berbeda-beda. Ketika kita belajar lebih baik dengan peran yang kita lakukan sekarang. Itu juga sebuah produktif kok 😘. Produktif itu, tidak selalu dan tidak melulu tentang sebuah karya atau sesuatu yang tampak langsung oleh mata. Tetapi, produktif itu ketika kita bisa menjalankan peran kita dengan versi terbaik yang kita punya"

Jadi, kalau kita berperan menjadi seorang istri. Jadilah istri yang lebih baik. Jika kita berperan menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang terus belajar lebih baik, begitu juga dengan peran kita sebagai hamba Allah dan peran-peran kita yang lainnya. So, semangattt Ibu-ibuuuu dengan peran yang kita jalani sekarang. Karena setiap orang punya produktifnya masing-masing dengan cara mereka masing-masing

Baca juga: PRODUKTIF DARI RUMAH? KENAPA ENGGAK?

4. Mempercantik diri

mempercantik diri

Ibu-ibuuuu siapa yang pernah merasa malu ketika melihat ibu yang bekerja di luar sana begitu cantik dan wangi. Sedangkan kita apa dong, nginem terus di rumah. Boro-boro mau wangi, yang ada juga badan kita bau ASI anaklah, bau ompollah, bau tumpahan makanan anaklah dan ujung-ujungnya bau bawang. Bener nggak Ibu-ibu? Hahaha. Tenang ibu-ibu? Engkau tidaklah sendiri. Banyak para ibu rumah tangga yang pernah merasakan seperti itu. Itu wajar dan itu semua bikin kita nggak percaya diri kan ya?

Nah, walau di rumah. Yuk ibu-ibu kita mempercantik diri kita. Cantik itu nggak selalu dandan menor kok. Cukup mandi, pakai pelembab dan lipgloss juga bisa dikatakan cantik, kok. Karena bagaimana pun, perempuan itu senang sekali dengan kecantikan.

Jangan lupa, kalau keluar juga perlu cantik ya Ibu-ibu. Cantik di sini seperti berpenampilan rapi. Nah, karena kita seorang istri, tanyakanlah pada suami cantik di mata dia itu yang bagaimana? Karena kecantikan seorang perempuan itu teruntuk suaminya, selain itu cantik untuk diri kita sendiri. Setiap orang punya versi kecantikan yang beda-beda ya, Ibu-ibu.

Cantiknya seorang istri sekaligus perempuan muslimah itu pastinya tidak berdandan berlebihan dan menutup aurat, ya Ibu-ibu. Ngomongin soal aurat ya, saya itu terkadang suka kesel kalau keluar rumah pasti dikomentarin pak suami "Bunda, itu rambutnya masih keliatan. Bunda, itu lengan bajunya kurang panjang bla...bla...dan bla".

Ya ampunnn kan kesel juga. Tapi, setiap abis ngomong gitu pak suami suka mendekati merapihkan jilbab saya dan pergelangan baju saya sambil bilang gini "Bunda, Bunda itu istri Ayah, jadi aurat Bunda adalah tanggung jawab Ayah" sambil senyum

Ya Allahhhhh pas pak suami bilang begitu, saya langsung meleleh, Ibu-ibuuuuu. Soalnya yang dia bilang itu semuanya bener hahaha. Pokoknya romantisnya drama korea mah lewat lah, ya wkwkwk 😂.

Tapi, sekarang pak suami nggak terlalu khawatir lagi kalau saya keluar rumah, soalnya sudah ada minset dan inner cantik dan lucu dari Indblack ini, nih.

manset dan inner dari indblack

manset dan inner untuk wanita muslimah


Jadi, nggak usah takut lagi deh kalau lengan baju saya terangkat ke atas atau ada rambut yang nggak tertutupi. Bahannya enak ya dingin dan halus. Dan yang paling saya suka adalah warna hitamnya. Kenapa? Karena saya orangnya jorok. Jadi, kalau warnanya hitam terus kotor, kan jadi nggak keliatan hahaha

kecantikan wanita muslimah
Ijinkan saya narsis ya Ibu-ibu dan tolong abaikan wajah bulatnya 

manset untuk menutup aurat

Bagaimana Ibu-ibu cantik, bukan? Untuk Ibu-ibu yang ingin cantik syar'i dan menjaga auratnya untuk Allah dan suami tercintanya, boleh cus langsung aja ke Indblack, ya. Oh iya, kampanye dan donasi produk Indblack ini, untuk membantu jaringan perempuan yang membutuhkan bantuan dalam pembebasan utang dan modal usaha.

Baca juga: INI DIA ALASAN MENGAPA IBU RUMAH TANGGA HARUS TETAP PUNYA PERAN DI MASYARAKAT

Nah, itu dia ya Ibu-ibu 4 cara meningkatkan rasa percaya diri kita sebagai ibu rumah tangga. Dan kita harus berusaha untuk itu. Mengapa? Karena anak-anak kita lebih membutuhkan ibu yang bahagia daripada ibu yang merasa tidak percaya diri dengan peran mereka di rumah. So, jadilah diri sendiri dan ibu yang percaya diri apapun peran kita.

Comments

  1. Iya sih, aku juga pernah ngerasa inferior gitu sama ibu2 yang bekerja di luar rumah. Tapi yawislah, ini sudah risiko dengan pilihanku. Solusinya tepat banget, Bund. Intinya jadi IRT itu juga harus pinter, aktif dan cantik hehehe

    ReplyDelete
  2. Lebih berat jadi IRT bermartabat ketimbang ibu bekerja yag pandai memasak huahahaha. Pisss! Bukan ingin mendiskreditkan siapa-siapa, ini murni karena saya pernah jadi workinb mom, dan sekaranb jd full IRT. Pokokna mah maju terus buebuuu...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sama mba. Aku juga ngerasa sjak jd IRT lbh capek drpda dulu waktu aku masih ngajar

      Delete
  3. Jadi Ibu pemebelajar...setuju bangets. Kalau enggak belajar bakal ketinggalan dan tak berwawasan. Maka ketika mendidik anak pun bisa tak sesuai jaman...sayang kan?

    ReplyDelete
  4. Aku itu aslinya males dandan. Apalagi suami jarang di rumah. Tapi suka iri melihat ibu bekerja yang tampil fresh, cantik dan wangi. Ah, cantik secara fisik aja nggak cukup, ibu kudu jadi pembelajar sejati.

    ReplyDelete
  5. Wah, tulisannya menghibur, memotivasi dan menambah wawasan banget buatku, hihihi. Emang kadang rasa tidak percaya diri itu hadir kala melihat ibu-ibu di luar sana yang terlihat cantik, cerdas, dkk :D
    TFS ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  6. Aheemm... Cantik banget si teteh pakai produk ind Black. Heuheu... saya juga gak bisa lepas dari handshocknya. Keren banget

    ReplyDelete
  7. Senang kalau lihat teman2 IRT full yabg semangat begini.Apalagi kalau sahm dan wm biaa terus sinergi gak saling "perang" haha....btw cuco banget Mbak pakai putsing dan handsocknya. Keceee

    ReplyDelete
  8. Jadi ingat dulu aku pengen banget jadi ibu rumah tangga. Eh sekarang baru tahu kalau tekanan jadi irt itu besar banget. Salut banget buat teman-teman yang memilih jadi ibu rumah tangga

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…