• Thursday, November 22, 2018

    Bekerja di Rumah Tanpa ART. Yes or No?

    bekerja di rumah tanpa ART. yes or no?
    Pixabay

    Catatan: Baca tulisan ini harus sampai selesai biar nggak BAPER

         Ibu-ibuuuuu siapa di rumah kalau lagi nggak waras langsung berkhayal dan bilang ama diri sendiri "Coba ya punya ART, pasti enak ya ada yang bantuin". Siapa yang suka begitu? Akuuuuuu hahaha. Nggak munalah ya *hayati lelah bangggggg 😂. Tapi itu dulu sih, waktu awal-awal baru menjadi seorang ibu.

         Ternyata oh ternyata ya. Menjadi ibu itu nggak mudah Cinnnnnnn. Nggak kayak di buku-buku teori parenting itu tuh yang selama ini aku baca. Nggak kayak membalikkan telapak tangan langsung anak mau nurut ama kita. Tetapi butuh perjuangan ibu-ibuuuuu. Setujuuuuuu?

         Kenapa? Karena anak itu nggak kayak iklan-iklan di TV yang selalu ngasih senyum manisnya ama kita. Apalagi itu, ya iklan senyum manis anak sehabis makan makanannya sampai habis. Manissssss banget boooo. Tapi, apakah kenyataannya begitu? Nggakkkkkkkkkk hiks...hiks *ambil tisu galon.

         Kenyataannya gimana? Realitanya adalah kitalah yang harus ngejar-ngejar anak biar mau makan, kitalah yang harus sibuk ngebujuk dan ngerayu dia biar mau makan dan nyatanya ngasih anak makan itu aja udah penuh drama cinnnn. Iya, kan? Apalagi kalau lagi ngajarin anak makan sendiri. Ya ampunnnn itu ya, emaknya sampai berjam-jam nungguin dia makan tetap aja nggak habis-habis itu makanan *mendadak darah tinggi

         Ya Allah rasanya itu kerutanku ya, langsung muncul dimana-manaaaa ibu-ibuuu *skin care oh skin care, engkau dimanaaaaa?. Tapi, aku juga mikir sih "masa anak baru satu udah minta ART sih? belaguuu bangeh sih aku" wkwkw 😂. Eh tapi jangan salah ibu-ibu. Setiap orang itu punya sikon keluarga yang berbeda-beda. Jadi, kita nggak bisa nyamain sikon keluarga orang lain dengan sikon kita.

    Pixabay

         So, kalau ada orang baru punya anak satu tapi udah punya asisten rumah tangga. Kita nggak punya hak untuk komenin hidup orang lain. Kenapa? karena ukuran sepatu kita beda dengan orang lain. Kita nggak bisa kan maksain orang lain sama dengan kita ukuran sepatunya begitu juga sebaliknya. Jadi no nyinyirlah, ya.

         Orang yang bahagia itu nggak akan nyibukkin dirinya dengan ngurusin hidup orang lain. Karena dia udah terlanjur sibuk dengan kebahagiannya sendiri *eaaaa. Jadi, kalau ada yang nyinyir. Pertanda hidupnya itu nggak bahagia. kasian, kan?

         Makanya kalau aku baca komen-komen negatif netizen di medsos yang sadis booo *sesadisnya afgan. Itu rasanya bikin miris. Ya Allah betapa banyak orang-orang yang hidupnya nggak bahagia sampai mereka sibuk mengomentari kehidupan orang lain *ceritanya lagi ngingetin diri sendiri.


    Bekerja di Rumah Tanpa ART. Yes or No?


    tantangan ibu rumah tangga  tanpa ART (asisten rumah tangga)
    Pixabay

         Nah, balik lagi ya ibu-ibu soal ART ini. Jujur, aku pribady kalau kita mampu menyewa ART, kitanya nyaman dengan adanya ART di rumah kita dan suami ridha. Kenapa nggak untuk punya ART? Biar kita seorang ibu itu bisa fokus ngurus anak-anak kita dan ngurus suami. Biarlah pekerjaan rumah bisa kita delegasikan ke ART. Selain itu kita bisa berbagi rezeki dengan orang lain.

         Kenapa? Karena ibu-ibu itu butuh waras cinnnn. Nggak bisa kita pungkiri sebagai ibu itu ada sisi lelahnya dan ketika sudah kelelahan gitu, bikin kita jadi mudah emosi pada anak, jadi kurang sabar dalam mendidik mereka. Betul apa betolllll ibu-ibu hahahaha *Cuma emak yang tahu rasanya

    Pixabay

         Selain itu, ibu itu perluuuu banget memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Terkadang seorang ibu itu begitu sibuk memberi. Hingga ia lupa kembali untuk mengisi. Untuk itu sediakanlah waktu untuk dirimu sendiri wahai Ibu. Agar Engkau bisa mengisinya dengan kebahagiaan untuk Engkau bagikan di hari esok pada orang-orang terdekatmu *Tsahhhhh kibas jilbab

         Tapi sayangnya, hidup itu tidak selalu seperti yang kita inginkan ya ibu-ibu. Yah, contohnya aku pengen punya asisten rumah tangga tapi nggak bisa soalnya inget cicilan rumah yang belum lunas ama sekolah adik-adik wkwkwkwk *pening pala baby.

         Sebenarnya aku butuh ART karena aku tipe ibu yang idealis. Bukannya sok idealis ya, aku cuma pengen ngasih yang terbaik aja untuk anakku. Mau tahu contoh keidealissanku? *Ini bukan pamer ya, ibu-ibu tapi tentang perjuanganku

    Idealis pertamaku yaitu aku ngasih ASI ke Erysha full 2 tahun penuh tanpa di bantu susu formula. Kecuali waktu mau menyapih Erysha. Ibu-ibu bisa baca di sini, ya persiapanku menyapih Erysha.  Karena allhamdulillahnya aku nggak ada indikasi medis yang membuatku nggak susah ngasih ASI ke Erysha

    Idealis ke duaku adalah selama MPASI Erysha, aku nggak pernah ngasih bubur instan ke Erysha. Seriusan. MPASI Erysha full MPASI yang aku bikin sendiri. Bukan karena aku anti makanan instan. Bukannnnnn.

          Tapi, apakah berusaha memberikan yang terbaik kayak gini mudah Ibu-ibu? Nggakkkk. Karena aku harus mau bersusah-susah ngatur gizi seimbangnya Erysha, ngatur agar Eryhsa jangan sampai tinggi serat atau kekurangan serat karena bisa bikin Erysha rentan sembelit, dan aku pun harus berepot-repot ria nyiapin bahan makanannya setiap hari dan yang paling susah itu ngelawan rasa malas dan lelah cinnnn.

    Pixabay

         Prinsip aku itu, selama aku masih bisa berusaha aku akan berusaha. Kenapa tidak? Tapi bukan berarti aku lagi lelah bangetttt terus sikonnya sulit tapi aku tetap ngotot maksain diri. Nggak juga. Karena yang terpenting memberikan yang terbaik itu harus sejalan dengan kewarasan kita sebagai ibu. Kenapa? Karena anak-anak kita itu butuh ibu yang bahagia cinnnn

    Tapi jangan ditanya untuk hasilnya, ya. Aku bahagiaaaa banget ngeliat Erysha tumbuh sehat, mau makan, lincah, gemuk berisi dan terkadang saking gemuknya jadi orang-orang suka nggak percaya kalau Erysha itu anak kami wkwkwkwk *nggak sopan banget ya mereka

    Baca juga: PANDUAN MPASI WHO

         Tentu aja masih banyak idealisku yang lain terutama soal ilmu pengasuhanku yang berusaha aku terapkan secara konsisten. Jadi, kalau nggak punya ART itu dan dikerjain semuanya sendirian di saat pak suami ngantor itu rasanya berattttttttt cinnnn. Lebih berat pokoknya mah ya dari rindunya Dilan *dari hati banget nulisnya

         Lalu, kalau ditanya gimana caraku ngehadepin tantangan bekerja di rumah tanpa ART tapi tetap setronggggg? Gini, nih caranya:

    Cara Menghadapi Tantangan Bekerja di Rumah Tanpa ART



    cara manajemen waktu untuk ibu tanpa asisten rumah tangga
    Pixabay

    1. Membuat jadwal pekerjaan atau rutinitas
    Jadwal rutinitas atau pekerjaan ini penting. Agar aku bisa tahu apa saja yang sebaiknya aku kerjakan dan kapan waktu mengerjakannya

    2. Bangun shubuh
    Namanya juga ibu-ibu banyak banget yang harus disiapin dan diurusin. Dari urusan suami, anak sampai ke urusan rumah. Jadi, bangun shubuh itu bikin kita memiliki lebih banyak waktu buat nyiapin semua kebutuhan anggota keluarga dan pekerjaan rumah juga jadi lebih cepet selesainya

    3. Tidak menunda-nunda pekerjaan
    Percaya deh, menunda-nunda pekerjaan itu bukan hal baik. Yang ada kita makin stres nanti kalau pekerjaannya numpuk dan bingung mulai ngerjainnya dari mana

    4. Selalu menyempatkan diri untuk "Me Time"
    Mau me timenya sebentar atau lama, aku harus nyempetin untuk itu. Kenapa? Me time itu penting untuk aku berhenti sejenak dari semua pekerjaan rumah, dari semua rutinitas seharian, waktunya menarik nafas panjang dan berpikir.

         Biasanya me time aku itu menulis, membaca, belajar, nonton, bermedsos ria dan makan mie rebus hahaha. Recehhhh bangetttt kan, ya.

    Baca juga: INI DIA 12 ME TIME MENYENANGKAN YANG BISA MENJADI PILIHAN BUNDA

         Kalau aku nggak me time apa yang terjadi? Aku uring-uringan, jadi kurang sabar dan gampang meledak ama anak *emang gas aja yang bisa meledak. Kayaknya bukan aku aja deh yang begitu. Kayaknya hampir semua ibu-ibu kalau kurang me time, begitu ya. Apalagi kalau kurang duit *eh

    Biasanya aku kalau nggak kuat dan nggak berhasil anaknya ditenangin pakai pelukan, suka ke kamar dulu. Daripada meledak ke anak.

         Nah, itu dia ibu-ibuuuu caraku menghadapi tantangan bekerja di rumah tanpa ART dan kalau ditanya mending punya ART atau nggak? Ya mending punya ART dong. Hahaha.

         Semua dikembalikan pada sikon keluarga kita masing-masing dan selera. Kalau sikonnya belum sanggup, ya udah jangan memaksakan diri apalagi kalau sampai nuntut ke pak suami. Kan kasian pak suaminya *ngingetin diri sendiri.

         Terus kalau kita nggak nyaman ada orang lain di rumah kita. Ya jangan pakai asisten rumah tangga. Apapun pilihan kita yang penting kita happy ya ibu-ibu.

    Tapi jujur, aku tetap mengagumi para ibu yang bisa bekerja di rumah tanpa ART tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan anggota keluarganya termasuk kebutuhan psikologisnya juga. MasyAllah. Kalau kalian sendiri gimana? Cerita dong!

    Oh ya, jangan lupa bahagiaaaaa ya 😘


    30 comments:

    1. Kalo dulu keluarga saya ada ART sejak saya bayi sampe sekitar umur 10 karena bapak ibu semuanya kerja dan saya anak tunggal, jauh dari keluarga saudara juga. Hahaha. Tapi mulai saya umur 11 udah nggak pake lagi. Jadi kerjaan rumah banyak didelegasikan ke saya juga. Kalo masalah bangun, ibu malah selalu bangun jam 3 pagi sekarang. Sekaliah tahajud katanya :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Karena kalau anak udah agak gede udah bisa diajarin pekerjaan rumah ya Mba 😃

        Delete
    2. Yes ART hanya bikin kita manja dan nggak punya ide kreatif yaaa walau lelah hayati, tapi bersabar pasti ada jalan

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha tergantung sikonnya ya Bun dan tergantung orang yang menjalaninya. Soalnya beda-beda 😂

        Delete
    3. Skrg ART sulit mendapatkannya. Satu saat tdk ada ART spt di negara tetangga. Jd bisa melatih anak mandiri dg diberi tanggung jawab pekerjaan RT

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bener bun. Susah katanya. Apalagi nyari ART yang pas di hati. Susah bingitttt

        Delete
    4. keren, sangat menginspirasi bu..

      ReplyDelete
    5. Saya bekerja di luar dan tidak punya ART. Nah loh ...

      Resikonya, rumah berantakan. hahaha...

      ReplyDelete
    6. Waktu kerja saya sempat punya ART sangat membantu sekali terutama untuk urusan kerjaan rumah tangga. Tp skrg dah resign anak2 dah lmyn gede jadi ada pembagian tugas... Alhamdulillah bisa tertangani semua...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya ya bun. Kalau anak agak gede. Bisa kita ajarin juga pekerjaan rumah 😃

        Delete
    7. Itu juga alasan saya pake ART, supaya tidak ada perang dunia ketiga di rumah, supaya emak tetap waras dengan pekerjaan, anak-anak, dan suami yang ikutan rewel hehe..

      ReplyDelete
    8. Kalo udah punya rumah sendiri, mau da panggul art atau goklin btw ya bun selain psikopat zaman sekarang byk sosiopat itu lho jarang komen/like tp kepo n nyinyir semacam admin gosip/haters ya ampun apalgi admin haters ya nyari kesalahan org muluk hiks

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aaaminnn bun. Di doain semoga segera punya rumah sendiri juga ya.😘

        Delete
    9. Aku banget nih mba, nggak pake ART full. Hanya pake untuk cuci setrika doang seminggu 2 kali. Sisanya ya semua handle sendiri, malah pernah pas jaman bebinya anak kedua, aku handle sorangan semuaaaahh. Masih bisa nyambi nulis artikel ampe mata bengkak hahaha. Sekarang lebih selow aja, nikmatin rempong ama anak-anak.

      ReplyDelete
    10. Aku jadi pengen bikin postingan yang menjawab tentang tulisan ini. Aku suka gemes sama orang yg karena kebiasaan pakai ART trus malas ngerjain pekerjaan domestik .Tuh kan aku jadi nyinyir .wkwkwk. keren deh teh Yeni bisa no ART. Aku juga keren ding karena blm pernah pakai jasa ART. Wkwkw...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Boleh bun. Asal maksud tulisannya untuk mengingatkan mah nggak apa2. Bahwa walau ada ART bukan berarti kita boleh malas dan jadi nyerahin smuanya ke ART bahkan anak. Yang penting jangan bkin tulisan bahwa seorang ibu pakai ART itu nggak keren. Karena itu tulisan menghakimi dan nyinyir wkwkwk

        Delete
    11. Alhamdulillah, ngalamin jadi suster perawat anak setahun ganti 3 kali pengguna jasa. Jadi ngrasain gimana hidupnya para ART. Kalau mampu ya silakan punya ART hehe. Bukan gengsi lho ya 😁

      Setelah menikah kami hanya menggunakan ART buat cuci baju sebulan pasca melahirkan. Setelah itu sikat sendiri pekerjaan rumah.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bener bun. Jadi intinya mau pakai ART atau tidak. Tetap keren kan ya. Karena setiap orang punya sikon yang berbeda2 ya 😍

        Delete
    12. Saat bayi sampai usia SD kls 6 awal, saya pakai ART.
      Tp setelah itu sdh ndk pakai mbak. Sekalian ngajarin anak ttg tanggung jawab thd aktivitasnya di rmh jg biar keluarga makin kompak dg mengerjakan sesuatu bersama-sama. Meskipun ribett hehehe

      ReplyDelete
    13. aku ibu bekerja, saat anak amsih kecil aku punya ART , setelah emreka sekolah aku gak pakai lagi, kita ketja abreng kalau pagi siapa yang nyapu, ngepel dll, dulu rumahku masih kecil rasanay sumpek ada orang lain gak bebas, belum kalau kerja gak bener, nonton tv saja, dulu jaamnnya telenova

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau anak-anaknya udah agak gede. Bisa lebih nyantai ya ga ada ART. Kita bisa ngajarin anak sekalian ya bun 😍

        Delete
    14. Aku dulu bekerja, sekarang jadi ibu rumahan tanpa ART pula, ngurusin anakku yg semata wayang ama pak suami doang tapi serasa ngurus 10 orang, kerjaan gak habis2 :))

      emang bener mbak, kalo lagi lelah kadang pengen punya ART aja, tapi di kota ku sulit mendapatkan ART yg cocok.

      ReplyDelete
    15. Sampai saat ini, saya dan istri masih bertahan tanpa ART, meskipun terkadang rada berat, berbagi tugas...

      ReplyDelete
    16. saya full time mama dengan dua batita tanpa ART, dan rumah berantakan. Pernah ditanya dan disindir sih sama salah seorang tetangga "loh padahal kamu kan enggak kerja keluar rumah tapi kok cucian numpuk" hehe seharusnya dia baca postingan ini yaa biar enggak komenin urusan orang lain :D Belum tau kali yaa blogger itu juga profesi walaupun kerjanya enggak di kantor :D

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES