• Friday, March 29, 2019

    Menikmati Masa Kecil Anak yang Tak Akan Pernah Terulang Kembali


    menikmati masa kecil anak yang tak akan pernah terulang kembali
    Pixabay

    "Matahari terbenam, seperti masa kanak-kanak, dipandang dengan takjub bukan hanya karena mereka cantik tapi karena mereka sekejab" Richard Paul Evans, The Gift

          Banyak orang tua yang tanpa disadari membiarkan kebersamaannya dengan anaknya hilang begitu saja tanpa arti. Hingga masa kecil anak yang tak akan pernah terulang kembali menjadi berlalu begitu saja tanpa sempat untuk dimaknai

          Apa yang kita pikirkan tentang masa kecil kita? Indahkah atau sebuah momen yang tak ingin kita ingat? Lalu, akan seperti apakah kita bingkai masa kecil anak-anak kita? Seperti diri kitakah atau harus lebih bahagia dari itu? Dan sudahkah kita memberikan kebahagiaan untuk masa kecil anak kita selama ini? Bahagia hanya versi kita atau bahagia pula versi anak-anak kita?

          Karena betapa banyak orang tua telah merasa memberikan kebahagiaan pada anaknya, tetapi ternyata anaknya tumbuh dengan rasa tak dicintai. Boleh juga ya diintip tulisanku tentang ini "Sudahkah kita membuat anak merasa dicintai oleh kita?"


    Menikmati Masa Kecil Anak yang Tak Akan Pernah Terulang Kembali 



    hal-hal yang akan kita rindukan dari masa kecil anak

    Ayah Bunda,

    Jika kelak anak-anakmu sudah besar dan pergi darimu, hal apa yang akan Engkau rindukan darinya?

    Kalau aku ada banyak. Yang pasti akan selalu rindu kembali menjadi orang yang paling berarti dalam hidupnya di dunia tanpa harus merasa takut tersaingi oleh siapapun dan oleh apapun kecuali oleh Tuhannya

          Kenapa sih tiba-tiba aku memikirkan itu? Karena bulan kemarin, Erysha berulang tahun yang ke 3 tahun. Ya Allah tak terasa dia bukan bayi lagi kini, tak terasa juga waktu begitu cepat membesarkannya dengan perlahan, namun pasti

          Itu pertanda masa kecilnya sebentar lagi akan berakhir dan aku tak mau melewati semuanya begitu saja. Aku ingin menikmati sisa masa kecilnya dengan benar-benar bermakna. Hingga tak akan ada lagi sesuatu yang ku sesali dikemudian hari.

          Apa kalian juga pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan? Takut masa kecil itu akan benar-benar segera berakhir sebelum kita benar-benar menikmati semua kebersamaan itu dengan anak-anak kita? Atau aku aja yang lebay ya hahaha 😂

    Yup, belakangan ini aku jadi lebih sering diam-diam melihat Erysha (3y1m). Apa itu? Yup, diam-diam suka memperhatikannya yang sedang tertawa terbahak-bahak bersama temannya.


    masa kecil anak
    Menemani Erysha bermain sepeda


          Selintas ada sesuatu yang mengalir hangat melihat tawanya yaitu bahagia begitu terasa di hati, tapi setelah itu ada sesuatu yang mengalir di mataku hingga membuat mataku berkaca-kaca. Bahwa nanti waktu dia sibuk bermain dengan teman-temannya kelak, akan segera tiba

          Terkadang aku pun terdiam ketika melihatnya berlari-lari kecil memanggilku dari kejauhan "Bundaaaa" sambil menebarkan senyum manisnya padaku, lalu datang menghampiriku dan menghempaskan badannya ke badanku untuk memeluk diriku. Ya Allah hanya sekedar itu, tapi tingkahnya langsung berbekas di hatiku

          Atau ketika aku sedang asyik mencuci piring di dapur. Tiba-tiba dia menghampiriku dengan membawa sebuah kursi tinggi, lalu menaikinya dan berada di sampingku. Kamu tahu apa yang dia lakukan? Yup, katanya dia mau membantuku cuci piring dan mengambil satu persatu gelas dan mangkok itu untuk ku bilas.

          Yup, dia selalu ingin membantuku baik itu membantu cuci piring atau kadang membantu merapihkan tempat tidur atau membantuku menyapu rumah dengan kata-kata andalannya yang sering dia lontarkan padaku "Dede kan lagi bantuin Bunda" sambil memberikan senyum lucunya padaku.

          Walau sebenarnya kalian tahu, di saat dia membantuku itu, sebenarnya dia malah jadi menambah pekerjaanku berkali-kali lipat lebih repot jadinya dan lebih lama selesainya hahaha 😂. Tapi tidak apa-apa, ku hargai ketulusannya padaku dan itu salah satu bentuk caranya menyayangiku. Aku menyukainya

          Terkadang pula, ketika aku mulai ngomel-ngomel padanya ketika ia tidak membereskan mainannya atau ketika sedang makan susahnya minta ampun apalagi lamanya itu lho, bikin aku gampang esmosi ngehadepin Erysha.

    Di saat itu, dia mudah sekali membuatku luluh dan akhirnya tertawa dengan permintaanya "Bunda senyum dong, mana senyumnya" sambil mengajarkanku bagaimana caranya tersenyum dengan manis wkwkkwkw 😂

    Siapa coba yang nggak meleleh digituin ama anak sendiri hahaha 😂. Akhirnya aku tersadar kalau ternyata aku lagi ngomel-ngomel ya. Trus diingetin ama anak untuk langsung senyum hahaha 😂.

          Yah, menurut aku sebenarnya bukan kita yang menjadi guru untuk anak-anak kita, tapi sebenarnya merekalah yang menjadi guru kita yang mengajarkan banyak hal pada kita seperti kesabaran, keikhlasan dan lain-lain yang membuat kita harus terus belajar bagaimana menjadi ibu yang baik dan lebih baik lagi di sepanjang hidup kita.

    Jadi,

    "Ketika kita merasa kita mengajarkan banyak hal tentang kehidupan ini pada anak kita, sesungguhnya anak kitalah yang malah langsung mengajarkan pada kita apa itu kehidupan"

          Aduh aku itu ya, kalau sudah menulis tentang Erysha pasti berkaca-kaca ini mata. Seringnya sampai meleleh ini air mata. Yup, Erysha itu anak yang lembut dan perhatiannnnnnn sekali. Dia suka tiba-tiba peluk ayah dan bundanya sambil berkata sayang pada kami. Begitupun sebaliknya.

    Atau kalau ayah bundanya lagi makan, tiba-tiba Erysha ambilkan minum untuk ayah dan bundanya tanpa diminta. Tentu saja anak kita bisa begitu karena dia melihat dan belajar sesuatu dari kita. Karena

    "Satu perbuatan dapat mengalahkan seribu perkataan"

           Masya Allah, bagiku memiliki Erysha itu benar-benar nikmatNya yang mana lagikah yang bisa ku dustakan. Ya Allah rasanya itu malu kalau aku terkadang lebih sering mengeluhkan Erysha mulu, sampai melupakan banyak kebaikan hatinya dan kelebihannya. Astagfirulloh. Maafkan Bundamu ini, Nak.

    Hai Erysha, jangan dulu cepet-cepet gede ya, Nak. Bunda masih ingin deket-deket Dede terus, dipeluk ama Dede terus, disun dan disayang ama Dede terus dan masih seneng ama bau asemnya Dede. Ayah sama Bunda cuma mau bilang


    cara menikmati masa kecil anak


    "Terimakasih untuk semuanya, Nak. Jadi anak yang sholeh dan memberi manfaat untuk banyak orang ya ketika Engkau besar nantinya, bahkan ketika Ayah dan Bundamu tak terlihat lagi suatu hari nanti olehmu. Love U Erysha 😘"

          Yup, kalau masa kecilnya ini akan berakhir, aku akan rindukan dirinya sepenuhnya dan seutuhnya. Pokoknya semua tentangnya. Bahkan akan merindukan rengekan dan tangisannya yang selama ini mudah sekali membuatku esmosi lalu menjauh darinya.

    Suatu hari nanti, yup suatu hari nanti hal itu pasti akan jadi sesuatu yang aku rindukan. Boleh juga mampir ke sini ya tentang hal apa saja yang dirindukan anak dari ibunya

          Aku pernah berjanji pada diriku sendiri ketika aku menidurkan Erysha di malam hari dan membelainya dalam tidurnya. Bahwa kelak ketika ia memiliki seorang adik, aku berjanji akan selalu berusaha tak akan memintanya untuk mengalah dari adik-adiknya ketika ia benar.

          Berjanji akan membuatnya tetap merasa berarti dan dicintai olehku dan dari ayahnya. Memastikan bahwa dirinya tetap berharga dan tak akan tergantikan posisinya dari adik-adiknya. Bahwa setiap anak Ayah Bunda nanti, kalian akan mendapatkan cinta yang utuh dari kami tanpa membeda-bedakannya.

    Ngomong- ngomong Ayah Bunda boleh aku minta doanya, semoga Allah memberi ACC-Nya pada kami untuk segera memiliki anak ke 2. Aaaminnn 🙏😍

          Nah, itu Ayah Bunda caraku dan yang kurindukan dari masa kecil anakku yang tak akan pernah terulang kembali. Kalau Ayah Bunda sendiri, apa yang paling kalian rindukan dari masa kecil anak-anaknya? Cerita dong.

    Semangat ya kita membahagiakan diri kita dan anak-anak kita. Jangan biarkan masa kecilnya kurang bahagia karena dibesarkan oleh orang tua yang tidak bahagia. Karena

    "Masa kecil anak hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali, untuk itu buatlah semuanya terasa indah untuknya dan untuk kita"




    2 comments:

    1. sama saya juga rasanya enggan membiarkan anak tiri saya Indri yang udah kelas 6 aja. Artinya bentar lagi SMP udah mau remaja. Tp saya masih pengen lihat sikap kekanakannya saat bermain di luar rumah.

      ReplyDelete
    2. saya sekarang sudah berstatus ibu rumah tangga, sebelumnya saya kerja di perusahaan dengan posisi yang cukup tinggi. Namun posisi tersebut saya lepas dan rela di tempati orang lain hanya untuk menemani anak saya yang masih kecil dan perlu kasih sayang dari ibunya. Rasanya saya ga rela kalau anak di asuh orang lain.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES