• Wednesday, March 6, 2019

    Ini Tentang Pekerjaan Rumah, ART, dan Anak yang Sering Terlupakan Oleh Kita

    ini tentang pekerjaan rumah, art dan anak yang sering terlupakan oleh kita

           Terkadang kalau dipikir-pikir ya. Waktu kita itu lebih banyak menghabiskan pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya dan disibukkan ngurus ini itu daripada membersamai anak kita ya. Terkadang juga saking lelahnya mengerjakan pekerjaan rumah itu, anak bertingkah sedikit saja membuat kita lebih mudah emosian jadinya. Boro-boro mau membersamai anak dengan cinta. Kalau lagi capek itu pengennya istirahat, dan hiburan. Betul ibu-ibuuuuu?

    Jadi, kalau ada yang pakai asisten rumah tangga itu, jangan suka dinyinyirin maleslah, nggak hebatlah, manjalah. Nggak usahhhhhhhh. Kenapa? Kalau mereka mampu membayar seorang asisten rumah tangga, berbagi rezeki dengan orang lain, mereka ingin lebih fokus mengurus suami dan anak-anak mereka dan demi kewarasan mereka. Lalu, dimana letak salahnya???

          Daripada kita udah sibuk aja terus mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi ketika anak minta main, minta ditemani, kita jadi ogah-ogahan dan nggak dengan hati membersamai mereka atau mungkin dengan marah-marah menghadapi mereka. Terus udah gitu nyinyirin orang yang pakai ART dan ngerasa diri kita lebih hebat. No...no...no. Dimana letak hebatnya begitu?


    Tentang Pekerjaan Rumah, ART dan Anak yang Sering Terlupakan Oleh Kita

    hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih asisten rumah tangga atau tidak

          Jadi, kalau kita belum mampu menyewa ART atau nggak mau pakai ART dan masih punya anak kecil yang butuh perhatian. Nggak perlulah ya terlalu perfeksionis rumah harus rapi, semua harus tertata pada tempatnya, semua harus selesai tepat pada waktunya atau semua harus berjalan sesuai keinginan kita. Nggak perlu. Karena itu hanya membuat kita semakin lelah gara-gara terlalu banyak ekspektasi di dalam diri kita.

    Baca juga: BEKERJA DI RUMAH TANPA ART. YES OR NO?

    Nggak apa-apalah rumah berantakan juga, piring kotor numpuk, cucian baju minta dicuci, baju nggak kesetrika. Nggak apa-apa. Kita kerjakan aja semampu kita. Yang terpenting prioritas utama kita adalah anak bukan pekerjaan rumah. Daripada kita sibuk mengerjakan ini itu, tapi membuat kita kehilangan banyak waktu bersama anak-anak kita atau raga kita ada tapi hati kita bukan pada anak. Lalu dimanakah kita bisa membuat anak kita merasa bahagia jika hati ibu mereka bukan pada mereka?

          Percaya deh ibu-ibuuuuuu. Salah satu kebahagian anak kita adalah ketika kita mau menemaninya bermain dan tertawa bersama.  Sederhana bukan? Yup, sesederhana itu kebahagiannya. Jadi jangan lupa temani mereka dan stimulasi tumbuh kembang mereka.

          Terus kalau kita udah mampu menyewa asisten rumah tangga. Jangan jugalah ya semua dikerjakan ama ART. Kenapa? Bagaimana anak bisa belajar cara mengerjakan pekerjaan rumah dan melatih kemandirian mereka kalau mereka tidak melihat teladan itu dari diri kita?

          Walau punya ART tetap sesuatu yang sifatnya kemandirian kita dan anak kita itu. Kita usahakan sendiri. Jangan sedikit-dikit nyuruh-nyuruh ART dan bikin anak kita manja ama nggak mandiri. Itu bahaya cinnnnn.

          Terus jangan juga ya. Mentang-mentang punya ART bikin kita ngasih anak kita ke mereka. Tetap dong harus kita yang mengurus mereka, harus kita yang megang mereka. Biarkan para ART itu bekerja soal pekerjaan rumah saja. Anak tetap harus kita yang men-handle karena itu tanggung jawab kita. Kecuali kalau anak kita banyak atau usianya berdekatan, mau nggak mau kita perlu minta tolong ART untuk ikut membantu kita. Beda cerita kalau ibunya bekerja di luar ya, karena sikonnya nggak sama

    Jadi, pinter-pinter kitalah ya nyeimbangin semuanya dan kitalah yang paling tahu sikon kita. Bukan orang lain. Udah gitu doang. Oh ya jangan lupa bahagia ya. Karena lagi-lagi aku ulangi

    "Anak-anak kita itu tidak butuh ibu yang tangguh, dia cuma butuh ibu yang bahagia"

    Baca juga: BELAJAR BAHAGIA DARI ANAK

    So, jangan lupa bahagia kita

    #Lagi Ngomong Ama Diri Sendiri
    #Menjadi ibu itu nggak mudah
    #Cuma Emak Yang Tahu Rasanya
    #Nggak Usah Galau Lagi antara Pekerjaan Rumah, ART dan Anak


    8 comments:

    1. Kalau saya suami malah gak bolehin pakai ART. Jadinya saya gak kerja kantoran dan mintanya suami saya di rumah sambil buka usaha kecil2an.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Gapapa bun kalau suaminya ga mau dan semua masih kehandle. Yang pnting anak bahagia dan ibu bisa ttap waras karena tidak trlalu kelelahan 😉

        Delete
    2. Jangan lupa bahagia :)

      walau kadang yang bikin stres dan tergoda untuk kembali menjeda diri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dibanding menemani anak bermain adalah nyinyiran orang orang terdekat.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ga enak ya bun. Org trdekat yg seharusnya lbh mengerti malahbh sring menyakiti. Sabar ya 😘

        Delete
    3. Sejak punya anak saya menurunkan standar kebersihan saya. Ujungnya sih jebablasan hehe gpp yg penting bahagia, suami pun tak protes malah ikut turun tangan : D

      ReplyDelete
    4. Ini yang baru saya rasakan sekarang...
      Dulu waktu belum punya anak, abis nyuci baju bisa langsung nyetrika. Sekarang punya nakbayik, abis nyuci baju itu setrikaan numpuk berhari-hari Dan baru bisa disetrika pas malem waktu nakbayik udah tidur (plus saya ga ikut ketiduran, hihi...)

      ReplyDelete
    5. Salam kenal bun, Aku Sewa ART pulang pergi cuma untuk cuci setrika :) pekerjaan rumah di kerjakan sendiri bareng anak2 ku yang sudah abege. Untuk yang balita, semua nya ku urus sendiri. Kalau lagi suntuk, aku afak si balita ke playground yang ada di mall hehehe

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES