• Tuesday, September 24, 2019

    Cara Take Over KPR Rumah ke Bank Syariah Mandiri

    cara take over KPR rumah ke bank syariah mandiri
    Pembangunan rumah kami dulu di Bandung

         Teman-teman allhamdulillah senang sekali, akhirnya keluarga kecilku bisa hijrah juga. Allhamdulillah setelah sekian lama dan perjuangan termasuk drama air mata, kami akhirnya bisa take over KPR rumah kami ke bank syariah yaitu ke Bank Syariah Mandiri. Rasanya itu tenanggggg sekali untuk nggak riba lagi.

    Aku mau cerita di sini kenapa kami hijrah,  tentang perjuangan hijrah kami dan mau berbagi juga informasi syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana prosedurnya jika kita ingin take over rumah kita ke bank syariah

    Tentu saja selain itu, aku ingin menuliskan pesan-pesan, pelajaran hidup dan ilmu apa saja yang aku dapatkan dari proses hijrah ini. Berharap semoga bisa bermanfaat juga buat teman-teman semuanya. Baca sampai tuntas tulisanku ini ya dan tolong wahai para netizen jangan bully keluargaku mengapa baru bisa berhijrah sekarang ya karena ada sesuatu yang tak bisa ku ceritakan detail di sini


    Mengapa kami ingin hijrah?

          Setiap manusia yang baik tentu ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan itulah yang namanya hijrah. Dan setiap manusia memiliki hijrahnya masing-masing dan tahapan yang berbeda-beda pula.

    Jadi kita nggak bisa menyamakan semua hijrah semua orang itu sama prosesnya dengan kita. Tapi setiap proses itu harus dilalui agar Allah ridha pada kita. Begitu juga dengan kami. Saat ini kami sedang berhijrah dengan menghindari riba yaitu salah satu caranya yaitu take over KPR rumah kami ke bank syariah.

          Rasanya hati kami selalu tersayat-sayat ketika menemukan ayat-ayat yang sudah jelas tidak memperbolehkan riba baik itu ketika membaca Al-Quran atau menemukan sedikit ayatnya di media sosial. Tapi apa mau dikata, beberapa tahun lalu kami belum bisa untuk berhijrah. Walau begitu, tapi kami selalu bercita-cita ke arah sana

    Baca juga: BELAJAR BAHAGIA DARI ANAK
    Baca juga: CARA MENJADI PASANGAN YANG BAHAGIA UNTUK MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA

    Allhamdulillahnya ya Allah, cicilan rumah untuk orang tua kami sudah lunas bulan kemarin dan itu membuat kami segera berhijrah dengan take over KPR rumah kami ke bank syariah tanpa ditunda-tunda lagi. Sebelum itu kita kenalan dulu ya apa itu take over KPR?


    Apa itu take over KPR?


          Take over KPR adalah memindahkan pinjaman KPR kita saat ini ke bank lain. Jadi intinya pindah hutang, yang sebelumnya kita hutang ke si A sekarang jadi hutang ke si B. Begitu. Nah, sudah aku sebutkan di atas ya alasan aku  memindahkah take over rumahku ke Bank adalah untuk menghindari riba.

    Selain itu, karena kami tidak memiliki jumlah uang yang cukup untuk melunasi langsung rumah kami. Oleh sebab itu, kami take over rumah kami ke bank lain untuk melunasi sisa hutang di bank sebelumnya. Jadi, nanti kita dapat uang di bank baru, dimana uang dari bank yang baru inilah kita gunakan untuk melunasi hutang rumah kita di bank sebelumnya. Jadi kita hutangnya hanya ke bank baru saja. Itulah yang disebut take over KPR

    Hanya saja ternyata proses hijrah kami tidak mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan, penuh perjuangan dan membuat kami berkali-kali menangis. Mungkin kalau Ayah Erysha sesaknya di dalam hati ya. Aku ingin menceritakannya di sini dan kalian harus belajar dari ceritaku ini agar teman-teman bisa belajar juga jika nanti mau KPR atau mau pindah bank ke bank syariah.


    Perjuangan Hijrah Kami


    perjuangan hijrahku

          Kami sudah KPR rumah selama 4 tahun di bank konvensional dimana aku nggak bisa sebut nama bank dan developernya di sini. Kebanyakan orang jika ingin KPR pasti ke bank itu karena persyaratan dan posedurnya lebih mudah dibandingkan bank lain dan kebanyakan developer bekerja sama dengan bank ini.

    Mau nggak mau kita terpaksa pilih bank ini karena pilihan yang diberikan developer pada kita hanya sedikit. Walau rasanya aku ingin sekali menuliskan nama bank dan developer itu agar dibaca ribuan orang betapa tidak profesionalnya mereka itu. Tapi ya sudahlah ...

    Dan kalian tahu, selama 4 tahun itu surat-surat rumah kami itu ternyata belum atas nama kami. Masih atas nama pihak developernya. Padahal kami dijanjikan oleh pihak bank dan developer, 6 bulan semua surat-surat rumah itu sudah balik nama atas nama kami. Tapi nyatanya tidak dong. Salah kami juga tidak menagih selama 2 tahun itu. Karena kami sangka mereka amanah dan kami percaya.

          Jadi, ketika masuk tahun ke 3 karena ingin take over rumah, baru kami tanyakan tentang surat-surat rumah kami dan betapa kecewanya kami ketika tahu faktanya ternyata surat-surat rumah kami belum selesai karena nggak diurusin oleh mereka. Padahal itu tanggung jawab mereka.

    So, kalian tahu, selama 2 tahun pula kami berjuang berkali-kali menelepon dan bolak balik datang ke pihak bank mempertanyakan hak kami. Dan pihak bank meminta kami menanyakan ke pihak developer. Karena kami nggak bisa dong take over rumah kami ke bank lain kalau surat-surat rumah kami belum atas nama kami

    Dari situ kami mulai kecewa pada pihak bank. Mengapa kami harus berurusan dengan pihak developer dan jadinya mengurusi surat-surat rumah kami sendiri ke pihak developer padahal kami akadnya kan dengan pihak bank

    Berkali-kali pula aku bolak balik ke Bandung dari Tangerang Selatan untuk mendatangi pihak developernya juga karena Ayah Erysha harus kerja.

    Kalian tahu apa yang terjadi di sana? Aku menangis di sana. Aku menangis di depan umum meminta hak aku. Memperjuangkan hak aku. Karena aku nggak bisa maki-maki orang akhirnya aku menangis di depan mereka sambil tanganku gemetar saking menahan amarah dan rasa lelahku pada mereka. Saking marahnya aku berkata pada mereka:

    "Saya sudah 4 tahun KPR rumah tapi mengapa surat-surat rumah saya belum balik nama atas nama saya? Harusnya 6 bulan surat-surat rumah saya sudah atas nama saya sesuai perjanjian. Saya capek bolak balik ke sini dari Tangerang Selatan Bandung. 

    Kalian tahu apa yang saya korbankan untuk ini? Saya ngorbanin waktu, tenaga, biaya, emosi dan ninggalin suami juga anak saya cuma buat mempertanyakan hak saya. Dan kalian slalu ingkar. Dimana rasa tanggung jawab kalian? 

    Kalian tahu, kerja itu bukan cuma sekedar cari uang, tapi juga soal keberkahan. Dimana letak keberkahan yang kalian dapetin dengan cara menzolimi orang seperti ini? Jangan suka mempersulit urusan orang lain jika urusan kalian tidak ingin dipersulit juga oleh Tuhan 

    Saya ke sini cuma mempertanyakan hak saya. Saya ke sini cuma meminta hak saya. Saya terzolimi oleh kalian kayak gini. Saya kasih satu kesempatan lagi dan ini kesempatan terakhir pada kalian. Jika kalian kembali ingkar dan ngeles sana sini lagi. Lihat aja nanti, kalian bukan cuma berurusan dengan saya tapi juga dengan TUHAN!!!"

          Aku memang tidak memaki. Tapi setiap kata yang ku lontarkan pada mereka penuh amarah, tinggi, tangan gemetaran, cucuran air mata dan membawa-bawa nama tuhan pada mereka. Ya Allah kok orang-orang itu zalim banget ya. Mereka lupa kalau mereka akan mati hari esok

          Aku juga kecewa sekali dengan pihak bank karena mereka melempar tanggung jawab mereka akhirnya membuat aku dan ayah Erysha mengurusi surat kami sendiri ke developer huhuhu 😭. Sudah begitu kalian tahu? pihak bank menaikkan pinalti pelunasan rumah kami secara sepihak menjadi 2%. Padahal di surat perjanjiannya jelas-jelas kami akan dikenakan pinalti hanya 1 %. Ini malah minta 2%. Ya Allah jahat banget.

          Oh ya buat teman-teman yang belum tahu pinalti itu apa sih? Pinalti itu denda yang harus kita bayar karena telah melunasi hutang rumah kita sebelum waktunya. Kan aku itu KPR rumah selama 20 tahun, tapi tahun ke 4 lebih ini ingin kami lunasi. Jadi kami kena denda oleh banknya.

    Betenya di bank ini ketika kami akan melakukan pelunasan, eh jadi tertunda lagi sebulan karena sertifikat rumah kami belum selesai oleh mereka. Padahalkan itu salah mereka sendiri kenapa nggak diurusin. Masa 4 tahun surat-surat kami tidak diselesaikan dan sudah begitu kami tetap dikenakan cas lagi karena pelunasannya di bulan depannya gara-gara sertifikat rumahnya belum selesai. Itu kan bukan salah kami.

    Bagaimana kami tidak kecewa dengan buruknya layanan bank dan tidak profesionalnya mereka kerja. Sudah layanannya jelek, melempar tanggung jawab, surat-surat kami nggak diawasi, pinalti dinaikkan secara sepihak oleh mereka, eh pas mau pelunasan kena cas lagi. Sudah begitu mereka bukannya meminta maaf malah defensif lagi. Astagfirullah

    Membuat aku benar-benar kaget bahwa orang-orang zalim itu banyak sekali ya rupanya. Sampai Ayah Erysha ngajak aku untuk evaluasi diri juga. Mungkin perlu shalat tobat juga. Siapa tahu kami bertemu dan berhadapan dengan orang zalim karena kami punya dosa besar yang tidak kami sadari. Mungkin juga karena ini dari dosa riba kami sendiri huhuhu 😭. Walau begitu kami tetap bersyukur. Karena kejadian ini memberikan kami pelajaran yang sangat berharga.

    "Bahwa di luar sana tidak semua orang-orang itu positif. Jadi, adakalanya kita harus belajar kapan kita berlemat lembut dan kapan kita harus tegas menghadapi orang. Karena Allah lebih suka muslim yang kuat daripada muslim yang lemah"

    Karena kami terdidik dengan perilaku yang baik dan terbiasa dalam lingkungan orang-orang yang baik juga. Jadi ketika bertemu dengan orang-orang yang di luar itu, kami kaget juga. Jadi aku mau sarankan hal ini pada teman-teman kalau ingin KPR rumah


    Hal-hal Ini yang Wajib Diperhatikan Jika Ingin KPR Rumah


    1. Sebelum KPR rumah sebaiknya cari dulu review bank dan developernya dan minta juga opini dari orang-orang yang menggunakan layanan mereka tentang layanan mereka. Untuk menghindari kejadiannya seperti aku ya

    2. Baca baik-baik perjanjian awalnya dengan developer dan banknya ya. Tanyakan sesuatu itu dengan jelas sejelasnya. Untuk menghindari mereka ngeles sana sini jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau untuk menghindari kesalahpahaman

    3. Tanyakan tentang kapan surat-surat rumah kalian sudah atas nama kalian dan siapa yang bertanggung jawab untuk mengurusinya. Follow up terus pada mereka agar berkas-berkas rumah kita mereka kerjakan. Walaupun berkas-berkas rumah itu hanya bisa kita ambil jika rumah kita sudah lunas, tetapi paling tidak jika rumah itu sudah atas nama kita dan milik kita, sudah lebih tenang kan ya. Kecuali kalau suatu hari nanti kalian ingin take over rumah kalian ke orang lain

    4. Banyak berdoa dan istikhoroh

    Nah, untuk take over rumah kami, kami memilih take over ke Bank Syariah Mandiri


    Alasan Take Over KPR Rumah ke Bank Syariah Mandiri (BSM)


          Sebenarnya ada 2 bank syariah yang ingin kami tuju yaitu Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Bank Muamalat jelas-jelas syariah banget ya karena Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia. Nah, Bank Syariah Mandiri juga sistem operasionalnya juga tak kalah syariahnya dengan Bank Muamalat. Hanya saja menurut aku layanan Bank Syariah Mandiri lebih bagus daripada Bank Muamalat. Tapi nggak tahu juga ya kalau di tempat lain

    Mengapa kami tahu bank Syariah Mandiri itu sistemnya lebih syariah dibandingkan bank-bank lain? karena Ayah Erysha kan kerja di pajak, jadi Ayah Erysha memeriksa semuanya. Teman-teman boleh baca juga ya tulisanku yang ini "Rumah untuk Pulang"

    Kebetulan juga di Bank Syariah Mandiri sedang ada program griya hijrah juga. Jadi, kalau kita mau take over rumah ke Bank Syariah Mandiri bisa gratis biaya administrasi, biaya asuransi, biaya notaris dan bahkan pinaltinya dibayarkan oleh pihak Bank Syariah Mandiri. Sayangnya program Griya Hijrah ini hanya berlaku terakhir sampai bulan ini saja (September 2019). Setelah bulan ini akan sama seperti KPR bank syariah yang lain. Maafkan ya terlambat kasih informasinya 🙏


    Persyaratan Take Over Rumah atau KPR Rumah di Bank Syariah Mandiri


    cara pindah kpr bank ke bank syariah
    Taman rumahku yang selalu ku rindukan

          Sebenarnya persyaratan pindah bank ke Bank Syariah Mandiri ini kurang lebih sama dengan persyaratan bank lain atau sama ketika kita baru akan KPR rumah pertama kali. Ini ya persyaratannya

    1. KTP, NPWP, Kartu Keluarga, Buku Nikah (suami istri)
    2. SK Pengangkatan Pegawai Tetap, Slip Gaji 3 bulan terakhir, Rekening Koran pembayaran (payroll) gaji 3 bulan terakhir
    3. Sertifikat Rumah, IMB, PBB (tagihan dan bukti bayar tahun ini) . Tapi kalau KPR rumah pertama kali tidak ada syarat jaminan surat-surat rumah ini


    Prosedur Pindah Bank ke Bank Syariah Mandiri (Take Over ke Bank Syariah Mandiri)


          Teman-teman, ketika kita mengajukan KPR rumah atau take over rumah ke bank lain ada beberapa prosedur dan tahapan yang kita lalui. Jadi, nggak selalu pasti di ACC oleh pihak banknya. Biasanya mereka lihat gaji kita dulu, kita pernah nunggak hutang atau cicilan nggak dan lain-lain. Mereka suka mengecek BI checking kita juga. Nah, ini dia ya prosedur yang kami lalui sampai pengajuan kami di ACC oleh Bank Syariah Mandiri

    1. Masukkan persyaratan bank yang diminta. Persyaratannya yang di atas tadi ya. Jika dari persyaratannya sudah disetujui oleh pihak bank maka akan masuk ke tahap selanjutnya

    2. Pihak bank akan berkunjung langsung melihat rumah kita. Biasanya sih cuma satu orang yang datang ke rumah. Nanti pihak bank akan mengamati rumah kita, foto ruangan rumah, dan mengukurnya. Jika tahap ini disetujui dan rumah kita memenuhi persyaratan dari pihak bank maka langsung lanjut lagi ke tahap berikutnya

    3. Nah, jika dari berkas-berkas rumah tidak ada masalah, gaji sesuai, dan rumah kita juga memenuhi syarat, baru deh kita di ACC dan melakukan akad. Bulan depannya kita sudah bisa membayar cicilan di bank yang baru ini. Proses dari memasukkan berkas sampai di ACC ini, jika tidak ada masalah cuma sebentar kok teman-teman cuma 5 hari saja.

    4. Setelah kita akad di bank syariah, lalu kita melakukan pelunasan di bank sebelumnya dan sertifikat rumah kita bisa kita ambil 3 hari setelah pelunasan dan nanti sertifikat dan berkas-berkas rumah inilah yang akan kita serahkan ke bank yang baru sebagai jaminan

          Jadi teman-teman, waktu itu aku langsung sekaligus mengurus prosedur di dua bank. Bank sebelumnya dan Bank Syariah Mandiri. Karena sebelum kita pindah bank, kita harus mengajukan pelunasan dulu ke bank sebelumnya dan ini sampai butuh waktu 2 minggu baru keluar keputusannya dari bank sebelumnya. Jadi, nggak bisa langsung tiba-tiba pelunasan begitu.

    Sebaiknya konsultasikan juga ke pihak bank. Khawatirnya kita sudah mengajukan pelunasan di bank sebelumnya, eh tapi ternyata pengajuan kita pindah KPR rumah ke bank lain nggak di ACC oleh bank lain.  Kan bahaya juga. Jadi dengerin pendapat 2 bank ini, mana dulu yang harus kita kerjakan.

    Jangan lupa ketika teman-teman take over rumah ke bank lain, urusi juga asuransi rumah kita di bank sebelumnya ya. Lumayan karena nanti setengah uang asuransi rumah kita itu bisa dikembalikan lagi pada kita. Kita nggak butuh asuransi lagi di bank sebelumnya karena kita akan mendapatkan asuransi baru di bank baru. Mengurusi asuransi mudah kok persyaratannya. Kurang lebih persyaratannya ini ya


    Persyaratan Pengembalian Uang Asuransi Rumah ketika Pindah Bank


    1. Potocopy Ktp debitur
    2. Bukti lunas
    3. Mengembalikan kartu asuransi
    4. Fotocopy buku tabungan

          Nah, mengurusinya bisa langsung ketika kita melakukan pelunasan di bank sebelumnya. Maksimal 2 bulan kemudian baru uangnya cair dan masuk secara otomatis ke tabungan kita di bank sebelumnya


    Kesan-Kesan Take Over Rumah ke Bank Syariah Mandiri


          Kesan-kesan kami take over ke Bank Syariah Mandiri allhamdulillah baik sekali. Kami suka dan nyaman karena layanan Bank Syariah Mandiri ini bagus dan bahkan ikut menemaniku berbicara ke pihak bank sebelumnya.

    Teman-teman juga perlu berhati-hati dan memeriksa kembali ya perumahan yang teman-teman pilih nanti. Apalagi perumahan yang berembel syariah. Karena banyak aku temukan kasus-kasus penipuan yang berembel perumahan syariah ini. Bukannya kita berburuk sangka, namun berhati-hati itu juga diharuskan di agama kita. Jadi periksa semuanya.

    Walau developer yang ku pilih ini juga mengecewakan, tetapi paling tidak mereka bukan developer penipu. Developer nakal itulah yang berbahaya seperti kasus perumahan yang berembel syariah itu. Jika teman-teman ingin perumahan syariah, pastikan dulu semuanya ya

          Nah, itu dia Ayah Bunda perjuangan hijrah keluarga kecilku, persyaratan apa saja jika kita ingin take over rumah ke Bank Syariah Mandiri dan juga prosedurnya seperti apa. Setiap bank suka berbeda-beda ya, hanya saja pada umumnya persyaratan dan prosedurnya sama. Semoga teman-teman bisa belajar juga dari pengalaman aku dan semoga apa yang aku bagikan bisa bermanfaat dan membantu ya. Semangattttt berhijrah ya, jika belum bisa saat ini teruslah menuju ke arah sana. Semoga Allah memudahkan langkah kita 😊



    8 comments:

    1. Alhamdulillah ya mbak. Selamat buat keberhasilannya pindah ke jalan yang lebih baik hehe. Salam kenal...

      ReplyDelete
    2. Informatif banget bun tulisannya. Saya memang belum ada KPR sih. Tapi sudah nimbang-nimbang juga pengen kredit rumah. Nah dari tulisan ini saya jadi paham mending langsung ke bank syariah aja daripada di tengah jalan take over malah ribet ya urusannya. Alhamdulillah urusan bunda ERysha sudah selesai ya. Semoga selalu diberikan keberkahan dan kelimpahan rezeki.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun mending langsung ke syariah aja. Biar ga ribet kayak aku

        Delete
    3. Ilmu yang sangat bermanfaat nih, rencana saya juga ingin beli KPR.

      ReplyDelete
    4. Wag, ribet juga itu ngurus take over nya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun bener. Tapi sebenernya klo berkas2 rumah udah atas nama kita, nggak terlalu ribet jadinya 😊

        Delete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES