Teruntukmu yang Tetap Bandel di Tengah Mewabahnya Virus Corona

Teruntukmu yang Tetap Bandel di Tengah Mewabahnya Virus Corona
Pixabay

Teruntukmu yang Tetap Bandel di Tengah Mewabahnya Virus Corona


Kalian tahu, terkadang di mata kita yang namanya dzalim itu seperti sesuatu yang tampak jelas di mata itu salah dan dosa besar. Seperti mencuri, membunuh, menyiksa orang lain dll.

Padahal yang namanya dzalim itu, bukan hanya sesuatu yang langsung tampak jelas dimata saja. Tapi sesuatu yang tidak langsung jika itu salah juga bisa dinamakan dzalim. Karena sama-sama mengambil hak atau menyakit orang lain.

Contohnya. Pada saat ini, pada saat kita disuruh di rumah, di rumahlah. Jika memang terpaksa keluar, keluarlah untuk sesuatu yang penting saja seperti bekerja, belanja bahan makanan. Tapi banyak dari kita masih bandel dan tidak mengindahkannya. Masih banyak yang keluyuran dan seenaknya. Tanpa kita sadari, itu sebenernya kita telah berbuat dzalim pada orang lain. Mengapa? Karena kita bandel, akhirnya kita membunuh dan mengorbankan para dokter dan tenaga medis atas waktu mereka yg hilang tergntikan oleh rasa yang amat lelah, diri yang menahan rindu pada keluarga, diri yang terikutan terinfeksi bahkan kehilangan nyawa mereka hanya untuk menyelamatkan kita dari virus corona ini

tenaga medis di tengah virus corona
Pixabay


Karena kita bebal, kita membuat seorang istri kehilangan suaminya. Seorang anak kehilangan ayahnya atau sebaliknya dan membuat seorang ibu kehilangan anaknya. Kita membunuh dan menulari perlahan-lahan orang-orang yang tidak bersalah karena kebebalan kita.


Baca juga: Tentang Covid-19, Kenali Gejalanya, Pahami Penularannya, Lakukan Pencegahannya!


Dan tahukah kalian yang bebal, suatu hari nanti di hari penghisapan itu, kalian akan ditanya atas setiap nyawa orang yang pergi karena kalian. Di tanya atas setiap kesedihan atas kehilangan orang-orang tercinta karena kalian dan atas setiap rasa sakit mereka. Kalian harus bertanggung jawab untuk itu. Ingat itu, bahwa kita bukan hanya punya tanggung jawab dengan diri kita sendiri, tapi masyarakat kita. Ingatlah, tak akan ada satu kesalahanpun yang lolos di hari penghakimanNya nanti

8 comments

  1. virus Corona sedang mewabah, sebaiknya kita gunakan anjuran pemerintah untuk Stay at home dengan baik dengan cara bekerja di Rumah atau istilah kerennya Work From Home (WFH), untuk para blogger tentunya sudah biasa bekerja dirumah ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kak. Bersyukur ya blogger emang bisa kerja dimana aja ya

      Delete
  2. Sangat sulit dilakukan buat kami sebagai buruh pabrik untuk menjalankan himbauan yang sudah diserukan. Bukan kami ngga sayang diri sendiri ataupun keluarga, tapi karena kami masih bekerja sesuai aturan perusahaan... Maafkan kami yang belum bisa diam di rumah. Terlepas dari virus apapun itu, sebenarnya setiap hari kita dibayang-bayangi oleh takdir bernama kematian. Mbak tenang saja ya, Tuhanmu dan Tuhanku sama kok, sama-sama maha penyayang.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ikut sedih pak dan memaklumi orang2 yg keluar karena alasan pekerjaan. Itu kan penting. Tulisan di atas untuk orang2 yang bandel yang keluar buat jalan2, libiran dan seenaknya. Semoga bapak keluarga disehatkan ya 🙏

      Delete
  3. wah ini dia sulit banget urusan dg yang bebal. aku saja keluar hanya untuk belanja ke pasar rasanya keta ketir ya

    ReplyDelete
  4. Kadang memang gemas masih ada orang yang cuma nongkrong di pos ronda cuma untuk minum minuman keras, padahal udah diingatkan untuk dirumah saja. Petugas cuma bisa menghimbau saja, tidak ada hukuman sih

    Saya kalo tidak ada perlu juga malas keluar, takut tertular soalnya biarpun disini baru dua yang positif Corona tapi takut juga.

    ReplyDelete
  5. Ini bukan tentang aku, kamu, ini tentang kita semua. Ini bukan aksi aku, kamu, ini aksi kita semua. Ini bukan untuk kepentinganku, kamu, ini untuk kepentingan kita semua.

    #DiRumahAja #JanganMudikDulu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏