Pernikahan Itu Tak Seperti Cerita di Dalam Dongeng



Adek-adek gemes. Pernikahan itu bukanlah seperti cerita-cerita dalam putri dongeng yang sering kita lihat itu. Setelah putri bertemu pangeran maka mereka akan hidup bahagia selamanya. Bukan. Malah pernikahan itu adalah awal dimulainya kehidupan yang sebenarnya. Di sanalah titik cinta kita diuji suka dan duka, tawa dan derai air mata. Apakah kita akan saling merangkul, menguatkan, dan dewasa bersama atau perlahan-lahan menjadi melepaskan tangan dan menjauh. Saking tidak main-mainnya pernikahan itu sampai dianggap menggenapkannya setengah agama dan urusannya dunia akherat kita.

Jangan pernah melihat pernikahan orang lain kok bahagia ya. Lalu, membanding-bandingkan pernikahan kita dengan orang lain. "Pernikahan orang itu kok bisa bahagia ya, kok aku nggak sih?" Jangan. Karena bisa jadi, mereka yang kita lihat itu pun sama sedang berjuang seperti kita. Kita saja yang tidak tahu dan bisa jadi perjuangan mereka jauh lebih keras dari kita.

Ada pernikahan yang diuji oleh mertuanya sendiri, ada pernikahan yang diuji oleh pasangannya sendiri, ada pernikahan yang diuji oleh anak sendiri, ada pernikahan yang diuji oleh orang ketiga, ada pernikahan yang diuji dalam perekonomian dan ada juga pernikahan yang diuji dengan rasa kesepian karena telah memudarnya cinta itu di dalam hati

Percayalah setiap pernikahan itu selalu ada ujiannya masing-masing. Dengan siapapun kita menikah, ujian berat itu juga pasti akan slalu datang juga. Jadi sebelum menikah, bekalilah diri dengan banyak ilmu, pemahaman yang baik, memantaskan diri, pandai menilai laki2 yang baik agar kita tak sampai salah memilih dan libatkan Dia. Jangan kebalik, lebih percaya ama perasaan sendiri daripada melibatkan Dia yang Maha Tahu. Karena kebahagiaan kita dan pendidikan anak-anak kita di masa depan dimulai dari siapa orang yang kita pilih untuk menjadi pasangan kita.

Adek-adek gemes, jika kamu melihat ada pernikahan orang lain yang bahagia, percayalah pernikahan bahagia itu tidak dibangun dengan slalu adanya canda tawa. Tapi ada derai air mata di dalamnya, ada rasa sesak yang menggelayuti hati mereka terlebih dahulu. Tapi itu semua mendewasakan mereka dan mereka berhasil melaluinya dengan bahagia, canda tawa dan semakin membuat mereka semakin cinta. Jadi, ketika mereka diuji kembali, ada cinta yang dewasa dan ilmu yang akan slalu menguatkan mereka.


Baca juga: Kajian tentang Membangun keluarga sakinah (1) 

Baca juga: Kajian tentang Membangun Keluarga Sakinah (2) 


Jika kamu ingin pernikahan yang bahagia, maka bersiaplah dengan prosesnya. Tetapi jika ternyata Allah memutuskan berpisah, tetapi paling tidak Allah tahu sejauh apa Engkau telah berjuang dan  mati-matian untuk menyelamatkan pernikahanmu. Allah akan slalu lihat itu, hingga tak ada lagi rasa sesal di hatimu kelaknya


No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏