Skill Hidup pada Anak Penting tapi Banyak Orang Tua yang Belum Mengajarkannya

Skill Hidup pada Anak, Penting tapi Banyak Orang Tua yang Belum Mengajarkannya
Pixabay

Skill Hidup pada Anak, Penting tapi Banyak Orang Tua yang Belum Mengajarkannya. Ibu-ibuuuuuuuuu mau punya ART kek mau gak punya ART kek. Tetapppppppppp skill hidup mah harus tetap diajarin dan dilatih ke anak-ansk kita. Dulu, aku pernah salut sama ortu muridku, anggap aja namanya Bu Bunga. Maklum karena aku ngajarin privat anak-anak orang kaya ya. Jadi, mereka ini punya banyak ART. Jadi pas aku ngajarin privat ke rumah Bu Bunga ini ya. Itu ya murid aku yang umurnya 5 tahun, panggil ART buat minta tolong ambilin minum buat dia. Itu ya si Bu Bunga ini langsung ngomong gini k anaknya

"Kakak, kalau mau minum ambil sendiri sayang"

Jadi ya akhirnya anak itu walau punya ART Banyak, tapi tetap mandiri dan punya skill hidup donggg. Kalau anaknya minta sesuatu, Bu Bunga ini nggak suka langsung kasih tapi suruh mereka berusaha dulu. Misalnya cuci piring, cuciin mobil ayahnya dulu dan lain-lain. Nggak ada itu yang namanya anak manja walau mereka anak orang kaya. Apa-apa keperluan mereka, mereka kerjain sendiri dan nggak suka minta ke ART. Intinya apa? Mau kita punya ART atau kagak, mau kita tajir atau kagak, mandiri dan skill hidup itu harus tetap diajarin ke anak.


Baca juga: Keterampilan Hidup yang Harus Dimiliki Anak di Masa Depannya


Makanya ya aku itu suka gemes kalau ngeliat anak usia 5 tahun makan aja masih disuapin ama orang tuanya atau ama ARTnya. Hellooooo pliss jangan ajarin anak kita manja kayak gini. Hidup ini terlalu keras cinnnnn yang sewaktu-waktu akan mencampakkan begitu saja ketika anak kita nggak punya skill hidup dan bermental cengeng. Yang dikit-dikit ngeluh, dikit-dikit nggak bisa. Menyerah tanpa berusaha

Dari aku yang sewaktu kecil agar punya ongkos ke sekolah saja, aku harus berjuang dulu dagang koran seharian dari pagi sampai sore.

Dari aku yang agar bisa memberi uang untuk orang tua, aku rela jualan baju di pinggir jalan sambil teriak-teriak menjajakan daganganku malam-malam ketika orang lain sibuk dengan buku belajarnya

Dari aku yang mendatangi setiap orang untuk menjajakan sebuah pulpen berjalan ke sana kemari hanya untuk mendapatkan uang yang nggak seberapa

Dari aku yang harus kerja dari pagi sampai malam agar mampu membiayai kuliah sendiri lalu pulang dengan asma yang kambuh, kehujanan dan dihadang banjir sendirian di malam hari.

Baca juga: Terima Kasih Mama, Telah Membesarkanku di Atas Ketidakbahagianmu


Hidup ini keras cinnnnnnn dan penuh perjuangan. Jangan didik anak kita yang kerjaannya cuma menengadahkan tangan pada orang tua. Yang apa-apa bergantung pada orang tua, yang apa-apa dibantu orang tua. Jangan. Kasian anak kita. Karena di dunia ini tak ada ada yang gratis karena semua butuh diperjuangkan. Apalagi untuk orang-orang yang terlahir dengan kemiskinan. Mereka perlu lebih keras lagi berjuang. Jika anak lain bisa punya rumah sendiri dengan bantuan dari orang tua (bukan berarti ini jelek ya, bukan). Tpi kita yang terlahir miskin untuk punya rumah sendiri harus berjuang dengan kaki sendiri. Kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki

Orang lain cukup fokus membiayai sekolah anaknya sendiri, tapi orang yang terlahir miskin selain memikirkan biaya sekolah anak sendiri juga harus membiayai sekolah adik-adik. Yup, kemiskinan membuat kita harus berjuang lebih keras lagi untuk sukses. Tapi jangan khawatir Allah selalu melihat proses itu. Eh kok jadi merembet ngomongin generasi sandwich ya. Kalau gitu jangan kita tularkan ke generasi selanjutnya. Cukup sampai di kita aja 😂. Cukup sekian ya kita bicara tentang pentingnya skill hidup pada anak 😂


2 comments

  1. Tulisannya bermanfaat banget mba.. Benar sekali skill hidup harus dilatih sejak dini.. Terima kasih mba sharingnya

    ReplyDelete
  2. Mbak yeni bener dan setuju banget ini. Aku malah takut kalau liat anak-anak zaman sekarang yang serba dicukupkan sama ortunya dan meeka benar-benar bergantung sama si ortu. Ada temanku anak org kaya banget, kebetulan kami sekantor, lalu anak ini resign karena memang menderita sakit gitu. Si ortu bilang ke anak: udah ngapain kamu capek-capek kerja sih, papa kan masih sanggup biayain kamu. Asli speechless pas denger ceritanya. Gak mikir apa ya ortunya gimana kalo pas nanti dia meninggal dan si anak harus struggle alone in this world? Duh maaf jadi panjang mbak. Salam kenal yaaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏