Caraku Mengatasi Berbagai Ketakutanku saat Hamil

Dear Blog

Tak terasa allhamdulillah kandunganku sudah memasuki 25 minggu. Jadi udah 6 bulan lebih seminggu. Udah setengah jalan lebih. Allhamdulillah ya Allah. 

Tetapi, semakin besar usia kandunganku sebenarnya membuatku dihantui dengan banyak rasa takut. Ada yang memang aku sadari atau pun tidak. Karena menganggap itu tidak penting tapi sebenarnya itu penting. Buktinya aku masih takut dan aku rasa ini nggak baik kalau itu sampai membuatku tak bahagia menjalani kehamilanku. Oleh sebab itu, aku ingin bercerita di sini dan siapa tahu bisa menguraikan apa saja yang aku takutkan itu. Ini salah satu caraku mengenali rasaku sendiri


Baca juga: 12 Edukasi Seputar Kehamilan yang Perlu Diketahui


Ada beberapa hal yang membuatku takut dan mengganjal di hatiku saat hamil

Rasa Takut saat Hamil dan Solusinya

1. Takut dengan yang namanya kematian

Aku tahu melahirkan adalah bukan sesuatu yang mudah. Aku tahu melahirkan adalah salah satu bukti perjungan antara hidup dan mati. Dan serius aku takut hal ini. Yup, aku takut dengan yang namanya kematian

Rasanya semakin besar usia kandunganku, semakin ku dekat dengan gerbang kematian. Aku takut, karena aku ngerasa aku punya banyakkkkkkkkkkk banget dosa. Jadi mati dalam keadaan banyak dosa gitu, aku ngerasa aku belum siap. 

Dan aku cerita soal rasa takutku itu pada ayahnya erysha dan dia mengingatkanku kembali. Bahwa kematian itu sebuah takdir. Jika saat itu Allah sudah mentakdirkan kita mati ya mau gimana lagi dan mati itu nggak harus nunggu pas lahiran. Bisa aja kan besok kita mati atau beberapa detik kemudian. Kita nggak pernah tahu. Jadi, jangan fokus ama rasa takutnya. Karena mati itu takdir  

Tapi fokuslah ama ikhtiar kitanya. Misalnya kalau Bunda takut ama kematian berarti fokusnya ke hal memperbaiki dirinya. Bukannya ke rasanya. Begitulah katanya. 

Iya yang Ayah Erysha bilang bener. Bahwa fokus aku ke memperbaiki dirinya. Misalnya shalatnya dibenerin lagi, ngajinya dibenerin, penyakit hatinya pelan-pelan dihilangin, banyak-banyak minta maaf ama orang-orang, hati-hati dalam berperilaku, banyak-banyak minta ampun ke Allah dan lain-lain


Baca juga: Bedanya Takut, Cemas, Stres dan Depresi


2. Takut tidak bisa membersamai anak kembali

Selain kematian, yang aku takutkan itu adalah ketika aku kehilangan kesempatan untuk membersamai Erysha dan adiknya juga suami. Ya Allah rasanya itu takut. Takut nggak bisa melihat mereka lagi, takut nggak bisa melihat mereka tumbuh, takut waktuku telah habis bersama mereka. Takut ya Allah  

Tapi, apa yang bisa aku lakukan dengan rasa takutku itu? Aku tak bisa berbuat apa-apa dengan takdir Allah. Jadi yang bisa aku lakukan untuk mengurangi rasa takutku adalah banyak berdoa. Semoga Allah masih mengizinkanku membersamai mereka yang tercinta dan menikmati setiap momen bersama mereka. Karena ku tahu, ketika suatu hari nanti waktu itu habis. Setiap momen itu pasti menjadi berharga apalagi jika setiap kebersamaan itu hanya bersisa sebuah kenangan 


3. Takut nggak bisa melahirkan normal

Erysha lahir dengan operasi caesar karena sebuah keadaan. Walau Erysha lahir dengan caesar, paling tidak aku sudah mencoba berjuang terlebih dahulu lewat persalinan normal dan aku bangga dengan itu karena itulah usahaku

Walau persalinan pertama caesar dan itu sudah terjadi hampir 5 tahun yang lalu, aku masih berharap aku masih memiliki kesempatan kembali untuk bisa melahirkan dengan normal. Tapi aku takut nggak bisa karena aku takut nggak ada konstraksi lagi di persalinanku nanti seperti dulu hingga akhirnya pembukaanku nggak nambah-nambah. Terus caesar deh. 

Ya Allah aku berharap banget bisa lahiran normal. Jadi, daripada lagi-lagi aku fokus ke rasa takutnya. Lebih baik aku fokusnya ke usahanya dan doanya. Kayaknya sering jalan kaki, ngepel jongkok, ngejaga berat badan dede bayinya biar ga besar, terus pengen ikut senam hamil juga. 

Apapun yang terjadi nanti. Yang penting aku mau usaha dulu yang terbaik


4. Takut melahirkan di kondisi pandemi

Jujur, aku nggak bisa berbohong. Pandemi ini membuatku takut. Sebenernya aku lebih takut dengan masyarakat itu sendiri. Ngeliat orang-orang yang dengan cueknya nggak pakai masker, ngeliat orang-orang bisa dengan nyamannya berkumpul dan tidak jaga jarak. Melihat orang yang tidak menjaga. Membuatku berpikir orang-orang seperti ini itulah yang akan membawa penyakit pada kita. Yang bisa aku lakukan, hanyak semakin mempererat protokol kesehatan sendiri dan keluarga. 


Baca juga: Cara Menerapkan Protokol Kesehatan di Zaman Now 


5. Dan yang terakhir yang paling aku takuti adalah aku takut ngehadepin rasa sakit persalinan itu.

Takut sama rasa sakitnya. Jujur baca-baca soal persalinan di blog-blog orang itu malah bikin aku merinding soal rasa sakitnya. Bikin aku parno gitu ama rasa sakit itu. Jadi, aku nggak pengen baca yang terlalu mendetail gitu. Pengennya yang penting-penting aja dan aku juga mau nyiapin mental buat ngehadepin rasa sakit itu demi si dede bayi hihihi 😂

Nah, 5 hal tentang ketakutan itu yang berusaha aku terima dan cari solusinya agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri agar aku tetap bisa merasa bahagia menjalani kehamilanku. Doakan ya Teman-teman 


No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏