Tentang Dia yang Bernama Suami

 

Suami
Pixabay

Tentang Dia yang Bernama Suami. Hari ini aku melepaskannya pergi bekerja dengan berat hati. Karena mulai hari ini, dia telah kembali masuk kantor setiap harinya di tengah pandemi belum usai. Malah korbannya semakin banyak saja di daerahku. Walau begitu, aku tetap melepaskannya tapi dengan doa. 


Baca juga: Tentang Pernikahan 


Lalu, untuk menyambut kepulangannya yang selalu maghrib, ku masakkan air hangat untuk mandinya, untuk melepaskan rasa lelahnya. Karena ku tahu dia tidak suka meminta padaku. Ku hidangkan semangkok baso aci panas untuk memenuhi rasa laparnya dan setelah Erysha tidur. Ku pijit dirinya untuk membantunya lekas tidur. Karena ku tahu, esok subuh dia harus bangun memasak makanan untuk kami bersama. Dan aku tak ingin dia kurang istirahat

Ketika ku pijit ia yang sedang tertidur dengan lelapnya. Terlontar doa untuk kami 

"Ya Allah jadikanlah pernikahan kami pernikahan yang sakinah, mawaddah, warohmah. Ijinkan kami untuk menua bersama dan satukan kami kembali di syurgamu nanti. Tolong jaga dia ya Allah"

Dan tak terasa, tiba-tiba air mata ini begitu meleleh menatapnya tertidur. Ya Allah laki-laki ini yang dulunya nggak ada hubungan kekeluargaan denganku, tapi kini ia berjuang untuk dunia akhiratku. Walau ku tahu, iapun pasti ada kalanya merasa lelah. Tapi tetap terus berjuang untuk kami , aku, anak kami dan calon anak kami yang ada di dalam rahimku ini. Ya Allah tolong jaga lelakiku ini dan jaga hatinya selalu pada kami. Lalu, ku kecup rambutnya pelan-pelan dan beranjak hendak tidur. Met tidur semuanya


Tangerang Selatan, 11 November 2020



No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏