Tampak Receh tapi Sebenarnya Merusak Bahagia Orang Lain

merusak kebahagiaan orang lain
Pixabay

Tampak Receh tapi Merusak Bahagia Orang Lain. Pernah denger nggak sih kalian kalimat atau komen begini

"Duh maaf ya, saya mah nggak main sosmed

Atau

"Duh kalau saya mah daripada ngedrakor buang-buang waktu, mending waktunya dipake buat ngerjain kerjaan rumah atau ngaji berlembar-lembar"

Komen begitu dengan nada menghakimi, seolah-olah orang yang bersosmed dan suka ngedrakor itu rendah. Sini ya aku bilangin Sayang. 

Setiap orang itu punya kebahagiaannya masing-masing dan cara bahagia yang berbeda-beda. Jadi nggak usahlah ya kita merusak kebahagiaan orang lain dengan komen dan penghakiman kita. Karena nggak semua orang punya cara bahagia yang sama dengan kita. 


Baca juga: Jalani Hidup Apa Adanya Walau Media Sosial Menuntut Kita Sempurna


Kalau bahagia kita nggak medsosan. Ya udah nggak apa-apa. Pakai sudut pandang itu untuk diri kita, tapi bukan untuk melemparkan itu pada orang lain apalagi sampai merasa lebih baik dari orang lain sehingga kita sampai layak mengomentari orang lain yang medsosan itu kurang baik. Hati-hati itu bisa jadi penyakit hati yang tidak kita sadari. 


Baca juga: Belajar Bahagia dari Anak

Baca juga: Cara Menjadi Pasangan yang Bahagia untuk Membesarkan Anak yang Bahagia


Sini aku bilangin juga sudut pandang yang lain. Tidak semua orang medsosan itu untuk main-main. Kalau dia main medsos. Ya nggak apa-apa juga, karena mungkin begitu salah satu cara dia menghibur diri dan me timenya. Tapi selain itu, ada sebagian orang yang medsosan kayak aku ini sebagai tempat aku bekerja, ruang aktualisasi diri. Kamu nggak tahu ya, kalau medsosan itu bisa berpenghasilan hanya dari hobi? 

Medsos itu juga bisa jadi tempat kita belajar karena ngikutin status2 para ahli dan orang2 yang positif yang bikin ilmu kita terus update dan belajar dari pengalaman orang lain. Medsosan itu bisa jadi tempat bersosialisasi apalagi buat ibu rumah tangga kayak aku. Masa di dunia nyata kurang temen dan di dunia maya nggak berteman. Makin tertutuplah ini otak aku nggak sosialisasi ama orang *maklum aku mah orang sanguins. Klo nggak punya banyak temen itu rasanya kayak terpenjara 🤣

Terus aku kasih tahu lagi ya, ada sebagian orang menggunakan medsos itu untuk berbagi kebaikan seperti berbagi ilmu, berbagi pemahaman hidup yang baik, berbagi semangat. Karena untuk orang-orang seperti ini, dia jadikan medsos sebagai ladang dakwah mereka. Karena dakwah itu nggak cuma di mesjid Coy. Lihat sedikit orang yang dateng ke mesjid. 

Jadi sekarang waktunya kita dakwah berbagi kebaikan lewat cara kekinian. Jadi plis atuhlah ya, jangan suka merendahkan, menghakimi dan merusak kebahagiaan orang karena dia medsosan. Karena medsos itu jadi positif atau negatif ya tergantung orangnya. Kalau kita ngerasa medsos lebih banyak negatifnya buat kita, ya udah kita tinggalin dulu atau seterusnya. Bebas. Yang penting nggak menghakimi orang yang masih medsosan 

Terus aku kasih tahu juga ya. Nggak semua orang ngedrakor itu nggak baik. Kalau kamu lebih nyamannya ngaji berlembar-lembar atau ngerjain kerjaan rumah daripada ngedrakor yang kamu anggap buang-buang waktu. Ya udah nggak apa-apa, tapi jangan sampai merendahkan cara bahagia orang lain dong. 

Karena nggak semua orang ngedrakor itu asal tonton. Kayak aku nih ya, suka ngedrakor, tapi aku pilih-pilih drakornya dan selalu ambil pelajaran hidup dari setiap apa yang aku tonton. Jangan salah, drakor itu banyak ilmunya lho. Nggak percaya? Coba tonton sendiri atau kalau nggak suka, tanya ama orang yang nggak cuma asal tonton. 

Dan ngedrakor itu salah satu cara belajar dari apa yang kita lihat. Jadi, nggak perlulah merendahkan orang yang suka ngedrakor. Karena drakor itu positif atau negatif tergantung orangnya. Kan nggak semua orang ngedrakor itu nggak ngaji atau nggak beres kerjaan rumahnya. Siapa tahu dia juga ngajinya berlembar-lembar tapi di waktu yang lain. Masa diumbar-umbar. Jadi, positif lah ama orang. 

Karena sayang kan ilmu ngaji kita, ilmu yang kita dapetin di kajian-kajian atau tempat lain tapi secara tidak langsung dipakai untuk merasa lebih baik dari orang lain, negatif ama orang, menyakiti perasaan orang lain, tidak menjaga lisan hanya karena cara mereka berbeda ama kita. Jangan, sayang ilmunya, sayang amal kitanya.

Yuk kita mulai menerapkan ilmu itu dari yang terdekat kita yaitu dari hati. Jangan sampai ibadah2 kita rusak karena lupa menjaga hati dan lisan / jempol kita. Mending kalau kita rajin ibadah, kalau nggak trus ditambah lisan kita yang nggak terjaga. Terus kita mau jadi apa? 

kebahagiaan
Pixabay

Jadi, aku bener-bener sangat menghargai orang yang nggak suka medsosan dan nggak suka ngedrakor tapi dia simpan untuk dirinya sendiri tapi bukan untuk merasa lebih baik dari orang lain. Intinya apa? Intnya jangan saling merendahkan karena tiap orang punya cara bahagia dan versi bahagia yang berbeda2 ❤. Yang penting positif dan nggak ngerugiin orang lain 

Catatan:

Semoga tulisan ini dibaca dengan hati yang lapang dan positif. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Ambil baiknya dan buang buruknya 🙏. Tulisan ini ditulis benar-benar sebagai pengingat diri yang terkadang masih lupa menjaga hati, menjaga lisan / jempol, yang masih suka ngelakuin dosa yang tak tersadari hiks 😔. Saling ngingetin ya kita 




7 comments

  1. wah aku setuju banget dengan kalimat "ada sebagian orang menggunakan medsos itu untuk berbagi kebaikan seperti berbagi ilmu, berbagi pemahaman hidup yang baik, dan juga berbagi semangat". Tergantung cara kita menggunakan socmed yang kita miliki, jika digunakan untuk hal positif maka akan menghasilkan yang positif pula :D

    ReplyDelete
  2. Setuju banget mbak. Karena bahagia dan senangnya orang itu beda-beda. Kecuali udah melanggar hukum/norma agama barulah kita ingetin itu pun nggak boleh depan umum dan harus dengan kata-kata yang baik kan ^^

    ReplyDelete
  3. Sepaham banget sama bagian ibadah jangan diumbar-umbar. Memang ada sih yang tujuan di bagikan kegiatan ibadahnya agar bisa menginspirasi tapi kembali lagi, itukan pilihan masing-masing ya...
    Yang paling penting, bahagia itu sederhana dengan cara masing2. Yuk, kita nonton drakor dulu #eh hehehee

    ReplyDelete
  4. Seru pembahasanya, saya pernah jadi 2 pelaku sekaligus menghakimi + di hakimi, tapi itu dulu hehe

    Memang jadi orang itu harus bijak di semua hal dan melihat sesuatu dari banyak sudut agar semua tertata pada tempatnya dan nggak gampang berfikir negatif.

    ReplyDelete
  5. Hehe saya juga termasuk yg pernah dapat komentar begitu krna suka nonton drakor. Tp kalo sampai pamer udh ngaji berjuz2 gitu mah, sayang aja pahalanya ilang 😂

    Nonton drakor malah byk manfaat'y ya mba, salah 1'y gak sempet kepikiran ngomenin org lain. Haha..

    ReplyDelete
  6. mbak yeni


    aku sukaaa bangetttt tulisan ini
    dan selalu tulisan mbak yeni nendang banget

    memang kadang komen yang receh bikin orang jadi ilfil
    tiap orang punya persepsi dan kesenangan masing masing
    kalau bisa ambil positif kenapa enggak

    saya suka banget female pageant tapi kalau lagi swimsuit selalu saya skip
    saya senang kalau pas mereka jawab pertanyaan atau kampanye advokasi sosial atau pas kasih motivasi menghargai diri sendiri

    kalau melihat dari sisi negatif terus ya rasanya gimana gitu

    ReplyDelete
  7. Hah iya bener, apalagi sampai bawa-bawa yg berkaitan keagamaan yaa, menurut saya itu adalah hal yang pribadi, karena urusannya dengan Tuhan, diri sendiri belum tentu benar-benar melakukan yang dia sarankan sendiri tapi dengan mudahnya merendahkan orang lain haha

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏