Ibu Rumah Tangga tentang Pengorbanan dan Pengabdiannya

Pixabay

Ibu Rumah Tangga tentang Pengorbanan dan Pengabdiannya. Ketika seorang perempuan melepaskan kariernya, menyimpan ijazah pendidikan tingginya, menanggalkan sementara mimpi besarnya dengan alasan demi keluarga. Lalu memutuskan berada di belakang layar berkubang dengan kesibukan mengurus anak dari subuh hingga malam, rumah dan suaminya. Hingga waktunya habis untuk keluarga kecilnya bahkan ia sulit memiliki waktu untuk dirinya sendiri. 


Baca juga: Jangan Katakan 9 Hal Ini pada Ibu Rumah Tangga


Jangan anggap dia tidak berbuat apa - apa hanya karena ia tidak menghasilkan sebuah materi. Karena apa yang telah ia lakukan selama ini dan sejauh ini melepaskan ini dan itu, mau membatasi ruang geraknya hingga ia jarang terlihat lagi ke permukaan itu juga namanya sebuah pengorbanan besar dan sebagai pengabdiannya pada keluarga kecilnya. Jadi, jangan lukai ia dan remehkan ia hanya karena ia tidak berpenghasilan.  Ia juga sama dengan perempuan yang bekerja di luar untuk membantu perekonomian keluarga sedangkan ia bekerja di bagian domestik untuk memastikan kebutuhan semua orang rumah terpenuhi 


Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Percaya Diri untuk Ibu Rumah Tangga

Baca juga: Balada Awal Menjadi Ibu Rumah Tangga dan Proses Penerimaannya 


Tulisan ini hanyalah sebagai pengingat sesama perempuan untuk lebih menjaga lidah, menjaga jempol. Karena tak jarang kata-kata yang sering menyakiti itu berasal dari mulut perempuan juga. Dan juga sebagai pengingat untuk para suami bahwa yang berkoban itu bukan hanya lelaki dan belajarlah menghargai istri di rumah. Jangan lupa banyak - banyak berikan istrinya apresiasi di rumah. Karena peran ibu rumah tangga itu lebih mudah membuat orang merasa insecure karena minimnya penghargaan dan karena apa yang ia lakukan seringnya tak tampak oleh mata karena fisiknya yg tak terlihat.

4 comments

  1. Setuju sekali, menjadi ibu rumah tangga adalah pengorbanan, dibalik itu semua ada banyak yang dikorbankan. Maka, sudah patutnya dihargai dan diapresiasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak dan betapa bodohnya suami yang ngeremehin istrinya ya kalau memilih menjadi IRT

      Delete
  2. Ga abis pikir kalo ada orang yg ngeremehin IRT, apalagi kalo dibilang ga kerja. 🙄. Belum nyobain apa ngurusin rumah tanpa henti, ga digaji pula. Yg kayak gitu kok dibilang ga kerja. Kdg mulut orang memang lemes banget ya . Aku aja sempet ga mau resign, ya Krn mikir kerjaan rumah itu jauuuuuuh lebih berat drpd kerjaan kantor. Walo akhirnya mutusin resign, itu juga Krn aku dibantu. Seandainya ga, aku ga berani rasanya buat resign mba.

    Makanya saluuuuut bener2 Ama ibu yg full di rumah, tanpa asisten. Hebaaat mereka 👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba say. Soalnya kerasa aku ngerjain smuanya sendirian soalnya paksu kan kerja trus aku ga ada yang bantu. Rasanya lelah 😂

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏