Perjalanan Hidupku di Tahun 2021


Perjalanan Hidupku di Tahun 2021. Aku ingin menuliskan tentang momen - momen dalam hidupku di tahun 2021. Entah itu tentang kebahagiaan maupun tentang rasa takut juga kesedihan


Tahun 2021 Tahun Tanpa Prestasi Lomba

Tahun ini ngga ada prestasi apapun yang aku torehkan. Yang biasanya dalam setiap tahun suka ada prestasinya. Tapi tahun ini sama sekali ngga ada. Sedih? Ada. Tapi wajar. Toh tahun ini juga aku ngga bisa ngikutin banyak lomba. Jadi bagaimana mau menang lomba kan hahaha 😂. 

Aku ingin berkata pada diriku. "Ngga apa - apa Yen, tahun ini memang kamu nggak punya prestasi apapun dari lomba. Tapi bukankah tergantikan dengan banyak job yang kamu terima sampai kamu ngga sempet ikut lomba? Iya kan? Hihihi 😂. Jadi kamu pengen menang lomba terus banyak job juga gitu? Itu namanya serakah Yen. Inget punya anak - anak yang masih kecil. Anak kamu mau dikemanain kalau kamu mau ambil semuanya 😂". Oke baiklah. Aku belajar menerima kondisiku 


Waktu - waktu yang Menakutkan di Masa Pandemi

Kilas Balik Hidupku di Tahun 2021
Pixabay

Walau aku nggak punya prestasi lomba, tapi aku punya prestasi lain yang membuatku bersyukur dan berterima kasih pada diriku sendiri. Allhamdulillah aku bisa menjaga kesehatan keluarga kecilku di tengah puncaknya pandemi kemarin. Tentu saja karena kebaikan Allah. Aku juga berterima kasih pada diriku yang tak mudah melalui bulan bulan yang begitu menakutkan untukku di masa puncaknya pandemi kemarin. 

Bagaimana ngga menakutkannya pandemi itu buat aku, kami jauh dari keluarga besar. Kalau ada apa - apa mau minta tolong siapa coba. Aku lagi hamil, Erysha yang masih kecil dan ayahnya yang lemah daya tahan tubuhnya. Terus tetangga samping, depan dan dalam komplek udah banyak yang kena. Dimana - mana dengar kabar orang yang meninggal dan rumah sakit pada penuh. Ya Allah buat aku itu begitu menyeramkan. Jadi naluri keibuanku untuk melindungi keluarga kecilku begitu tinggi. Tapi akhirnya masa berat itu terlewati dan aku ingin berterima kasih pada diriku sendiri yang sudah berusaha bertahan dan belajar positif. Terima kasih ya Allah dan terima kasih Yeni untuk kerja kerasnya 😘


Lahirnya Kayesa sebagai Kado di Tahun 2021 juga Awal Perjuanganku Untuknya

Pixabay

Allhamdulillah di bulan Februari 2021 Kayesa akhirnya lahir. Anak yang menemaniku kemana - mana hanya berdua dengannya di tengah pandemi. Cuma bedanya dia menemaniku dari dalam kandungan. Karena ayahnya harus menjaga kakaknya di rumah.

Kayesa lahir sebagai kado dariNya sekaligus awal perjuanganku untuk bayi mungilku itu. Dia cuma lahir 2 kg dan sudah itu susah menyusu lagi. Bagaimana aku bisa mengejar BBnya dengan kondisi begitu? Tapi aku nggak menyerah. Akhirnya ASInya aku pompa dan aku suapi setiap 2 jam sekali pakai sendok. Sampai tiba harinya dia ngga mau pakai sendok. Panik lagi aku dan aku terus belajar menyusuinya sampai bisa. Tapi allhamdulillah karena kebaikan dariNya, Kayesa akhirnya bisa tetap ASI dan bisa ku susui secara langsung. Jangan tanya gimana itu perjuangannya dan nano nano rasa sedih dan harunya. Cerita lengkapnya tentang Kayesa ada di sini ya


Pindah Tiba - tiba ke Batam

Aku tu nggak pernah membayangkan kalau kami akan pindah ke Batam. Karena Ayahnya anak - anak dimutasi ke Batam. Pindah yang tiba - tiba begitu dan langsung jauh, jujur membuat kami senang sekaligus pontang panting mengelola keuangan kami dan rempong sama pindahannya. 

Belajar dari pindahan yang tiba - tiba jauh begitu dan kami harus langsung ada dana puluhan juta buat pindahan, bukan sesuatu yang mudah untuk kami. Bagaimana mudah? Karena kami tiba - tiba harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk kontrakan rumah setahun, cargo barang pindahan kami dari Tangerang Selatan ke Batam, ongkos transportasi kami plus PCR satu keluarga. Dan itu semua uanggggg cinnnn bukan daun 😭. Kebayang kan rempongnya kami pindahan dan langsung kere dong jadinya wkwkwkw 🤣. Makanya blum bisa jalan - jalan di Batam karena tabungan jebollllll 🤣

Tapi dari belajar pengalaman pindahan mendadak dan jauh itu, aku jadi belajar untuk menambah dana darurat kami. Untuk itu aku sekarang punya tujuan. Yang biasanya uang job aku abis buat jajan aja dan traktir keluarga kecilku, tapi sekarang dari uang job aku mau aku tabungin buat dana darurat kami. Bismillah ya Allah mudahkan. Ceritaku tentang Batam ada di sini ya 


Aku Mengalami Kelelahan dan Kejenuhan

Sepertinya aku sedang mengalami kelelahan dan kejenuhan. Stres sih nggak. Cuma merasa lelah saja dan bosan dengan rutinitasku. Aku seperti terjebak di suatu tempat yang itu ituuuu terus dan dengan rasa lelah yang sama tak berkurang. Bangun dari subuh sibuk ngerjain kerjaan rumah, ngurus anak, penuhi kebutuhan suami. Seharian begitu setiap hari tanpa jeda, hari libur dan tanpa jalan - jalan juga. Ditambah malam sering terbangun juga karena anak. Aku tak punya waktu untuk diriku sendiri. Ingin hiburan, ingin me time, ingin sendiri. Tapi tak bisa. Aku lelah, aku bosan. Duh kok tiba - tiba nulisin ini mataku jadi berkaca - kaca ya 😭.  

Aku tahu ini adalah salah satu fase yang perlu aku lalui. Bahkan fase melelahkan karena anak - anak masih kecil itu suatu hari nanti akan aku rindukan. Di fase inilah seharusnya aku banyak membangun cinta, kedekatan, kelekatan dan bahkan membuat banyak kenangan manis bersama mereka. Karena memang benar masa kecil anak itu hanya sekali dan tak akan pernah terulang kembali. Jadi jangan memang disia - siakan dan jangan biarkan nanti kita banyak menyesal karena melewatinya 

Aku tahu teorinya begitu dan aku pun ingin membangun cinta dengan mereka. Tapi aku cuma butuh jeda sebentar. Aku cuma ingin merasakan diriku kembali sebentar. Aku manusia bukan robot yang terus mengerjakan itu dan itu dalam jangka waktu yang lama tanpa jeda. Aku lelah huhuhu 😭😭😭

Sepertinya yang menjadi resolusi aku di tahun 2022 cuma pengen berdamai dengan rasa lelah sendiri tanpa mengabaikan perasaan sendiri. Bagaimana coba itu caranya? 🤣. Sepertinya memang harus aku sendiri yang temukan jawabannya. Aku coba tuliskan allhamdulillah emosi negatif itu berkurang walau belum selesai. Selanjutnya rencananya aku ingin beli buku untuk memberikan pemahaman yang baik untuk diriku, pengen sirami hati dengan kajian. Sepertinya ini efek jarang banget keluar dan nggak ketemu temen - temen ya dan kurang piknik aku 😂. Jadi begini. 

Walau lelah tetapi allhamdulillah bahagianya lebih banyak dong. Allhamdulillah dikasih suami yang baik, anak - anak yang sehat, ceria dan bahagia. NikmatNya yang mana lagikah yang bisa ku dustakan? Rasanya itu nggak ada. Terima kasih banyak ya Allah untuk semua kebaikanMu 🙏. Itu dia perjalanan hidupku di tahun 2021 dan selamat datang tahun 2022. Selamat memperbaiki diri Yeni dan tetap bahagia 😘


1 comment

  1. masyaallah... ada suka dan duka tapi tetap disyukuri ya bunda

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏