Website ini berisikan tentang ilmu parenting baik itu parenting anak umum, parenting anak berkebutuhan khusus dan keluarga

Dunia Baru yang Ku Bangun Setelah Dia Pergi

Foto ini aku ambil ketika kami menunggu Erysha keluar kelas. Sekarang aku telah kehilangan momen jemput Tetehnya pulang sekolah bareng dia

Dunia Baru yang Ku Bangun Setelah Dia Pergi. 

Hai Nak

Bunda tahu, waktu akan membuat kami perlahan lupa dengan suaramu. Waktu akan memudarkan setiap detail ingatan dan momen kami bersamamu. Tapi satu yang pasti, Nak. Sampai kapanpun kami tak akan pernah melupakan bahwa kau pernah hadir dalam hidup kami dan mengisi hari - hari kami dengan bahagia. Dan sampai kapanpun kami menyayangi dan merindukanmu. 

Nanti jika Bunda sudah lebih kuat, inginnnnn rasanya Bunda menuliskan setiap detail tentangmu, Nak. Hanya khusus tentangmu. Jadi, jika nanti Bunda masih dikasih umur panjang dan berkah, setelah bertahun - tahun, bunda tinggal buka bab cerita tentangmu Nak. Hingga Bunda slalu mengingatmu dalam hidup Bunda. Bunda sayang Dede, sayanggggggg banget. 


Baca juga: Hari Sebelum Dia Pergi


Saat ini, Bunda akan terus bertahan dan berjuang menerima bahwa kau telah pergi, Nak. Walau ada banyakkkkkkkkkkkk sekali rindu yang terasa begitu menyesakkan di dada untukmu. Bunda rindu melihatmu Nak, rindu untuk memelukmu lagi, rindu bisa menciummu, rindu melihat senyum dan tawamu lagi, bunda rindu bermain denganmu, bunda rindu momen2 menyusuimu dan kita saling beradu tatap dan engkau tersenyum dengan manisnya pada bunda. 

Bunda juga rindu saat kita tidur bersama dengan saling memeluk, rindu bunda menyuapimu, rindu memandikanmu Nak, rindu berangkat berdua untuk jemput Teteh ke sekolah, bunda rindu dibantuin olehmu Nak, rindu melihatmu bermain. Bunda rindu semuanya tentangmu, Nak.

Terima kasih sayang ya telah menemani Bunda di rumah dan kemana aja waktu Ayah harus kerja dan Teteh harus sekolah. Masyallah kita begitu lekat sekali Nak. Begitu banyak hari dan waktu kita habiskan bersama dengan banyak cinta 😍. Dan itu jadi salah satu yang paling Bunda syukuri bersamamu 😍. Hingga ketika engkau pergi, tak banyak yang Bunda sesali. Karena Bunda sudah memberikan banyak waktu dan cinta Bunda untukmu dan kita slalu bersama 😘. Dan ternyata begitu banyak kebaikanmu pada kami dan temani kami Nak. Terima kasih banyak sayang ya 😘. 


Baca juga: Caraku Terapi Diri Sendiri Setelah Kehilangan


Nak, engkau tahu ketika engkau tiba - tiba pergi, dunia bunda langsung runtuh begitu saja. Sekarang pelan - pelan dengan sekuat hati Bunda kembali membangun dunia Bunda yang baru. Tapi kamu tahu Nak, dunia baru yang Bunda bangun ini terasa kosong karena tak ada lagi dirimu di dalamnya.

Pelan - pelan Bunda akan belajar membuat bahagia baru tanpa dirimu lagi Nak. Bunda akan belajar, karena Bunda tahu, kamu pun pasti ingin kami bahagia di sini melanjutkan hidup kami walau tanpa hadirmu lagi di sisi kami. Kami akan berjuang Nak walau dengan penuh air mata dan rasa sesak di dada. Kami akan berjuang. Sekali lagi terima kasih banyak untuk semuanya ya. Sampai bertemu lagi nanti ya, De 😘. Dan terima kasih banyak ya Allah telah meminjamkannya pada kami. Terima kasih 😘

Catatan: Aku tulis semua cerita tentang perjuanganku menghadapi kehilangan Kayesa di sini. Agar aku selalu ingat bahwa ada seorang anak yang menunggu kami di sana ^_^


3 comments

  1. πŸ₯ΊπŸ₯Ί yang sabar ya Bund, biasanya akan ada ganti untuk yg hilang πŸ‘

    ReplyDelete
  2. Semoga penghiburan, kekuatan, dan kebahagiaan dilimpahkan berlipat-lipat di keluarga bunda Yeni

    ReplyDelete
  3. Aku selalu doakan mba Yeni, bisa selalu kuat menghadapi ini. Aku tau ga mudah kehilangan anak. Tau banget rasanya 😭. Tapi aku selalu percaya rencana Allah pasti yang terbaik. Yang kuat dan sabar ya mba. Insya Allah Dede selalu menunggu kalian nanti di pintu NyaπŸ€—

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih πŸ™