Skip to main content

Ayah Bunda, Jauhkan Anak Dari 6 Jenis Bahaya Ini. Berikut Tips Cara Menjelaskannya Pada Anak dari Segi Parenting


Terkadang kita sebagai orang tua suka kebingungan ya ayah bunda tentang apa saja ilmu yang perlu kita pelajari untuk bisa melindungi buah hati kita dari sesuatu yang membahayakannya atau terkadang sesuatu yang kita pikirkan itu tidak bahaya ternyata sebenarnya malah dapat membahayakan jiwa anak.
 
        Tahukah ayah bunda, berdasarkan data tingkat kecelakaan pada anak itu lebih sering terjadi di dalam rumah di bandingkan di luar rumah. Mengapa itu bisa terjadi ?, jenis bahaya apa saja di dalam dan diluar rumah yang perlu kita hindari dari jangkauan anak ?, dan bagaimana cara menjelaskan pada anak jika itu berbahaya ?. Yuk simak terus ya

Penyebab Tingkat Kecelakaan Lebih Banyak Di Dalam Rumah Dibandingkan Di Luar Rumah 

        Berdasarkan kasus yang banyak terjadi, resiko kecelakaan pada anak lebih tinggi terjadi di dalam rumah. Pada umumnya anak-anak bisa celaka ketika terjatuh, terkena benda tajam, tersedak, terkena benda panas dan masih banyak hal lainnya yang semuanya bersumber dari rumah. 

        Masih banyak orang tua yang menganggap ini hal sepele dan kurang serius untuk memberikan perhatian lebih dalam hal pengawasan anak-anaknya.  Misalnya masih banyak orang tua yang memasak atau menyetrika sambil menggendong anaknya. Padahal kegiatan seperti ini bisa berbahaya pada anak. Bisa jadi anak menangis atau tidak sengaja menyenggol setrikaan panas atau terkena ciptratan minyak di saat memasak. Ada juga kasus ketika orang tua sedang ke kamar mandi dan meninggalkan anaknya sendirian yang sedang bermain di dapur tiba-tiba anaknya tersiram air panas dan masih banyak kecelakaan yang lainnya. 

        Ayah bunda, usia anak yang masih balita memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi. Sehingga membuat anak ingin berekplore dengan lingkungan dan benda-benda di sekitarnya. Anak senang sekali mencoba ini itu dan memang ini adalah salah satu fase pembelajaran awal di usia balita. Namun anak belum bisa memahami dan tahu mana yang berbahaya atau tidak untuknya. Sehingga diharapkan orang tua memberikan pengawasan pada anak-anaknya.

Hal-Hal Yang Dapat Membahayakan Anak   

        Ada beberapa bahaya yang sebaiknya kita hindari dari jangkauan anak. Baik itu bahaya yang berasal dari dalam rumah maupun di luar rumah yaitu :

1. Benda yang bisa di sangka makanan.
Ayah bunda, fase balita adalah fase dimana anak senang memasukkan apa saja ke dalam mulutnya atau di sebut fase oral, karena memang fase oral ini pun penting dalam pembelajaran balita dalam mengenal rasa, tekstur, dan bentuk makanan atau benda yang anak masukkan ke dalam mulutnya. Dalam fase ini anak sedang belajar melalui mulutnya. Tetapi tetap diingat, tidak semua yang di masukkan anak  ke mulutnya baik bahkan bisa berbahaya bagi anak seperti:
- obat-obatan
- racun tikus
- racun serangga
- minyak tanah
- sabun / detergen
- dll

2. Benda Panas
Seperti :
- kompor
- setrika
- termos
- dispenser
- dll

3. Benda kecil yang mudah tertelan
Ini berbahaya ayah bunda karena dapat menyebabkan anak tersedak atau kerusakan pada organ tubuhnya karena memasukkan benda asing ke dalam tubuh.  Seperti :
- batu batere
- baut
- mainan yang ukurannya kecil
- koin
- dll

4. Benda berbahaya
Seperti :
- pisau
- kabel
- colokan listrik
- dll

5. Kecelakaan yang jarang mendapatkan perhatian
Seperti:
- hordeng,  jika anak menarik kain hordeng bisa menyebabkan penyangga hordeng jatuh lalu menimpa anak

- meja kaca dan meja berbentuk segi empat, ketika anak asyik berlari lalu  terjatuh ke arah meja bisa berbahaya mengenai kaca meja atau sudut meja yang runcing. Jadi jika ayah bunda punya meja seperti ini sebaiknya diganti dulu untuk menghindari bahaya pada anak

- jangan pernah tinggalkan bayi di dalam ember sendirian ketika mandi sedetik pun, karena dapat menyebabkan bayi tenggelam dan kehabisan nafas

- jangan letakkan banyak bantal atau boneka di dekat bayi ketika tidur, karena benda-benda tersebut dapat menimpa bayi dan menutup jalan nafasnya
- dll

6. Kecelakaan di luar rumah
Jauhkan anak dari bahaya ini :
- bermain di sumur
- bermain di kolam
- bermain di jalan raya
- bermain di sungai
- dll

        Nah buat para bunda yang juga sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sebaiknya kita harus mengatur kapan kita  segera mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar ketika anak bangun, kita bisa lebih fokus mengawasi anak-anak kita.


Cara Menjelaskan Pada Anak Jika Itu berbahaya

        Sebagai orang tua kita tidak diperbolehkan banyak melarang anak, karena banyak larangan dapat mematikan kreativitas anak dan membuat anak takut untuk mencoba lagi. Jadi sebaiknya hindari benda-benda yang dapat membahayakan anak agar kita tidak mengeluarkan banyak larangan pada anak dan ketika melarang anak gunakan kata-kata yang halus dan mudah dimengerti anak disesuaikan dengan usianya. Berikut tipsnya :

1. Hindari kata "Jangan" pada anak. Menurut pakar parenting Abah Ihsan, menggunakan kata jangan hanya membuat anak semakin penasaran dengan apa yang kita larang. Semakin sering kita menggunakan kata jangan akan membuat efek biasa pada anak.

Jadi gunakan kata jangan disesuaikan dengan situasi dan kondsi serta di saat yang mendesak saja. Seperti ketika anak hampir tercebur ke kolam saat bermain, otomatis dengan sendirinya kita akan menggunakan kata jangan pada anak sebelum anak tercebur kan ? 

2. Jika kita melarang anak jangan lupa sertakan dengan alasannya
"Erysha, jangan main pisau sayang, nanti Erysha bisa luka" atau "Erysha, nggak boleh dorong-dorong temannya, nanti temannya jatuh dan sakit"

3. Ambil barang yang berbahaya dari tangan anak dengan cara yang halus
Terkadang ya kita suka kaget melihat anak tiba-tiba memainkan sesuatu yang berbahaya dan dengan spontan langsung merebut apa yang anak pegang. Gerakan yang spontan ini akan membuat anak kaget dan marah karena barang yang ia pegang direbut dengan paksa. Anak bisa mencontoh itu dan menganggap merebut barang orang lain itu di perbolehkan. 

        Jadi sebaiknya gunakan cara halus dengan cara mendekati anak dan bilang "Maaf, sayang boleh bunda pinjam batu baterenya?" tunggu sampe anak memberikannya atau bujuk lagi. Tetapi jika benda tersebut sangat berbahaya seperti memainkan colokan listrik dll. Ayah bunda bisa bilang "maaf, colokan listriknya ayah pinjam dulu ya " sambil mengambil colokan listrik pelan-pelan dari tangan anak dan ganti bendanya dengan memberikan benda yang tidak berbahaya untuk anak mainkan atau alihkan dengan hal lain. Semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisinya ya

4. Biarkan anak memainkan benda di bawah pengawasan kita
Ayah bunda, benda apa apapun bisa jadi berbahaya bagi anak jika tidak di awasi seperti pulpen bisa melukai mata atau mulut anak tertusuk oleh pulpen. Selama benda tersebut tidak berbahaya cukup diawasi saja begitu juga dengan benda yang lain

       Wah  banyak sekali ya ayah bunda jenis benda yang berbahaya bagi anak. Semoga membuat kita bisa lebih berhati-hati lagi dalam memberikan pengawasan pada anak kita. Terkadang kita sudah berusaha hati-hati saja, masih saja ada yang kecolongan apalagi jika anak tidak kita awasi. Benarkan ? Selamat mengawasi putra putrinya ya ayah bunda. 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan. 2009. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta

Seminar Parenting "Tentang Kecelakaan yang Banyak Terjadi Pada Anak" Di Hotel Hilton
       
       
        

Comments

  1. ya ampun, Mba Yeni. Pas banget pagi2 baca ini. Semalem anakku yg kecil usia 5 thn, main sapu naik ke bangku terus mukul jam dinding pakai sapu. Jam dindingnya jatuh ke lantai pecah berantakan, untungnya ga kena kepala dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadhu. Untung dedenya nggak kenapa2 ya bun 😘. Iya bun memang benar awalnya sesuatu yang kita sangka ngga berbahaya ternyata bisa berbahaya ya. Jdi waspada terus kita ya 😃

      Delete
  2. anak cerdas memang keinginan taunya tinggi sekali, jadi jangan sampe salah didik deh ya. bisa keingat terus sama si anak nantinya

    ReplyDelete
  3. Jadi ingat Mbak, saya barusan nonton berita tentang anak balita yang meninggal karena jatuh masuk di lobang septic tank. Awalnya disangka diculik. Setelah beberapa hari, ada bau busuk dari lubang sepric tank di halaman. Ternyata itu bau dari bangkai anaknya :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikh serem ya bun. Betapa pentingnya memberikan pengawasan pada anak ya.

      Delete
  4. Iya bener banget bun, terkadang kecelakaan yg terjadi pada anak itu karena kelalaian dari orangtua yg kurang pengawasannya. Yang ada anak jadi korban "ketidakssengajaan" itu deh ya. Dan kurangin kata melarang emang sebaiknya dilakukan untuk membuat anak bebas berkembang. Makanya kalau saya, biasanya membiarkan anak-anak asalkan tetap diawasi dan selama tidak membahayakan mereka xixi (salam kenal bun)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama kita ya bun. Tosss ✋. Salam kenal juga ya bun 😘

      Delete
  5. Makasi ya mbak sharingnya. Pengingat harus selalu waspada sekaligus menyampaikan ke anak dengan cara yang baik

    ReplyDelete
  6. Serem ya kalo denger cerita anak2 kecil mainin benda2 yang mereka sendiri ga ngerti. Makanya kita mesti menyimpan baik2 jangan sampai terjangkau oleh anak2...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…