Panduan MPASI WHO


 


Hai Bunda karena aku baru punya anak satu dan masih bayi jadi aku ngerasa butuh banget ilmu yang tepat untuk MPASI anakku. Akhirnya aku nemuin Panduan MPASI WHO ini dari hasil sebuah seminar khusus MPASI (makanan pendamping air susu ibu) di Kota Bandung dimana pembicaranya adalah dr Frecillia Regina, SpA, IBCLC. Beliau adalah dokter spesialis anak di rumah sakit Limitjati Bandung. Tapi tulisan ini sekarang (tahun 2020) sudah saya perbarui mengikuti panduan MPASI berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 

        Panduan MPASI dari WHO ini pun direkomendasikan oleh Kemenkes dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Jadi bunda jangan ragu ya untuk mengikuti perkembangan MPASI terbaru dan tepat berdasarkan penelitian pakar kesehatan.

        WHO (World Health Organization) adalah organisasi kesehatan dunia bagian dari PBB. Saat ini kasus gizi buruk pada bayi di dunia semakin meningkat sehingga WHO terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas kesehatan bayi di dunia, salah satu caranya yaitu dengan mengeluarkan Panduan MPASI WHO. Langsung aja yach bun, materinyaπŸ’ƒ

Baca juga: Makanan Instan Vs MPASI Rumahan

Usia pemberian makan 
MPASI pertama diberikan ketika bayi berusia 6 bulan tepatnya ke 180 hari. Pada usia ini sistem pencernaan bayi sudah siap menerima makanan dan minuman .

Dampak MPASI dini : Pencernaan bayi akan mudah terinfeksi, resiko terkena alerginya tinggi dan menurunnya produksi asi. 

          Terkadang suka ada yang nyinyir yach bun dan bilang " Zaman dulu mah anak dikasih makan dibawah 6 bulan baik-baik aja kok, ga apa-apa". Eitsss tunggu dulu, mereka nggak tau aja berdasarkan penelitian, kematian bayi zaman dulu sangat tinggi lho dibandingkan zaman sekarang, lalu setiap anak punya reaksi yang berbeda-beda. Jadi mendingan ke anak mah kita jangan coba-coba dech, kita ikutin kata ahlinya  saja πŸ‘Œ.

Dampak MPASI terlambat : Dapat menyebabkan bayi kekurangan nutrisi sehingga mengalami defiensi zat besi dan tumbuh kembang bayi menjadi terlambat. 


Panduan MPASI WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2020


Pemberian awal MPASI di usia 6 bulan


Frekuensi
2 x sehari

Jumlah
Untuk awal berikan 2 sampai 3 sendok makanan untuk sekali makan

Tekstur
Mulai makanan yang dihaluskan sampai menjadi bubur kental (puree)

Aktif/Responsif
- tidak memaksa anak untuk menghabiskan makanannya
- karena anak baru pengenalan dengan makanannya jadi jangan lupa sambil dimotivasi ya πŸ™‚


Pemberian MPASI 6 sampai 9 Bulan


Pemberian ASI 6  sampai 9 bulan anak membutuhkan 200 kilo kalori per hari

Frekuensinya
Berikan anak makan 2 sampai 3 x makan dan 1 sampai 2 x selingan setiap harinya

Jumlah
Pelan-pelan kita naikkan ya teman-teman jumlah makannya sampai sekitar setengah mangkuk berukuran 250 ml

Tekstur
Dimulai dari teksturnya bubur kental begitu atau makanan yang dilumatkan sampai halus ya

Aktif / Responsif
- kalau bayinya nggak mau makan jangan dipaksa ya Teman-teman. Tetapi tetap diberikan dorongan dan motivasi



Pemberian MPASI untuk 9 sampai 12 Bulan 


Pemberian ASI 6  sampai 9 bulan anak membutuhkan 300 kilo kalori per hari

Frekuensi
Berikan anak makan 3 sampai 4 x makan dan 1 sampai 2 x selingan setiap harinya

Jumlah
Berikan jumlah makanannya setengah mangkuk berukuran 250 ml aja ya Teman-teman

Tekstur
Nah, karena sudah di usia 9 bulan ke atas, jadi berikan makanan yang dicincang halus, lalu naik jadi cincang kasar, atau makanan yang dapat dipegang anak gitu

Aktif / Responsifnya 
Respon kita dalam pemberian anak makan sama ya. Seperti tidak memaksa anak makan, harus sabar, dan anaknya diberi motivasi


Pemberian MPASI untuk 12 sampai 24 Bulan 


Pemberian ASI 12  sampai 24 bulan anak membutuhkan 550 kilo kalori per hari

Frekuensi
Sama dengan sebelumnya ya yaitu Berikan anak makan 3 sampai 4 x makan dan 1 sampai 2 x selingan setiap harinya

Jumlah
Pelan-pelan kita naikkan jumlah makanan MPASI anak kita sampai 3/4 ukuran mangkuk 250 ml

Tekstur
Yeayyy di usia ini anak sudah boleh makan dengan menu yang sama dengan kita


          Anakku Ersyha pertama kali naik tekstur makanan ngalamin mual bahkan muntah bun. Tetapi ternyata itu wajar bunda karena anak sedang belajar mengenal tekstur baru makanannya, sehingga membuat Erysha merasa kurang nyaman. Walau begitu tetap aku ajarin bun dengan pelan-pelan dan naik turun tesktur sampai Erysha terbiasa dengan tekstur barunya dan tidak menyebabkan mual lagi.

        Awalnya nggak tega sich bun ngeliatnya, tapi tetap harus diajarin karena fase ini harus dilalui oleh Erysha. Klo nggak gitu, Erysha nggak akan belajar-belajar naik tekstur dan nanti akan sulit masuk ke menu keluarga disaat usianya 12 bulan. 

Baca juga : Menghadapi Anak GTM atau Susah Makan

          Saat Ersyha mulai berusia 9 bulan, tekstur makanannya sudah mulai kasar dan makanannya dipotong kecil-kecil. Aku sempat kwatir awalnya bagaimana cara Erysha mengunyah makanannya yang dikarenakan Erysha belum tumbuh gigi, tetapi lagi-lagi ternyata bunda. Menurut WHO anak pertama mengunyah dengan menggunakan gusinya bukan giginya. Bahkan makanan bertekstur kasar (disesuaikan dengan usianya juga yah bun) dapat merangsang pertumbuhan gigi bayi. 

Allhamdulillah dengan kesabaran, akhirnya Erysha dapat melalui setiap tahapan tekstur makanannya. Horeeee πŸ˜…. Buat emak-emak mah setiap ada kemajuan diperkembangan anak rasanya itu bahagia sekali, rasanya itu kayak dapet Voucher Belanja hahaha πŸ˜…. Emang bahagianya emak-emak mah sederhana ya bunnnn πŸ˜†

Variasi makanan
Bunda saat ini motto 4 sehat 5 sempurna sudah dirasa kurang tepat lagi oleh pakar kesehatan dan diganti menjadi menu “Gizi Seimbang”. Nah apa aja itu yach ?πŸ˜‹

Karbonhidrat : Nasi, kentang, Ubi, dll
Protein Nabati : Tahu, tempe, jamur dll
Protein Hewani : Ikan, ayam, sapi, hati, dll
Sayuran : Sayuran apa aja boleh.
Dll

Baca juga : Penyebab Anak Sembelit 

Jangan lupa campurkan sedikit lemak tambahan setelah makanan sudah siap saji. Lemak tambahan ini bermanfaat untuk menambah nilai kalori makanan, membuat makanan terasa lebih enak, membantu penyerapan vitamin, dan dapat membantu melancarkan pencernaan agar anak tidak mudah sembelit. Sumber lemak tambahannya berasal dari lemak nabati ya bun dan mudah dijangkau seperti minyak kelapa sawit (minyak goreng), mentega, margarin, santan (tidak disarankan santan kemasan ya bun), evo dll. Kecuali menu buah-buahan ga perlu pakai lemak tambahan ya bun
  
Respon saat pemberian makan
* Lakukan kontak mata dan berikan senyum
* Ajak bayi ngobrol dan berikan kata-kata yang positif kepada bayi
   “ De Erysha hari ini bunda masak enak lho, bunda bikin bubur nasi buat dede, dede cobain yach πŸ˜‹"
* Berikan anak pujian
   “ Wah anak bunda hebat ikh, makannya lancar”
* Buat suasana makan yang nyaman dan menyenangkan bagi bayi
   Bisa dengan bernyanyi dan bercanda, tetapi jangan pernah memaksa bayi makan ya bun nanti dia jadi  tidak menyukai kegiatan makannya.

Pokoknya jadikan kegiatan makan itu semenyenangkan mungkin agar bayi kita menyukai kegiatan makannya dan jadi suka makan 😊.

Baca Juga : Review Alat Masak MPASI "Baby Safe"

Kebersihannya
Kebersihannya harus benar-benar terjaga bunda karena bayi lebih rentan sakit dibandingkan orang dewasa. Jadi sebaiknya alat masaknya harus benar-benar bersih dan hindari berbahan dasar kayu kerena lebih rentan menyimpan bakteri dan parasite. 

        Sebelum masak makanan bayi jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan masak makanan sampai matang. Sedangkan untuk alat makannya akan lebih baik jika slalu disterilkan dengan alat khusus atau uap panas. Selanjutnya ajak baik untuk slalu mencuci tanggannya sebelum makan dan sesudah bermain😊.


Referensi

Seminar " MPASI rumahan ? Gak serumit itu lho" oleh dr Frecillia Regina, SpA, IBCLC

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)










2 comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih πŸ™