• Thursday, April 6, 2017

    Anak Berkebutuhan Khusus






    Definisi Anak Berkebutuhan Khusus
    Seiiring dengan perjalanan waktu, manusia kini semakin hari semakin berkembang dengan pesat dan berlangsung secara terus menerus dengan angka kelahiran yang tinggi. Namun tidak semua anak yang dilahirkan mengalami perkembangan yang normal. Banyak diantara mereka mengalami hambatan atau gangguan secara permanen maupun temporer. Gangguan dan hambatan itulah yang dikenal dengan sebutan anak berkebutuhan khusus.


    Anak berkebutuhan khusus yang bersifat permanen adalah anak yang mengalami gangguan atau hambatan secara internal seperti gangguan motorik, kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, gangguan emosi, gangguan kecerdasan, gangguan perilaku dll. Contohnya tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dll. Sedangkan anak berkebutuhan khusus yang bersifat temporer adalah anak yang mengalami hambatan baik hambatan belajar maupun hambatan perkembangan yang disebabkan oleh fator eksternal dari situasi dan kondisi tertentu. Seperti anak korban peperangan, korban perkosaan, korban bencana alam dll. Namun apabila anak-anak yang mengalami hambatan secara temporer ini tidak ditangani dengan tepat maka bisa menjadi gangguan atau hambatan yang bersifat permanen.

    Oleh karena itu anak berkebutuhan khusus secepatnya  mendapatkan intervensi atau penanganan khusus dengan tepat seperti memberikan pendidikan dan layanan khusus karena mereka pun memiliki hak yang sama dengan anak pada umumnya seperti yang tercantum dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pada pasal 5 (2) ditegaskan bahwa “warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan / atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”.

    Penyebab Anak Berkebutuhan Khusus
    Banyak hal yang bisa menjadikan anak berkebutuhan khusus. Penyebabnya bisa dibagi menjadi 3 sebab yaitu:

    1.      Masa sebelum kelahiran / Prenatal
    Masa ketika anak belum lahir atau masih di dalam kandungan. Penyebabnya bisa karena dari virus, kekurangan nutrisi, keturunan, kekurangan oksigen ketika di dalam kandungan, penggunaan obat-obat keras atau mengkomsumsi dengan cara berlebihan, meminum alkohol, dll

    2.      Pada saat kelahiran / Neonatal
    Penyebabnya karena memakai alat bantu, lahir dengan prematur, posisi bayi yang sulit dikeluarkan, kekurangan oksigen dll

    3.      Kejadian setelah kelahiran / Post Natal
    Umumnya terjadi karena factor eksternal seperti trauma, terkena sakit, kecelakaan, dll

    Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

    Banyaknya anak berkebutuhan khusus hingga para ahli pendidikan perlu mengklasifikasikannya menjadi beberapa bagian yaitu:

    1. Tunanetra 
    Anak yang mengalami gangguan atau hambatan pada fungsi penglihatannya

    2. Tunarungu
    Anak yang mengalami gangguan atau hambatan pada fungsi pendengarannya

    3. Tunagrahita
    Anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata anak pada umumnya

    4. Tunadaksa
    Pengertian tunadaksa menurut Sutjihati Somantri, Psikologi Anak Luar Biasa, 2006 adalah "suatu keadan yang terganggu atau rusak sebagai akibat dari gangguan bentuk atau hambatan pada sendi, otot dan tulang dalam fungsinya yang normal". Kondisi ketergantungan ini bisa disebabkan oleh kecelakaan, penyakit atau bisa juga pembawaan sejak lahir. 

    5. Tunalaras 
    "Anak tunalaras sering juga disebut anak tunasosial karena tingkah laku anak ini menunjukkan penentangan terhadap norma-norma sosial masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu, dan menyakiti orang lain". (Somantri, 2007:139)

    6. Tunaganda 
    Anak yang mengalami gangguan atau hambatan lebih dari 1 jenis

    7. Autis 
    "Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun" (Suryana:2004)

    8. Anak berkesulitan belajar
    "Menganggap kesulitan belajar sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar" (Siti Mardiyanti dkk. 1994:4-5)

    9. Anak berbakat
    "Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual, musik, matematika, fisika, kimia, ektronika, informasi, teknologi, bahasa, olahraga, dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya" (Judarwanto, 2007)

    10. ADHD
    "Hiperaktivitas adalah salah satu aspek dari attention Deficit with/without Hyperactivity Disorder (ADD/HD) atau yang dikenal istilah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). ADHD/GPPH mencakup gangguan pada 3 aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsivitas. Apabila gangguan hanya terjadi pada aspek yang pertama dinamakan gangguan pemusatan perhatian (ADD) sedangkan bila ke 3 aspek terkena imbas gangguan barulah disebut ADHD" (Mangunsong, 2009)

    11. Gangguan bicara dan bahasa

    12. Korban perang, korban perkosaan, korban bencana alam dll

    Betapa pentingnya bagi para orang tua untuk selalu memantau setiap pertumbuhan dan perkembangan anaknya sehingga orang tua dapat mendeteksi sedini mungkin apabila ada pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan usia dan kematangan anak yang seharusnya, agar segera mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat dalam mengoptimalkan kemampuan anak

    Daftar Pustaka
    E.M. (2011). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: CV Amanah Offset
    Nani, Euis. (2011). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: Amanah Ofsett
    Somantri, Sutjihati. (2009). Pendidikan Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama
    Somantri, Sutjihati. (2007). Psikologi Anak Tunalara. Bandung: Refika Aditama
    Mangunsong, Frieda. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3)





    1. 

    10 comments:

    1. Salah satu hambatan bagi mereka yg berkebutuhan khusus adl ketersediaan fasilitas umum yg ramah utk mereka.
      Makasih sharingnya mba.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya benar bunda, semoga negara kita semakin banyak menyediakan fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus ya 😃

        Delete
    2. anak saya Cerebral Palsy ringan Mbak, komunikasi sih normal, hanya saja gerak motoriknya agak terhambat. Jujur saya agak khawatir memasukannya ke sekolah umum, takut di bully. Apalagi sekarang anaknya udah 5 tahun, sebentar lagi masuk SD :(

      btw, salam kenal ya maks, makasih buat sharingnya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bunda sekarang memang sedang marak-maraknya kasusu bully. Nanti jika usia anaknya sudah 7 tahun dan waktunya masuk SD coba bunda masukkan ke SD inklusi. Memang anak berkebutuhan khusus akan belajar bercampur dengan anak pada umumnya. Tetapi anak-anak di sekolah inklusi lebih paham dengan keadaan anak berkebutuhan khusus karena memang konsep pendidikannya bercampur dengan abk dan biasanya di sekolah inklusi akan ada guru khusus juga yang mengajari abk. Semogajawaban saya bisa membantu ya bun dan semangatttt 😘😘

        Delete
    3. Tetangga depanku anaknya dua orang berkebutuhan khusus, mbak. Seneng ikut bisa memperhatikan dan membimbing mereka :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Allhamdulillah. Pasti tetangganya seneng punya tetangga yang baik kyak bunda Putu 😃

        Delete
    4. Bermanfaat sekali mba, saya jadi tau macam-macam tipe anak berkebutuhan khusus ini. Setelah selama ini cuma tau namanya aja tapi gak tau maksudnya...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Terima kasih bunda. Senang jika bisa bermanfaat 😃

        Delete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES