Skip to main content

Pentingnya Pendidikan Berbasis Adab Dalam Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Foto: Vebma.com

Hai ayah bunda, betapa pentingnya kita sebagai orang tua perlu mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak sedini mungkin sebagai salah satu cara dalam pembentukan karakter anak dari usia dini.

        Menurut para ahli masa kanak-kanak adalah masa dimana otak anak sedang berkembang dengan pesatnya atau disebut juga sebagai masa keemasan sehingga anak lebih mudah menyerap segala sesuatunya. Di Fase anak ini menjadi kesempatan yang bagus untuk kita memberikan pendidikan berbasis adab dalam membentuk karakter anak. Sebelum kita membahas kenapa pentingnya mengajarkan adab pada anak, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa itu adab?

Definisi Adab

        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adab adalah "kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak" sedangkan beradab adalah "1 mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan. 2 telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya".
 
        Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa adab adalah kata yang sederhana tetapi memiliki pengertian dan makna yang luar biasa sehingga membuat kita sebagai orang tua menyadari betapa perlunya mengenalkan adab pada anak sedini mungkin.


Pentingnya mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak

        Setelah kita tahu apa itu adab, mari kita bertanya pada diri kita. Apakah kita sudah mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak kita?. Mari juga kita lihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Apakah anak-anak sekarang ini sudah memiliki adab atau sudah beradab ?. Rasanya miris sekali ya kita melihat anak-anak sekarang ini karena pada kenyataannya mereka jauh dari adab. Siapakah yang salah dari itu semua dan dimana letak salahnya dari pendidikan kita ? Mari kita merenungi diri kita sebagai orang tua. Jangankan anak-anak, banyak orang dewasa itu sendiripun tidak memakai adab dan tidak paham dengan adab itu sendiri dan terlihatlah bagaimana karakter mereka terbentuk.

        Apa ayah bunda pernah melihat seorang anak membentak orang tuanya ?, melihat seorang hamba yang suka menyalah-nyalahkan Tuhan-Nya ?, melihat banyak orang menggunjingkan aib orang lain atau melihat infotaiment yang menceritakan keburukan orang lain dan kita anggap itu hal biasa ?, atau melihat anak-anak sibuk mencontek ketika ulangan? dan masih banyak hal lainnya yang semuanya berhubungan dengan adab dan membuktikan saat ini kita sedang mengalami krisis adab. 

        Ada orang tua yang menyadari pentingnya mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak dan banyak juga yang tidak mau peduli serta tidak mau belajar soal adab. Semoga kita termasuk orang tua yang mau belajar adab sebelun kita mengajarkan adab itu sendiri kepada anak.

Penyebab terjadinya krisis adab saat ini

        Salah satu penyebab terjadinya krisis adab adalah karena gagalnya orang tua untuk tidak lebih dulu mengenalkan adab dan lebih mengutamakan untuk mengenalkan ilmu pada anak mereka, itu semua di karenakan mereka menganggap bahwa ilmu itu lebih penting daripada adab sehingga terlahirlah generasi-generasi berilmu tetapi kurang beradab.

        Banyak orang tua yang takut anaknya tidak bisa bahasa Inggris, tetapi tidak takut anaknya tidak bisa mengantri. Banyak orang tua yang kwatir jika anak mereka tidak bisa masuk perguruan tinggi yang hebat, tetapi tidak kwatir melihat anaknya yang membuang sampah sembarangan.

        Ayah bunda, ilmu itu lebih mudah untuk dipelajari dan bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Tetapi berbeda dengan adab. Adab butuh waktu yang lama dalam penanamannya di jiwa anak dan perlu proses yang tidak sebentar namun sangat bermanfaat dalam pembentukan karakter positif anak hingga ia tumbuh dewasa nanti.


Akibat dari tidak adanya pendidikan berbasis adab sejak dini

        Banyak sekali terbentuk karakter yang negatif dari
tidak ditanamkannya pendidikan berbasis adab sejak dini. Berikut ini adalah contohnya:
1. Menjadi hamba yang tidak taat pada Tuhannya
2. Terbentuknya karakter yang tidak memiliki sopan santun
3. Kurang menghormati orang lain
4. Sombong
5. Kurang memiliki empati pada orang lain
6. Tidak berpegangan pada kebenaran
7. Curang
8. Menyakiti orang lain
9. Dll

Macam-macam adab dan cara mengenalkannya

        Terkadang orang tua yang suka kebingungan dalam mengenalkan dan mengajarkan adab pada anaknya. Dibawah ini ada macam-macam adab yang hendaknya dikenalkan pada anak usia dini beserta caranya:

1. Adab kepada Tuhan
Adab kepada pencipta merupakan yang paling utama kita ajarkan pada anak sebab anak berasal dari-Nya dan pasti akan kembali lagi kepada-Nya. 

Cara mengenalkannya:
- Ajarkan anak untuk mengenal Tuhannya lewat ciptaannya
"Erysha lihat langitnya indah ya, Allah hebat banget ya bisa nyiptain langit seindah ini" 

- Ajarkan anak untuk bersyukur lewat nikmat dan kebaikan-Nya
"Erysha lihat, kita punya mata untuk  melihat, punya telinga bisa mendengar, punya kaki bisa berjalan dan masih banyak hal yang lainnya yang kita punya ya. Wah Allah baik dan sayang sekali ma kita ya. Banyak yang Allah kasih ke kita. Jadi kita jangan lupa bilang makasih ke Allah dan sayang ama Allah ya"

        Metode ini salah satu cara kita mengajarkan anak untuk mencintai penciptanya sehingga ketika usia anak sudah matang nanti untuk belajar adab beribadah, bukan lagi karena keterpaksaan atau rasa takut tetapi lebih dikarenakan rasa cintanya kepada Tuhannya
- dll

^ Pendidikan karakter yang terbentuk: anak menjadi hamba yang taat pada Tuhannya, pandai bersyukur, memiliki jati diri, bisa memberi manfaat untuk umat, berusaha memegang prinsip kebenaran dll

2. Adab kepada orang tua
Ini adalah adab ke dua yang terpenting setelah adab kepada Tuhan karena sampai kapanpun peran orang tua tak akan pernah tergantikan oleh peran orang lain.

Cara mengenalkannya :
- Ajarkan anak untuk patuh pada orang tua
Ajarkan adab ini dengan penuh kasih sayang pada anak bukan dengan otoriter atau dengan membuat anak takut pada orang tuanya. 

- Ajarkan anak untuk mendoakan orang tuanya
"Erysha sayang nggak ama ayah bunda ? Jangan lupa sehabis sholat tolong doain ayah bunda ya biar tetap sehat dan bisa menemani Erysha juga"
- dll

^ Pendidikan karakter yang terbentuk: anak menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, penyayang dll

3. Adab pada diri sendiri
Adab ini hanya fokus bagaimana anak memperlakukan dirinya sendiri sesuai adab

Cara mengenalkannya:
- Adab makan
Ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, makan dengan posisi duduk dan menggunakan tangan kanan

- Adab berpakaian
Ajarkan anak untuk menutup auratnya, berpakaian sopan dan tidak ketat
- dll

^Pendidikan karakter yang terbentuk: menjadi anak yang mandiri, tahu dengan apa yang ia perbuat,  dan menjadi pribadi yang berkualitas

4. Adab kepada orang lain
Adab ini pun penting diperkenalkan kepada anak karena sebagai manusia kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri

Cara mengenalkannya:
- Ajarkan anak "SATOTEMA"
* SA (salam): ajarkan anak untuk memberi salam pada orang lain

*TO (tolong): ajarkan anak jika membutuhkan bantuan orang lain dengan menggunakan kata tolong

*TE (terima kasih): Ajarkan anak untuk selalu mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan padanya

MA (maaf): ajarkan anak untuk tidak malu meminta maaf pada orang lain jika melakukan kesalahan 

- Meminta ijin apabila memimjam milik orang lain 

- Berkata yang baik pada orang lain


- dll

^ Pendidikan karakter yang terbentuk: menghormati orang lain, tahu mana yang haknya mana yang bukan, punya jiwa empati yang tinggi pada orang lain, jujur, sopan, suka menolong dll

         Dalam mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak, lakukanlah dengan cara mengajak anak diskusi dan berikan mereka contoh adab yang baik pula dari orang tuanya serta dari orang terdekat anak karena perkataan tanpa disertai dengan perbuatan hanyalah kesia-sian.

        Ajarkan adab sesuai usia dan kematangan anak. Semakin bertambah usia anak maka pembelajaran adabpun perlu ditingkatkan disesuaikan dengan fitrah anak. 

        Jika kita berhasil mengajarkan adab pada anak maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beradab karena ia tahu bagaimana memperlakukan Tuhannya, memperlakukan orang tuanya, memperlakukan dirinya sendiri, dan memperlakukan orang lain dengan budi pekerti yang luhur dan dengan sebaik-baiknya.

Comments

  1. tulisan yang sangat bermanfaat mbak. pendidikan sejak dini tentang adab memang sangat penting agar anak mudah kita bentuk dan tidak mudah terkena pengaruh dari luar.

    sebagai orang tua, kita seringkali punya harapan tinggi kepada anak-anak kita. memberi contoh dan kasih sayang memang cara paling ampuh untuk membentuk karakter anak.

    tenatng SATOTEMA, wah, ini masih PR besar buat saya mbak. anak saya masih harus terus dibimbing dan diingatkan untuk melakukan ini. dan diberi teladan tentunya. semua kembali ke orang tua ya.

    tfs mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 bunda, tugas kita menjadi orang tua memang tak mudah apalagi ditambah pengaruh dari luar yang lebih banyak negatifnya. Hanya usaha dan doa yang bisa menyelamatkan anak kita. Semangattt kitaaa 😘😘

      Delete
  2. bener banget mba, adab mungkin lebih penting daripada kecerdasan intelektual.. atau bisa dibilang basic nya.. apa guna nya menjadi genius tapi tak beradab.. ^^ PR bagi keluarga mengajarkan adab kepada anak2..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…