Skip to main content

21 Kutipan Parenting yang Pastinya Memotivasi Ayah Bunda


        Tahukah ayah bunda, selain belajar ilmu parenting dari buku atau pun seminar, kita bisa juga lho belajar kutipan parenting yang pastinya bisa memotivasi kita juga sebagai orang tua dari para ahlinya atau dari yang berpengalaman. Mengapa harus belajar ? 

Nah, menurut salah satu pakar parenting yaitu Abah Ihsan ada dua jenis tipe orang tua, yang pertama tipe orang yang malas belajar dan mendidik anak hanya dengan ilmu seadanya dan yang ke dua adalah tipe orang tua pembelajar. Dimana tipe pembelajar ini adalah tipe orang tua yang mau terus belajar dan membekali diri dengan ilmu. Baik itu ilmu yang didapatkan dari buku, seminar parenting dan dari ahlinya. Nah kita termasuk tipe orang tua yang manakah untuk anak-anak kita ?

        Semoga kita termasuk tipe orang tua yang ke dua ya ayah bunda. Agar ayah dan bunda semakin semangat dan termotivasi lagi belajarnya untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Yuk kita ikuti 21 kutipan parenting di bawah ini :


21 Kutipan Parenting yang Pastinya Memotivasi Ayah Bunda


1.

Ayah bunda, setiap anak itu memiliki potensi kebaikan dalam dirinya. Tergantung kita sebagai orang tua apakah mampu menemukan dan mengasah potensi kebaikan itu pada diri anak atau kah tidak.

2.

Dengan menjadi teman sekaligus sahabat yang baik bagi anak kita, kita akan selalu tahu keadaan dan suasana hati anak kita. Ini penting sekali dalam membangun bonding dan kepercayaan anak terhadap orang tuanya.

3.

Ayah bunda, banyak orang tua memperlakukan anaknya dengan seenaknya. Seperti mengambil keputusan tentang anak semau orang tua tanpa melibatkan anak atau bertanya tentang perasaannya. Banyak pula orang tua yang suka berteriak, membentak bahkan memukul anaknya. Tanpa disadari bahwa itu menyakiti anak. Kita terkadang lupa berpikir bahwa kita pun tidak suka diperlakukan seperti itu. Yuk kita perlakukan anak kita sebagaimana kita ingin diperlakukan

4.

Kita boleh sibuk berkarier dan berkaya di luar sana. Tetapi jangan pernah lupa bahwa prioritas kita adalah di rumah dalam mendidik anak-anak kita. Luangkanlah lebih banyak waktu dalam mendidik anak-anak kita di rumah. Jika bukan kita orang tuanya siapa lagi ? Apapun yang kita bangun di luar sana dan sehebat apapun itu mungkin bisa saja gagal. Tetapi jangan pernah membiarkan diri kita gagal dalam mendidik anak-anak kita, karena waktu tak akan pernah dapat diulang kembali

5.

Sebagai orang tua kita bisa saja mempelajari dan menerapkan ilmu parenting yang paling keren dan terbaru dari para ahli parenting pada pendidikan anak-anak kita, tetapi jangan pernah lupa untuk melibatkan Tuhan di dalamnnya, karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menjaga dan melindungi selalu anak-anak kita. Oleh karena itu dekatlah pada Sang Pemilik segalanya agar kita tidak malu untuk berdoa dan menitipkan penjagaan terhadap anak kita pada-Nya semua itu berlandaskan cinta kita pada-Nya.

6.

Ayah bunda, pernah tidak memaksa anak ?. Terkadang secara tidak sadar kita suka memaksa anak ya bun. Misalnya ketika suka memaksa anak kita yang masih kecil untuk berbagi mainannya dengan adiknya atau dengan temannya. Padahal umurnya yang masih kecil belum paham dengan konsep berbagi. Bukannya kita mengerti fase anak-anaknya dan bersabar memahamkannya tetapi malah memaksanya atau bahkan melabeli anak pelit atau mungkin di saat kita sedang kelelahan tetapi anak sedang ingin bermain dengan kita orang tuanya, kita malah memarahi mereka dan memaksa mereka untuk mengerti kita yang sedang kelelahan. Pastinya masih banyak cara lain kita ya bun tetapi tidak memaksa anak.

7.

Anak itu mesin fotocopy terbaik orang tuanya, karena salah satu fase belajar anak adalah dengan meniru. Jika Ayah Bunda ingin anaknya berubah yang pertama harus berubah adalah kita sebagai orang tua dan berikanlah contoh yang nyata pada anak dengan perbuatan kita.

8.

Ayah bunda, jangan kita biarkan anak kita tumbuh dengan pribadi yang manja dan ketergantungan dengan orang tuanya. Ajarkan anak kemandirian dan rasa tanggung jawab sedini mungkin demi kebaikannya di masa depan.

9.

Jangan biarkan kesibukan kita di luar rumah atau pun kesibukan kita di dalam rumah membuat kita mengabaikan kebutuhan anak akan hadirnya diri kita dalam menemaninya.

10.

Banyak orang tua yang dengan mudahnya membentak anaknya, berteriak pada anaknya atau bahkan memukul anaknya sehingga mereka lupa bahwa itu menyakiti dan membully anak mereka sendiri

11.

Ayah bunda, banyak orang tua yang lebih takut anaknya tidak jago bahasa Inggris, tetapi tidak takut anaknya tidak bisa mengantri. Banyak orang yang katanya berpendidikan tinggi tetapi buang sampah saja masih sembarangan atau sejenisnya. Itu semua memberikan gambaran pada kita untuk betapa pentingnya mengenalkan dan mengajarkan adab pada anak kita sedini mungkin. Agar anak kita tumbuh menjadi orang berilmu lagi beradab.

12.

Ajarkan untuk mengetahui manfaat dari ilmu yang ia pelajari dan buat anak untuk menyukainya. Itu semua akan membuat anak termotivasi belajar karena ia menyukainya bukan karena paksaan. Anak yang belajar dari rasa suka akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berani berkembang lebih jauh lagi serta dapat memberi manfaat untuk dirinya maupun untuk orang lain

13.

Ajarkan dan tanamkalah pada jiwa anak bahwa kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri atau pun hanya untuk keluarga kita tetapi juga harus bermanfaat untuk orang lain maupun lingkungan karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat memberi manfaat untuk banyak orang.

14

Sadarkah kita bahwa masa kecil anak-anak kita itu hanya sebentar dan tak akan pernah terulang kembali. Untuk itu bangunlah kedekatan dengan anak-anak kita sedari kecil. Agar anak tumbuh dengan kenangan indah bersama ayah dan bundanya dari sewaktu ia kecil

15.

Sebagai orang tua kita harus membangun bonding dengan anak kita. Bonding yang kuat akan membuat kita lebih mudah mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai yang positif pada diri anak. Anak pun akan lebih mudah mendengarkan dan menurut dengan kata-kata kita sehingga dapat melindungi anak dari pengaruh buruk yang datangnya dari luar.

16. 
Terkadang kita suka meminta pada anak "nilai kamu harus bagus, atau nilai kamu harus tinggi". Padahal nilai-nilai itu hanyalah berupa angka-angka kosong yang tak berarti apa-apa. Jika kita terlalu menekankan hasil pada anak, maka jangan kaget jika target anak hanya hasil tetapi lupa dengan prosesnya.

Sehingga, kelak ia akan cenderung  tumbuh menjadi pribady yang akan menempuh segala cara u/ mendapatkan sebuah hasil tanpa berpikir apakah proses dan caranya sudah benar atau belum. Jadi, jangan kaget juga ya Ayah Bunda, mengapa lebih banyak anak yang mencontek daripada anak yang jujurnya. Dan nyatanya kini, lebih banyak orang dewasa yang nggak baiknya daripada orang yang jujurnya, kan? Itu semua berawal dari pola asuh kita sendiri yang salah memberikan pemahaman pada diri sendiri terutama pada anak.

So, jangan minta pada anak nilai kamu harus bagus tapi gantilah kata itu dengan "berusahalah!" Agar ia bisa belajar dari sebuah yang namanya proses

17.

Tak perlu banyak menggurui dan menceramahi anak dengan kata-kata. Buktikanlah dengan perbuatan kita setelah itu anak akan belajar meneladani

18.

Seorang ibu yang stres akan menjadi kurang sabar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya begitu juga sebaliknya. Orang tua yang bahagia akan memiliki kebahagian pula untuk dibagikan kepada anak-anaknya dan anak-anak pun akan tumbuh menjadi anak yang bahagia pula.

19.

Ilmu terus saja mengalami perkembangan begitu juga dengan ilmu parenting dan pengasuhan anak. Sehingga membuat kita sebagai orang tua terus belajar membekali diri dengan ilmu agar kita dapat mendidik anak dengan ilmu yang kita miliki. Jika kita tidak mau belajar lalu mau dengan apa kita mendidik anak-anak kita ?

20.

Banyak orang tua yang begitu senang menyalah-nyalahkan anaknya tanpa mau berkaca pada diri dan mengevaluasi dirinya, karena pada umumnya ketika anak melakukan kesalahan ataupun memberontak pemicu terbesarnya adalah dari kesalahan orang tua. Yuk kita selalu menginstrospeksi diri kita dan pola pengasuhan kita pada anak-anak kita, karena selalu mengevaluasi diri itu penting

21

Dunia ini begitu fana dan sebagaimanapun kita berjalan atau bahkan berlari tetap saja akan selalu kembali kepada-Nya. Ajarkan anak untuk mencintai Tuhannya sedini mungkin agar apa pun yang ia lakukan kelak bukan karena takut pada Tuhannya, tetapi itu semua karena rasa cintanya pada Tuhannnya. Bukankah tak ada rasa syukur yang teramat jika kita memiliki anak yang begitu mencintai Tuhannya ? Sebelun kita mendidik anak seperti itu, yang pertama kita didik adalah diri kita, bagaimana cara kita untuk mencintai Tuhan kita lalu setelah itu anak akan melihatnya.

Wah banyak ya ayah bunda yang perlu kita pelajari. Tetapi tidak apa-apa, karena menjadi orang tua yang baik memang belajar dan sekolahnya seumur hidup. Ketika berhasil manfaatnya akan terasa dunia akhirat kita. Nah semoga kita bisa belajar perlahan-lahan ya ayah bunda dalam mengaplikasikan 21 kutipan parenting ini dalam pendidikan dan pengasuhan anak kita. Selamat belajar































   

Comments

  1. Keren bunda quotesnya... ijin copas ya,makasih

    ReplyDelete
  2. Quotenya keren semua mbak, bagus ini buat persiapan menanti kelahiran anak. Suka nerveous kira-kira bisa nggak ya didik anak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bunda lagi hamil ya. Semoga dilancarkan ya kelahirannya dan dedenya sehat. Jangan takut bunda. Dalam mendidik anak kita harus bisa daripada kita menyesalinya dunia akherat. Caranya gimana ? Yaitu dengan membekali diri dengan ilmu dan jangan lupa sertakan kekuatan Dia agar bisa membimbing kita. Semangattttt ya bun 😘

      Delete
  3. Ilmu parenting memang tidak ada habisnya ya, bunda. Semoga kita bisa selalu menjadi orang tua yang memberikan yang terbaik untuk anak. Aaminn

    ReplyDelete
  4. Nice quotes mbak, makasih yaaa. Bagus tu kalau ada yg dicetak trus dipajang di dinding buat pengingat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih bunda juga. Allhamdulillah seneng bisa bermanfaat 😃

      Delete
  5. Quotesnya bagus-bagus, tapi aku paling suka yang "jangan mempermudah keseharian anak bila tak ingin mempersulit masa depannya." Jadi inget vlognya Zaskia Adya Mecca, ketika anaknya ada masalah dengan teman-temannya, dia enggak turun tangan, dia cuma ngaterin anaknya ke sekolah, mandangin dari jauh, dan membiarkan anaknya menyelesaikan masalahnya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget bunda. Anak perlu diajarkan dan dilatih kemampuannya dalam memecahkan masalahnya sendiri. Kita cuma cukup jadi fasilitatornya saja 😃. Terima kasih bun sudah berkunjung 😃

      Delete
  6. halo salam kenal bund, no 7 catatan penting banget tu soalnya anak peniru ulung dari ortunya, semoga saya bisa jadi ortu yang baik aaamiin. ^^

    ReplyDelete
  7. Mbaaaa makasih banyak self remindernyaa buat new mom kayak saya, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 bunda. Sekali lagi selamat telah menjadi ibu ya 😘

      Delete
  8. Terima kasih sharing tipsnya ya. jadi reminder banget buat aku nih supaya terus belajar dan belajar lagi untuk jadi lebih baik.

    ReplyDelete
  9. Masyaa Allah mbak kutipannya menggugah. Mbak Yeni inspiratif banget, wajib belajar sama mbak Yeni kl soal parenting. Dari tulisan2 mbak Yeni saya banyak belajar tentang pengasuhan anak yg baik dan tepat.

    ReplyDelete
  10. No 3 jlebb banget, kadang saya sendiri merasa, memperlakukan anak tidak sebagaimana mestinya, hiks..sedih !😭

    ReplyDelete
  11. Noted nih Mbak quotesnya. Buat reminder klo qt itu kudu belajar & terus belajar sepanjang hayat dimanapun kapanpun. Hmmm, jd semangat pengen lanjutin kuliah kalo bicara long live education.

    ReplyDelete
  12. Wiih, makjleb semua quotesnya.. Apalagi tuh yang setrikaan menggunung, aku banget. Kalau udah punya target nyelesaiin pekerjaan rumah, anak jadi terabaikan deh.

    ReplyDelete
  13. Bagus -bagus quotesnya. Aku tertarik nomor 2, 7, 8, 12, 16, 17. Kayaknya ngena banget di aku. Menimbulkan semangat dalam mendampingi anak-anak.

    ReplyDelete
  14. Penyemangat sekaligus untuk bahan renungan. Kadang-kadang sebagai orang tua memang butuh quote seperti ini :)

    ReplyDelete
  15. Pasangan yang bahagia akan membuat anak bahagia prinsip aku sama suami sejak dulu mbak. Alhamdulillah masih diterapin sampai sekarang. Makasih tips 2 nya ya mbak... Mau aku terapin yang lainnyA

    ReplyDelete
  16. Bagus banget quote-quotenya mbak. Bukan cuma quote tapi sebagai pengingat juga untuk saya sebagai calon orangtua.

    ReplyDelete
  17. Mengispiratif banget semua Qoute parentingnya mba jadi tersadar kekurangan ku sebagai orangtua

    ReplyDelete
  18. Bentakan bisa mematikan jutaan sel otak pada anak. Msh banyak orgtua yg kurang peka tentang hal ini ya mbak sehingga banyak anak yang segan kepada orangtuanyab

    ReplyDelete
  19. Quotes-quotesnya bijak semua, reminder buat saya untu jadi orangtua yang lebih baik, belajar lagi...

    ReplyDelete
  20. Quotes yang paling ngena itu jangan memudahkan keseharian anak jika tidak meau mempersulitnya di masa depan. YA allah ini bener banget bun. Aku sering bangey gak tegaan dan ujung ujungnya ngalah dan anak makin merasa manja karena apa apa tersedia. Semua quotenya bikin saya berkaca.

    ReplyDelete
  21. Ini quotesnya bagus-bagus Bun. Bisa jadi reminder dan mesti sering dibaca ya sebagai pengingat kala kita alpa sebagai orang tua.

    ReplyDelete
  22. Quote2 yg bergizi dan menjadi pengingat bagi para orangtua nih. Thanks for sharing yaa

    ReplyDelete
  23. Betul mba, anak adalah investasi akhirat, banyak yg lupa bahwa mendidik anak untuk mengharap ridho Allah. Makasi remindernya mba

    ReplyDelete
  24. begitu liat judul artikel ini, saya langsung spontan nge-save link nya di notes hape.. berguna banget untuk memotivasi saya sebagai orang tua baru..

    ReplyDelete
  25. Dari semua quote, nomor 4 menurutku iya banget. Selalu menyesal kalo bad habbit ku melukai anak anak. Parenting gak akan pernah bisa diulang

    ReplyDelete
  26. Memadamkan sinar bintang pada anak itu bencana ya. Susah nanti ketika besar, anak harua mencari sinar bintangnya sendiri.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…