Skip to main content

7 Hal Penting Ini yang Harus Bunda Persiapkan Sebelum Menyapih Anak

7 hal penting ini yang harus bunda persiapkan sebelum menyapih anak

Hai Bunda!

Tahukah Bunda, bahwa sebelum kita menyapih anak itu, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan, lho. Karena fase penyapihan adalah fase yang tidak mudah untuk dilalui oleh anak dan ibu. Terutama bagi anak. Kenapa? Karena bagi anak menyusu adalah sumber makanan dan minumannya, sumber kenyamanannya, sumber anak untuk mendapatkan keamanan dan ketenangannya dari ibunya dan memang bagi anak, menyusu adalah segalanya baginya selama ini

Tentu saja, untuk melepaskan anak dari kegiatan menyusunya tidak bisa langsung tiba-tiba atau mendadak. Kalau orangtua kita dulu sukanya pakai yang pahit-pahit ya, Bun atau bahkan ada yang nekat memakai balsem panas pada payudaranya.


Baca juga: ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI


Namun, saat ini metode yang begitu sudah tidak disarankan lagi lho, Bun oleh ahlinya. Karena memang tidak baik pula untuk psikologis anaknya. Lalu, pakai metode apa dong? Sekarang kita sudah bisa menyapih anak dengan metode cinta tanpa memaksa anak.  Kalau begitu, yuk kita lihat, Bun. Hal penting apa saja, ya yang perlu kita persiapkan sebelum menyapih anak

7 Hal Penting Ini yang Harus Bunda Persiapkan Sebelum Menyapih Anak


1. Ajak anak berbicara

air susu ibu

Anak itu walau pun belum bisa berbicara lancar layaknya seperti kita. Namun, anak sudah bisa lho, Bun untuk kita ajak berbicara dari hati ke hati. Tentu saja, dengan bahasa yang sesederhana mungkin yang bisa dimengerti oleh anak dan sesuai dengan kematangan usianya.

Anak saja bisa merasakan perasaan orang terdekatnya seperti rasa senang, sedih, marah dan takut. Apalagi, jika kita ajak anak untuk berbicara

Begitu juga ketika akan menyapih anak. Ajak anak bicara dan terus lakukan sounding pada anak

"De, dede udah mulai gede. Jadi kalau dede haus dan lapar. Dede makan atau minum, ya. Nggak nenen lagi. Soalnya yang suka nenen itu, dede bayi. Dede, kan udah nggak bayi lagi"

Dalam mengajak anak berbicara, di perlukan pemilihan kata yang tepat dan dikemas secara halus. Sebaiknya hindari banyak kata larangan, karena banyak menggunakan kata larangan, hanya membuat anak semakin penasaran. Sering mengajak anak bicara adalah salah satu cara kita untuk mempersiapkan dan menguatkan psikologis anak nantinya ketika fase penyapihan tiba

2. Buat kesepakatan atau momennya

Bunda, bagi kita yang beragama muslim. Usia 2 tahun dianggap usia yang sudah boleh untuk menyapih anak. Jadi, jika kita berkata pada anak
"De, nanti kalau dede usianya udah 2 tahun. Berarti, udah nggak nenen lagi, ya!"

Kata-kata yang menyatakan berhenti menyusui pada anak di saat usianya 2 tahun itu, membingungkan anak. Karena memang anak belum memahami konsep waktu. Jadi, anak tidak mengerti kapan dia akan berusia 2 tahun dan kapan dia harus berhenti menyusu.

Nah, untuk memahamkan anak kapan sebaiknya Dia berhenti menyusu. Buatlah sebuah momen dari hasil kesepakatan Bunda dan Anak. Misalnya, anak berhenti menyusu ketika momen anak sedang berulang tahun yang dicirikan dengan memotong kue atau mengadakan syukuran di rumah dan bisa juga momen sepulang liburan dari rumah kakek neneknya

"De, nanti pas dede ulang tahun dan potong kue. Malamnya berarti kalau dede haus minum aja dan nggak nenen lagi, ya !"

Kata-kata potong kue itulah yang akan terbayang dan mudah dipahami anak. Bahwa "kalau nanti potong kue, berarti aku udah ga nenen lagi, ya" itu akan lebih mudah dimengerti anak

3. Kurangi frekuensi menyusu dengan perlahan-lahan 

Sebelum kita akan menyapih anak. Frekuensi menyusu anak perlu dikurangi dahulu dengan perlahan-lahan. Karena kasian juga ya, Bun kalau nanti tiba-tiba kita langsung memberhentikan anak dari kegiatan menyusunya selama ini. Itu akan membuat anak kaget, tidak tenang, dan akan membuat anak merasa terabaikan perasaannya oleh kita dalam waktu yang lama ketika menangis minta disusui.

Baca juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 1

Kayak kita aja, Bun. Kalau selama ini kita terbiasa makan dengan nasi. Terus tiba-tiba kita nggak boleh makan nasi lagi dan diganti dengan ubi. Pasti kita juga kaget kan. Apalagi ASI itu lebih dari sekedar makanan bagi anak. Tentunya itu lebih berat lagi baginya.

Kurangi frekuensi menyusu anak sesuai dengan kemampuan anak. Lakukan secara konsisten. Karena jika sering berubah-rubah, akan membuat anak menjadi bingung nantinya dan proses menyapih anak akan semakin lama jadinya. Begitu juga dengan ASI kita, dikurangi perlahan-lahan sesuai dengan berkurangnya frekuensi menyusu anak. Jika tidak, akan membuat tubuh kita sakit karena ASI sedang banyak-banyaknya tetapi tidak dikeluarkan dengan perlahan. Sehingga, akan membuat payudara kita membengkak

4. Alihkan anak dengan kegiatan yang positif

Agar anak tidak sering ingat dengan kegiatan menyusunya. Bunda bisa memberikan banyak kegiatan positif pada anak sebagai pengalihan anak dari rasa ingin menyusunya. Seperti membacakan buku cerita, mengajak anak olahraga atau jalan-jalan di sekitar rumah, menggambar dll.

5. Bekerja sama dengan suami

Ayah

Bicarakan pada suami kapan sebaiknya menyapih anak. Agar suami pun bisa ikut membantu dalam memberikan kegiatan lain pada anak sebagai pengalihan anak dari rasa menyusunya dan bergantian dalam melakukan sounding pada anak

6. Sediakan susu pengganti

Selain kita selalu mempersiapkan air putih di dekat anak. Kita pun bisa mengenalkan anak pada susu seperti susu UHT atau susu bubuk. Susu bisa kita gunakan sebagai pengganti untuk anak, ketika anak meminta untuk disusui. Karena rasa susu yang enak, pada diumumnya disukai oleh anak-anak.

Tetapi, tetap ya, Bun jangan biarkan anak sampai berlebihan mengkomsumsi susunya. Untuk menghindari anak susah makan dikemudian harinya yang dikarenakan sudah kenyang dengan susunya. Menurut dokter Apin sehari maksimal 500 ml saja.

Baca juga: 40 Pertanyaan Umum yang Banyak Ditanyakan Para Bunda Seputar ASI #Part 2

Usahakan sebelum tidur malam anak meminum susunya. Membuat anak kenyang sebelum tidur, akan membantu mengurangi rasa ingin anak dari kegiatan menyusunya. Namun, sebenarnya susu ini hanya minumam penambah gizi saja. Bukan hal wajib, jika dari makanan saja anak sudah tercukupi gizi seimbangnya. Anak tidak minum susu pun tidak apa-apa

7. Persiapkan mental dan hati

hati

Yang namanya menyapih anak pasti suka ada ya, Bun drama-dramanya sedikit dan bapernya kita. Jadi, kita perlu mempersiapkan mental kita terlebih dahulu. Mempersiapkan mental dan hati untuk belajar sabar menghadapi dramanya, belajar ikhlas melepas anak untuk disapih.

Sebagai ibu, pasti kita pun akan merasa sedih ketika anak yang selama ini kita susui, mendekap dan memeluk kita sepanjang malam, anak yang selalu tersenyum memandang wajah kita, ketika kita sedang menyusuinya, anak yang ketika kita susui suka sekali memainkan dan mengelus tangan kita dan anak yang selalu tertidur di dalam pangkuan kita ketika sedang kita susui

Rasanya jarak wajah dan hati kita dengan anak, terasa begitu dekat. Jadi, ketika kita tak lagi memeluk anak untuk disusui, di saat itulah kita merasa ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang berbeda. Untuk itulah, kita perlu menguatkan hati dari sekarang dan menikmati sisa-sisa waktu menyusui anak dengan penuh makna, sebelum nantinya kita akan merasakan yang namanya kehilangan

Wah, jadi sedih ya, Bun. Kalau begitu, yuk kita persiapkan diri kita dengan ilmu dan hati yang kuat untuk menyambut fase penyapihan anak kita yang sebentar lagi dan nikmati setiap momen menyusui itu dengan penuh kebahagian. Sehingga, itu menjadi sesuatu yang manis untuk kita kenang kelak 😍



Comments

  1. Makasih tipsnya bun, klau Mukhlas masih lama sih. Kadang ada masanya pengen berhenti, capek bgt apalagi kalau mlam huhu. Tp kalau keingat menyusui jg termasuk investasi dan pahalanya jd semangat lagi. Malah klau kelamaan ditinggal ke kantor misalnya saya yg kangen mukhlas nenen. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama bun. Tapi sekarang saya udah mulai sedih soalnya bulan depan, Erysha mulai belajar disapih

      Delete
  2. Ini penting night buat calon bapak juga :).
    Makasih infonya

    ReplyDelete
  3. Keponakan saya yang 2 tahun, kalau siang sudah bisa disapih, tapi kalau malam menjelang tidur sudah gak bisa, harus nyusu kalau mau tidur, kalau gak bakalan gak tidur semalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah pasti bisa ya bun. Cuma mungkin proses menyapihnya akan lama ya 😃

      Delete
  4. Makasih tipsnya bunda...kebetulan adikku sedang dalam tahap menyapih anaknya, jadi artikel ini sangat membantu...

    ReplyDelete
  5. Nice tips. Puji Tuhan nggak kesulitan menyapih anak. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah syukurlah ya bun. Jadi ga banyak drama antara kita dan anak 😃

      Delete
  6. kadang melihat anak yang rewel karena nggak dikasih ASI lagi, nggak tega gitu :))

    ReplyDelete
  7. Makasih tipsnya bun, sedih deh 6 bulan lagi nyapih.. Ngga kerasa banget

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…