Begini Lho Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Menutup Aurat

Begini Lho Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Menutup Aurat


Begini Lho Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Menutup Aurat. Mengajarkan anak menutup aurat bukan berarti mewajibkan anak menutup aurat dengan penuh atau berjilbab sejak dini. Tapi mengenalkan anak tentang aurat sesuai usianya dan itu pun harus dengan cara menyenangkan. Menuliskan ini jadi mengingatkanku waktu pertama kali aku hijrah dan menutup auratku secara keseluruhan. Waktu itu, aku masih berusia 16 tahun. Sedih jika ingat masa itu, aku sudah baligh tetapi aku masih belum juga menutup auratku. Padahal sudah jelas sudah ada perintah menutup aurat dari Allah SWT seperti di dalam Al-quran dan hadistnya.


Dalil tentang menutup aurat di Quran surat Al Ahzab ayat 59:


Arab: يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya: Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'

Dan di Surat An nur ayat 31`

وَ قُلْ لِلْمُؤْمِناتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ ما ظَهَرَ مِنْها وَ لْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلى‏ جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبائِهِنَّ أَوْ آباءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنائِهِنَّ أَوْ أَبْناءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني‏ إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني‏ أَخَواتِهِنَّ أَوْ نِسائِهِنَّ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُنَّ أَوِ التَّابِعينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلى‏ عَوْراتِ النِّساءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ ما يُخْفينَ مِنْ زينَتِهِنَّ وَ تُوبُوا إِلَى اللهِ جَميعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya

Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Hadist tentang Menutup Aurat

hadist tentang menutup aurat

Selain itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda mengenai batasan aurat wanita. Berdasarkan hadist Abu Daud, dari 'Aisyah radhiallahu'anha, beliau berkata,

Arab: أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

Artinya: Asma' binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, 'Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini', beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.

Dari Quran dan hadist ini betapa Islam itu menghormati dan memuliakan perempuan ya dan sesungguhnya ada banyak manfaat menutup aurat dengan benar itu salah satunya agar kita para perempuan terlindungi dari pandangan mata atau dari gangguan laki-laki yang tidak baik di jalan.

Kalau ada yang bertanya "Aku sudah berjilbab dan menutup aurat, tapi kok masih banyak laki-laki di jalan yang ganggu aku?" Coba kalau begitu kita menengok ke diri kita, sudah benarkah cara kita menutup aurat kita? Sudah sesuai tutunan dalam islamkah menutup auratnya? Sudah benarkah kita berhias atau berlebihan?

Aku tahu aku terlambat menutup auratku dan entah berapa banyak dosa yang mengalir pada waktu itu hanya tidak menutup aurat saja, belum lagi dosa yang lain huhuhu 😭. Padahal andaikan aku tahu dulu bahwa perintah menutup aurat itu sama penting dan wajibnya seperti perintah shalat, pasti aku akan segera menutup auratku dengan benar

Oleh karena itu, aku tidak ingin anak perempuanku kelak seperti diriku dulu. Cukup sampai pada diriku saja kesalahan dan dosaku karena tidak menutup aurat penuh diusia yang telah wajib. Oleh karena itu, tentang menutup aurat menjadi salah satu penjabaran dari visi misi keluarga kecilku yaitu aku ingin kelak anakku tumbuh menjadi anak yang mencintai Tuhannya dan salah satu arti bentuk cinta kepada Tuhannya adalah menutup aurat sesuai perintahNya

Walau begitu, bukan berarti aku mewajibkan Erysha menutup auratnya secara penuh sejak dini ya. Bukannnnn 😂. Dalam mengajarkan anak untuk menutup aurat perlu kita kenalkan dan biasakan sejak dini dan sesuai usianya. Mana bagian yang boleh tampak mana yang tidak dan alasannya. Tentu saja dengan cara menyenangkan agar anak tidak merasa dipaksa.


Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak tentang Menutup Aurat

mengajarkan anak berjilbab sejak dini


1. Tanamkan rasa cinta anak pada Tuhannya sejak dini
Jika anak sudah cinta pada Tuhannya, akan membuat anak lebih mudah patuh dengan perintah Tuhannya karena rasa cintanya di dalam hati. Aku sukaaaaa sekali mengajak Erysha melihat kehebatan Tuhannya dan membuatnya mengagumi sendiri ciptaan Tuhannya.

"Dede, lihat ada bintang ya dilangit, MasyAllah keren ya De. Dede tahu nggak siapa yang nyiptain bintang? Wah berarti Allah itu hebat ya De bisa nyiptain bintang"

Aku suka sekali menyertakan Allah dalam hari-hari kami seperti "Dede, kita shalat yuk biar di sayang Allah" Atau "Wah Allah pasti sayang ama Dede karena Dede buang sampahnya ke tempat sampah. Jadi nggak bikin kotor ya"

Karena memang begitulah kan seharusnya kita, menyertakan Allah dalam setiap langkah kita dan dalam hidup kita sekaligus untuk menstimulasi fitrah iman anak kita. Boleh baca juga ya di sini tentang 3 cara penting menjaga fitrah anak atau cara menumbuhkan fitrah iman anak di usia keemasan

2. Berikan anak contoh
Salah satu proses belajar anak adalah meniru. Jadi, kalau kita ingin anak perempuan kita menutup aurat berilah ia contoh. Jadi walau di rumah jangan suka pakai baju seksi atau mengumbar aurat ya di depan anak. Cukup di depan suami aja kita begitu #Eh wkwkwkwk 🤣🤣🤣

3. Kenalkan anak pada batasan aurat.
- Ajak anak mengobrol
Kita bisa ajak anak ngobrol mana bagian tubuh yang boleh tampak mana yang tidak dan mana bagian tubuh yang boleh dipegang orang lain mana yang tidak dan berikan alasannya dengan bahasa yang di pahami anak.

- Lewat video edukasi tentang aurat
Selain ngobrol kita juga bisa kenalkan tentang aurat ini lewat video animasi yang ada lagunya itu, lho. Jadi mengenalkan aurat ini bisa sekalian memberikan edukasi pendidikan seks usia dini pada anak. Yuk intip juga tulisanku yang ini tentang bahaya LGBT dan pentingnya pendidikan seks usia dini

- Lewat buku cerita
mengajarkan berjilbab pada anak

Nah, selain itu aku juga suka mengenalkan apapun pada Erysha lewat buku cerita. Jadi betapa pentingnya membuat anak menyukai buku. Karena kalau anak udah suka buku, memberikan pesan positif lewat buku itu jadi lebih mudah masuk ke anaknya

- Bermain peran
Kita juga bisa mengenalkan anak tentang aurat lewat bermain peran baik itu bermain drama atau bermain boneka

- dan lain-lain

4. Biasakan anak untuk menutup aurat sejak dini
Kalau anak dari kecilnya udah dibiasakan menutup aurat, nanti sudah besarnya jadi lebih mudah untuk menutup auratnya secara penuh.

Nah, Erysha itu udah aku biasain kalau keluar rumah untuk pakai jilbab sejak usianya 4 bulan. Walaupun bajunya mungkin lengan pendek. Gapa-gapa yang penting nggak seksi dan pembiasaan dulu. Membiasakan itu bukan berarti memaksa anak untuk menutup aurat secara penuh padahal belum waktunya, jangan ya. Itu namanya dzalim ke anak. Mewajibkan sesuatu yang padahal Allah sendiri belum menjatuhkan kewajibkan pada anak.

Soalnya ada juga aku lihat orang tua yang memaksak anaknya yang masih dini berjilbab padahal belum waktunya. Kan kasian ya anaknya. Bagaimana anak bisa cinta pada Tuhannya kalau cara kitanya begitu. Membujuk boleh, membiasakan boleh tetapi memaksa yang belum wajib itu jadinya dosa ke anak

Erysha juga gitu, kalau dia main terus kepanasan. Dia buka jilbabnya juga gapapa sama aku dan ayahnya. Toh belum wajib ini. Nah, karena Erysha itu kan udah aku biasain keluar pakai jilbab dari bayi, jadi kalau keluar rumah malah dia sendiri yang minta jilbabnya tanpa disuruh hahaha 😂

5. Jangan belikan anak baju yang mengumbar aurat
Jangan belikan anak baju yang terbuka yang mengumbar aurat. Tapi baju yang sewajarnya saja sesuai usianya. Nah, biasanya aku beli baju 2 jenis untuk Erysha, yaitu baju pendek untuk sehari-hari tapi bukan yang seksi ya, dan aku belikan baju muslim untuk Erysha kalau dia pergi-pergi atau jalan-jalan.

Nah, pas hari Sabtu itu ya, Erysha dapet kiriman baju gamis anak dari @bajuyuli. MasyAllah bajunya itu ya sukaaaaaa banget. Yang suka bukan cuma aku doang. Erysha juga suka. Katanya baju gamisnya bagus kayak putri hihihi 😂.  Lihat dong senyumnya Erysha pakai baju ini 😍

baju muslim anak perempuan terbaru 2020

menutup aurat anak perempuan

membiasakan anak menutup aurat

baju gamis anak perempuan terbaru


Yang bikin aku suka ama gamisnya itu kerena desainsnya sederhana tapi anggun. Aku juga suka sama jilbabnya karena ada bunga-bunganya itu. Jadi menambah daya tarik si baju apalagi yang pakainya manis juga. Jadi makin manis kan hahaha 😂 *muji anak sendiri aku, biarin 😜

Bahannya itu karet jadi bisa melar ngikutin badannya si anak dan kalian tahu @bajuyuli ini harganya terkangkauuuuuuuu banget lho. Seriusan. Dari penampakkannya kalian pasti nyangka kan ini baju muslim mahal. Padahal ini harganya murah lho tapi nggak murahan. Dan aku lihat di websitenya @bajuyuli ini memang harga-harganya ramah di kantong. Cocoklah ya buat emak-emak kayak kita, walau belum bisa beli baju semahal Nia Ramadhani yang penting bahagianya sama hahaha 😂.

Selain itu menurut aku @bajuyuli ini lengkap. Jadi desain baju muslimnya ada yang baju muslim anak yang syar'i dan ada juga yang anak-anak biasa kayak yang Erysha pakai. Jadi, ini tergantung selera Teman-teman ya. Kalau aku lebih suka baju muslimnya yang anak-anak banget desainsnya. Buat Teman-teman yang penasaran juga sama @bajuyuli ini atau lagi cari baju muslim anak perempuan terbaru 2020 bisa cuss langsung ke websitenya ya Baju Yuli atau instagramnya @bajuyuli. karena @bajuyuli ini memang khusus baju gamis anak perempuan jadi banyak pilihannya

Nah, begitu Teman-teman, cara menyenangkan dari aku mengajarkan anak tentang menutup auratnya tanpa membuat ia merasa dipaksa. Semoga bermanfaat ya 🙏



38 comments

  1. Hai Mbak Yeni,anak tuh mencontoh orang tuanya ya. Jadi penting banget kasih contoh cara berpakaian yang baik buat anak. Btw kayaknya adem tuh bahan pakaian anak dari @bajuyuli, aku mau otw kepoin IGnya.

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah tabarokAllah... aku adeeemmm banget baca artikel ini.
    Tumbuhlah jadi muslimah yg kaffah ya anak cantiiik
    Pahala jariyah bakal mengalir untuk Bunda dan ayah

    ReplyDelete
  3. Wah baju gamis anak yang dipakai Erysha baguus. Warnanya cantik, modelnya simple tapi terlihat anggun, seperti putri kata Erysha ya. Itu sepatu yang dipakai warnanya bisa senada dengan bajunya, cocok :)

    ReplyDelete
  4. barakallahu mba buat anak gadis sholehah nya yang makin nyaman berpakaian muslimah menutup aurat

    ReplyDelete
  5. Memang harus pelan-pelan dan caranya menyenangkan. Pernah kejadian ma anak saya ketika masih kecil ikut TPA. Tadinya dia seneng aja karena bisa pakai baju bebas yang penting sopan dan menutup aurat.

    Kemudian datang peraturan baru. Semua harus pakai seragam dari TPA. Bahannya kasar dan panas. Mana TPAnya gak pakai AC. Akhirnya anak saya memilih keluar. Gak mau ngelanjutin belajar ngaji di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga tipe yang gak mau maksa. Khawatirnya setelah besar nanti berontak. Trus, malah dilepas hijabnya dan pakai baju serba terbuka :)

      Delete
  6. MashaAllah Tabarakallah, terimakasih atas tipsnya mba. meskipun belum punya anak karena belum nikah, tapi InsyaAllah bisa dicoba ke sepupu dulu hehehe

    ReplyDelete
  7. Tipnya bagus sekali..biasanya orang tua dulu mengajarakan anak pakai jilbab, dengan puaskan dia memakai baju yang pendek2 sebelum dewasa..ketika dia dewasa dia akan malu dan ingin pakai jilbab setelah baligh

    ReplyDelete
  8. Aku jadi ingat ponakanku, iparku memang sudah mengajarkan dia berpakaian menutup aurat sejak bayi dan jadi memang kebiasaan sampai sekarang.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah.. tabarakallah mbak. Tripnya mirip dengan yang aku ajarkan untuk si sulungku. ALhamdulillah bahkan usianya 7 tahun udah minta pake kaos kaki kalau keluar rumah.

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah ... Erysha cantik banget pakai gamis dari Bayu Juli.

    Mengajarkan kebaikan pada anak tuh sebenarnya lebih mudah ya daripada ke orang dewasa. Apalagi kalau sejak kecil. Nah, yang paling membuat mudah mengajak mereka adalah contoh yang baik dari orang dewasa di sekitarnya, dalam hal ini ibu. Mau diajarin sampai berbusa kalau ibunya sendiri nggak menjalankan, pasti anak ogah. Anak-anakku juga pasti protes sih kalau diajarin tapi akunya belum ngelakuin, hahaha ...

    ReplyDelete
  11. dengan edukasi yg baik dan juga mudah di pahami anak yg ingin muslimah dan menutup aurat pastinya mereka akan belajar menutup aurat dengan pelan". pastinya lucu banget kalo anak kecil udah bisa nutup auratnya

    ReplyDelete
  12. Tidak membelikan baju anak-anak yang mengumbar aurat, ini salah satu point banget utk membiasakan anak-anak mengenakan baju/pakaian yang menutup aurat dan agar tumbuh dan menguat rasa risih saat mengenakan pakaian yang ada terbuka di bagian aurat. TFS banget Mbak, semoga saya bisa mengamalkan ini.

    ReplyDelete
  13. Skarang bju muslim anak udh lucu 2 ya mba.. jadi ga ad alasan "anakku ga lucu klo pake bju muslim"... krn utk mmbiasakan mnutup aurat bru dmulai mka akn susah..krm dia udh trllu nymn dg pkain trbuka

    ReplyDelete
  14. Emang rada susah ya mak ngebuat anak perempuan terbiasa menutup aurat sejak kecil. Anak aku malah gerah-an kalo pakai kerudung. Huhu. Tapi Alhamdulillah dah nggak mau pakai baju yang pendek atau terlalu mini. Semuanya emang mesti dimulai dari kebiasaan dan pake pancingan kaya gamis lucu gitu yaaaa.. Hihi. Makasi sharingnya ya maaak

    ReplyDelete
  15. Yang penting memang contoh yang baik ya mbak..kalau lihat ortunya berhijab pasti anaknya jadi terbiasa. Baju-baju gamis anak-anak sekarang bagus-bagus ya...bahannya adem pula..suka..

    ReplyDelete
  16. Aku suka sama model gamisnya Erusa. Bener banget kalau anak-anak itu butuh model dari orang dewasa jadi bisa ikutan ya untuk mengawalinya. Itu boneka tangan Sali ya

    ReplyDelete
  17. Nah, kakak ku juga begitu bun, biasain dari bayi, awalnya sih karena ponakan aku rambutnya tipis terus gak panjang panjang, suka disangkain cowo, dibiasain deh tapi alhamdulillah jadi kebiasan kalau mau keluar dia minta sendiri kek Erysha juga hehehe..
    Salam kenal ya buat erysha dengan gamisnya yg super cutee

    ReplyDelete
  18. Masya Allah cantik dan solehahnya Erysha...benar sekali Mbak yeni, membiasakan dan mengajarkan menutup aurat sejak dini pada anak-anak akan membuat mereka jadi sudah terbiasa nanti. Sehingga saat sudah baligh enggak perlu lagi kita suruh-suruh, sudah tahu hukumnya

    ReplyDelete
  19. Untuk bisa Istiqomah berhijab anak2 memang harus dibiasakan ya mbak. Bukan disuruh, tapi diarahkan dan diberi contoh.

    ReplyDelete
  20. meski saya cowok, sejak kecil ibu saya juga mengajari untuk menutup aurat
    kalau keluar sebisa mungkin pakai baju lengkap

    apalagi cewek ya pengajaran ini penting sekali sejak dini
    ini juga bekal buat mereka nanti
    walau tidak memaksa tetapi sudah mencoba untuk membiasakan diri

    ReplyDelete
  21. Memang harus dibiasakan sejak dini banget ya Mba, apalagi kalau ibunya sudah menjadi role model dalam cara berpakaian, in shaa Allah anak kita jadi lebih mudah mencontohnya ya. Semoga nanti aku ke anak pperempuanku juga bisa semenyenangkan ini ngajarin menutup auratnya

    ReplyDelete
  22. Ku nyontek tipsnya ya, baru tiga yang diajarkan, mencintai Tuhannya, menutup aurat sejak dini, dan ngobrol tentang batasan aurat, an


    ReplyDelete
  23. Mengajarkan anak perempuan kita menutup aurat emang sedari dini ya Mbak Yeni... soalnya kl udah gede mah malah dia yg ngajarin kita takutnya. jd selagi anaknya mau mendengarkan wejangan kita, diajarin terus, nice share, Tfs

    ReplyDelete
  24. MashaAllah...
    Senang sekali melihat adik Erysha nyaman menggunakan baju tertutup walau masih kecil.
    Karena bajunya nyaman dan modelnya cantik.

    Barakallahu fiik, shayang cantiik sholihaa..

    ReplyDelete
  25. Cantiknya Erysha. Semoga tumbuh jadi anak baik, bahagia dan jadi kebanggan orangtua ya :)

    ReplyDelete
  26. Erysha lucu bangeet, sih. Jadi salfok lihat gaya Erysha memperagakan busananya.
    Untuk mengajarkan anak memang butuh kesabaran ya. Lebih baik memberi contoh dan mengajak dengan cara menyenangkan, agar anak tidak merasa terpaksa

    ReplyDelete
  27. Jadi ingat anak saya, sejak kecil udah nggak mau pakai baju yang di atas lutut. Nggak mau baju you can see atau yang dadanya terbuka. Tanpa diberitahu ternyata dia sudah faham mana-mana yang harus ditutup dan tidak diperlihatkan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  28. Waduh, jadi keingetan lagi masa sulungku kecil. Ngajak dia nutup aurat sejak dia bisa diajak ngobrol. Gegara orang bnyk bilang kalo aku kudu ngasih kesempatan dia utk gak pake kerudung, khawatir nanti malah saatnya wajib eh dia bosen, aku sempat menghentikan. Etapi respon anakku cukup mengejutkan. Dianya gak mau. Alhamdulillah deh gak susah. Dan begitu masuk SMP, dia pake kerudung full. Ke mana2 pake. Lupa lagi deh gimana dulu. Adik-adiknya cowok semua sih. :D

    ReplyDelete
  29. Wah anaknya dah mulai diajari agama ya Mbak. Aku masih belum memikirkannya malah. Anakku 3 tahun baru bisa baca bismillah aja. Etapi kadang klo keluar punya inisiatif sendiri mengenakan jilbab. Kadaaang 😁

    ReplyDelete
  30. Bajunya emang lucu banget.
    Girlie. .
    Cocok buat anak perempuan yang imut sepwrti Erysha.. 😍

    ReplyDelete
  31. Barokallah ya sejak dini sudah diajarkan untuk menutup aurat.

    ReplyDelete
  32. Maa syaa Allaah cantik ya kakak Ershya dengan pakaiannya yang menutup aurat. Emang sudah jadi tugas kita ya Mbak kalau punya anak perempuan sudah harus mengenalkan dan membiasakan mereka mengenakan pakaian yang menutup aurat biar pas baligh mereka udah bisa berjilbab dengan kesadaran sendiri tanpa perlu dipaksa lagi.

    ReplyDelete
  33. Aku pas balita udah ku biasain sih mba klo kluar rumah hrs pakai hijab terus sekolah nya Juga SDI gitu jadi alhamdulillah smp sekarang dh kesadaran sendiri

    ReplyDelete
  34. Saya suka gayanya Mbak Yeni dalam bercerita. Mengalir dan enggak menggurui. Kayanya Mbak Yeni ini ibu yang penyabar di rumah, ya. Mengajarkan anak menutup aurat memang perlu dilakukan sejak dini agar nanti dia paham dan mengerti alasan kenapa harus menutup auratnya.

    ReplyDelete
  35. Masya Allah, aku tuh senang banget kalau lihat anak perempuan udah pakai hijab sejak kecil. Suka salut dan bangga aja sama orang tuanya yang bisa mendidik dan memberi contoh yang baik. Aku pun punya cita-cita kalau nanti dipercaya punya anak perempuan, pengen banget pakaikan hijab sejak bayi.

    ReplyDelete
  36. MasyaAllah Erysha sholelah, pintar sekali.... Alhamdulillah didampingi bunda yang hebat😍😍 Semoga sll menjadi anak kebanggaan bunda ya sayang....

    ReplyDelete
  37. Memberi contoh merupakan teladan terbaik menurutku, mbak. Cuma kalo di anakku, dia suka ngelepas2 gitu karena gerah hihi wajar yaa masih baby. Yang penting dibiasakan :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏