Website ini berisikan tentang ilmu parenting baik itu parenting anak umum, parenting anak berkebutuhan khusus dan keluarga

Seputar Home Schooling yang Tidak Banyak Orang Tahu

Seputar Home Schooling yang Tidak Banyak Orang Tahu
Pixabay


Seputar Home Schooling yang Tidak Banyak Orang Tahu. Aku kemarin itu nonton webinar para orang tua hebat yang mampu meng-home schooling kan anaknya dan anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang hebat 😍. Aduh, rasanya aku pengen ikh sehebat mereka 😍.

Aku mau share ya ilmu yang aku dapetin di webinar itu sekalian ilmu di tempat lain. Teman-teman pasti pada penasaran home schooling itu artinya apa sih? Cara belajarnya bagaimana? Bahan ajarnya darimana? Benarkah home schooling itu bisa membatasi ruang sosialisasi anak? Dan bagaimana ijazah home schooling itu sendiri? Bagaimana kelebihan dan kekurangan home schooling ini? Aku bahas satu-satu ya.

Home schooling ini lagi marak-maraknya ya di gadang-gadangkan menjadi alternatif orang tua di tengah pandemi ini. Tapi sebenarnya home schooling sudah lama kita kenal. Seperti home schooling Kak Seto, para praktisi home schooling juga banyak membangun komunitas sekolah ibu dan lain-lain.

Kemarin itu yang jadi narasumbernya adalah Kang Ismi dan Teh Patra. Beliau-beliau ini adalah suami istri praktisi home schooling kurang lebih selama 10 tahun dan anak-anak mereka itu 2 orang kuliah di luar negeri, satu di universitas ternama di Indonesia, satu lagi di SMA favorit dan anak mereka itu semuanya hasil home schooling, lho.

Nah, selain Kang Ismi dan Teh Patra itu ada juga Bu Ida. Beliau juga praktisi home schooling juga di Indonesia dan selama tinggal di Malaysia. Ya Allah kagum aku ama orang tua orang tua hebat kayak gitu. Aduh aku bisa nggak sih sehebat mereka? *jadi nanya ke diri sendiri hahaha 😂

Apa itu yang dimaksud home schooling?

Home schooling adalah keluarga memiliki tanggung jawab penuh dalam mendidik anak-anaknya dan dalam pendidikannya home schooling menggunakan pendidikan berbasis keluarga atau rumah. Jadi, kalau di sekolah kan penanggung jawab anak adalah guru dan pihak sekolah. Kalau home schooling mau nggak mau ya orang tua itu sendiri.

Home schooling ini termasuk jalur pendidikan informal yang keberadaannya telah diatur dalam undang-undang dan diakui negara. Jadi legal ya Teman-teman

Manfaat home schooling?

home schooling
pixabay

Kang Ismi dan Teh Patra bercerita 3 alasan mereka mengapa memilih home schooling dan apa manfaatnya

1. Agar lebih tepat sasaran
Agar anak bisa belajar sesuai kebutuhannya. Jadi kita bisa memberi ilmu lebih tepat sasaran sesuai apa yang anak butuhkan dan sukai

2. Setiap anak itu unik.
Karena setiap anak itu unik, jadi anak perlu belajar sesuai keunikan anak masing-masing. Tidak bisa kita samaratakan semua kebutuhan dan cara belajar semua anak itu sama

3. Setiap anak itu kreatif.
Pada dasarnya setiap anak itu kreatif, jadi perlu kita stimulasi kekreativitasannya dan kita fasilitasi

Aku setuju juga sama pendapat beliau-beliau ini. Kadang sekolah itu kan lebih banyak akademiknya tapi kurang menstimulasi atau memfasilitasi kekreativitasan, minat, bakat anak dan keunikan anak. Wong muridnya banyak ya. Kalau home schooling kan privat ya jadi bisa lebih fokus belajar sesuai karakter anak, kebutuhan anak dan bisa melakukan pendekatan belajar sesuai style masing-masing anak. Teman-teman bisa baca juga ya alasan aku memilih home schooling untuk Erysha yang masih usia dini di sini "Home Schooling"

Bagaimana kurikulum home schooling?

Kalau kurikulum home schooling itu kita bikin sendiri kurikulumnya yang disesuaikan dengan visi misi keluarga kita. Kita ingin goal anak kita itu apa? Itu dikembalikan pada keluarga masing-masing

Kang Ismi dan Teh Patra juga bercerita awal mereka memilih home schooling. Jadi dulu sampai sekarang itu mereka selalu ada rapat keluarga setiap hari Sabtu. Mereka bertanya pada anak-anak mereka. "5 tahun lagi kalian mau ngapain sih dan mau jadi apa?"

Nah, dari keinginan dan mimpi anak-anak inilah Kang Ismi dan Teh Patra mulai membuat program yang mendukung keinginan atau minat anak-anak mereka mau kemana. Jadi, nanti untuk pengaturan jadwal belajar mingguannya, anak-anak sendiri yang menyusunnya.

Jadi, mereka mau belajar matematika atau pelajaran lain di hari apa aja. Jadi, anak pun ikut serta dalam membuat kesepakatan. Nanti, evaluasi belajar diadakan setiap hari sabtu pas rapat keluarga.

Bagaimana Cara Belajar Home Schooling?

home schooling
pixabay

Nah, walaupun home schooling itu pendidikan berbasis rumah, tetapi proses belajarnya nggak melulu di rumah. Anak bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Jadi nggak terbatasi di ruangan

Home schooling itu juga bukan berarti memindahkan sekolah ke rumah ya, bukan. Anak juga tidak wajib menguasai semua materi pelajaran tetapi ada pelajaran yang lebih kita prioritaskan pada anak. Pelajaran yang lebih diprioritaskan ini disesuaikan kembali dengan goal keluarga kita tadi. Kan nggak semua orang bisa menguasai banyak hal kan. Jadi, kita tidak perlu menuntut anak harus menguasai semuanya. Jadi, lebih baik kita fokus dengan apa yang kita dan anak inginkan untuk dicapai

Seperti pelajaran di SMA misalnya itu kan ada 18 pelajaran. Untuk apa coba anak harus menguasai semuanya dan memangnya anak bisa langsung jadi apa kalau menguasai semua pelajaran itu. Kurang kepake. Jadi lebih baik ambil pelajaran yang lebih penting yang selaras dengan visi misi keluarga kita. Ini bukan berarti menampikkan semua pelajaran bukan ya.

Misalnya kalau anak punya bakat di olahraga. Tapi waktunya jauh lebih banyak dihabiskan dengan urusan akademik di sekolah. Kan sangat di sayangkan, bakatnya jadi kurang teroptimalkan jadinya.

Bagaimana soal bahan ajar home schooling itu?

Untuk bahan ajarnya ada banyak sumber ya yang bisa kita gunakan seperti buku, internet dan lain-lain. Jadi, kalau kita nggak paham materinya kan kita bisa cari di internet. Nah, untuk materi-materi yang nggak kita kuasai untuk diajarkan pada anak, misalnya materi pelajaran SMA, anak kita bisa kita les kan keluar dan belajar dengan kita adalah pelajaran-pelajaran yang diprioritaskan tadi aja.

Teh Patra juga bercerita kita bisa mengajarkan anak dan pendekatan pada anak sesuai karakter anak-anak kita dan dari sesuatu yang mereka sukai. Misalnya ketika anak kita ajak untuk berempati tentang perekonomian di Indonesia saat ini, kita bisa masukkin juga matematika di dalamnya. Jadi, tanpa disadari sebenarnya anak bisa belajar empati dan matematika dengan sekaligus

Jadi home schooling ini tentang bagaimana membuat anak belajar dengan cara menyenangkan dan mengembangkan rasa ingin tahunya. Hingga potensinya, minat dan bakatnya bisa teroptimalkan dan disesuaikan dengan visi misi keluarga

Kapan waktu mengajar anak home schooling?

Waktunya bisa kapan saja dan dimana saja. Kalau Kang Ismi pagi hari sebelum ke kantor. Yang penting kultur belajar anak itu sudah terbentuk.

Bagaimana pembagian peran ayah dan ibu dalam home schooling?

Untuk pembagian peran, semua peran harus menjalani perannya masin-masing. Ayah juga, nggak cuma sekedar memberi nafkah, tapi juga harus terjun dalam pendidikan anak. Sebaiknya kalau mau home schooling harus di setujui ke dua belah pihak antara suami dan istri. Ini untuk menghindari terjadinya saling menyalahkan dikemudian hari karena memilih home schooling ketika orang tua tidak siap dengan konsekuensinya

Apakah home schooling membuat sosialisasi anak jadi terbatas?

Banyak orang tua yang khawatir kalau anak-anak home schooling itu jadi nggak bisa bersosialisasi atau sosialisasinya jdi terbatas. Ternyata kekhawatiran itu nggak terbukti, lho.

Yang namanya belajar sosialisasi itu sebenarnya ga cuma di sekolah aja. Sekolah malah hanya jadi bagian kecil dari tempat bersosialisasi. Belajar sosialisasi bisa dari mana aja, dimana aja dan dengan siapa aja. Walau home schooling konsep belajarnya berbasis rumah. Tetapi belajarnya ga melulu di rumah. Bisa di taman, bisa di tempat umum, bisa di tempat les yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Mereka tetap bisa bersosialisasi dengan teman-temannya di tempat les, dengan anak-anak tetangga, di tempat-tempat umum mereka belajar bersosialisasi juga. Mereka bisa bersosialisasi bahkan dengan berbagai macam orang dan usia.

Teh Patra juga bercerita waktu belajar home schooling itu kan ga sebanyak waktu belajar di sekolah. Jadi mereka malah punya banyak waktu jadinya untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Aku setuju dengan Teh Patra dan ini dikembalikan lagi bagaimana cara orang tua menstimulasi anaknya.

Apakah anak home schooling bisa masuk sekolah atau universitas formal nantinya?

Bisa. Tetapi harus ikut ujian kesetaraan terlebih dahulu. Seperti ujian paket A (SD) atau B (SMP) atau C (SMA) tergantung usia anak. Nanti daftarnya bisa ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Tetapi, kita harus mengikuti terus peraturan PKBM ini agar kita tahu kapan waktunya mendaftarkan anak kita. Karena peraturan PKBM ini berubah-rubah. Ada yang setahun sebelumnya pendaftarannya dan ada juga harus 3 tahun sebelumnya. Jadi beda-beda

Nanti, setelah anak lulus ujian PKBM anak akan dapat ijazah yang bisa digunakan untuk mendaftar ke universitas. Tapi harus cari tahu juga peraturan universitasnya apakah bisa menerima anak home schooling atau tidak. Karena ada juga jurusan yang tidak menerima anak home schooling juga karena persyaratannya yang harus ada nilai raport. Kan kalau home schooling jadi nggak punya nilai rapor formal. Kata Teh Patra biasanya jurusan kedokteran yang nggak bisa menerima anak home schooling karena tidak memiliki nilai rapor

Nah, selain PKBM anak home schooling juga bisa mendapatkan ijazah dari sekolah payung. Sekolah payung adalah sekolah formal yang menampung ujian nasional untuk anak home schooling dan kalau lulus anak akan mendapatkan ijazah formal dari sekolah tersebut

Kelebihan dan Kekurangan Home Schooling

kelebihan dan kekurangan home schooling
pixabay

Menurut aku dan dari pengamatan aku ya Teman-teman

Kelebihannya home schooling

- Anak bisa belajar sesuai kebutuhan dan keunikkannya
- Lebih mudah mengoptimalkan potensi anak karena belajarnya privat
- Lebih mudah mengembangkan kreativitas anak
- Lebih mudah untuk menyalurkan minat dan bakat anak karena terfasilitasi
- Waktu belajarnya fleksibel
- Jam belajarnya nggak sebanyak sekolah formal
- Bisa belajar dimana saja dan kapan saja
- Bonding anak tetap terjaga
- Lebih hemat dan efisien
- lebih mudah membentuk anak sesuai visi misi atau goal keluarga

Kekurangannya

- Orang tua bertanggung jawab penuh dengan pendidikan anaknya karena tidak dibantu oleh pihak sekolah
- Motivasi mendidik anak langsung harus selalu terjaga
- kesulitannya mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan adminiatrasi seperti ijazah, melamar ke perguruan tinggi dan lain-lain. Karena biasanya diurus oleh pihak sekolah tapi kalau home schooling harus mengurus sendiri

Nah, itu dia Teman-teman beberapa hal penting tentang home schooling yang perlu kita ketahui. Aku sarankan jika ingin home schooling jangan lupa bergabung juga dengan komunitas home schooling. Karena ini penting untuk menguatkan dan saling memotivasi. Sekarang sudah banyak ya komunitas home schooling di Jakarta, home schooling di Bogor, home schooling di Bandung dan lain-lain. Teman-teman tinggal cari saja sesuai kotanya ya. Teman-teman bisa mampir juga ke sini ya untuk lihat-lihat kegiatan anak





4 comments

  1. home schooling saat ini akan menjadi pilihan banyak orangtua :-)

    ReplyDelete
  2. aku pengen banget sih, jadi guru home schooling
    eh atau buka jasa home schooling
    dulu pernah, pas kuliah S1, jadi guru home schooling untuk ABK

    ReplyDelete
  3. Menjalani homeschooling Usia Dini selama ini ga serumit yang ku bayangkan. Mungkin karena ga kepikiran ijazah yaa. Beda dengan kalau nanti udah masuk usia sekolah.


    Trus bener itu PKBM aturannya ganti-ganti dan kudu teliti Cari PKBM. Kabarnya sekarang ini ada module yang harus dikerjakan berkala buat anak PKBM.

    ReplyDelete
  4. bagi ortu yang masih takut dengan corona home schooling saja ya , lebih baik

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏