• Monday, August 5, 2019

    Ini Dia Alasan Mengapa Aku Memilih Home Schooling untuk Anakku

    ini alasan mengapa memilih home schooling untuk anak usia dini
    Erysha sedang bermain menempelkan gambar Tayo dengan ampas kelapa di rumah


    "Wah, Erysha nanti sekolahnya mau dimana?"
    "Mba Yeni, nanti Erysha mau masuk sekolahnya usia berapa?"
    "Mba Yeni, kenapa Erysha nggak dimasukin PAUD?"

          Banyak yang bertanya seperti itu ke aku. Jujur, aku suka bingung menjawabnya. Bukan karena nggak tahu jawabannya. Bukan. Tapi, karena jawaban yang aku berikan ini untuk kebanyakan orang mungkin terkesan agak aneh ya "Kok anak nggak dimasukin paud atau TK?". Untung waktu itu ada teman yang bantu jawab "mungkin Mba Yeni ingin anaknya puasin dulu mainnya di rumah".

    Karena kalau aku jawab panjang lebar kayak di tulisan ini, khawatirnya menyinggung karena berbeda pemahaman atau aku yang dibilang menggurui. Karena buat orang yang paham akan mengerti setiap orang punya pemahaman masing-masing. Tapi, untuk yang nggak paham khawatir dianggap menyinggung. Tapi sekarang kalau di tanya "kenapa anaknya nggak dimasukkin ke TK?". Aku sekarang bisa jawab dengan mantap karena aku ingin anakku home schooling saja.

    Yup, karena untuk kebanyakan orang menganggap memasukkan anak ke PAUD atau taman kanak-kanak itu seolah-olah sesuatu yang wajib. Jadi, kalau ada anak usia dini belum sekolah di lembaga itu jadinya terkesan aneh dan bahkan mungkin ada juga yang menyalahkan. Bahkan ada juga kan yang begitu berlomba-lomba menyekolahkan anaknya sedini mungkin. Sedangkan aku malah sengaja menunda sekolah. Terkesan aneh ya?

          Tapi ada yang harus diingat, bahwa sebenarnya yang namanya sekolah wajib itu dimulai dari anak masuk SD. Jadi kalau usia-usia di bawah itu bukanlah sesuatu wajib anak sekolah di luar. Karena usia-usia TK itu adalah usia prasekolah. Jadi kalau ada anak usia dini belum sekolah di lembaga, jangan dianggap aneh ya Ayah Bunda πŸ˜‰

    Tapi apa aku anti sekolah taman kanak-kanak? 

    Ya nggak dong. Lalu apa alasan aku tidak memasukkan Erysha ke kelompok bermain atau taman kanak-kanak? Untuk sementara ini kami memilih home schooling untuk Erysha. Inginnya nanti saja ketika Erysha 6 tahun langsung TKB saja masuk sekolahnya. Tapi kita nggak pernah tahu kan ke depannya bagaimana. Mungkin saja langsung SD


    Ini Alasan Mengapa Aku Memilih Home Schooling untuk Anakku


    alasan memilih home schooling untuk anak


    1. Mengikuti pendapat ahli

    Ada beberapa pendapat ahli seperti pendapatnya:

    Ibu Safithrie Sutrisno, Psikolog berpendapat boleh memasukkan anak sekolah tapi di usia 4 tahun ke atas

    Abah Ihsan menyatakan kalau untuk anak laki-laki sebaiknya dimasukkan sekolah di usianya di atas 5,5 tahun tapi kalau anak perempuan boleh di bawah usia itu, karena anak perempuan lebih cepat kematangannya dibandingkan anak laki-laki

    Elly Risman, Psikolog berpendapat untuk tidak perlu memasukkan anak ke taman kanak-kanak langsung SD saja. Jika memang ingin dimasukkan ke taman kanak-kanak nanti saja ketika TKB agar anak tidak terlalu lama sekolahnya

          Dari ke 3 pendapat ahli ini sama-sama berpendapat untuk tidak buru-buru memasukkan anak ke sekolah di usia yang dini. Misalnya di bawah 4 tahun. Aku setuju dengan ke 3 pendapat ahli itu. Oleh sebab itu, aku tidak ingin memasukkan Erysha ke PAUD untuk saat ini dan ambil pendapatnya Bu Elly Risman juga, nanti langsung TKB saja atau bisa saja nanti masuknya usia 5 tahun. Bagaimana situasi dan kondisi juga ya


    2. Penanaman pondasi itu harus dimulai dari orang tua

    penanaman pondasi dan bonding itu harus dimulai dari sedini mungkin

    Dari ke 3 pendapat ahli di atas mengapa mereka tidak ingin anak usia dini segera disekolahkan, itu semua karena usia dini adalah usia dimana penanaman pondasi yang kuat itu harus dimulai dari orang tua. Seperti penanaman bonding pada anak, mengenalkan nilai-nilai agama dan kebaikan pada anak, menanamkan tentang perilaku dan akhlak yang baik dan menstimulasi aspek tumbuh kembang anak. Pondasi itu harus kita orang tua dulu yang pertama menanamkannya pada anak karena

    "Sekolah pertama anak itu adalah di rumah dan guru pertamanya adalah kita orang tuanya bukan orang lain"


    3. Biarkan anak puas dulu bermainnya

          Anak usia dini dunianya adalah bermain tanpa banyak aturan. Jadi biarkan ia bermain sepuasnya. Cukupkan mainnya sebelum nanti ada masanya dia harus fokus belajar. Jika mainnya seorang anak belum puas dimasa periode perkembangannya, maka kelak anak akan tumbuh menjadi anak yang rentan cemas, putus asa, bosan dan kecerdasan emosinya kurang baik. Mengapa? Karena ada kebutuhan anak dimasa kecilnya yang tidak terselesaikan

    Tapi kan di sekolah taman kanak-kanak atau kelompok bermain belajarnya sambil bermain?

    Iya memang benar mereka belajarnya sambil bermain. Tapi tetap disekolah anak tidak bisa bermain bebas. Karena anak terikat pada aturan sekolah seperti harus masuk sekolah, harus belajar ini, setelah ini istirahat lalu belajar ini lagi dan lain-lain. Itu membuat anak tidak bisa bermain dengan bebas dan sesungguhnya konsep belajar anak usia dini itu adalah bermain sambil belajar bukannya belajar sambil bermain. Itu dua hal yang sangat berbeda. Mengapa? Karena orientasinya juga sudah berbeda. Oleh sebab itu, aku memasukkan Erysha di TKB saja karena usia seperti itu sudah mulai bisa diajak untuk lebih fokus ya dan berdasarkan teori pendidikan bermain bebas merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan anak.

    Bahkan di negara Denmark yang terkenal karena menjadi negara yang paling bahagia di dunia karena orang-orangnya dan gaya pengasuhannya yang bahagia, dalam beberapa tahun anak Denmark tidak diperbolehkan memulai sekolah sebelum usia mereka 7 tahun


    4. Memasukkan anak sekolah terlalu dini menimbulkan banyak masalah baru

          Memasukkan anak sekolah terlalu dini menimbulkan lebih banyak masalah baru pada anak dan kita orang tuanya. Karena di fase anak yang masih egosentris tapi sudah dipaksa untuk berbagi mainan dengan yang lain, dibully oleh teman-teman seusianya seperti diledek, dipukul, dan ada juga anak kita yang disuruh-suruh oleh tipe anak yang ngebos begitu.

    Baca juga: Apa itu Fase Egosentris pada Anak? dan Bagaimana Cara Mendampinginya?

    Tapi kan, kita ngga bisa Bun mensterilkan anak-anak kita?

          Yup, benar sekali kita tidak bisa mensterilkan lingkungan untuk anak-anak kita. Tapi, sebelum kita melepaskan anak kita ke dunia luar tanpa pengawasan kita di usianya yang masih dini, kitanya yang harus memberikan imun dulu kan pada anak kita. Karena anak usia dini itu belum tangguh imunnya, jadi sebelum dilepas ke luar anaknya harus ditanamkan pondasi yang kuat dulu dari rumahnya

          Kalau pondasinya belum kuat, ketika anak melihat teman-temannya suka pukul, dia akan mengikuti juga, ketika temannya ada yang berkata kasar nanti anak kita akan menirunya juga atau ada juga anak yang jadinya mogok sekolah karena pernah dibully temannya dan lain-lain.

    Itu baru masalah dengan teman-temannya ya, belum lagi masalah jika ditengah semester ternyata kurikulum dan metode belajarnya nggak cocok untuk anak kita, misalnya menekankan calistung, dikasih banyak PR dan banyak ujian padahal masih taman kanak-kanak, yang ada anak bukannya mencintai kegiatan belajarnya tapi malah membencinya cepat atau lambat


    5. Menghindari anak agar tidak bosan sekolah

          Kalau Erysha aku masukkan dari usia 3 tahun, aku khawatir dia akan mengalami kebosanan belajar dan bosan sekolah nantinya. Karena banyak kasus yang aku lihat dulu di sekolah, anak-anak yang terlalu dini disekolahkan suka mogok sekolah atau malas-malasan sekolah di usia SD. Tentu saja dampak setiap anak beda-beda ya. Hanya saja yang aku ceritakan di atas kecenderungan saja


    6. Sekolah yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan anak itu biasanya harganya mahal

    apa itu home schooling

          Dari yang aku lihat dan berdasarkan pengalaman aku sebagai guru. Kebanyakan sekolah yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan anak itu harganya mahal huhuhu. Karena biasanya selain fasilitas dan sarana mereka yang lengkap, kurikulum dan metode belajarnya itu memang ramah anak.

    Tidak terlalu menekankan calistung pada anak usia dini, tidak memberikan PR dan tidak terlalu menekankan akademik yang membuat anak stres. Pokoknya sesuai dengan aspek tumbuh kembang anak. Sayangnya sekolah seperti ini taman kanak-kanaknya saja sudah sekitar 10 juta uang masuknya belum lagi bayaran SPP perbulannya bisa ratusan ribu. Huhuhu mehonggggg kan

          Tapi, menurut aku pribady ya nggak ada salahnya kalau kita mengeluarkan banyak uang untuk pendidikan terbaik anak di luar lingkungan rumah. Selama visi misi sekolahnya selaras dengan visi misi keluarga kita, kenapa tidak?

    Memangnya kalau sekolah taman kanak-kanak murah itu bagaimana?

           Biasanya fasilitas dan sarananya kurang lengkap, metode belajarnya kebanyakan serius untuk anak usia dini, terlalu calistung dan kebanyakan nyanyi-nyanyi saja. Eh tapi ini kebanyakan ya. Nggak semuanya lho. Buktinya masih ada guru-guru yang tulus mengajar dari hati walau gaji mereka kecil dan sarana prasarananya kurang memadai tapi mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik. Biasanya guru-guru seperti ini banyak kita temukan jauh di pelosok sana, bukan berarti di kota nggak ada. Bukan ya


    7. Daripada kasih uang mahal ke sekolah lebih baik aku mengajar anak sendiri

          Nah Bunda, daripada aku kasih uang ke sekolah yang harganya 10 jutaan begitu, lebih baik aku ngajar sendiri Erysha di rumah πŸ˜‚ *emak perhitungan. Aku malu juga sama ijazah sarjana aku, sama gelar pendidikan aku, sama pengalamannya aku bertahun-tahun mengajar anak orang lain tapi masa ngajar anak sendiri nggak bisa. Iya kan? Apalagi dengan title ku seorang Ibu sebagai pendidik pertama dan utama dari anaknya. Mau nggak mau memang harus belajar terus. Karena kalau untuk usia dini aku masih bisa. Tapi kalau sudah usia di atas itu, aku belum sanggup karena tidak semua materi pelajaran aku kuasai

          Intinya bukan hanya sekedar itu, tapi juga karena situasi dan kondisi aku saja yang pas untuk memilih home schooling Erysha di rumah. Kalau nanti ada adikknya terus aku nggak ada yang membantu pekerjaan rumah. Bisa jadi aku nggak bisa menstimulasi Erysha dengan sering di rumah. Bisa saja nanti dia masuk taman kanak-kanak di usianya misalnya 5 tahun. Kita nggak pernah tahu kan. Bunda bisa contek juga kegiatan Erysha di rumah ya di sini "Kegiatan Anak"


    8. Pekerjaan Ayah Erysha yang pindah-pindah

    jangan biarkan anak kehilangan peran ayahnya

          Aku pernah menulis di sini dengan judul "Rumah untuk Pulang". Bercerita tentang pekerjaan Ayah Erysha yang sebagai pengabdi negara tapi banyak orang yang berburuk sangka padanya. Lengkapnya langsung cuss saja ke link warna merah itu ya nanti 😘

    Karena sebagai pengabdi negara itu, membuat Ayah Erysha akan sering dipindahkan setiap 3 atau 4 tahun sekali dari satu kota ke kota yang lain dan dari satu pulau ke pulau yang lain dan itu tidak selalu menentu. Jadi harus siap kapan saja dan dimana saja. Jadi, kasian kalau Erysha baru masuk sekolah tetapi sudah dipindahkan lagi. Sayang uang yang sudah masuk dan khawatir dia jadi lebih sering lagi nanti beradaptasinya

    Nah, itu Ayah Bunda 8 alasan mengapa aku memilih home schooling untuk anakku, Erysha. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dari tulisanku ini ya. Semoga menambah referensi sudut pandang kita. Apapun itu, setiap orang mempunyai pemahaman dan ilmunya masing-masing yang penting kita selalu berusaha belajar dan menyakini yang terbaik untuk anak-anak kita dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi kita




    21 comments:

    1. Saya dulu juga TKnya singkat, bahkan nggak ada setaun, cuma 6 bulan saja. Karena harus ikut ortu pindah tugas hehe sehabis itu sama ortu nggak dilanjut Tknya tapi tunggu tengah tahun untuk langsung daftar SD~ jadi saya SD waktu umur masih 5 tahun. Dan walau saya nggak TK dengan kurun waktu lama, apalagi PAUD dll jaman dulu kayaknya nggak ada atau jarang, tapi saya tetap bisa tumbuh atas dasar didikan orang tua~ jadi saya yakin homeschooling pun kalau Ersya dipegang oleh mba yang notabene ahli pendidikan pasti Ersya bisa tumbuh dengan sehat dan cermat :D

      ReplyDelete
    2. aku suka tulisan ini.
      aku pun menerapkan hal ini ke anak ku, bahkan sampai saat ini aku ingin langsung menyekolahkan Kenzie ke SD.
      makanya aku dari sekarang sudah mencari SD yang terbaik untuk kenzie, walau umurnya belum 3 tahun.
      aku menginginkan SD yang tidak mengharuskan anak2nya bisa calistung di kelas 1 dan aku tidak menginginkan yang ada pr nya, sedangkan yang seperti ini harganya lumayan ya bun.
      sehingga aku mesti banyak nabung sejak sekarang.

      ReplyDelete
    3. Thanks for sharing, sukses terus..

      ReplyDelete
    4. "Daripada bayar mahal-mahal ke sekolah lebih baik aku mengajar anak sendiri"

      Sama seperti aku dulu bund🀭, memang sepakat sama ayahnya untuk HS, tapi setelah itu sofia punya adik, saya merasa tidak sanggup meneruskan HS, akhirnya diusia 4th, sofia ku sekolahkan bund🀭

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bener bun. Pasti remponh ya. Semangat kita bun 😘

        Delete
    5. Usia anakku hampir 5 tahun aku masukin TK A..,
      Soalnya dia masih sendiri sih..., Dirumah neneknya gak ada teman.., jadi disekolah cuma 3 jam..

      Dirumah tetap aku bimbing dan bermain.. jadi nggak lepas tangan soal pendidikan anak..karena udah dimasukin sekolah ..

      Karena ibu adalah madrasah..pertama dan utama..basic tetap dari kita. ..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener banget bun. Karena sekolah hanya membantu saja ya. Jadi jangan kita serahkan smua pada sekolah. Setuju 😍

        Delete
    6. Aku dulu tkb doang, suami ku masuk tka bosen dong dia keluar lanjut tkb aja haha. Kebetulan nih aku juga nton talkshow bunda Elly juga dan ya mungkin Gen tkb aja langsung sd 7th.karena aku irt dan Guru jadi yaudah sih anaku main aja dulu, klo soal kurikulum kan itu bagian dr bisnis pendidikan ya, sebagai Guru dan Suamiku juga Guru jadi yaa biasa aja karena udah tau n pengalaman. Tfs bunda

      ReplyDelete
    7. Semua ibu pasti tahu yang terbaik untuk anak-anaknya ya Bun. Apapun pilihannya. Keep inspiring keep writing Bun ^^

      ReplyDelete
    8. sekarang anakku ku masukin TK A, karena usianya masih 5 tahun kurang,
      lagian di TK nya sekarang, 80% main dan 20% belajar, setidaknya ia bisa belajar bersosialisasi aja dulu dgn temannya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Apapun itu psti kita pilihkan yang terbaik ya bun. Semoga dimudahkan untuk kita ya bun 😍

        Delete
    9. suka banget dengan tulisan ini. benar banget poin-poin yang dituliskan di atas, bisa jadi pertimbangan buat adikku yang mulai menginjak tahun ke-3 nih

      terima kasih banyak untuk sharingnya mbak :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah terima kasih ya. Semoga dinudahkan untuk adiknya nanti πŸ™

        Delete
    10. Iya, Mbak. Kadang tetangga atau orang lain suka nanyain kenapa belum di sekolahin. Dijelasin panjang lebar takut menyinggung malah. Semakin tercerahkan baca ini. Memang iya loh PAUD pun ada yang biayanya di atas 5 juta. Hm ... kayaknya memang iya mending dididik sendiri aja sebelum usia anak cukup untuk sekolah dan biarkan anak puas bermain

      ReplyDelete
    11. Mantap mbak.. saluttt... homeschooling juga tidak mudah, harus putar cara buat ngasih kegiatan ke anak supaya ga bosen, hehhee

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih πŸ™

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES