• Tuesday, August 20, 2019

    11 Alat Ini Wajib Ada di Rumah untuk Membantu Stimulasi Anak

    11 alat ini wajib ada di rumah untuk membantu stimulasi anak
    Pixabay

          Hai Ayah Bunda, sebagai orang tua kita memikul amanah besar dari peran kita ini. Sehingga membuat kita mau nggak mau harus terus belajar menempa diri untuk lebih baik apapun peran kita. Terutama peran kita sebagai orang tua. Dan salah satu peran kita sebagai orang tua adalah menstimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak agar anak bisa berkembang dengan optimal sesuai usianya. Nah, berikut aku mau berbagi alat edukasi apa saja sih yang wajib kita persiapkan untuk membantu menstimulasi anak kita di rumah


    11 Alat Ini Wajib Ada di Rumah untuk Membantu Stimulasi Anak


    1. Buku Cerita
          Ayah Bunda, Indonesia masih berada di peringkat terbawah dengan minat baca yang rendah di dunia dan ini sungguh membuatku miris. Padahal sebenarnya mengenalkan anak pada buku dan membuat anak menyukai buku banyak sekali manfaatnya dan bisa langsung menstimulasi beberapa aspek tumbuh kembangnya seperti aspek bahasa, kemampuan bicara, kognitifnya, perilakunya, imajinasi anak dan masih banyak lagi.

    Baca juga: Mengapa Perlu Mengenalkan Buku pada Anak Sejak Dini?

    pentingnya membacakan buku cerita pada anak sejak dini
    Pixabay

    Kita itu sanggup membeli handphone yang harganya berjuta-juta. Tapi mengapa merasa sayang ketika harus mengeluarkan uang untuk membeli buku untuk anak-anak kita. Padahal sesungguhnya manfaat membacakan buku ini bermanfaat seumur hidup anak. Sedangkan handphone 3 tahun lagi mungkin sudah kurang maksimal pemakaiaannya.

    Baca juga: Caraku Mengenalkan dan Membuat Anak Menyukai Buku 


    2. Mainan edukasi
          Mainan edukasi ini dan buku cerita penting sekali harus kita sediakan di rumah. Ini membantu kita mengalihkan anak dari tontonan TV dan main gadget. Ayah Bunda bisa baca juga ya di sini "Cara Mengalihkan Anak dari Gadget dan TV"

    Mainan edukasi ini bisa seperti bola, puzzle, balok, lego, boneka, mainan masak-masakkan, mainan kasir-kasiran, piano, pasir kinestetik dan lain-lain. Mainan edukasi ini nggak harus selalu beli ya Ayah Bunda. Kita bisa juga kok belajar membuatnya sendiri dan bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak-anak kita. Karena memang menjadi orang tua itu kita itu harus dituntut kreatif juga bagaimana anak bisa bermain dan belajar dengan cara menyenangkan sehingga dia merasa tidak sedang belajar


    3. Alat tulis
          Sediakan alat tulis, kertas HVS dan alat warna (kecuali cat ya πŸ˜‚) diletakkan ditempat yang terbuka di rumah dan mudah dijangkau anak. Ini penting agar anak bisa dengan bebas mencorat-coret dan menggambar apa saja yang anak suka. Alat tulis ini bisa buku, pulpen, pensil, penghapus dan penggaris


    4. Kertas HVS
    manfaat menggambar bebas pada anak
    Erysha sedang menggambar bebas

          Ayah Bunda, ketika kita telah menyediakan alat tulis dan kertas pada anak, anak bisa lebih bebas lagi dan bereksplorasi seperti apa yang anak inginkan. Ini membuat kita lebih mudah menstimulasi anak dengan mengajak anak menggambar bebas.

    Mungkin anak awalnya gambarnya berupa benang kusut. Tapi jika lama-lama sering kita ajak menggambar, gambar anak akan mulai terlihat dan terbentuk seiring bertambahnya usia anak, stimulasi yang ia dapatkan. Apalagi jika anak sering kita bacakan buku cerita, ini akan memperkaya imajinasi anak dan imajinasi inilah yang ia tuangkan lewat gambarnya

          Jangan lupa, setelah anak menggambar kita ajak anak berdiskusi. Tanyakan padanya apa yang ia gambar? Mengapa ia menggambar itu? Kenapa memilih warnanya itu? Dan lain-lain tanpa menghakiminya. Ini akan melatih anak untuk berpikir kritis, belajar mengungkapkan alasannya, belajar berkomunikasi karena betapa banyak orang pintar di luar sana tapi ia tidak pandai mengkomunikasikan gagasannya pada orang lain.

    Oleh sebab itu, mengajarkan anak berbicara itu penting dilatih sejak dini. Selain itu menggambar dan mewarnai itu penting untuk menstimulasi motorik halus anak. Selain kertas HVS kita jadikan alat untuk menggambar oleh anak, bisa juga kita gunakan untuk membuat worksheet atau DIY pada anak seperti kegiatan aku bersama Erysha ini lihat di sini ya "Membuat Kulit Jerapah dengan Kulit Telur" atau bisa juga kita ajak anak bermain melipat kertas seperti membuat perahu atau bermain pesawat-pesawatan


    5. Alat mewarnai


    kegiatan yang dapat melatih motorik halus anak
    Pixabay

     Ayah Bunda bisa sediakan crayon, pensil warna dan spidol di rumah dan diletakkan di tempat yang mudah anak jangkau. Ini satu paket ya dengan nomor 2 dan 4.


    6. Kertas warna
          Menurut aku kertas warna ini juga penting kita sediakan di rumah. Karena kebanyakan membuat kreativitas di rumah bersama anak banyak yang kegiatannya menggunakan kertas warna ini. Karena kertas warna menarik ya warnanya untuk anak jadi membuat anak jadi belajar warna sekaligus

    Biasanya kertas warna ini suka aku gunakan kalau mengenalkan pola warna, menggunting garis, mengenalkan bentuk contohnya lihat di sini ya "Mengenalkan Bentuk pada Anak" atau membuat kreativitas seperti "Membuat Permen Kupu-kupu" dan lain-lain. Klik aja ya link warna merahnya


    7. Gunting
          Nah, sebenarnya Erysha itu sudah aku kenalkan dengan kegiatan menggunting di usia kurang dari 2 tahun dengan gunting kecil dan bertahap. Dari awalnya belajar cara memegang gunting dengan benar, belajar menggunting bebas, menggunting garis lurus, zigzag dan sekarang Erysha sudah bisa menggunting bentuk seperti bentuk kotak, segitiga, kecuali bulat. Sekaligus mengenalkan bentuk pada Erysha. Erysha sudah bisa menggunting kotak dan segitiga. Hanya saja bentuk bulat belum bisa mengikuti garis bulatnya. Nanti kalau tahap ini sudah bisa, baru aku kenalkan Erysha menggunting dengan bermacam bentuk

          Tapi aku nggak menyarankan mengajarkan anak menggunting di usia kurang dari 2 tahun untuk anak yang lain, ya.  Karena setiap anak memiliki kemampuan motorik halus yang berbeda-beda. Aku menyarankan di usia 3 tahun saja. Karena jika anak dibawah 3 tahun tetapi motorik halusnya kurang terstimulasi dengan baik, khawatirnya kegiatan menggunting bisa berbahaya karena bisa melukai tangan anak kita.

    Ini aku nggak bermaksud sombong ya Ayah Bunda, nggak. Tapi sebenarnya yang paling tahu kemampuan anak kita adalah kita orang tuanya, jadi kalau Ayah Bunda merasa anak sudah mampu boleh dikasih di bawah 3 tahun, tapi kalau motorik halusnya masih kurang baik. Jangan dulu. Tunggu usia 3 tahun. Tapi ingat harus bertahap ya cara mengenalkan kegiatan ini dan di bawah pengawasan kita


    8. Lem
          Sediakan lem kertas dan lem kayu di rumah. Lem kertas ini bermanfaat sekali untuk membantu kita dan anak dalam kegiatan menempel yang bahannya dari kertas. Biasanya lem kertas ini bisa untuk membuat kreativitas bersama anak dan bisa juga menempel kertas pada worksheet yang sudah kita buat untuk anak sesuai usianya.

          Nah Ayah Bunda, selain menyediakan lem kertas, kita pun bisa menyediakan lem kayu di rumah. Kalau aku menggunakan lem kayunya merk Fox. Lem kayu ini berguna sekali menempelkan sesuatu yang bahannya bukan kertas. Biasanya untuk membuat DIY bersama anak. Contoh DIY aku bersama Erysha ketika "Membuat Domba". Klik aja ya link warna merahnya.


    DIY untuk anak usia dini


    Nah, lem fox ini ada ukuran besar dan kecilnya. Jadi, Ayah Bunda bisa beli sesuai kebutuhan dan bisa digunakan berkali-kali. Saya sarankan belinya yang ada wadahnya ya. Jangan yang di plastik. Karena kalau di plastik cepat kering.


    9. Cat atau pewarna makanan
          Aku juga di rumah menyediakan pewarna makanan untuk kegiatan bermain dan belajar Erysha di rumah. Warnanya warna primer yaitu warna merah, kuning, dan biru. Jadi, kalau ingin warna lain tinggal dicampurkan saja. Misalnya mau warna hijau, bisa campurkan warna biru dan kuning.

          Aku sengaja memilih pewarna makanan karena lebih aman untuk anak. Jadi bisa kita gunakan untuk anak usia di bawah 2 tahun juga. Jadi, nggak usah khawatir jika anak di bawah usia 2 tahun memasukkan tangannya yang sudah terkena pewarna makanan karena aman, selain aman pewarna makanan pun lebih murah dan isinya lebih banyak jika dibandingkan menggunakan cat air

    Tapi, kalau Ayah Bunda mau stock cat air di rumah juga nggak apa-apa. Selain pewarna makanan, cat air, bisa juga menggunakan cat biang atau bibitnya cat. Nah, kalau menggunakan cat biang sebaiknya dicampur dengan cat tembok warna putih.

    Karena cat biang itu kan kental sekali ya Ayah Bunda, jadi butuh campuran cat tembok warna putih agar tidak merusak warnanya juga. Belinya yang kiloan aja. Kan ada itu ya. Kalau Ayah Bunda beli cat biang, awet banget ini dan pemakaiannya cuma sedikit sekali. Biasanya cat biang ini suka digunakan di taman kanak-kanak karena mereka membutuhkan porsi yang banyak. Ayah Bunda bisa intip kegiatan aku dan Erysha bermain warna dari cat di sini, ya

    a. Membuat pelangi di atas susu
    b. Bermain finger painting
    c. Percobaan sains (Bermain percampuran warna)
    d. Membuat playdough sendiri
    e dan lain-lain


    10. Celemek Cat
          Jujur, kalau yang ini aku belum punya. Tapi aku merasa ini butuh untuk mengajak Erysha bermain cat di rumah. Soalnya sayang kan ya kalau baju anak-anak kita jadi korban ketika kita mengajak anak bermain cat dan mencuci bajunya jadi lebih susah. Jadi menurut aku celemek khusus cat ini perlu


    11. Sepeda


    cara melatih motorik kasar anak
    Erysha sedang bermain sepeda

          Nah, kalau sepeda aku merasa kita butuh untuk membantu menstimulasi motorik kasar dan keseimbangan anak. Selain itu kita bisa juga mengajak anak bermain sepeda setiap pagi atau sore. Selain bisa menstimulasi motorik kasar anak, bermain sepeda di luar rumah bisa menstimulasi kemampun sosial anak, rasa percaya diri anak bertemu dengan orang lain di luar  dan lain-lain

          Nah, Ayah Bunda menurut aku 11 hal di atas penting sekali kita sediakan di rumah untuk membantu kita menstimulasi aspek tumbuh kembang anak di rumah. Terutama karena aku juga memilih home schooling untuk Erysha. Doakan ya semoga kami dimudahkan. Ayah Bunda boleh intip cerita mengapa aku memilih home schooling untuk Erysha di sini




    14 comments:

    1. Aku jadi pengen beliin Gen sepeda deh hehheu tapi kadang bingung soalnya depan rumah jalan raya huhu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah bingung juga ya Bun. Paling sepeda di halaman rumah ya

        Delete
    2. nah iya mbak saya gemes dengan ortu yang gak sayang buat beli hp tapi malah sayang banget buat beli buku cerita

      miris sekali liatnya

      ReplyDelete
    3. Mbak biasanya hasil karya erysa disimpan atau dibuang? Aku pusing tiap hari ada aja hasil kreasi anak-anak. Jadinya numpuk dan aku terganggu banget. Mau buang nggak tega, mau nggak dibuang pusing ngeliatnya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aku tempel di buku gambar A3 mba Mel biar jadi portofolio. Atau bisa juga dikumpulin dlu nti bru kita satuin dg bkin lubang dipinggirnya n kita rangkai pake benang buat portofolio juga atau bisa di tempel di kamarnya. Jdi display gtu mba Mel

        Delete
    4. Bener bund kertas ma alat tulisnya juga, anak2 saya lebih milih kertas dibanding buku tulis.padahal kan emak penginnya rada hemat kertas ya bund dengan menyediakan buku tulis, eeee malah lebih memmilih kertasπŸ€­πŸ€­πŸ˜„

      ReplyDelete
    5. Alhamdulillah...semua ada di rumah. Yang paling disuka bila ayahnya pulang bawa setumpuk kertas bekas, biasanya halaman kosongnya bisa digambari atau dibentuk sesuka hati.

      ReplyDelete
    6. Wah, alhamdulillah saya lengkap, mulai dari buku, mainan edukasi, sampai alat tulis. Senangnya memang jadi gak melulu main gadget selepas pulang PAUD, cuma tembok rumah kadang jadi korban, banyak gambar dan tempelannya, kekeke.

      ReplyDelete
    7. Sama mba, celemek cat jg gak ada. kebetulan pny balita nih di rumah yang mulai aktif kesana sini

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih πŸ™

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES