Skip to main content

11 Hal Ini yang Sebaiknya Tak Dikatakan Pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus


Tahukah ayah bunda, pada umumnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus memiliki perasaan yang lebih sensitif dibandingkan orang tua yang lain, karena keadaan yang membuat mereka seperti itu ditambah perlakuan orang lain yang membeda-bedakan mereka dan anak mereka dibandingkan orang tua atau anak pada umumnya.

       Ayah bunda, mereka sedang berjuang mendidik dan mengoptimalkan kemampuan anak mereka. Jadi jangan kita rusak pikiran dan menyakiti perasaan mereka dengan kalimat nyinyiran, kepo, membanding-bandingkan anak mereka, terlalu mengasihani atau kalimat yang bermaksud empati tetapi tidak tepat dalam penyampaiannya. Nah kalimat seperti apakah itu ? Yuk kita lihat di sini ya !

Baca Juga : Anak Berkebutuhan Khusus 

Jangan katakan 11 hal ini pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus

1. “Kamu dulu ngelakuin dosa apa ? kok anaknya jadi begitu”

Untuk sebagian orang apalagi di pelosok-pelosok desa terpencil masih ada orang yang menganggap bahwa terlahirnya anak berkebutuhan khusus diakibatkan dari dosa orang tuanya di masa lalu. Bahkan anak berkebutuhan khusus untuk sebagian orang masih dianggap aip keluarga sehingga perlu disembunyikan dari dunia.

        Jangan sampai kita ikutan berpikiran negatif yang tidak berdasar apalagi ikut juga melemparkan kalimat seperti ini ya ayah bunda , karena kalimat ini sungguh menyakitkan sekali di hati mereka.

2. “Anak kamu cantik / ganteng ya tapi sayang anak berkebutuhan khusus”

Kalimat ini banyak sekali dilemparkan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Ayah bunda, jika kita ingin memberikan pujian. Pujilah secara tulus tanpa harus dibubuhi embel-embel negatif di belakangnya. Pernyataan seperti ini tidak membuat orang tua anak berkebutuhan khusus merasa senang malah sebaliknya bisa menyinggung perasaan mereka.

3. “Saya ikut prihatin ya sama kamu dan anak kamu”

Apa prihatin ? Seolah-olah memiliki anak berkebutuhan khusus ini adalah suatu musibah. Padahal di satu sisi mereka sedang berjuang dan beranggapan ini bukan musibah tetapi sedang diberikan ujian dan sarana belajar oleh Allah untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Tak perlulah ya kita meracuni mereka dengan pikiran dan kalimat negatif dari kita. Walau pun maksud kita baik dan berempati, tetapi pernyataan ini tidak tepat untuk disampaikan.

Baca Juga : Tak Ada Ciptaannya yang Sia-Sia Begitu Juga dengan Anak Berkebutuhan Khusus

4. “Kasian ya kamu punya anak kayak gitu”

Memangnya kenapa kalau memiliki anak berkebutuhan khusus ? Bukankah tak ada ciptaannya yang sia-sia begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus. Kalimat seperti ini membuat seolah-olah memiliki anak berkebutuhan khusus adalah suatu kesialan. Padahal di mata orang tua anak dengan anak berkebutuhan khusus, bahwa anak merekalah yang mengajarkan banyak hal pada mereka tentang kehidupan sebenarnya.

        Jadi jangan sampai kita ucapkan kalimat ini ya ayah bunda pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Apalagi pada orang tua yang anaknya baru diagnosa bahwa anaknya berkebutuhan khusus. Kalimat seperti ini bisa membuat mereka terpukul, menyalahkan keadaan,  down dan satu lagi mereka tidak suka terlalu dikasihani karena memang tak ada yang perlu dikasihani.
     
5. “Kamu sih nggak bisa ngurus anak jadi aja anaknya begitu”

Ada orang yang begini ? Banyakkkkk biasanya dilontarkan oleh orang terdekat orang tua anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Kalimat ini akan membuat orang tua anak berkebutuhan khusus merasa disalahkan dan dipojokkan. Hai mereka nggak perlu kan cerita dengan detail apa saja yang udah mereka lakukan untuk anak mereka ? lalu apa hak kita datang-datang langsung nyinyirin dan menyalahkan mereka ?

6. “Anak kamu kenapa ?”

Terkadang suka ada ya denger komen-komen orang terus nanya “eh kok anak kamu ngomongnya gitu sih ? Eh kok anak kamu aktif banget sih ? Dll, oh pantesan ternyata anak kamu anak berkebutuhan khusus ya”.

        Kita nggak perlu kan ya memperjelas kata anak berkebutuhan khusus pada orang tuanya. Karena kata itu bisa menyakitkan hati mereka

7. “Ooo anak kamu anak berkebutuhan khusus, terus nanti gimana dong masa depannya ?”

Aduhhh nggak usah deh kita nyinyir atau kepo tentang masa depan anak berkebutuhan khusus dan pengen tahu dari orang tuanya. Karena itu bukan urusan kita dan biarlah orang tuanya yang memikirkan masa depan anak mereka. Bukan kita, karena sungguh orang tua dengan anak berkebutuhan khusus itu pun merasa khawatir dengan masa depan anaknya sendiri. Tetapi mereka selalu berusaha optimis bahwa masa depan anaknya yang berkebutuhan khusus itu akan baik-baik saja.

        Jadi tak perlulah ya kita bertanya tentang itu karena pertanyaan tersebut dapat membuat hati mereka sedih dan gerah dengan pertanyaan yang itu-itu terus. Tak perlu juga kita rusak semangat dan keoptimasan mereka dengan pernyataan negatif kita yang meragukan masa depan anaknya. Bukankah kita perlu mendidik diri kita dengan selalu berpikir positif ? dan satu hal lagi yang perlu kita ketahui, seekor semut saja Allah tak pernah lupa memberinya rizky apalagi ini seorang anak manusia

8. “Anakmu gitu apa penyebabnya karena keturunan ?”

Memang sih salah satu penyebab anak berkebutuhan khusus bisa karena keturunan. Tetapi kan pertanyaan seperti itu tak pantas kita tanyakan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus karena pertanyaan itu seperti menyalahkan atau memojokkan mereka karena memiiliki gen pembawa yang menjadikan anak mereka anak berkebutuhan khusus

9. “Oh anak kamu nggak normal ya ?”

Jika kalimat ini di lontarkan kepada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus maka ini bisa merubah makna dan memberi kesan bahwa anak mereka itu tidak normal

10. “Tapi anak kamu yang lain sehat kan ?”

Ini pertanyaan yang kepo tetapi dapat menyinggung perasaan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Bagaimana tidak karena pernyataan seperti seolah-olah memberikan kesan bahwa anak berkebutuhan itu bagaikan penyakit yang harus dihindari.

11. “Terus nanti anak kamu bisa membaik ga ?”

Setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Walau begitu tetap pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus tidak akan sama seperti anak-anak pada umumnya. Oleh karena itu sebaiknya kita bicarakan sesuatu yang orang tua berkebutuhan khusus sukai saja bukan sesuatu yang membebani pikiran mereka

Nah setelah kita tahu kalimat apa saja yang dapat menyakiti orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga membuat kita perlu belajar berhati-hati dalam berbicara, karena sesungguhnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus berharap mereka bisa mendapatkan perlakuan yang sama terhadap mereka maupun anak mereka seperti terhadap kebanyakan orang tua pada umumnya.

Referensi

Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus







Comments

  1. Saya malah kagum dgn org tua yg mmpunyai anak berkebutuhan khusus ! Mereka kuat , saya paling takut salah ngomong dgn mereka.krn tuhan itu adil , dari itu sangat menghindari mengeluarkan kata2 yg menyakiti mereka !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget bunda. Harus hati2. Terkadang ketika kita nggak bermaksud menyakiti malah jadinya bisa menyinggung 🙈

      Delete
  2. adikku juga berkebutuhan khusus...justru dari dialah, aku belajar arti ketulusan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgt bunda. Bahkan dari anak berkebutuhan khusus kita bisa belajar banyak tentang kehidupan

      Delete
  3. Miris memang, kenyataannya masih banyak orang di luar sana yang sering ngomong begitu, seakan tidak ada rasa empati di diri mereka

    ReplyDelete
  4. Karunia hadir dalam beragam wujud ya.

    Kalau tak salah, kadang ada juga: "Kamu kok sabar banget sih.." Maksudnya mungkin memuji, tapi kalau timing-nya tidak tepat malah jadi gimana gitu.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, bun. Harus pinter kita belajar cari timing ya 😃

      Delete
  5. Benar Mba, suka sedih kalo ada keluarga yang merasa merana karena mereka punya anak berkebutuhan khusus. Padahal mereka hadir ke dunia telah Allah siapkan kelebihan khususnya pula yang orang lain gak punya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Memang semuanya tak mudah dan butuh proses mba. Yang penting kita slalu suport mereka ya 😃

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…