Skip to main content

Cara Merawat dan Membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus

cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus

Banyak orangtua yang kebingungan, bagaimana cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Karena memang tidak semudah merawat dan membesarkan anak pada umumnya, ya, Bun. Ada banyak hal yang perlu dilakukan dan dipelajari. Baik itu menyiapkan mental, tenaga, ilmu, dan juga dana.

Apa itu anak berkebutuhan khusus? Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan atau hambatan secara permanen maupun temporer. Secara permanen itu seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita dll. Sedangkan anak berkebutuhan khusus secara temporer seperti anak yang mengalami korban perang, trauma, korban perkosaan dll. Yang semua itu sama-sama membutuhkan pendidikan atau layanan khusus. Begitu juga dengan cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Lengkapnya tentang anak berkebutuhan khusus ada di sini, ya, Bun.

Nah, berikut ini 12 tips cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus


1. Menerima keadaan anak
Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah menerima keadaan anak. Memang awalnya terasa berat sekali, ya Bun. Tetapi, tidak ada pilihan lain selain kita berlapang dada. Jika tidak, anak akan terlambat mendapatkan penanganan yang semestinya. Tentunya, itu akan lebih menyulitkan anak dan orang tua dikemudian hari. Karena kondisi anak yang semakin berat.

2. Berkerjasama dengan para ahli
Ketika anak menunjukkan gejala yang berbeda dari anak pada umumnya. Sebaiknya segera periksakan anak pada lembaga tumbuh kembang anak. Saat ini telah banyak didirikan bagian tumbuh kembang anak di rumah sakit maupun di luar. Sehingga ini akan membantu dan memudahkan kita untuk mengetahui kondisi anak yang sebenarnya dan anak pun akan segera mendapatkan penanganan seharusnya.

        Dalam menangani anak berkebutuhan khusus, dibutuhkan sebuah tim yang solid antara tenaga ahli dan orang tua. Sehingga  pembelajaran dan pendidikan pada anak berkebutuhan khusus bisa berlanjut pula di rumah dengan pola yang sama.

3. Cari tahu tentang semua kondisi anak
Cari tahu semua kondisi anak. Baik itu dari aspek emosinya, perilakunya, bahasanya, motoriknya, kognitifnya, pendidikannya, sosialisasinya dll. Di saat kita telah mengetahui kondisi anak, kita akan memiliki gambaran hal apa saja yang perlu kita berikan pada anak. Dimana cara mencari tahunya? Kita bisa mencari informasi dan ilmu sebanyak-banyaknya mengenai anak kita pada tenaga ahli, buku dan orang yang telah berpengalaman menangani anak berkebutuhan khusus

4. Memberikan stimulus yang sesuai dengan kebutuhan anak


anak berkebutuhan khusus

Anak berkebutuhan khusus sama dengan anak pada umumnya, yaitu sama-sama membutuhkan stimulus untuk mengoptimalkan kemampuannya. Hanya saja tingkatan dan jenis stimulusnya berbeda-beda.

Untuk orang tua anak berkebutuhan, bisa berkonsultasi pada tenaga ahli bagaimana cara menstimulus kemampuan anak di rumah. Tenaga ahli yang dimaksud bisa dokter anak, psikolog, terapis, atau pun guru pendidikan luar biasa

5. Mencarikan sekolah yang tepat untuk anak
Ada 3 jenis model sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus, yaitu sekolah reguler biasa, sekolah reguler dengan menerapkan pendidikan inklusi di dalamnya dan sekolah luar biasa.  Karena hal tersebut ada dalam perundang-undangan dan dijamin oleh negara.

Hanya saja, untuk praktek di lapangannya perlu disesuaikan dengan jenis anak berkebutuhan khususnya dan tingkat keberkebutuhan khususnya. Dan setiap sekolah ada plus minusnya. Nanti, insya Allah di lain waktu, saya akan bahas, ya, Bun tentang ke tiga sekolah tersebut

6. Bergabung dengan komunitas 


cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus 2

Bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan kondisi anak. Bergabung dengan komunitas itu, akan menguatkan Bunda, karena Bunda tidak akan merasa sendiri, ada tempat untuk saling berbagi ilmu, pengalaman dan dapat menyemangati Bunda dalam membesarkan anak.

7. Menggali potensi anak
Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, ya, Bun. Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus. Untuk itu, kenali dan gali potensi anak.

Banyak juga kok, anak berkebutuhan khusus bisa menang dalam dunia olah raga, bisa bermusik, bisa pijat dll. Tetapi, jangan selalu juga, ya, Bun mengukur kelebihan anak dengan sebuah prestasi di mata orang awam. Karena, setiap kemajuan kecil yang dibuat oleh anak kita, itu adalah sebuah prestasi besar untuk kita. Sedangkan untuk kekurangannya, bisa tetap kita stimulus terus dan tutupi dengan banyak kelebihannya.

8. Tidak memanjakan anak
Walau anak kita termasuk anak berkebutuhan khusus. Bukan berarti kita harus memanjakan anak juga, ya Bun. Karena kita sebagai orang tua, tidak selalu bisa mendampingi dan melindungi anak kita selamanya.

Sehingga diharapkan sebagai orang tua, perlu mengajarkan dan melatih kemandirian anak seperti makan sendiri, mandi sendiri, berpakaian sendiri, buang air besar atau kecil sendiri dll. Pokoknya kemandirian mutlak yang perlu dikuasai oleh anak. Tentunya, disesuaikan juga dengan kemampuan anak.

9. Tanamkan rasa percaya diri pada anak
Bunda, anak pada umumnya sering ya, merasakan ketidak percaya dirian pada diri mereka. Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus. Ketika anak bekebutuhan khusus merasakan bahwa dirinya berbeda dengan yang lain. Itu akan membuat ia merasa minder, terutama tidak semua lingkungan mengerti kondisinya. Sehingga, banyak anak berkebutuhan khusus mendapatkan bully oleh teman-teman atau lingkungannya.

Untuk itulah, dibutuhkan peran kita sebagai orang tua dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dengan membangun konsep positif pada dirinya

10. Ajak keluarga dan lingkungan terdekat untuk menerima keadaan anak
Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang sama seperti anak pada umumnya. Anak sama-sama butuh diakui keberadaannya, butuh dihargai, butuh merasa dicintai dan butuh rasa diterima. Karena memang itulah kebutuhan fitrah kita sebagai manusia. Untuk itu, ajaklah keluarga dan lingkungan di sekitarnya untuk memahami dan menerima kondisi anak kita. Agar mereka bisa memaklumi keadaan anak

11. Ajak anak untuk bersosialisasi


cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus 3

Walau anak kita didiagnosa anak berkebutuhan khusus, mereka tetap butuh bersosialisasi. Mereka butuh bertemu dan menyapa orang-orang. Mereka butuh untuk diterima di lingkungannya, mereka butuh mengenali dan berbagung dengan orang dan bersama anak-anak yang lain. Untuk menghindari anak berkebutuhan khusus asyik dengan dunianya sendiri dan agar anak berkebutuhan khusus pun mengenal dunia yang sebenarnya

12. Besarkan anak penuh kasih sayang dan sertai dengan doa


cara merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus 4

Anak berkebutuhan khusus terkadang, memiliki kepekaan dan rasa yang lebih sensitif dibandingkan anak-anak pada umumnya. Untuk itu, sayangilah dan berikan cinta kita sepenuh hati untuk anak kita. Walau mereka, berkebutuhan khusus. Tetapi, mereka tetap bisa merasakan cinta dari orang terdekatnya.

Jangan lupa, sertai doa dalam setiap kebersamaan kita dengannya. Agar Allah selalu melindungi anak kita dimana pun, kapan pun dan di saat apa pun. Karena, kita tak akan slalu bisa mendampinginya.

Baca juga: 11 Hal Ini yang Sebaiknya Tak Dikatakan Pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus

"Akan ada akhir di saat nafas ini tak akan lagi berhembus bersama nafasnya"

Semoga Allah selalu memberikan kekuatan, kemudahan, kelapangan, keikhlasan dan kesabaran pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus dalam membersamai anaknya di manapun dan saat apapun

"Tak ada ciptaanNya yang terlahir dengan sia-sia. Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus. Karena semua yang tercipta di dunia ini, pasti karena adanya sebuah alasan"


Comments

  1. keren mbak blognya.. tulisannya berbobot dan bermanfaat sekali.. salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bunda. Salam kenal juga ya. Terima kasih ya untuk pujiannya. Senang juka tulisan saya bisa bermanfaat πŸ™

      Delete
  2. orang tua yg memiliki abk adalah orang tua yg hebat. salut !

    ReplyDelete
  3. Tulisannya inspiratif dan sangat pentingπŸ‘ thanks infonya Kak Yeni

    ReplyDelete
  4. harus ekstra sabar ya dibanding dengan anak biasa

    ReplyDelete
  5. Semangat untuk orang tua hebat. Teruma kasih sudah berbagi informasi ini mba...

    ReplyDelete
  6. Salut dengan orangtua hebat yang memiliki anak ABK. Mereka mampu menerima keadaan anaknya dan tetap menyayangi anak mereka.

    ReplyDelete
  7. Ilmunya daging banget mbak, saya baru nyari info tentang ini. Makasih...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih πŸ™

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…