Skip to main content

Beberapa Hal Ini yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan

Pernikahan
Pixabay

Bulan kemarin adalah 5 tahun pertama pernikahan kami. Banyak orang bilang bahwa salah satu masa terberat di dalam pernikahan itu adalah di 5 tahun pertama pernikahan dan aku rasa itu benar juga. Masa-masa awal saling mengenal sifat asli, saling beradaptasi dan saling belajar menerima dan menurutku itu tidak mudah. Tapi allhamdulillah ya Allah kami telah melaluinya bersama dengan tetap berpegangan tangan. Karena kami sama-sama berusaha meletakkan komitmen di atas kenyamanan boleh baca di sini ya tulisannya mengapa bisa begitu

Dan hari itu aku dan ayahnya Erysha berdiskusi. Kita berbicara dari hati ke hati. Dia selalu bertanya pada dirinya sendiri

"Hal apakah yang dibutuhkan oleh istriku, tapi yang belum bisa aku penuhi selama 5 tahun pernikahan kami"

MasyAllah mendengar kata-kata ayahnya erysha itu ya, membuat hatiku terasa adem, terasa diperhatikan tetapi sekaligus membuatku tersentak dan juga malu pada diri. Karena aku tak pernah bertanya seperti itu pada diriku sendiri tentang kebutuhannya. Karena memang sehari-hari aku berusaha memenuhi kebutuhannya tapi aku lupa untuk mengevaluasi diri. Maaf ya Ayah

Nah, berawal dari caranya itu. Aku juga ingin bertanya pada diriku sendiri dan mengevaluasi diriku. Sekaligus lewat tulisan ini aku ingin berbagi hal apa sajakah yang perlu kita evaluasi di 5 tahun pertama pernikahan, baik itu evaluasi pada diri sendiri maupun evaluasi yang kita lakukan bersama-sama. Sebenarnya, evaluasi ini sebaiknya dilakukan setiap tahun sampai ajal memisahkan antara kita dan dia. Tapi aku ambil di 5 tahun pertama karena ini adalah fase awal dari yang namanya pernikahan



Mengapa di Dalam Pernikahan Harus Ada Evaluasi?


pernikahan
Pixabay


Pernikahan itu adalah salah satu tempat kita belajar seumur hidup kita selama kita dan dia masih diberikan kesempatan untuk saling membersamai olehNya. Orang-orang yang menjalani pernikahan itu harus bahagia dan untuk bahagia ini ada proses belajar di dalamnya untuk sama-sama lebih baik, sama-sama saling memberi karena salah satu arti dari cinta itu adalah memberi bukan banyak meminta apalagi menuntut

Pernikahan yang bahagia itu akan melahirkan anak-anak yang bahagia pula. Jadi, jika kita ingin memperbaiki pengasuhan pada anak kita, yang pertama kita perbaiki adalah hubungan suami istri dulu karena ini adalah penentu awalnya. Oleh sebab itu, di dalam proses belajar ada yang namanya evaluasi.


Baca juga: REVIEW BUKU PARENTING "THE DANISH WAY OF PARENTING". TENTANG MENJADI ORANG TUA DAN ANAK YANG BAHAGIA

Baca juga: CARA MENJADI PASANGAN YANG BAHAGIA UNTUK MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA

Lalu, sudahkah kita mengevaluasi pernikahan kita? Hubungan suami istri sudah baik atau belum ? Dan lain-lain. Di bawah ini aku akan jabarkan hal apa saja yang perlu di evaluasi di dalam pernikahan



Beberapa Hal yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan


Evaluasi Diri Sendiri

1. Kebutuhan psikologis pasangan 

Apakah kita telah berusaha menjadi istri / suami yang baik untuk dia? Apakah kita telah membuatnya nyaman dan menjadi tempatnya untuk pulang? Apakah kita telah membuat ia bahagia menikah dengan kita? Apakah kita sudah memenuhi tangki cintanya dia? Agar kita bisa mencintainya seperti apa yang ia butuhkan dan inginkan bukan mencintainya hanya lewat versi kita saja

Karena banyak orang menikah merasa telah mencintai pasangannya, tetapi di satu sisi pasangannya malah merasa tidak bahagia dan tak dicintai. Bisa jadi karena kita yang kurang bersyukur atau kita yang mencintainya hanya lewat versi kita bukan mencintai seperti apa yang ia butuhkan.

Contoh: Bagi kebanyakan suami dia merasa telah mencintai istrinya dengan hanya memberikan istrinya uang setiap bulannya, memberikan uang belanja, sibuk bekerja untuk anak dan istrinya. Tetapi di satu sisi, istri merasa tidak dicintai karena kebutuhan materinya dipenuhi tetapi tidak dengan jiwanya

pernikahan
Pixabay


Ia merasa tidak diperhatikan, tak ada tempat ia berbicara saat ia membutuhkan, karena kita sibuk bekerja di luar tapi waktu untuk keluarga tidak ada. Atau sebaliknya istri sibuk bekerja di luar atau mengerjakan pekerjaan rumah tapi suami merasa kesepian tak ditemani dan lain-lain. Akhirnya kita akan melihat dua orang yang saling mencintai tapi tidak saling membahagiakan 😭.

Tapi walau begitu, tak ada manusia yang sempurna begitu pun kita dan dia. Jadi, walau kita melihat dia tak seperti yang kita inginkan mungkin kita bisa melihat cintanya dari cara yang berbeda. Ini akan membantu kita untuk tetap bahagia bahwa kita dicintai dan semuanya bisa diusahakan bersama-sama 😊


2. Kebutuhan fisik 

Apakah kita sudah memenuhi kebutuhan fisiknya seperti belaian, pijatan, pelukan dan hubungan suami istri? Apakah kita langsung memberi *hubungan suami istri ketika dia meminta atau tidak? Tentu saja sebagai lelaki mintanya ga langsung minta ya ada adab dan nilai-nilai agama yang perlu para suami perhatikan seperti fisik istri dalam keadaan lelah atau tidak, suasana hatinya dalam keadaan baik atau tidak dan kita sudah membuatnya nyaman dulu belum, sebelum meminta padanya? Itu semua harus diperhatikan

Dan buat kita sebagai perempuan dan dalam nilai agama, ketika suami meminta ya kita kasih. Tidak suka menolaknya dan tidak suka menunda-menundanya. Karena bagaimanapun juga, kebutuhan fisik laki-laki ini perlu sekali kita perhatikan dan disegerakan karena ibarat sebuah mobil kebutuhan fisik ini adalah bahan bakarnya. Intinya, hubungan suami istri ini harus berdasarkan saling memahami dan kesepakatan dilandaskan pada nilai-nilai agama 😊


Baca juga: CARA MENJADI ISTRI YANG BAIK UNTUK SUAMI

Nah, di atas itu evaluasi untuk diri sendiri. Sekarang evaluasi yang dilakukan bersama-sama suami dan istri. Ini berdasarkan pengalaman aku dan pengalaman orang lain ya

1. Membangun komunikasi positif

pernikahan
Pixabay

Kalian tahu, ternyata membangun komunikasi positif itu tidaklah mudah sedangkan letak penting dalam semua hubungan berada di dalam komunikasinya. Sudahkah di keluarga kita terbangun komunikasi positif? Bagaimana itu cara menyampaikan pesan? Bagaimana cara mengemas bahasa agar pasangan dan anak-anak kita tidak tersinggung? Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikannya?

Kalau ada apa-apa emang sebaiknya dibicarakan. Jangan diterka-terka sendiri khawatir salah paham atau jadi buruk sangka dan lain-lain. Jika di keluarga kita sudah membangun komunikasi positif, maka untuk mengobrol yang lainnya jadi enak. Ini masih jadi PR keluarga aku juga dan masih terus belajar. Tetapi allhamdulillah jauh lebih baik bila dibandingkan di awal pernikahan dulu hihihi 😂


2. Visi misi keluarga

Sudahkah kita sejak awal merancang visi misi keluarga kita? Jika sudah masihkah kita berjalan selama 5 tahun ini sesuai visi misi kita ataukah sudah mulai melenceng dari tujuan awal?

Merencanakan visi misi keluarga ini penting. Agar kita tahu mau dibawa kemana sih keluarga kecil kita ini dan mau diapain? Ibaratkan pernikahan itu seperti kapal. Jika kita tidak menentukan arah tujuan, maka kita akan terus-terusan terombang ambing di lautan dan bahkan kandas di tengah jalan. Oleh sebab itu visi misi keluarga ini penting.

Sebaiknya visi misi ini yang berlandaskan tujuan akhirnya pada akherat karena kehidupan abadi itu bukan di dunia tapi nanti diakherat. Kalau tujuannya dunia saja tanpa akherat, nanti kita bisa lelah sendiri. Jujur ini juga masih jadi PR aku ama ayahnya erysha


3. Mimpi bersama

Nah, mimpi ini masih mirip dengan visi misi. Hanya saja visi misi tetap tujuannya, kalau mimpi kita masih bisa berubah atau meningkatkannya. Karena setiap orang punya mimpi. Jika mimpi pertama tercapai kita bisa lanjut ke mimpi yang lain dan mimpi ini harus disesuaikan dengan visi misi keluarga kita tadi

Kalau aku mimpiku, aku ingin lanjut kuliah lagi terus menjadi dosen. Kalau ayahnya erysha punya mimpi ingin membuka usaha ini dan usaha itu. Kalau kamu apa mimpimu? Kita harus tetap punya mimpi ya. Karena mimpi buat hidup kita jadi semakin bersemangat lagi


4. Hal yang disukai dan tidak disukai

Dalam menikah ada kebiasaan yang disukai dan ga disukai. Menurut aku ini perlu juga diperhatikan. Tapi selama kebiasaan yang tidak disukai itu nggak prinsip jangan juga jadi pertengkaran yang besar. Pokoknya nggak usah bertengkar untuk sesuatu yang nggak penting ya. Kenapa? Menguras emosi dan energi hahaha 😂


5. Merencanakan masa depan

pernikahan
Pixabay

Siapa yang suka merencanakan masa depan? Ini masih berkaitan dengan mimpi tadi ya. Kalau kita punya mimpi biar mimpi itu nggak cuma sekedar jadi mimpi, perlu juga kita buat rencananya baik itu rencana masa depan keluarga maupun anak-anak kita. Kalau untuk anak-anak harus disesuaikan juga dengan kemauan dan minat mereka kemana.


6. Pola asuh pada anak

Berbicara tentang bagaimana pola asuh kita selama ini pada anak? Ayah dan Bunda masih bekerja sama? Ada yang melenceng? Atau apa saja yang perlu kita perbaiki agar pengasuhan kita semakin lebih baik lagi.

Baca juga: BELAJAR BAHAGIA DARI ANAK

Nah, beberapa hal di atas yang menurut aku penting sekali sebagai pasangan dan orang tua perlu kita evaluasi di pernikahan kita. Doain juga ya semoga pernikahanku barokah sampah ke JannahNga. Amin ❤️.  Nah, kalau kalian sendiri bagaimana? Sama atau apa yang beda? Sharing, yuk! 😊


Comments

  1. makasih sharingnya, sudah melewati masa2 itu

    ReplyDelete
  2. Dulu aku bermimpi menjadi seseorang yang punya rumah di tepi sawah, dan punya perpustakaan sehingga tetep bisa baca dengan segudang buku bertebaran di sekelilingku. Dan karena sadar kalo buku dan apalagi punya perpustakaan itu muahaaal jadilah aku mimpi nikah ama raja minyak Arab bahahahhaha


    seiring waktu, kayaknya hidupku tetep dikelilingi buku buku, dan karena blogger jadi sering banget dapat buku-buku.

    Suamiku "tampilannya" memang kayak orang Arab padahal Betawi keturunan Arab doang. Tapi yang takjub adalah, saat udah nikah, dia mengajakku tinggal di rumahnya (ya di Tangerang ini, lah) dan.... guess what? Rumahku berada tepat di tepi sawah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyAllah mimpinya tercapai ya Bun. Doa itu mah ya dari dulu 😂

      Delete
  3. Saya masih PR banget membangun komunikasi positif bun, saya rasa semua masalah kami tuh dari komunikasi.

    Pengen deh ikut kelas komunikasi gitu, bagusnya di mana ya bun yang online gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh maafkan klo online aku ga tahu Bun. Waktu itu aku ikut seminar langsung 🙏.

      Delete
  4. Entah kenapa kalau kita ituu datar datar aja. Kadang konyol berdua kadang dia obatnya habis eeh kadang saya yang dibuat edan sama dia kadang marah bareng meski baru jalan 1 tahun lebih beberapa bulan

    ReplyDelete
  5. Ada yang bilang kalo kita bisa melewati badai dalam 5 thb pertams maka pernikahan kita selamat ubtuk selamanya.


    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…