• Monday, November 11, 2019

    Beberapa Hal Ini yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan

    Pernikahan
    Pixabay

    Bulan kemarin adalah 5 tahun pertama pernikahan kami. Banyak orang bilang bahwa salah satu masa terberat di dalam pernikahan itu adalah di 5 tahun pertama pernikahan dan aku rasa itu benar juga. Masa-masa awal saling mengenal sifat asli, saling beradaptasi dan saling belajar menerima dan menurutku itu tidak mudah. Tapi allhamdulillah ya Allah kami telah melaluinya bersama dengan tetap berpegangan tangan. Karena kami sama-sama berusaha meletakkan komitmen di atas kenyamanan boleh baca di sini ya tulisannya mengapa bisa begitu

    Dan hari itu aku dan ayahnya Erysha berdiskusi. Kita berbicara dari hati ke hati. Dia selalu bertanya pada dirinya sendiri

    "Hal apakah yang dibutuhkan oleh istriku, tapi yang belum bisa aku penuhi selama 5 tahun pernikahan kami"

    MasyAllah mendengar kata-kata ayahnya erysha itu ya, membuat hatiku terasa adem, terasa diperhatikan tetapi sekaligus membuatku tersentak dan juga malu pada diri. Karena aku tak pernah bertanya seperti itu pada diriku sendiri tentang kebutuhannya. Karena memang sehari-hari aku berusaha memenuhi kebutuhannya tapi aku lupa untuk mengevaluasi diri. Maaf ya Ayah

    Nah, berawal dari caranya itu. Aku juga ingin bertanya pada diriku sendiri dan mengevaluasi diriku. Sekaligus lewat tulisan ini aku ingin berbagi hal apa sajakah yang perlu kita evaluasi di 5 tahun pertama pernikahan, baik itu evaluasi pada diri sendiri maupun evaluasi yang kita lakukan bersama-sama. Sebenarnya, evaluasi ini sebaiknya dilakukan setiap tahun sampai ajal memisahkan antara kita dan dia. Tapi aku ambil di 5 tahun pertama karena ini adalah fase awal dari yang namanya pernikahan



    Mengapa di Dalam Pernikahan Harus Ada Evaluasi?


    pernikahan
    Pixabay


    Pernikahan itu adalah salah satu tempat kita belajar seumur hidup kita selama kita dan dia masih diberikan kesempatan untuk saling membersamai olehNya. Orang-orang yang menjalani pernikahan itu harus bahagia dan untuk bahagia ini ada proses belajar di dalamnya untuk sama-sama lebih baik, sama-sama saling memberi karena salah satu arti dari cinta itu adalah memberi bukan banyak meminta apalagi menuntut

    Pernikahan yang bahagia itu akan melahirkan anak-anak yang bahagia pula. Jadi, jika kita ingin memperbaiki pengasuhan pada anak kita, yang pertama kita perbaiki adalah hubungan suami istri dulu karena ini adalah penentu awalnya. Oleh sebab itu, di dalam proses belajar ada yang namanya evaluasi.


    Baca juga: REVIEW BUKU PARENTING "THE DANISH WAY OF PARENTING". TENTANG MENJADI ORANG TUA DAN ANAK YANG BAHAGIA

    Baca juga: CARA MENJADI PASANGAN YANG BAHAGIA UNTUK MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA

    Lalu, sudahkah kita mengevaluasi pernikahan kita? Hubungan suami istri sudah baik atau belum ? Dan lain-lain. Di bawah ini aku akan jabarkan hal apa saja yang perlu di evaluasi di dalam pernikahan



    Beberapa Hal yang Perlu Dievaluasi di 5 Tahun Pertama Pernikahan


    Evaluasi Diri Sendiri

    1. Kebutuhan psikologis pasangan 

    Apakah kita telah berusaha menjadi istri / suami yang baik untuk dia? Apakah kita telah membuatnya nyaman dan menjadi tempatnya untuk pulang? Apakah kita telah membuat ia bahagia menikah dengan kita? Apakah kita sudah memenuhi tangki cintanya dia? Agar kita bisa mencintainya seperti apa yang ia butuhkan dan inginkan bukan mencintainya hanya lewat versi kita saja

    Karena banyak orang menikah merasa telah mencintai pasangannya, tetapi di satu sisi pasangannya malah merasa tidak bahagia dan tak dicintai. Bisa jadi karena kita yang kurang bersyukur atau kita yang mencintainya hanya lewat versi kita bukan mencintai seperti apa yang ia butuhkan.

    Contoh: Bagi kebanyakan suami dia merasa telah mencintai istrinya dengan hanya memberikan istrinya uang setiap bulannya, memberikan uang belanja, sibuk bekerja untuk anak dan istrinya. Tetapi di satu sisi, istri merasa tidak dicintai karena kebutuhan materinya dipenuhi tetapi tidak dengan jiwanya

    pernikahan
    Pixabay


    Ia merasa tidak diperhatikan, tak ada tempat ia berbicara saat ia membutuhkan, karena kita sibuk bekerja di luar tapi waktu untuk keluarga tidak ada. Atau sebaliknya istri sibuk bekerja di luar atau mengerjakan pekerjaan rumah tapi suami merasa kesepian tak ditemani dan lain-lain. Akhirnya kita akan melihat dua orang yang saling mencintai tapi tidak saling membahagiakan 😭.

    Tapi walau begitu, tak ada manusia yang sempurna begitu pun kita dan dia. Jadi, walau kita melihat dia tak seperti yang kita inginkan mungkin kita bisa melihat cintanya dari cara yang berbeda. Ini akan membantu kita untuk tetap bahagia bahwa kita dicintai dan semuanya bisa diusahakan bersama-sama 😊


    2. Kebutuhan fisik 

    Apakah kita sudah memenuhi kebutuhan fisiknya seperti belaian, pijatan, pelukan dan hubungan suami istri? Apakah kita langsung memberi *hubungan suami istri ketika dia meminta atau tidak? Tentu saja sebagai lelaki mintanya ga langsung minta ya ada adab dan nilai-nilai agama yang perlu para suami perhatikan seperti fisik istri dalam keadaan lelah atau tidak, suasana hatinya dalam keadaan baik atau tidak dan kita sudah membuatnya nyaman dulu belum, sebelum meminta padanya? Itu semua harus diperhatikan

    Dan buat kita sebagai perempuan dan dalam nilai agama, ketika suami meminta ya kita kasih. Tidak suka menolaknya dan tidak suka menunda-menundanya. Karena bagaimanapun juga, kebutuhan fisik laki-laki ini perlu sekali kita perhatikan dan disegerakan karena ibarat sebuah mobil kebutuhan fisik ini adalah bahan bakarnya. Intinya, hubungan suami istri ini harus berdasarkan saling memahami dan kesepakatan dilandaskan pada nilai-nilai agama 😊


    Baca juga: CARA MENJADI ISTRI YANG BAIK UNTUK SUAMI

    Nah, di atas itu evaluasi untuk diri sendiri. Sekarang evaluasi yang dilakukan bersama-sama suami dan istri. Ini berdasarkan pengalaman aku dan pengalaman orang lain ya

    1. Membangun komunikasi positif

    pernikahan
    Pixabay

    Kalian tahu, ternyata membangun komunikasi positif itu tidaklah mudah sedangkan letak penting dalam semua hubungan berada di dalam komunikasinya. Sudahkah di keluarga kita terbangun komunikasi positif? Bagaimana itu cara menyampaikan pesan? Bagaimana cara mengemas bahasa agar pasangan dan anak-anak kita tidak tersinggung? Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikannya?

    Kalau ada apa-apa emang sebaiknya dibicarakan. Jangan diterka-terka sendiri khawatir salah paham atau jadi buruk sangka dan lain-lain. Jika di keluarga kita sudah membangun komunikasi positif, maka untuk mengobrol yang lainnya jadi enak. Ini masih jadi PR keluarga aku juga dan masih terus belajar. Tetapi allhamdulillah jauh lebih baik bila dibandingkan di awal pernikahan dulu hihihi 😂


    2. Visi misi keluarga

    Sudahkah kita sejak awal merancang visi misi keluarga kita? Jika sudah masihkah kita berjalan selama 5 tahun ini sesuai visi misi kita ataukah sudah mulai melenceng dari tujuan awal?

    Merencanakan visi misi keluarga ini penting. Agar kita tahu mau dibawa kemana sih keluarga kecil kita ini dan mau diapain? Ibaratkan pernikahan itu seperti kapal. Jika kita tidak menentukan arah tujuan, maka kita akan terus-terusan terombang ambing di lautan dan bahkan kandas di tengah jalan. Oleh sebab itu visi misi keluarga ini penting.

    Sebaiknya visi misi ini yang berlandaskan tujuan akhirnya pada akherat karena kehidupan abadi itu bukan di dunia tapi nanti diakherat. Kalau tujuannya dunia saja tanpa akherat, nanti kita bisa lelah sendiri. Jujur ini juga masih jadi PR aku ama ayahnya erysha


    3. Mimpi bersama

    Nah, mimpi ini masih mirip dengan visi misi. Hanya saja visi misi tetap tujuannya, kalau mimpi kita masih bisa berubah atau meningkatkannya. Karena setiap orang punya mimpi. Jika mimpi pertama tercapai kita bisa lanjut ke mimpi yang lain dan mimpi ini harus disesuaikan dengan visi misi keluarga kita tadi

    Kalau aku mimpiku, aku ingin lanjut kuliah lagi terus menjadi dosen. Kalau ayahnya erysha punya mimpi ingin membuka usaha ini dan usaha itu. Kalau kamu apa mimpimu? Kita harus tetap punya mimpi ya. Karena mimpi buat hidup kita jadi semakin bersemangat lagi


    4. Hal yang disukai dan tidak disukai

    Dalam menikah ada kebiasaan yang disukai dan ga disukai. Menurut aku ini perlu juga diperhatikan. Tapi selama kebiasaan yang tidak disukai itu nggak prinsip jangan juga jadi pertengkaran yang besar. Pokoknya nggak usah bertengkar untuk sesuatu yang nggak penting ya. Kenapa? Menguras emosi dan energi hahaha 😂


    5. Merencanakan masa depan

    pernikahan
    Pixabay

    Siapa yang suka merencanakan masa depan? Ini masih berkaitan dengan mimpi tadi ya. Kalau kita punya mimpi biar mimpi itu nggak cuma sekedar jadi mimpi, perlu juga kita buat rencananya baik itu rencana masa depan keluarga maupun anak-anak kita. Kalau untuk anak-anak harus disesuaikan juga dengan kemauan dan minat mereka kemana.


    6. Pola asuh pada anak

    Berbicara tentang bagaimana pola asuh kita selama ini pada anak? Ayah dan Bunda masih bekerja sama? Ada yang melenceng? Atau apa saja yang perlu kita perbaiki agar pengasuhan kita semakin lebih baik lagi.

    Baca juga: BELAJAR BAHAGIA DARI ANAK

    Nah, beberapa hal di atas yang menurut aku penting sekali sebagai pasangan dan orang tua perlu kita evaluasi di pernikahan kita. Doain juga ya semoga pernikahanku barokah sampah ke JannahNga. Amin ❤️.  Nah, kalau kalian sendiri bagaimana? Sama atau apa yang beda? Sharing, yuk! 😊


    8 comments:

    1. makasih sharingnya, sudah melewati masa2 itu

      ReplyDelete
    2. Dulu aku bermimpi menjadi seseorang yang punya rumah di tepi sawah, dan punya perpustakaan sehingga tetep bisa baca dengan segudang buku bertebaran di sekelilingku. Dan karena sadar kalo buku dan apalagi punya perpustakaan itu muahaaal jadilah aku mimpi nikah ama raja minyak Arab bahahahhaha


      seiring waktu, kayaknya hidupku tetep dikelilingi buku buku, dan karena blogger jadi sering banget dapat buku-buku.

      Suamiku "tampilannya" memang kayak orang Arab padahal Betawi keturunan Arab doang. Tapi yang takjub adalah, saat udah nikah, dia mengajakku tinggal di rumahnya (ya di Tangerang ini, lah) dan.... guess what? Rumahku berada tepat di tepi sawah!

      ReplyDelete
      Replies
      1. MasyAllah mimpinya tercapai ya Bun. Doa itu mah ya dari dulu 😂

        Delete
    3. Saya masih PR banget membangun komunikasi positif bun, saya rasa semua masalah kami tuh dari komunikasi.

      Pengen deh ikut kelas komunikasi gitu, bagusnya di mana ya bun yang online gitu?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aduh maafkan klo online aku ga tahu Bun. Waktu itu aku ikut seminar langsung 🙏.

        Delete
    4. Entah kenapa kalau kita ituu datar datar aja. Kadang konyol berdua kadang dia obatnya habis eeh kadang saya yang dibuat edan sama dia kadang marah bareng meski baru jalan 1 tahun lebih beberapa bulan

      ReplyDelete
    5. Ada yang bilang kalo kita bisa melewati badai dalam 5 thb pertams maka pernikahan kita selamat ubtuk selamanya.


      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES