Tidak Mudik Bukti Rasa Sayang Kita pada Keluarga

Tidak Mudik Bukti Rasa Sayang Kita pada Keluarga
Pixabay

Tidak Mudik Bukti Rasa Sayang Kita pada Keluarga. Tidak mudik di tahun 2020 dan di tengah pandemi begini salah satu bukti rasa sayang kami pada keluarga kami di seberang sana. Bahkan di tawarkan mudik gratis 2020 aja pasti kami juga tetap nggak mau.

Walaupun nggak bisa membohongi hati kecil, ada rasa sedih di hati ini. Yang biasanya setiap 2 bulan sekali kami selalu pulang ke Bandung untuk melihat orang tua kami di sana. Apalagi melihat mama. Udah nggak punya papa, betapa sedihnya ia jika lebaran anak-anaknya tidak berkumpul semuanya. Hiks pasti mama ngerasa sedih banget.

Beberapa bulan belakangan juga, karena mama diam di rumah dan nggak beraktivitas lagi di luar rumah karena pandemi, mama jadi setiap hari menanyakan kabar kami. Setiap hari bercerita tentang rasa rindunya pada kami, rasa kesepian di hari tuanya dan bingung mau ngapain.

Ya Allah kami ikut sedih rasanya. Tapi yaaa mau gimana lagi. Semoga pandemi ini cepet selesai agar kami bisa pulang kembali untuk lihat mama. Buat teman-teman yang ingin menjaga kesehatan di tangah pandemi ini boleh baca ceritaku yang ini ya "Cara Menjaga Kesehatan" Dan "Hal Apa yang Perlu Kita Persiapkan Menghadapi Pandemi". Oh ya aku juga pernah memenangkan lomba menulis tentang ibu. Boleh mampir juga ya ke sini "Ibu"

Biasanya setiap tahun kami pasti jalan-jalan ke keluarga besar, kali ini kami harus bisa menerima cuma bisa berdiam diri di rumah. Pandemi oh pandemi kau meninggalkan banyak kesedihan di hati kami. Nggak bisa keluar rumah, nggak bisa ke mesjid, nggak bisa merasakan aura ramadhan dan lebarannya, meluluh lantakkan perekonomian, orang-orang merasakan sakit dan kehilangan nyawa dan kini membuat kami nggak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga

Walau begitu, sebagai orang beriman *amin ya Allah kita harus selalu bisa melihat hal positif sekalipun berada dalam ketidaknyamanan. Yang membuat gemas itu ya, sudah ada larangan mudik 2020 dari pemerintah, eh tetap aja aku lihat dari info mudik banyak yang bandel dan ngeyel.

Ada yang nekat berjalan kaki mudiknya melewati ratusan KM, ada yang nekat beli tiket travel gelap dengan harga berkali-kali lipat agar bisa mudik, dan lain-lain. Ngapain coba mereka kayak gitu? Ini aku kasih tahu ya beberapa hal yang terjadi jika kamu nekat mudik


Beberapa Hal Ini yang Bisa saja Terjadi Jika Kamu Nekat Mudik

mudik
Pixabay

1. Di suruh putar balik oleh aparat pemerintah

2. Keluarga besarmu di sana bisa berpotensi terkana virus corona yang kamu bawa. Kita nggak yakin kan kita bawa virus corona atau nggak? Gimana kalau dapet di jalan? Karena ketemu banyak orang, atau terkena dari fasilitas bekas orang yang terkena Covid 19 juga. Kita itu nggak pernah tahu kan. Jadi, ya pliss nggak usah nekat untuk mudik ya

3. Nanti di sana juga kita nggak bisa jalan-jalan. Harus isolasi diri selama 14 hari. Dan orang-orang sana juga takut dong deket-deket sama kita karena tahu kita dari luar kota.

4. Terus kalau kita balik lagi ke kota domisili kita, kita juga harus isolasi mandiri juga selama 14 hari. Kecuali kalau kita mau nekat jalan-jalan keluar dan berpotensi menyebarkan virus pada banyak orang di luar sana. Hiks

Tuuu kan nggak nyaman banget juga kalau kita maksa untuk mudik juga. Jadi kalau memang kita sayang sama keluarga kita, plisss jangan mudik. Mending berdiam di rumah aja. Sebagai salah satu bukti rasa sayang kita pada mereka di tengah pandemi ini. Yuk kita sayangi mereka

No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏