Menjadi Ibu itu Tidak Mudah. Tetapi Bukan Berarti Tidak Bahagia

Menjadi Ibu itu Tidak Mudah
Pixabay

Menjadi Ibu itu Tidak Mudah. Malam ini, aku peluk Erysha untuk menidurkannya dengan sisa-sisa kelelahanku hari ini. Sudah malam, tapi tumben-tumbennya dia belum tidur juga. Sedangkan tubuh dan hati ini sudah menjerit kelelahan meminta haknya untuk berisirahat. Lalu kembali ku peluk ia dengan erat, berharap ia akan tidur. Tak terasa ada yang menetes di pipi ini, karena ku peluk ia dengan doa di dalam hati.

"Ya Allah, menjalani peran sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu ini, sungguh memerlukan kekuatasan yang besar untukku, karena ini benar2 tak mudah bagiku. Ya Allah, tolong berikanku kekuatan yang besar pula untuk menjalani peran besar ini"

Tak terasa air mata ini berlinang hingga ke pipi dan Erysha masih belum tidur juga. Lalu, karena aku tak kuasa menahan rasa kesal dan emosiku, aku langsung pergi meninggalkan Erysha sebentar ke kamar depan, pergi untuk menyelamatkannya dari emosi negatif yang tersimpan dalam diriku atau dari monster di dalam diri ini. Aku takut, monsternya keluar dan meledak pada Erysha. Aku tak ingin membiarkan diriku berlaku kasar, berteriak apalagi sampai memukul Erysha. Aku takut itu terjadi. Akhirnya aku pergi dan dia menangis-nangis menginginkanku kembali.

Lalu, Ayahnya datang untuk menyelamatkannya dariku yang hampir mau meledak. Dan kalian tahu apa yang aku lakukan di kamar? Apalagi kalau bukan menangis hihihi 😂. Rasanya daripada membentak2 anak dan memukul anak lebih baik ku menangis saja untuk meluapkan semua rasaku daripada anak menjadi korbannya.

Bukti bahwa menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah. Aku pernah juga menulis tentang lelahnya seorang ibu di sini.  Bahwa menjadi ibu adalah perjalanan yang membutuhkan kekuatan besar yang tak bisa kita lakukan sendiri. Harus libatkan pasangan dan Allah untuk bantu kita agar tetap kembali kuat dan membersamai anak dengan pandangan bahwa anak itu lebih banyak memberikan kebaikannya dan mengajarkan banyak hal pada kita termasuk tentang keikhlasan, kesabaran dan kekuatan. Oh ya jangan lupa mampir juga ke tulisanku yang ini ya 5 alasan penting mengapa ku memilih menjadi ibu rumah tangga atau semua tentang dunia ibu ada di sini 

1 comment

  1. Memang menjadi ibu tidak mudah, harus mengurus anak yang kadang nakal atau yang aktif juga bikin capek. Emaknya pengin tidur karena sudah capek mengurus rumah tangga dari pagi tapi anaknya maunya nonton TV saja.

    Mungkin itu sebabnya ada hadits surga berada di telapak kaki ibu, semangat ya Bu.😊

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏