• Wednesday, September 12, 2018

    Identifikasi ABK Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak

    identifikasi ABK sejak dini melalui tumbuh kembang anak
    Happy Parenting

    Bismillahirrahmannirrahim
    Hai Ayah Bunda! Banyak dari kita sebagai orangtua yang kurang peka atau kurang menyadari bahwa betapa pentingnya kita sebagai orangtua memantau tumbuh kembang anak kita. Padahal dari tumbuh kembang inilah kita bisa mengindentifikasi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dari sejak dini

    Akhirnya, banyak anak-anak yang tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan usianya, banyak mengalami ketertinggalan dari aspek yang seharusnya mereka kuasai dan yang lebih dikhawatirkan lagi, orangtua yang terlambat menyadari bahwa anaknya tidak tumbuh dan berkembang dengan normal, karena adanya penyimpangan atau hambatan dari yang seharusnya.

    Anak-anak yang mengalami hambatan atau penyimpangan dari tumbuh kembangnya inilah yang disebut dengan anak berkebutuhan khusus dan banyak orang yang menyebutnya sebagai anak yang spesial. Sayangnya, jika orangtua tidak segera menyadari betapa pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini, maka anak berkebutuhan khusus ini akan mengalami keterlambatan dalam mendapatkan penanganannya

    down syndrome
    Pixabay

    Selain itu, memantau tumbuh kembang anak akan membuat kita mempunyai standar atau indikator dalam menstimulasi anak-anak kita. Kita akan tahu, apakah anak kita sudah sesuai belum tumbuh kembangnya? Jika ada yang kurang , kita pun bisa mencari letak kurangnya dan menstimulasi kekurangan anak hingga anak bisa mencapai aspek tumbuh kembangnya dengan baik.

    Dan rasanya kalau kita selalu memantau dan mengetahui ilmu tumbuh kembang anak dengan baik, akan membuat kita tidak perlu khawatir juga ya Ayah Bunda dengan kata-kata orang lain, nyinyiran orang atau atas pertanyaan orang lain akan tumbuh kembang anak kita. Mengapa? Karena kita mempunyai ilmunya.

    Ada 3 ciri anak sehat yang perlu kita ketahui Ayah Bunda, yaitu bertambah berat badannya, bertambah tinggi dan bertambah pintar dalam setiap bulannya.

    Sayangnya, banyak orangtua yang hanya fokus pada fisik anak tetapi merasa tidak perlu memperhatikan perkembangan anak.

    Contoh komentar banyak orangtua "Ah nggak apa-apa anak saya mah sehat-sehat aja, nambah kok berat badannya, cuma belum bisa ngomong aja" (padahal seharusnya di usia anak ini sudah bisa bicara).

    Baca juga: 10 CARA MENSTIMULUS ANAK TERLAMBAT BICARA

    Baca juga: PIJAT WAJAH UNTUK ANAK TERLAMBAT BICARA

    Anggapan orangtua yang seperti inilah yang perlu kita luruskan Ayah Bunda. Jadi, anak sehat itu anak yang harus meliputi 3 aspek di atas ya Ayah Bunda. Untuk itu, betapa pentingnya kita perlu setiap bulan memeriksakan anak kita ke posyandu atau tenaga kesehatan. Selain untuk mengukur berat badan dan tinggi anak, kita pun dapat berkonsultasi pada ahlinya di sana mengenai tumbuh kembang anak kita.


    Cara Identifikasi ABK Melalui Tumbuh Kembang Anak 


    Buku Kesehatan Ibu dan Anak
    Sumber: Glitzmedia.co

    Lalu, dari manakah kita sebagai orangtua bisa melihat aspek tumbuh kembang anak kita? Nah, ada beberapa sumber yang bisa kita jadikan pegangan dalam memantau tumbuh kembang anak kita, yaitu:

    1. Kita bisa mendownload atau mengisi KPSP = Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
    KPSP adalah alat atau instrumen untuk memantau tumbuh kembang anak. Apakah sudah sesuai dengan usia anak atau mengalami penyimpangan. Bisa langsung di cek di sini ya (KPSP), atau di sini https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-anak-kpsp/10201713638108584

    2. Buku Tumbuh Kembang Anak
    Sekarang banyak ya, Ayah Bunda buku tumbuh kembang anak bisa kita temukan dimana-mana. Biasanya dalam buku ini, selain bisa digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak, bisa juga belajar cara menstimulasi anak sesuai usianya. Biasanya di buku ini dijelaskan lengkap dan detail sesuai tahapan usia anak

    3. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
    Apa Ayah Bunda tahu buku ini? Tahu dong ya. Yap, buku berwarna pink ini adalah buku dari kementerian kesehatan yang diberikan kepada ibu yang sedang hamil dan isinya lengkap. Di sana kita bisa memantau tumbuh kembang anak kita dan cara menstimulasinya juga

    Mudah sekali ya, Ayah Bunda kita menemukan dan tahu cara mengamati tumbuh kembang anak kita. Hanya saja, banyak orangtua yang tidak mengetahuinya.


    Apa yang harus dilakukan apabila anak tumbuh tidak sesuai dengan tumbuh kembang yang seharusnya?


    Jika kita sudah mengisi tabel tumbuh kembang anak kita, tetapi banyak yang jawabannya meragukan atau tidak sesuai dengan usianya. Saya sarankan sebaiknya Ayah Bunda segera berkonsultasi kepada dokter anak, untuk mendapatkan penjelasan dan cara menstimulasi anak.

    Ketika anak kita ternyata mengalami hambatan atau gangguan, di saat inilah anak kita dinyatakan sebagai anak berkebutuhan khusus. Yang bisa mendiagnosa seorang anak sebagai anak berkebutuhan khusus itu bukan kita ya Ayah Bunda. Tetapi tenaga profesional atau tim ahli seperti dokter anak, psikolog, terapis, dll


    Apa itu anak berkebutuhan khusus?


    quote tentang anak berkebutuhan khusus

    Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan atau hambatan baik secara permanen maupun temporer.

    Anak berkebutuhan khusus secara permanen adalah anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan atau hambatan dari internal dan ini sifatnya menetap (selamanya).
    Contoh: Tunanetra, tunarungu, tunagrahita dll

    sedangkan anak berkebutuhan khusus temporer adalah anak yang mengalami hambatan yang dikarenakan faktor eksternal atau faktor penyebab yang datangnya dari luar dan ini sifatnya sementara. Contoh: Anak yang trauma karena menjadi korban bully, korban peperangan, dll. Mengapa anak korban pererangan, korban bully dll termasuk anak berkebutuhan khusus? Itu dikarenakan anak-anak seperti itu membutuhkan layanan khusus

    Namun, jika anak berkebutuhan khusus yang sifatnya temporer ini tidak segera mendapatkan intervensi yang seharusnya, maka hambatan atau gangguan yang dialaminya bisa berubah menjadi permanen.


    Apa penyebab anak menjadi berkebutuhan khusus?


    Banyak hal yang bisa menjadikan seorang anak berkebutuhan khusus. Penyebabnya bisa dibagi menjadi 3 sebab yaitu:

    1. Masa sebelum kelahiran / Prenatal
    Masa ketika anak belum lahir atau masih di dalam kandungan. Penyebabnya bisa karena dari virus, kekurangan nutrisi, keturunan, kekurangan oksigen ketika di dalam kandungan, penggunaan obat-obat keras atau mengkomsumsi dengan cara berlebihan, meminum alkohol, dll

    2. Pada saat kelahiran / Neonatal
    Penyebabnya karena memakai alat bantu, lahir dengan prematur, posisi bayi yang sulit dikeluarkan, kekurangan oksigen dll

    3. Kejadian setelah kelahiran / Post Natal
    Umumnya terjadi karena factor eksternal seperti trauma, terkena sakit, kecelakaan, dll


    Apa saja jenis anak berkebutuhan khusus itu?


    Jenis anak berkebutuhan khusus itu ada banyak ya Ayah Bunda. Apa saja itu?


    Waw banyak ya Ayah Bunda. Karena ada banyak, sehingga saya tidak bisa menuliskan satu persatu ciri-cirinya. Dari ulasan di atas, bisa kita simpulkan ya Ayah Bunda, bahwa betapa pentingnya setiap orangtua mengamati dan memantau tumbuh kembang anaknya sejak dini, sehingga kita sebagai orangtua dapat memberikan stimulasi pada anak yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk apa kita menstimulasi anak? Salah satunya agar kita bisa mengoptimalkan kemampuan anak sesuai usianya

    Karena tentu beda kan ya anak yang terstimulasi dengan baik dengan anak kurang stimulasi dari orangtuanya. Buat Ayah Bunda yang bingung melakukan kegiatan stimulasi untuk anaknya di rumah, boleh meniru kegiatan saya bersama Erysha ya di sini.

    Ayah Bunda, ilmu terus mengalami pembaruan dan terus berkembang mengikuti perkembangan zamannya. Untuk itu, diharapkan kita sebagai orangtua mau untuk terus belajar bagaimana menjadi orangtua yang cerdas di zamannya dan menjadi orangtua yang lebih baik lagi dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak kita tercinta.

    Kalau begitu, yuk kita sama-sama belajar Ayah Bunda dan bantu orangtua yang lain dalam memenuhi tumbuh kembang anak. Sehingga, jika terdapat anak berkebutuhan khusus, dapat segera tertangani dengan baik.  Itu dia Ayah Bunda cara mengindentifikasi ABK sejak dini melalui tumbuh kembang anak. Sebenarnya ini adalah materi kulwap parenting yang saya isi. Jadi buat Ayah Bunda yang ingin belajar dari sesi pertanyaannya, sudah saya tulis di sini ya tinggal klik aja  Semoga bermanfaat dan selamat belajar ya



    36 comments:

    1. Kalau aku download aplikasi Primaku dari IDAI di playstore. Lengkap ada tes KPSP sama bisa cek status gizi anak juga.

      ReplyDelete
    2. bener banget nih Bun, kita harus terus pantau tumbuh kembang anak, terutama di 1000hari pertamanya.. kalau gak salah ABK gak bisa dideteksi dengan USG kan ya? eh apa bisa? tolong koreksi kalau salah..

      ReplyDelete
    3. Wah banyak sekali ya Faktor nya. Pengalaman dengan teman sebelah yang anak nya mengalami speech delay. Memang harus di stimulasi. Diajak komunikasi 2 arah. Tahapan demi tahapan akan merubahnya menjadi lebih baik.

      ReplyDelete
    4. Daku diajarin sama atasanku begitu juga, mengikuti perkembangan zaman dalam hal mendidik anak memang diperlukan, agar kitanya pun bisa tahu ke arah mana sih sebenarnya kemauan si anak.

      ReplyDelete
    5. Sebagai ortu kita hhrus aware ya Mom. Aku pernah nelakukan peeelitian media oemeblajaran utj anak diskalkulia tp nyari subjeknya susaaah bgt, masih asing di telinga orang kita padahal harus di-aware juga ya kalo anak lambat bermatematika.

      ReplyDelete
    6. Intinya, setiap anak tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing2 dan perlu diperlakukan sebaik mungkin termasuk anak ABK

      ReplyDelete
    7. Perlu disimpan dan dicek terus itu buku2nya ya selama masih punya anak balita. Buku pantau tumbuh kembang anak2ku udah hilang 🤣

      ReplyDelete
    8. Dulu sepupu juga gitu. Kita cuma bisa menduga2 dia abk. Akhirnya dibawa ke klinik tumbuh kembang anak. Ortunya rajin terapi. Sekarang dia juara kelas terus dan emosinya udah lebih stabil.

      ReplyDelete
    9. Halo mba Yeni, terima kasih sudah banyak informasi tentang ABK ya. Sosialisasi seperti ini harus selalu dilakukan sehingga anak anak ABK tak semakin terasing karena banyak yang terinformasi. Anakku sekolah gabung dengan ABK dan dia belajar juga dari teman temannya :)

      ReplyDelete
    10. Anak kedua saya berat badannya digaris kuning sulit sekali naik, karena emang susah makannya. Tapi tiap bulannya tambah pintar, malah lincah banget. Cuma tetep aja kwatir

      ReplyDelete
    11. Saling berbagi cerita dengan para moms sangatlah membantu dan menguatkan moms itu sendiri.

      Tidaklah mudah mempunyai anak kebutuhan khusus .

      Orangtua perlu mengetahui sejak dini atau awal . agar mengetahui perkembangan sang anak.

      ReplyDelete
    12. Di sekolah anakku anak ABK belajar bareng dengan anak seusianya dan kalau dengar cerita dari anakku setiap hari tentang temannya yang special selalu bikin hati bergetar karena ibu guru selalu mengajarkan bahwa setiap anak dikelas itu sama dan selalu mengingatkan agar bisa menolong.

      ReplyDelete
    13. Ilmu nya bermanfaat sekali kak, aku jadi concern nih ke anak aku yang 11 bulan belom bisa ngomong hanya ba ba ba saja. Takaut juga.

      ReplyDelete
    14. Harus mewaspadai tanda-tanda ABK ini ya bunsay, alhamdulillah saat ini anak saya Azzam tumbuh dengan baik dan sehat juga pintar.

      ReplyDelete
    15. Bener ya mbak, kadang fisik jauh lebih diperhatikan daripada pertumbuhan anak secara mental. Ini benar-benar tulisan yang bagus mbak.

      ReplyDelete
    16. Alhamdulillah walaupun belum dikaruniai anak, sudah mulai nyicil baca tulisan seperti ini.
      Terimakasih ya bunda sayang atas ilmunya
      salam kenal dari Gorontalo

      ReplyDelete
    17. Ini hal yang paling ditakutkan yaah jangan sampe kejadian pada anak kita. Tapi apabila memang sudah kehendak-Nya maka kita hanya bisa berusaha untuk menerima dan ikhlas menjalani. Thanks for sharing mba ^^

      ReplyDelete
    18. Bener bener bermanfaat mbak tulisannya. Jadi banyak tau harus lihat dari segi apa aja.

      ReplyDelete
    19. Meskipun saya belum menjadi orangtua, tapi belajar beginian sangat bermanfaat utk saya jika punya anak. Setiap ank tentunya punya keistimewaannya masing2 ya mbak,

      ReplyDelete
    20. Seringkali ABK tidak diketahui sebabnya. Dan ortu engga bisa menyalahkan siapa² atau bertanya ke Yang Maha Kuasa, why me...dititipi ABK.
      Harus kuat untuk menjaga dan membimbing amanahnya. Betul, perlu banget deteksi dini...
      Makasih sharingnya yaaa...

      ReplyDelete
    21. Kenyataan memang masih banyak orangtua yang belum sadar tentang tumbuh kembang anaknya. Jadi orangtua berat juga ya ternyata.

      ReplyDelete
    22. Mantap. Semua orangtua pantasnya mempunyai pengetahuan ini. Jangan sampai terlambat. Apalagi Masa golden age. Anakku sendiri sudah terlanjur speech delay, untungnya udah dibawa ke Psikolog anak, gak ada gejala ke hal serius. Skrg anaknya lagi seneng-senengnya sekolah.

      ReplyDelete
    23. Setuju banget, mbak. Tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membersamai tumbuh kembang mereka dengan baik.

      ReplyDelete
    24. bermanfaat banget nih mbak.. dulu saya di kampus ada anak abk dia cuma gk bisa denger aja cuma karya2 nya bagus2 dan melebihi orang normal

      ReplyDelete
    25. Anakku yang kedua pernah ngalamin speak deelay, Alhamdulillah sekarang udah lancar, malahan cerewet minta ampun. Masa pertumbuhan anak harus benar-benar kita pantau ya mba.

      ReplyDelete
    26. Sbg ortu, memang perlu kesabaran dan jeli dengan tumbuh kembang anak

      ReplyDelete
    27. Di sekolah anakku ada beberapa yg abk, mereka punya pendamping khusus di sekolah dan alhamdulillah menurut pengakuan salah satu ortu sangat baik di sekolah alam itu karena selain tersalurkan energinya, juga terstimulasi, dan mereka juga mencontoh anak2 yg normal.

      ReplyDelete
    28. Alhamdulillah kini banyak parameter bisa dipakai untuk mengidentifikasi apakah anak ABK atau bukan sejak dini. Sehingga penanganannya bisa secepatnya..

      Thanks for sharing Bunda Yeni

      ReplyDelete
    29. MasyaAllah ... Bermanfaat banget nih infonya, Bun. Sekolah anak-anak sudah inklusi. Aku seringkali bertanya-tanya bagaimana mendeteksi ABK sejak dini. Ketemu nih jawabannya. Terima kasih ya, Bun. Salam buat Erysha.

      ReplyDelete
    30. Wah ilmu banget ini bun, saya jadi semakin paham bahwa anak2 itu memang harus selalu di pantau tumbuh kembangnya. Makasih mba sharingnya

      ReplyDelete
    31. Sebagai orang tua kudu paham ya mb tentang perkembangan anak jyga tentamg ciri2 ABK. Tapi ada lho orang tua uang justru menganggap anaknya tidak mengalami apa2 alias merasa normal pdhl secara nyata perkembangannya tdk sesuai dengan umur anaknya. Klu gitu solusinya srh baca artikel.mb aja yg lgkap yaa..hehe, thx mb info bermnfaat...

      ReplyDelete
    32. Ulasannya lengkap banget mba, sangat bermanfaat untuk para ortu dan calon ortu. Makasih ya, sukses terus untuk Mba Yeni.

      ReplyDelete
    33. Artikelnya lengkap bun. Bermanfaat banget utk orangtua dan calon orangtua. Sukses terus ya bun.

      ReplyDelete
    34. Saya dulu meraba raba waktu th 80 baru punya anak, tp alhamdulillah s2cara naruli & mengadaptasi pendidikanku dr orangtua ternyata banyak benarnya..keren Mba artikelnya

      ReplyDelete
    35. Pentingnya melihat progress berat badan anak. Kadang buku KMS entah dimana, padahal kelo ke Posyandu harus dibawa. Ini tulisan yang bagus banget, karena semakin cepat terdeteksi,semakin bs lekad ditangani.

      ReplyDelete
    36. Sebagian anak yang tunarungu, tunanetra, dan tunagrahita, sebetulnya sudah bisa dideteksi sejak dalam kandungan, yaitu dari pemeriksaan USG.

      Anak-anak dengan cacat bawaan pada indera-inderanya ini umumnya tidak cacat sendiri, tapi merupakan bagian dari suatu sindroma kumpulan kelainan organ tubuh. Dan salah satu organ tubuh yang sering menyertai kelainan-kelainan pertunaan ini adalah jantung.

      Dan, sebagian besar kelainan jantung pada anak ini sudah bisa terlihat dari USG.

      Oleh sebab itu, jika hamil dan periksa USG-nya, saya cenderung lebih sering bertanya kepada dokter kandungannya, apakah jantung janinnya normal. Sebab pada janin-janin yang jantungnya abnormal, umumnya bisa ditemukan kelainan-kelainan lain, misalnya pada matanya, pada saraf pendengarannya, dan sebagainya. Jika janin ini lahir, mereka menjadi anak-anak yang tunanetra atau tunarungu.

      Apabila sejak awal orang tua mengetahui bahwa janin mereka mengalami kelainan dan mereka tetap ingin melahirkan janin mereka, mereka akan lebih siap mempunyai anak yang berkebutuhan khusus. Jadi, mereka akan bisa merawat anak-anak ini lebih baik daripada orang-orang tua yang tak siap karena minim wawasan.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES