Skip to main content

Menjadi Parenting Blogger Itu Beban

yeni sovia adalah seorang blogger dengan niche blog parenting yang berisikan tentang parenting dan anak berkebutuhan khusus

      Dari judulnya aja kayaknya jadi parenting blogger itu penuh tekanan ya hahaha. Tapi memang benar, menjadi parenting blogger itu beban buat saya. Walau begitu, tetap manfaatnya jauhhhhhhh lebih banyak buat saya daripada bebannya. Semua manfaatnya sengaja saya masukan ke dalam portofolio saya ini

Baca juga: 2 TAHUN MENJADI PARENTING BLOGGER. INI PENCAPAIANKU

      Kenapa beban? Karena konten-konten saya berisi ilmu yang saya berikan pada pembaca saya. Ilmu yang menurut saya informatif dengan bentuk listicle. Bukan berbentuk cerita. Jadi bukan orang yang sedang curhat. Tapi ini jadi beban karena seolah-olah seperti diberikan oleh seorang pakarnya langsung

      Saya belum bisa menyebutkan diri saya sebagai pakar, tapi nggak menyebutkan diri saya sebagai orang awam juga. Karena kalau saya awam, saya nggak berani berbagi kalau nggak sesuai ilmunya dan apa yang saya pahami. Kenapa? Beratttttt pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Takut salah tulis

      Tapi saya menulis berdasarkan kompetensi yang saya miliki sebagai seseorang yang lulusan dunia pendidikan. Maksudnya saya, saya menulis dan berbagi sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yaitu Pendidikan Luar Biasa.

      Selain itu karena saya memang seorang guru dan suka mengikuti seminar parenting dimana-mana. Sehingga apa yang saya tulis itu berdasarkan ilmu dari kuliah, pengalaman sebagai guru dan dari belajar seminar

      Jadi apa yang saya tulis lebih banyak berdasarkan ilmunya daripada pengalamannya. Karena belajar dari pengalaman masih berproses hingga sekarang.

Selain itu yang membuat saya merasa menjadi parenting blogger itu beban adalah saya merasa belum bisa menerapkan semua ilmu yang saya punya dalam pendidikan dan pengasuhan saya pada anak. Tapi saya selalu berusaha dan berproses menuju ke arah sana.

      Sambil berbagi sambil mempersiapkan diri. Sambil memberi ilmu sambil saya pun terus belajar. Kalian tahu, jika kita tidak bisa menerapkan ilmu yang kita tulis dan bagikan itu rasanya kayak apa? MALU. Malu pada diri sendiri, pada pasangan dan merasa bersalah pada anak

      Selain itu yang juga agak membebani adalah pandangan orang. Mengapa? Karena pada umumnya orang-orang selalu menuntut kesempurnaan pada sosok publik figur.

Memang saya seorang publik figur? Karena saya membranding diri saya sebagai parenting blogger dan bekerja di ranah publik. Apalagi saya pun sudah melebarkan sayap untuk berani mengambil kesempatan untuk menjadi seorang pembicara parenting agar bisa tetap membagikan apa yang saya tahu.

      Otomatis orang-orang tahu kalau saya parenting blogger dan pembicara. Dan tuntutan kesempurnaan itu cepat atau lambat akan digulirkan pada saya juga dan saya harus mempersiapkan diri untuk itu. Apalagi jika saya konsisten sebagai parenting blogger dan pembicara. Saya akan semakin dikenal orang

      Kalian tahu sendiri kan bahwa bahasa netizen itu kayak apa? Nyereminnnnn. Kan serem juga kalau ada yang komen kayak gini

"Suka nulis parenting dan ngomongin soal parenting, tapi anaknya kok kayak gitu sih?"

Atau

"Anak baru satu dan masih kecil tapi udah berani-beraninya ngasih tahu orang soal parenting"

Sakitnya tuh di sini ya kalau ada yang komen begitu hahahah. Tapi allhamdulillah sejauh ini nggak ada komen gitu sih hahaha. Tapi beneran lho, kalau dikenal orang itu. Bikin kita juga harus berhati-hati. Mengapa? Karena kebanyakan orang dari kita (mungkin saya) juga, lebih suka mengikuti prasangka buruk pada orang lain daripada belajar berprasangka baik pada orang lain. Betul Ayah Bunda?

      Nggak dikenal banyak orang saja kita mesti berhati-hati apalagi dikenal banyak orang. Kita harus semakin berhati-hati kan

      Jadi itu semua sedikit membebani saya. Walau begitu apakah saya menyerah? Tidak Ayah Bunda. Jika saya menyerah bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan ilmu saya ini di akhirat nanti dan pada diri saya sendiri

"Punya ilmu tapi kok nggak dibagiin ke orang?, nggak takut ntar dihisapnya gimana ama Allah? Ntar ilmunya ditanya Allah buat apa? Ilmunya dipake di jalan Allah nggak?" Kamu mau jawab apa?

"Punya ilmu kok cuma dipake sendiri dan buat keluarga sendiri sedangkan di luar sana betapa banyak masyarakat yang butuh ilmu dan butuh diedukasi" Egois luu Yen baik cuma buat diri sendiri aja

Kayaknya lebih beban ya, kalau ditanya ama 2 pertanyaan di atas daripada ditanya ama netizen nanti hahaha *nangis dipojokan

      Aihhhh sepertinya zaman sekarang saya seperti sesuatu yang klise sekali ya. Tapi memang begitulah nyatanya. Walau sekarang banyak orang yang hanya memikirkan diri sendiri. Tapi tidak boleh untuk kita karena seperti yang saya bilang

"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi manfaat untuk orang lain"

Jika semua orang dari kita hidup hanya untuk dirinya sendiri, baik hanya untuk dirinya sendiri. Maka tinggal tunggulah kehancuran umat manusia itu dengan segera. Seriusan ini.

      Sekarang aja udah banyak terlihat penurunan moral masyarakat kita terjadi dimana-mana kan? Kebayang kan kalau para orang-orang peduli dengan orang lain itu sudah berhenti untuk peduli dengan orang lain. Maka jawab sendiri ya apa yang terjadi. Aihhhhh bahasannya kali ini berat ya 🙈. Tapi ini kenyataannya Ayah Bunda

"Terus gimana dong, bagaimana saya bisa berbagi sedangkan saya hanya ibu rumah tangga dan bukan blogger juga?"

      Nggak usah baper ya Ayah Bunda. Berbagi itu nggak melulu lewat tulisan. Ada banyak ladang dakwah yang bisa kita bagikan apapun profesi kita. Berbagi itu bukan hanya berbagi ilmu tapi bisa juga berbagi materi, tenaga dan waktu



Sampai kapan saya akan Menjadi Parenting Blogger?


yeni sovia adalah parenting blogger indonesia


      Lalu kalau ditanya sampai kapan saya menjadi parenting blogger? Saya nggak tahu. Hanya saja saya tidak bisa berada di sini selama umur saya. Saya punya mimpi lain Ayah Bunda.

      Saya ingin kuliah lagi, menjadi dosen dan pembicara hebat suatu hari nanti. Pada saat itu terjadi, kemungkinan besar intensitas saya menulis dan berbagi lewat blog ini akan berkurang.

      Walau begitu, saya akan berusaha agar blog ini tetap hidup. Saya akan menulis jika saya senggang nanti dan saya sedang mau. Agar Ayah Bunda tetap bisa membaca tulisan saya.

      Tentu saja ilmu yang saya bagikan nanti pasti akan jauh lebih berkualitas daripada ilmu receh saya saat ini hahaha. Kenapa? Karena ketika nanti saya kuliah lagi dan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi maka akan lebih dalam lagi ilmu yang bisa saya tuliskan di sini. Doakan ya Ayah Bunda

      Untuk saat ini blog ini hanya persinggahan saya sementara agar saya tetap bisa berbagi apa yang saya tahu, sebagai penguat untuk para ibu yang membutuhkan kekuatan dari hal positif yang berusaha saya sebarkan lewat tulisan saya.

Baca juga: 9 MANFAAT NGEBLOG BAGI IBU RUMAH TANGGA

      Walau begitu tolong diingat ya Ayah Bunda dan saya minta tolong sekali bahwa saya bukan seseorang yang sempurna, saya seseorang yang memiliki banyak kekurangan atas setiap peran yang saya mainkan. Jadi, jangan pernah menuntut kesempurnaan pada saya. Walau begitu saya akan berusaha untuk lebih baik lagi, lagi, dan lagi.

      Jika suatu hari nanti Ayah Bunda menemukan kesalahan saya yang sifatnya prinsip sekali, boleh tolong langsung kirim pesan pada saya untuk mengingatkan saya.

      Ayah Bunda, saya hanya manusia biasa saja. Tidak selamanya saya kuat, tidak selamanya saya menebar semangat dan positif, akan ada kalanya jiwa saya pun melemah dan lupa untuk menguatkan diri kembali.

      Jika itu terjadi, tolong kuatkan saya dan bantu saya dengan doa. Bantu juga agar saya terhindar dari perasaan riya, ujub dan sombong. Hiksssss (ngerasa diri masih kayak gitu"

       Walau menjadi parenting blogger itu ada sedikit keganjalan hati yang membebaninya, saya tetap ucapkan banyak terima kasih pada Ayah Bunda karena telah menjadi pembaca saya dan selalu mendoakan saya. Terima kasih sekali lagi 💕






Comments

  1. Sayangku aku amat mengerti apa yang menjadi beban itu. Saya pun demikian, kadang menulis tentang parenting dan tidak serta Merta berarti saya ibu yang sempurna. Kadang pandangan publik yg menuntut kita sempurna. Padahalkam niatnya sharing ilmu yg bermanfaat toh manusia memang fitrahnya belajar kok. Aku jadi inget komnentar adik ku yg cowok sering bercanda main berantem-beranteman sama anakku. Dia bilang masa di blog nih anak kayanya baik banget, pinter, tapi aslinya suka menyerang om nya gak mau diem di tijuin terus 😂😂😂😂

    Berawal dari blog bunda erysha dikenal banyak orang, semoga kaya Elly warisman dan targetnya tercapai, amiiinn

    ReplyDelete
  2. Wah mantaplah,,,, baru punya anak satu tapi sudah banyak berbagi tentang parenting, saya sudah lima anak dan mau enam,,,, tapi blum bisa berbagi lewat tulisan, niche saya masih campur aduk bunda .... blum ada ciri khasnya, gimaana mulainya ya bun agar bisa fokus pada satu niche blog ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ambil niche blog dari konten yang bener-bener kita sukai atau sesuai kompetensi kita bun. Udah gitu harus ada kemauan yang kuat untuk konsisten menulis sesuatu yang sesuai dengan niche itu. Semoga berhasil bunda 😘

      Delete
  3. Sewaktu memutuskan niche blog, saya juga sempat galau. Dilihat dari tulisan ternyata paling banyak artikel tentang parenting. Karena bukan berasal dari background pendidikan yang sesuai. Akhirnya memutuskan untuk niche parenting dan lifestyle saja. Parentingnya berdasarkan pengalaman dan ikut seminar.
    Selama ada dasarnya tak perlu takut Bun untuk menuliskannya, pro kontra itu sudah biasa dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  4. bunda, berbagi ilmu parenting bukan lantas kita udah jago parenting lho. Malah dengan berbagi kita juga sekalian belajar. nah, secara otomatis kita akan berusaha meperbaiki parenting kita juga.Insyaallah pemahaman saya sih gitu
    Semoga bunda bisa terus berbagi ilmu parenting ya. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andaikan pemahaman semua orang positif gitu ya bun pada orang lain. Dunia pasti damai hahaha. Mksh ya bun semangatnya 😘

      Delete
  5. Semoga nanti walau sudah kuliah dan jadi pembicara hebat, tetap bisa menyempatkan waktu untuk berbagi tulisan lewat blog.

    ReplyDelete
  6. semoga bisa terkabul ya bun sekolah lebih tinggi lagi, saya sih suka baca postingan parenting dari bunda :D

    ReplyDelete
  7. Mantaaap mba tulisannya. bikin saya sadar juga :')
    Semoga mba yeni tetap istiqomah dalam berbagi manfaat.. aamiin

    ReplyDelete
  8. Selalu mampir ke sini untuk dapat ilmu seputar parenting. Setiap orang pasti punya impian dan semoga impian bunda Yeni untuk kuliah lagi dan menjadi dosen sebagai segera tercapai.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…