• Tuesday, March 7, 2017

    Cara mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan ataupun Teriakan

             
    Foto : http://parentinganak.com/.jpg
               Banyak para orang tua bahkan pendidik di sekolah pun putus asa dengan perilaku anak. Tak banyak yang akhirnya menggunakan kekerasan baik itu kekerasan secara verbal maupun fisik. Tetapi sebenarnya kekerasan bukanlah solusi dalam mendidik anak, malah menambah permasalahan baru.

            Nah gimana sich caranya mendisiplinkan anak tanpa kekerasan ataupun teriakan ?
    1. Bangun bonding dengan anak
    Kita tidak akan bisa membuat anak menurut dan mendengarkan kata-kata kita, jika kita tidak menjalin ikatan hati atau bonding dengan anak.

    2. Ubah sudut pandang
    Jika bunda menemukan keadaan anak sedang membantah intruksi kita, tak perlu marah atau merasa tidak dihargai karena anak tipe ini adalah tipe pemimpin. Pemimpin juga nggak suka kan kalau disuruh-suruh oleh orang lain dan kita harus bersyukur bahwa anak kita berani mengemukakan pendapatnya dan berpikir kritis. Jika anak harus menurut terus, dikhwatirkan akan membentuk pribadi anak yang mudah terbawa oleh orang lain apalagi di zaman dan pergaulan yang bebas saat ini.

    3. Kerjasama
    Harus ada kerjasama antara ayah dan bunda atau dengan orang-orang terdekat anak  dalam memberikan aturan dan batasan mana yang boleh mana yang tidak kepada anak dan sertai dengan alasannya. Misal : karena anak sedang batuk maka bunda melarang anak makan permen dan ayah pun ikut menerapkan aturan yang sama.
    Jika tidak ada kerjasama dalam membuat batasan yang jelas maka anak akan mengalami kebingungan dan aturan atau kesepakatan akan sulit dibangun

    4. Buatlah negosiasi atau kesepakatan dan konsekuensi
    Buatlah negosiasi dan kesepakatan bersama dengan anak. Mengajak anak membuat kesepakatan untuk melatih anak mengemukakan pendapatnya, berpikir kritis, berani, merasa dihargai dan akan lebih mudah aturan itu terbangun karena kitapun mendengarkan pendapat anak dan jelaskan konsekuensinya jika anak melanggar

    Trik membuat kesepakatan dengan anak:
    a. Trik memberikan pilihan langsung
    -  "Erysha mau makan dulu atau mewarnai dulu ?"
    - "Erysha kita mau pergi keundangan. Jadi mau pakai baju warna pink atau biru?"

    b. Trik dengan memberikan hitungan
    "Erysha sekarang waktunya makan. Ayo bereskan mainannya dulu". Jika anak tidak mau, berikan ia pilihan " Erysha masih pengen maen ya ? Boleh, tapi cuma boleh sampai hitungan ke 10 atau 20 ya ? Mau pilih sampai hitungan ke berapa ?" Setelah itu. Mulailah kita menghitung dan ingatkan anak ketika hitungannya sudah hampir selesai. Jika anak melanggar buatlah konsekuensi yang sesuai dengan kematangan usia anak, misalnya dia tidak akan mendapatkan cemilannya dll

    c. Trik dengan menggunakan  jam
    "Erysha sekarang waktunya bobo malam sayang, yuk kita bobo!" Jika anak tetap ingin bermain dulu (jika lagi kegiatan bermain). Berikan anak pilihan dengan jam " Erysha masih pengen maen dulu ya? Boleh, tetapi cuma boleh 10 menit ya" atau "Erysha lihat sekarang arah jarum panjang jam lagi ke angka 1 nanti kalau arah jarum panjang jamnya ke angka 3, kita bobo ya!" dan ingatkan anak kembali jika waktunya hampir habis. Jika anak melanggar berikan konsekuensi misalnya dengan menggendong anak langsung ke kamarnya atau tidak dibacakan buku cerita.

    d. Trik terbalik
    Trik terbalik ini saya kutip dari tulisan Bunda Amalia Sinta yang berjudul "KAMU KOK NGEYEL BANGET SIH, DEK?. Maksud dari trik ini adalah melarang anak melakukan sesuatu yang kita inginkan.
    Trik ini aku sesuaikan dengan pengalamanku sewaktu mengajar Misalnya: Fasha belum mau pulang ya?pengen temenin ibu guru dulu ya? Soalnya Fasha belum beresin alat tulisnya. Biasanya anak langsung segera mengikuti keinginan kita

    5. Tegas dan Konsisten
    Dalam menerapkan aturan atau kesepakatan harus tegas dan konsisten untuk menghindari anak menjadi bingung dan tidak mau lagi mengikuti kesepakatan. Jangan sampai hari ini kita bilang A dan besok berubah lagi menjadi B

    6. Berikan anak reward
    Jika anak berhasil mengikuti kesepakatan, berikan anak reward yang bisa berupa pujian, pelukan dll

    7. Berikan anak teladan yang baik
    Jangan sampai kita menyuruh anak mandi sedangkan kitanya pun tidak suka mandi. Karena salah satu fase anak belajar adalah dengan meniru.
    "1 perbuatan yang bermakna dapat mengalahkan 1000 perkataan"

    Referensi

    Seminar Parenting "Teknik Mendisiplinkan Anak" di Hotel Hilton Bandung 2016

    Pelatihan Parenting "Cara Membuat Anak Menurut" di Yayasan Laju Pendidikan

    Amalia Sinta "KAMU KOK NGEYEL BANGET SIH, DEK? 10 Februari 2017

    Pengalaman Mengajar

    30 comments:

    1. mengasuh anak itu memang gampang2 susah ya mbak...memang butuh kesabaran ekstra

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ia bener teteh perlu sabar dan ilmu banget ya. Kita harus rajin nih ngecas terus sabar kita jangan sampai habis hihihi πŸ˜ƒ

        Delete
    2. Tfs Mak, sangat bermanfaat buat calon ortu seperti saya, salam kenal ya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya senang jika tulisan saya bisa bermanfaat dan membantu orang lain. Salam kenal juga ya 😘

        Delete
    3. Susaaah banget mendisiplinkan tanpa kekerasan. Paling ga pernah lah marah2 pas anak ga displin. PR banget nih.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun. Susah tapi kita harus bisa. Semangatttt 😘

        Delete
    4. Saya pun pengennya begitu. Tapi ya kadang kelepasan marah juga, sih :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha iya bun. Trus akhirnya kita capek sendiri ya marah2 #balada emak2 πŸ˜‚

        Delete
    5. betul tapi kadang emosi yg meledak ay, sulit

      ReplyDelete
      Replies
      1. Susah ya bun tapi Bisaaaaaaa. Semangat kita belajar 😘

        Delete
    6. betul mba cara2 gni emg efektif tp syg saya ga konsisten wkwkk masih aja emosi meledak duluan *astagfirulkah xixixi

      ReplyDelete
      Replies
      1. Emang perempuan makhluj yang suka baperan ya bun. Pake perasaan. Ayo bun kita belajar konsisten. Saya juga sedang belajar πŸ˜ƒ

        Delete
    7. Aku termasuk yg suka marah-marah TT
      Apalagi anaknya masih balita, huhu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Gapa2 bun. Yang penting sekarang kita udah tahu ilmunya dan tinggal di perbaiki. Jangan lupa sering minta maaf ke anak ya bun 😘😘

        Delete
    8. Mbak, sering gagal yang poin kerjasama. Saya pakai aturan ini, Bapaknya itu..kwkwkw apalagi kalau aturan baru (belum pernah sebelumnya).

      Btw, thanks sudah ingetin kami para orang tua yang pelupa ini :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama bunda. Kita saling mengingatkan ya πŸ˜ƒ

        Delete
      2. Sama2 bunda. Kita saling mengingatkan ya

        Delete
    9. Saat mendidik anak, tidak hanya anaknya yang belajar. Orang tuanya juga. Dan saya...masih terus belajar menjaga kesabaran.itu yg sulit😣

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener bunda. Belajar sabar itu seumur hidup ya πŸ˜ƒ

        Delete
    10. Whuaa ternyata cara2 kami hampir sama dengan tulisan mba di atas.
      Trik menghitung, jam, dan terbalik dan semuanya so far berhasil.
      Terima kasih sharingnya mba.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Samaw bunda. Toss kita πŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹

        Delete
    11. Kadang gemes kalo ngeliat anaknya lama mbak. Emaknya juga harus belajar disiplin nih.

      ReplyDelete
    12. kudu sabar....dan pintar-pintar memainkan bahasa yang disukai anak ya bunda....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bener bun. Harusa sabar dan harus pinter ngemas bahasanya juga

        Delete
    13. Setuju... memberi teladan lebih baik daripada meminta anak berulangkali dengan nada berteriak.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya πŸ˜ƒ

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES