Skip to main content

Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu

                       

Terkadang sebagai istri sekaligus ibu, kita dituntut menjalani dua peran sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Walau sebenarnya kitapun sudah lelah dengan hari kita. Mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian, ngurusin anak dan mendidik anak di rumah, menyiapkan semua kebutuhan dan melayani suami. Sudah benar-benar membuat kita lelah secara fisik, pikiran dan hati.

        Bahkan membuat kita kehilangan waktu untuk diri kita sendiri dan begitu setiap hari tanpa hari libur. Betapa membuat para ibu rentan stres ya. Tetapi walau begitu, bisa mengurusin orang-orang yang dicintai dan masih dikasih kesempatan bersama dengan mereka, salah satu hal yang membuat para istri sekaligus ibu slalu punya alasan untuk bahagia, smua itu karena cinta

        Tetapi rasanya seminggu ini aku lebih lelah dari biasanya, karena pak suami sedang sibuk ma kerjaannya di kantor dan hari liburpun sering masuk kantor. Jadi aja ga ada yang bantuin juga megang Erysha (1y1m) kalau aku lagi sibuk ngerjain kerjaan rumah di hari libur.



        Udah akunya capek banget ditambah lagi suami ga enak badan juga gara-gara kecapean ma kerjaannya. Akhirnya selain memperhatikan Erysha aku juga harus memberikan perhatian lebih pada pak suami.

Baca juga : Wahai Ibu Bersabarlah 

        Sehabis nidurin Erysha di malam hari, aku gantian nyiapin kebutuhan suami seperti panasin air mandinya, bikinin suami minuman madu dan pijitin suami hingga ia tertidur. Aku jarang mijitin suami tapi karena suami lagi ga enak badan juga dan kecapean. Jadi aku mijitinnya setiap hari.

         Suamiku bukan tipe  suami yang slalu ingin dilayani, tetapi sebagai istri yang baik aku slalu ingin berusaha melayaninya dengan sebaik-baiknya dan juga sebagai saranaku membangun bonding dengan suami. Tetapi tak jarang juga karena kelelahan dan waktu tidurku yang kurang, membuat asmaku suka kambuh di malam hari. Tetapi tetep aja kembali beraktivitas dari subuh hingga malam nyiapin ini itu dan ngerjain ini itu. Pernah dengar kan slogan "ibu di larang sakit". Nah slogan itu bener banget menurutku.

        Terkadang di dalam hati rasanya jadi banyak mengeluh dan berteriak yang kenceng "aku capekkkkkkk, aku pengen me timeeeeeee, aku pengen istirahattttttt" sambil mata berkaca-kaca.

        Aku rasa setiap ibu pasti pernah mengalami hal seperti ini dan mungkin hal ini udah jadi hal biasa untuk dijalani ya. Tetapi buat ibu baru kayak aku ini adalah sesuatu yang mengagetkan. Kalau udah begini, aku harus cepat-cepat menata perasaanku kembali. Jika tidak aku akan uring-uringan untuk melakukan aktivitas selanjutnya. Kalau udah uring-uringan gini kan kasian suami dan anak nggak sengaja bakal kena dampak dari galaunya sang ibu hihihi.

        Biasanya kalau udah nggak karuan begini perasaannya, aku suka ngelakuin :
1. Berhenti sejenak dan tarik nafas panjang

2. Sebelum tertidur di malam hari aku suka berpikir, mengevaluasi diriku sebentar dan menenangkan diri

3. Berusaha mengganti pikiran negatif menjadi positif. Seperti ketika aku lelah dalam mengurus anak, aku lalu berpikir "aku sekarang sudah di karunia seorang anak, ada yang aku urus dan ada yang bisa aku didik. Di luar sana banyak para ibu yang masih menantikan kehadiran buah hatinya, masa aku udah dikasih tapi masih mengeluh capek mengurus anak." Di saat aku sedang lelah mengurus suami, diam-diam aku suka melihat wajah  suami yang tertidur karena kelelahan mencari nafkah untukku dan anakku di luar sana dan ia tak suka mengeluh padaku dan bahkan jika sakitpun tetap berusaha masuk kerja demi kami. Itu semua membuat perasaanku kembali membaik

4. Belajar bersyukur. Yupz mensyukuri hadirnya pasangan dan buah hati tercinta itu, benar-benar sebuah anugerah yang harus disyukuri karena masih diberikan kesempatan untuk bisa melihat dan mengurus mereka, sebenarnya itu nikmat yang tak bisa aku dustakan lagi.
"Manfaatkanlah waktumu bersama orang-orang yang kamu cintai. Karena kamu  tak akan pernah tahu kapan waktunya itu akan habis. Sebab kita mencintai sesuatu yang akan pergi"
5. Perbanyak peluk suami. Kalau lagi gitu aku suka peluk suami atau suami yang suka memelukku. Tak bisa dipungkiri bahwa pelukan pasangan itu begitu menenangkan, melegakan dan menguatkan

6. Sebelum tidur hingga tertidur aku suka beristigfar di dalam hati. Bukan karena aku hebat ya suka beristigfar, malah aku begitu karena terlalu banyak aku mengeluh di dalam hati, terlalu banyak kotoran di dalam hati dan lupa untuk mensyukuri banyak hal. Sehingga aku merasa, aku harus banyak meminta ampun atas semuanya.

                    

7. Sering-sering minta maaf kepada anak. Sebelum tidur aku suka mengelus dan membelai rambut Erysha. Suka bilang "Dede maafin bunda ya, kalau bunda punya banyak salah ke dede. Ayah dan bunda sayang dede. Dede jadi anak yang  sholeha ya".

Terkadang sadar atau tidak sadar kita bisa saja menyakiti perasaan anak dengan kata-kata atau perbuatan kita. Kita lagi kesel terus jadi kurang sabar menghadapi anak atau mungkin karena kita begitu sibuk dengan pekerjaan kita, tanpa disadari jadi mengabaikan perasaan anak. Hahhh kita tak pernah tahu kita berbuat salah apa kepada anak, jadi membuatku slalu meminta maaf,  menyatakan perasaan cintaku kepada anak dan berharap ia menjadi anak yang sholeha sebelum ia tertidur di malam hari merupakan hal penting bagiku. Ini juga caraku memberikan hypnoterapi kepada anak dan untuk mengurangi rasa bersalahku kepada anak

          Kayaknya kapan-kapan aku mau tulis juga deh khusus soal bagian memberikan hypnoterapi kepada anak dan manfaatnya.

8. Terkadang aku juga suka bilang maaf dan berterima kasih kepada suami. Ini salah satu bentuk penghargaanku kepadanya dan untuk mengurangi rasa bersalahku juga karena suka mengeluh. Kalau ngucapin didalam hati lebih sering lagi hihihi

Baca juga : Bedanya Ibu Rumah Tangga Biasa dengan Ibu Rumah Tangga Luar Biasa 

        Kalau semua udah aku lakuin, suka bikin perasaanku lebih tenang dan bersemangat lagi dalam menjalani dua peranku sekaligus sebagai istri dan juga  ibu untuk anakku. Bagiku terkadang aktivitas itu begitu membosankan dan begitu setiap hari, sehingga membuatku berpikir betapa pentingnya kita untuk mengecas hati kita berkali-kali agar kita tak mudah stres. Semua tulisan ini terkhususkan untuk mengingatkan diriku sendiri dan semoga bisa juga bermanfaat untuk orang lain

     

Comments

  1. Semoga kita semua mengerjakan semua kewajiban rumah tangga dg sadar & tanpa beban ya. Kalau ngomel2 bolehlah. Heheee

    ReplyDelete
  2. Hahaha iya bunda klo ga ngomel2 rasanya kurang emak2nya ya hihihi

    ReplyDelete
  3. Iihh......sama mbak. Ni suamiku juga pas lmbur terus. Aku ngurusi krucils dua anakku sendirian. Rawan stress brner.

    ReplyDelete
  4. Ya, bener bgt,kl lagi emosi sbnrny kita cm butuh wkt utk sndiri dl, kl sy suka nangis di kamar mndi, setelah nangis perasaan jd lbh lega, smga tetap semangat jd ibu dan istri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaa bangetttt bun. Aku jg ada acara syuting dulu alias nangis bombayyyy. Smua ibu pasti mengalami ini ya.

      Delete
  5. Kalo aku berusaha me time mbak tapi ga suka nyalon. Paling jajan sendiri misal makan bakso, mie ayam, ayam penyet, soto ayam gituh....sama baca dan nonton di rumah aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengennya gitu ya bun. Tapi mungkin krn aq emak baru x ya. Jadi cuma sebentar aja ninggalin balita rasanya itu nggak tenang. Bawaanya pengen cpt pulang ketemu anak wkwkwk

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…