• Thursday, February 1, 2018

    Cara Mengendalikan Emosi Ibu Pada Anak

    Cara Mengendalikan Emosi Ibu Pada Anak

    Hai Bunda.

    Hari ini saya ingin membagikan materi kulwap parenting yang saya isi tentang "Cara Mengendalikan Emosi Ibu Pada Anak & Cara Mengendalikan Emosi Anak". Mirip-mirip ya, Bunda. Sama-sama tentang mengelola emosi. Saya sengaja memutuskan untuk membuat materi ini, karena materi ini dibutuhkan oleh banyak orangtua termasuk saya. Dan saya merasa, sayang sekali jika ilmu ini hanya saya gunakan untuk diri saya sendiri. Jadi, saya putuskan untuk membaginya.

    Maafkan ya, Bunda jika materinya kurang memuaskan. Soalnya jujur, karena kulwap parenting ini dadakan ya didakannya. Jadi, saya hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mempersiapkan materinya. Dan saya ucapkan terima kasih kepada pihak Sygma Daya Insani, Bunda Nuryani yang telah memberikan kesempatan untuk saya bisa berbagi bersama para Bunda pembelajar  ini 🙏. Oke Bunda, kita langsung ke materinya, ya!

    Pentingnya Seorang Ibu Mengendalikan Emosinya Pada Anak


    Pertama saya membahas materi tentang pentingnya sebagai ibu, kita perlu belajar mengendalikan emosi kita. Karena bagaimana kita akan mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya, jika kita orangtuanya belum bisa mengendalikan emosi kita?

    Emosi, Ibu, Anak

    Menjadi ibu memang tidaklah mudah. Membuat kita selalu baper dan tiada hari tanpa drama dengan anak. Apalagi, kalau kita dalam kelelahan, ya. Membuat kita dengan mudahnya marah-marah pada anak. Namun, karena itulah Allah langsung meletakkan syurganya dibawah kaki kita dan meninggikan 3 kali posisi kita atas peran ayah. Jika kita, bisa melaluinya dengan sabar

    Baca juga: 9 Alasan Ini yang Akan Menyemangati Bunda Ketika Kelelahan Mengurus Si Kecil

    Sebagai ibu, membuat kita perlu berlatih berkali-kali bagaimana mengendalikan emosi kita terutama pada anak. Jadi, hari ini saya akan membagikan cara mengendalikan emosi kita sebagai ibu pada anak. Agar kita tidak sampai menyakiti anak karena bentakan dan pukulan kita ya, Bun

    4 Cara Mengendalikan Emosi Ibu Pada Anak


    Cara mengelola emosi


    1. Menjauh dahulu sebentar dari anak.

    Anak bisa dititipkan ke ayahnya atau ke orang terdekat yang ada di dalam ramah. "Kalau nggak ada siapa-siapa, gimana?" Tetap menjauh dulu dari anak, misalnya tinggalkan dulu saja anak sebentar di ruang tamu dan kita pergi dulu ke ruang lain untuk menenangkan diri sebentar. Tapi, jangan lama-lama juga ya, Bun 😂

    2. Tarik nafas panjang berkali-kali boleh sambil istigfar juga.

     Tenangkan diri. Karena, bagaimana kita bisa menenangkan anak, kalau kita juga belum bisa menenangkan diri kita. Yang ada, malah kitanya jadi nggak sengaja melampiaskannya kepada anak.

    3. Setelah agak tenang lalu sampaikan pesan pada diri sendiri.

     "Oh, anakku rewel karena dia masih kecil, masih belum bisa mengungkapkan keinginannya dengan cara yang baik atau ada kebutuhannya yang belum terpenuhi dll". Berusaha mengemas pikiran yang negatif atas perilaku anak menjadi positif, akan membawa pikiran yang positif pula pada diri kita

    4. Setelah tenang, baru keluar dan hadapi anak dengan hati yang lapang.

    Biar kita ga capek hati lagi,  karena terlalu banyak ekspektasi pada anak. Padahal kita, nggak boleh ya, Bun terlalu banyak nuntut anak sesuai maunya kita. Namanya juga anak-anak.

    Itu secara tekniknya ya, Bunda. Tetap, kita pun perlu ilmu tambahan untuk memberikan pemahaman yang baik pada diri kita dan butuh dikuatkan. Untuk pemahamannya cara mengelola emosi ibu pada anak. Bisa baca di sini, ya. Nanti, bisa kembali lagi ke sini. Sebelum kita lanjut ke materi selanjutanya 😉

    Bunda, setelah kita belajar tentang cara mengendalikan emosi kita. Selanjutnya, kita pun perlu belajar bagaimana cara mengendalikan emosi anak. Agar kita, nggak sering main drama juga dengan anak, ya😂.

    Jenis-jenis emosi

    Cara Mengendalikan Emosi Anak


    Menurut Paul Ekman, ada 6 emosi dasar manusia. Tapi, hari ini saya akan menjelaskan 4 dasar emosi pada umumnya kita ketahui. Yaitu:

    Macam-macam emosi

    Mengenal emosi dan reaksinya

    Emosi takut

    Emosi Marah

    Emosi sedih

    Emosi senang

    Menurut Bu Yeti Widiati, Psikolog. Ada 4 cara orangtua dalam mengendalikan emosi anak. Berikut saya bantu memberikan penjelasannya ya, Ayah Bunda. Agar lebih mudah dipahaminya. Yaitu:

    1. Pahami jam biologis anak

    Misalnya kita harus tahu nih jam berapa anak mengantuk, jam berapa anak merasa lapar, jam berapa anak bersemangat dll. Ketika kita mengetahui jam biologis anak, membuat kita lebih mudah mengendalikan emosinya.

    Kayak kita aja, terkadang kita lebih mudah marah atau sensitif ya Ayah Bunda, jika kurang tidur, atau lapar dll. Begitu juga dengan anak. Jadi, sebelum anak rewel penuhi kebutuhannya dahulu

    2. Pahami bentuk respon atau ekspresi anak ketika emosi

    Orangtua perlu tahu dan bisa membedakan, mana ekspresi marah, sedih, kecewa, takut, senang, dll.

    Bedakan antara emosi dan ekspresi emosi. Emosi itu seperti senang, sedih, marah, takut dll. Sedangkan ekpresi emosi itu adalah respon anak ketika emosi. Misalnya ketika senang responnya tersenyum atau tertawa, marah responnya tantrum atau cemberut dll, emosi sedih respon anak menangis, merajuk dll.

    Setiap anak memiliki ekpresi atau respon emosi yang berbeda. Sehingga diharapkan kita sebagai orangtua peka dan memahami emosi anak sejak dini

    3. Observasi dan temukan stimulus apa yang memicu emosi tertentu anak

    Misalnya, jika anak sedang tantrum. Kita harus mengamati dan observasi untuk mengetahui penyebab apa yang memicu anak bertingkah begitu. Agar kita bisa menghindari di lain waktu anak mengulang emosi yang sama dari pemicu yang sama

    4. Sejak anak masih bayi. Orangtua perlu berespon adaptif atau sesuai terhadap ekspresi emosi anak

    Artinya yang sesuai dengan stimulusnya.

    - Kalau anak sedang marah lalu kita tertawakan, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
    - Kalau anak sedang nangis lalu langsung kita suruh diam, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
    - Kalau anak takut, kita ejek ketakutannya, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.
    - Kalau anak senang, kita abaikan, maka respon kita TIDAK ADAPTIF.

    Jadi, berilah respon kita sesuai dengan kebutuhan anak. Misalnya jika anak benar-benar sedih sekali. Berikan anak pelukan karena anak membutuhkan itu bukannya mengejeknya cengeng. Atau anak terjatuh. Bukannya kita obati malah menertawakannya.

    Oleh karena itu berhati-hati dan pekalah kita terhadap ekspresi emosi anak kita. Kepekaan orangtua menangkap pesan emosi anak dengan "membaca" ekspresi anak, adalah kunci awal pengajaran pengelolaan emosi anak

    Nah, itu dia cara mengendalikan emosi ibu pada anak dan cara mengendalikan emosi anak. Bagaimana, Bunda? Hal apa yang biasanya Bunda dan anak suka drama dalam setiap harinya ? Cerita dong 😃

    Jangan lupa bahagia Bunda 😉

    Anak bahagia, ibu bahagia





    Sumber:
    Tulisan tentang emosi, Bu Yeti Widiati, Psikolog

    15 comments:

    1. Bener banget bunda. Saya kalau lagi emosi, mmg sebisa mungkin menjauh sesaat dari anak, istighfar, kemudian berwudhu, setelah itu baru kembali menghadapi anak. Alhamdulillah biasanya setelah saya berwudhu hati jadi lebih tenang, dan anak pun bisa ditenangkan.

      ReplyDelete
    2. akupun mba kalau uda emosi jiwa biasanya aku ke kamar tutup pintu diem dulu tarik nafas rebahan dulu gulang guling baru kalau uda enak aku samperin Neyna membahas apa yang buat aku emosi dan bikin perjanjian next tidak seperti itu lagi meskipun sedari awal aku tutup pintu Neyna udah memohon maaf tapi moment maaf memaafkannya lebih enak pas udah dibahas selesei deh lalu becanda lagi :D

      marah lama2 kasian sama anak juga aku ga tega :p

      ReplyDelete
    3. ibu bisa emosi juga y ternyata.. hihi..
      semangat para ibu :*

      ReplyDelete
    4. Makasih sharenya bun... jadi punya tips ngadepin ponakan saya.

      ReplyDelete
    5. Menghadapi anak ABK juga emaknya pas emosi malah pengen ketawa sendiri. Kita marah dianya gak ngerti kita lagi marah haha, yanh ada malah dia ketawa lihat wajah kita. Kalo udah gitu, saya malah nangis hihiihi

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah bundaaaaaa jadi pengen selalu peluk bunda Dira 😘😘😘😘

        Delete
    6. Mbak, gimana kalau kondisinya kita sedang tidak bisa memberi ruang diri sendiri untuk menenangkan diri. Bahkan jeda untuk tarik nafas deh istilahnya. Pas di rumah, cuma berdua dengan anak, dengan kondisi harus melakukan beberapa hal berbarengan.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Jika kita memang benar2 tidak bisa pergi k ruangan sebelah sebentar. Tetap tahan kata2 kita ingin membentak anak dan berusaha sekuat hati utk tahan tangan kita jng smpai memukuk anak. Tarik nafas yg pangjang smp 3 x sambil istigfar. Kenapa kita harus menahan diri kita segera? Karena biasanya sekali kita kelepasan emosinya ke anak. maka suka akan keterusan dengan frekuensi yg lbh sering lgi k anak. Khawatirnya nti bisa semakin meningkat level pelampiasan emosinya dan terbiasa. Jadi lebih baik sejak awal kita menjaga emosi kita. Semoga membantu bunda. 🙏

        Delete
    7. Emang pas lagi capek itu paling susah kendalikan emosi apalagi pas PMS.

      ReplyDelete
    8. Trimakasih sharingnya ya mbk. Sangat bermanfaat. Salam, muthihauradotcom

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES