• Sunday, August 26, 2018

    Review Buku Bertemakan Parenting "Nanny Belia" dan Pesan di Dalamnya

    review buku bertemakan parenting "nanny belia" dan pesan di dalamnya

    Hai-hai Ayah Bunda, udah lama ya saya nggak mereview buku. Oke deh kalau begitu, hari ini saya ingin mereview salah satu buku yang memang bertemakan parenting. Judulnya adalah "Nanny Belia" dan saya akan mengupas pesan yang ada di dalamnya. 

    Judul Buku : Nanny Belia
    Penulis      : Afida Nasiha
    ISBN           : 978-602-6663-01-6
    Penerbit     : Gong Publishing

    "Buku ini berceritakan tentang seorang anak perempuan yang baru lulus SMA dan merantau ke ibu kota dengan niat untuk mendapatkan pekerjaan. Akhirnya, perjalanan membawanya menjadi seorang Nanny dan dengan dibekali berbagai ilmu termasuk ilmu parenting dari yayasan tempatnya dididik, agar ia bisa mengurus anak asuhnya dengan baik nantinya"

    Buku berjudul "Nanny Belia" ini, termasuk buku yang tipis dibandingkan buku-buku lainnya. Terlihat, penulisnya seseorang yang sedang belajar menulis. Walau saya temukan sedikit kekurangan dari buku ini, tetapi tetap ilmu di dalamnya jauh lebih banyak dari kekurangannya, sangat saya maklumi sekali. Karena ada proses belajar di dalamnya. Apalagi, karena saya belum bisa menulis buku seperti ini hahaha. Jadi, saya ancungi jempol untuk penulisnya Mba Afida. Terima kasih untuk bukunya Mba

    Awal membacanya, membuat saya bertanya-tanya pada buku ini "ini buku kok bisa sedetail ini ya?" Apa yang penulis ceritakan di dalamnya begitu detail dan penuh dengan ilmu. Itu semua karena riset penulisnya yang dalam tentang suatu keadaan dari sebuah profesi atau karena diambil dari kisah nyata penulis itu sendiri ya? Ternyata di akhir kalimat, saya baru tahu bahwa cerita di buku ini diambil dari kisah nyata penulis itu sendiri. Pantesan aja detail

    daftar isi buku cerita bertemakan parenting

    Review Buku Bertemakan Parenting "Nanny Belia" dan Pesan yang Ada di Dalamnya


    Ada beberapa hal yang saya pelajari dari buku bertemakan parenting ini. Yaitu

    1. Jangan biarkan orang lain mengambil peranmu, Ibu
    Di buku ini diceritakan tentang sehari-hari anak yang lebih banyak bersama asisten rumah tangga dan pengasuhnya. Bahkan ketika orangtua telah pulang ke rumah, anak tetap diurus oleh pengasuhnya dan tak jarang tidur malam pun bersama pengasuh

    Sehingga, ini membuat bonding antara pengasuh dengan anak terjalin dengan eratnya. Lalu, ketika bonding ini begitu erat, dimanakah sosok ibu? Dimanakah peran ibu? Relakah peran kita dan arti kita diambil semuanya oleh pengasuh anak kita? Terlihat lebay, ya? Tapi memang begitulah nyatanya.

    Betapa banyak seorang anak berubah menjadi anak pengasuhnya atau anak dari neneknya.

    Hai, ingin sekali saya berkata:

    "Bunda, jangan biarkan orang lain mengambil peranmu. Sesibuk apapun engkau di luar sana, tetap ketika engkau sampai di rumah. Engkaulah yang seharusnya mengambil alih semua urusan tentang anakmu. Jangan biarkan ia menjadi anak dari asisten rumah tanggamu atau anak neneknya. Sebelum engkau menyesal suatu hari nanti, ketika anakmu lebih mencintai pengasuhnya daripada dirimu.

    Dan jangan biarkan orang lain membangun bonding pada anakmu melebihi bondingnya bersamamu. Karena masa kecil anak hanyalah sekali. Buktikan engkaulah ibunya yang akan selalu ada di hatinya. Jangan biarkan engkau termasuk orangtua yang menyesal di hari tuamu karena kehilangan banyak waktu bersama anak-anakmu"

    Sedih, saya sedih melihatnya. Jika orang lain saja bisa melihat kesedihan dan kebutuhan anak yang tidak terpenuhi, bagaimana tidak dengan diri kita sebagai ibunya? Ayo Bunda, cepat pulang! Temani anakmu, engkaulah yang seharusnya mengurusnya. Jadi, ketika keadaan membuatmu terpaksa harus bekerja di luar sana, tetaplah setelah engkau sibuk dari luar, temani ia, bacakan buku cerita untuknya, bermainlah dengannya. Agar engkau akan selalu tetap dicinta olehnya hingga suatu hari nanti. Karena engkaulah ibunya

    2. Buku ini menggambarkan suatu profesi seorang nanny dengan detail
    Di sini, kita akan diajak bagaimana proses dan apa saja yang diajarkan untuk menjadi seorang nanny oleh sebuah yayasan tempat para nanny di salurkan untuk bekerja. Banyak ilmu parenting yang dibekali kepada nanny ini oleh yayasannya. Termasuk mengajarkan menyanyi dan efek positifnya pada anak.

    Baca juga: REVIEW BUKU "AYAHKU BUKAN PEMBOHONG" DILIHAT DARI SUDUT PARENTING

    Oleh sebab itulah, mengapa gaji seorang nanny ini biasanya lebih mahal dari gaji asisten rumah tangga ya, Ayah Bunda. Karena mereka biasanya memanglah lebih berilmu.

    3. Ceritanya detail dan dikemas dengan ringan
    Di buku ini, karena diceritakannya cukup detail ya. Jadi, ada beberapa ilmu parenting yang terselip di dalamnya yang bisa kita pelajari tanpa terkesan menggurui. Buku cerita ini ringan ya. Jadi nggak banyak drama dan nggak lebay juga. Cocok dibaca oleh para orangtua maupun oleh anak remaja. Isi di dalamnya semuanya positif, tak ada pesan yang negatif yang di sampaikan penulisnya. Jadi menurut saya, buku ini aman sekali dibaca oleh siapapun.

    4. Terdapat beberapa istilah yang tidak umum
    Di buku ini saya menemukan beberapa istilah yang tidak umum digunakan dan itu ilmu sekali bagi saya. Serasa saya sedang belajar sesuatu yang baru

    5. Menjadi tahu dunia asisten rumah tangga dan dunia nanny
    Buku ini, karena ditulis dari pengalaman langsung dari penulisnya sendiri, jadi membuat penulis dengan gamplang menuliskan pekerjaan dan profesinya. Setelah kita tahu tentang profesi nanny dan asisten rumah tangga, semoga membuat kita jadi belajar menghargai segala sesuatunya termasuk tidak memandang remeh profesi apapun itu

    6. Kita jadi tahu bagaimana sebaiknya membuat jadwal kegiatan anak
    Buku ini pun menceritakan pula tentang seorang anak kecil tetapi memiliki jadwal kegiatan yang begitu padat seperti setiap sepulang sekolah harus mengikuti les ini itu. Sehingga, menyebabkan seorang anak kehilangan dunianya dan waktu bermainnya.

    Ini pelajaran sekali untuk kita ya Ayah Bunda, agar kita sebagai orangtua sebaiknya sebelum membuat jadwal kegiatan anak, disesuaikan dahulu dengan stamina anak kita, kebutuhan anak, usianya dan kematangannya. Apakah sesuai dengan tumbuh kembangnya atau tidak. Karena jadwal yang terlalu padat, rentan membuat anak kelelahan, stres dan berdampak buruk pada psikologisnya nantinya.

    Ini yang terkadang suka kita lupakan, hanya demi mencapai target kita pada anak, akhirnya tanpa disadari anak yang menjadi korban obsesi kita, orangtuanya.

    Hmmm apalagi ya? kayaknya segitu dulu ya Ayah Bunda pelajaran yang saya ambil dari buku bertemakan parenting ini yaitu "Nanny Belia". Tetapi sepertinya buku ini tidak dicetak lagi. Karena penulisnya pernah menyampaikan pada saya bahwa buku ini tidak akan dicetak lagi. Sayang ya Ayah Bunda, semoga ke depannya bisa kembali muncul di dunia literasi Indonesia ya. Aaaminnn. Buat Ayah Bunda yang ingin berkenalan dengan penulisnya, bisa kontak beliau di facebooknya ya Afida Nasiha

    Baca juga: REVIEW BUKU PANDUAN MEMILIH SEKOLAH UNTUK ANAK ZAMAN NOW

    Nah, itu dia Ayah Bunda yang bisa saya bagikan hari ini. Semoga bermanfaat ya dan selamat belajar kita 🙏





    38 comments:

    1. Hikz, anakku lebih lengket sama neneknya.

      ReplyDelete
    2. Setuju...namanya ART maupun Nanny, tidak bisa menggantikan peran Ibu. Tapi, mungkin karena kelelahan, seringkali lupa deh...
      Akhirnya anak jadi lengket ama Nannynya.
      Nice sharing...

      ReplyDelete
    3. Betul mbak, peran ibu jangan sampai diambil alih orang lain, sesibuk apapun diluar sana, tetap sisakan waktu untuk sang buah hati, nice

      ReplyDelete
    4. Kudu cari nih buku, jadi penasaran

      ReplyDelete
    5. Wah, buku bagus yang mengingatkan kita untuk memegang kendali utama dalam pengasuhan anak ini..
      Mkaasih reviewnya Bunda :)

      ReplyDelete
    6. Menarii sekali ya Bun, hebat sama. NANNY BELIA ini bisa bikin buku.. Emang bun ada temenku yg diasuh sama pembantu, sampe mirip wajahnya, sampe pembantunya tua dan buta kerja di keluarga itu.. Klo aku dr keluarga sederhana ga pernah py pembantu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Oh gitu. Gapapa punya pembantu asal anak kita yg pemegang utama

        Delete
    7. Betul sekali. Peran ibu kudu lebih kuat dibanding ART. Ga rela ahh klu anak saya lebih manja, dekat dan akrab sama ART dibanding sama ibunya. Hehe...thx Bun..

      ReplyDelete
    8. Subhanallah, baca ini saya jadi lebih bersyukur.
      Karena masih diberi kesempatan untuk bisa berani memilih dekat anak dan bisa bonding kapanpun dengan anak.
      Karena di luar sana masih banyak ibu yang kurang beruntung, gak diberi kesempatan untuk berani memilih dekat anak saja.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener banget bun. Di luar sana betapa ibu harus terpaksa bekerja. Smga allah menguatkan dan menjaga anak2nya

        Delete
    9. Pelajaran buat saya yg belum berumah tangga, kalo nanti punya anak lebih baik diurus sendiri. Makanya dari skrg sibuk kerjanya di laptop aja enggak usah keluar rumah hehe. Makasih reviewnya mba 👍🏻

      ReplyDelete
    10. Pertama saya ingin mengacungkan jempol utnuk penulisnya. keren banget. Sangat inspiratif dengan membagikan ceritanya. Saya juga pernah mengalami pakai jasa ART. Memang kalau ibu nggak pandai2 atur peran dan jaga mood, anak akhirnya lebih dekat dengan ART. Tapi sebenarnya itu kondisi yang sangat bisa diatur.

      ReplyDelete
    11. Reviewnya bermanfaat sekali mbak. Bukunya beli dimana? Sepertinya bakal cocok jadi hadiah untuk yang mau punya baby.

      ReplyDelete
    12. Subhanalloh mantap banget penjabarannya. Saya pernah punya ART, walau memang dekat dg anak sy, jangan sampe lah malam sampe tidur sama ART. Tetep anak harus paling deket ma bundanya

      ReplyDelete
    13. Setuju sekali kalau peran ibu itu nggak tergantikan, meski pada kenyataannya untuk melakukannya secara ideal terkadang sangat sulit. Perlu stok tenaga, waktu, emosi, perasaan, kasih sayang dan tekad yang segunung Himalaya tingginya hehe.. Semangat, MOms!

      ReplyDelete
    14. Betul banget, pengalaman saya dulu anak.itu no 1 & semua urusannya saya urus sendiri. Pulang kantor ya lsg ambil alih sampai besok saat berangkat kerja kembali. Makanya anak2 tetap dekat dg saya dr.pada dg pengasuhnya..keren bukunya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah bunda keren banget sih. Aku suka mengagumi ibu bekerja ttpi tetap dia yg memegang inti anak2nya

        Delete
    15. Penulisnya terlihat baru menulis tetapi bisa sedetail itu sungguh luar biasa. Apapaun itu, salut sama penulisnya yang mau menulis sedetail itu.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Bun dia nulis detail karena diambil dari kisah nyata penulisnya

        Delete
    16. kebetulan lagi cari buku parenting baru, coba beli ah. Thanks for sharing mbak

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama2 Bunda. Sayangnya buku ini katanya ga terbit lagi bun

        Delete
    17. Wah butuh bgt nih buat calon ibu 😉
      Bukunya sederhana dan kayaknya ceritanya menarik dan inspiratif. Belajar dari yang berpengalaman

      ReplyDelete
    18. 90 an halaman masih tipis bunda,, aku mah pasti gak kuat bacanya, hehe.

      Ternyata asli dari pengalaman pribadi penulis 😁😁

      ReplyDelete
    19. Membuat jadwal ut anak sepertinya ide keren nih

      ReplyDelete
    20. Kayaknya aku wajib baca buku ini deh. Karena sudah 7 tahun aku jadi pengasuh anak.

      ReplyDelete
    21. Terimakasih bunda Erysha yang sudah mereview buku saya. Buku tentang kenangan yang tercecer, sebenarnya masih banyak yang harus digali, namun rasanya semakin digali semakin luka. Mungkin nanti setelah anakku tumbuh besar jika Allah mengizinkan diperbaiki lagi dan lebih rinci.

      Ada banyak hikmah, terutama menempa pribadi saya sendiri.

      Terimakasih

      ReplyDelete
    22. masyaallah, tampaknya buku yg bernas ya. ntar coba cari ah..

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES