Skip to main content

Keterampilan Seperti Apa yang Perlu Kita Persiapkan untuk Bekal Anak Kita di Masa Depan?


keterampilan yang perlu kita persiapkan untuk bekal anak kita di masa depan
Pixabay

       Pernah nggak sih kita bertanya pada diri kita atau bersama-sama pasangan kita, bekal apa sih yang akan kita persiapkan untuk anak kita di masa depannya? Karena penting lho Ayah Bunda, mempersiapkan pendidikan anak kita di masa depan itu. Kita membangun sebuah rumah saja harus ada konsep dan perhitungannya kan ya? Masa mempersiapkan anak kita tidak memiliki konsep pendidikannya dan tindak lanjut dari rencana kita itu.

Nah, kembali lagi pada bekal ini. Kita sah-sah saja mewariskan rumah, uang, asuransi dan segala bentuk materi pada anak. Hanya saja apa kita yakin semua materi itu dapat menjaga anak-anak kita? Tentu tidak bukan. Sebanyak apapun materi yang kita punya lalu diwariskan kepada mereka, pasti akan habis juga.

      Dari sana kita bisa belajar bahwa materi bukanlah segalanya. Terutama menghadapi tantangan di zaman ini. Tentu kita tahu ya Ayah Bunda, bahwa zaman ini berbeda dengan zaman kita dulu dibesarkan. Jadi tantangannya di zaman ini semakin banyak dan semakin rumit untuk anak-anak kita.

      Jadi, jika kita tidak mempersiapkan anak-anak kita untuk tangguh menghadapi tantangan di zamannya, itu bisa repot sekali. Boleh dibaca ya Ayah Bunda di sini hasil kajian parenting yang saya ikuti tentang mendidik anak agar tangguh di zamannya dan mendidik generasi aqil baligh. 

Lalu, muncul pertanyaan bekal seperti apa sih yang perlu kita persiapkan untuk anak-anak kita di masa depannya?


Keterampilan Seperti Apa yang Perlu Kita Persiapkan untuk Bekal Anak Kita di Masa Depan?


bekal dan keterampilan  yang perlu kita persiapkan untuk masa depan anak-anak kita
Pixabay

      Jujur ya Ayah Bunda, bahasan materi tulisanku kali ini berat sampai aku banyak baca untuk memperkuat tulisanku ini hahaha. Allhamdulillahnya aku dibantu oleh Ibu Nanan Nuraeni untuk memberikan tambahan materi ini padaku.

      Beliau adalah guruku dan seorang praktisi pendidikan yang sudah lama sekali mencurahkan ilmu dan kemampuan beliau di dunia pendidikan. Makasih Bu Nanan sudah membantu 😘.

Langsung aja kalau begitu ya Ayah Bunda kita bahas. Keterampilan atau skill yang dibutuhkan anak di masa mendatangnya ada 2 yaitu:

keterampilan anak secara akademik, hard skil
Pixabay

1. Hard Skill
      Hard skill adalah keterampilan yang bisa tampak langsung oleh kita atau keterampilan yang bisa dilatih. Contohnya seperti keterampilan akademik, keterampilan sosial dan keterampilan teknis. Kita bahas satu-satu ya Ayah Bunda

Keterampilan akademik 
Contohnya kemampuan berhitung, membaca, dan sesuatu yang sifatnya pengetahuan

Keterampilan bersosialisasi
contohnya mudah bergaul, ramah, bagus dalam berkomunikasi, mau bekerja sama dan lain-lain

Keterampilan teknis 
Contoh bisa memasak, mengendarai kendaraan, keterampilan pertukangan, mengasah bakat, dan lain-lain


Cara Menstimulasi Hard Skill


mengajarkan anak dengan cara menyenangkan
Pixabay

1. Membuat anak mencintai pengetahuan bisa kita mulai dari hal-hal sederhana dan dari sedini mungkin. Misalnya sering membacakan anak buku cerita, dari sana anak akan belajar mencintai buku. Dari mencintai buku itu anak akan belajar mencintai ilmu dan pengetahuan. Bukankah salah satu sumber ilmu dan pengetahuan itu adalah buku? Kalau begitu buat ia mencintai buku. Buku di sini bukan hanya buku umum ya tapi juga Al-Quran

2. Biarkan anak bereksloprasi sebebas-bebasnya
Biarkan anak bereksplorasi sebebas-bebasnya selama masih jalur aman, biarkan saja. Karena dari bereksplorasi inilah anak belajar menemukannya sendiri.

3. Biarkan anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar
Jadi jangan banyak melarang anak ya Ayah Bunda. Selama itu tidak berbahaya, tidak melanggar prinsip dan tidak mengganggu orang lain. Biarkan saja. Percaya tidak, katanya pengalaman adalah guru terbaik untuk kita belajar. Jadi biarkan anak belajar dari pengalaman langsung dan dari interaksinya itu

5. Buatlah proses belajarnya itu menyenangkan bagi anak
Nah, kalau kita ingin anak kita pintar ya caranya harus menyenangkan dong. Misalnya kita ingin anak belajar sesuatu, kemas materinya dengan metode permainan, atau pengamatan, atau dengan nonton dan lain-lain pokoknya yang bikin anak senang

6. Stimulasi aspek tumbuh kembangnya seperti aspek agama, bahasa, kognitif dan lain-lain

7. Stimulasi kecerdasasan majemuk anak seperti kecerdasan matematika, spatial, kecerdasan musikal dan lain. Lengkapnya tentang kecerdasan majemuk ini ada di sini ya

8. Dan lain-lain.

Sementara yang di atas hanya gambarannya saja ya Ayah Bunda cara menstimulasi hard skill ini


Pengetahuan seperti apa yang perlu anak pelajari?


membacakan buku cerita pada anak menstimulasi keterampilan berbahasanya
Pixabay

Pengetahuan agama
Ini wajib ya Ayah Bunda. Kenapa? Karena

"Agama tanpa ilmu itu lumpuh. Sedangkan ilmu tanpa agama itu buta"

Jadi, agama dan ilmu ini saling berkaitan. Nggak bisa dipisah-pisahkan. Bahkan Allah saja

Dalam surat Al Mujadilah ayat 11. Allah Ta’ala berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11).

Nah, dari ayatnya saja sudah jelas ya bahwa iman (agama) dan ilmu itu saling berkaitan

Pengetahuan umum
Nah, yang kedua baru pengetahuan umum ya bisa apa aja dan ilmu ini banyak

Itu dia Ayah Bunda soal hard skill ya. Sekarang kita lanjut ke soft skill


2 Soft Skill
   

keterampilan soft kill
Pixabay

      Soft skill ini adalah keterampilan yang berhubungan dengan kecerdasan emosi dan ini bukan keterampilan yang tampak secara langsung oleh kita atau kemampuan ini bisa disebut metakognitif. Pada umumnya keterampilan soft skill ini berhubungan dengan intra personal atau interpersonal.

Contoh Soft Skill 


Misalnya kemampuan merencanakan, mempertimbangkan, meng-analisis, beradaptasi, survival, coping/akomodatif terhadap masalah, dll.

      Nah, sepintar apapun akademik atau hard skill anak kita, tetapi tidak mempersiapkan untuk aspek emosinya, itu berbahaya. Buat apa pintar tetapi pengecut, gampang menyerah, mudah marah pada orang lain, tidak tangguh menghadapi tantangannya dan lain-lain. Sedangkan keterampilan emosi ini akan bermain ke dalam semua aspek kehidupan dan dalam semua peran kita


Cara Menstimulasi Soft Skill

kemandirian adalah salah satu bekal yang perlu kita persiapkan pada anak kita sedini mungkin
Pixabay


1. Hindari pola asuh yang keras atau pola asuh yang memanjakan anak

2. Biarkan anak berusaha sendiri tetapi harus disesuaikan dengan kemampuannya.

3. Ajarkan anak hidup dengan cara adaptif. Ini akan membuat anak mudah beradaptasi baik di waktu lapang maupun di waktu sulitnya. Jadi, jangan biasakan anak dengan hidup yang nyaman terus hingga ia tak tertempa oleh rasa sulit

4. Stimulasi aspek emosinya dengan menumbuhkan rasa simpati dan empati pada orang lain. Agar anak bisa belajar menghargai segala sesuatunya

5. Biasakan hidup mandiri dari sejak dini sesuai usianya. Kemandirian adalah salah satu keterampilan cara bertahan hidup di masa depannya

Baca juga: AYAH BUNDA! YUK, KITA AJARKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK SEJAK DINI

6. Arahkan anak untuk merencanakan apa yang ada dipikirannya dan ajarkan ia untuk mengambil keputusan. Jika banyak saat ini para kepala keluarga yang tidak tegas, tidak bertanggung jawab. Salah satu alasannya karena kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan tidak terstimulasi sejak kecilnya

7. Dan lain-lain

      Jadi, Ayah Bunda keterampilan hard skill dan soft skill ini penting sekali kita persiapkan untuk bekal anak kita di masa depannya. Terutama soft skill ya. Tapi jangan lupa yang terpenting ya Ayah Bunda adalah bekali keterampilan ini dengan membersamainya dengan iman. Agar anak kita bukan hanya tangguh di masa depan tapi juga dicintai Rabbnya.

       Nah, sudahkah kita memulai mempersiapakan keterampilan ini untuk masa depan anak-anak kita? Share dong ceritanya 😉. Oh ya buat Ayah Bunda yang ingin menambah pengetahuannya bisa juga membaca tulisan ini "Pentingnya bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif untuk masa depan anak" dan "Strategi melatih metakognisi pada anak"




Comments

  1. Setuju bunda, semangat berjuang bersama ya🤗

    ReplyDelete
  2. Menjadi orang tua amanah yang cukup berat ya bu. Sebagai orang tua yang anaknya hidup dijaman millenial ini apalagi, godaannya semakin berat. Harus punya benteng pertahanan agar anak bisa mempersiapkan masa depan lebih baik. Semoga kita semua sebagai orang tua bisa menjalaninya dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bun banyak tantangannya ya. Kita butuh ilmu dan doa dalam mendampingi anak2 kita

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…