• Tuesday, March 12, 2019

    Keterampilan Seperti Apa yang Perlu Kita Persiapkan untuk Bekal Anak Kita di Masa Depan?


    keterampilan yang perlu kita persiapkan untuk bekal anak kita di masa depan
    Pixabay

           Pernah nggak sih kita bertanya pada diri kita atau bersama-sama pasangan kita, bekal apa sih yang akan kita persiapkan untuk anak kita di masa depannya? Karena penting lho Ayah Bunda, mempersiapkan pendidikan anak kita di masa depan itu. Kita membangun sebuah rumah saja harus ada konsep dan perhitungannya kan ya? Masa mempersiapkan anak kita tidak memiliki konsep pendidikannya dan tindak lanjut dari rencana kita itu.

    Nah, kembali lagi pada bekal ini. Kita sah-sah saja mewariskan rumah, uang, asuransi dan segala bentuk materi pada anak. Hanya saja apa kita yakin semua materi itu dapat menjaga anak-anak kita? Tentu tidak bukan. Sebanyak apapun materi yang kita punya lalu diwariskan kepada mereka, pasti akan habis juga.

          Dari sana kita bisa belajar bahwa materi bukanlah segalanya. Terutama menghadapi tantangan di zaman ini. Tentu kita tahu ya Ayah Bunda, bahwa zaman ini berbeda dengan zaman kita dulu dibesarkan. Jadi tantangannya di zaman ini semakin banyak dan semakin rumit untuk anak-anak kita.

          Jadi, jika kita tidak mempersiapkan anak-anak kita untuk tangguh menghadapi tantangan di zamannya, itu bisa repot sekali. Boleh dibaca ya Ayah Bunda di sini hasil kajian parenting yang saya ikuti tentang mendidik anak agar tangguh di zamannya dan mendidik generasi aqil baligh. 

    Lalu, muncul pertanyaan bekal seperti apa sih yang perlu kita persiapkan untuk anak-anak kita di masa depannya?


    Keterampilan Seperti Apa yang Perlu Kita Persiapkan untuk Bekal Anak Kita di Masa Depan?


    bekal dan keterampilan  yang perlu kita persiapkan untuk masa depan anak-anak kita
    Pixabay

          Jujur ya Ayah Bunda, bahasan materi tulisanku kali ini berat sampai aku banyak baca untuk memperkuat tulisanku ini hahaha. Allhamdulillahnya aku dibantu oleh Ibu Nanan Nuraeni untuk memberikan tambahan materi ini padaku.

          Beliau adalah guruku dan seorang praktisi pendidikan yang sudah lama sekali mencurahkan ilmu dan kemampuan beliau di dunia pendidikan. Makasih Bu Nanan sudah membantu 😘.

    Langsung aja kalau begitu ya Ayah Bunda kita bahas. Keterampilan atau skill yang dibutuhkan anak di masa mendatangnya ada 2 yaitu:

    keterampilan anak secara akademik, hard skil
    Pixabay

    1. Hard Skill
          Hard skill adalah keterampilan yang bisa tampak langsung oleh kita atau keterampilan yang bisa dilatih. Contohnya seperti keterampilan akademik, keterampilan sosial dan keterampilan teknis. Kita bahas satu-satu ya Ayah Bunda

    Keterampilan akademik 
    Contohnya kemampuan berhitung, membaca, dan sesuatu yang sifatnya pengetahuan

    Keterampilan bersosialisasi
    contohnya mudah bergaul, ramah, bagus dalam berkomunikasi, mau bekerja sama dan lain-lain

    Keterampilan teknis 
    Contoh bisa memasak, mengendarai kendaraan, keterampilan pertukangan, mengasah bakat, dan lain-lain


    Cara Menstimulasi Hard Skill


    mengajarkan anak dengan cara menyenangkan
    Pixabay

    1. Membuat anak mencintai pengetahuan bisa kita mulai dari hal-hal sederhana dan dari sedini mungkin. Misalnya sering membacakan anak buku cerita, dari sana anak akan belajar mencintai buku. Dari mencintai buku itu anak akan belajar mencintai ilmu dan pengetahuan. Bukankah salah satu sumber ilmu dan pengetahuan itu adalah buku? Kalau begitu buat ia mencintai buku. Buku di sini bukan hanya buku umum ya tapi juga Al-Quran

    2. Biarkan anak bereksloprasi sebebas-bebasnya
    Biarkan anak bereksplorasi sebebas-bebasnya selama masih jalur aman, biarkan saja. Karena dari bereksplorasi inilah anak belajar menemukannya sendiri.

    3. Biarkan anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar
    Jadi jangan banyak melarang anak ya Ayah Bunda. Selama itu tidak berbahaya, tidak melanggar prinsip dan tidak mengganggu orang lain. Biarkan saja. Percaya tidak, katanya pengalaman adalah guru terbaik untuk kita belajar. Jadi biarkan anak belajar dari pengalaman langsung dan dari interaksinya itu

    5. Buatlah proses belajarnya itu menyenangkan bagi anak
    Nah, kalau kita ingin anak kita pintar ya caranya harus menyenangkan dong. Misalnya kita ingin anak belajar sesuatu, kemas materinya dengan metode permainan, atau pengamatan, atau dengan nonton dan lain-lain pokoknya yang bikin anak senang

    6. Stimulasi aspek tumbuh kembangnya seperti aspek agama, bahasa, kognitif dan lain-lain

    7. Stimulasi kecerdasasan majemuk anak seperti kecerdasan matematika, spatial, kecerdasan musikal dan lain. Lengkapnya tentang kecerdasan majemuk ini ada di sini ya

    8. Dan lain-lain.

    Sementara yang di atas hanya gambarannya saja ya Ayah Bunda cara menstimulasi hard skill ini


    Pengetahuan seperti apa yang perlu anak pelajari?


    membacakan buku cerita pada anak menstimulasi keterampilan berbahasanya
    Pixabay

    Pengetahuan agama
    Ini wajib ya Ayah Bunda. Kenapa? Karena

    "Agama tanpa ilmu itu lumpuh. Sedangkan ilmu tanpa agama itu buta"

    Jadi, agama dan ilmu ini saling berkaitan. Nggak bisa dipisah-pisahkan. Bahkan Allah saja

    Dalam surat Al Mujadilah ayat 11. Allah Ta’ala berfirman :

    يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11).

    Nah, dari ayatnya saja sudah jelas ya bahwa iman (agama) dan ilmu itu saling berkaitan

    Pengetahuan umum
    Nah, yang kedua baru pengetahuan umum ya bisa apa aja dan ilmu ini banyak

    Itu dia Ayah Bunda soal hard skill ya. Sekarang kita lanjut ke soft skill


    2 Soft Skill
       

    keterampilan soft kill
    Pixabay

          Soft skill ini adalah keterampilan yang berhubungan dengan kecerdasan emosi dan ini bukan keterampilan yang tampak secara langsung oleh kita atau kemampuan ini bisa disebut metakognitif. Pada umumnya keterampilan soft skill ini berhubungan dengan intra personal atau interpersonal.

    Contoh Soft Skill 


    Misalnya kemampuan merencanakan, mempertimbangkan, meng-analisis, beradaptasi, survival, coping/akomodatif terhadap masalah, dll.

          Nah, sepintar apapun akademik atau hard skill anak kita, tetapi tidak mempersiapkan untuk aspek emosinya, itu berbahaya. Buat apa pintar tetapi pengecut, gampang menyerah, mudah marah pada orang lain, tidak tangguh menghadapi tantangannya dan lain-lain. Sedangkan keterampilan emosi ini akan bermain ke dalam semua aspek kehidupan dan dalam semua peran kita


    Cara Menstimulasi Soft Skill

    kemandirian adalah salah satu bekal yang perlu kita persiapkan pada anak kita sedini mungkin
    Pixabay


    1. Hindari pola asuh yang keras atau pola asuh yang memanjakan anak

    2. Biarkan anak berusaha sendiri tetapi harus disesuaikan dengan kemampuannya.

    3. Ajarkan anak hidup dengan cara adaptif. Ini akan membuat anak mudah beradaptasi baik di waktu lapang maupun di waktu sulitnya. Jadi, jangan biasakan anak dengan hidup yang nyaman terus hingga ia tak tertempa oleh rasa sulit

    4. Stimulasi aspek emosinya dengan menumbuhkan rasa simpati dan empati pada orang lain. Agar anak bisa belajar menghargai segala sesuatunya

    5. Biasakan hidup mandiri dari sejak dini sesuai usianya. Kemandirian adalah salah satu keterampilan cara bertahan hidup di masa depannya

    Baca juga: AYAH BUNDA! YUK, KITA AJARKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK SEJAK DINI

    6. Arahkan anak untuk merencanakan apa yang ada dipikirannya dan ajarkan ia untuk mengambil keputusan. Jika banyak saat ini para kepala keluarga yang tidak tegas, tidak bertanggung jawab. Salah satu alasannya karena kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan tidak terstimulasi sejak kecilnya

    7. Dan lain-lain

          Jadi, Ayah Bunda keterampilan hard skill dan soft skill ini penting sekali kita persiapkan untuk bekal anak kita di masa depannya. Terutama soft skill ya. Tapi jangan lupa yang terpenting ya Ayah Bunda adalah bekali keterampilan ini dengan membersamainya dengan iman. Agar anak kita bukan hanya tangguh di masa depan tapi juga dicintai Rabbnya.

           Nah, sudahkah kita memulai mempersiapakan keterampilan ini untuk masa depan anak-anak kita? Share dong ceritanya 😉. Oh ya buat Ayah Bunda yang ingin menambah pengetahuannya bisa juga membaca tulisan ini "Pentingnya bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif untuk masa depan anak" dan "Strategi melatih metakognisi pada anak"




    11 comments:

    1. Ternyata orang tua harus ada wawasan seperti ini ya mbak, untuk bisa mengasah skill yang mana dominan di anak dengan tetap membekalinya dengan bekal keagamaan yang kuat...artikel yang menarik, thanks mbak

      ReplyDelete
    2. bermanfaat sekali bagi saya yang sedang mulai belajar menjadi orang tua. Terimakaish bunda artikelnya...

      ReplyDelete
    3. Punya anak yang sholehah dan sholeh tentu harapan utama ya. Kalau aku, anak2 mesti punya keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakatnya :) Seperti si sulung dia mah demen menggambar, melukis, piano. Sekolahnya sdi MTSN 4 kelas 8 hehehe. Kalau si bungsu kelas 5 SD demen bulutangkis, tadinya futsal. Yang penting kegiatan yang dilakukan ga bikin beban mereka, harus bahagia intinya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Semoga anak kita bisa tumbuh sesuai harapam kita ya Bun. Aaaminnn 🙏

        Delete
    4. Setuju bunda, semangat berjuang bersama ya🤗

      ReplyDelete
    5. sesungguhnya menjadi orang tua itu tugasnya cukup berat ya bunda erysha?
      semoga aku bisa mendidik anak dengan baik dan benar.
      aku juga masih perlu banyak belajar nih untuk mempersiapkan bekal masa depan anak nanti.
      harus banyak belajar cara menstimulasi anak dari bunda erysha. hehe..

      ReplyDelete
    6. Menjadi orang tua amanah yang cukup berat ya bu. Sebagai orang tua yang anaknya hidup dijaman millenial ini apalagi, godaannya semakin berat. Harus punya benteng pertahanan agar anak bisa mempersiapkan masa depan lebih baik. Semoga kita semua sebagai orang tua bisa menjalaninya dengan baik.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES