• Sunday, March 10, 2019

    Tahukah Kita Ayah Bunda Bahwa Bahaya Stunting sedang Mengancam Anak-anak Kita

    tahukah kita ayah bunda bahwa bahaya stunting sedang mengancam anak-anak kita
    Kegiatan pengukuran tinggi badan anak di sebuah posyandu 

    "Ayah, Dede usianya udah 3 tahun tapi kok tingginya cuma 87 cm, ya? Harusnya kan minimal 87,4 cm untuk usianya dia. Jangan-jangan Dede stunting lagi. Huhuhu 😭"

    Itulah kata-kata yang mengandung kecemasan di dalam hatiku yang terlontar begitu saja pada suami. Sebagai seorang perempuan yang baru 3 tahun bergelar menjadi seorang ibu, aku sungguh mengkhawatirkan itu dan sibuk bertanya pada diri "Erysha pendek karena turunan aku ama suami atau stunting ya?" Secara aku dan ayahnya Erysha juga termasuk pendek dan mungil sih hehehe

          Tapi untungnya yang membuatku lega adalah berat badan Erysha dari masa kandungan hingga kini, selalu sesuai dengan usianya dan termasuk kategori gizi baik. Aku memang berusaha sekali memperhatikan asupan gizi yang ku berikan pada Erysha dengan gizi seimbang seperti memperhatikan karbohidratnya, proteinnya (protein nabati & hewani), seratnya, vitaminnya dan lain-lain.

    "Kok Bunda Erysha bisa tahu sih anak kita berat badannya sesuai usianya atau tidak begitu juga dengan tingginya?" Nanti aku jelaskan di bawah ya Ayah Bunda

    Allhamdulillahnya juga Erysha dari lahir tumbuh sangat sehat dan gemuk karena makannya bagus. Saking gemuk dan beratnya, banyak orang-orang tidak percaya kalau Erysha itu bukan anak kami, lho *nggak sopan sekali ya mereka. Mentang-mentang orang tuanya kurus pendek, tapi kok anaknya gendut hehehe atau jangan-jangan yang stunting itu bukan anaknya tapi orang tuanya ya *plakkkkk

          Tapi untung kalau tetangga percaya sih itu anak kami, karena tahu waktu aku lagi hamilnya hahaha. Tapi beneran lho Ayah Bunda, stunting itu bukan hanya soal pendek, tapi ada bahaya lain yang mengancam dibalik itu. Kita belajar tentang stunting, yuk!


    Apa itu stunting?


    pentingnya menimbang berat badan anak setiap bulannya untuk mengetahui gizi anak
    Erysha lagi ditimbang berat badannya di posyandu

          Stunting adalah sebuah keadaan gagal tumbuh yang terjadi pada anak balita. Dimana faktor utamanya adalah anak kekurangan gizi secara kronis yang berlangsung dalam waktu yang lama. Biasanya stunting ini disebabkan oleh kemiskinan, kurang gizi, salah pola asuh dan kurangnya orang tua membekali diri dengan pengetahuan.

    Baca juga: INI DIA 5 KESALAHAN POLA ASUH GIZI PADA ANAK YANG JARANG DIKETAHUI ORANGTUA

    Stunting ini terjadi dari janin dalam masa kandungan dan mulai nampak pada anak berusia 2 tahun. Apa yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting?


    Penyebab Stunting 


          Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:
    ✔️ Kurang gizi kronis dalam waktu lama
    ✔️ Retardasi pertumbuhan intrauterine
    ✔️ Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
    ✔️ Perubahan hormon yang dipicu oleh stres
    ✔️ Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak

    Jadi, betapa pentingnya kita sebagai orang tua memperhatikan apa saja yang menyebabkan seorang anak menjadi stunting dan berusahalah memberikan asupan gizi yang seimbang ya Ayah Bunda. Walau pun kita suka menemukan anak kita terkadang susah makan ya Bun huhuhu. PR kita ini


    Gejala Stunting


    Ayah Bunda kita perlu memperhatikan apa saja gejala stunting ini seperti

    ✔️ ketika tubuh anak pendek dan tidak sesuai usianya
    ✔️ berat badannya tidak sesuai usianya
    ✔️ terlambat pertumbuhan tulangnya


    Bagaimana kita bisa tahu anak kita termasuk pendek atau tidak?


    pemeriksaan anak di posyandu, bahaya stunting
    Kegiatan di posyandu

          Periksakan anak setiap bulannya ke petugas kesehatan misalnya posyandu. Catatlah setiap bulan berat badan anak. Apakah mengalami kenaikkan ataukah tidak. Jika dalam 2 bulan berturut-anak tidak mengalami kenaikan berat badan, konsultasikan pada petugas kesehatan dan cek apakah berat badan anak sesuai dengan usianya ataukah tidak.

          Selain itu jangan lupa setiap bulan ukur pula tinggi badan anak. Apakah bertambah ataukah tidak dan sesuai dengan usianya ataukah tidak.

    Ayah Bunda, kita bisa mengecek berat badan dan tinggi anak kita sesuai dengan usianya ataukah tidak, dengan melihat tabel tumbuh kembang anak yang ada di buku kesehatan ibu dan anak, yang berwarna pink ini lho Ayah Bunda. Ini adalah buku dari pemerintah yang biasanya diberikan pada ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita. Ayah Bunda punya kan ya? Jika tidak, bisa meminta pada petugas kesehatannya ya atau boleh juga menggunakan tabel tumbuh kembang sumber lain


    foto buku kesehatan ibu dan anak, buku kesehatan dari pemerintah
    Foto: Glitzmedia.co


          Aku pun mengecek tabel tumbuh kembang Erysha dengan mengunakan buku ini juga, lho. Dicatat ya Ayah Bunda, kalau seandainya tidak kita catat, minimal kita ingat ukuran berat badan anak kita dan tingginya di bulan sebelumnya lalu membandingkannya di bulan yang sekarang untuk memudahkan kita memantau tumbuh kembang anak kita

          Jika anak kita tidak tumbuh dan berkembang sesuai usianya atau tidak seperti anak kebanyakan, segera konsultasikan pada ahlinya ya Ayah Bunda.


    Apa bahaya stunting?


    Stunting ini bukan hanya menyebabkan anak pendek, tapi ada banyak bahaya lain yang mengintainya seperti

    1. Menghambat tumbuh kembang anak ke depannya

    Baca juga: IDENTIFIKASI ABK SEJAK DINI MELALUI TUMBUH KEMBANG ANAK

    2. Cenderung menjadikan anak berkebutuhan khusus dikemudian hari
    3. Kesulitan belajar
    4. Bermasalah dalam aspek kognitifnya
    5. Kurang lincah jika dibandingkan anak-anak yang lain karena aspek motoriknya menjadi terganggu
    6. Rentan terkena infeksi dan mudah terkena sakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain

          Huhuhu seram ya Ayah Bunda dan anak yang sudah terkena stunting ini tidak bisa dikembalikan lagi kondisinya seperti dulu. Walau begitu, tetap diperhatikan gizinya untuk tidak memperparah keadaannya dan tahukah kita Ayah Bunda bahwa Indonesia saat ini dalam keadaan darurat stunting, lho. Yuk kita tengok faktanya


    Stunting Mengancam Anak-anak Indonesia


    buku tumbuh kembang anak, standar tinggi anak sesuai usianya


          Tahukah kita Ayah Bunda menurut riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2 persen, meningkat dari tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau satu dari tiga anak Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%).

          Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke lima terbanyak di dunia. Lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata. Hiks sedih ya.

    Menurut data tersiar (World Bank) yang terbaru, “Sekitar 37% atau 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yaitu pertumbuhan yang terhambat termasuk otak sang anak,” demikian ujar Country Director World Bank Indonesia Rodrigo Chavez dalam sebuah acara di Jakarta (19/9/18).

          Tentu saja ini pun menjadi kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia. Karena banyak anak-anak bangsa yang seharusnya produktif pada masanya tetapi tidak tumbuh dan berkembang dengan seharusnya. Bagaimana tidak menyedihkan jika generasi bangsa kekurangan gizi begini dan apa kabarnya masa depan anak bangsa kita jika ini terus berlanjut? Karena stunting mempengaruhi kualitas dan kuantitas SDM yang mampu berkembang dan berkontribusi untuk bangsa ini

    Oleh sebab itu, betapa pentingnya kita sama-sama memutuskan lingkaran setan ini dan bergabung dengan saya menjadi salah satu pejuang di generasi emas (bisa di klik ya Ayah Bunda) dengan visi misinya


    VISI & MISI GERAKAN EMAS


    1. Mempersiapkan Indonesia memasuki Jaman keemasan pada tahun 2030 "Indonesia Emas"

    2. Indonesia Emas bergantung kepada Generasi Emas Indonesia. Mereka berusia 15-64 tahun yang jumlahnya 70% tenaga kerja produktif pada tahun 2030.

    3. Gerakan Emas bertujuan menyelamatkan Generasi Emas dari ancaman-ancaman yang menjadi penghalang, yang terutama ancaman Stunting.

    4. Gerakan Emas adalah Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak minum susu, yang akan menghilangkan ancaman Stunting atau kurang gizi kronis yang menghambat Generasi Emas.

    5. Gerakan Emas adalah gerakan membagi Sapi Perah dan Kambing kepada sebuah komunal yang terdiri atas 10 keluarga. Susunya akan diminum anak-anak mereka, sisanya dijual ke koperasi/pasar

          Nah, itu dia Ayah Bunda betapa stunting ini perlu kita perhatikan. Jangan sampai bahaya stunting ini semakin mengancam anak-anak kita dan memperburuk keadaan anak bangsa. Yuk, kita penuhi asupan gizi seimbang anak-anak kita sedini mungkin terutama di 1000 hari kehidupan pertama mereka


    Twitter : @gerakanemas2030
    Instagram : @gerakanemas2030
    Website : GerakanEmas.id


    51 comments:

    1. Ngeri kalau sudah bahas stunting ini ya Bunda
      Semoga dengan Gerakan Emas ini angka stunting bisa ditekan dan akan optimal tumbuh kembang anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus cita-cita bangsa ini

      ReplyDelete
    2. Terima kasih sharingnya Bunda, informatif sekali. Semoga makin banyak orangtua yang paham akan hal ini dan peduli akan kesehatan anaknya.

      ReplyDelete
    3. Stunting itu kondisi yang mengkhawatirkn dan harus dicegah ya Bunda.. bisa dimulai dari masa kehamilan hingga anak usia 2 tahunan. Itu sih info yang kubaca-baca. Hm, emang ya sama anak mah kudu bener-bener teliti dan menjaga asupan gizi dan kebutuhan lainnya ya Bun. Makasih banget sharingnya, it helps a lot

      ReplyDelete
    4. Saya pernah loh, punya perasaan yang sama. Takut diomongin sama orang. Masak anaknya gendut bin montok, tapi emaknya kecil bin kurus hihihi...
      Untung saja, berat badan anak-anak saya lumayan besar. Hilang deh kekhawatiran tentang stunting.
      Tapi ngeri juga ya, dampak stunting. Semoga anak-anak Indonesia bisa bebas stunting.

      ReplyDelete
    5. Di kompleks rumahku setiap bulan ada acara timbang bayi dari Pos Yandu, di kantor RW. Semoga kegiatan ini membantu memberi penyuluhan pada para Ibu bahaya stunting. Soalnya seringkali kita kurang teliti dengan asupan gizi anak-anak.
      Makasih sharingnya Mama Erisha...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Enak ya bun kalau di tiap komplek ada posyandu gitu. Kita jdi nggak perlu ribet keluar-keluar

        Delete
    6. Luigi pernah hampir stunting mbak, diusia 19 bulan. Alhamdulillah terkejar dengan pola makan dan terapi. Kalo udah lolos sebelum 2 tahun rasanya lega. Eh sama nih Luigi juga anak posyandu. :)
      Semoga banyak Ibu yang tau pentingnya pencegahan stuntung agar kelak anak Indonesia bisa jadi generasi berkualitas dan berprestasi sesuai minatnya :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Allhamdulillah ya Bun. Untung ketauan ya bun. Jadi bisa diterapi dan diperbaiki

        Delete
    7. Anak adalah harapan bangsa. Masa emas anak memang harus diperhatikan sejak awal. Dengan adanya gerakan emas bisa menyelamatankan generasi emas terutama dalam stunting.

      ReplyDelete
    8. Dulu sempat berpikir begitu ketika anak-anak kecil khawatir juga ternyata begitu mereka lulus dan mulai meninggi pelan-pelan akhirnya terpatahkan istilah stunting.

      ReplyDelete
    9. Ternyata 1.000 hari hehidupan pertama anak-anak merupakan masa emasnya, pedih banget jika anak alami masalah dengan pertumbuhannya. Bisa memengaruhi aspek lain dalam hidup anak, ya. Mbak.
      Saya harus waspada juga karena Palung susah makan dan kurus. Meski tinggi normal tetap saja kurang tinggi daripada anak lain yang kala bayi lebih gemuk daripadanya. Palung kala bayi kurus, sih. Saya harus rajin menyediakan susu untuk Palung.
      Gerakan Emas semoga bisa menjadi penyadaran bagi setiap keluarga yang ada di Indonesia, untuk lebih memperhatikan gizi anak, dimulai dari dalam kandungan sampai 3 tahun. Kerap kali kemiskinan dan kurangnya pengetahuan orang tua berimbas buruk pada anak.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun. Semoga orang tua sekarang semakin terdukasi ya. PR kita ini dan bersama masyarakat

        Delete
    10. Aku pun sempat mikir tentang anakku yang pernah BBnya gak naik-naik, takut donk dia kekurangan gizi dan stunting, ALhamdulillah seiring berjalannya waktu anakku tumbuh kembangnya normal dan optimal

      ReplyDelete
      Replies
      1. Allhamdulillah ya Bun. Ini mah kekhawatiran emak2 berjamaan ya hahaha.

        Delete
    11. Mbak Yeni, makasih udah mengingatkan tentang stunting terus ya. Aku juga suka kepikiran, makannya apa aja yang bisa aku lakuin untuk mencegah stunting tuh aku geber.

      Ngomong-ngomong, aku udah lama engggak ke posyandu. Mbak YYeni masih rajin ya?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Masih mba ajeng. Soalnya bertepatan juga ama jadwal arisan komplek dan tempatnya jyga sama hahaha

        Delete
    12. Saya juga khawatir banget anak-anak ikutan kecil,mentang-mentang ayah dan ibunya mungil.Mana anak-anak juga malas makan kayak bapaknya (kalau emaknya mah jangan ditanya). Semoga anak-anak kita dan anak Indonesia terbebas dari stunting...

      ReplyDelete
    13. Wah stunting bahaya ya buat anak-anak kita. Orang Tua harus dibekali tentang pengetahuan gizi yang baik mulai dari kndungn hingga 1000 hari pertama. Info ttg bhy stunting rinci mb thc infonya
      Smg generasi emas sukses programnya dam mmpu menguramgi angka stunting yg tinggo di Indonesia.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aaaminnn Bun dan ini ternyata diangkat juga dalam program calon presiden kita pak prabowo dan wakilnya

        Delete
    14. Rajin"ke posyandu aja kali ya... biar dpt penjelasan yg akurat dr petugas.. Alhamdullilah anakku sehat dan normal... Serem kita denger istilah ini... Apalg peringkat ke 5 dunia?

      ReplyDelete
    15. Duh, aku jadi degdegan ni bun, anak keduaku masih bayi, baru 4 bulan, jadi kudu extra ya menuhin nutrisinya biar terhindar dari stunting ini.

      ReplyDelete
    16. Apa boleh buat? Kenyataannya masih banyak ibu hamil yang abai terhadap kesehatan kehamilannya.. Enggak mikir jauh ke depan.... Ntar gimana-gimana kalau janinnya udah lair...

      ReplyDelete
    17. sekarang lagi banyak banget anak yang terkena stunting, ya, mbak. Semoga semakin banyak ibu yang peduli dan worry tentang hal ini :)

      ReplyDelete
    18. Saya selalu memberikan kecukupan gizi buat anak saya mbak. Inipun setelah saya mendengarkan seminar2 mengenai stunting. Semoga para orangtua bisa lebih mengerti akan bahaya stunting ini...

      ReplyDelete
    19. Jadi ingat debat capres semalam. Stunting ini jadi salah satu bahasan mereka. Yg satu bilang mau kasih minum susu dan bubur kacang hijau satu lagi bilang masa golden age jangan disia-siakan karena masa itu ASI bisa menjadi obat ajaib untuk segala masalah anak.

      Apapun dan siapapun nanti yang memang semoga stunting dan kekuangan gizi anak Indonesia segera berkurang atau hilang sama sekali. Jadikan anak Indonesia sehat lahir batin...

      ReplyDelete
    20. buki KIA anakku yang masih balita, masih ada dua2nya, emang harus sering diliat grafik di dalemnya itu, supaya gak was2 kalau anak ada di wilayah "warning" sama gizi dan nutrisinya. Semoga Indonesia bebas stunting ya, amiinnnn

      ReplyDelete
    21. Jangan sampai deh anak kita kena stuting karena masa depannya bisa terganggu.

      Peran orangtua agar memperhatikan gizi dan tumbuh si anak.

      ReplyDelete
    22. mom yeni aku lagi ngeliatin betul nih pertumbuhan anak perempuanku.karena badannya yang kecil. jadi aku sekarang lagi giat ngasih makanan yang baik dan tiap bulan cek berat badannya.

      ReplyDelete
    23. Alhamdulillah ada Gerakan Emas, setidaknya masalah Stunting jadi bisa di perhatikan secara khusus ya mbak

      ReplyDelete
    24. Waduhh.. anak saya udah beberapa bulan ini belum ditimbang dan diukur tingginya.. Ga pernah bisa ikutan posyandu sih. Jadi sepertinya saya harus kreatif ngukur sendiri nih.. sambil nunggu waktu imunisasi lagi awal bulan April nanti.

      ReplyDelete
    25. Kirain stunting itu cuma gagal tumbuh secara fisik yg menyebabkan tinggi badan kurang dari standar, ternyata efeknya ke aspek kognitif dan psikomotorik juga, ya. Ngeriii...

      ReplyDelete
    26. Yaa Allah jangan sampai yah anak-anak Indonesia kena bahaya stunting, nutrisi nya perlu diperhatikan sekali yah Bunda Erysha

      ReplyDelete
    27. Stunting mengerikan bagi pertumbuhan generasi Indonesia ya bun... sbg parents hrs aware sm kebutuhan nutrisi anak2 kita... semoga Indonesia bisa terbebas stunting!!

      ReplyDelete
    28. Masalah stunting ngeri bnget bikin khawatir semoga saja anak2 Kita terhindar dr ini semua, sdh hrs jd konsentrasi ortu utk mnberikn nutrisi yg terbaik dr awak 1000 hr pertama

      ReplyDelete
    29. Bahaya stunting memang gak bisa dianggap remeh ya mbak. Tapi kenyataannya masih sangat banyak anak indonesia yang mengalaminya

      ReplyDelete
    30. Bahaya stunting ini memang serem banget dan sadar atau tidak memang mengancam anak-anak juga. AKu aja jadi parno langsung mikir apakah anakku stunting atau tidak.

      ReplyDelete
    31. Stunting ini benar-benar PR besar kita saat ini ya. Semoga anak-anak kita bebas dari stunting ini dan kita bisa ikut serta mengambil peran dalam mensukseskan Germas ini.

      ReplyDelete
    32. Nah PR orangtua nih supaya cek tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala rutin. Karena kalo udah gak nambah jadi bs ada cara supaya segera diselesaikan, entah dicari sebabnya bisa dri pola makan dan lainnya. Untunglah masa 2 taun sudah berlalu buat Luigi

      ReplyDelete
    33. Huhu. Kalau bicara stunting aku selalu takut nih bun. Takut anakku stunting, mana lagi gtm lagi. Padahal aku udah selalu berusaha memenuhi gizi anakku, semoga aja gak stunting.

      ReplyDelete
    34. iya nih aku tuh takut banget juga anakku kena stunting. apalagi anaknya berat badannya mepet banget gini padahal makannya sudah lumayan banyak. huhu

      ReplyDelete
    35. Makanya nih sekarang aku ganti susu anak-anak dengan susu yang mengandung DHA dan omega. Sedih ya klo tingkat anak terkena stunting di Indonesia cukup besar.

      ReplyDelete
    36. Wah rutin periksa kesehatan dan mencatat perkembangan anak sangat penting ya mba, jadi kita tau kalo ada sesuatu yang gak beres sama si kecil.

      Nice sharing mba. BTW ditunggu komennya di artikel terbaru tentang Aplikasi Club Alacarte ya. Makasih mba Yeni

      ReplyDelete
    37. Menjadi ibu harus benar-benar care dengan tumbuh kembang anak...

      ReplyDelete
    38. Alhamdulillah ya,orang tua sekarang mudah mendapatkan info tentang pertumbuhan anak. Jaman anak saya balita, informasi sangat terbatas. Terima kasih untuk sharing ya.

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya. Terima kasih 🙏

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES